[2nd] Vampire Rascal; Hongkong Plan

main-poster

Vampire Rascal

Author: Ifaloyshee | Characters: Wu Yifan (Kris EXO M), Kim Jongin (Kai EXO K), Kim Yuko (OC), Xi Luhan EXO M, Kim Myungsoo (L INFINITE), Krystal Jung f(x), Choi Minho SHINee; Additional CharactersKim Junmyeon (Suho EXO K), Kim Byulhae (OC), Cho Kyuhyun Super Junior, Oh Sehun EXO K, Kim Jaejoong JYJ etc… | Genre: Fantasy, drama, romance, friendship | DISC: The idea is mine, included the plot and  a whole of this story. Some abilities and scenes are inspired from Japan Anime and Fantasy Movies. The Characters are belong to their parents. Don’t reblog or copy without my permission! |Rating: PG-17 {Profanities, mature contents}

Vampire Rascal; Chapter two

Copyright ©2013 Ifaloyshee

All rights reserved

 

Chapter 2;  Hongkong Plan

Dari kejauhan pun sekumpulan Sanguitus itu masih tampak memikat dan membuat sebal siapapun yang melayangkan pandangan kearah mereka karena bagaimana bisa kesempurnaan pahatan wajah seperti itu bahkan tercipta di dunia? Tetapi pemikiran mereka pendek sekali soal Sanguitus, mungkin kesempurnaan wajah – wajah itu adalah mahakarya bedah plastic yang memang sudah marak di Korea sejak dulu. Pikir mereka tanpa tau yang sebenarnya.

Si gadis berambut merah bergelombang, Krystal Jung, membuka kaca mata hitamnya lalu menyerahkan benda itu pada Myungsoo seenaknya. Ia mulai mengedarkan pandangannya ke segala penjuru bandara Internasional ____ . hal pertama yang terlintas dibenaknya ketika pesawat Landing, adalah.. mangsa baru di Hongkong. Krystal penasaran sekali dengan darah manusia penghuni Negara termaju di Asia di tahun 2020 ini. “darah mereka sudah terkontaminasi zat kimia.” Ucap Kai saat dipesawat tadi, menguak fakta bahwa di Negara ini hampir mustahil mendapati yang alami lagi dari segi makanan terutama.

Krystal hanya tersenyum mengejek mengingat ucapan Kai, siapa peduli tentang zat kimia kalau darah nya enak? Well, Krystal bisa menjamin itu. Dan berada di atmosfir dan suasana yang baru membuatnya ingin melompat senang. Ia ingin sekali bersenang – senang sepuasnya di Hongkong seperti ketika dirinya di seoul—mencuri mobil, membobol bank, berbuat onar.

Well kalau kau sedang berpikir untuk bersenang – senang, ini bukan saat yang tepat Krys.” Bisik Yuko yang sedang melipat tangannya lalu menyeringai jahil. Krystal memutar bola matanya sebal. “Mungkin kita bisa memiliki dua hari awal minggu ini untuk wisata kuliner?”

“kau bisa mengusulkan langsung pada Kris.” Jawab Yuko sambil merapatkan jaketnya, menggumamkan tentang cuaca di Hongkong yang cukup dingin.

Krystal mengibaskan tangannya tanda tidak setuju. Bicara pada Kris perihal bersenang – senang sama sekali bukan ide yang bagus, Krystal tahu itu. “Euh.. tidak terimakasih. Kris itu—AW!” sebuah anjing ___ cokelat tiba – tiba melompat dari balik bahu Krystal dan hinggap di kaus gadis itu, kedua tangan anjing itu menggenggam kerah jaket Krystal dengan erat. Matanya berbinar menatap wajah Krystal, mungkin seharusnya Krystal gemas melihatnya tapi.. sepertinya ia tidak begitu menyukai makhluk ini.

“singkirkan benda berbulu ini dariku…” gumamnya ngeri.

“Monggu!” yuko mengambil alih anjing ___ itu dan mendekap tubuh mungilnya dengan kedua tangan. Monggu menggonggong kecil, tampak riang berada dipelukan Yuko. Atmosfirnya berbeda sekali dengan Krystal tadi. “Kai aku kira kau meninggalkannya di Seoul?”

Kai muncul dari balik bahu Yuko, menyembulkan kepalanya seolah – olah mau membuat kaget Monggu. “Tentu saja tidak. Aku tidak yakin ada majikan yang bisa merawatnya sebaik aku.” Ujarnya percaya diri. Ia meletakkan dagunya diatas bahu Yuko sambil menepuk pelan kepala Monggu yang kini mengangguk – angguk lucu.

“Hei Krystal! Mungkin lain kali aku akan menaruh Monggu dikepalamu, hahahahaha.” Oh jadi ini ulah Minho, rutuk Krystal dalam hati. Memang pria jangkung itu adalah tukang onar dimana saja bersama partner in crime-nya tentu saja—Kai. Sedangkan Krystal mendelik kearahnya, kesal sekali. “Awas saja kau Choi Minho!”

“Hei itu lucu sekali! Benar kan Kai?” keduanya menoleh kearah Kai yang mengacungkan jempolnya.

“kalian berdua sama saja!” Krystal memukul pundak Minho dengan tas-nya. Pria itu ber-aduh pelan.

“Dimana Myungsoo dan Luhan?” Yuko mengalihkan topik pembicaraan. Monggu masih bergelayut manja didekapannya dan Kai masih menyandarkan dagunya dipundak gadis itu.

“mencari mobil, begitu kata L.”jawab Krystal. Selama ini yang memanggil Myungsoo dengan sebutan L hanyalah Krystal—panggilang sayang?—karena yang lain tidak boleh memanggilnya L, Krystal akan marah jika ada orang lain yang menyebut Myungsoo dengan L. Minho dan Kai selalu mengejek kalau L berarti ‘Love’ namun Krystal selalu menolak hal itu, menurutnya terlalu cheesy.

“Oh…”

“hei kalian!” dari kejauhan terdengar seruan seseorang yang tertuju kearah mereka. Minho menolehkan wajahnya dan mendapati Myungsoo yang melambaikan tangannya serta Luhan yang duduk menyandar pada sebuah mobil Volvo  hitam, dibelakangnya terdapat Volvo berwarna putih.

nice cars.” Gumam Kai kemudian menyeringai.

***

“kau yakin ini rumahnya?” Tanya Myungsoo, menatap dari atas sampai bawah sebuah bangunan kuno khas Eropa yang berdiri elok dihadapannya. Ia masih mengamati bangunan itu sambil menunggu yang lain turun dari dalam mobil.

“Bukankah bangunan seperti ini merupakan tren lama sekali…”

“Apakah kau tau tentang teori siklus milik Laurer?” ucap yuko yang tiba – tiba sudah berdiri disamping Myungsoo, menolehkan kepalanya kearah pria itu. Myungsoo menggelengkan kepalanya. “Apa itu?”

“Tertulis bahwa pola perubahan social berputar kembali ke tahap awal untuk peralihan selanjutnya. Contohnya seni bangunan, semakin bertambahnya tahun maka selera manusia bisa berbalik ke berpuluh – puluh tahun silam setelah sekian lama berkutat dengan seni bangunan minimalis, modern.” Jelas Yuko dengan ekspresi datar, Myungsoo hanya menatapnya bingung. “Aku tidak mengerti.”

“ada di materi Antropologi ketika SMA.” Respon Yuko singkat namun tidak bermaksud menyombongkan diri, hanya merendahkan Myungsoo sedikit. Ia berlalu meninggalkan Myungsoo yang masih menatapnnya dengan aneh.

