[5th] DESIRABLE

desirable2

DESIRABLE

Author: Ifaloyshee | Characters: Kim Jongin, Jo Sebyul (OC) | Genre: Angst, dark, Marriage life | DISC: The idea is mine, included the plot and a whole of this story. The Characters are belong to their parents. Don’t reblog or copy without my permission! |Rating: Mature

5TH Story

Backsound: Ellie Goulding – beating heart (for Jongin and Sebyul’s scene)

 

 

Pagi dihari yang lain dengan intensitas hujan yang sama mengguyur Seoul sejak tadi malam. Aku tidak tau beberapa kali sudah aku terbangun karena suara gemuruh yang tiba – tiba mengagetkanku dan membuatku menjerit tertahan. Junhong beberapa kali juga mengecekku didalam kamar. Namun sepertinya pagi ini hujan sudah tidak begitu lebat dan petir nya juga sudah sirna. Tapi tetap saja aku harus pergi ke perpustakaan—tidak ada pengecualian, hujan sekalipun.

Pukul empat pagi lewat tiga puluh lima menit. Sekilas aku melirik kearah jam dinding. Setengah jam yang lalu Junhong sudah berangkat sekolah karena dia ada camp untuk suatu organisasi selama tiga hari. Dan hal itu berarti aku akan sendirian di Apartemen selama dua hari kedepan.

Aku membetulkan posisi topi beanie ku kemudian membuka pintu.

“Sebyul.”

Jantungku hampir saja copot ketika mendapati Jongin berdiri dihadapanku, tepat ketika aku membuka pintu. Dan ia sungguh kacau—ia basah kuyup dan tampak lelah; aku bisa melihat lingkar hitam dibawah kelopak matanya. Aku masih terdiam menunggu pernyataannya—apa maksud dia berkunjung ke apartemenku dengan basah kuyup begitu dan di pagi dini seperti ini?!

“Aku minta maaf.” Ucapnya. Dan dengan jarak sedekat ini aku bisa mencium bau alcohol dari dalam mulutnya.

Oke, dia mabuk.

“Untuk?”

“Untuk tidak pergi ke Sekolah rakyat.”

Aku hanya mengangguk, memaklumi Jongin karena memang dari awal aku yakin pria sepertinya mana mau mengunjungi daerah pinggiran yang jauh dari kemewahan. Barangkali dia tidak mau kakinya kotor ketika memijak tanah, bukan aspal, atau dia tidak mau mobil milyaran dolar nya rusak karena jalan yang tidak rata.

“Bukan karena aku tidak mau.” Jongin mengatakan seolah dia bisa membaca pikiranku. Ia memejamkan matanya beberapa saat lalu membukanya lagi, “Aku ada urusan sewaktu itu, dan aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja.”

“Okay. No problem.”

“Aku benar – benar menyesal—“ Jongin terhuyung, reflek aku langsung menangkap tubuhnya. “Maafkan aku.”

“Ya! Jongin! Astaga!” Aku mendorong pelan tubuh Jongin lalu melingkarkan lengannya di leherku, membawa pria hangover satu ini kedalam apartemen. Dan agaknya cukup menyebalkan karena lantai apartemenku kini basah karenanya.

Tiba – tiba Jongin sudah memelukku, menyandarkan kepalanya diatas bahuku dan …. Aku tidak yakin dengan yang satu ini, dia menangis?

Dia tampak seperti angjing kecil yang hilang arah akan rumahnya.

Aku mendorong tubuhnya perlahan.

“Lebih baik kau mengeringkan tubuh mu terlebih dahulu.”

 

 

***

 

 

 

Selama kurang lebih satu jam aku membiarkan Jongin mandi dan berganti pakaian didalam kamar Junhong sedangkan aku membuat kopi didapur. Aku harap dia sudah pulih sepenuhnya dari hangovernya dan tidak melakukan sesuatu yang buruk. Maksudku… ketika dia mabuk, mungkin saja dia melakukan hal yang diluar kontrolnya kan?

Aku rasa aku cukup kuat untuk menendang perutnya jika memang itu diperlukan.

“Hei sepertinya aku merusak showermu, aku akan memanggil tukang nanti.” Jongin muncul dihadapanku dengan handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya, satu tangannya menunjuk pintu kamar Junhong lalu ia menurunkan kembali tangannya untuk merapikan ujung kaos putih polos milik Junhong yang agaknya kurang besar untuk Jongin.

Aku perlahan bangkit dari posisi tidurku, duduk diatas sofa dengan merapikan rambutku. Karena bosan menunggu Jongin sepertinya aku tertidur beberapa saat tadi. Ya, aku tertidur. Aku bermimpi bertemu ibu—well, ini sudah menjadi rutinitas bagiku.

“Tidak.. tidak apa – apa. Memang sudah rusak sejak dulu.”

“Benarkah? Aku kira itu salahku.. aku sempat kehilangan control karena masih mabuk.”

Aku tertawa kecil. “Apakah sekarang kau sudah sadar?”

“Ya.” Jongin nyengir lalu duduk disebelahku. “Aku sering hangover jadi sudah terbiasa. Aku bisa mengatasinya.”

Sepertinya Jongin memakai sabun pria terlalu banyak sehingga aromanya tercium begitu jelas, dan harum sabun milik Junhong ini kesukaanku—aku juga yang membelikan untuk Junhong jadi wajar. Dan ini sesungguhnya…cukup memabukkan.

“Aku belum melihat Junhong sejak pagi, apakah dia masih tertidur?”

Aku menyandarkan punggungku pada sofa, mencoba memfokuskan diri pada tayangan drama murahan yang sedang diputar ditelevisi untuk mengalihkan pikiranku dari harumnya aroma pria disebelahku ini. Well, sepertinya tidak ampuh.. mana remote nya? Aku harus mengganti dengan chanel lain yang sekiranya menarik perhatianku.

“Sebyul?”

Kukira terakhir kali aku meletakkan remote tidak jauh dari sofa, kenapa sekarang tidak ada?

Aku hampir tersentak ketika Jongin menyikut lenganku. Reflex aku menoleh kearahnya dengan mulut membisu. “Kau tidak apa – apa?” tanyanya. Aku hanya mengangguk lalu tersenyum canggung.

“Jadi dimana dia?”

“dia.. dia siapa?”

“Junhong.”

“Junhong..?”

Jongin mendecak kesal. “Kau tidak mendengar pertanyaanku tadi?”

Aku mengerutkan alis. “o-oh, Junhong sedang ada camping di sekolahnya.”

“Jadi dia tidak ada disini?” Jongin memutar tubuhnya menghadapku, “Jadi kau sendirian?”

“Umm.. ya.” Jawabku sekenanya. Jongin tidak merespon apapun setelahnya, ia menyandarkan punggungnya pada sisi sofa lalu memejamkan mata. Sepertinya akan baik – baik saja kalau aku meninggalkannya sebentar ke dapur. Aku ingat masih memiliki sedikit ramyun diatas panci.

Dengan begitu aku beranjak menuju dapur lalu memanaskan ramyun sebentar, mengambil mangkok lalu menuangkan ramyun diatasnya. Jongin masih memejamkan matanya ketika aku menghampirinya dengan semangkuk ramyun. Aku harap ia tidak tertidur.

