[4th] DESIRABLE

Desirable

DESIRABLE

Author: Ifaloyshee | Characters:  Kim Jongin, Jo Sebyul (OC) | Genre: Angst, dark, Marriage life | DISC: The idea is mine, included the plot and  a whole of this story. The Characters are belong to their parents. Don’t reblog or copy without my permission! |Rating: Mature

BGM:

4th  Story

 

Ditengah derasnya rintik hujan yang mengalun tenang dari balik jendela kamarku, secangkir kopi dengan asap mengepul dan aroma manis memikat tersaji diatas meja, bersebelahan dengan kedua kakiku yang sedang meringkuk membawa kehangatan. Aku tidak tau sejak kapan aku mulai menyukai hujan, mungkin karena hujan satu –satunya temanku ketika aku dibuang ke panti asuhan? Karena sang ibu panti asuhan pernah mengatakan padaku kalau Jo Sebyul kecil berumur enam tahun ditemukan sedang tertidur pulas didepan pintu panti, berbalutkan selimut beludru dan Nampak tenang walaupun hujan deras diluar sana.

Katakan saja aku jahat. Aku berpendapat bahwa hujan jauh lebih baik daripada ibuku, karena dikala aku tidak bisa melakukan apapun.. hujan masih disana, menemaniku terlelap. Sedangkan ibuku tidak.

Ya. Mungkin hujan jauh lebih berharga ketimbang ibuku, tapi ikatan batin tetap tidak bisa terelakkan. Dari dalam hatiku, selalu muncul rasa yang mengatakan bahwa setega apapun ibu… aku selalu menyayanginya. Sejak kecil, oleh ibu panti aku selalu diajar untuk bersyukur. Dan seharusnya, mempertahankanku selama Sembilan bulan sudah merupakan bentuk rasa syukur yang amat besar terhadap ibuku.

Aku berangsur menyesap kopi, meraskan manis dan pahit disaat yang bersamaan. Namun begitu melewati kerongkonganku, rasanya amat hangat dan menyenangkan. Lalu aku tersenyum. Aku tidak tau apakah aku tersenyum karena kopi, atau karena mengingat ibu.

Aku mencintai keduanya.

Biarkan seperti ini. Berimajinasi itu menyenangkan, setidaknya aku terlepas dari kehidupan brengsekku yang tidak pernah aku kehendaki.

Biarkan saja seperti ini.

noona…”

Aku menoleh ketika mendengar suara Zelo, mengalihkan pandanganku dari derai hujan menuju kepala Zelo yang melongok dari balik pintu. Kemudian melambaikan handphone-ku ditangannya. “Ada telfon untukmu noona!”

Mungkin boss café mau aku mengambil shift malam? Karena biasanya di jam – jam seperti ini yang menelfon hanya boss. Dan selebihnya, tidak ada. Benar – benar tidak ada.

Aku meninggalkan cangkir kopiki sendiri dengan uap air hujan, lalu melangkah mendekati Zelo untuk menerima panggilan.

“ya, Halo?”

Hei ini aku Jongin.”

 

 

***

 

 

A week ago

 

Selang satu hari setelah kejadian itu, aku mengunjungin sekolah Junhong seperti yang aku biasa lakukan setiap satu minggu sekali—untuk memantau bagaimana prestasi Junhong disekolah. Namun kali ini berbeda, yang membuatku berbeda adalah…pertama; dari segi transportasi. Biasanya aku menaiki subway atau taksi namun kali ini Audi sportback berwarna hitam mengkilap yang membawaku ke sekolah Internasional ternama di Seoul.

Tentu saja bernama Kim Jongin, memang siapa lagi yang mau menghabiskan won hanya untuk berganti mobil dengan warna yang berbeda – beda dengan entah tujuan atau maksudnya apa. Dan menuruti permintaanku seusai pertengkaran sewaktu itu, disinilah kami berada saat ini.

Jongin memainkan handphone-nya, mengetik pesan  sementara aku berjalan disampingnya menyusuri lorong sekolah. Sebuah bangun sekolah yang tampak elit dan modern dengan berbagai mobil serta motor berharga ribuan dollar yang terjejer rapi. Memang sekolah elit. Dan tentu saja menyekolahkan Junhong disini bukan karena dilihat dari sisi elitnya, namun dari segi kualitasnya.

Itulah kenapa aku mengajak pria disebelahku ini untuk kesini, menemui kepala administrasi keuangan sekolah untuk melunasi biaya sekolah Junhong yang sudah tertunda cukup lama.

“Apakah dulu ini sekolahmu?” tanyanya masih terpaku pada layar ponsel, barangkali saling kirim pesan dengan pacarnya.

Aku menoleh karah Jongin, mengamati sebentar rambutnya yang kini berwarna hitam lalu menoleh kedepan lagi. “Tidak. Aku dulu di Gwangju, tidak mungkin panti asuhan mau menyekolahkan aku disini.”

Jongin mengangguk singkat lalu menyimpan ponselnya.

“Pantas.”

“Pantas kenapa?”

“Aku tidak pernah melihatmu.”

“Kau pernah bersekolah disini?”

Jongin mengangguk. “Ya dulu ini SMA ku.” Ia menghentikan langkahnya lalu menunjuk keatas, kearah sebuah kelas yang berada dilantai dua. “Dulu itu kelasku.” Aku mendongak mengikuti arah pandangnya.

“Baiklah..”

Lalu kami berdua kembali berjalan menyusuri koridor.

“Aku yakin guru – guru disini masih mengenaliku.”

“Oh ya?”

Jongin mengangguk.

“Coba kau ceritakan padaku.”

Ia hanya tertawa singkat, lalu melirikku. “Kau benar – benar mau mendengarnya—“

Tiba –t iba ponselnya berdering, membuat Jongin mengalihkan pandagannya dariku kepada ponsel yang sedang digenggamnya. Ia menyentuh screen ponsel tersebut kemudian meletakkannya disamping telinga kanannya.  Pandangan Jongin terlihat acuh dan kedua bibirnya terkatup rapat seolah enggan menjawab telepon, tapi toh ia bersuara walaupun hanya dengan jawaban – jawaban singkat yang menyebalkan.

“ya…okay. Arasseo. Hm? Okay…”

Setelah terhitung sekitar dua puluh detik, Jongin kembali memasukkan ponselnya kedalam saku. Aku mengerutkan alis kearahnya dengan ekspresi bingung dan ia hanya menyunggingkan smirk menyebalkannya. “Aku rasa kita sudah sampai.” Ia menghentikan langkahnya sambil menarik tanganku. Secara otomatis aku juga berhenti mengikutinya.

“Kau masih ingat dimana ruang administrasi sekolah.”

“tentu saja.” Jongin mengambil dompet dari balik saku nya lalu mengeluarkan dua lembar kartu kredit. Ia menyodorkan keduanya padaku. “Kau memintaku untuk melunasi uang sekolah Junhong kan?”

“Y-Ya.. aku..”aku mengulurkan tanganku dengan ragu, apakah dia serius dengan dua kartu kreditnya ini? “tapi tidak sebanyak itu..”