“Yuko terkadang kau itu…” Myungsoo menunjuk otaknya sendiri, mebuat gesture yang mengartikan kalau yuko terlalu ilmiah. Dia seperti wujud Wikipedia dalam bentuk manusia dan jika berada didekatnya Myungsoo jadi sebal sendiri karena ia terlihat bodoh.

“hei ayo L!” Krystal berjalan riang melewatinya, berlari – lari kecil melewati bunga dandelion yang berada disepanjang jalan setapak pendek yang menuju bangunan. Krystal merangkul bahu Yuko dan menarik gadis itu untuk mendekati pintu.

“tak ada pagar, apakah warga disekitar sini tidak takut dengan pencuri?” ucap Minho yang kini mengedarkan pandangannya kepenjuru bangunan rumah yang melintang sepanjang jalan dengan halaman tanpa lindungan pagar.

“Coba saja kalau pencuri berani membobol rumah sekelompok vampire?” sela Kai yang kini berjalan melewati Myungsoo. Minho menunjuk – nunjuk kearah Kai dengan sumringah. “Itu akan menarik Kai! Kita tidak perlu repot – repot keluar untuk mencari mangsa!”

“kalau pencurinya perempuan.”

“Ah, benar juga.” Keduanya menyusul yuko dan Krystal yang sudah lebih dulu berdiri didepan pintu.

“hei man, ayo!” Luhan menepuk pundak Myungsoo namun pria itu hanya bergeming. Ia menoleh kearah Luhan sesaat lalu kembali mengarahkan pandangannya ke bangunan dihadapannya. “Mungkin benar apa yang Yuko katakana. Selera manusia disini kembali ke masa lalu. Apakah kau penasaran dengan isi rumah ini, Luhan?”

Luhan mengedikkan bahunya.”tentu saja. Nah, ayo kita cek.”

Kai mengamati pintu besi dihadapannya dengan kedua tangan terlipat didepan perutnya, pintu tanpa kenop dan hanya terdapat sebuah kotak kaca yang terpasang ditengah – tengah pintu. Dalam hati ia bertanya – Tanya bagaimana cara membuka pintu ini? Kai yakin kalau besi pintu ini tipis tetapi sangat kuat, bahkan tulang jari – jarinya terasa nyeri tadi ketika ia mencoba memukul pintu ini dengan kepalan tangannya. Dalam arti tangan seorang vampire yang tingkat kekebalannya lebih dari manusia, seharusnya meninju sebuah pintu besi tidak akan kerasa nyeri sama sekali. Seharusnya.

“ini fingerprint.” Kai membuka kotak kaca tersebut lalu menempelkan ibu jarinya ke permukaan berwarna hijau terang yang berada didalam kotak tersebut. Namun setelah beberapa detik ia menempelkan ibu jarinya, tidak ada reaksi apapun yang ditimbulkan. Kai mengernyit heran.

“Mau sejauh apalagi tingkat ke-sok tahu-an mu Kai? Sudah kubilang hanya aku yang bisa membukanya.” Ujar Yuko sebal.

“kau coba Minho.” Kai menarik tangan Minho dan menempelkan ibu jari Minho kearah mesin fingerprint itu, mengabaikan peringatan Yuko. Namun hasilnya juga nihil, Kai menghela nafasnya.

“Minggir!” Yuko mendorong tubuh Kai agar menyingkir lalu memposisikan dirinya didepan mesin fingerprint tersebut. Yuko menempelkan ibu jarinya lalu tidak lama kemudian sebuah sinar berwarna biru muncul dari mesin fingerprint tersebut, menciptakan sebuah hologram selebar tiga puluh centi. Semuanya terkejut melihat kejadian ini—kecuali Yuko tentunya.

Luhan hanya tersenyum simpul, ia yang paling tahu kenapa hanya jari Yuko yang bisa terdeteksi disana.

Dalam hologram tersebut terdapat rangkaian puzzle dengan angka didalamnya. Yuko memindah – mindah puzzle tersebut—menyusun, lebih tepatnya—dengan kedua tangannya selama beberapa saat lalu hologram tersebut tersedot kembali kedalam mesin fingerprint, menciptakan sederet kalimat disana. ‘Welcome to home sweet home’ tidak lama kemudian pintu besi itu terbuka.

“Teknologi 2020.” Jelas Yuko singkat, sebelum akhirnya menutup pintu begitu memastikan semuanya sudah masuk kedalam.

***

Mengesampingkan desain luar bangunan yang nampak kuno dan out of date ternyata didalamnya sungguh berbeda seratus delapan puluh derajat. Lantai pualam mengkilap menghiasi seluruh ruangan lebar yang tersaji didalam. Di ruangan tengah yang menyatu dengan ruang tamu, terdapat jendela super lebar tanpa gordain kain. Hanya dengan sebuah remot, kaca jendela tersebut bisa berganti wallpaper sesuai dengan keinginan termasuk animasi tirai, pemandangan kota dimalam hari, atau pemandangan hutan hijau yang lebat.

Kris sedang duduk diatas sofa berwarna silver dengan iPad 9 ditangannya ketika Yuko, Kai, Luhan, Myungsoo, Minho dan Krystal datang. Monggu langsung berlarian diatas karpet dengan lincahnya lalu berguling – guling tidak menentu. Kris menatap anjing itu dengan mulut menganga kecil, tidak percaya kalau Kai mengikut sertakan binatang ini ke Hongkong juga.

“Kris kau curang sekali! Hanya jari Yuko saja yang terdeteksi pada fingerprint!” Seru Krystal. Minho mengangguk menyetujui.

Kris yang sedang menyilangkan kakinya, meletakkan iPad 9 nya atas meja lalu melirik kearah yuko sesaat. “fingerprint itu hanya mampu menampung jari dua orang saja. Akan kubeli yang lebih canggih besok.” Ujarnya tenang lalu menoleh kearah Yuko lagi dan menepuk sofa disampingnya, mengisyaratkan gadis itu untuk duduk disebelahnya.

Yuko melangkahkan kakinya mendekati Kris lalu duduk disebelah pria berambut blonde ini. Kris tidak melepaskan tatapannya barang sedetikpun terhadap Yuko, ketika Yuko menyandarkan punggungnya pada bantalan sofa dan menarik nafas, Kris masih menatapnya.

jet lag?” Tanya Kris sembari mengambil segelas air putih miliknya lalu menyodorkan gelas tersebut pada Yuko.

Yuko menyingkirkan gelas tersebut dengan pelan. “Tidak.. aku tidak haus tidak jet lag juga, hanya butuh tidur.”

Kris mengangguk pelan. “aku akan memberitahu kamarmu nanti. Hei, kalian bisa memilih kamar kalian masing – masing. Ada tujuh kamar di rumah ini sesuai dengan jumlah kita tapi… aku rasa akan ada satu kamar yang menganggur.” Kalimat terakhir Kris ucapkan sambil melirik kearah Myungsoo dan Krystal.

“aku tidur dengan L. ada masalah?” ujar Krystal sinis kearah kelima yang lainnya yang kini memandang kearah Krystal dan Myungsoo.

“satu hal, Krys. Kecilkan suaramu kalau kalian berbuat—“ dengan sigap Krystal membekap mulut Minho menggunakan tangannya lalu mendelik kearahnya tajam. “Shut up!” hardiknya. Minho mengangkat kedua tangannya tanda menyerah dan Krystal langsung melepaskan tangannya. Myungoo hanya mampu menyeringai diam – diam.

“hanya itu, Kris?” Tanya Luhan memastikan.

“satu lagi. Disetiap kamar terdapat lemari es dengan berpuluh – puluh kantong darah didalamnya. Kalian pasti bisa membedakan mana yang darah wanita maupun pria dengan baunya. Pesanku, gunakan secukupnya karena suatu saat nanti pasti kalian akan membutuhkannya… mungkin disituasi darurat.”