“Jongin?” ucapku sambil menepuk pundaknya pelan. Ia kunjung mengerjapkan matanya lalu menoleh kearahku dengan tatapan bingung. Aku tersenyum miring, “Aku punya ramyun untukmu.” Ucapku mengedikkan kepalaku pada semangkuk ramyun hangat yang tersaji diatas meja. Jongin memandang ramyun itu kemudian menatapku kembali. “Untukku?”

Aku mengangguk. Jongin mengambil mangkuk ramyun tersebut lalu mulai memakannya. Ia terlihat menikmatinya walaupun ramyun tersebut mungkin masih panas, Jongin tetap memakannya dengan lahap saja. Dia pasti lapar sekali.

Jongin menoleh kearahku. “Kau tidak makan?” aku hanya menggeleng.

“Aku akan mengganti ramyun ini nanti.”

“makan saja dengan tenang. Tidak usah perhitungan begitu.”

Jongin menoleh kearahku lagi. “lalu? Kau tidak mau apa – apa dariku?”

Aku mengerutkan alis mendengar pertanyaannya.

“baiklah.” Jongin mengangguk lalu kembali pada makanannya.

“kalau memang kau menganggap kau berhutang padaku, kau cukup membayarnya dengan datang ke Sekolah Rakyat minggu depan. Mungkin ini cukup mengejutkan bagimu tapi… ya, kedatanganmu ditunggu disana.” Ucapku. Jongin hendak memasukkan ramyun kedalam mulutnya tetapi aksinya tersebut terhenti, “menungguku?” tanyanya tidak percaya. Aku sudah duga dia akan kaget.

Aku mengangguk. “aku mengatakan kalau akan ada seorang guru lagi yang datang dari seoul, seorang pria yang baik dan tampan. Lalu mereka bersemangat sekali. Dan.. aku juga mengatakan kalau kau akan membawa banyak snack kesana.” Ucapku sambil mengedikkan bahu. Aku juga tidak tahu kenapa aku mengucapkan hal itu pada anak – anak diSekolah Rakyat, mungkin sekedar ingin membuat mereka berjingkat senang.

Jongin tersenyum. “Kau membuat scenario sendiri, Miss.”

“ya.. ya.. aku tau.”

“Aku akan datang minggu depan.”

Aku menoleh kearah Jongin dengan takjub, “jinjja?!”

Jongin tidak menjawab, ia sibuk menghabiskan ramyunnya. “kau serius?!” seruku menepuk pundaknya secara spontan, membuat Jongin yang sedang meneguk kuah ramyun langsung tersedak. Ia hampir saja menyemburkan kuahnya kemana – mana. Jongin menoleh kearahku dengan death glare nya. Ia menghela nafas lalu meletakkan mangkuk ramyun kosong itu diatas meja. “Ya aku akan datang.”

Jongin melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 9 pagi kemudian menoleh kearahku. “Kau tidak bekerja?”

“Seharusnya aku bekerja, tapi seorang pria mabuk pagi – pagi buta mengetuk pintu rumahku dan pingsan. Bagaimana bisa aku meninggalkannya begitu saja?”

Jongin nyengir menyebalkan. Sialan. Aku menjambak ujung rambutnya, membuat Jongin berteriak kesakitan. “Yah! Apa yang kau lakukan!”

“Bisa tidak kau minta maaf padaku? Seumur – umur aku tidak pernah melewatkan jam kerjaku satu kali pun dan—“

“Maaf.” Ucap Jongin, ia tersenyum miring. Aku menghela nafas.

“tapi kau serius soal datang ke Sekolah Rakyat itu kan?”

“Ya.”

Aku tidak bisa menyembunyikan senyum yang merekah mengingat kalau Jongin akan datang ke Sekolah Rakyat minggu depan dan pasti anak – anak akan sangat senang nanti. “Oke sekarang kau lebih baik… pulang?”

“apakah kau baru saja mengusirku?”

Ekspresi Jongin terlihat mengerikan seolah ia begitu tersinggung. Membuatku takut saja. “Uhm—ya. Maksudku, aku akan pergi bekerja sebentar lagi dan di apartemen tidak ada siapa – siapa selain aku. Tidak mungkin juga kan aku membiarkanmu sendiri saja diapartemenku.” Ucapku dengan berusaha sesopan mungkin. Sebenarnya rasanya sudah malas juga kalau pergi ke perpustakaan terlambat, yang ada aku hanya disemprot oleh ocehan tentang betapa pentingnya bekerja tepat waktu itu. Walaupun aku tidak pernah terlambat, tapi aku mengetahui hal itu dari pegawai lain yang datang terlambat.

“lalu kau mau beralasan apa jika ditanya tentang keterlambatanmu?”

“umm.. aku akan membuat scenario mungkin atau apa—ya, mengarang cerita. Tidak mungkin aku mengatakan tentang sebenarnya. Bisa saja aku diberi label buruk oleh satu pegawai perpustakaan.”

“apakah menerimaku sebagai tamu membuatmu diberi label buruk?”

“tidak juga. Tidak jika kau datang secara sopan di waktu yang masuk akal dan dalam keadaan sadar.”

Jongin terkekeh. “shit.” Ia melirikku dengan ujung matanya lalu kembali bersandar pada sofa. “tidak usah bekerja hari ini. Aku tau kau pasti malas juga.”

Astaga, apakah dia membaca pikiranku?! “Siapa bilang aku malas?”

“kalau kau tidak malas, kau tidak akan akan membuatkanku minuman dan ramyun.”

Aku hanya memutar bola mata. “Jawaban macam apa itu!”

“sudahlah. Aku mau tidur.”

“Tidur?!” aku melotot kearahnya. Dan Jongin bisa – bisanya mengacuhkan tatapan kesal ku, dia justru menaikkan kedua kakinya keatas sofa lalu merebahkan tubuhnya seolah ini rumahnya, bukan rumah seorang wanita yang secara gamblang sedang mengusirnya. Aku menggoyangkan kakinya, “cepat bangun dan pulang kerumah. Tidur saja di ranjang mewahmu itu.” Jongin tidak bereaksi.

“Jongin!”

Dia tetap diam saja.

“oh, ayolah. Aku harus bekerja. Kau tau tidak gajiku bisa saja dipotong karena membolos bekerja!”

“aku akan bayar gajimu dua kali lipat.”

Aku terdiam. Jongin membuka matanya lalu menyeringai. “Aku akan membayar gajimu dua kali lipat.” Ucapnya lagi dengan intonasi yang lebih jelas. Ia menatapku menanti jawaban yang akan keluar dari mulutku tapi aku tidak seperti apa yang ia harapkan saat ini, aku tidak langsung menurut begitu dia menawariku uang yang lebih banyak. Demi Tuhan, dia tidak bisa menjadikan uang sebagai alasan untuk segala sesuatu. “tidak terimakasih. Kalau kau mau disini, silakan saja. Aku akan mencuci piring didapur.” Dengan begitu aku bangkit sambil membawa mangkuk ramyun bekas Jongin, gelasnya, lalu melangkah menuju dapur.

“Hei sebyul!”

Aku tidak memperdulikan panggilannya. Kubuat diriku sibuk mencuci piring dengan sengaja juga membuka kran air sehingga tidak ada keheningan diantara kami berdua. Jongin memanggilku lagi tapi aku masih mengabaikannya.

