[6th] DESIRABLE

Desirable

DESIRABLE

Author: Ifaloyshee | Characters: Kim Jongin, Jo Sebyul (OC) | Genre: Angst, dark, Marriage life | DISC: The idea is mine, included the plot and a whole of this story. The Characters are belong to their parents. Don’t reblog or copy without my permission! |Rating: Mature

6th Story

tumblr_m3dy3pcchB1qal6qmo2_r1_500

 tumblr_m8h9lmQN1j1rnlovbo1_500_large

 

 

Ten Feet Tall – Stephen Wrabel

 

 

Sore itu, Sebyul terbangun dari tidur dan mendapati dirinya berada diatas ranjang empuk miliknya lengkap dengan selimut hangat yang membalut tubuhnya untuk menghalau dingin. Dari permukaan jendela hujan terlihat turun cukup deras, embunnya membuat permukaan kaca menjadi blur. Suara gemuruh petir terdengar bersahut – sahutan dengan rintik hujan. Pantas Sebyul tidur nyenyak, ia memang bisa tidur dengan sangat nyaman ketika hujan. Namun bukankah terakhir kali Sebyul sadar, ia tidak berada ditempat tidur kan?

Ia menguap, namun merintih ketika pipinya terasa pegal. Sebyul meringis merasakan nyeri di pipinya ketika ia membuka mulut lebar – lebar. Hal itu membuatnya tersadar oleh kejadian terakhir yang menimpanya sampai ia tak sadarkan diri. Tangan sebyul terangkat menyentuh pelan lebam di pipinya.

“Noona!”

Junhong berdiri diambang pintu, sekedar berteriak terkejut karena Sebyul sudah sadarkan diri kemudian berjalan menuju Sebyul dengan air putih di genggamannya. Ia meletakkan segelas air putih itu diatas meja kemudian memasang perhatian pada kakaknya. “Noona..” Junhong menyentuh pelan pipi Sebyul, gadis itu merintih kecil. “apakah ini sakit sekali?”

Sebyul menggeleng. Tidak mau membuat siapapun khawatir. “Gwenchana.”

Junhong menghela nafas. “Aku pasti akan menemukan segera siapa orang yang menamparmu sampai pingsan, noona. Kau tau betapa khawatirnya aku ketika menemukanmu tak sadarkan diri didepan pintu?! Aish, rasanya jantungku mau jatuh begitu saja.”

Sebyul terkekeh mendengar pengakuan Junhong. “Yang penting aku baik – baik saja sekarang, kan.”

“kau akan lebih parah dari ini kalau saja dia tidak menolongmu, noona.”

Sebyul megerutkan alisnya. “Dia siapa?”

Junhong menggigit bibir bawahnya kemudian membuat gesture ke pintu dengan jarinya. Masih tidak mengerti, Sebyul hanya mengikuti arah jari Junhong dengan mimic bertanya. “Maksudmu, siapa?”

 

Setelah diberitahu secara jelas oleh Junhong, Sebyul memutuskan untuk berjalan menuju balkon sambil memegangi kompres yang menempel dipipinya. Junhong meninggalkannya menuju dapur untuk memasak nasi untuk makan malam nanti. Di balkon apartemen Sebyul yang sempit, seorang pria duduk menghadap derai hujan. Dinginnya cuaca cukup membuat Sebyul merapatkan sweater kardigannya rapat – rapat namun tidak cukup dingin untuk pria itu yang hanya mengenakan kaus abu – abu tipis tanpa jaket.

“Hai.” Sebyul menempatkan dirinya disebelah Jongin. Menoleh pada pria itu dengan kedua alis terangkat, Jongin balas menoleh kearahnya. Sebyul butuh memiringkan wajahnya beberapa derajat untuk memperhatikan bercak merah diujung bibir Jongin. Kemudian bertanya – Tanya dalam pikirannya. “Kenapa denganmu?”

Jongin menangkap kemana kedua mata Sebyul memandang. Ia mengelap darah diujung bibirnya lalu tertawa singkat. “Ini ulah adik kecilmu.”

“maksudmu Junhong?”

Jongin menertawakan ekspresi polos Sebyul. “Tentu saja.”

“bagaimana bisa—“

“Dia memukul wajahku begitu melihatmu pingsan didepan pintu apartemen, dan hanya ada aku satu – satunya orang disana. Dia mengira aku yang memukulmu. Kenyataannya karena aku lah kau tertolong.”

“setidaknya kau tidak memukul Junhong balik.”

“Apa kekhawatiranmu hanya seputar itu saja? Wow kau pasti orang yang sangat tahu terimakasih ya.” Ucap Jongin sarkas dengan nada menyebalkan. Memang Jongin sering mengucapkan kalimat – kalimat yang menyebalkan, ia bahkan tidak menyadari ucapannya itu menusuk. Namun sepertinya Sebyul sudah mulai terbiasa dengan sikap Jongin ini. “Terimakasih untuk menolongku, Kim Jongin. Dan maaf atas ulah Junhong.” Sebyul mengucapkan dengan menekankan setiap kalimat. Ia memutar bola matanya setelah itu.

“Kau tau? Aku bisa saja menuntut adikmu dengan tuduhan tindak kekerasan dibawah umur.”

“Lakukan hal itu setelah kau lompati aku hidup – hidup.”

Jongin mendengus.

“Ngomong – ngomong, apa kau melihat siapa wanita yang memukulku? Bagaimana bentuk wajahnya atau—ciri cirinya?”

Tubuh Jongin membeku beberapa saat, ia langsung mengalihkan pandangannya dari Sebyul ke derai hujan yang mulai mereda. Ia terdiam sesaat memikirkan suatu hal lalu kembali menoleh kearah Sebyul. “Dia sudah pergi ketika aku datang, aku hanya menemukan beberapa pria bertubuh tegap disana.”

“Ah.” Sebyul mengangguk mengerti. “aku tidak mengenalnya, sepertinya, terakhir kali aku melihat wajahnya sebelum menamparku, dia bukan seseornag yang familiar. Tapi aku juga kurang yakin. Aku tidak tahu siapa dia.”

Aku tahu siapa dia.

“Mungkin dia seseorang yang membencimu.”

“Sudah pasti.”

“Musuhmu selagi kau di Sekolah Menengah? Atau kau pernah merebut kekasihnya?”

“Tidak mungkin musuhku selama sekolah juga, maksudku.. aku tidak punya musuh. Aku bahkan sangsi kalau mereka masih mengingatku. Dan merebut kekasihnya? Oh yang benar saja. Tapi kalau aku bertemu dia lagi, mungkin aku bisa saja merebut kekasihnya. Atas balasanku terhadap tamparan diwajahku ini.”

Jongin ingin tertawa mendengar pernyataan itu. Mau jadi apa kalau wanita seperti Sebyul melawan kekasihnya? Tentu saja Sebyul terlalu lemah. Menyakiti semut pun sepertinya Sebyul tidak tega. “Jangan membuatku ingin tertawa.”

Dengan cepat Sebyul menyikut bahu Jongin cukup keras.

“Yah!”

“Itu peringatan bagimu karena meremehkanku.”

Jongin mengangkat satu alisnya meledek. Entah dengan intense apa tapi Jongin senang membuat Sebyul marah. Bagaimana alis gadis itu menekuk kearah hidung dan dahi mengerut, serta bibir yang agak – agak dikerucutkan. Ekspresinya lucu. Seperti bocah umur lima tahun yang sedang merajuk. Jongin mengeluarkan sesuatu dari balik sakunya, permen dengan bungkus berwarna abu – abu perak lalu menyodorkannya pada Sebyul.

