[1st] Crossheart

 crossheart

CROSSHEART

twoshots

Author: Ifaloyshee | Characters: Krystal Jung, Choi Sulli, Kim Myungsoo, Choi Minho | Genre: Romance | DISC: The idea is mine, included the plot and a whole of this story. The Characters belong to their parents. Don’t reblog or copy without my permission! |Rating: PG

Chapter 1

“I have my ideal type, but I don’t have any ideal love. We get love that we deserve.”

For

Myungstal

Minstal

MyungSull

And MinSull Shipper

I present to you this story

 

 

 

 

 

 

Avril Lavigne – What the hell

 

“Kau bahkan tidak ada waktu hari ini?”

Kim Myungsoo mematut didepan cermin sambil merapikan rambutnya, mengancing kemeja putihnya, kemudian memakai jas hitam dengan aroma peppermint yang langsung menyeruak ke segala penjuru ruangan. Ia sibuk sendiri dengan penampilannya.

Didalam pantulan cermin, tepat dibelakang Myungsoo, berdirilah seorang gadis berambut merah dengan tubuh kurus dan putih pucat memakai kaos tipis dengan celana pendek yang satu tipe warna. Ia merengut, kentara sekali dari kedua tangan gadis itu yang dilipat didepan perutnya dan bibir agak mengerucut.

Myungsoo membalikkan tubuhnya, memandang gadis dihadapannya. “Aku ada meeting dengan client penting sore ini, kita bisa pergi lain waktu kan.”

“Kau selalu berkata lain waktu, lain waktu dan lain waktu…. Sejak lusa lalu.”

Myungsoo menghela nafasnya lalu mengecek handphone-nya setelah nada dering baru saja terdengar. “dengar, Krystal Jung. Untuk kali ini pekerjaan jauh lebih penting daripada—“

“daripada aku?” Krystal tertawa remeh, membuang muka lalu menatap Myungsoo lagi dengan mimik sebal. “Tidak hanya kali ini. Aku selalu tidak penting kan dibandingkan dengan pekerjaanmu? Kapan sih aku menjadi prioritas utama seorang Kim Myungsoo walaupun aku berstatus sebagai kekasihmu. Aku rasa tidak pernah.”

Myungsoo mengalihkan perhatian dari handphone yang ia pegang, menatap Krystal dengan sebelah alis terangkat. “Kenapa bicara begitu?” tanyanya dengan nada datar. Kim Myungsoo selalu seperti ini, tidak peka. Bahkan setelah satu tahun mereka lewati bersama, tetap saja ketidak-pekaan Myungsoo sama sekali tidak berubah. Krystal butuh mengoceh panjang lebar barulah Myungsoo mengerti—atau palingan Myungsoo akan mengabaikannya saja; menurutnya ini tidak penting.

“Kenapa? Karena aku… “ Krystal menghentakkan satu kakinya, geram. “Karena aku ingin kau memiliki waktu untuk aku perkenalkan pada teman – temanku, berbicara seru dengan mereka, kau ini antisocial sekali, tidakkah kau sadar hal itu Myung? Kau perlu udara segar agar tidak terus suntuk dengan berlembar – lembar berkas yang harus kau tanda tangani.”

“Mencari udara segar bagiku bukan tentang berkumpul dengan banyak orang untuk berpesta, atau sekedar mengobrol hal – hal tidak penting.” Kali ini bahkan Myungsoo tidak menatap Krystal, ia sibuk mengetik pesan dalam email nya. “You’re having fun too much.” Terdengar seruan protes dari mulut Krystal tetapi Myungsoo mengabaikannya. “and your red hair. Too much.” Ucapnya dingin sambil menunjuk kearah rambut merah Krystal.

Krystal menyentuh ujung rambutnya. “ini trend!” protesnya sambil menarik –narik helai rambutnya. Menunjukkan pada Myungsoo.

“Aku lebih suka rambut hitammu.”

“kau tidak pernah mengatakan hal itu ketika rambutku belum merah!”

“Terserah. I need to go.” Sekali lagi Myungsoo mematut diri didepan kaca lalu membalikkan badannya dan melangkah menghampiri Krystal untuk mencium kening gadis itu kilat, setelahnya ia melangkah menuju pintu dan lenyap begitu saja.

Krystal berdiri mematung selama beberapa detik untuk mencerna apa yang baru saja terjadi sekaligus menenangkan dirinya dari luapan emosi yang membuncah didalam dadanya karena sikap Myungsoo. Sungguh melelahkan, pikirnya. Krystal memilih untuk merebahkan tubuhnya diatas ranjang lalu memejamkan mata. Kedua tangannya terangkat untuk mencengkeram rambutnya lalu ia menggelengkan kepala. Rasanya pening sekali. Ia benci sabtu. Seharusnya sabtu ini ia bisa bersenang – senang dengan kekasihnya, bukan?

right baby, kalau kau tidak mau menurutiku, kenapa aku harus tunduk dengan laranganmu?” gumamnya sebelum akhirnya ia melompat dari ranjang dan melangkah menuju kamar mandi untuk mandi lalu ia akan melesat ke sebuah tempat yang selalu menjadi rasa penasarannya, namun Myungsoo bersikeras melarang Krystal untuk menuju ketempat tersebut.