Jongin meraih lenganku lalu meletakkan kedua kartu kreditnya diatas telapak tanganku. “Lunasi saja sampai dia lulus. Kau tidak perlu susah – susah mengambil shift siang dan malam di café.”

Agaknya aku harus cukup berterimakasih pada pria konglomerat ini.

 

 

***

 

Aku baru saja selesai membuat secangkir kopi dan hendak meletakkan diatas meja ketika Jongin tiba – tiba muncul dihadapanku dengan sebatang rokok ditangannya, dan aku hanya menghela nafas lalu menempatkan diri untuk duduk dihadapannya. Dia tampak menawan dengan pakaian kasualnya, dan rambutnya agak basah karena air hujan.

“Jadi kenapa kau menelponku kemarin malam dan menanyakan jadwal mengajarku?” tanyaku to te point pada pria yang sedang menikmati nikotin dengan kedua mata terpejam ini. Ia membuka matanya lalu mengepulkan asap, aku mengalihkan sedikit wajahku, agak alergi dengan asap rokok.

“aku ingin ikut denganmu.”

Alisku melengkung bingung, “ikut denganku?”

“Ya.”

“Jangan bercanda… Kau tidak akan menyukainya.”

“Kenapa tidak?”

“itu… itu bukan suatu hal yang suka dilakukan oleh orang kaya.”

“benarkah?” Jongin tertawa remeh disela – sela batang rokoknya, “Memang kau pernah menjadi orang kaya? Tau apa kau soal orang kaya?”

Aku mendesis padanya, “Memang tidak pernah. Tapi aku banyak bekerja pada orang – orang kaya, pemilik café ini salah satunya, dia hanya tau tentang minum….dunia malam…mabuk…menghabiskan uang untuk membeli barang –barang tidak berguna..”

Jongin melipat tangannya diatas meja, menatapku dengan tatapan intensnya. Dan aku suka bagaimana alisnya melengkung tegas, tampak menawan sekali. Namun tetap saja… aku tidak beranggapan bahwa pria ini lebih dari tampan. Sebatas tampan saja. Dan keren. “Dan kau tidak menyukainya?”

“Tentu saja tidak! Kau gila, dia punya istri dan dua orang anak dia—“

“maksudku.. menyukai dalam standar umum bukan dalam hal..” Jongin mengerutkan alisnya, nampak bingung dengan apa yang akan ia utarakan namun aku mengerti maksudnya.

“Oh ya.. dalam hal standar umum juga aku tidak menyukainya. Tentu saja.”

“Aku satu garis dengannya.”

“Oh begitu?”

“Barangkali kau mau membawaku ke jalan yang benar.” Jongin membuang punting rokoknya yang sudah mati keluar jendela lalu menyesap kopi buatanku. Raut wajahnya tampak datar dan aku tidak tau yang barusan ia katakana itu serius atau tidak.

“Aku bukan Tuhan.” Jawabku sarkas. Jongin hanya menyunggingkan senyuman konyol seolah – olah aku baru saja melucu lalu dia mendongak. “Lalu kau suka pria yang seperti apa?”

Aku mengerutkan alis. “Apakah hal itu penting bagimu?”

Dia mengedikkan bahu. “Hanya bertanya.” Jawabnya singkat. Dan aku rasa dia memang tidak memiliki maksud lain dari sekedar bertanya.

“Aku tidak tau..”

Jongin mengangkat sebelah alisnya, menanti kelanjutan ucapanku namun aku diam saja sambil menatapnya datar. Tapi sepertinya tatapan Jongin menuntutku untuk menjawab pertanyaannya, dan barangkali aku memberikan kesan agak rude dengan menjawab secara acuh-tak-acuh. Jadi aku menegakkan posisi dudukku kemudian menarik nafas. “Seperti wanita yang lain… aku harap aku punya criteria khusus untuk pria yang aku sukai, tapi yang terlintas dipikiranku hanya seorang pangeran. Prince charming yang akan menjemputku ke kerajaannya suatu saat nanti.” Aku menjawab dengan begitu lepas sambil menatap kedua jari ku yang bertautan diatas meja, fantasiku berkeliaran bebas ke dongeng – dongeng fairytale namun hancur seketika ketika suara tawa jelek milik Jongin terdengar.

Aku mendongak kearahnya dan benar saja, Jongin tertawa lebar dan pandangan tidak percaya. Dan aku ingin menampar ekspresi menyebalkannya itu. Sungguh.

“Aku tau.. aku hanya seorang barista dan yang sering kulihat disini hanya sekumpulan ahjussi yang meminum kopi hitam dan berbicara keras – keras, tentu saja tidak ada pangeran berkuda putih yang mau mampir ke café pojok jalanan seperti ini atau barangkali ia tidak mau kudanya teracuni oleh kafein.” Aku berkata dalam satu tarikan nafas, kedua mataku tidak lepas dari Jongin dan dalam hitungan tiga detik Jongin kembali tertawa.

Astaga, apakah aku baru saja mengatakan hal yang lucu?!

Kini jongin memukul – mukul meja cukup keras dengan sebelah tangan memegangi perutnya. Tawa membahananya masih membenahi ruangan dan aku mulai merasa tidak nyaman oleh tatapan pegawai – pegawai café yang sedang membereskan dapur—menatap kearah kami dengan alis terangkat—dan aku hanya tersenyum canggung sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal.

“Aku tidak tau apa yang kau tertawakan.”

Jongin berhenti tertawa lalu mengerling kearahku sebentar. “Pfft.. apa kau selalu melucu dengan wajah datar begitu?” tanyanya. Aku menunjuk wajahku dengan ekspresi bingung, “memang aku melucu?”

Jongin menepuk dahinya.

“Oke.. oke.. tapi aku tidak bermaksud melucu, hanya…berumpama saja. Apakah menurutmu itu lucu?!”

Jongin mengangguk dengan jelas.

“Aku tidak tau dengan selera humor orang – orang jaman sekarang.”

Dia tertawa lagi, namun sebentar saja kemudian melirik kearah jam tangannya. “Hei let’s jogging for awhile!”

at this hour?” aku melirik kearah jam yang menunjukkan pukul sepuluh malam. “apakah kau gila?!”

“hanya jalan – jalan dimalam hari. Aku bosan. Dan aku tidak punya teman.”

Aku hanya memutar kedua bola mataku. Sebenarnya jam kerjaku juga sudah berakhir dan aku seharusnya pulang sejak sepuluh menit yang lalu dan jika Jongin mengajakku berjalan – jalan mungkin tidak ada salahnya. Tapi aku masih merasa cukup asing dengannya… dan aku belum percaya sepenuhnya dan aku…

“kau curiga terhadapku?” Jongin sepertinya menangkap tatapan selidikku kearahnya. “pada pria yang memiliki hati malaikat sepertiku? Aku melunasi sekolah Junhong yang seharga—“

“Oke..oke. apa maumu?”

I just need a friend.”

“but im not a good friend.”  Aku bangkit dari kursi dan membawa cangkir kopi JOngin yang sudah kosong menuju meja bar, meletakkannya disana.

“I don’t care. I just need a friend and whether its good or bad, I’ll bear with it.”