“Makan ini. You’ll feel better.”

Sebyul memperhatikan bungkusan permen tersebut. “feel better?”

“Bit-O-Honey. Rasanya enak sekali. Kau bisa melupakan sakit di pipimu sejenak saat kau memakannya.”

Sebyul menerima permen tersebut. Kemudian memakannya. Permennya terasa empuk dengan madu yang meleleh dari dalam daging permen tersebut, manis dari madunya bercampur dengan rasa cokelat yang meleleh. Sebyul juga mengecap rasa gurih dari kacang almond didalamnya. Perfect. Ujarnya dalam hati.

Jongin memperhatikan Sebyul yang sibuk mengunyah dengan pipi kembang kempis. Sebyul menoleh kearahnya, “Kau masih punya lagi?”

***

 

 

“Apakah aku pernah member izin padamu untuk menyakiti Jo Sebyul?”

“Kita membuat kesepakatan sebelumnya, dalam 24 jam kau tidak melakukan apapun terkait dengan usaha milik Kyungsoo maka aku mendatangi Sebyul, gave her a little fun.”

“Why are you such in a rush? Datang padaku dan coba saja tampar seorang Kim Jongin sampai pingsan. Mengapa kau mendatangi Sebyul? Hanya karena dia wanita maka kau bisa menamparnya? Such a loser.”

“dan mengapa kau repot – repot mau mengorbankan dirimu hanya demi wanita itu? Kau melindunginya seakan dia mutiara berharga. Dan aku tidak suka itu.”

“Oke sekarang apa maumu?”

“Aku memberimu 24 jam yang lain hanya untuk besok.”

 

 

***

 

 

 

Di hari minggu, Junhong bangun lebih awal untuk membereskan apartemen. Sekedar menggantikan tugas pagi yang biasa dilakukan oleh Sebyul dari mulai mencuci piring, memasukkan baju – baju kotor kedalam mesin cuci sempai mengeringkannya. Ia juga memanggang bacon untuk sarapan paginya. Semua ini dilakukan karena Sebyul harus berangkat pagi untuk mencari lowongan kerja sana – sini, ia tidak bisa mengandalkan gaji kecil nya dari café saja. Ia harus punya pekerjaan lain.

Siang ini ia menghabiskan waktunya di luar apartemen juga untuk menghadiri beberapa job affair. Ia pulang pukul tiga sore hari dengan menyempatkan diri membeli beberapa bahan mentah di supermarket untuk ia masak di hari – hari kedepannya (karena makanan siap jadi dihitung – hitung lebih boros ketimbang memasak sendiri) dan membeli dua ayam goreng untuk makan malam nanti. Sesampainya di apartemen, Junhong sedang duduk menyilangkan kaki diatas sofa dengan headphone terpasang ditelinganya, ruangan tidak kotor dan tidak juga berantakan. Sebyul menghela nafas lega, ia agaknya cukup bangga dengan adik laki – lakinya ini.

Sebyul langsung berjalan ke dapur begitu sampai di apartemen, mengeluarkan beberapa cokelat dari balik kantong plastic. Memasukkan sisanya kedalam kulkas. Cuaca yang dingin mendorong dirinya membuat cokelat panas untuk Junhong.

Junhong masih mengenakan headphone ­nya, beberapa buku tergeletak dihadapannya tak tersentuh. Ia terlalu sibuk untuk menjamah buku – buku tersebut.

“Junhong kerjakan PR-mu!”

Junhong segera melepas headphone-nya lalu mengambil sebuah buku dengan pena. Ia tidak mau noona-nya marah – marah dihari minggu karena dirinya tidak mau mengerjakan Pekerjaan rumah. Lagipula, Junhong lelah dan ingin cepat – cepat tidur. (ia tidak boleh tidur sebelum PR nya selesai)

Ketukan pintu beberapa kali terdengar. Junhong mengerang malas, ia bangkit dari sofa lalu berjalan terseok – seok menuju pintu sambil melihat monitor untuk mengetahui siapa yang datang. Pria berambut hitam cepak dengan kaus v-neck yang dilapisi oleh cardigan biru tua berdiri disana. Junhong menggeleng pelan, “Aish, kenapa ia suka sekali datang kesini sih!”

Junhong membuka pintu, “Mau apa kau kesini?”

Jongin berdiri diluar dengan kalem, ia sudah mengantisipasi reaksi Junhong terhadapnya. Sebyul pernah mengatakan kalau Junhong tidak suka menerima tamu malam – malam, dan juga ia tidak suka dengan kehadiran Jongin. Jongin sendiri mempertanyakan hal ini karena bagaimana mungkin pria setampan dirinya tidak disukai oleh Junhong???

“Kau suka Kitkat?”

“Mwo?!”

Kedua mata Junhong yang tadinya redup menyambut kehadiran Jongin kini melebar dengan percikan disana. “Kau mengatakan… KitKat?”

Jongin mengangguk. Ia menunjukkan kantung plastic yang ditentengnya. “Kitkat greentea.”

“simpan ini untukmu.” Jongin melemparkan bungkusan isi Kitkat itu kepada JUnhong yang lansgung dengan sigap ditangkap oleh Junhong. Ia masuk kedalam mengesampingkan Junhong yang berdiri menghalanginya, anak itu terlalu girang dengan cokelat kesukaannya yang kini berada digenggamannya. Junhong menjerit dramatis ketika mendapati bungkusan besar Kitkat berada didalam. “GOMAWO HYUNG!”

“bagaimana dia tau aku suka sekali Kitkat?” Junhong bergumam lirin ketika jongin sudah masuk kedalam apartemen dan mencari – cari keberadaan Sebyul.

Jongin bukanlah jongin kalau ia tidak bisa mendapatkan apa yang ia mau.

Apalagi kalau hanya dihalangi oleh bocah ingusan SMA yang sok berani menghadapnya.

Jongin menemukan Sebyul yang dicarinya, ia memandangi Sebyul dari belakang. Gadis itu mengenakan dress rumahan bermotif polkadot dengan tanpa lengan, dan hanya sepanjang paha sebyul saja. Rambut kecokelatannya dibiarkan tergerai seluruhnya kesamping kanan, memperlihatkan leher jenjangnya disisi kiri. Jongin tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menarik ujung bibirnya—menampakan seringaian khas nya ketika menjumpai wanita cantik.

Sebyul sedang mendengungkan lagu – lagu kesukaannya, kemudian ia berbalik dan terkejut mendapati Jongin berdiri tak jauh didepannya. Ia menaikkan sebelah alisnya seolah mempertanyakan kehadiran Jongin. “Halo, cantik.” Jongin melangkah mendekati Sebyul dengan tatapan yang tak lepas sedetik pun dari wajah sebyul. Lalu pandangannya turun dari wajah sampai ujung kaki, seolah sedang melakukan scanning pada tubuh sebyul.

Sebyul menghela nafas, kemudian menendang keras perut Jongin dengan lututnya. Cukup keras untuk membuat Jongin langsung menunduk dengan teriakan keras. “Yah!”

Sebyul berbalik lalu melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda, membuat cokelat panas untuk Junhong. Seolah ia tidak melakukan apa – apa pada Jongin. “melihatku dengan tatapan menjijikan begitu lagi, aku tidak akan main – main untuk menendang perutmu lagi.”

“Ahhh, jinjja.” Jongin meringis lalu menyenderkan punggungnya pada konter.

