[Drabble] Pouring Rain

14746974

 

 

POURING RAIN

Author: Ifaloyshee | Characters: Krystal Jung, Kang Minhyuk | Genre: Fluff, Romance| DISC: The idea is mine, included the plot and a whole of this story. The Characters belong to their parents. Don’t reblog or copy without my permission! |Rating: G

 

Akdong Musician – Melted

Clean Bandit – Extraordinary (Feat. Sharna Bass)

 

 

 

 

 

 

Aku adalah gelombang ombak samudera yang menggulung mengejarmu, dan kau adalah awan mendung yang menggantung dilangit. Aku tak mampu meraih. Tapi ketika hujan datang, kau dan aku menyatu. Kau yang terlalu sendu akan ku tangkap risaumu dalam gulungan ombak. Kau yang menangis membentuk hujan, aku bersedia menampung air matamu dan membuangnya jauh ke samudera.

Untuk Jung Soojung.

Krystal jatuh cinta pada seorang pria tak sesering wanita pada umumnya, banyak hal yang harus ia pertimbangkan dan lihat baik – baik dari pribadi kaum Adam. Enam belas tahun tak jua ia memutuskan hingga sang penyair muncul ke permukaan dan memecah es. Krystal Jung luluh dalam untaian lirik, dawaian melodi gitar dan senandung tuts piano. Ia jatuh cinta pada kata – kata Kang Minhyuk padanya.

Diawal sekolah menengah pertama, keduanya memulai hari baru sebagai pasangan kekasih. Berkencan makan es krim, naik komedi putar, bernyanyi bersama dibawah pohon taman, tidak ingat seberapa banyak hal selayaknya pasangan yang sudah mereka lakukan. Hal – hal yang membuat mereka tersenyum bahagia. Krystal menyukai senyum Minhyuk, senyum tulus, senyum terindah pantulan dari hati yang penuh kasih sayang dan ketulusan.

“Biar aku oleskan cat diwajahmu..” hari kelulusan sekolah menengah atas, ditengah lapangan dengan cahaya mentari yang menyalami Minhyuk dengan iseng mencoret pipi Krystal dengan cat warna merah membentuk hati. Satu tangannya menggenggam pinggan Krystal erat seolah tak mau lepas.

“Ya.. Minhyuk-ah! Bagaimana kalau catnya tidak bisa hilang!!”

“Ini hanya cat air Soojung-ku. Akan hilang jika dibasuh dengan air.. tenang saja… kau tetap cantik sekali meskipun tercoreng cat merah.”

Krystal hanya tertawa menanggapi kata – kata romantis itu. Ia tidak bisa mengekspresikan cinta dengan baik melewati kata – kata seperti Minhyuk—Krystal bukan pembicara ataupun penulis yang baik. Ia hanya menjaga Minhyuk terus disisinya, bertahan adalah satu –satunya bentuk ekspresinya.

Pesta kelulusan siang itu ditutup oleh Minhyuk yang memeluk Krystal erat – erat ditengah lapangan dengan confetti bertebaran dan hiruk pikuk siswa – siswa, Krystal menghirup aroma khas Minhyuk dari dada bidang pria itu dan menyimpannya erat dalam memori. Semua ini membuatnya pening, ia terlalu jatuh cinta pada Minhyuk.

Krystal tidak pernah berani membuka hatinya dan membiarkan seseorang masuk, namun sekali ia membuka, segalanya ia berikan. Relungnya bebas untuk dibenahi apapun, dicintai sedalam – dalamnya.

 

***

 

Ia tidak tahu bahwa sepucuk puisi gombal enam tahun yang lalu bisa membawanya sejauh ini. Kini Krystal tak lagi menatap langit berbintang dengan sepasang mata dan sebongkah perasaan sepi, ia memiliki dua pasang mata yang. Sebongkah perasaan hangat. Ia tak lagi menggumamkan lagu sendirian, ia kini ditemani oleh petikan senar gitar.

Dibulan kelima sebelum anniversary mereka yang ke-7, Minhyuk memutuskan untuk melanjutkan hidupnya untuk terikat selama – lamanya dengan kekasihnya, Krystal Jung.

Ketika itu, hujan turun deras membasahi Seoul dengan badai yang berlalu – lalang. Gemuruh berlomba – lomba menyahut satu sama lain seakan ingin membuat cekam siapa saja yang memberanikan diri keluar rumah.

Namun gadis itu tak kenal rasa takut ataupun mencekam, pada saat itu. Hujan deras dan debaman gemuruh petir tak membuat hatinya yang hancur kembali seperti semula. Bunyi retakan diulu hatinya lebih keras dibandingkan gemuruh petir. Ia tidak ingat sudah seberapa lama dirinya terduduk ditrotoar depan rumah sakit dibawah guyuran hujan. Ia tidak ingat seberapa banyak air mata yang telah menyatu dengan air hujan. Yang Krystal ingat hanya seberapa hancur hatinya ketika dengungan Elektrokardiograf berdengung didalam ruang operasi, memberi sinyal atas kematian kakaknya.