Aku memutar bola mata. Lalu melepas kemeja seragamku, melipatnya dan memasukkan kedalam tas, menyisakan tanktop hitam yang cukup tebal dan panjang—itulah mengapa aku berani melepasnya disini; Hanya tersisa Jongin didalam café.—kemudian mengenakan cardigan.

“Aku kira kau akan telanjang didepanku.” Ucap Jongin begitu aku menghampirinya. Aku langsung memukul lengannya dengan keras. “Keparat kau.”

“ouch, watch your words miss!”

“Kenapa? Aku sudah bilang padamu kalau aku bukan teman yang baik.”

Jongin menyenggol lenganku. “Dasar tolol.”

Aku berhenti, memutar tubuhku untuk melihat kearahnya dengan tatapan kesal. “Kau lebih tolol!”

“kau paling tolol.” Jongin menyeringai.

“kau paling paling paling tolol!”

***

 

 

Still at the same night.

 

Aku melangkah keluar dari dalam toko roti kecil yang terletak disalah satu rumah yang berjejer di Hongdae, menghampiri Jongin dengan dua buah muffin ditanganku. Jongin menanti dalam diam didepan toko dengan tatapan tidak lepas dari muffin ditanganku ini.

Berpetualang kuliner adalah salah satu hal yang aku senangi dan biasanya aku lakukan seorang diri dengan alasan agar aku bisa bebas mencoba tempat makan manapun yang aku mau. Dan toko roti ini adalah salah satu favoritku di Hongdae, berhubung Jongin mengajakku berjalan – jalan di sekitar café—dan Hongdae tidak begitu jauh dari sana—maka aku mengajaknya ketempat ini.

Aku memberikan satu buah muffin kearahnya dan dia hanya mengangguk kecil. “ini muffin.”

“tentu saja. Siapa bilang ini ramen.”

“aku jarang memakan muffin. Tidak pernah.”

“Sekarang kau coba ini, dan jangan menyalahkanku kalau kau mulai menyukai muffin setelah memakannya.”

Kami berdua berbalik untuk melanjutkan berjalan dibawah temaram sinar bulan, malam tidak begitu dingin namun cukup untuk membuatku merapatkan jaket secara otomatis. Jongin malah tidak terlihat kedinginan sama sekali, ia hanya mengenakan baju hangatnya tanpa jaket. Dan masih mengamati muffin ditangannya. “makanan ini bukan seleraku.”

“Oh ya?” aku menggigit sedikit muffinku, dan Jongin menatapku tanpa berkedip.

Nampaknya pria ini sedikit tergiur karena tidak lama setelahnya Jongin mengigit kecil muffin dari samping, mengunyahnya dengan gerakan lambat lalu menelannya. Aku bisa melihat pergantian di raut wajahnya yang signifikan. Aku tau muffin ini enak dan Jongin tidak bisa mengelak. “Bagaimana?” Tanyaku dengan senyuman jahil.

“Mungkin aku patut menyesal.” Kemudian dalam hitungan beberapa detik saja, muffin itu habis dilahap oleh Kim jongin yang mengatakan kalau muffin bukan seleranya.

Lucu sekali.

Malam itu kami menghabiskan waktu dengan mengisi perut berbagai macam makanan masuk begitu saja tanpa memikirkan berat badan yang menjadi resiko besar bagi kami berdua nanti—apalagi aku; karena aku wanita, tentu saja—dan Jongin tidak mau menggunakan transportasi apapun dan memilih untuk berjalan saja karena menurutnya malam begitu panjang dan akan menjadi bosan jika dilalui didalam mobil. Walaupun kakiku pegal sekali tapi toh aku tidak menolak, aku tidak tau kenapa.

Terakhir aku melirik jam tanganku, jarum jam berada tepat pukul satu pagi. Dan aku mengeceknya sekitar sepuluh menit yang lalu jadi dipastikan kalau saat ini sekitar pukul satu lewat dua puluh atau hampir setengah dua pagi. Kami berdua duduk disebuah kedai dengan berbagai soup dan teh. Aku duduk berhadap – hadapan dengan Jongin.

“jadi bagaimana bisa kau putus dengan kekasihmu?”

Aku tidak tau bagaimana Jongin bisa berpikir untuk menanyakan hal ini sementara aku tidak pernah bercerita tentang apapun perkara kisah cintaku dimasa lalu. Dan dia bertanya seolah sudah mengenalku sejak lama. Kenyataannya tidak.

“Kenapa kau tiba – tiba menanyakan hal ini?” aku mengaduk – aduk teh dengan gerakan lambat, kedua pandanganku terpaku pada larutan teh hijau yang masih mengepulkan asap karena panas.

“hanya ingin tau.”

“Ini topic sensitive bagiku.”

“bagaimana bisa?”

“Ini topic sensitive bagiku.”

“bagaimana bisa… hal itu sensitive terhadapmu?”

Aku meletakkan sendok diatas meja dengan agak kesal lalu mendongak kearahnya. “Sudah tau kalau ini sensitive dan kau masih bertanya juga. Just.. stop it.”

Tetapi anehnya Jongin tidak merasa kaget, justru ia hanya meyeringai seolah sudah mengantisipasi kalau aku akan marah. “Okay.” Jongin mengalihkan pandangannya kearah jendela; menatap jalanan sepi yang agak lembap karena hujan tadi.

“Jadi kenapa kau putus dengan kekasihmu?” tanyaku balik. Jongin masih menatap keluar jendela, kemudian tatapannya berubah menjadi sendu… aku tidak tau apakah ini karena pertanyaanku atau bukan.

“itu juga topic sensitive bagiku.”

Aku memutar bola mata. “oh ya? Kau membawa seorang gadis sekitar tinggi dengan tas Prada dua minggu yang lalu kedalam café, dan selang beberapa hari setelahnya kau membawa gadis yang lebih pendek dengan potongan rambut aneh ke dalam café. Aku yakin putus dengan wanita bukanlah topic sensitive bagimu.”

Jongin menoleh kearahku lalu tertawa. Kini kedua matanya berubah menjadi cerah kembali. “Hei apa kau memperhatikan pacar-pacarku sedetail itu? Dan…. Memang bukan topic sensitive… bagaimana bisa menjadi sensitive, aku saja tidak pernah memakai perasaanku.”

Dasar gila. Ucapku dalam hati pada pria satu ini. Dan ingin sekali aku meneriakkinya tapi sepertinya terlalu kasar. “Benarkah? Lalu dengan maksud apa kau mengencani mereka semua?”

Jongin hanya menaikkan sudut bibirnya; membentuk seringaian penuh maksud yang langsung aku ketahui artinya. Lalu ia memasukkan satu sendok cream soup kedalam mulutnya.

“dasar gila.” Kali ini aku tidak peduli mau terdengar kasar atau tidak.

“Aku tidak pernah memaksa, yang benar adalah… mereka mau saja menuruti mauku dan berharap ada suatu perasaan yang lebih dari sekedar ‘teman tidur’ setelah kami sex. Mereka hanya wanita – wanita bodoh yang terlalu banyak berharap.”

“Setidaknya mereka wanita dan kau harus menghargainya. Mereka punya kehormatan yang kasat mata, kau tidak boleh seenaknya menghancurkan kehormatan mereka.”