Sebyul tertawa sambil menuangkan lelehan cokelat kedalam gelas, ia melangkah menuju kulkas untuk mengambil satu bungkus susu full cream. Lalu ia tuangkan kedalam gelas yang sama. “Ngomong – ngomong ada apa kau datang malam – malam?”

“Sebenarya aku ingin minta pendapatmu.”

Sebyul menoleh kearah Jongin. Melihat side-profile pria itu yang tampak seperti biasanya, tidak pernah berubah, tampak though namun juga rapuh diatas yang bersamaan. Namun jongin selalu menegakkan wajahnya, mendongak, mengangkat dagu nya seolah ia tidak mau terlihat lemah. Tapi entah kenapa Sebyul bisa melihat seorang pria yang rusak disana. Sebyul menambahkan air panas ke dalam gelas lalu membawanya. “Tunggu disini. Aku akan memberikan ini pada Junhong sebentar.”

“wow darimana kau mendapatkan KitKan sebanyak itu?” sesampainya Sebyul diruang tengah, ia meletakkan gelas iron man berisi cokelat panas diatas meja. “Jongin hyung!” Junhong berseru layaknya anak kecil. Sebyul tertawa. Lalu berbalik untuk kembali menuju dapur namun seruan Junhong menahannya.

“Noona.”

“Ya?”

“Apa kau berkencan dengan Jongin hyung?” sebyul berbalik lalu memutar bola mata. “Huh? Tidak.”

“lalu mengapa dia sering sekali datang kesini?”

“Dia butuh teman.”

“Aaa, jinja? Tapi kenapa harus noona? Aku melihatnya membawa Bugati Veyron. Dan ia membelikanku Kitkat sebanyak ini. Aku yakin dia sangat kaya.”

“lalu kenapa Junhong-ah? Hanya karena noona tidak kaya maka Jongin tidak bisa menjadi teman noona?”

“umm.. aniyo. Lupakan saja noona.”

geundae.. jangan biarkan Jongin hyung menatap mu seperti tadi lagi, seolah dia mau memakanmu hidup – hidup.”

“Oh, jadi kau tadi mengintip?”

“A-aniyo!” Junhong mengibaskan tangannya secara gugup. “Aku hanya mengecekmu saja.. siapa tau dia berbuat macam – macam.”

“Sudahlah jangan berpikir aneh – aneh.” Kemudian Sebyul tertawa geli. Junhong menggemaskan jika ia sedang berusaha sok protektif terhadap Sebyul. Sok menjadi pria dewasa yang melindungi kakaknya. atau mungkin karena Junhong hampir tidak pernah menjumpai tamu pria datang ke apartemen mencari Sebyul. Ia bahkan memarahi teman sekolahnya ketika beberapa dari mereka minta dikenalkan pada Sebyul, atau menggoda Sebyul, mengatakan bahwa noona nya cantik sekali.

Jongin tertawa ketika Sebyul kembali ke dapur. “Selain menjadi adikmu, dia juga menjadi satpam bagimu?” ucap Jongin menertawakan perbincangan Sebyul dan Junhong tadi.

“dia memang begitu.” Sebyul menarik kursi lalu duduk, ia mendorong segelas cokelat panas diatas meja. “Ini untukmu.”

Jongin diam – diam memperhatikan kaki jenjang Sebyul yang sedang menyilang. Ia menggelengkan kepalanya, mencoba menjernihkan pikirannya lalu menarik kursi untuk duduk dihadapan Sebyul. Ia meneguk cokelat panas buatan sebyul lalu mendesah. “Hei ini enak sekali.”

“benarkah?” Sebyul menopang dagunya satu tangan diatas meja makan dengan membuat garis tak beraturan diatas meja dengan jari – jarinya. Jongin menghabiskannya dalam satu tegukan. Lalu menyapukan lidahnya mengitari bibirnya, menghapus sisa cokelat yang tertinggal disana.

Jongin terlihat lucu dan polos disaat yang bersamaan, dan Sebyul hanya menjumpai momen ini selama tiga kali—ketika Jongin tidur, berbicara tentang Iron Man, dan yang satu ini.

“jadi… kau mau meminta pendapatku atas hal apa?”

“Apa kau mau melepas temanmu karena sebuah ancaman?”

Sebyul terdiam sesaat sambil memandangi Jongin dengan alis menekuk bingung. “jadi kau punya teman?”

Jongin tertawa. Sebyul sungguh polos sekali. “Tentu saja! Tapi mungkin tidak…tidak lagi.”

“Umm… tergantung bagaimana bentuk ancamannya, tapi kau tidak bisa melepas begitu saja hal yang kau sayangi karena kepentinganmu sendiri. Kalau ancaman itu hanya untung bagimu saja. Begini, coba kau ingat – ingat saat pertama kali kau bertemu dengan temanmu, hal – hal baik apa saja yang sudah dia korbankan untukmu.”

Ini menyangkut kepentinganmu, babo.

Jongin menggelengkan kepalanya pelan. Kalau saja Sebyul tau kalau Sebyul lah yang sedang ia bicarakan saat ini.

“dia baik sekali. Namanya Do Kyungsoo. Dia pernah menampungku beberapa kali dirumahnya ketika aku kabur dari rumah, saat sekolah menengah dulu. Dia yang menyeretku dari perkelahianku dengan orang asing di club saat aku mabuk berat. Dia memasak makanan yang enak juga.”

“Tapi kalau aku tidak menghancurkanya, ada satu orang lain yang mungkin bisa terancam hidupnya.” Tambah Jongin.

“Siapa yang mengancammu?”

“Sebut saja, dia seorang wanita yang memiliki—“

“Seorang wanita?”

“Ya.” Jongin menoleh menatap Sebyul. Dengan jarak yang begitu dekat ia bisa melihat pori – pori di wajah Sebyul yang bersih tanpa makeup, dan bola mata Sebyul ternyata lebih kecokelatan jika dilihat lebih dekat.

“Aku tidak tau kenapa kau takut dengan ancaman seorang wanita.”

Dalam hati Jongin juga mempertanyakan hal yang sama, kenapa ia takut dengan ancaman Clara? Kenapa Jongin menurut begitu saja ketika Clara menyuruhnya menghancurkan bisnis Kyungsoo? Teman baiknya sejak kecil.

“Selama kau bisa melawannya sendiri dengan tidak mengorbankan siapapun, kenapa kau tidak melakukannya?”

Tiba – tiba ponsel Jongin berdering, Sebyul mengalihkan perhatiannya ke ponsel hitam yang tergeletak diatas meja. Clara is calling. Dan wajah cantik seorang wanita terpampang disana, ia butuh mencerna beberapa detik lamanya untuk mengenali siapa wanita itu. Dan ia pernah melihatnya. Sebyul terkesiap.

Jongin segera menyambar ponselnya kemudian berdiri dan berjalan menjauh untuk menerima telepon.

Foto dalam panggilan itu—

Hello, honey?”

Jongin melangkah keluar dari dapur, Sebyul bangkit berdiri untuk melihatnya yang kini berdiri didekat pintu apartemen dengan ponselnya yang masih menempel pada telinga Jongin. Sebyul mengamatinya sesaat lalu menghela nafas, “honey..” gumamnya lalu tersenyum kecut.

Jadi selama ini Jongin memiliki kekasih. Dan wanita yang menamparnya sewaktu itu adalah kekasih Jongin.