Kai mengangguk lalu melengos pergi bersama Monggu yang berlari – lari lincah sambil berputar – putar mengikuti langkah Kai. Disusul Krystal yang bergandengan dengan Myungsoo lalu Minho berjalan dibelakang mereka. “Aku harap darahnya enak, Kris,” celetuk Minho.

Luhan memandang sepupunya itu beberapa saat. Kris mengangguk satu kali lalu Luhan berbalik pergi.

Yuko sudah menyandarkan kepalanya dibahu Kris dan terlelap disana, kedua tangannya secara reflex memeluk lengan Kris, bahkan Kris bisa mencium aroma khas Yuko—aroma cokelat—yang langsung menyeruak diudara. Aroma favorit Kris.

“Luhan.. dan Kai, kita perlu bicara nanti.” Seru Kris. Kai hanya mengacungkan jempolnya sedangkan Luhan mengangguk. Kris kembali mengalihkan perhatiannya pada Yuko yang terlelap disampingnya. Kris mencium puncak kepala Yuko lalu mendekapnya lebih erat.

***

“Kau memanggilku?”

Kai memasuki ruangan yang cukup lebar dengan sebuah meja kaca touch screen yang terletak ditengah ruangan, berbentuk jajar genjang dengan posisi miring 45 derajat yang menjadi pusat perhatian utama Kai ketika memasuki ruangan ini. Karena baru saja pindah, Kai belum sempat mengitari berbagai ruangan dirumah bergaya khas Eropa di 80-an ini dan pastinya, Kris memiliki suatu atau beberapa ruangan khusus yang hanya bisa diakses oleh orang – orang tertentu. Tidak heran, karena Kris merupakan vampire yang terpintar diantara yang lainnya.

Kris yang sedang memandang lurus – lurus keluar jendela langsung membalikkan tubuhnya begitu merasakan kehadiran Kai. Cahaya yang begitu terang yang berasal dari matahari masuk bertubi – tubi melalui jendela panjang sekaligus lebar yang terpasang disisi ruangan, memperlihatkan hiruk – pikuk keramaian kota dari lantai dua. “Walls..” Ucap Kris dengan nada dingin khasnya, sedetik kemudian kaca jendela tersebut lenyap, tergantikan oleh tembok berwarna silver dan sebuah ventilasi kecil di bagian atas. Cahaya kekuningan matahari mulai tergantikan oleh sinar perak yang berasal dari lampu yang satu persatu mulai menyala.

“Wow..” gumam Kai, agaknya sedikit terkesima.

Dengan kedua tangan yang ia selipkan kedalam saku jeans-nya, Kai menghampiri meja kaca tersebut dan menyentuhnya dengan ujung jari. Seketika kaca tersebut berubah menjadi layar yang serupa dengan tampilan windows. “Apa kau sudah menemukan master?” Tanya Kai to-the-point. Tangannya masih bermain – main dengan layar touch-screen.

“Aku menemukan jejaknya, walaupun belum terlalu jelas tapi aku yakin dia ada disini. Karena identitas yang dirubah itu, melacaknya menjadi sangat sulit dan dia sepertinya sudah mengantisipasi hal ini jadi berbagai manipulasi identitas ia lakukan di catatan sipil Negara.”

Kai menyeringai, mengerti apa yang Kris maksud dalam perkataan itu. “Lalu kau memanggilku, tetap karena statusku adalah vampire terkuat kan?”

right. But one thing, Kai. Disamping kau kuat, kau juga selidik. Merencanakan suatu hal denganmu mungkin jauh lebih mudah ketimbang dengan Luhan yang terlalu…. Aku tidak tau apa, tapi dia memiliki simpati yang cukup besar terhadap manusia. Dia manusiawi.

“jadi menurutmu aku berdarah dingin?”

“Yeah.. things like that.”

“Okay Kris… lalu rencanamu?”

Kris memandang kearah Kai selama beberapa detik, lalu bergerak menuju meja kaca dengan menggeser tubuh Kai beberapa centi. Kris mengulurkan kedua tangannya lalu memainkan jari – jari putih pucatnya diatas layar dengan cekatan. Seolah ia tidak berpikir sama sekali dengan setiap gerakan yang ia buat. Barangkali Kris terlalu cerdas.

Setelahnya, muncul sebuah peta yang serupa dengan google maps diatas layar. Kris menyentuhnya sekali lagi kemudian muncul sebuah hologram dengan ukuran yang semakin lama semakin membesar, menciptakan denah lokasi didalam maps dengan begitu detilnya. Kris dan Kai sedikit memundurkan tubuh mereka.

Sementara Kai tidak berkomentar apapun, sibuk mengamati, Kris menarik sebuah lokasi ke bagian tengah maps.

“Aku menemukan keluargaku.” Kris memperbesar focus pada lokasi tersebut lalu menoleh kembali kearah Kai. “Lihat ini, mereka tinggal disebuah country-side di pelosok Hongkong. Mereka tidak dalam keadaan baik – baik saja. Perbudakan.”

Selama ini—selama Sanguitus terlahir kembali menjadi vampire—tidak ada yang bertemu dengan anggota keluarga mereka, separuh dari memori mereka hilang. Atau sepenuhnya. Sang master telah membuat manipulasi pikiran pada otak mereka sehingga yang terpikirkan hanyalah tiga hal, atau kau bisa menyebut hal ini sebagai prinsip hidup—partner, darah, sex. Namun lain halnya dengan Kris Wu, diibaratkan seperti ketua, dirinya memiliki kemampuan lebih yaitu mengembalikan memorinya. Ia ingat apa yang terjadi diwaktu lampau—sebelum sanguitus menjadi manusia—dan siapa dirinya sebelumnya. Itulah kenapa Kris bisa mengingat keluarganya.

Kai mengamati lokasi tersebut dengan seksama. “kau yakin itu mereka?”

“Ya.”

“pelosok Hongkong, katamu? Bukankah itu berarti mereka tinggal didaerah terbelakang…?”

“Aku belum pernah kesana, aku juga tidak tau Kai. Tapi kurasa mereka tinggal tidak jauh dari laut dan hutan lebat.”

Kai tertawa mengejek, melirik Kris dengan ujung matanya. “Kau anak desa.”

“sial kau.” Kris memutar bola mata, pura – pura tersinggung. “setidaknya, Luhan juga.”

“Luhan.. Hmm perlukah kita memberitahu hal ini padanya?”

Banyak pertimbangan bagi Kris untuk memberitahu Luhan tentang keluarganya—yang berarti keluarga Luhan juga—karena sisi manusiawi dari Luhan agaknya menjadi suatu halangan bagi Kris untuk tetap berada di pusat kota Hongkong. Karena pasti, Luhan akan segera menemui keluarganya jika Kris memberitahu hal ini. Dan ini bukan saatnya untuk reuni kembali dengan keluarga… bahkan Sanguitus belum memulai apapun diHongkong. Mereka masih banyak pekerjaan.

“aku tau jawabanmu.”

Kris mengangguk. “Kau jangan beritahu pada Luhan, aku akan memberitahunya nanti.”

“Secepatnya.” Tambah Kai. Tidak mau membuat situasi menjadi tidak adil jika hanya Kris yang tahu dimana keluarganya berada sedangkan Luhan dibiarkan saja. “Kau harus memberitahunya. Sebelum kita menemui master.”