Don’t get me wrong, I just need some time to play.

 

Seoul Night Club. 11PM.

 

Malam ini, Krystal nampaknya terlihat lebih cerah dari sebelumnya. Setidaknya beberapa jam yang lalu ketika kekasihnya lebih memprioritaskan meeting daripada menghabiskan Saturday Night dengannya. Dan berpikir bahwa ia baru saja melanggar larangan Myungsoo, membuat dirinya tersenyum senang karena rasa puas telah membohongi Myungsoo. Salah siapa pria itu berbuat begitu? Masa bodoh dengan Myungsoo yang akan marah atau apa, Krystal akan melewati malam panjang ini dengan bersenang – senang.

Setelah memarkirkan mobilnya, ia memasuki salah satu club berkelas di Seoul yang padat merayap oleh banyak kaum muda – mudi disana. Krystal menyampingkan rambut merahnya—yang menurut Myungsoo jelek itu—sambil melirik ke ruangan dengan cahaya remang – remang ini, music berdentum keras, aroma alcohol tercium jelas. Krystal agaknya sedikit…takut?

Tidak. Persetan dengan rasa takut. Ia ingin bersenang – senang.

Ia melangkahkan kakinya lalu duduk disalah satu kursi bar yang agaknya cukup tinggi, membuat dress hitam pendeknya naik sampai ke- paha atasnya. Krystal menyilangkan kakinya lalu menyandarkan kepalanya diatas meja bar dengan satu tangan menopang.

Sebuah musik familiar berdentum keras, semua orang yang sedang duduk di kursi bar atau di sofa merah yang terletak di setiap pojok ruangan mulai berlarian ke dance floor untuk melepas ekspresi mereka lewat tarian random yang lebih kearah striptis. Entah, tapi Krystal sedikit terhibur dengan mereka – mereka yang menari dengan payah. Terlihat lucu saja, menurut Krystal. Ia tertawa kecil.

“Menurutmu itu lucu?”

“Uh?” Krystal langsung menoleh begitu mendengar suara seorang gadis yang tidak familiar didekatnya. Ia mendapati seorang gadis dengan rambut pendek hitam, make up yang agak luntur, dan sebuah kemeja putih dipadu dengan rok hitam… pakaian kantor?

Yang benar saja! Pikir Krystal, apakah gadis ini serius mau datang ke club dengan pakaian kantor?

“Ya. Gerakan mereka sedikit menggelikan… Hei apakah kau tidak salah kostum? Sorry to say.”

Gadis berambut pendek itu menunduk untuk melihat pakaiannya lalu mendongak lagi kearah Krystal, ia tersenyum. “Aku memang salah kostum. Ini kali pertamaku berurusan dengan dunia malam. Katakanlah… hanya mampir?”

“Benarkah?” Tanya Krystal terkejut.

Gadis berambut pendek itu mengangguk lalu mengulurkan tangannya. “Aku Choi Sulli.”

 

Disisi lain kota Seoul, siang ketika matahari bersinar cerah di musim semi, Choi sulli duduk menyilangkan kakinya diatas meja sambil menatap lekat – lekat sebuah catalog yang sedang dipegangnya. Ia focus sekali seolah terserap dalam mantra.

Kekasihnya, Choi Minho, berdiri dambang pintu kantornya dengan menyandar pada sisi pintu. Menatap Sulli yang seolah tidak memperdulikan kehadirannya. Dan pria muda itu, Choi Minho, tampak tidak sabar sehingga ia terus – terusan menilik jam tangannya.

Sulli tidak percaya kalau Minho masih saja betah menungguinya padahal jelas kalau ia sudah mengusir pria itu sejak tadi, mengabaikan dan mendorong kekasihnya untuk keluar dari ruangannya namun tetap saja Minho mendekam disana. Tidak pergi kemanapun.

Sudah berulang kali sulli mengatakan kalau dirinya tidak suka party, dan melarang Minho untuk berpesta dengan gaya pria itu yang gila – gilaan. Bersenang – senang dengan banyak wanita, sedangkan minho hanya milik Sulli seorang. Tidakkah itu menyebalkan?

Dengan sekali hentakkan sulli menutup catalog, lalu mendongak untuk memandang Minho dengan kedua alis terangkat. Agaknya Sulli benar – benar muak kali ini. “Bukankah aku katakan padamu untuk pergi dari sini?”

“Tidak sebelum kau memaafkanku.” Minho melipat tangannya, menatap sulli lurus – lurus.

Kini sulli meletakkan kedua telapak tangannya untuk menopang tubuhnya diatas meja, ia memiringkan kepalanya menatap Minho dengan ekspresi jenaka. “Kau tau kalau daridulu aku tidak suka kata maaf. Aku lebih suka kau berjanji padaku bahwa kau tidak akan melakukannya lagi, pesta atau apapun itu. Hanya buang – buang waktu dan uang saja.”