Sepertinya Sebyul mengerti kemana arah pembicaraannya dengan Jongin tadi. Bodoh! Tentu saja pria seperti Jongin pasti punya kekasih. Dan seorang pewaris sepertinya bagaikan mutiara yang tidak boleh jatuh ketangan orang yang tidak pantas. Oh, tentu saja wanita bernama Clara itu marah pada Sebyul.

Sebyul berbalik lalu mengambil selembar post-it yang tergeletak disamping kulkas. Ia menulis sesuatu disana. Ia melirik jam yang menunjukan pukul delapan lewat. Sebyul harus berangkat kerja sebentar lagi.

“Hei Sebyul, aku ada keperluan mungkin aku tidak bisa berlama – lama disini.”

Sebyul menoleh kebelakang lalu ia mengangguk pada Jongin. “Tunggu sebentar” ia membuka lemari kayu diatasnya, mengambil sebuah cangkir yang masih terbungkus rapi oleh plastik bening kemudian memberikannya pada Jongin.

Jongin menerimanya dengan bingung. “Kau mengatakan undiannya bulan depan?”

Sebyul mengangguk. “Aku belum mengatakan padamu kalau aku punya dua cangkir Iron Man.”

“Gomawo, Sebyul.” Sebyul hanya membalasnya dengan seutas senyuman. Jongin berbalik, berjalan melewati ruang tengah dimana Junhong sibuk mengerjakan PR nya dengan bungkus KitKan yang berserakan. Begitu Jongin sampai diluar dengan menutup pintu apartemen, ia memperhatikan gelas ditangannya.

Selembar post-it menempel didepan wajah Iron Man.

“Words are easy, like the wind; Faithful friends are hard to find.”

― William Shakespeare

 

 

 

***

 

01.43 AM

 

Jongin mengambil rokok keduanya dari dalam bungkus, menyulut ujungnya dengan api lalu meletakkannya diantara bibir. Aroma nikotin menguap diudara ketika Jongin menghembuskan asapnya. Ia merokok dengan damai, seolah tak ada beban. Tak ada kata – kata yang mampu mendeskripsikannya saat ini, pikirannya terlalu acak.

He always in a mess.

Alunan Romantically milik Block B mengudara didalam ruangan. Di salah satu café yang dikelola oleh Jongin. Ia nyaris minum malam ini, tapi Jongin butuh berpikir. Ia harus berpikir jernih jadi ia tidak boleh mabuk.

“Aku pikir kau tidak bisa mengancamku, Clara.”

“mengapa?”

“Apa yang membuatmu yakin kalau Sebyul bisa menjadi senjatamu untuk mengancamku? Memang kau tau apa hubunganku dengannya? Kau sudah melihat apartemennya? Apakah dia kaya? Dia biasa saja. Apa yang aku butuhkan darinya?”

“Kau peduli. Kau bisa berkata seperti ini karena aku belum memberikan namanya pada ibumu.”

“Clara, kalau kau terus- terusan curiga seperti ini, aku bisa saja mengencaninya. Atau kau mau aku menikahinya?”

Clara melebarkan matanya. Tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. “Jangan gila Kim Jongin!”

“Kau menamparnya sekali lagi, aku akan pastikan dia menjadi kekasihku.”

 

Sebyul benar, Jika Jongin bisa mengancam Clara balik kenapa tidak ia lakukan? Walaupun begitu ia mungkin akan membawa Sebyul secara pelan – pelan kedalam hidupnya. Ia tidak bermaksud begitu. Awalnya. Tapi sepertinya Sebyul terlalu menarik untuk diabaikan. Wanita itu butuh pertolongan, dan begitupun dirinya. Sebyul memmbuat Jongin berani. Jongin selalu bersembunyi dalam ancaman, dalam hubungan tanpa cintanya dengan Clara. Dengan ketakutannya terhadap ibunya. Jongin hanya berani main adu tangan saja, tapi mentalnya tak terlatih untuk berani.

He lost.

“Mana martini mu hari ini, Kai?”

Jongin menoleh dan mendapati Kyungsoo duduk disampingnya dengan senyuman lebar. “Aku sudah mengurus mobilmu, minggu depan Ferrari mu sudah bisa kembali lagi. dan korban tabrakan itu, dia sudah membaik dirumah sakit. Lain kali jangan mengemudi di Gangnam ketika kau hangover, babo kkamjong!”

Jongin yakin ia akan jadi pria terjahat sedunia kalau saja ia menghancurkan Kyungsoo. Mana mungkin bisa? Kyungsoo sebaik ini padanya. Ia mendapatkan afeksi layaknya ayah berperilaku pada anaknya, yang Jongin tidak pernah dapatkan dari kecil.

“Hei Kai!” seorang pria tinggi dengan rambut hitam cepak, dengan senyum lebar diwajahnya menampakkan deretan gigi rapinya yang bersih. Ia mengangkat sebotol Soju untuk dipamerkan pada Kai. “Mau minum malam ini?” Park Chanyeol. Sang Casanova.

“Dia sedang tidak minum malam ini.” Kyungsoo menyuarakan pikiran Jongin.

Diikuti oleh seorang pria yang lain yang berjalan dibelakang Chanyeol dengan tab ditangannya. Baginya kemanapun pergi, ada suatu hal yang harus ia pantau setiap saat. “Ya! Apakah kau tidak bosan dengan forex? Get a life, Luhan. Cari wanita!” Chanyeol menyenggol bahu Luhan. Pria tuan saham itu bergeming.

Kalau saja Jongin jadi menghancurkan bisnis Kyungsoo, tidak mungkin Kyungsoo tidak marah padanya, dan hal itu juga tidak menutup kemungkinan kalau ia akan kehilangan Chanyeol dan Luhan. Sungguh, terimakasih mungkin tidak akan cukup bagi Sebyul.

Sebyul, bagaimana aku membalasmu?

 

One message from Jo Sebyul

Hei apakah perusahaanmu masih membutuhkan translator bahasa Jepang?

 

 

Jongin tersenyum penuh arti.

“Yah kkamjongie! Wae?” chanyeol menyenggol lengan Jongin namun hanya dibalas dengan seringaian. “Sepertinya aku harus memecat satu translator bahasa jepang di kantor besok.”

“dan kau, Luhan.” Jongin menunjuk Luhan yang berdiri inosen dihadapannya. “Kau ikut denganku besok.”

“Aku? Hei aku ada janji dengan seorang Emiten untuk membicarakan saham—“

Jongin melototkan matanya.

“Ah, jinja.” Luhan menghela napas. “Ya. Aku ikut denganmu besok.”

 

tbc-

 

 

 

 

 

Hai bertemu lagi dengan ifa! what’s new? Kau yang berasal dari bintang tayang lagi di RCTI! Gatau harus bereaksi apa ya plEaSe mz mOrgAn balik aja ke smash biar hidup per-sinetronan indonesia tenang tanpa da berita2 plagiat di alkipop huft *tepok jidat*

ya sebenernya ini ff flat – flat aja karena masih awal2 (awal?! ini udah chapter enam!) jadi mau nunjukin character dari masing2 cast nya. trus nanti lama2 konflik muncul dan characternya bakal berkembang sejalan sama konfliknya. dan jongin ini… hmm jangan terlalu dipercaya dulu ya, dia bakal manipulatif. huahaha *ketawa bertanduk*

dan niat aku taroh foto jongin diatas itu buat ngebayangin tokoh jongin disini itu ya begitu, rambut item ganteng. please jangan bayangin pake rambut jongin yg sekarang yg kaya kapuk isi bantal. hehe x3

ditunggu reviewnyaa~

 

 

Advertisements

170 thoughts on “[6th] DESIRABLE”

  1. haahaa iya chingu rambut bang jongin yg skarang macam kapuk isi bantal -_- *kadang ilfeel* 😀
    Fanfic nya makin menarik lohaa, makin bagus deh tata’an bahasa dalam cerita nya 🙂 ok ship aku tunggu next part nya ..
    dan ngomong2 aku masih penasaran sama si part 3 ff ini -_- ?