Kris tidak menjawab, tidak juga mengangguk. Tapi Kai yakin kalau Kris pasti akan menuruti ucapan Kai. Kalau kris masih mempunyai hati untuk sepupunya. Tapi Kai berjanji dalam hati kalau dirinya akan memukul Kris sampai berdarah kalau sampai Kris tidak memberitahu hal ini pada Luhan.

“Sekarang rencana utama kita.”

Kali ini suasana tampak lebih serius. Kris menciptakan hologram – hologram lain dari meja kaca tersebut dan memperlihatkan sejumlah data diri beberapa orang dengan identitas lengkap. Kai mengerutkan alisnya, mencoba mencerna apapun yang Kris utarakan sambil memperhatikan hologram dihadapannya.

The war is begin.

“Diskusi yang menyenangkan, huh?”

Tepat ketika Kai baru saja menutup pintu, ia langsung menolehkan kepalanya begitu mendengar suara Yuko yang kini berdiri sambil melipat kedua tangan disampingnya. Kai menyunggingkan senyum secara otomatis dan hanya mengedikkan bahunya sebagai jawaban atas pertanyaan Yuko.

Yuko mencondongkan tubuhnya lalu menatap Kai sok serius. “Tell me.”

Ada perasaan membuncah didalam dada Kai ketika kedua mata teduh Yuko menatap tepat kearah manic matanya. Ada suatu percikan disana, ia seperti berada di dalam dimensi yang lain dimana hanya ada satu focus didepan matanya. Kim Yuko. Betapa bersyukurnya Kai bahwa marganya sama dengan Yuko. Jadi ia tidak perlu mengganti nama depan Yuko nanti ketika keduanya meni—cukup, Kai. Gadis ini milik Kris. Milik Kris, dan merebutnya dari Kris sama saja dengan dirinya menghancurkan benang diantara mereka semua. Biarkan saja seperti ini, Kai.

“Ikuti aku.”

Kai melangkah mendahului Yuko, mengarah pada ruangan paling luas rumah ini dimana terdapat jendela super lebar yang mengitari ruangan sehingga sebuah kolam renang luas terlihat dari dalam. Ketika menuruni tangga, Kai berbalik beberapa saat untuk megawasi langkah Yuko.

Sesampainya dibawah Yuko menghentikan langkahnya dihadapan Kai dan menolehkan wajahnya kekanan dan kiri, menyadari bahwa tidak ada siapapun disini selain dirinya dan Kai. Dan cahaya matahari yang menelusup masuk mengenai tubuh Kai, membuat pria itu tampak bersinar dikedua mata Yuko. Bahkan gadis itu hanya bisa terpaku, mengagumi pahatan sempurna dihadapannya. Tanpa Yuko sadari bahwa yang dikaguminya sedang menatapnya berkali lipat lebih kagum.

Kai merogoh sakunya lalu mengeluarkan sebuah gelang dari sana. Ia mengulurkan benda tersebut pada Yuko, membuat gadis itu mengernyit bingung.

“Apa ini?”

futureWatch-17-jpg_233928

fuelband. Sebuah gelang pendeteksi yang akan menghubungkan kita semua. Sehingga dimana kita berada, apa yang sedang kita lakukan, akan terdeteksi satu sama lain selama kita mengenakan fuelband ini. Kris memberi pada semua Sanguitus. Dan ini milikmu.”

Yuko menerima gelang tersebut lalu menelitinya dengan seksama. “Bagaimana cara memakainya?”

Kai mengulum senyumnya, ia maju selangkah untuk mengulurkan tangannya, membantu Yuko memakai fuelband tersebut. Satu tangan Kai menggenggam lengan yuko, dan tangan yang lain membuka kunci pada fuelband tersebut lalu melingkarkannya dipergelangan tangan Yuko. Dalam diam, Kai berusaha mengontrol degup jantungnya yang berdetak cepat. Ia takut Yuko akan mendengarnya. Rasanya waktu berjalan lama sekali, padahal hanya beberapa menit saja yang dihabiskan Kai untuk memasang fuelband tersebut—seharusnya lebih cepat, tetapi Kai sengaja mengulur waktu.

Ketika kedua ujung gelang tersebut bertautan dan menciptakan bunyi ‘klik’ Yuko mendongakkan wajahnya, tidak sengaja matanya bertemu dengan kedua mata Kai. Gumpalan warna cokelat pekat yang memenui bola mata Kai menghipnotis Yuko, membuatnya terpaku dan tidak bergerak sama sekali. Mulutnya terkatup rapat sedangkan nafasnya berhembus bersamaan dengan nafas Kai yang sangat terasa menggelitik wajahnya.

Tidak. Tidak bisa begini. Rutuk Kai dalam hati. Tapi ia lepas control, ia benar – benar lepas control ketika wajahnya berangsur mendekat, memperkecil jarak antara Yuko dengannya. Kai sudah membayangkan betapa mengesankannya nanti ketika bibir Yuko bersentuhan dengannya, ia akan melumatnya dengan hati membuncah lalu—

“Yuko?”

Keduanya langsung tersentak. Secara reflek Yuko mendorong tubuh Kai menjauh, menghempaskan Kai kembali ketanah setelah imajinasi liar pria itu tentang bibirnya. Yuko menarik nafas, mencoba bertingkah senormal mungkin ketika Kris berdiri agak jauh didepannya. Diujung tangga, menatap kearahnya dengan ekspresi tak terbaca.

“Aku tidak bisa memakai benda ini.. Kai membantuku memasangkannya.” Yuko mengangkat lengannya lalu menggoyangkannya pelan. Kris hanya mengangguk saja lalu berjalan menghampirinya. Diliriknya Kai selama beberapa detik, Kai sedang mendongakkan kepalanya dengan kedua tangan yang ia selipkan kedalam saku. Kai juga… mencoba bertingkah senormal mungkin walaupun dalam pikirannya ia sudah membunuh kris selama beberapa kali.

“Kau seharusnya menyusul Minho saat ini, ia menunggumu dimobil.” Ucap Kris tenang.

“yeah aku baru saja akan kesana.” Balas Kai.

Yuko memperhatikan keduanya dengan was-was karena tatapan kris pada Kai terlihat tajam—walaupun kenyataannya Kris memang memiliki tatapan seperti itu terhadap siapa saja. Kris kembali menoleh kearag Yuko lalu tiba – tiba menarik pinggang gadis itu dan menciumnya. Hanya ciuman singkat. Tapi cukup lama untuk meletupkan emosi Kai. Kai mengigit bibir bawahnya… bukankah pemandangan seperti ini sudah biasa?

“aku akan menyusul Minho.” Tukas Kai, melemparkan pandangannya selama beberapa detik kearah tangan Kris yang melingkah dipinggang Yuko kemudian ia berlalu dalam diam.

“Kau haus?” tawar kris setelah Kai pergi. Yuko menggelengkan kepalanya. “tadi aku sudah sempat berburu dengan krystal.” Ia teringat dengan pria penjaga toko yang terbunuh singkat ditangannya tadi pagi, dengan Krystal yang berkomentar betapa lezatnya darah seorang pria perjaka. Dan yuko ingin tertawa mengingat kejadian itu. “Bagaimana denganmu?”

“Aku…” Kris menyapukan jari telunjuknya dibahu Yuko kemudian menyeringai. “Aku sepertinya haus.”

Yuko mengerti apa yang Kris maksud, ia hanya melirik kearah jari Kris yang kini semakin naik menuju tengkuknya. Sepersekian detik kemudian sebuah luka memanjang tercetak diatas leher Yuko, memperlihatkan darah pekatnya disana. Kris mendekatkan wajahnya ke leher Yuko dan mengisap darah Yuko tanpa persetujuan terlebih dahulu.