Minho mengangguk. Percuma saja dicela, toh sulli tetap begitu. Choi Sulli tetap menjadi wanita karier yang memprioritaskan logika diatas perasaan, diatas kesenangan, baginya pesta yang simple saja sudah dalam kategori ‘membuang – buang uang dan waktu’ dan Minho agak benci tentang hal itu. Namun, Choi Sulli lah yang membetulkan hidupnya yang tidak teratur. Minho yang ugal – ugalan—yang hanya tau soal senang – senang saja—tidak tau akan seperti apa kalau tidak ada sulli disampingnya. Sulli disiplin, patuh, tertata, cerdas dan cantik. Mungkin mencintai Minho adalah suatu tantangan yang membuat sulli bahagia dan sulit disaat yang bersamaan. Bahkan saat ini Sulli tidak tau sisi mana yang lebih dominan.

“Hanya pesta kecil – kecilan saja. Jonghyun mengajakku—memaksaku lebih tepatnya, aku tidak bisa tidak menolaknya.”

“Masalahnya nanti kau akan ketagihan dan akan menerima ajakan apapun dari si Raja Party, Kim Jonghyun itu. Lalu hidupmu terabaikan. Realistis, Choi Minho! Mau aja apa kau kalau hanya tau tentang senang – senang saja!”

“Kau yang terlalu serius.”

“Oke, aku memang serius. Aku terlalu serius… terserah. Tapi aku mengatakan hal yang seharusnya, untuk kebaikanmu.”

“Aku lebih tua darimu, sayang. Aku tau mana yang baik untukku dan buruk—“

“Jelas kau tidak tau!”

Minho mengatupkan mulutnya rapat – rapat, lalu menghela nafas.

“Kau tidak tau mana yang baik untuk masa depanmu dan mana yang buruk untuk masa depanmu! Kau tidak tahu.. bahkan ketika aku memperingatkanmu, kau masih tidak tau…” Lanjut Sulli. Minho tercengang oleh gadisnya ini yang kini berdiri sambil menunjuk kearah Minho.

“Aku senang bersama teman – temanku. Kami berbicara tentang apapun sampai larut malam, menonton DVD bersama, minum – minum, bercanda. Denganmu.. apa yang bisa aku dapat?”

Tentunya hati Sulli sakit sekali mendengar ini. Selama tiga tahun mereka bersama, Minho mempertanyakan apa yang dia dapatkan dari seorang Choi Sulli? Lucu sekali, pikir Sulli. Dirinya mati – matian bersabar terhadap sikap Minho yang terlalu easy-going dan sampai mengabaikan pekerjaan pria itu sendiri. Pria tak boleh begitu, kan?

“Apa yang kau dapat dariku, setelah tiga tahun kita bersama, Choi Minho?” sulli melempar balik pertanyaan, membuat Minho mengerutkan alis tidak mengerti.

“Tidak ada? Tentu. Kau mana bisa bahagia dengan wanita karier yang sibuk sepertiku? Aku berbicara bisnis, kau hanya mengangguk saja tapi apakah kau mengerti apa yang aku bicarakan? Ketika kau berada dijalan yang salah, aku menuntunmu, apakah kau mengerti apa artinya itu? Kalau kau mencintaiku kau pasti bisa menjawab pertanyaanmu sendiri. Kalau kau mencintaiku pasti kau tidak mempertanyakan apa yang kau dapat selama ini dariku.”

Kalau kau mencintaiku, Choi Minho.

Minho berdiri mematung ditempat, menatap nanar kearah Sulli yang tersenyum miris kearahnya. Mungkin Sulli memang benar. Mungkin. Tapi… Sulli meragukan perasaan Minho. Kalau kau mencintaiku, Minho. Jelas dalam kalimat Sulli tadi kalau selama ini ia tidak percaya dengan cinta Minho padanya?

Minho rasanya mau marah, tapi toh ia tidak punya keberanian untuk membentak kekasihnya sendiri. Untuk meneriakkan betapa selama tiga tahun ini dirinya begitu mencintai sang wanita karier bernama Choi Sulli ini. Tapi sepertinya Sulli lebih muak darinya, karena sebelum Minho sempat menjelaskan, Sulli sudah melangkahkan kakinya keluar ruangan dengan membanting pintu.

 

Back to Seoul Night Club

 

“But you make me wanna act like a girl~ paint my nails and wear perfume but you…you are a piece of shit!” Sulli tersedak setelah meneguk minuman alcohol, gelas ketiga dan ia sudah mulai kehilangan control akan pemikiran warasnya. “hahaha lucu sekali Choi Minho. Kau membuatku seperti wanita murahan saat ini. Aku tidak pernah pergi ke club malam…ugh…aku tidak pernah mabuk seberat ini…hik! Kau gila! Semua wanita di tempat ini pasti bernasib sama sepertiku…benarkan…uhmm…siapa namamu…Krystal Jung? Benar kan?!” kemudian Sulli tertawa. Krystal mulai menatapnya khawatir. “kalian semua…bitch! Im a bitch too!—MPFFFT.” Krystal langsung beraksi menutup mulut Sulli dengan tangannya sebelum gadis mabuk ini semakin menjadi – jadi. Beginilah akibatnya kalau wanita yang tidak biasa minum, dipaksakan minum dengan dosis yang over. Parah.