  2. ah makin penasaran aja ama kelanjutannya
    Tambah seru,pingin tau apa yg dilakukan kai selanjutnya untuk mengancam clara
    Ok next next thor!
    Figthing..

  3. waduh kyaaaa!! ottokhaeee!! falling in love with jongin’s character!! hah, ga tau mau ngomong apa, ceritanya beda bgt sama ff romance lainnya dan bahasa kakak disini bikin aku masuk ke situasi apa yaa… situasi yg ah gitu deh ga tau bahasanya gimana, bingung huehehe, aduh pokoknya bener2 kagum bisa buat alur yg begini, oh iya annyeong, kak! aku reader lama yg baru nongol dan baru baca chapter 6 dan belum baca dari chapter 1 wkwk, balik dulu ah ke chapter 1, ijin baca kak, always love your story, can’t wait for the next! fighting!! 😀

    1. aduuuh makasih ya jadi malu tapi emg bahasanya gimana, ini biasa banget loh btw hehehe. annyeonghaseyo juga! beneran baru baca dari chapter 6? omg, apa ga bingung x3
      terimakasih yaa

  4. “Kau menamparnya sekali lagi, aku akan pastikan dia menjadi kekasihku.”
    Suka banget waktu jongin ngomong gini.

    Aduh iya peliss.. kok bisa tayang lagi sihh! Indo indo.. ckckckck

    1. melting banget ya kalo sebyul tau jonginnya ngomong begitu hahahaha. :(((
      ngga tau juga tuh, padahal setauku udah di banned sama korea ya. tapi tayang lagi

  5. baca dari yang pertama sampai ke 6. seru bgt, penasaran sama lanjutannya. maaf ya bru komen di akhir soalnya baca ngebut bgt soalnya udh gak ada wktu lagi.
    ditunggu kelanjutannya:)

  6. kak kok desirable terus yang dilanjut the second of thelepaty nya kapan kangen sama sehuun waks..

      1. kaak jangan nyerah kak semangaaaattttt.. eman2 kalo gak dilanjut 50 chapter pun tak baca kak :’) dilanjut ya kaaakkk!!!

  7. senyum senyum pas baca bagin jongin sama clara ngomong, itu bener bener bikin guling guling
    next chap thor..
    suka sama ff ini, favorit pokoknya 🙂

  8. hehe akhirnya di post juga 😀
    makin kesini makin kebukti adanya sosok sebyul itu membawa pengaruh besar bagi jongin.
    yang awalnya gaberani sama ancaman clara sekarang jongin udah gatakut lagi sama ancaman clara hehe xD
    tapi liat aja nanti emang bener apa iya ancaman clara mudah ditakluti(?) #ceilah

    aku setuju sih sama author kalo ini masih awal/?
    soalnya gabisa kan karakter cast ff ini langsung berubah/? dan terlalu dipaksakan hehe
    makanya ini yang bikin aku suka sama ff ini. alurnya gak kecepetan dan penggunaan katanya bagus ^^

    next ya thor 😀

    1. hehehe yap kan ada quotes “dibalik kesuksesan lelaki ada faktor wanita dibelakangnya” or something gitu mungkin ini pas menggambarkan jongin. lol.
      iya bener..bener… mungkin aku nya terlalu realist ya jadi kalo menggambarkan perkembangan karakter fanfic itu kaya karakter manusia di kehidupan asli. kan ga ada tuh tiba2 orang sifatnya langsung berubah jreng! pasti ada prosesnya. terimakasih x3

  9. iyasih bagusan jongin rambut item drpd skrg kek albert einstein jingkrak2-_-
    aku msh bingung nih sama maunya clara hadehh
    bisa gk jongin sma sebyul jadian gtu?wuahaha
    iya tuh mas morgan aktingnya errrr-‘-
    keep writing ya eon^^

    1. wah tapi aku ga begitu suka sama konsep ‘jadian’ kalo sayang ya sayang aja hahahaha #curhat?
      ngomongin morgan, dia try hard jadi do minjoon tapi jatuhnya bukan straight face tapi bego face gitu. (siap2 di bash)
      btw makasih uda komen 🙂

      1. Aiyaaa jadi sukanya HTSan?wkwkwk
        aneh juga,klo pas scene komedi juga gk ngena gtu,song yi lebih keren soalnya hahah
        okee:)

  10. Aku suka ff ini aduh ^^
    Ceritanya unpredictable,tapi konfliknya belum keluar.
    Yaudah ditunggu next chapternya ^^

  11. aku suka ceritanya..
    hmm.. senakal-nakalnya jongin, dia tetep gak tega nyakitin sehabatnya, salut deh buat jongin..
    wkwkwk zelo gayanya aja berani, tapi liat kitkat, langsung deh diem..
    btw aku komennya loncat nih dari chap. 2 ke 6, gapapa kan?
    lanjutin fa, aku tetap nunggu chap selanjutnya
    tapi kalau bisa habis ini the second of telepathy dong fa..

  12. Yah aku telat, tapi gak papa deh tetep mau comment.hheee
    penasaran couple riweuh ini nantinya bakal gimana, apa chingu tidak berniat secepatnya menyatukan(?) mereka? please, aku gak tahan kalo Sebyul terus-terusan hidup gak bahagia, setidaknya bersama Kim jong in hidupnya akan lebih baik. #nahlohcommenapaanini
    ya sudahlah, cepet2 share next partnya, semangat!
    keep writing 🙂

    1. wah tapi sebyul hidupnya ga bahagia2 nanti gimana dong wkwk bercanda. iya pasti dia bakal bahagia. aminin aja yuk
      makasih yaah udah baca dan komen 🙂

  13. Ah, KAI mau ngapain lg. Yauds, whatever it is, is up to him sih~~~~ haha.
    Agak bingung pas waktu percakapan KAI dgn Clara, itu hanya pikiran KAI ataukah mereka benaran face-to-face? 😀 Mian agak lola -_-
    All over, tulisanmu keren aja! 🙂

    It’s oKAI yg kata kamu masih flat” aja, slowly but sure (y)
    Sippo…. Keep writing n fighting!!^^
    Ditunggu lanjutannya ya 😉

    1. pas percakapan kai sama clara itu face to face tapi bentuknya masa lalu jadi kaya percakapan siang tadi, posisi kai kan lagi duduk di cafe malem malem. jadi kaya flashback.
      hehehe makasih ya 🙂

  14. Yey! Akhirnya muncul jg lanjutannya..
    Syukurlah Kai nggak merusak persahabatannya sama DO…
    Itu cewek nyebelin banget ya, berasa nonton drama korea deh. Hehehe…

  15. Jadi clara skakmat dg ancaman kai? Tp gmn klu dy ngliat sebyul di perusahaan kai? Tambah benci dan curiga dah dy ma sebyul.
    Udah kai nikahin ja sebyul. Knp kai takut ma mami na ya?
    Bener, kai itu pantesna rambutna coklat gelap ato item.