Jongin menyusulku ke dapur, menarik kursi makan lalu duduk disana. Dia melipat tangannya sambil memperhatikanku. “kau yang mengatakan sendiri padaku untuk menukar tubuhmu dengan uangku, malam itu, kau ingat, kan?”

Aku berhenti mengelap piring lalu menghela nafas keras. Emosiku naik sampai ujung kepala saat ini. Aku sebal sekali dia kembali mengungkit kejadian tentang malam itu. “Jongin, bukankah aku pernah mengatakan padamu juga untuk tidak mengingat – ingat tentang malam itu?” aku berbalik kearahnya dengan tatapan sedingin es. Jongin tertawa remeh. “tapi hal itu terjadi. Kau tidak bisa melupakannya begitu saja.”

“Oh… ayolah. Aku tidak mau memperdebatkan hal ini lagi! Ya. Memang terjadi. Tapi saat itu aku….aku…sedang kacau. Dan jangan mengaitkan kejadian pagi ini dengan menukar-tubuhku-dengan-uangmu. Satu, karena aku murni menolongmu. Dua, hal ini tidak ada kaitannya. Dan tiga, kau bisa mengatakannya dengan bahasa yang lebih sopan kan?”

Aku tidak tau apa yang baru saja aku katakan, seperti sederet kata tiba – tiba muncul dalam pikiranku dan aku melepaskannya begitu saja. Tetapi sepertinya Jongin terkejut, ia terdiam cukup lama dengan ucapanku. Ia menatapku, seolah sedang mencari sesuatu didalam mataku. “Kau jujur.”

Aku mengerutkan alis mendengar ucapannya.

“Maaf—ini mungkin terdengar menyakitkan bagimu, tapi tadinya aku kira kau menolongku semata – mata agar bisa memperoleh imbalan dariku. Kau membuatkanku ramyun dan meminjamkan baju adikmu, aku kira kau memasang harga pada hal – hal itu. Tapi.. kata – katamu barusan, membuktikan kalau aku salah.”

Yang benar saja. Apakah segala hal didunia ini harus disertai imbalan?

give and take. Aku hidup dengan hal itu sepanjang hidupku.” Ucap Jongin setengah melamun. Ia memperhatikan cangkir yang tergeletak diatas meja, cangkir milik Junhong dengan gambar Iron Man disana. “hei dimana kau mendapatkan cangkir ini?”

“itu, aku mendapat hadiah dari undian kecil – kecilan di minimarket.”

“Aku suka Iron Man.” Ucap Jongin terlalu lugu. Aku hanya tertawa canggung. “Kau mau itu?”

“Apakah aku boleh mengambilnya?”

Aku menggeleng. Jongin menghela nafas kecewa. “itu milik Junhong.” Ucapku seraya menghampiri Jongin lalu duduk dihadapannya. “dia menyukai tokoh Marvel sehingga aku sengaja memilih cangkir ini ketika memenangkan undian.”

“kalau kau mau, aku akan mengambilkannya untukmu bulan depan. Kau tau? Aku selalu beruntung dalam undian macam seperti itu. Setiap bulan aku pasti menang.”

Jongin tertawa. “Oke.” Jawabnya singkat lalu menatapku. Kami berdua selama beberapa menit bertatapan, kemudian tiba – tiba saja dia bercerita tentang bagaimana ia mengoleksi miniatur Iron Man dan Spiderman, Hulk, yang ia pajang didalam kamarnya. Ia bercerita tentang bagaimana tokoh – tokoh superhero itu beraksi dan membedakannya dari segi komik dan filmnya. Aku beberapa kali menonton—karena Junhong sering memutar filmnya—dan cukup mengerti ceritanya jadi kami saling bercerita tentang tokoh – tokoh dalam komik Marvel itu.

Rasanya aneh.

Aneh karena kami, aku dan Jongin, bertengkar beberapa menit yang lalu tapi dengan cepat kami bisa akur kembali dan bertingkah seolah tidak terjadi apapun. Dan cahaya dimatanya ketika sedang menceritakan hal yang ia sukai, ia tidak pernah begitu sebelumnya. Selama ini yang aku tangkap dari tatapan Jongin hanyalah dingin dan kosong.

Rasanya waktu bergulir cepat. Ia kini sudah berdiri diambang pintu apartemenku sedang memakai sepatunya hendak pulang. Dan hari hampir siang. Dia menghabiskan pagi sepenuhnya diapartemenku. Kami. Berdua.

Jongin melambaikan tangannya. “Annyeong!”

 

***

 

The Company of Kim, Gangnam District, Seoul.

 

Jongin menerima lima panggilan tidak terjawab sejak tadi pagi dan dua belas pesan yang belum dibaca didalam ponselnya. Ia menyadari kalau ponsel tersebut berdering namun dengan sengaja tidak ia perdulikan. Karena pengirimnya hanya dari satu orang saja. Dan akhirnya ada yang mengirimi pesan dari pengirim yang lain, Jongin pun membukanya ketika ia hendak mengemudikan Bugatti Veyron-nya.

“Jongin, Clara akan pergi ke apartemen-mu kalau kau tidak datang ke kantor sekarang juga. Ibumu yang menyuruhku mengatakan ini padamu.”

Pesan sesingkat itu dari Chanyeol, teman bermainnya, langsung membuat Jongin menuju Gangnam tanpa pikir panjang. Dan didepan gedung mewah menjulang tinggi inilah ia saat ini. Jongin sempat mampir ke department store terdekat untuk membeli baju yang lebih formal karena akses menuju apartemennya lebih jauh. Ia tidak boleh datang dengan kaos tipis milik Junhong. Namun Jongin melipat kaus Junhong dengan rapi, memasukkannya dalam paper bag didalam mobilnya.

Ketika memasuki gedung, beberapa orang yang bertugas disana beriringan membungkuk hormat menyambut kedatangan Jongin. Sejujurnya Jongin sangat malas pergi ke kantor saat ini dengan kantung mata menggantung tebal dan rasa kantuk yang ia tahan. Ia belum sempat tidur tadi malam.

“sial. Dasar wanita sial. Awas saja kalau dia berani memberitahu alamat apartemenku.” Rutuk Jongin tak hentinya sepanjang jalan menuju lantai 34. Ia memasuki lift lalu menyender pada dinding lift dengan mata terpejam. “Buat scenario dikepalamu. Ayo Kim Jongin. Buat scenario yang bagus.” Ucapnya pada diri sendiri. Pintu lift terbuka, Jongin menghela nafas lalu melangkah menuju ruang yang tidak jauh dari sana. Beberapa sambutan sopan menyertai langkahnya, tentu saja.

“Selamat pagi tuan Kim.”

“Selamat pagi Tuan.”

Jongin tidak merespon apapun, karena menurutnya ini membosankan. Ia hanya terus berjalan dengan dagu mendongak seolah membiarkan aura angkuhnya terlihat.

“Ibu sudah aku katakan—“

“Jongin, kau sudah datang. Darimana saja kau?”