“Ah, kau membuatku malu..” Krystal menarik Sulli dan menyeretnya perlahan menjauhi kerumunan yang saat ini menatap mereka berdua penuh antusias. Rasanya Krystal ingin lenyap saja karena ia yang harus menanggung malu dari perbuatan wanita yang bahkan baru dikenalnya ini.

Krystal memasuki kamar mandi wanita, menutup pintunya lalu menyenderkan Sulli di dinding kamar mandi lalu menepuk pelan pipinya.

“Sadarlah… aku tidak tau dimana kau tinggal, aku tidak bisa mengantarmu. Kau jelas tidak bisa pulang sendiri. Dimana kekasihmu…hey?!”

Sulli hanya menunduk dengan terisak – isak. Satu tangannya memegangi wastafel, menjaga keseimbangan tubuhnya yang sudah mulai limbung. “kau tau…hik! Aku tidak suka dengan Choi Minho yang terlalu kekanak – kanakan. Mentalnya masih seperti anak kuliahan. Sangat childish. Hanya mau senang – senang saja. Bagaimana bisa…hik! Dia menjadi suamiku kelak nanti kalau tingkahnya..hik…masih seperti itu!!!”

Mencoba bersabar dengan segala ocehan tak sengaja dari mulut Sulli, Krystal berusaha ekstra sabar. Melihat Sulli agaknya membuat Krystal cukup iba, karena wanita karier ini tampak berantakan sekali dan tidak ada salahnya kalau menjadi pendengar kan?

“Aku tidak suka dengan sifatnya…tapi dengan begitu dia jadi tidak membosankan untukku…aku tidak tau..ahahaha aku tidak tau kenapa bersama dengannya membuatku nyaman. Aku sungguh tidak tau. Mungkin aku benar – benar jatuh cinta padanya??”

“…jelas, bodoh, itu jelas sekali.” Krystal mengomentarinya sambil melipat tangan.

“Kau tau… dia adalah pria yang gila pesta, suka bersenang – senang dan menghamburkan uang. Walaupun relasi nya banyak dan pergaulannya luas, tapi jika berlebihan tidak baik juga kan? Dan dia tetap begitu.”

“Hei… aku justru suka dengan pria yang begitu! Bukankah dia menyenangkan, tidak monoton, kan?” sahut Krystal antusias.

“hahahaha bicara apa sih kau ini…”

“Aish! Percuma saja berbicara dengan orang mabuk.” Krystal menghela nafasnya, membuang muka lalu menghadap kearah Sulli lagi. “Aku juga sedang kesal dengan kekasihku.”

“Aku menderita…ugh…sungguh menderita. Menyedihkan…”

“Kau pikir aku juga tidak menderita saat ini?!” teriak Krystal gemas, teringat pada pertengkarannya dipagi hari tadi. “Kalau kau tau bagaimana Kim Myungsoo…kau pasti juga akan menggelengkan kepalamu karena saking kasihannya padaku. Dia pria super sibuk. Dia tidak pernah punya waktu untukku. Tidak peduli seberapa rindunya aku padanya. Menyebalkan, kan?”

“Ahahahaha hik! Choi Minho brengsek.”

“Kim Myungsoo tidak kalah brengseknya.”

“Choi minho pria egois!”

“Kim Myungsoo juga egois!!”

“Choi minho..ugh…me—“

Krystal melebarkan matanya begitu Sulli jatuh tidak sadarkan diri kelantai dingin kamar mandi, dengan wajah merah padam dan bau alcohol yang menyeruak jelas. Wanita ini benar – benar sedang hangover berat. Apa yang harus Krystal lakukan sekarang?!

“Oh my God!” Krystal segera berjongkok dan mengusap keningnya sendiri, mencoba berpikir jernih untuk mencari jalan keluar…berpikir jernih…berpikir jernih…dan..”Ah!” ia menarik tas tangan SUlli dengan branded Gucci itu lalu menggeledah isinya. “Maafkan aku.. tidak ada niat jahat hanya saja..aku butuh kartu namamu agar bisa mengantarmu pulang. Ugh merepotkan.”

Setelah menemukan berbagai macam kartu kredit didalam dompet Sulli—namun Krystal jelas tidak mencurinya—akhirnya ia menemukan selembar kartu nama Sulli dengan alamat kantor dan apartment yang lengkap.

Krystal bernafas lega.

 

Justin Timberlake – Take Back the Night

 

 

“Party hard people!”

Krystal mengangkat tinggi – tinggi wine nya yang berwarna merah seirama dengan rambutnya. Setelah tiga hari dirinya dan Myungsoo tidak berhubungan, Krystal merasakan kebebasan yang luar biasa. Ia bisa pergi kemana saja dari pagi sampai pagi lagi tanpa mendapat cerocosan panjang lebar dari kekasihnya, ia bisa bangun lebih dari jam delapan pagi tanpa adanya pria yang repot – repot menarik selimut hangatnya dan menyeretnya ke kamar mandi untuk pergi kuliah.