    1. pastinya nanti clara bakal ketemu sebyul lagi disuatu tempat, tapi kai udah ngatur strateginya dia dong biar ga chaos hehehe (smirk)
      nah! kai rambut item itu udah paling klop hix

  16. Wah Thor gmna klo sebyul ama Luhan ajaa.. Seru gk tu hahaha. Tp ya semua nya tergantung author nya ajaaa.. Marriage life nya kpn nih, dtggu yaa —

  17. eiii terharu lah sama junhong disini, bener bener keliatan sayang sama sebyul. padahal bukan saudara kandung kan ya?

  18. Suddenly ngebahas m0rg4n, eonnn :v hahaha
    anyways, sebyul ada feel gak ya sm jongin? Aku gak percaya deh kalo mereka berdua cuma ‘just friend’ wkwk
    ah clara greedy banget zeeeeh -_- next chap we wait for that! Fighting eon xoxo

  19. chanyeol cassanova hha gak kebalik tuh si jongin yg cassanova:3 luhan bawa tab kemana2 kok jarang update ig sih:* aaaa mau dong coklatnya~ makin seru nih eonnie ceritanya><

    1. dua – duanya cassanova~ hahaaha. kai ew murahan, aku gak suka 😦 (boong banget)
      HAHA NGAKAK luhan kan numpang di ig sehun mulu fotonya, wkwk. makasih 🙂

  20. keren thor jalan cerita sulit ditebak..bikin tambh penasaran
    ayo lanjut thor… 😉 jgn lama2 ya /maunya/ *abaikan*
    keep writing!!!!~~

  21. iya sih masih flat, masih permulaan ceritanya.
    tp ceritanya bikin penasaran. 🙂
    ditunggu ceritanya.

  22. kakakaka
    dua jempol buat kai yg bisa balik ngancam clara

    jadi pengen punya adik kaya junhong

  23. Aaahh.. Kaaiii!!!!!!!! Sumpaah, kai kereen bgeeeeeeettttttt thooorrrr!!!!! Apalgi wktu kai ngancem si claraa.. Kata2nya itu loohh.. Bkin melting sp aja yg dengerr, eeh, bacaa maksudnyaa.. Wkwkwk.. Next partnya jangan lama2 ya thorr.. Pliss, plisss.. Part yg ini aja aku nunggu nya smpe lumutan thor.. Author nya gamau readernya lumutan kann.. Hohoho.. Ya udaah deh,maaf yaa thorr, klo comment aku kepanjangan.. Heheh..

  24. anyyeong aku reder baru, salam kenal^^
    aku suka bgt sama ceritanya, bener juga siih ini masih awal soalnha ya karakter masing2 cast masih belum jelas, terus bemer tuh ya rambutnya si kai bagusn item jadi keliatan magnaenya :D. btw itu ngomongin si menejer morgan yaa XD . pokonya keep writting and fighting to author semoga cpt publish lagi^^ oiya maaf karna baru coment di chap ini 😀

    1. iya dia kan magnae line.. eh btw magnae line rambutnya suka dianeh -anehin kaya pas rambut rainbownya sehun. nah ni kai dibikin kaya kapuk kesirem cet abu2 gitu. HAHA
      maaksih:)

  25. woww.. kayaknya ini ffnya bakal panjang 😀
    gak apa-apa deh yaa,ceritanya asik juga sih 😀
    duh.. itu fotonya pas zaman Jongin masih ganteng :G
    rambutnya yang sekarang itu kayak rambutnya Albert Einstein 😀
    Next chapternya jangan lama-lama okee 😉

  26. M0rg4n hahaha.. Enek sinetronnya begitu memaksakan. Hahaha
    Wohoooo jongin :3 kau suka sebyul xixixi… Iya nih aku setuju sama comment2 diatas, penasaran sama kehidupan kai. Emaknya galak ya? Lanjut yah, ditunggu nextnnya

  27. Huwaa lama gak buka blogmu aku ketinggalan apa aja ini -_-

    Ah ya mereka menggemaskan sekali ya, aku agak lupa2 sama cerita ini.. Tapi selalu ditunggu kelanjutannya yaaa

  28. hahaha… makin seru aja eon, kependekan tapi aku suka… yaudin… lanjutannya aku tunggu ya~

  29. WTH IFFAAA!!<3
    U'RE SO FVCKING SCRIPT WRITTER maygaddd
    ini aku hyunjaekim3 ganti uname wkwk.
    Btw gmana cara ngefollow blog via g+ sih?
    Aku gabisabisa ngfollow mulu masa.
    Btw aku mau comment yapp, penulisan sm penggambaran tokoh dan alur yg kamu buat mirip para rp. Google kalo gatau para rp. Lol
    dan aku suka gaya penulisan kamu, bikin aku high imagine gitu<3
    btw clara is loser and fucking bitch. Hell yeah clara cemburu dan sementang/? Dia berkuasa atas Jongin makanya dia belagu iyuwh kamseupay lol aku mendadak alay.
    Dan u kno, iffa? Tibatiba aku pen jd sosok Sebyul *plak.
    Oya maaf ya tp aku harus jujur, aku cuma ngikutin ff desirable punya kamu jd aku ga comment ff lain kamu. Mungkin blm sih ya, soalnya aku aja udah jrg ngestalk wp kamu wkwk
    owkay iffa smg di terima di univ favorit yaw
    love from suez<3

    1. wah si unnie aku inget dong hehehe. script writer? yaampun itu cita2 aku. aminin aja yuk
      gatau lho kalo pake google+ taunya subscribe email sama follow wordpress aja. x3
      sebentar…sebentar… mirip pengguna rp? waduh gimana ya coba diperjelas lagi kak. aku pernah main rp kok jadi kai (HAHA TG AWAS ATI2) tapi uda ga main lagi. heheheh

      1. Pinter pinter wakaka<3
        Mana gada subscribenya masa ffa?
        Amiin semoga kesampean.
        Bukan pengguna rp=_= tapi para rp. Di rp drama itu ada 2, pertama drama imagine kek misalkan: *jitak
        nah satu lagi para rp, para rp tuh sudut pandang juga misalkan: akhirnya sosok yang ku rindukan datang di ambang pintu, dia melambaikan tangannya menyapaku lalu berjalan mendekat ke tempat dimana aku tengah duduk manis. "hai" sapanya …
        Gitu ffa.
        Lewl ngetoge dia==
        Sekarang masih main atau vakum? Eh pantesan gampang berimagine lha wong pernah ngerp wkwk

  30. WTH IFFAAA!!<3
    U'RE SO FVCKING HAWT SCRIPT WRITTER maygaddd
    ini aku hyunjaekim3 ganti uname wkwk.
    Btw gmana cara ngefollow blog via g+ sih?
    Aku gabisabisa ngfollow mulu masa.
    Btw aku mau comment yapp, penulisan sm penggambaran tokoh dan alur yg kamu buat mirip para rp. Google kalo gatau para rp. Lol
    dan aku suka gaya penulisan kamu, bikin aku high imagine gitu<3
    btw clara is loser and fucking bitch. Hell yeah clara cemburu dan sementang/? Dia berkuasa atas Jongin makanya dia belagu iyuwh kamseupay lol aku mendadak alay.
    Dan u kno, iffa? Tibatiba aku pen jd sosok Sebyul *plak.
    Oya maaf ya tp aku harus jujur, aku cuma ngikutin ff desirable punya kamu jd aku ga comment ff lain kamu. Mungkin blm sih ya, soalnya aku aja udah jrg ngestalk wp kamu wkwk
    owkay iffa smg di terima di univ favorit yaw
    love from suez<3

  31. Wow Jongin keren ngancem balik si Claranya.-.
    Ih apasih Clara itu, rusuh bangeet hidupnya.-.
    Jongin udh suka blm sih sama Sebyul._. penasaran-.-
    Nice chapter author:)
    Next chapter ditunggu^^

  32. saran Sebyul emang keren buat ngancem Clara balik, tapi kayaknya Clara bakal bisa bertindak lebih deh sama Sebyul, entah karena dia jealous ato Jongin gamau hancurin bisnis Kyungsoo. tapi kasian Kyungsoo juga TT Jongin jangan sampe ya!