Jongin menutup pintu dibelakangnya. Dihadapannya terdapat dua orang yang wanita, yang pertama duduk dibalik meja kerja dengan umur sekitar empat puluh-an, tampak dingin seperti Jongin. Dan yang kedua, seorang wanita pendek dengan badan seksi dibalut oleh dress satin berwarna soft pink. Jongin ‘mengenal’ mereka berdua sebagai ibu—wanita yang duduk dibelakang meja kerja—dan satunya lagi, Clara. Wanita yang seumuran dengannya. “Menginap dirumah Luhan.”

it’s been a while, honey.” Wanita bernama Clara ini menghampiri Jongin dengan senyum merekah lalu memeluk Jongin. Tanpa pikir panjang Jongin membalas pelukan Clara dengan erat, memanfaatkan kesempatan. Tentu saja.

so how have you been?” Tanya Clara lagi. jongin mencium pipi Clara singkat. “Good. Everything goes well.”

“Good to hear.” Clara menyentuh dada Jongin dengan senyuman diwajahnya, “Wanna have a date this afternoon?” ucap Clara dengan mengerlingkan matanya. Wanita yang baru saja datang dari California ini diam – diam memperhatikan ponsel Jongin yang dipegang Jongin dalam keadaan masih menyala, ia sedikit memiringkan kepalanya untuk membaca hangul dalam pesan teks yang ia lihat dalam ponsel Jongin.

‘Jo Sebyul’ terlalu jelas tulisan itu terlihat bagi Clara. Dan Jongin sama sekali tidak memergoki aksi ini.

 

 

***

 

“Jadi siapa Jo Sebyul itu?” Tanya Clara selepas pertemuan menegangkan antara Jongin, ibu Jongin dan dirinya didalam ruang kerja sang direktur utama Kim Company itu. Clara duduk menyilangkan kakinya dihadapan Jongin yang kini membeku atas pertanyaan Clara. “Apa? Jo Sebyul?” Jongin memastikan.

Clara menyeringai. Ia memasang tampang seolah sudah berekspektasi dengan benar soal reaksi Jongin saat ini. “Jo Sebyul. Kau menghubunginya siang ini.”

“Dia bukan siapa – siapa.”

come on, Kim Jongin.” Clara mengibaskan tangannya, masih dengan seringaian yang tidak luput dari wajahnya dan menatap Jongin penuh tuntutan seolah sedang menginterogasinya. “Kalau memang dia bukan siapa – siapa, kau tidak akan mengiriminya pesan siang ini. You never text someone, you prefer them to call you first. Dan jika dia bukan siapa – siapa, kau tidak akan memasang tampang terkejut begitu ketika aku menanyakan tentang nya.”

Jongin menghela nafas keras. Sial dengan fakta bahwa wanita dihadapannya ini sudah mengenalnya bertahun – tahun lamanya. “She’s just another girl that I slept with. I don’t love her, neither she does.”

Clara tertawa remeh. “Back to the statement that I’ve said just now. You never text someone unless it was really mean to you. And you only, literally, ignore the girls, leave her in the morning after you sleep with her.”

now you’re acting like you know anything about me.”

“I do know.”

Jongin hampir menggebrak meja. “shit.”

“sekarang apa mau mu?” Tanya Jongin dengan intonasi tajam.

Clara mengangguk puas lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, menggerakan jari – jari lentiknya diatas layar kemudian memperlihatkan ponselnya kehadapan Jongin. “Aku tau kau ahli dalam urusan ini. Ada sebuah rumah produksi kecil – kecilan di daerah Gyonggi-do. Tidak lama ini mereka mengeluarkan produk face-treatment yang cukup melejit dipasaran dengan perkembangan profit 5 % setiap bulannya dan setiap kurva peningkatan profit bertambah tinggi, perusahaanku mengalami penurunan yang signifikan.”

Jongin memperhatikan seksama ponsel milik Clara, ia sepertinya ingat siapa pemilik rumah produksi ini. “ini.. milik Do Seohee.” Jongin mendongak perlaham untuk menatap Clara.”Istri Kyungsoo.”

“apakah kau gila? Dia salah satu temanku—aish, rumah produksi nya baru berdiri dua tahun dan kau mau aku menghancurkannya? Apa pengaruhnya bagi perusahaanmu yang sudah puluhan tahun berdiri?!” seru Jongin marah.

“sepuluh tahun kedepan ini bisa berpengaruh besar.”

“I didn’t sign up for this!”

“setuju dengan ini atau kau mau nama Jo Sebyul masuk kedalam daftar black-list Ibumu?”

***

 

Sebyul’s POV

 

Aku memperhatikan bangunan cukup besar dihadapanku yang kini jendela dan pintunya tertutup rapat tidak seperti dua hari yang lalu ketika aku masih bisa masuk dengan bebas kedalam dan membersihkan tumpukan buku yang berjejer rapi disana. Dibagian depan jendela besar yang menghadap langsung dengan jalan raya, tertempel kertas dengan tulisan bold berukuran besar.

‘bangunan ini disewakan, hubungi email dibawah ini’

Tidak pernah terpikir olehku kalau berhenti dari pekerjaan rasanya bisa sehampa ini. Aku berada disini bertahun – tahun seperti semua benda mati didalam sana tidak lagi menjadi benda mati, mereka kertas dengan kumpulan jiwa didalamnya. Mereka seperti teman yang tidak pernah meninggalkanku, namun kini aku sadar… benda tak bernyawa saja tega meninggalkanku.

Aku merapatkan sweater karena udara begitu dingin, beberapa kali menyesap cokelat hangat yang tadi sempat kubeli di kafe tak jauh dari sini. kini aku lebih sering menghabiskan waktu di Sekolah Rakyat karena dari pagi sampai siang aku benar- benar menjadi pengangguran. Kecuali jika ada beberapa shift kosong di café, aku akan bekerja dua kali lipat.

Akhirnya kuputuskan saja untuk pulang ke apartemen saja daripada berdiri disini berlama – lama. Toh tidak ada yang berubah ketika aku datang dan berharap perpustakaan ini buka lagi, semua sama saja. Mungkin manusia sekarang tidak suka membaca buku, mereka punya internet dan menemukan apa saja disana secara gratis, kan?

Aku harus berlajar memahami dan menerima dengan lapang dada.

Setelah terdiam didalam bus sambil memperhatikan jalanan ramai di Seoul pagi ini, aku sampai didepan pintu apartemenku. Lagi – lagi sendirian karena Junhong—tentu saja—masih disekolah dan… aku jadi teringat Jongin, tiga hari ini dia tak ada kabar. Dia selalu begitu, menghilang begitu saja namun akan tiba – tiba muncul suatu hari.

Aku memasukkan kata sandi dan hampir membuka pintu ketika seseorang secara tiba – tiba menarik bahuku dari belakang, kemudian mendorong ku ke dinding. Aku terlalu kaget untuk mencerna apa yang terjadi denganku, tetapi otakku cukup berfungsi dengan baik untuk menyadari kalau beberapa pria dengan tampang kejam berdiri dihadapanku. Dan seorang wanita berada diantaranya.

Sebuah tamparan mendarat persis di wajahku. Aku jatuh dengan keras ke lantai dan tidak ingat apa – apa lagi.