Hidupnya tanpa batasan. Tapi juga tanpa arahan.

Toh siapa yang mau peduli padanya kalau bukan Myungsoo? Selama ini tidak ada yang menceramahinya macam – macam atau mengomel soal berjuta – juta won yang terbuang percuma hanya karena sebotol wine yang isinya tak lebih dari sebotol parfum. Dan selama tiga hari pula tidak ada satu dari mereka yang saling menghubungi.

“hei, bagaimana? Menyenangkan bukan?” Krystal menoleh pada pria berpenampilan funky dengan warna – warna neon yang bertabrakan antara baju dan celana, Kim Keybum. Rekan pestanya yang memiliki koneksi ampuh pada siapa saja yang sedang menggelar pesta di Seoul. “Wooow!” krystal menyesap wine nya lalu menghela nafas secara dramatis setelahnya, “this taste like marijuana, bro.”

Key tertawa. “and here we go… baby, AMBER!” Seorang gadis berambut pendek menoleh padanya lalu mendekat ketika Key memberi gesture dengan tangannya. Krystal mengernyitkan dahinya, “He is hot.” Bisiknya pada Key. “she’s not a dude, girl.” Bisik Key balik yang langsung membuat Krystal melebarkan matanya tak percaya. “Seriously?!”

“Hi Key.” Amber melayangkan fist-bump pada Key lalu menoleh pada Krystal, seseorang yang terlihat asing untuknya. “Nah, dia temanku. Krystal Jung. Krystal, ini Amber Liu. Dan Amber, ini Krystal.” Keduanya berjabat tangan dengan Krystal yang masih sembunyi – sembunyi mengobservasi Amber. Masih tidak percaya kalau wanita itu bukanlah pria.

Nah, you both.. try to get along well. I have some business to work.” Key menepuk pundak keduanya lalu berlalu meninggalkan Krystal dan Amber yang berdiri ditepi kolam renang yang sudah dipenuhi orang – orang yang bermain air disana. Amber mengangguk lalu melirik kearah Krystal yang juga melakukan hal yang sama padanya.

“aku pikir kau pria. Sorry, you’re hot enough to be a guy. Honestly.

Amber tertawa mendengar pernyataan Krystal yang kelewat jujur. Tapi toh ia tidak perlu tersinggung karena hal begini sudah sering Amber alami. Setidaknya Krystal masih lebih baik dari beberapa wanita sebelumnya yang pernah sampai menggoda Amber, dan tidak ada yang memberitahu mereka kalau Amber adalah wanita sampai Amber sendiri yang mengaku.

that’s a common thing, Krysl. Chill. Im okay with that. Dan apakah itu berarti kau sedang mencari pria hot disini?”

Krystal tertawa lemah, teringat pada Myungsoo tiba – tiba. “Mungkin. Jika aku single.”

“Oh, jadi kau taken?”

Krystal mengangguk. “tidak terasa seperti orang berpacaran juga.” Ia mengedikkan bahunya.

“Ah, aku mengerti. Dan kau terlihat tidak suka dengan topic ini. Yes? No?”

Krystal mengangguk lagi. “Apakah hal itu terlihat begitu jelas?”

“bibirmu menekuk ketika sedang sebal. Aku tidak pernah menemui seseorang yang menekuk bibirnya tak suka ketika sedang meminum red wine.” Amber menepuk pundak Krystal. “Tidak apa – apa. Just have fun, girl. Ini pesta yang digelar oleh salah satu pewaris kaya di Seoul. Jarang – jarang ia membuat pesta begini, semenjak berpacaran. Tetapi entahlah kali ini… mungkin sesuatu hal terjadi pada hubungan mereka. Tetapi dia juga menyukai pesta, aku tidak tau apakah kau mengenalnya atau tidak.”

“ini kali pertamanya untukku datang ke apartemen ini. Key mengatakan kalau pria yang memiliki apartemen ini yang mengadakan pesta. Jadi aku tidak mengenalnya.”

“Nah, mungkin kau bisa berkenalan dengannya. Dia seseorang yang menyenangkan.” Amber menunjuk kearah kerumunan di sebelah barat kolam, dimana terdapat sebuah meja melingkar besar disana untuk menyajikan barbeque. Krystal mengikuti arah Amber.

“apakah pria yang tinggi itu?”

“yep. Choi Minho.”

Kedua bola mata besar milik pria itu menghipnotis Krystal untuk beberapa saat. Cara pria itu berpakaian, tertawa dan mengobrol dengan orang – orang disekitarnya, seperti bentuk refleksi diri Krystal sendiri. “He’s hot.”

“Aku akan menghampirinya.” Krystal menyeringai pada Amber lalu berlalu begitu saja meninggalkan Amber dengan tampang bingung.

Tak banyak ragu yang berkecamuk dalam pikiran Krystal ketika dirinya berjalan begitu saja menghampiri Minho. Dan bahkan ketika ia tepat berada dibelakang pria itu, ia merasa begitu menyenangkan. Dress hitam-putih simpelnya, dengan high-heels dan rambut merah yang tak tersisir rapi membuatnya percaya diri akan aksinya.