    1. iya! gue gabakal ngancurin bisnis kyungsoo kok. hancur nanti hati para shipper kaisoo. makasih ya udah komen di ff ifa. Good night, milady.

      itu tadi jongin yang ngetik hehe.

  33. ide ceritanya bagus sampai chapter 6 belum keliatan hubungan mereka seperti apa kayaknya bakalan panjang nich chapternya next chpter ditunggu
    keep writing

  34. Hwaa aku telat bacanya.
    Makin fallin in love ama kkamjong oppa
    Eonn ff nya makin keren gak ngebosenin bacanya.
    Ternyata junhong bisa luluh juga klo di sogok haha next eonn

  35. penasaran nih,
    sebyul nya ngenes banget hidupnya, cerita nya bener bener bikin penasaran tingkat akut neh .
    Lanjutkan ya jangan lama lama 😉

  36. absolutly, its really short for me -,-
    but, whatever with that. I love this so much. This story is different from another and unpredictable. I’m waiting for the next chapt. I hope it more better (longer). Thank you

  37. Flat?ngg ah,mnrt aku crtanya pas kok pelan2 menuju konflik. Mngkin lebih kekurang panjang aja per chapter hehehehehe. *ngaco brhrap chap slnjutnya ngg lama2 yah *wink aplgi hrus nunggu berbulan-bulan lgs pda lapukan ntr readersnya wkwkwkw *just kidding .smngtt buat ifa sang author!?

  38. yeeeee akhirnyaaa bias aq nongolll jg niech si rusa imuttt alias luhan oppa..hehhee 🙂
    wahhhh makin ksini sumpah makin seru ifa..
    konflik.na bntr lg nongoll..hehhehe
    hmmm si kkamjong disini kya.na udh mlai tmbl rsa sma sebyul niechh ihhiirrrrr 😀
    ouwhh ya klo bleh srannn ada phak ke3 yg cwo dunkk yg dketin sebyul
    biar tmbh seru and greget gtuu..hehhe
    next udh pnsran..
    FIGHTING!!!!!

  39. Daebak….hehehe…setelah lama ditunggu akhirnya muncul lagi….
    Kayaknya kai bakalan pacaran beneran sama si sebyul…hehehe
    Moga2 part berikutnya makin seru…

  40. Sebelumnya makasih udh nyimpen foto kai di atas hahaha jd lebih bisa ngebayanginnya hahaha
    semakin sini makain complicated yaa…
    hmmmm
    Jd kai bakal ngambil keputusan apa?
    Ga ngerti kenapa luhan disuruh kai buat ngikut dia..
    ok pertanyaan aku bakal terjawab di chap 7
    ditunggu chap 7nya ^^

  41. Aku suka banget ff kamu yg satu ini thor. Bahasanya ituloh rapih dan feelnya dpt banget. Ceritanya juga gak mainstream. Pokoknya ditunggu kelanjutannya thor:)

  42. haloha~ jgn pasang foto kai nnti kuliat aku jd gelap /? hehhe sebyul quotes bgt hidupnya, kyk mario teguh. apa jgnjgn author sama mario teguh…..

    Heol! aku jg setuju mas morgan knp gk balik ke smash aja-_- kdg bingung sm bb sma gb ina -__-

    xoxo, author;)

    1. ya beneran aku ngakak pas baca kalimat pertama komenmu. jangan jahat2 lah sama kai :)) -> padahal gue tiap hari bully.
      ya mungkin morgan sudah lelah di bash sama anti smash-blast wkwk kasian kan hatersnya banyak banget. makasih ya udah komen dan nado xoxo !

  43. “Selain menjadi adikmu, dia juga menjadi satpam bagimu?” ngakak aku eon serius wkwkkw
    duh jd pingin punya adik semanis junhong btw kai disini jd pria idaman ku bngt ye huhuhu love you bang,
    next chap ditunggu eon

  44. Akhirnya selesai juga chap6 hehe oh jadi yang nampar sebyul itu clara:o huhu jahat bgt yah.ditunggu next chapternya.keep writing

  45. wahhhh…ternyata udah post…chap 6 nya..telatt dehh aku..
    makin deket aja nih kai sama sebyul…
    hah?? apa kai bakal ngerencanain sesuatu ?? apaan ya ??
    HAHAHA itu kai mecat translator nya cuman gara2 sebyul ?? wahhh ^-^
    woww…seruu..seruuu…kerennn
    HAH..sekarang lagi marak nih berita BAEKYEON….
    Semoga KAI gk pacaran sama NOONA” dan pliss KAI kalau kamu punya yeochin jgn dari kaum IDOL/Artis PLissss *haha maaf ya jadi curhat gini * 😀
    Ditunggu ya next chapnya..
    Semangat kak..Fighting !! Cayo.. ^_^ 😀

  46. Hahhhhhhh……. Bagusbagusssssssssssss…. Kenapa alurnya ga ketebak gini?:-: aku kira sehabis clara dtg ngancem kai, kai langsung ngancurin perusahaan kyungsoo trs pertemanannha pts trs sybil ngerasa bersalah. Atau ga kai ga milih trs sybil yg kena…..
    /klise bgt/ wkwkwk
    Bagusss lanjut ya jgn lama hihihi

  47. Yahhhh gak berasa bacanya -_- thor buat luhan juga suka dong sama sebyul biar tambah seru 😀 trus dipanjangin lagi ceritanya hehehe keep writing yaa

  48. huah habis buka ini web trs langsung baca yg chapter 6, good job authornim 😀 enak bacanya nih bahasanya, hehe next chapter yaa semoga makin seru ^^

  49. Smakin penasaran nii sama kisah kai & suybul selanjutnya,,,
    Kira2 bisa kah mereka bersama,,,
    Secara kai tu kan tkut dngan ibunya
    D tunggu ya klanjutannya

  50. Ditunggu next chapters nyaa..tp belom baca chapter 3 nih 😦 pwnya apaa ya? Aku uda sms kamu 😦

  51. sepertinya next chapter konflik mulai muncul nih, tapi sampai chap 6 juga belum ada married life nya., cepet sana kawin 😀
    ditunggu next chap nya k 🙂 dan kalo boleh reques, dipanjangin ya 😀

  52. KOK SERUUUU?!?! ah gatau deh ya makin seru huhu suka banget pas kai ngancem bakal nikahin sebyul buseeeet keren! ah lanjut dumps, makin penasaran itu luhan mau ngapain wkwk ditunggu kelanjutannya!:)

    1. AH MASASIH?!?! wkwkwk pas kai ngancem, clara nya kicep ya. di part 7 tambah kicep lagi karna Luhan malah. (SPOILER ALERT)
      makasih ya sudah baca!