“aku tidak pernah menghancurkan kehormatan mereka. Sekarang, aku Tanya pendapatmu, bagaimana kalau ada seorang wanita cantik yang sengaja membuka dua kancing kemejanya sambil mengerling nakal ketika sedang mengobrol dengan pria? Aku normal. Aku punya hormone. “

Aku memiringkan wajahku menatap Jongin, menatapnya tidak percaya kemudian menggelengkan kepala. “bitch.”

kalau kau bisa menghormati mereka, pasti kau bisa mengenyahkan nafsumu. Bayangkan saja… jika ada seorang pria sepertimu yang melakukan hal itu pada ibumu. Apa kau tidak marah?!”

Jongin mengeluarkan tawa miris, aku tidak tau kenapa tapi ia terdengar menyedihkan. “Aku tidak pernah menghormati ibuku.”

Aku mencoba mencari celah penyesalan diwajah Jongin ketika dia mengatakan hal itu, namun aku tidak menemukannya. Hanya ada Jongin yang keras seperti batu, yang tidak berperasaan, bahkan ketika ia berbicara tentang kehormatan ibunya. Betapa buruknya pria ini, dan seharusnya aku berlari kabur sekarang juga.

Seharusnya.

Tapi aku..entah kenapa, merasa kasihan padanya?

“Hei aku punya penawaran bagus untukmu.” Jongin menatapku dengan tatapan dinginnya—dan sepertinya aku sudah mulai terbiasa dengan hal ini.

“Penawaran bagus? Jangan bilang ini tentang—“

“Tidak ada seks atau apapun yang bisa melukai kehormatanmu, wahai Putri Emansipasi Wanita. Kali ini maksudku baik.”

Aku mendengus kesal. “Apa?”

“Kemarin malam salah satu staff dari Public Relation di perusahaan mengatakan kalau mereka sedang membutuh penerjemah bahasa Jepang yang akan membantu merka untuk berkomunikasi dengan pasar marketing Jepang. Entah kenapa aku langsung teringat denganmu, dan walaupun gaji nya tidak begitu banyak tapi aku rasa kau membutuhkan ini?”

Aku menatapnya selama beberapa detik. “kau serius?”

“Ya.”

“Tapi latar belakangku… aku dari panti asuhan. Apakah kau sudah memikirkan tentang hal itu sebelumnya?”

“ya…. Itu tidak masalah.”

“aku menerimanya.”

Jongin mengeluarkan tawa menyebalkannya. “Dasar impulsive.”

“tapi.. kau serius kan?”

“Ya..ya.. aku serius. Kenapa kau curiga sekali, Putri emansipasi wanita.”

“berhenti memanggilku begitu!” dan Jongin hanya tertawa.

“Dasar keparat.”

“Wow… wow… sudah berapa kali kau berkata kasar hari ini, Miss?”

Aku mengabaikannya dan mengalihkan pandanganku pada sup yang masih tersisa, lalu menghabiskannya. “Hei mungkin kita harus pulang. Aku ada urusan dan harus bangun pukul sepuluh pagi.” Jongin mengecek jam tangannya. “Tulis alamat Sekolah Rakyat itu dan aku akan kesana setelah selesai dengan urusanku besok.”

Aku membuka tote bag-ku lalu mengambil notes dari dalam beserta pena. Aku menuliskan alamat sekolah rakyat tersebut, menyobek notesnya lalu meletakkannya didepan Jongin. “Pukul dua siang aku selesai mengajar, jadi jangan lebih dari pukul dua atau kau akan sia – sia saja.”

“Oke. Dan aku akan memberitahumu lebih lanjut tentang pekerjaan barumu. Deal?”
Jongin mengulurkan tangannya kearahku dengan senyum konyolnya. Aku menatap uluran tangannya selama beberapa detik lalu mengulurkan tanganku sambil tersenyum. “Deal.”

“Thank you, friend.”

“Same here, friend.”

***

 

Author’s Pov

 

Jongin membuka pintu kamarnya, mendapati kamarnya yang gelap dan hanya disinari oleh cahaya bulan yang menyusup malu – malu lewat celah – celah jendela. Ia menyalakan lampu kemudian merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Teringat dengan janjinya untuk pergi ke sekolah rakyat besok siang, ia mengambil notes yang Sebyul berikan padanya. Jongin merogoh sakunya kemudian mengambil notes berwarna kuning dengan deretan tulisan disana. Alamat sekolah rakyat tersebut.

Lalu ia membalikkan notes tersebut tanpa maksud, dan tidak sengaja menemukan tulisan yang lain disana.

Kalimat yang ditulis dengan tinta berwarna hitam pekat, berbunyi…

‘Respect your mom, Kai’

 

 

 

 

Tbc

 

 

 

 

Advertisements

165 thoughts on “[4th] DESIRABLE”

  1. Jongin bilang “Makanan ini bukan selera ku”
    gigit sedikit langsung bilang “Seperti nya aku menyesal” muffin nya habis dalam sekejap hahaha.

    Untung nya jongin gak setonggos kris /apa/.
    Jadi ingat Kris makan ayam sambil tertonggos-tonggos. Gaya banget bilang “chicken is not my style”, tapi dimakan juga lol.
    nice ff, ya alwayssss. ditunggu next capt sama TSOT nya ya kak! 😀

    1. plis ngakak sangat dibagian tonggos hahaha entah kenapa suka melas sama kris kalo dikatain tonggos yaampun dia kan ganteng banget ; ;
      oke, tungguin dan doain aku ya :’)

  2. Huaaaaaaaaaa uri krisu benar2 jadi inspirasi banget ya eonthor? Muahahahahahaa xD Sumpah ngakak ya disitu xD astagpirulohhh.~ dann…. Wuahhhhh eonthor ini kerennnnnnnnnnnn DAAAAAEEEEEEEEEHYUN/? sekalehhh.. Eh._. Daebak maksudnya-_- tp enakan daehyun deh._. Karna aku sayang abang daehyun:3 /? *apaini-___-*.~ Aku sempet bingung sih sama alurnya karna yg part sebelumnya kan..Ehm..Eonthor melarang keras under 17 baca part 3 ehm¬_¬.. *ceritanya pundung/?* *woy-_-* ~~yaa tapi gapapalah, aku masih sedikit masuk sama ceritanya. Biarlah part 3 itu berlalu walau penasaran terus menghantuiku/? *plis ini menggelikan!!-____- gaje abis astagpirulohЩ(º̩̩Дº̩̩щ)* ~~okelahh aku cuma bisa bilang ini bagus keren ulaula~/? Karna aku cuma reader rada/? sarap yang bisanya mujiiiiii doang=—–= mana bahasa nyolottudemeks=——= APA KATA ENYAK DIRUMAH?!!w(;A;)w *tuhkantuhkan gajelas lagi-____-* ~Abisnya mau gimana lagi eonthor? Emg ini keren binti ajaib/? *lho-_-* jadi aku cuma bisa mengutarakan ada apanya/? eh..mksdnya apa adanya.___.v aku udah bingung berkata2 kalo itu ff emg keren=..=v Dan! Oiya! Aku punya permintaan eonthor’-‘/? *berasa aladin/?-_-* ~~nanti endingnya jangan cekitcekit juseyohhh~ nanti buatnya hepi hepi ending aja ne~ ;;;;;;;) *winkwinkturbo/?* *kelilipan seketika-_-*. Dann aku demen sm kai-seb
    yul~ satukan mereka ne~(˘▾˘~)(~˘▾˘)~ muehehehee:3