“Hai,” Krystal menepuk pundak Minho yang langsung membuat pria itu berbalik, menatap Krystal diam selama beberapa detik lalu melakukan scanning dari ujung kaki sampai ujung kepala. Dan keduanya bersumpah serapah dalam pikiran mereka.

“Hei. Jadi siapa senorita didepanku ini?”

Krystal tertawa dengan nada rendah, sengaja membuatnya seksi begitu. “Aku teman dari Key. Dia mengajakku kesini dan mengenalkanku pada Amber. Amber mengatakan kalau kau yang mengadakan pesta jadi kurasa aku harus berkenalan denganmu untuk meminta izin meminum wine, mungkin?”

“izin terbuka untukmu kapan saja, miss. Oh, aku Choi Minho. Dan kau?” Minho mengulurkan tangannya.

“Krystal Jung.” Krystal menerima uluran tangan Minho. Merasakan Minho yang menggenggamnya lama sebelum akhirnya melepas.

“Oke, Krystal. Key pasti beruntung sekali mempunyai teman wanita yang memiliki rambut merah cantik sepertimu.”

Damn, God! Finally someone loves my red hair. Seru Krystal dalam hatinya. Semburat merah muncul dipipinya. “Terimakasih. Aku kira rambut merah ini hanya bagus menurutku saja.”

“Oh seseorang belum pernah mengatakan begitu? Aku tidak peduli, aku menyukainya. Terlihat bagus sekali untukmu.”

Krystal kehilangan kata – katanya. Ia melayang sesaat dan Minho menggunakan kesempatan ini untuk meraih tangan Krystal, “Ayo kita mengobrol didalam. Disini terlalu berisik.” Digandengnya Krystal menjauhi kerumunan, melewati kolam renang, lalu Minho menggeser pintu kaca yang menghubungkan pada ruang didalam penthouse nya.

Minho menyuruh Krystal duduk diatas sofa sementara dirinya mengambil champagne dari dalam lemari kaca, kemudian kembali pada Krystal. Minho meletakkan Champagne tersebut diatas meja lalu mengambil tempat untuk duduk disebelah Krystal.

“Jadi bagaimana kau mengenal Key? Dia dekat dengan Jonghyun. Mereka berdua raja pesta kau pasti tau itu.”

“Key temanku semenjak SMA. Dia partner-in-crime ku. Kami banyak melakukan hal – hal bodoh bersama – sama. Dia, secara tersirat, sahabat dekatku.”

“Lalu dia menyuruhmu datang ke pestaku?”

“umm.. sebenarnya tidak. Dia tau aku pasti akan menjawab tidak karena—seseorang pasti akan melarangku. Jadi dia sebenarnya tidak mengajakku. Ini kemauanku sendiri.”

“Terkadang memang orang tua tidak membolehkan anaknya pergi ke pesta. Ya aku rasa itu wajar.” Minho mengangguk maklum.

Krystal mengibaskan tangannya, kemudian tertawa sarkas. “hell, orang tuaku mana peduli. Dia.. hanya seseorang. Well, seorang pria.” Krystal menghela nafas keras. “aku benci membahas ini sebenarnya.” Lalu ia mengalihkan pandangannya pada champagne. “Hei, darimana kau mendapatkan itu? Aku tidak menemukannya di Korea.”

“Aku beli semuanya di Prancis. Termasuk wine.”

Krystal ber-whoah-singkat. “you seem into wine, yes? No?”

“iam, miss. Keluargaku suka mengoleksi wine. Kami punya satu ruangan khusus tempat menyimpan wine. Itu hanya hobi sebenarnya, dan lagipula, wine pasti membuat pesta menjadi lebih hidup.”

Krystal berjingkat. “Kau benar!”

Tawa renyah Krystal terdengar menyenangkan ditelinga Minho, dan gadis ini, sungguh tipenya. Periang. Antusias. Modern. Dan satu pendapat. Happy-go-lucky girl yang Minho idam – idamkan. Plus rambut merah panjang, dan dress simple Krystal. Minho tidak bisa berhenti menyinggungkan senyumnya.

“Hei, aku jadi ingin menyentuhnya.” Ujar Minho yang sengaja meraih helai – helai rambut Krystal. “Kenapa merah?” Minho mencuri pandang pada kedua mata Krystal.

“Merah, aku suka merah. Berbicara tentang merah, mengingatkan pada mawar. Mawar cantik namun berduri. Kau tau, seperti wanita pada seharusnya yang indah namun tidak lemah. The thorns symbolize the power.”

Minho terdiam. Tak terlalu memikirkan apa yang Krystal ucapkan, lebih pada percikan di kedua mata Krystal ketika mengatakannya.

“Ya. Kau adalah red rose. Kau cantik.” Dan dengan itu, Minho mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Krystal—yang sejak pertama kali menarik perhatiannya—dan memeluk pinggang Krystal.

Krystal cukup kaget dengan perlakuan mendadak dari Minho ini, namun ia menikmatinya. Ia membiarkan dirinya terbawa oleh kesenangan sesaat ini ketika tubuhnya terjatuh diatas sofa dengan Minho diatasnya.