 

***

 

tbc-

 

 

 

HALO!!! Adakah yang kangen dengan cerita – cerita di blog ini? *engga ada* aku kangen kalian semuaaaa~ beneran ga sadar kalo udah ga update selama empat bulan. time flies so fast~ rasanya baru kemarin ngetik chapter 1 Desirable, mengeluh sama serangkaian Ujian dan ulangan dan sekarang sudah selesai semua :”””””D

maaf yaa baru sempat update sekarang, benar2 fokus ujian waktu itu (padahal fangirling) wkwk ngga ding.

aku ga ngerti kenapa ff ini jadi kaya drama korea gini ato malah kaya sinetron2 nik*ta willy di RCTI huahahaahha XD intinya, mari kita nikmati saja. kapan lagi ifa bikin ff full romance-drama coba muehehehe. ya sudah jangan lupa komen ya!

thanks buat yang sudah membaca dan komen 😀

 

PS: let’s fangirling together! mention me @grangeriokai, currently active there. ^^

 

 

 

Advertisements

173 thoughts on “[5th] DESIRABLE”

  1. akhirnya datang jg…. hehe 😀
    ehh clara itu sapanya jongin?? tunangan?? teman lama??
    itu juga sapa yg dtg di apartment sebyul??
    yahh lanjutannya daku tunggu…. vampire racsalnya jg g sabar bwt nunggu!!!

  2. Wah akhirnya kembali di-publish~ Senangnyaaaa :))
    Setelah kurang lebih 5 bulan ga update Desirable ini..
    Diriku agak lupa sedikit sama prev. story-nya, jadilah td sebelum baca ini mampir lg kesana #malahcurhat -_-

    Oh, omma KAI masih hidup toh, tak kira sudah tiada atau malah pergi meninggalkannya hohoho. Doi seperti ga respect dgn ibunya saat terlibat pembicaraan dgn Sebyul, namun ketika bertemu sang ibu malah….
    N Clara, tunangannya kah~
    Oh my goodness, KAI! Sebyul is in danger!! 😦

    Sippo. Ditunggu lanjutannya ya 😉
    Keep writing n fighting!!^^
    Nb: Kangen kisahnya Sumin beserta Sehun n Han gege dalam ff The Second Of Telepathy-mu, also waiting for it ^^

    1. iya memang sepertinya pada lupa sama fanfic ini huft

      masih ada kalo eomma nya kai, yang gada itu eomma nya sebyul. hehehe tapi nanti terbuka kok semua rahasianya tapi pelan pelan ya. (yakin deh ff ini bakan panjang) hu. Dx
      makasih ya udah baca dan komen dan nungguin ff ini selama berbulan2 😦 semoga ini cukup memuaskan *doa* kalo TSOT belom selesei nih, aku mau ngerjain oneshot dulu hehe XD

  3. ini adalah yang selalu gue tunggu kak 🙂 rasanya campur aduk bgt baca ff ini kadang senyum pas momnent sama jongin tp kadang di buat galau pas si sebyul labil. di tunggu loh kak selalu

  4. akhirnya comeback eon, haha agak kaget kemaren liat notif
    yeayy, ff ini publish tapi di ending part ini jadi kasian sama sebyul pertama gatau apa-apa malah jadi begitu
    bagusss, ditunggu kelanjutannya eon
    aku kira eonnie kemana aja kemaren, eh ternyata ujian. semoga hasilnya memuaskan lah
    ditunggu juga vampire rascalnya eon, sama project ff oneshootnya
    mau ikutan jadi oc-nya tapi takut nanti jadinya ga cocok hehe
    fighting eon!!!

    1. kaget kenapa? hakhakhak XD
      emang ini sebyul ceritanya lagi ditarik ke dunia gelap (?) nya kai pelan – pelan. iya sayang aku ujian nasional, duh masih gelisah aja sampe sekarang padahal uda kelar ujiannya.
      yaampun ayo ikut aja daftar jadi OC! gpp kok buat seneng2 aja jangan pesimis dulu hehehe
      Thankies ❤

      1. abisnya setiap aku buka blog eonnie, belom nongol2 giliran ga dibuka ada notif hehe
        hehe kai aja udah gelap apalagi dunianya_–_
        haha pasti lulus lah eon, amiiin dape univ fav juga yap
        sipsip nanti kalo udah dapet chara yg cocoknya lah
        urwelll><

      2. aku jadi keingetan ada yang pernah ngomong gitu juga ke aku, memang kayaknya kamu gausah nungguin ff chaptered aku deh nanti tiba2 muncul sendiri kok wkwkwk.
        Lol! kai memang gelap yah apalagi skrng rambutnya kaya kapas gitu tambah keliatan gelapnya btw amin ya makasih doanya!
        sip, kalo bisa ambil chara yg belom diambil orang lain (?) terutama member2 BTS ~

  5. Aku kira ini chapter yg 4 bulan lalu udah q bc, ternyata ini updatean terbaru. Hihi saking lamanya u g update.
    I missed all of ur ff too much.
    Sebenarna clara cpa na kai ampe bs ngancem kai gt? Kasian sebyul disiksa clara gt. Dy dbwa kmn ya.

    1. saking lamanya ga update ya sampe ngira ini chap 5 cuma halusinasi XD
      huhuhu nanti aku mulai aktif nge posting ff lagi kok, pelan2 tapi hehehe makasih ya udah komen, baca dan nungguin ff ini 😀

  6. Hai author aku reader lama yg jarang muncul buat liat blog kau yg ini dan pula dengan nama coment box yg baru -_- *bow seneng deh akhir nya comeback nulis >__< uda penasaran bgt soalnya .. #Hwaiting author cantik :*

  7. Pantes aja jongin kyk benci gitu sama eommanya, eommanya jahat-.- jadi kai sering cerita dong kalo dia sering tidur sama cewek lain ke clara ._. wkwk clara pernah tidur juga gk sama jongin -.-v kesian bgt kalo belom hha. Sebyul pasti akan lebih menderita part selanjutnya? hmm semoga enggak gue kangen jongin sebyul kyk di part 3 :3 ditunggu bgt lanjutannya author:*

    1. hahaha kita liat saja nanti yah apa clara bener2 udah diboboin ama jongin belom (tapi bisa diperkirakan kok) (menurut kamu…)
      di part 3 pas yg lagi apa sih? ._.
      okee makasih yayaya

  8. Minta maaf dulu deh sebagai reader baru, krn baru komen di chap ini.. Sorry ya 🙂
    Clara ganggu bgt ya..
    Trus sapa tuh yg mukulin sebyul ??
    Lanjuut ya..

  9. Aduhhh si sebyul kenapa thor? Well clara itu pacarnya kai ya? Ditunggu selanjutnya keep writing! Fighting!!

  10. dear keren…nih ceritanya ada duo wanita evil yah clara and ibunya kai..pasti tambah seru aja nih kelanjutannya,ok nextnya jangan lama” yah..figthing!!!

  11. thor aku reader baru nih….
    baru baca chap 1 sampe 5. keren banget cerita nyaaaa
    next chap jangan lama-lama yaa

  12. siapa clara?
    dan yg menampar sebyul tu siapa? atau itu suruhan dr clara?
    wes2 makin penasaran aj
    next thor
    keep writing!!!~~

  13. Ya ampun itu clara apa ibunya jongin?
    Kejam banget >.<
    Ditunggu ya lanjutan ceritanya ya?

  14. keluarganya jongin backgroundnya kok horor gitu sih wkwk
    aku suka jalan crita ff ini
    nice story thor

  15. sakit bngt tuh pasti tamparan nya, jongin lindungi sebyul ya tapi tadi maksudnya clara sruh jongin hancurin perusahaan nya istrinya kyungsoo…? ?andwae!!!!!