    Udah ah, aku kalo comment kgk jelas abis-_- apa aja yg lewat diotak langsung diketik-_- mana commentnya kgk mutu;;_;; *ngais2 semen/?* ~~jadi yasudahlah kusudahi dulu.~ WOOKEEEHHH I’LL BE WAIT FOR THE NEXT!! NEXT TA’ TUNGGU! TA’ TUNGGU SI NEXT! BILANG KE SI NEXT’ TA TUNGGUIN DIPENGKOLAN DEPAN/??? *woy-_____-sarap-_-*

    *TRING* /ilang ditelan sumur tua(?)/

    1. HAHAHA AKU PUSING BACA KOMEN INI dan isinya juga macem2 jadi bingung mau balesin apa wkwkwkwk intinya kamu gaboleh baca part 3 karena dibawah umur dan mau minta sampe mengais2 semen pun ga aku kasih 🙂 (jahat banget kan) but you know that i love you hix :”)

  3. Wae Kai selalu jd nappeun yeoja di kebanyakan ff yg aku temui? *takdir* lol~

    Kai dr awal udh tertarik yaa sama Saebyul, bilang manis gitu saat menyesap kopinya padahal maksudnya itu tu yg manis si Saebyul hahahaks
    Dan sekarang pakai nanya” kriteria laki” Saebyul segala….

    Kapan mereka nikahnya??Jangan lama” ya, kasihan Saebyul, doi kayaknya ingin disayang benaran (banyak nuntut nih) hehe

    Lanjutkan! Keep writing and fighting!! ^^

    1. nappeun yeoja nih beneran bukan nappeun namja :’)
      ya biasalah kalo cowo kan sukanya modus ya kaya jongin lagi modusin sebyul. tapi di modusin jongin ya doyan2 aja ya siapa sih yang ga doyan wkwkwk
      kapan nikah? kapan-kapan ya kalo lagi kepepet *kode
      😀

  4. Aq komen part 3 disini juga ya.
    Part 3 sm 4 ini entah kenapa aq dapet bgt feelnya.
    aq sampek baca berulang.ulang di beberapa adegan yg menurut aku nyenengin dan bikin senyum2 sendiri.
    entah knp aq berharap sebyul itu hamil. hahaha
    biar mereka ber2 terikat/?
    Tapi suka juga sih sama hubungan jenis ini(?) deket saling membutuhkan cuek satu satu lain sering berantem tapi akhirnya hepi ending.
    oke. bingung mau komen apalagi.
    ditunggu nest chapternya juga the second of telepathynya.
    Keep writing ^_^

    1. okesip ini krisingstars di twitter kan?
      hehehe kalo kamu tau radit&jani, percintaan sebyul sama jongin juga semacam mereka yg cuek2 nakal, rebel, tapi sayang. tp ntar banyak (banget) konfliknya (pasang tanduk)
      thx u xoxo

      1. Iya ini krisingstars yg ditwitter. kok tau sih??? 😀
        hahaha. tapi untung si jongin kaya raya. hidupnya ga semiris radit jani.
        pasti konfliknya berat dan bikin nyesek #soktau
        jongin pas bgt ya kalo jadi karakter cowo brengsek gini, tapi sekalinya romantis…………
        Ahhhhh… bikin melted.

  5. wohohoho.. mau dong di sodorin credit card hhahaha XD wohh itu bagian jongin bilang muffin bukan seleranya lngsung ke inget duizhang.. hahhaha XD

  6. chap dpn g pake NC ya, krg cocok sm alur cerita yg sgt rapih.
    saebyul mulai naik kah statusnya di next chap..
    gw berharap saebyul bisa jd sosok yg anggun n high class sjk deket sama kai.. tp tetep saebyul yg simple.
    ngerti g thor, gw yg jelasin jg belibet
    fighting chap 5 (g pake lama y. udah musim liburan kan)

    1. Aku kapok bikin nc pake bahasa sebernya. Kesannya awkward aja gatau kenapa. Rencana mau kin desirable english vers dan mungkin nc nya aku tumpahin disana semua hehehehe. Btw iyanih uda dapet liburan!!! Seneng banget. Doain cepet update ya 😀

  7. Kyaaaaaaa, ru tahu sudah di post. kemarin2 aku cek lum ada. hehehe
    Wah Jongin semakin merhatiin Sebyul begitu, sebaliknya sebyul juga mulai perhatian padanya. Apa mungkin ada masalah antara Jongin dan ibunya? tentang penawaran jongin tadi, aku kira jongin mau nglamar sebyul,. wkkwk. eh ternyata mau ngasih pekerjaan. hhee

  8. kalo part 4 udah keluar gini jadi lupa sama apa-yang-nggak-harus-dibaca di part 3 hehe. nggak baca part 3 nggak bikin jalan ceritanya putus ya, masih tetep nyambung, tetep greget huhu. ditunggu part 4 nya!! oiya, sama the second of telepathy part 8 nyaa!

  9. bingung :3 maklum sekali baca langsung part 4 -_- *plakk
    suka sama karakter sebyul disini hahaha XD emansipasi wanita wkwk
    eh pas bagian muffin itu jadi keinget kris wkwk XD
    keep writing 😀 ditunggu next chapter ya 🙂

  10. haha kreaseeee style… muffin is not my style (aq ngekek bacanya, inget ‘the hypocrite Gege’, hehe…)

    Sebenernya Kkamjong cinta ga sih ma Saebyul? n masih penasaran, kenapa Kkamjong sangaaaat tertarik ma Saebyul
    di tunggu kelanjutannya, keep writing authornim ^^

    btw aq nemu typo 😉

  11. Eh iya deng salah, mian hahaha maksudnya nappeun namja (salah ketik, hahha)… si KAI mah ga cocok di bilang nappeun yeoja, ga ada tampang kemayu”nya lol
    Oh jd author mau ya dimodusin KAI?? si Kereta Api Indonesia itu???? (pakai sebut merek segala!! dih. kkk

    Eh iya dong nikah dong mereka, udh clop bgt lho itu~ 😉
    Hm, kepepet? Maksudnya apa nih? Ambigu~ hihi.. kalau kepepet yg dimaksud a/ kalau si Saebyulnya hamil oke, tp yg lainnya??molla
    Author main kode”an nih~~ lol

    Sippo,, hwaithing ne!! ^^
    Don’t take too long, pls 😀 #peace

  12. tambah seru kak, aku anggepnya ini chapt 3 bkan chapt 4._. pikiranku masih kebayang” sama chapt 3 saking penasarannya huaaaaa aku pen baca chapt 3 /garuk aspal/

  13. gatau knpa ff mu keren2 semua, suka bgt ><
    bingung mau komen apalagi, lanjut ya kak thor 😉 jgn lama2 pls