Yuko menahan napas, berusaha untuk tidak mengeluarak suara menggelikan dari mulutnya ketika Kris mengisap leher gadis itu semakin dalam.

Meminum darah seorang vampire bagi vampire lain tidak akan membahayakan vampire yang dihisap tersebut, malah justru memberi kenikmatan sendiri.

***

10 PM.

Dua hari kemudian di hari Sabtu, Kris meminta semua Sanguitus untuk berkumpul di ruang tengah. Selama dua hari ini dirinya sibuk dengan rencananya sementara yang lain boleh dikatakan bersenang – senang. Namun Luhan mengecek Kris di lab selama dua kali dalam sehari, memastikan bahwa Kris sudah mengisi perutnya atau belum. Atau sekedar istirahat padahal dari segi fisik tentu saja Kris sudah sangat kebal dengan rasa lelah. Akhirnya hari yang dinanti – nanti datang juga, yang paling tidak sabar menunggu pendiskusian mengenai rencana yang dibuat Kris ini adalah Kai dan Luhan, juga Yuko—namun Kai sebenarnya sudah tau—sementara Minho, Krystal dan Myungsoo tidak terlalu ambil pusing.

Semua Sanguitus kini duduk santai di sofa melingkar yang berada ditengah ruangan. Krystal duduk dengan kaki menyilang, melahap sebuah Mallo Cups (kue berbentuk mangkuk kecil yang terbuat dari marshmallow dan cokelat) ditangannya sambil tersenyum – senyum sendiri. Kue ini langsung membuatnya tergiur begitu Krystal pertama kali melihatnya di sebuah mall tadi dan merengek pada Myungsoo untuk dibelikan.

Myungsoo duduk menyandar merasa terabaikan oleh Krystal Jung yang tidak seperti biasanya. Gadis itu sibuk menggigiti kue, padahal biasanya ia menyandar dibahu Myungsoo sambil berceloteh tentang dunia. Luhan menepuk pundaknya. “dia punya mainan baru.” Bisik Luhan. Myungsoo hanya menghela nafas. Sebal.

Kris datang bersamaan dengan Yuko, lalu keduanya duduk bersisi-an dengan tangan terpaut satu sama lain. Yuko melepas genggaman tangannya lalu menyandar pada sisi sofa, mendongakkan wajahnya kemudian memejamkan mata. Pandangan Kai tidak lepas dari gadis itu, ia ingin tau dari mana saja yuko tadi dan bagaimana harinya. Ia ingin bertanya kenapa Yuko terlihat lelah dan mengantuk. Kai ingin menuntun Yuko dan menyuruhnya untuk pergi tidur. Namun Kai tidak punya hak.

“salah saktu factor mengapa Hongkong bisa menjadi New Industrial Country adalah karena pengaruh besarnya pemasaran dari Crossky Corporation. Mereka memproduksi alat – alat teknologi sederhana yang efisien dan cerdas. Seperti fuelband yang kalian kenakan, aku membeli sepuluh sampel pertama yang baru mulai dipasarkan pada tahun depan.”

“Jadi…” Minho menatap lama fuelband ditangannya. Takjub.

“Ya. Kita termasuk dalam jajaran pemakai utama produk ini.”

“Wow!” Myungsoo berseru heboh. Membuat Minho melirik kearahnya lalu tertawa remeh, meremehkan Myungsoo yang gampang terkesima padahal sesuatu seperti ini tidak kaget lagi bagi mereka. Kris bisa melakukan apa saja. “Dasar bodoh.” Ledek Minho pada Myungsoo. Yang mendelik tentu saja Krystal Jung.

Kris berdeham, membuat perhatian yang lain kembali tertuju kearahnya. “CEO nya saat ini adalah Choi Siwon. Namanya berada di urutan sepuluh pria terkaya versi majalah Forbes. Dan dia… single.” Kris melirik kearah Krystal, membuat Myungsoo langsung menegakkan badannya.  “kenapa kau meliriknya?”

“Tidak kenapa – napa. Mungkin suatu saatnanti Krystal butuh merayunya.”

“Ya!” Krystal berseru.

Myungsoo sudah pasang ekspresi kesal namun Luhan segera merapat padanya lalu berbisik. “Kris tidak serius.” Dengan nada setenang mungkin. Raut wajah Myungsoo kembali stabil.

“Choi Siwon adalah kunci dari Crossky. Jika dia hancur maka perusahaan bubar. Ibarat sebuah bangunan, dia adalah pondasinya. Tetapi mengusiknya sulit sekali karena dia dingin dan tak berperasaan. Bisnis adalah prioritas utamanya.” Kris menatap lurus kedepan, mencoba mengingat kembali sosok Choi Siwon yang baru sekali dilihatnya. “tapi itu bukanlah hambatan yang sulit bagi kita, kan?” lalu ia menyeringai.

“lalu kau ingin kita menyingkirkannya?” Tanya Luhan.

“Tidak menyingkirkan, kita akan merebut kekuasaan choi Siwon. Tidak perlu menyingkirkan pria itu, cukup mengasingkannya.”

“Itu terdengar kejam.” Krystal mengedikkan bahu.

“Ucap seorang wanita yang senang meremukkan leher manusia lalu meminum darahnya.” Sindir Minho terhadap Krystal. Gadis itu melemparkan death glare-nya, membuat Minho terkekeh. “Lihat gadismu L, galak sekali.”

“Tidak apa – apa Krystal, siapa tahu darah seorang milliader enak?” Semua tertawa oleh ucapan Yuko. Kecuali Kris tentunya.

“Lanjutkan, kris.” Tukas Kai.

“Rencanaku, beberapa dari kita memasuki Crossky. Ikut andil dalam perusahaan tersebut. Krystal, Yuko, Kai, dan Minho akan bekerja disana sementara aku, Luhan dan Myungsoo kembali pada rencana utama kita, mencari master—“ Krystal baru saja mau membuka mulutnya untuk melontarkan protes namun Kris mengangkat tangan, member intruksi pada Krystal untuk diam.

“aku sengaja memisahkanmu dengan Myungsoo. Don’t get on your nerve, Krys, it will make both of you focus on mission.”

“fuck you.” Cerca Krystal, ia melipat tangannya tanda tidak terima.

“Aku pernah dengar kalau Crossky terhubung dengan pemerintah Hongkong. Apakah kau sudah mempertimbangkan itu, Kris? Kita pasti bisa mengalahkan tentara pemerintah dengan tangan kosong tapi aku tidak yakin kita bisa memalsukan identitas untuk tinggal disini lagi.”ucap Kai yang tidak sengaja mengalihkan semua perhatian Sanguitus kearahnya, melupakan konflik kekanakan antara Krsytal dengan Kris.

“Segala hal pasti butuh pertimbangan. Aku sudah memikirkan tentang hal ini. Kau memang benar soal kekuatan fisik tapi yang kita rencanakan adalah perang dingin. Mendapatkan kekuasaan tidak hanya soal kekuatan fisik, kan?”

“Tapi mungkin ini sedikit sulit.”

Yeah.. I cant deny your argument, man.

“Kau yakin kalau aku bergabung denganmu? Kai memiliki kekuatan yang lebih baik daripada aku, kris. Mungkin seharusnya aku bergabung di Crossky dengan Yuko dan yang lain lalu Kai bergabung denganmu mencari master.” Alasan lebih logis yang Luhan sedari tadi pikirkan sebenarnya bukan soal kekuatan Kai. Tapi lebih kepada soal Kai dan Yuko yang berada dalam satu team tanpa Kris. Mungkin Kris tidak tau. Tidak ada yang tau. Kecuali Luhan. Ya, tidak ada yang tahu soal perasaan Kai kan?

Mungkin akan lebih baik kalau keduanya dipisahkan.