 

 

 

 

 

Sulli memainkan ponselnya dengan memutar – mutar benda itu diatas meja kantornya menunggu seseorang menghubunginya, namun sejak tiga hari yang lalu tak kunjung menghubungi juga. Berkali – kali SUlli membuka aplikasi pesan namun ia tutup kembali. Ia terlalu gengsi untuk menghubungi Minho terlebih dahulu. Dirinya yang sedang marah, seharusnya Minho yang menelponnya kan? Tapi kemana perginya si keparat pesta ini.

Tepat ketika Sulli menundukkan kepalanya, pintu berderit terbuka. Menampilkan sekertarisnya disana. Sulli kembali mendongakkan kepalanya. “Nona, meeting akan dimulai dalam sepuluh menit.” Ujar wanita dengan kemeja abu – abu, si sekertaris. Sulli hanya membalasnya dengan anggukan kepala kemudian pintu tertutup kembali.

Sulli menghela napas. Mencoba menghalau Minho dari pikirannya. Nanti juga ia akan menelpon. Dan mendistraksi dirinya dengan mempersiapkan bahan – bahan presentasi dengan client baru dari perusahaan lain. ia melipat laptopnya lalu membawanya, ponselnya ia masukkan kedalam saku.

Sesampainya diruang meeting, dirinya disambut oleh orang – orang yang sudah menempatkan diri dikursi, serentak tersenyum begitu Sulli masuk kedalam ruangan. Sulli membungkukkan badannya memberi hormat.

“Selamat pagi.”

Sulli menyambungkan laptopnya dengan proyektor.

“Maaf aku terlambat.”

Semua perhatian teralih pada pintu ruangan yang masih terbuka, menampilkan pria berdasi yang tampak maskulin dan menawan walaupun ia datang terlambat. Pria itu menoleh pada Sulli menyunggingkan senyuman, Sulli balik tersenyum padanya. “Belum terlambat. Kami belum memulai apapun disini. Silahkan masuk, pak.”

Pria tadi masuk kemudian menempatkan dirinya duduk di satu bangku kosong yang memang tersedia untuknya. Ia menundukkan kepala memberi hormat.

“Anda client dari SK Telecom?”

“Ya.” Pria itu mengangguk pada pertanyaan seseorang disampingnya. “Kim Myungsoo imnida.”

 

 

Tbc

 

 

HAI akhirnya di posting juga~ tapi bukan oneshot karena kepanjangan jadi aku bikin twoshots-.- ya dan ada apa gerangan dengan krystal dan minho? main belakang nih! omo. dan gimana pertemuan antara myungsoo dan sulli? dan apakah mereka ber empat bakal bertahan atau….. putus?

tunggu di chapter 2 CROSSHEART!

ditunggu reviewnyaa~

 

n/a: jadwal publis setiap hari sabtu/minggu

 

 

Advertisements

32 thoughts on “[1st] Crossheart”

  1. first kah?hehheheh
    dr kejadian di club itu aku udah nebak klo bkal trjadi persilangan (?) pasangan haha
    minstal? uda terbiasa bacanya kaistal jd agak kagok wkwk
    knp ada bbrapa kalimat yg aku gk ngerti ya?sperti “Mau aja apa
    kau kalau hanya tau tentang senang – senang
    saja!” agak rancu :3
    tp overall bgus,ceritanya menarik ya,apalagi ada sulli krystal wkwkwk
    keep writing^^

    1. APE? KAISTAL? mulaiheboh.com ngomongin kaistal btw aku ada stok oneshot kaistal loh tapi ga mampu ngelanjutin wkwkwk
      wah nanti aku revisi deh maklum anaknya males banget kalo suruh baca ulang wekekek makasih yaa! Lagi booming red light dan jungli cantik parah jadi sengaja aku posting ff ini. 🙂

      1. Aaa lanjutin dong kaistal nya mumpung aku lg ngship mereka wkwk
        iya gpp,aku kadang jg gitu hhehe
        Iyaaaa aku suka semua member f(x) lol red light keren tp aku heran knp mereka gk di anak emaskan kek snsd-_-

      2. gamauuu aku nya yang sakit hati kalo main bias di ship-in sama artis huhu.
        ah ya kita semua tau kalo fx memang dianak tirikan dari dulu, udah ga heran sih tapi gapapa yg penting fx fans setia dan cinta damai! kekeke

  2. huaaaaaaa padahal lagi seru bgt eh malah tbc huhuhu 😦 udah kepo bgt nih sama minstal yg diparty minho haha semoga happy ending deh 🙂 semangat thor \m/

  3. tukeran ya?
    penasaran sama lanjutannya 😀
    ditunggu lanjutannya 😀
    fighting and keep writing 😀

  4. lahhh ini jadi kayak tukeran pasangan nih. tapi lebih senengnya emang myungstal sih tapi keliatannya masing masing pasangan beda hobi gitu ya. pantesan aja gak akur wkwk
    semoga aja pasangannya tetep ya._. ditunggu kelanjutannya ifa^^