  16. hahahahahahaha akhirnya keluar juga chap5 nya…
    setelah beribu ribu tahun aku menunggu hahah *lebay dan abaikan*
    eonnie ceritanya makin seru dan aku liat digenrenya ad MARRIAGE LIFE nya,,kapan kai sama sebyul bakal NIKAH ???? ditunggu hehe 😀
    ngundang ngundang ya kalau nikah ditunggu loh *readers mabok*
    eonnie ditunggu ya next chapnya Yo Yo Yo Fighting Semangat !!! 😀

    1. ya tunggu aja bentar lagi nikah kok. hehehe. ini masih perkenalan dulu #LAH (padahal udah chapter 5)
      sip semua readers diundang di pernikahan aku sama jongin. #ASEDAP

  17. Sialan clara nyuruh kai ngancurin usaha istri kyungsoo
    Sebenernya clara itu siapa sih?
    Next ditunggu

  18. akhirnya setelah menunggu lama ff ini update juga;;_;; ifa miss you(?) akhirnya comeback juga setelah berbulan bulan hiatus hwhwhwhw. lah. itu hubungan clara sama jongin apa sih? kayaknya deket banget. dan itu apa apaan lagi yang nampar si sebyul, punya feeling kalo yang nampar dia itu clara–. wkwkwk sotoy kumat yaudah deh makin penasaran nih hwhw aku tunggu next chapternya ya:D

  19. Ahhhhh kangen banget sama ini cerita TT kenapa partnya ga diperpanjang thor/? Uu the second telepathy dong thor UU

  20. clara itu kakak nya jongin kah, pacar / mantan? ini menjadi sebuah misteri auuu (?)
    suka yess di chap ini, karena banyak momment JongByul nya eaeaea 😀
    ayoo update lg dong thor kan udh selese un nya sama kayak diriku banyak liburnya (tp smp) *maksa
    oke tetep ditunggu loh eon~ pdhl baru nemu ff ini td pagi jd ketagihan ahahaha v-_-
    keep writing ne~ Chayo! 🙂

  21. Amat sangat terlambatkah aku menyadari AKHIRNYA EONTHOR KAMBEK PUBLISH DESIRABLE LAGI?????!!!!!!!! AHHHHHHHH AKU BENER-BENER KUDET DARI YANG TERKUDET!!!;;;;A;;;;; *ngais-ngais semen/?*. KENAPA AKU BARU MAMPIR LAGI KESINI SEKARANGGGGGGG;;;;A;;;;;.
    Okelah, kemaren itu aku lagi sempet hiatus UN juga dan baru kelar kamis. Jumatnya aku langsung berkelana keberbagai wp, tapi aku lupa mampir kesini astagfirullahhhhhh;;;A;;;. Abisnya sanking kelamaan eonthor ga update2 disini sampe, iya bener tadi tuh, 4 bulan ㅠㅠ pas aku mau hiatus, aku udh jarang kesini lagi ㅠㅠ (kok malah jadi dongeng/? gini-_- *curcol udah mainstream/?*). Tapi, yaudahlah ya. Untung aku tadi sempet ngubek2 bookmark dan tada! Link wp eonthor baru ketangkep sama mata aku ㅠㅠ maafkan akuhhh.

    Uuuuuuhhhhhhhhhhh!!!!!!! Benerkan ini keren sesuai dugaan ㅠㅠ. Bukan sesuai dugaan sih, tapi emg ff nya eonthor keren-keren semua ;;;A;;;.
    Jujur… Mm.. Sebenernya awal baca tadi aku sempet lupa jalan ceritanya;;;;_;;;; huhuhu *digelindingin di tembok cina/?*. Tapi pas udh agak ketengah-tengah mulai inget lagi;;;-;;;. Tapi, aku masih lupa—atau emg bingung—sama clara;-; kayanya aku melupakan beberapa bagian sebelumnya. Atau mungkin, emg clara blm dijelasin siapa? Clara itu siapa sih-.-“a. Ah sudahlah;_;.

    Oh.. Jadi desirable yang di gembok itu ada begituannya makanya dikunci toh;_; (yaiyalah=_= kalo gada ngapain digembok-_-“). Penasaran sih/? *what?-_-* tapi aku masih amat sangat dibawah umur hiks;;;_;;;. Wkwkwk.

    Okelah, aku bingung harus comment kaya gimana lagi;_; ini udh keren dan aku gatau harus ngedeskripsiin macam apa lagi;;_;;. Tapi yang jelas! Aku srek sama Sebyul-Jongin;;;v;;; buahahahahaa~ bolehkah aku berharap mereka bersatu, eonthor?? Boleh lah ya~~
    I’ll be wait for the next!! Keep writingg!! Eonthor fighting!!!

    P.S: hm… Aku mau minta maaf sama eonthor ㅠㅠ. Maaf aku telat ngeh kalo ini udh updateㅠㅠ(emg ada yg peduli-_-). Dan yang paling paling! Maaf aku… Sksd ;;_;; hiks hiks. Duh, aku emg rusuh gini sih ㅠㅠ dan kesannya kaya sksd ㅠㅠ.
    Baiklah! Biar ga kaya sksd, gimana kalo kita jadi snsd aja/? *lho-_-* emaksudnya gimana kalo kita kenalan aja eonthor?’-‘
    Annyeong~ nama aku —reader alay nan rusuh yang tak tau diri— Ajeng^^ line? Hm.. Aku sederajat sama yang baru kelar UN tgl 8 kemaren ;;;-;;;. Salam kenal eonthor^^. Ditunggu nextnya^^

    1. ya gapapa lah lebih baik telat daripada tidak sama sekali betul? hehehe btw komen kamu terpanjang ya mudah banget ngenalin kamu. sok atuh kalo mau kenalaaan! Ajeng mention aja di twitter soalnya kalo disini aku bales nya suka2 mood hehehe. salam kenal juga yaa~

  22. annyeong,aku reader baru di sini 🙂
    barusan baca FF ini diblog sebelah,eh.. udah dipost diblog pribadi juga 😀
    ceritanya menarik nih
    apalagi itu main cast nya si Jongin 😀
    pengen baca part 3 nya,sayang.. umur masih dibawah 17 T.T
    Next chapternya jangan lama-lama okee 😉

  23. Siapa itu? Siaapa? Emaknya jongin? Masa? Clara deh kaayaaknya. Dia cari tau ttg sebyul. Clara ini agak2 ya orgnyaa. Apalagi emaknya jongin galak tu kayaknya. Next thor ditunggu part selanjutnya

  24. Eheeeei apa-apaan ini, siapa yg menampar sebyul?? Si clara? Apa urusannya skrg ?? *asal tebak*
    Apa itu … Ibunya jong? Lah cepet amat (ʃ_⌣̀ )/| udah hampir menuju klimaks nih ayooo author di tunggu~
    #keepwritinghwaiting

  25. seruuuuuu……ni crta klo djadiin novel krennn thor……kutunggu sampai kapanpun lah thorr…walaupun part 3 ny d skip dlu smbil nunggu pw…hehhe