“Jangan meremehkan kekuatanmu, Lu. Kau dan Kai sama saja hanya… yeah, kau lebih manusiawi sehingga terkadang masih ada sisi belas kasihan ketika kau mau menyakiti manusia.”

“Aku bisa membaca perasaan karena itu salah satu kelebihanku, kau mungkin bisa menyalahkan master yang menciptakanku seperti ini.”

Myungsoo tertawa geli. “dasar pria berperasaan.”

“Untuk kalian yang bekerja di Crossky, aku sudah mendapatkan informasi untuk bidang – bidang dimana kalian akan ditempatkan nanti. Aku tau kalian tidak bodoh, begitupula aku, kita semua. Yang perlu kalian lakukan hanya bekerja dengan cermat dan menaiki pangkat secepat mungkin. Semakin tinggi kedudukan dalam Crossky maka semakin mudah mempengaruhi Choi Siwon. Untuk identitas palsu tentang gelar sarjana atau keluarga, Minho yang mengurusnya. Dan… aku beritahu kalian satu hal penting, jangan meminum darah siapapun di lingkungan Crossky. Jangan membunuh ataupun menyakiti fisik siapa saja di Crossky kalau aku belum menyuruh. Mengerti?”

Semuanya menangguk menuruti perintah Kris.

“Kris… aku tau ini tidak penting tapi aku sungguh penasaran, bagaimana kau langsung bisa terkoneksi dengan Crossky dan mengambil beberapa slot pekerjaan disana?” Tanya Minho. Kris hanya tersenyum miring, lalu menunjukan fuelband –nya. “Aku menjual Lamborghini ku untuk membeli fuelband yang seharusnya masih menjadi sampel ini. Dan.. aku bisa saja membuat mereka memberikan fuelband ini secara Cuma – Cuma tapi nanti kalian akan bekerja di Crossky dengan mengenakan fuelband. Akan terdengar lucu bagi karyawan lain disana kalau kalian tidak membelinya, kan?”

“Sekarang aku mengerti kenapa Lamborghini mu lenyap sejak tiga hari yang lalu.”

““Sekarang aku mengerti kenapa Lamborghini mu lenyap sejak tiga hari yang lalu.”

yeah. Dengan maka itu jaga fuelband ini baik – baik atau kau yang akan aku jual untuk membeli fuelband yang lain.”

“sial kau, Kris!”

***

Monday morning

8AM.

Sinar matahari pagi merangsek masuk ketika Yuko menyibakkan tirai kelabu kamarnya, menyambut Senin pagi yang menjadi hari baru untuknya. Karena mulai hari ini, saat ini, dirinya tidak akan berdiam didapur untuk memasak sarapan pagi (sekedar untuk cemilan) dan menonton CSI sampai Krystal mengajaknya berburu darah pria – pria Hongkong. Mulai saat ini, ia akan pergi kerja sama halnya seperti wanita seumurannya yang lain.

Yuko melangkah menuju dapur sambil membetulkan kemeja-nya. Sesampainya disana, dirinya disambut Krystal yang sudah berpenampilan rapi dan cantik. Rambut Krystal  sudah dicat kembali menjadi hitam. Yuko menyimak penampilan Krystal dari bawah sampa atas lalu tersenyum.

“Bagaimana?” Krystal memutar tubuhnya.

Yuko hanya mengacungkan satu jempolnya, membuat Krystal melompat girang. “Penampilanmu juga keren.”

“Thank you.”

“Aku jamin kalian menjadi karyawan baru yang paling seksi hari ini.” Celetuk Minho yang entah muncul dari mana tiba – tiba pria itu sudah duduk dikursi makan dengan tampang menyebalkan. “Wow, Yuko, Kris bisa marah kalau kau pergi ke kantor dengan rok mini itu.”

“Ini tidak terlalu pendek. Seperti rok biasa yang business woman pakai.”

“Mungkin kakimu saja yang terlalu jenjang.”

“oh..sudahlah.” Yuko memutar kedua bola matanya lalu melangkah menuju kulkas untuk mengambil tiga buah kantong darah, meletakkan dua kantong diatas konter lalu menyobek kantong yang satu dengan giginya. Dalam sekali tegukan, kantong darah tersebut sudah kosong. Ia kembali menyobek kantong yang lain lalu meminumnya.

“tidakkah itu terlalu banyak?” Tanya Krystal. Biasanya Yuko hanya minum satu kantong saja dipagi hari.

“kita akan bekerja sampai sore nanti dan tidak boleh meminum darah disekitar Crossky. Kau tahan tidak mengigit manusia sampai sore nanti?”

“Kau benar!” Krystal menjentikkan jarinya dan langsung mengambil kantung darah dari dalam kulkas juga. Melakukan hal yang sama seperti Yuko. “Berikan aku satu!” teriak Minho. Krystal mengambil satu kantong lagi lalu melemparkannya pada Minho.

Tiba – tiba Kai muncul, dengan satu tangan membetulkan dasi dan tangan yang lain menggenggam handphone-nya. Yuko menghentikan tegukan darah yang mengalir di tenggorokannya dan terpaku menatap Kai. Ia butuh waktu untuk sekedar berkedip.

Krystal langsung mengelu – elukan kehadiran Kai. “woah! Aku tidak berdusta kali ini dan aku mengatakan kalau kau, Kai! Kau sangat tampan! Dengan tuxedo hitam dan kemeja putih, dasi hitam, celana hitam, wow! Men in Black!” serunya ber-euphoria dengan berlebihan. Kai hanya menyeringai. “I know it.” Responnya percaya diri, ia melirik kearah Yuko yang kini sudah berhasil kembali pada kantong darah yang sedang ia minum.

“Aku rasa kita harus berangkat sekarang.” Kai menyelipkan handphone-nya kedalam saku. Minho beranjak dari kursi. Krystal mengelap bibirnya dengan tisu, begitupula dengan Yuko lalu menyusul Kai dan Minho yang sudah berjalan terlebih dahulu.

Kai melambatkan langkahnya agar bisa sejajar dengan langkah Yuko lalu tangannya terulur untuk melepas ikat rambut Yuko, rambut hitam gadis itu tergerai lembut dipunggung. “Lebih baik seperti ini,” ucap Kai dengan tatapan lurus kedepan. Ia tersenyum samar.

“benarkah? Tapi Kris menyukai rambutku yang diikat.” Ucap Yuko asal – asalan lalu berlari kecil menuju pintu. “Hei aku menyupir!” serunya pada Krystal.

Dibelakangnya, Kai masih berjalan dengan lambat. Memperhatikan rambut panjang Yuko.

“Tapi aku lebih menyukaimu seperti ini.”

TBC

Sorry for late publish everyone, masih ada yang nunggu ff ini? 😦

Sekarang sudah clear kan hubungannya yuko sama kris itu apa. Soalnya di part 1 kemarin banyak yang nanya soal itu. Dan buat panjang ff ini udah aku tetapkan diatas 4000 words dibawah 6000 words jadi jangan protes soal panjang ffnya ya guys, nulisnya itu ga gampang ^^

Big thanks buat readers yang udah mau comment!! Kalo responnya banyak kan aku jadi semangat nulis :’’) dan….. nantikan Vampire Rascal chapter 3; Crossky Mission!

Advertisements

64 thoughts on “[2nd] Vampire Rascal; Hongkong Plan”

  1. akhirnya lanjut jg!!!! yeeeeiiii!!!!!
    skrg ceritanya jd kyk agen rahasia gto yahh… kereeen!!!!
    btw aq rada bingung pas kris jelasin gmn kug dy bs dpt krjaan di crossky… bs jelasin lg g??
    next part ditunggu!!!!!