  14. mkinn serruu ajaaa ..
    Aigo thorr next partnyaa jgn malama nee 🙂

    Oiaa twitter aq ga dpet yaa 😦 aq mau mnta pw part 3nyaa :/

  15. kok adegan muffin berasa langsung inget yayang kris yaa ? *gubrak*
    aku suka bagian ini !!
    “Thank you, friend.”
    “Same here, friend.”
    >//////<
    berasa bnr" udh sobatan gitu.hahaha *plak*
    ditunggu next chapter nya author keceeee :3

  16. thooorr!! nekseuuuuuu!!!! >_<
    yakinlah thor, sungguh, serius, daku jd penasaran sm part 3nya :""(((
    laaah ini sebyul sama jongin nya buru2 dibuat pacaran sih thor, kasihan(?) ngeliatnya. ufah aku gitu kok :"")))))

  17. Krn ga nahan pengen baca nih ff jadi langsung aja deh hehe abis di sms minta password belum di bales
    And one more time daebakkkkk

  18. ah bingung bilang apa..

    gw suka respon.a kai pas sebyul ngehujat kai
    ”Wow… wow… sudah berapa kali kau berkata kasar hari ini, Miss?”
    jiahahahahaha

    thor buat mereka bersatu yah 😀
    next tak tunggu selalu .. gomawo

  19. Ternyata Sebyul itu waktu kecil udah hidup di panti asuhan. Kasian banget~~
    c.h. 5 nya belum ada ya?
    aku penasaran kira-kira kai ga hormat sama ibunya itu kenapa??

  20. Kira2 kenapa ya jongin ga hormat sama ibunya??? Next chap ditunggu thor.. Tetep semangat ya nulisnya.. ^^

  21. yehet..berlanjut deh hubungan kai sebyul..semoga mereka punya perasaan dan nikah deh ..
    author ditunggu banget loh kelanjutannya…udah 4bulan nih,,
    plisss author lanjutin ya ,,hehehe 😀
    semangat terus ya ,,jangan patah semangat !! ayo Semangat !!>>> 😀

  22. Anyeong chingu,aku reader baru disini. Sumpah karya eonni amazing bgttttttttttt,kapan di next? oh ya boleh ga aku nulis fanfic yg terinspirasi karya eonni yg telepathy itu.Aku cuma ngambil istilah demonnya,soal seperti apa demon,karakteristiknya kayak gimana terus definisi demon aku beda bgt sama eonni. Boleh ga aku nulis ff kaya gitu?? aku gak jiplak karya eonni sama sekali kok,sekali lagi cuma demonnya aja ters ini demon versi aku.Boleh gak?kalo gak boleh jg gak apa-apa,makasih eonni mohon repson yaaa 🙂

    1. Hai… Pertama2 makasih udah suka ff aku 🙂 thats okay honey kalo mau ambil istilahnya aja gapapa at least kamu udah minta permission sama aku. Kadang2 ada yg copy ide aku tnp permisi gt rada kesel sih sbnrnya hehe tp kalo kamu ambil konsep demonnya gapapa umm mungkin kmu bisa kasih credit di ff kmu? Misal kaya kasih link ke blog aku tntg konsep demonnya itu kamu terinspirasi dr ff aku. Hehe. Gmn?

  23. Mampir lagi ke chapter ini~~~~ agak lupa sama prev. story-nya hihi.
    Akhirnya kembali update!! Nan johayo :))

  24. haloooo~~~
    ak pndtang baru diblog ini,,
    ktny sbgai syarat dpat pw buat yg ke3 harus komen hehehe. tp sumpah pendatang baru kok.
    crtany bgus, alur ny nggak kacau. hehe

  25. author…jongin nya buat gue aja..dia baik banget menghibahkan credit cardnya..gue jg mauuuu wkwkwk gue suka ffmu ini feelnya dapat..daebakk thorr..

  26. Aduh pacar lama sebyul siapa sih thor? Penasaran nih hihihi well aku suka cerotanya, ditunggu ya selanjutnya keepwriting! Fighting!

  27. Duh aku masih penasaran sama mantannya sebyul >.<
    Scene nya yang muffin jadi keinget kris `chicken is not my style` haha ^^
    Lanjut ya?

  28. kyaaa kai aku suka bngt banget karakter dia yg bad boy gitu…
    itu pas di akhir nemohok banget thor, knp mendadak terharu ya

  29. Nahlo, kai badboy banget
    Suka sama masalah yang dibikin, kenapa sih kai ga suka gitu sama ibunya?
    Fighting lanjutinnha

  30. yailah sok sok-an lu kai ga suka makan muffin makan daon aja di habek juga(?)
    ok thor mau baca yg selanjutnya wkwkwk

  31. aku ketinggalan part 3 karena di password, 😦

    sebenernya ada apa dengan jongin dan ibunya?? kenapa dia kayaknya benci sama ibunya??
    belum ada tanda2 saling suka ya antara kai-sebyul?? hehehehe

  32. Nungguin authornya balas mentio sekalian bagi pw part 3nya, lonvat aja baca part ini. Xixixixi jm 1lewat masih keliaraan aja sebyul ini. Kai juga modusnya kelamaan kenapa ga laangsung tothe point. Next baca part 5nya dulu

  33. thor, aku langsung baca aja part 4 nya, hapenya gak aktif y thor? soalnya sms gagal terus :3
    yasudahlah aku baca aja part 4 nya langsung :’)

  34. Eheeeeii bener2 ONS doang, sekali doang *apa coba* heem aku sempat liat di reply komenmu , di blg nantinya selain ONS jongin juga butuh yg lain dr sebyul, apa ya? Meluruskan jalan sesatnya kah? Ededededuuu

  35. Wkwkwkwkwk,,, This cake isn’t my style… Kayak si kris aja… Aku suka karakter jongin disini yang bad boy-bad boy gimanaaaaa gitu…

  36. wahhh da wiskulnya jg….hobiny sama dunkk….kerenn slalu ffny….pngennya bca trus…..pokokkkny kutunggu slalu lahh next partny…B-)

  37. baru aja kemarin aku ngulang nonton showtime dan liat Kris ngomong ‘chicken is not my style’ eh ada kalimat Jongin gak suka muffin. hahhahaha, tapi dr porsi tampang dan tengil, kayaknya yg lebih cocok ngomong gini tuh Jongin 😀

  38. omooo tmbah keren dan aku suka hiks
    tp rada gantung gmn gtu soalnya blm bsa bca part 3 T.T
    aku bingung mau puji gmn atau kritik gmn;~;
    yasudah saya baca lanjutannya saja ya eonni ><

  39. Keren bangeett. Karena aku ga sabar nunggu PW jadi aku buka dulu aja yg part 4 haha 😀 keren ihh kayak teman tapi mesra 😀

  40. gw skip part 3 karna diprotect dan trll penasaran baca lanjutannya hehehe
    mgkn karna ga baca part 3 nya, jadi banyak missing link, tp terlepas dr itu, emang udh ada yg missing duluan, kaya di part 1, knp jongin tau nama si cewe,disini juga kesannya kaya dia udh kenal sama si cewe. okeee sotoyness overload gw.
    dann, nyonya author, part 3 isinya apaan sih, karna diprotect dan dilabelin mature, jadi mikir ada inappropriate content, tapiiii sepertinya disini dikasih kesan si cewe dan kai ga ngapa2in, boleh spoiler dikit gakk