  26. seruuuuuu……ni crta klo djadiin novel krennn thor……kutunggu sampai kapanpun lah thorr…walaupun part 3 ny d skip dlu smbil nunggu pw…hehhe…

  27. welcome back ifaaa!
    akhirnya bisa lanjutin nge-ff lagi :’)

    semoga dpt hasil yg terbaik utk ujiannya 🙂
    i’m here, waiting for your next ff. hehe..
    fighting! 😀

  28. yah kenapa harus ada antagonis cewek gini aku paling sebel-,-
    makin penasaran nih eonnie~~~
    aku malah langsung ngebayangin endingnya *pdhal gk tau endingnya gmna entar *gubrak
    bahasanya tetep oke
    keep writing eonnie^^

      1. Iya juga sih wkwkwk
        Bukan sih aku cuma nebak,tp klo jadi cenayang kayaknya ada untungnya juga *apadeh
        Iya kakakkk^^

  29. Author eonni kkk aku terlalu rakus baca ini ff langsung dri 1-5 , kecuali 3 hhe
    dan ending nya sll buat penasaran T,T but, the girl who do that to sebyul, so.. Annoying -…-

  30. ga nyangka ini jadi lebih rumit.
    mungkin lbh ke drama, daripada sinetron, karna ga ada efek zoom in2 nya *apalah ini*
    momen kai ngungsi pagi2 itu, I like the most, interaksi mereka manis dan hangat, sisi lain kai juga keluar pas mereka ngomongin iron man, kai lbh keliatan sederhana dan beda, dan ngegemesin.
    ratherly a drama, karna stereotype, anak konglomerat, suka org dari kalangan biasa, ga direstui dan blabla.

    jadi, apakah gerangan yang terjadi malam itu? zoominzoomin

    1. mungkin perlu ditambahin efek zoomin sama suara hati ya (khas sinet indo) (cie ngerti) (penonton setia)
      hehehe jongin emang gemesh-in banget. apalagi rambutnya sekarang yang acak2 mulu, minta dipangku sambil disisirin deh. (loh curhat)
      emang lagi mabok drama korea jadi …. ya begini hasilnya, :”’) terimakasih ya sudah baca! btw kalo mau baca part 3 boleh loh tinggal minta PW ke twitter!

  31. Makin seru ceritanya. Kasian si sebyul, yg miskin pasti slalu ditindas haha dtunggu kelanjutannya thor ^^

  32. Chingu boleh kan diriku minta pw ff ini yg Part 3 nya -_- id coment nya “Nunu Chan :D” dan lagi aku 96L dan udah di ujung tamatan skolah.. » bolehkan ?? 😀 *jebal aku suka sangat ff mu itu -_-

  33. Aaaaaa publish juga! Untung mantengin timeline hehehe. As usual, over all keren! Dan ga sabar kelanjutannya bakal kaya apa.. Apa pilihan Jongin.
    Part berikutnya ditunggu!

  34. Akhirnya… Chapter ini muncul juga… 🙂

    Chapter ini masih belum terlalu dalem ya kayaknya, semacam penghantar konflik, bikin makin penasaran sama apa yang bakal terjadi di chapter mendatang.
    Jongin~ aku menunggu pesonanya. Hahaha. XD

  35. ihhh itu jangan jangan clara eh apa ibunya jongin. jongin, harus mendukung sebyul kapanpun bagaimanapun dan dimanapun ya :”)
    lanjut yaaaa 🙂

  36. Duuuuuuh penasaraaaaaaaan T_T
    Yg tampar pst clara. Tp kok ada cowok juga?? Jongin kemanaaaaaa????
    Next nya jgn lama2 yaAa keburu ff nya terpendam diantara ff yg kubaca hehe

  37. Oke! Sekarang masalah bertambah dan lagi ahh sebyul siapa yang tampar dia? Clara? Aduh cewek itu benar* kelewatan! Ok fix aku gak tau mau komen apa pagi soalnya ff ini complete banget. Thor karena ujiannya sudah kelar semua berarti updatenya bisa cepetan juga dong soalnya aku penasaran mode on nih haha! Semoga hasil* ujian author bagus yah #amin keep writing thor ingat! Postnya jangan lama* yah haera menunggu dengan setia di sini :*

  38. MAYGAD IFFAAAA KEMANA AJAAA????
    *pelukin jongin
    *eh
    wkwk to the point. aku kangen ffmu yg ini karena makin menarik. btw lanjut kuliah dimana?
    oya tau berita kris keluar dr exo?
    entah hoax atau gak tp smga aja hoax.
    sent drop~~
    see yaa

      1. Ini aku hyunjaekim3 aku ganti uname mulu duh maafkan yaah:c
        pokoknya aku yg commentnya suka ngomongin pervertnya kai *plok
        aku yg comment di desirable 3 yg bilang imagineku tinggi lol xdd
        maafkan daku

  39. Setelah beberapa hari ini galau karena galaxy prince, akhirnya mau comeback update ff lagi #LOL oke, penasaran sm Clara, what is that woman in Jongin’s Life. Kasihan si Sebyul, sepertinya akan dikorbankan sm Jongin, jadi black list eommanya Jongin. sabar ya sebyul. tapi scene pas Jongin minta gelas tokoh Marvel itu sweet banget, sisi lain si Jong Jong dikeluarkan. hahahah…nice 😉

    1. jangan ingetin kris ge please aku galau tadi dia online weibo kan pas exo konser. :((
      hehehe iya sebenernya jongin itu dalemnya sweet kok tapi ya..gitu. gitu :)))
      makasih ya komennyaaa

  40. akhirnya author yang satu in balik lagi .. setelah menunggu sekian lama akhirnya muncul juga walaupun aku berharapnya muncul dengan the second of telepathy tapi diserable juga gapapa lah ..^^

    sebyul ketemu jongin tuh antara untung dan rugi ..
    untung karena akhirnya ada beberapa masalahnya dia yang terselesaikan berkat jongin dan rugi karena dia akan dapet masalah baru .. stay strong aja deh buat sebyul dan penulisnya ..^^

    1. aku mikir mau ngelanjutin TSOT tuh apa readersnya masih pada inget cerita macem benang kusut kaya gitu? *menghela nafas*
      btw “…stay strong deh buat sebyul dan PENULISNYA” pengertian banget :’)

  41. Ternyata dilanjut juga 😀
    Kira kira siapa yg gituin Sebyul._. Clara kah? atau Ibu Jongin? Clara kali ya.-. aaah ntahlah aku pusing -_-
    Nice chapter author^^
    Next chapter ditunggu 😉

  42. wah udah mulai kersaa konflik nya nih . ayo eonni author fighting . aku slalu mnuggu klnjutan ff ini ㅠ.ㅠ

  43. lohaaaaaa eon..
    ini amazing bgttttttttttt,
    kapan di next? aku gk sabar nunggu nya eon,
    eon si clara itu siapa yak? pacarnya kah ? atau malah tunangannya ?
    kirain clara itu baik, uh ternyata calon antagonis eoh.hehehe
    lanjut eon..
    keep writing:-)

  44. haduhh baru sempet baca aku >< btw ceritanya makin rumit yak haha dan itu kenapa sebyul pake dipukul segala haduuhh
    Nice kak 🙂 keep writing kak! Mau langsung capcus baca part 6 muehehehe