  53. wah komen dulu ah baru baca 😀 di ffindo aku baru baca desirable baru sampe part dua kan yaa? disini udah ada part enam nya aja 🙂

  54. Aaaaa sumpah aku suka ff ini, bagus bahasanya enak dibaca, next chapter ya thor, gasabar konfliknya sebyul sama kai nya moga cepet ya next chapternya,, agak panjangin bisa wkwkwk:)) lanjutt ya thor next chapt

  55. oh jadi clara-jongin itu pacaran, kirain temenan biasa. jahat banget ya si clara, pengen dia cepet2 musnah aja /ga. Junhong kaya bocah sd ya gacocok jadi anak sma haha. Ceritanya tambah seru, keep writing thor 😀

  56. eh dikira sebyul nya di culik ternyata engga hehe.. ya ampun min ni ceritanya ga gampang di tebak jadi seru nungguin next chapnya hehe
    lanjut chap 7 deh hehe

  57. aduhh si jongin maen nyogok2 adek org aj pake kitkat biar bsa msuk 😀 . kyaknya sebyul brrti bgt buat jongin sampe jongin dgn tidak teganya memecat karyawan-nya dan ak tuh pensaran sbnarny hubngan mreka ni apasih ? cintakah ? temankah ? atau apakah ? -_- (driku smkin gaje komennya nih ). suka bgt sama ff ini . smngat trus bkin ff-nya yaa ^^

  58. wah akhir’y jongin mulai jtuh cnta ma sebyul,.. Ga nyangka trnyata jong takut ma ibu’y…jdi mkin pnasaran apa mslah jongin ma emak’y tu.,

  59. Aku manggilnya siapa nih? Ifa atau author? Tapi Ifa, menurutku lebih baik. Aku bingung, Sebyul dan Junhoong itu apa saudara kandung?

  60. Engga berasa udah chap 6 aja.kkkk, yeaayy satu chapter lagi, eonni, maksudnya kai memanipulasi apa ya? #tampangpolos

    engga tega ngeliat sebyulnya, jonginnya bimbang.ckckck, yang sabar aja ya kamjong, oke aku ngebut bacanya ini. Next 🙂

  61. Engga berasa udah chap 6 aja.kkkk, yeaayy satu chapter lagi, eonni, maksudnya kai memanipulasi apa ya? #tampangpolos

    engga tega ngeliat sebyulnya, jonginnya bimbang.ckckck, yang sabar aja ya kamjong,,, oke aku ngebut bacanya ini. Next 🙂

  62. Kai ngasi kitkat? Kenapa gak kasi silverqueen aja? *ehh._.
    Zelo itu masih SMA kan? Tapi kenapa aku selalu mikir kalo zelo itu masih SD soalnya di sini sikapnya kekanak-kanakan banget :/

  63. nah, aku suka nih sama hubungan jongin sama sebyul, ga perlu ikatan, kalo sayang ya sayang aja, yang penting kan perhatiannya.. ya ga? /berasa sukanya hts-an._. wkwk/
    iya sih, pas jongin bilang dia berani fisik tapi mentalnya ciut, itu aku langsung mikir.. wah, jongin playboy cap kaki tiga dong ya? /merek minuman kali/ ya cemen aja gitu jadi cowo /ditabok/ haha 😀
    yaudahlah, lanjut baca dulu daripada aku hidup penasaran ;3

  64. Oh jd clara itu wanita yg dijodohkan dg kai oleh ibunya? Tp knp kai mau j jd budaknya clara? Padahalkan dia g suka sama clara? Trus kenapa kai harus melaporkan wanita2nya ke ibunya?

  65. Doh, foto yg paling atas itu menggoda iman😍 ganteng banget sumpaaah! Kkamjoong😍😍
    Beneran si clara yg nampar sebyul-_-
    Eh tapi ternyata kai nolongin unpredictable
    Sekilas keinget boys over flower masa wkwk
    Kai always has his own way wks dia punya caranya sendiri ya buat ngelindungin sebyul dan kyungsoo
    Suka banget cara dia ngancem balik si clara
    Btw, aku suka banget tokoh kai disini
    Tapi sisi bad boynya itu loh kadang nyebelin-_-
    Well, selalu puas sama ff ini>< good job👍👍 keep writing^^

  66. Dikira yg nampar sebyul emaknya jongin, taunya si clara -_- gak kebayang mukanya kyungsoo lg marah gimana wkwk

  67. Junhong lucu ya….
    sok-sok-an ngejagain Sebyul. eh, disogok kitkat az langsung runtuh pertahanannya 😀

    ngebayangin muka Junhong itu kaya Jongkook-nya BTS. cocok kali ya 🙂

    makin seru!!!

    Baca next chap ya jeng. Misi…

    Keep Writing 😀

  68. Jong in akuin aja gih kalo sebyul penting buat idup lo ;p
    Tp msh penasaran kok JongByul bisa ga percaya sama cinta gitu… Trauma masa lalu kah ato gmn
    Aku lanjut baca aja deh hehe

  69. Wahhhhhh jongin yg dingin jd kya anak2 gtu klo udah didpn byul ya..pertahankan byul jonginnnnn..jgn dilepas gtu aj..si clara yg hrsx dienyahkan haha

  70. Wah ternyata part 6nya udah ada 😀
    Aku baca di ffindo baru dipost sampe part 5 😀
    Clara kekasihnya jongin? Ohmy! Kenapa jongin bisa punya kekasih kaya Clara yg tipe tipe perempuan cantik, kaya dan berhati iblis -_-!

  71. jadi clara pelakunya?– okay she’s such a loser girl.
    junhong melt cuma gara” kittkatt? ampun dah bang — child wannabe — i love your style kai 😀
    luhannnn ❤ ciee chanyeol jadi cassanova~ hwaiting!!

  72. otaknya Jongin itu emang udah di setting isinya 17++ ya, and i hate it
    Oke Sebyul salah paham, itu bukan pacar Jongin yang marah sama dia karena deket sama Jongin. Ah bahkan mungkin Jongin gak nganggap Clara itu pacarnya, dan Sebyul terlalu menarik untuk diabaikan? Terlalu ambigu Jongin.

  73. clara nyebelin bgt yaampuuuuun, sebyul gimana bisa ditampar langsung pingsan?:( pasti kenceng bgtttt #prayforsebyul hahahaha

  74. clara nya nyebelin yah. Tukang ancem hahaha
    but saeng walau rambut kkamjong kaya kapuk bantal, aaaaah still in love deh hahahahaha ♥♡♥♡ #fangirlingan

  75. ya ampun aku suka bnget sama gombalannya si kkamjong coba 😀
    ngakak bacanya 😀
    rasain tuh si claraa,,,
    ahh thor lama aku gak baca ini jadi lupaa,,,
    pas flasback lagii,,,
    ternyata ini ff yang aku nnty2 di publish sekrng udah bisa baca 😀
    semangat ya buat authornim 🙂

  76. AHH suka bgt sama karakternya sebyul disini♡♡♡♡♡
    Pls ya jongin sama sebyul bersatu pliss huhuhuh

  77. wah tuhkan bener yang nampar sebyul si clara.
    Huuuh, clara nih yang bikin complicated
    btw, ngapain jongin ngajak luhan?

  78. Buat author yg baik hati maaf kn lh readers mu yg satu ini karna jujur aq lupa udh baca FF ini sampe chapter brp jd aq ngulang lg baca dr chapter 6.. Klo chapter 1-5 udh aq bca sama koment di FF indo.. Maaf ya chingu klo koment nya jd dua.. T.T

  79. Ya ampun mkn kesini mkn keren ajj…
    tuh kn bnr yang nampar sebyul si clara yg picik itu…
    huwaaaaa kira2 kpn jongin sm sebyul slg cinta udh pnasaran bgtzz pngn bca moment2 mrk berdua lgi romantisan…

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s