    1. mumpung aku masih bangun, aku reply sekalian yaah.
      part 3 emang explicit, jelas ada inappropiate content nya hahahaha kalo mau tinggal minta passwordnya aja asal umur sudah memadai.
      spoiler nya apaan yeh, emang cuma itu doang si isinya. smut, nc, whatever you call it. XD

  41. gw skip part 3 karna diprotect dan trll penasaran baca lanjutannya hehehe
    mgkn karna ga baca part 3 nya, jadi banyak missing link, tp terlepas dr itu, emang udh ada yg missing duluan, kaya di part 1, knp jongin tau nama si cewe,disini juga kesannya kaya dia udh kenal sama si cewe. okeee sotoyness overload gw.
    dann, nyonya author, part 3 isinya apaan sih, karna diprotect dan dilabelin mature, jadi mikir ada inappropriate content, tapiiii sepertinya disini dikasih kesan si cewe dan kai ga ngapa2in, boleh spoiler dikit gakk? *kicked* terbang ke part 5

  42. Wawawaw aku suka relations nya mereka T,T but suddenly Kris style appear wkwk 😀 keep writing thor!!

  43. Hay lagi! 😀 langsung loncat ke part 4, gabaca prev part nya -part3- jadi liat ‘suasana’ part 4 tuh aku harus rada mudeng dikit haha karna yaa part 3 nya berisi orang-orang yg sudah mature, tapi bukan berarti aku masih immature, I’m just currently in phase to get my maturity 😀 dan emang rada males minta pw nya hehe 😀
    Masih harus mikir kaya ‘mereka emang udah one-night-stand? tapi ko gacanggung yaa’ atau ‘tapi kalau emang mereka ga macem-macem kenapa kai udah maen langsung aja bayarin bayaran sekolahnya junhong, apa ada hal lain? dan pastinya author ga akan ngeprotect kalau ga da yg “macem-macem” ‘ aah bingung tapi yaudahlah =D
    Scene cute itu waktu si dua orang yg katanya gapercaya cinta saling buly tolol-tololan haha so funny =))

  44. ahhh penasaran bangett. kenapa pendek yaa 😦
    semangat semangat!! pokoknya kai harus ada dijalan yang benar kl sama sebyul kkkkk
    lanjut yaa 😉

  45. Ahh gmana ni aku semakin kecantol sama ff ini. Thor ada beberapa typo tapi over all keren banget ff ini gak ngebosenin. Aku agak nyesek waktu jongin bicara tentang ibunya huh benar*tu anak. Maaf thor aku gak komen di chapter 3 soalnya seperti pesan author gak boleh buat anak di bawah 16 tahub jadi aku nurut aja de’ tapi aku ngerti ko ceritanya… ok aku izin baca next ya thor. Keep writing and keep moving forward 🙂

  46. waaahhh…q reader cukup baru.
    yang part 3 masih q skip niy, belom dapet password.
    hahahha.
    ini authornya umurnya berapa??? keren banget diksinya ;P

  47. Haihaii! Akhirnya karena penasaran baca yg ke 4 dulu.. hehehe
    Suka banget sama tipe fanfic kaya gini, bad boy bad boy itu, cewenya jual mahal.. kikiki
    Kereeennn!!!

  48. karena rasa keingintahuanku besar banget, alhasil aku melompat ke chapter 4 dulu sambil nunggu dapet pw darimu thor 😀

  49. lohaaaaaa eon;-) akhirnya aku sempet baca, huhuhu
    kai luculuclucu, wah pas baca part ini jd keinget bang galaxy kris.huhuhu
    ceritanya keren, bahasanya juga rapi, trus jalan cerita nya juga gk bisa ditebak..
    tak tunggu ff2 eonnie yg lain..
    keep writing:-)

  50. Sedih pas di bagian kai bilang “makan ini bukan selera ku ” keingat si kris 😥

    Hubungan gantung gitu ya ? Aku suka sulit di tebak …

  51. annyeong… aku reader ffindo tapi aku tertarik keblog kamu salam kenal ijin ikut baca ya disini

    annyeong….

  52. abis baca part2 langsung liat ke sini eh disini udh ampe part6. But, i’m not read the part3. I’m not found it. -,- tp suka sama part ini meskipun sedikit jengkel krn ada unsur pemanfaatannya. I hate it

  53. Suka suka suka suka bgtt stlh ngikutin dri chap 1-4 .kereen ffnya,kata sma kalimatnya pas gtu,jd enakk bcanya . Ada gaya kris 😦 si tiang listrik yg slalu dirindukan

  54. hmmm walaupun kai pervert tp ada sisi baiknya juga 🙂
    jd keinget kta” kris pas kai mkan muffin “is’t my style” 😀
    aaigooo udh g sbar niech pgen cpt” mreka udh sdaar sma prsaan mreka msing”
    next thorr..
    kep writing^^

  55. Kai ada masalah apa sama ibunya sampe ga pernah ngehormatin ibunya gitu? ‘-‘
    Kai beneran bakal dateng ga yaa ke sekolah itu? Hahaha penasaran
    ahh satu lagi kapan kai sama sebyul nikah? Greget nih
    dan ga tau kenapa pingin sebyul itu hamil grgr kejadian di chap 3 hahahha XD *evil banget*
    tapi gapapa deh yg penting nanti semofa aja kai sama sebyul nikah yaa hihihi:3

  56. Hai thor, salam kenal…
    Aku baca ff ini dari blog sebelah
    Ff nya bagus thor. Keep writing.
    Sukses buat ujiannya

  57. si kai jadi bad boy gitu krn faktor kluarga yaaa, kasian sih yg 1 ditinggalin gitu aja eh yg 1 ada org tua tp ga di hormatin ckck
    okeoke lanjuttt

  58. Uh hah huh hah(?)
    Ahahahha..
    Bagian endingnya itu loh..
    ‘Respect ur mom’ behhhhhhhhhhhhhh
    Bguss sukasukasuka wkwkwkwkwk
    Lanjut next part ya hihi

  59. Super seruu..knapa sama masa lalu mreka berdua? Pengen tauuuu..lanjut baca dehh..btw..ditunggu pw chapter 3 nya ya hehe

  60. jadi kangen sama Kris kalo udah scen muffin di atas
    pasangan aneh, tapi lucu 😀
    well, mereka memang baru kenal, tapi udah blak-blakan gitu
    oh y thor, tadi aku nemu bbrp typo, tapi g parah kok 🙂

    ditunggu pw chap 3 nya thor 🙂

  61. cocok banget kai karakternya begitu.. suka banget ff ini.. serius deh kaya berasa baca novel:)

  62. Aaah miin ini bneran bikin penazaran loh ffnya.. selalu ada hal baru yg aku temuin disini

    Dan itu kalimat jongin pas scene muffin bneran keinget kris huhu

  63. ada apa sama jongin dan ibunya? keluarga kai bermasalah ya? /soktau/ pas baca bagian lagi makan muffin itu lucuuu, senyum2 sendiri ngebayanginnya wkwk. keep writing ya thor, ditunggu pass chap 3 nya 😀