  5. udah tukeran aja tukeran haha
    ntar jangan2 hbs mereka selingkuh terus terus nyesel terus nyadar kalo itu cuma kesenangan sesaat terus terus lagi balik ke pasangan masing2 terus………gak tau deh *apadah
    well, personally gue sih nge.ship minstal wkakaka..
    dan soal myungsoo, kok gue malah keinget si kim myungsoo yg komedian itu yak ? /salahkaprah/ -_-
    intinya suka deh ama ini epep, apa lagi kalo nanti sad ending hohoho
    yuk next yuk~

  6. melihat kondisi seperti krystal pasti semua wanita di belahan dunia manapun akan kecewa.
    tapi minsul 3 thn itu bukan waktu yang singkat, masa iya gak pengen jaga hubungan yang udah jalan segitu lamanya.
    hmm, kira-kira ada projec buat minhyuk-krystal gak? kangen nih sama couple itu 😀

  7. wah gaya bahasa penulisan FF kamu, udah berubah ya. banyak perkembangan. dan ini bagus lho! ngga terlalu bikin bingung. FF nya santai(?) haha
    ditunggu lanjutannya ^^

    1. Kan ifa sudah besar jadi berubah deh :”) nggak deng
      Yaaailaaa tau aja unn kalo aku bikin ff suka yg njlimet dan banyak mikir #stressendiri
      Makasih ya xD

  8. Lagi berselancar nyari2 ff minstal ketemu ini.
    Honestly, I really love this kind of fic, kind of affair genre, i think? lol
    Minstal cocok banget genre2 selingkuhan (?) gini, soalnya mereka tuh mukanya macem anak2 org kaya yg gak sengaja ketemu diklub terus gak tau nya udah pacaran aja gitu *apaan sih*
    Sebel banget tbcnya pas penasaran tingkat dewa -_-
    Anyway, good fic. Gak berat2 amat, terus jarang ketemu sih yg genrenya gini.
    Ditunggu ya updatenya~ maafkan komen yg ga bermutu gini ㅠㅠ ㅋㅋ

  9. Suka smua ff yg ada di sni,sedihhnya author nya suka lama publish wkwkwkwk.ngerti sih pasti byk godaannya , dr mles ngetik, tba2 ide hilang, pkknya gmna mood gt .berhrap kelanjutannya ngg lama2 yah fa. Keep writing 🙂

  10. daebak! Ceritanya menarik sangat. Crossheart, hati yg tertukar. Gimana nih endingnya mereka jd tetep dg pasangan masing2 ato sebaliknya??? Ditunggu update-nya

  11. lagi-lagi deretan para biasku >< trutama klee sama myungsoo :3
    fanfic-nya keren eon. konflik cinta segiempat gitukah? ato cuman klee sama minho yg sperti itu? ato changin partner? okee saya kepo —
    chap 2 ditunggu!! hwaiting!!

  12. Hallow ka ifa 😀
    Yeay! nemu fic Kle lagi :* btw aku sebenernya ga bisa milih antara dukung Myungstal atw Minstal karna aku cinta keduanyahh T.T tapi diliat dari susunan cast sma jalan cerita diawal, aku mikirnya diending bakal tetep Myungstal deh. Soalnya kyanya si Kle sma Minho itu cuman kesenangan sesaat aja, karna mereka ngerasa cocok dan nyaman satu sma lain cuman karna punya pemikiran dn hobby yg sama. Tapi kayanya si Kle bakal nyesel deh diakhir dan milih balik sama Myung, dan Minho sma Sulli. Oke aku ga suka Minsul. karna Minho cuman punya Krystal! pokonya semuanya punya Krystal deh.. 😀 *ganyante* oke, balik kekayanya. Pada dasarnya*ceileh* Kle sma Myung kan punya karakter yg bertolak belakang, nah justru itu yg bikin mereka jadi saling melengkapi. Cocok kan? 😀 aku harap cuman Kle sma Minho yg kya gitu, Myung sma Sulli JANGAN DEH JANGAN.. ga sanggup bnget bacanya T.T Myungsoo cuman punyanya si Krystal! titik.
    Ini cuman uneg2 dan delusi aku aja koq. Yah.. doa juga sih 😀 intinya cepet lanjut deh semua Ff Krystal. Myungstal, Minstal, Sestal, Kaistal, Anystal! Semuanya aku suka asal itu Krystal. Perfect lah dia, sma siapa aja cocok 😀 and last.. Semoga dramanya sukses yah temen2. Moment Myungstal banyak, terus ada kiss scene 2/3kali juga udah bikin kita para fans nya mati kesenenengan koq 😀
    keep calm and love Soojungie :* 😀

  13. seru banget ini ff, cinta segiempat yang aku cari2.., n beneran tuh krystal baru ketemu juga mau2nya di gituin minho. salam kenal ya new reader

  14. Seru nih ff nya. Alurnya enteng jdi enjoy bacanya 😀 Apalagi castnya ada minstalnya bertambah bagus deh. Ditunggu next chapternya ye thor. Jgn lupa ya author. 😀 Gomawo.

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s