    1. agen rahasia cinta kita (lirik kai) (dilempar bakiak)
      eung… pas dapet kerjaan di crossky kan Kris bilang sama minho kalau dia itu udah beli sampel fuelband dari crossky yang harusnya dipasarkan taun depan. jadi kaya dia udah menghabiskan segitu banyaknya uang buat beli fuelband pasti kan ada unsur ‘balas jasa’ dari crossky jadi gampang aja kris dikasih lowongan pekerjaan, gitu. istilahnya kayak kalo kita daftar sekolah dengan cara ke-dua alias ‘nyogok’ gitu hehehe maaf kalo tidak membantu

      1. ahhh gto tohh… kirain smw pekerja di crossky punya ntu fuelband… maaph respon sy sdikit terlambat… makasih bwt pnjelasannya!!!

  2. ifaaaa. boleh ksh saran gak? aku sdkt tersiksa sma tmpilan web blog kmu, pdhl sblm nya tmplan nya mobile. komen yg ak ktik kdang gak kepost, dan slalu klo tmplan web tlisan ny ilang -___- /ini yg bkin ak potek klo mau komen pnjang lebar/ berdoa ini aku. smoga keposting. kyaknya aku udah ngmng pnjang lebar pdhl blm komen soal epep ini -___-v

  3. wahahaha komentnya keposthink xD asik.

    itu aku ada beberapa yg susah nyerna, apa krna otak ini cekak/?

    ak msh bngung kekuatan mreka msng2. uda ada pnjelasan nya blm si? kok aku lupa -____-

    itu luhan tau drmana klo kai ada ehem ehem sma yuko/?

    kris tau kluarga dia sma luhan, dan sisanya gmana??

    ckup deh kayaknya aku lg bawel bnget komen pnjang -__- dan hrapan tetep smoga keposthink

    1. nah ini ke posting kok~
      penjelasan soal kekuatan2 mereka emang belum dijelasin kok banyak yg nanya juga nanti aku jelasin ya dipart depan.
      luhan kan bisa baca perasaan orang jadi dia bisa baca perasaan kai ke yuko.
      kris tau keluarganya karena dia bisa mengembalikan memori, kalau yang lain ga punya ability itu.

  4. aaaaaa sedikit agak lupa saya *digampar*
    Itu kris sama luhan sodaraan ya ( manusia)? *sok tau*
    Terus itu apa cuma yuko-kris yg minum darah sesamanya apa krystall-myungsoo juga gitu?
    Nah! Si kai mulai udah rada-rada nampakin kecemburuannya yg bikin dia keliatan suka yuko *makin soktau*
    Oke lanjutkan thor!
    Saya tunggu lanjutannya

    1. yep. kris sama luhan sodaraan ^^
      semua sanguitus bisa minum darah sesamanya, dear (tapi tetep harus beda gender) tapi kalo minum darah vampire lain itu biasanya cuma dilakuin sama yang berpasangan karena sifatnya intim (kaya seks) gitu.
      oke okee!

  5. kak ini sumpah aku gatau mau ngomong apa pokoknya ini keren, padahal aku belom baca part 1 nya (maafkan aku)
    disini aku ngerasa kalo kris sebenernya udah tau perasaan kai cuma dia gak peduli (aku soktau)
    tapi luhan disini keren banget jadi vampire berperasaan (aku salah fokus) sebenernya aku ngarepnya luhan fall in love sama manusia biasa biar keren wkwk (abaikan poin ini kak)

    dan aku menunggu vampire rascal ini karena fantasy kakak selalu keren, seenggaknya bisa membayangkan vampire yang hanya punya 3 hal (partner, darah and sex) dan nama yang keren banget (buat aku namanya fantasy bgt) (sanguitus) padahal aku gak ngerti artinya apa dan dari bahasa mana-_-

    Semangat kak Ifaaa nulisnya, walaupun aku selalu merusuh dan kadang sok asik bgt, semoga kakak gak bosen ngeliat comment ku yaa hehehe><

    1. hayoooo kalo belum dibaca part 1 nya ya dibaca dulu biar mudeng cha tapi kalo baca ini aja udah mudeng yaudah gapapa bgt kok hehehe.
      Makasih makasih yaa gatau nih mau ngomong apa karna kamu memujinya gitu aku jadi pengen ngumpet hihixx. oya sanguitus itu dari mitologi vampire sebenarnya nama aslinya sangui apaa gitu lupa.
      HAHAHA Gapapa kali semua readers disini asik kok gada yg sok asik kalo yg sok asih sih aku mana suka heboh sendiri lagi (author tidak punya malu) gapapa kali cha gapapaaa (harus bilang gapapa berapa kali nih) santai aja 😀

      1. iya nanti aku bakal muncul di part 1 mungkin weekend ini (semoga modem aku tetep awet) 😀 sebenernya kalo cuma baca part 2 nya aku bingung (sangat jujur) jadi ya gitu ehehe (malu) (tertawa perlahan)

  6. aaa… ceritanya makin seruu.. luhan itu selalu jadi sosok bijak ya dimanapun.. >.<

    aku tunggu lanjutannya dek.. 🙂

  7. Daebakk Keren!!!
    menurut aku kris itu sebenernya udh tau kalo kai suka sama yuko , tapi kayanya kris lebih pilih diem *so tau nih 😀
    Aku suka banget moment Kris-Yuko walopun cuman dikit tapi bisa buat aku senyum2 sendiri sambil ngebayangin 🙂
    Ok eonni lanjut ne FFnya .. jangan lupa lanjut juga FF The Second Of Telepathy hehe .. Keep Waiting and Fighting eonni!! aku tunggu~~~

  8. pokoknya ini tuh keren author.. aku tuh suka 🙂 *banget apalagi ada luhan di situ.. *uh..

    Author..Konfliknya bikin sekeren mungkin ya.. 😀 #Aku juga pengen tau perjalanan Luhan di sana.. 🙂

    #Aku seneng ama Karakter Yuka di situ.. #Author gmana caranya supaya bisa baca 3rd Desirable -_- #boleh kah.. 🙂 » gyunu81elf@gmail.com

  9. nah ini yg aku tunggu” sm the second thelepaty. aku lbh seneng yuko sm kris aja. aku msh bingung sm power castnya =_= part selanjutnya dijelasin dong.
    keep writing kak!!

  10. ifaaaa…
    akhirnya keluar juga vampire rascal-nya
    makin penasaran sama ceritanya…
    hmmm,, vampire rascal udah keluar, desirable juga udah, habis ini the second of telepathy ya fa… hehehe
    btw aku tetep nungguin cerita2 kmu kok,, keep writing and fighting ifa!!

  11. hayooo. . kris sma yuko ngpain hayo ?
    sbnernya yuko itu tau gak sih kalo kai suka sma dia ?
    ahh. . semangat ya kai buat dpet.in yuko. . aku pndkungmu ~
    next chapternya d tunggu cpat faaaa. . ^^

  12. Ya ampun aku ud lama gak mampir kesini jg dan kaget kamu pny ff baru berjudul Desirable bahkan sdh 3 part malah, nanti aku akan baca ff-mu itu. Ini semua gegara terlalu sibuk kuliah+mengurus produksi teater.