  64. aku baru aja baca part 1-3 di ffindo
    langsung meluncur ke wp pribadi authornya n berharap udah ada lanjutannya
    n ternyata emang ada!!! 🙂

    g sabar nunggu perkembangan hubungan mereka

  65. ya ampun thor, pas muffin tu langsung inget kris..inget kris langsung inget mediasi yg gagal…Aq jdi pengen nangis.,

  66. Hai thor aku readers baru, bagus banget thor. Sblumnya udah komen sih di blog yg laen trus buka deh blog author, eiit trnyata ff ini udah smpe part 7
    ijin baca2 ya, trus abis buka puasa mau minta pw author buat baca chap 3
    mksih

  67. hihihi akhirnya ada yg bantuin sebyul biayai sekolahnya adiknya, dpt kerja lagi wah mungkin kehidupan sebyul mau berubah nih.
    jongin tuh dengerin pesannya sebyul

  68. Eonn, aku baru menjelajah ke wp mu.kkkkkk. Aku sempet nulis coment di saykoreanfanfict, yang chap 1-3nya, owwhh, ada kata2nya mr. Galaxy 😦 aduh, keundae, makin seru aje ni epep, geurae, next^^

  69. /teleport dari ffindo kesini/ hai thor, akhirnya aku tiba juga disini /lap keringet/ XD
    ternyata bener kata authornya, chapter 3 yang di ffindo itu ngambil scene dari chapter 4, pantes jadi pendek ceritanya T.T
    aku suka perkembangan hubungan sebyul sama jongin 😉 semoga mereka cepet-cepet nikah deh yaa, haha

  70. Oh g nyangka hubungan sebyul dan kai jd seperti ini..
    Q masih penasaran bgt ttg perasaan kai..kalo memang bener hanya membutuhkan teman j kenapa harus mengincar tubuh sebyul?

  71. Stelah beberapa hari gak dibales buat minta pw yg part 3, akhirnya berniat buat lanjut ke part 4 tanpa baca yg part 3 nya wkwk

  72. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA INI EMANG KERENNN >….<

    oyya… soal penulisannya ada beberapa yg ngeganjel… diperhatikan juga ya buat nama tempat dan nama depannya. kayak kalimat yg paling awal itu hheee tapi kalo menurutku… hal2 kek gitu sihh lumrah ajjaaa… bisa dianggap kekhilafan :3 tapi intinya sih aku tetep suka ceritanyaa :3 apalagi karakter2 disini :33

    trus buat scane yg terakhir itu… kalo aku tebak nanti si Sebyul jadi perhatian gimanaaa gitu kan sama si Kai X""D mereka sama2 keras kepala tapi keknya juga sama2 saling ngasih dukungan tanpa sadar–mungkin ._____. *sok nebak*

    okkke semangat menulis yakk X)

    1. keknya kepotong -__________- aku kirim ulang yakk
      AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA INI EMANG KERENNN >….<

      oyya… soal penulisannya ada beberapa yg ngeganjel… diperhatikan juga ya buat nama tempat dan nama depannya. kayak kalimat yg paling awal itu hheee tapi kalo menurutku… hal2 kek gitu sihh lumrah ajjaaa… bisa dianggap kekhilafan :3 tapi intinya sih aku tetep suka ceritanyaa :3 apalagi karakter2 disini :33

      trus buat scane yg terakhir itu… kalo aku tebak nanti si Sebyul jadi perhatian gimanaaa gitu kan sama si Kai X""D mereka sama2 keras kepala tapi keknya juga sama2 saling ngasih dukungan tanpa sadar–mungkin ._____. *sok nebak*

      okkke semangat menulis yakk X)

  73. Auhhhhh pdhl bru mulai berteman..tp rsax ko hangat banget ya hubungan mereka..saling bantu gtu lg..blm mulai ad cinta kan ya haha

  74. hubungan Kai sama Sebyul bener-bener menguntungkan. Sebyul bisa dapetin apa yang dia mau begitu juga Kai walaupun aku geregetan karena masih belum ngerti motif tersembunyi-nya si Kai. Udahlah kalian serius aja sana pacaran huft.. akusih nebak kalian akan berakhir pacaran ya haha

  75. kkamjong~ napa lama-lama jadi bikin melting gitu~ sumpah :3
    alurny makin bkin penasaran dan ZELOOO orang imut itu adik sebyul ><
    hwaiting for next chap!!

  76. yups respect your mom Kai even how noisy she is ,,, hey disini mereka keliatan seperti partner in crime

  77. ahhh makin bikin penasaran chingu. Itu kai sebyul lucu amat yaaah hubungannya. Hehehe suka sm karakter jongin yg dingin & player kelas kakap gt~
    ijin lanjut bacaa yah

  78. Desirable yg disini beda ya sama yg di ffindo?apa sama?wkwk
    Mereka sama sama kasar tp cocok wkwk niceu ff yaps;)

  79. mereka berdua frontal banget ya hahaha
    aku rasa kai tertarik sama sebyul
    mereka juga udah saling terbuka walaupun masih tahap perkenalan
    lanjut baca next chapter

  80. HWAAAHAHAHAHA NGAKAK. KRIS INSPIRASI BGT YA. SUAMI W ASTAGA. BTW DISINI AUTHORNYA LBH SUKA KRIS ATAU KAI? HAYOOO WKWKW.

    AH AKU MINTA PASS CHAPTER 3 NYA TP EONNIENYA GA ON ONㅠㅠ AYOLAH ON EON. BANYAK YG NANTI CHAPTER SELANJUTNYA TRS PASSWORDNYA JUGA. OMEJI

    PENASARAN SAMA CHAPTER SEBELUM NYA SOALNYA KAYANYA ADA MASALAH GT DI CHAPTER SEBELUMNYA ANTARA KAI SAMA JOSEBYUL NYA/? KURANG NGERTI JUGA PAS BACA YG JNI SOALNYA GA BACA YG SEBELUMNYA ㅠㅠ TP GAPAPALAH W SETIA MENUNGGU KOK. LOVE

  81. ff ini aku bgt aaaaaa:” slm aku membaca ff exo kai, yg u bayangkan adalah sifat nya yg seperti ini.. ughh.. ohya authornim mngkn tau author dantEXO? itu jg slh satu authro fav aku ^^
    dan aku menyayangkan sifat jonginbyg ga respect sm ibunya. krn yg aku yakini sampai skg adalah “mom is everything” well ini keren skl 🙂 aku lanjut bca ^^

  82. Omg heloooww ternyata kai baik bgtzz lho yaa walaupun saat dy mau bantuin sebyul caranya agak ekstrem bgtzz, tapi aq ska karakternya…
    utk sebyul kau hrs semangat sll dlm jalanin hidup ini, utk kai knp kau sgt benci sm ibumu??
    apa ibunya dlu melakukan kesalahan besar sm kai sehingga kai benci bgtzz sm ibunya..
    sebyul perhatian bgtz mpe nulis respect your mom,, huwaaa udh ngga sabar mau baca chapter selanjutnya…
    chinguu bls tweet aq dunk utk pw ff ini yg ch 3 atas nama hanifah…
    gomawoo..

  83. Semoga dengan pertemanan kai dengan sebyul dan dengan tuliran itu, kai jadi sadar dan hidup dengan jalan yg benar, next chapter berikutnya ^,^

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s