  45. wah, clara siapa itu?? Kok keliatanya licik sih -,-
    I think jongin mulai cinta sama sebyul tp ga sadar begitu juga sebaliknya

  46. kyaaaa kaii so sweeeetttt ujan” dibela”in bwt mnta maaf sam sebyul 🙂
    wlwpun pervert tp da ssi maniss.na jg kai..hohhohooo
    aduwhh pasti yg nampar sebyul clara ya??cz dya tw dr hp kaii..
    ihh jhat bgt siech…
    makin seru thorrr next… 😀

  47. Clara itu cewe yg dijodohin ibunya kaibatau siapanya?
    Jgnjgn yg nampar sebyul itu clara lagi
    Huh drs wanita itu
    kkk~
    Knp aku jd bahas clara ya ahh ya sudah lah XD

  48. suka nya main tampar tamparan serem, semoga sebyul gk knp-napa, gws qaqa\(^_^)/ *angkat banner*
    sih clara itu siapa? tunangan kai, gua kira selama ini gua istri kai, jd berasa diselingkuhi:'( *di tarik baekhyun*
    jadi rada gk nyambung saya, tiba2 udh mau datang ke sekolah rakyat-_-
    keep writing, authorrr- emeng emeng author intro dong?

  49. jujur, aku gak ngerti sama clara dan jongin,kalo emang mereka pacaran kenapa jongin ngomong sesantai itu ttg kebiasaannya tidur sama wanita lain?
    itu clara y yang nampar? kok dia tau alamatnya sebyul?
    penasaran, saeng di panjangin dong chapnya 😀

  50. entah aku suka banget sama karakter junhong di ff desirable ini. dia perhatian, peduli dan sayang banget sama sebyul jadi bikin melted sendiri AAAA
    oke masalah mulai muncul ya, makin seru nih kayany huhuhu oke, seperti biasa soooo keren wkwk lanjut dulu nih~

  51. Wah… sebyulll mau dibawa kemana ituuuu.. siapa itu ceweknya? Jgn2 si clara itu atau suruhan ibunya jongin? Penasaaaan ><

  52. kayaknya aku tau siapa yang nampar sebyul, pasti clara kan 😦 Licik bgt sifat clara disini, tapi ceritanya tetep bagus. fighting authornik \m/

  53. wawww ngeri bgt dtampar smpe pingsan bgitu . pasti skitt -_-
    clara ngancam2 jongin , gilak dsruh ngrusak punya tmennya lgi hnya krna bisnisnya nrun bgitu . tega amat si clara –‘ . ska bgt sma ff-nya 🙂
    smngat trus bkin ff-nya yaa ^^

  54. Oh jangan bilang clara tunangannya kamjong? Aish, benci dunia bisnis, selalu menjodohkan anak2nya.ckckck. Jan bilang juga,, tadi itu emanya kamjong, or clara? Waaah wahh daebak, complicated banget idupnya sebyul, poor sebyul, yang sabar aja ya, ohoke, i want to read next chap 🙂

  55. Hai aku reader baru, udh baca yg chapter 1-2 di ffindo, tapi maaf aku gk baca chapter 4 soalnya kk bilang chapter 3 di ff indo itu chapter 4 di sini 🙂
    Clara itu siapa? Pacaranya jongin kah? Truss itu blasteran mana sampe namanya jdi clara
    Yang bagian terakhir itu pasti clara yg nampar -_-
    Sekolah rakyat itu apa sih? Sejak chapter2 sebelumnya aku kepo aja tapi lupa nanya muulu kalo mau komen >///<

  56. Author aku baru baca ff ini tapi aku tertarik banget sama ff ini karna ceritanya yg bagus seru keren kayak drama2 gitu ^^

  57. baru muncul tapi udah ngeselin, huh, dasar! /ngelirik sinis ke clara/ kan kasian sebyul T.T
    firasat aku sih yang dateng itu ibunya jongin._. tapi mungkin aja si cewe nyebelin itu yang dateng /nunjuk clara pake dagu/
    oh iya, sekolah rakyat itu kaya gimana sih? aku penasaran >.<
    next dulu lah, kepo beut soalnya /teleport/

  58. Doh, suka senyum2 sendiri liat jongin-sebyul moment
    Mereka sejenis couple yg cute bangeeet><
    Kadang marahan tapi cepet banget balikan
    Kalo ketemu berantem tapi kalo ga ketemu kepikiran muluu
    Suka banget sama merekaa♡
    Tapi, clara tuh siapa? "Pacar" jongin? Atau malah tunangannya?
    Yang pasti dia nyebelin-_-
    Dan, siapa yg nampar sebyul? Oh, jangan bilang itu om om yang disewa clara-_- *mulai bikin cerita sendiri*
    Well, it's a good story. Daebaakk!!

  59. hai. aq komen dari part 5 aja ya.
    soalny part 1-4 aq uda baca d ffindo…

    part 5 nya ko sama ky part 4 yg aq baca sblmnya jeng?? hahaha

    ya sdh lh, terlanjur baca, toh ceritanya seru, jd gak bosen biar dibaca 2x jua

    Keep writing ya 🙂

  60. Yg nampar sebyul nugu? >.<
    Clara muncul jd pihak ketiga kah?
    Oh ya, part 4 nya aku udh komen di ffindo jd aku ga komen lg di sini hihihi:DD

  61. who is clara? pasti kai’s girlfriend– pdhal brharapnya sih kai emang bneran player yang sexy, free and single :3
    sebyul kasian ditampar. napa dia miserable bgt dari awal chap —
    hwaiting!!

  62. Woaaah aku suka scene nya sebyul n kai-kaya anak kecil- kkkk~
    hummm kayanya mereka sama2 suka, tpi blom sadar aja! 😀
    dan itu.. Si clara, licik banget dia! Tpi aku suka scenario yg d buat kai, wkwkwk kereeen!!!
    Terus siapa lgi yg nampar si sebyul? Clara kah? Waaah emang iblis tuh yeoja!

    Udah ah! Keep writing neeeee 🙂
    aku mau baca k next chapt

  63. Jongin, Crying? This isn’t his style. Kenapa bisa dia nangis gak mungkin kan dia nangis cuma karena nyesel gak dateng ke sekolah rakyat, there must be something. Dan Clara itu siapa? dia pasti jahat hm… Dan orang yang jahat sama Sebyul barusan aku yakinin itu Clara

  64. clara kok bayangin’a clara yg main drama sama mong ji ,,, ini cewe bener2 ngga punya tata krama see jo sama Kai seperti tercipta untuk satu sama lain bisa ngerti walopun blm kenal lama bisa nyelesain kalimat satu sama lain

  65. kayanya clara sm ibunya jongin bakal jd peran antagonis nih hahaha. Itu yg nampar sebyul siapa?? heeem makin penasaran.. lanjut baca yah

  66. Pas awal awal seneng bgt ada jongin sebyul wkwk
    Eh pas terakhirnya ada clara huft
    Jahad bgt clara ew;(
    Niceu ff yap;)

  67. Kyaaaaaa..
    itu syp yg nampar sebyul?? Kurang ajar bgtzz sih pke nampar2 segala…
    Aq ska sm clara dy jahat pluslicik bgtzz orgnya, menghalalkan segala cra utk ngedapetin aph yg dia inginkan…

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s