Krystal menarik kedua lututnya, memeluknya dengan lengannya yang bergetar. Ia sangat mencintai kakak perempuannya… sampai membayangkan dirinya ditinggal saja membuatnya merinding ketakutan. Namun kenyataan memang kejam, ia benar – benar mengalami mimpi buruk ini. Ia teringat pada sepuluh tahun yang lalu, dilokasi yang sama, dalam derai bunyi derasnya hujan, ia kehilangan ibunya. Penyakit yang sama. Krystal mau tak mau harus mengulang trauma itu lagi saat ini.

Begitulah, mengapa Krystal takut jatuh cinta. Ia takut mencintai seseorang…….. karena takut kehilangan.

Ia menggigiti bibir bawahnya, karena perasaan sakit tak jua hilang. Kepingan hatinya berserakan dan tak kunjung menyatu.

“Kau membuat floral dress cantik itu basah kuyup.”

Samar – samar ia mendengar suara seseorang, dengan pelan Krystal mendongak lalu mencoba menjernihkan pandangannya yang blur oleh air. Ia butuh mengerjapkan mata beberapa kali untuk menghalau air hujan yang menetes bertubi – tubi ke wajahnya.

Kang Minhyuk dengan sebuah payung ditangannya.

Toh percuma Minhyuk membawa payung, ia membuang jauh payungnya ketika mendekati Krystal kemudian berjongkok dihadapan gadisnya. Tatkala Krystal menyeka air mata, Minhyuk menahan tangan Krystal dan mengganti dengan tangannya.

“Maaf…membasahi telah..a-aku..membasahi dress pemberianmu..” suara Krystal begitu serak dan pecah membuat hati Minhyuk teriris sesaat, ia bahkan meringis karena gadis dihadapannya terlalu rapuh seolah siapapun tak tega menyakitinya. Perlahan Minhyuk mencium kening Krystal, lama dan intens. Ia ingin membuat gadisnya merasa lebih baik.

Minhyuk meraih tangan Krystal yang terkulai lemas disamping tubuhnya. “Apa kau merasa lebih baik?” ia menggosokkan tangannya kepermukaan tangan Krystal. “Apa kau merasa lebih hangat sekarang?”

Krystal tak mampu berucap—sekali lagi, ia tak piawai merangkai kata – kata. Ia hanya bisa menyandarkan kepalanya ke dada Minhyuk. “Menangis saja kalau itu membuatmu lebih baik.” Dengan itu, Krystal terisak lagi.

“Aku.. tak punya siapa – siapa lagi..”

“Kau punya aku, selalu. Dengar Krystal..” Minhyuk meraih wajah Krystal lalu menatap dalam – dalam samudera di kedua mata Krystal. “Aku tak seharusnya mengatakan hal ini disituasi sepert ini, tapi aku sudah berencana sejak jauh – jauh hari. Aku hendak mengatakan hal itu padamu tadi siang tapi kau terlalu buru – buru ingin menuju ke rumah sakit.” Minhyuk menghela nafas, memejamkan mata lalu membukanya kembali untuk menatap Krystal lagi.

“Maukah kau menikah denganku?”

Kepingan luka Krystal berangsung menyatu kembali meskipun retak. Kang Minhyuk membuatnya kembali merasakan cinta, dan ingin mencintai.

 

FIN

 

Author’s note: YAP sebenernya fanfic ini mau dijadiin Angst. tapi kemudian ga tega because they’re too good to be separated T_T

 

Advertisements

15 thoughts on “[Drabble] Pouring Rain”

      1. Cha Eun Sang wkwk. Iya, Chanyoung mirip Baekhyun pas part ultahnya Kim Tan.
        Krystal perannya lucu ‘Yak Chanyoung-ah aku jatuh, yak berdarah’ wkwk

  1. iiii bona dan chanyoung ;A;
    knp pas kopel yg aku suka malah dibuat sad gini?T.T
    awalnya kukira romantos chocolatos gtu:’3
    yaudah gpp deh haha ttep keren kok
    keep writing~~~~

    1. ini gak sad tau 😦 justru cheesy banget menurutku hahaha bahkan fluff pun terasa angst ya kalo aku yg nulis *headbang
      Bona-chanyoung cute banget ya!

  2. Cha Eun Sang wkwk. Iya, Chanyoung mirip Baekhyun pas part ultahnya Kim Tan.
    Krystal perannya lucu ‘Yak Chanyoung-ah aku jatuh, yak berdarah’ wkwk

  3. aku suka banget couple ini…. (efek the heirs)

    Ceritanya bikin ngilu, ngilu karena manis awalnya dan ngilu jg pas si Krystal nangis d akhirnya.. tapi tapi tapi ending nya manis lg ❤

    padahal aq kurang suka sma Krystal, tapi pas d pairing sma Minhyuk jadi kece banget…

    hehe 🙂
    keep writing ya ❤

  4. I love this couple, dan terima kasih karena membuat couple ini jadi cast fiksi kamu 🙂
    satu kata buat mereka, so sweet, ff ringan yang menghibur 🙂

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s