    Jujur saya takjub dan sama sekali tidak menyangka Yuko sudah jd milik Kris, aku sempat tertipu karena dari awal selalu diceritakan hubungan perasaan dari Kai pada Yuko. Persaingan antara Kris dan Kai juga tampaknya mulai menegangkan walau konflik sekelompok vampire ini belum sepenuhnya muncul.
    Gosh…bagaimana bisa kau membuat karakter Krystal terkesan agak bitchy walau itu hanya khusus pd Myungsoo.
    Aku cukup terhibur dgn kelakuan duo perusuh, Kai dan Minho disini.
    Luhan disini bakal jd vampire cute, tapi jujur saja posisi dia disini entah knp agak kurang menonjol sepertinya #just opinion. Entah apa karena aku terlalu terfokus dgn karakter lainnya mungkin.
    But overall, aku cukup menikmati cerita ini terutama dimana scene Yuko yg mulai merasakan debaran pada Kai.

    Seperti sebelumnya, aku selalu mengatakan aku selalu menantikan cerita selanjutnya..
    Hwaiting….

    1. Memang sengaja dibuat membingungkan bagian Yuko sama kris itu biar readers pada ngira kalo yuko itu sama kai bukan kris, tapi ada maksudnya tersendiri kok 😉 hehehe wsoal karakter krystal itu bener2 inspirasi utamanya dari rambut merah rum pum pum pum-nya dia kok jadi keliatan ‘nakal’ gitu lho tapi aku suka dan kayaknya cocok nih kalo disuruh clingy2 an sama myungsoo (bodo amat dia uda punya pacar in rl) hahaha
      Luhan tu kayak semacam observer jadi dia lebih banyak mengamati drpd ditonjolin, tp nanti banyak pov nya dia kok ^^

      thank you kak and good luck for your teater!

  13. Hallo fa… Lama bgt ga buka blog mu karna sibuk rl. Kangen ff kamu fa!!!

    Ff kamu makin keren fa, aku suka^^ bimbang milih yuko sama kai atau sama kris.. Tapi kris apa sama sekali ga curiga ya?

    Aku suka sama couple krystal & L disini hahaha, mereka ituu keliatan.. Errr

    Pokoknya, aku tunggu part 3 nya ya fa^^~

  14. Maaf baru comment di chap ini, abisnya keasyikan baca .-.

    Keren banget! Ceritanya bertekhnologi (?) juga unsur mainstreamnya dikit, penulisannya rapih walaupun masih ada sedikit typo. Menurutku Kris udah tau Kai suka sama Yuko? Aku juga sempet bingung sih kenapa Kai yang dikirim ke Crossky~ 😀

  15. Hehehe.. berasa pernah baca klo gk salah di FFindo WordPress ya??
    Kkk~ terus pas q lihat disini chapter 3nya pake password ya? Boleh minta gk? Klo boleh kyk apa caranya?

  16. Kaiii kriss yukoo aduh gak kuattt tiap baca ff nya ini nahan napas mulu/?
    Ada cinta segitiga antara kai yuko kris
    Punya feeling kalo suatu saat yuko punya perasaan khusus sama kai. Dan aku gak bisa bayangin gimana marahnya kris sampe tau kao kai suka sama yuko:)))
    Ditunggu part selanjutnya ya:D

  17. Huaaaa semakin jjang aja ceritanya…
    Dan asiknya di part ini udah mulai masuk keceritanya, udah mulai di bahas masalah-masalahnya dan muncul konflik2 lagi….
    .
    Suka dengan pilihan katanya, tapi mmm sedikit saran mungkin lebih di perbanyak lagi percakapan tiap chapternya,,,
    kagum dengan isinya termasuk terknologi yang tergambar didalamnya, pendeskripsian tokoh, tempat, dan situasinya juga bisa membuat aku membayangkannya dengan mudah,,
    .
    jadi itu ceritanya kai suka dengan yuko,sedangkan yuko itu kekasih kris?
    dan hanya luhan yang tahu ya?
    Penesaran bakalan kyk apa hubungan kris-yuko-kai kedepan?

    huaa untung cara pacaran kris-yuko gak kyk l-krys,
    .
    Dan penasaran juga dengan peran siwon disini?
    Semangat thor-nim.

  18. tuh kan bner kai ada prsaan ma yuko.. trus kliatan’a yuko jga ad sdikiiiiit rsa sma kai… bner gg eon????
    whoaaaaaaaaa trnyta kris emg dcptain super pnter y am suho…. gilaaaaa rmh’a kereeeeeenn bnget eon… ^^ tknlogi 2020…. daebakkkk!!!! ^^ ksian L… jd kliatan bdoh dket2 yuko.. xixixixixixixixixixi ….XD iiiiihhhh ada monggu jg trnyta…. ^^ trnyta kris dlu’a ank desa!!!! XD tp gg pa2… ank desa yang super GANTENG… #bayanginkrisdiexo’sshowtime
    oooo jd siwon 2020 udh brbah dr tmpng’a yg knyol k super dngin….. wkwkwkwkwk XD tp kaya’a ttep gg brbah yaa!!! jd mkin kaya trnyta… mau donk jd istri’a!!!! #matre *inget luhan woy*
    klo kris emg super pnter.. psti dia tau donk klo kai emg pnya prsaan special sma yuko???? aplgi sjak insiden psang-mmsang fuelband itu???? kris liat kan… tp knpa msih nyatuin mreka brdua d crossky???? gg nysel apa…. ntr s yuko mlah brpling dr dia… aplgi yuko jg smpet nhan nfas ngliat kai pke pkaian krja’a…. jdi pnsran sma tuh triangle love??? ending’a ntar sma spa??? kris??? or kai??? lbih suka sma kris sii…
    o y eon.. kris mnum drah’a yuko kan ya??? emg gg pa2?? mksud anhie yuko’a gg kkurangan drah gtu???
    mkin pnasaran…. next part’a d tnggu y eon!!!! keep writing!!! ^^

  19. Omfggg baru cek wpini langsung ada vampire rascal, keren banget, emang gabisa nolak semua ff ifa dengan genre fantasy >.<
    Jadi ceritanya kris sama luhan sodaraan? Cocockdehya wkk
    Jangan sampe yuko nyadar kalo kai suka sama dia, dan jangan sampe kris tau kai suka sama yuko………..
    ditunggu next chapnya ya^^

  20. Pemilihan tata bahasanya ringan dan gak rumit. Aku suka, suka baget! Apa lagi yang fantasy vampire begini di gabung dengan genre modern 2020.

    Lanjutannya ditunggu ya. 🙂

    Btw..hi! I’m new reader^^

  21. I’m not that much of a online reader to be honest but your sites really nice,
    keep it up! I’ll go ahead and bookmark your website to come back
    down the road. Cheers

  22. Daebak FFnya eon. Kai nya kesannya ganteng sama keren banget suka suka 😀
    Yuko sama Kai padahal cocok eon tapi kenapa pacaran sama Kris yukonya? 😦
    Oiya chapter 3 sama second telepathy nya dipublish segera ya eon :)))

  23. keren banget ceritanya thor! chapter 3 nya sangat ditunggu yaa :3
    semoga nge post nya secepetnya yaa hehe soalnya ini dari bulan november tahun lalu sampe sekarang blm di post2 chapter 3 nya. HWAITING THOR!!!
    maaf aku baru comment, soalnya baru nemu juga nih ff nya :3
    ohiya itu si kai nya semoga gak berantem sama kris deh,dan si kai bisa ‘nahan’ nafsunya(?)

  24. Selalu ada kisah cinta diantara pershabatan,dan itutuh emg pling skit klo dibyngin wwkwkwk. Smga ff ini bsa nympe ending kya first telepathy ,smngt buat ifa utk trus lanjutin ff ini

  25. hmmm… keret banget ffnya…. cast nya bias pertamaku lagi… feelnya dapet… lanjut nya yang cepet ya thor… wkwk… next cepat…

  26. akhirnya tau apa hbungan kris sama yuko 😀
    tapi kai? yuko suka sma kai? tapi yuko kan punya kris. jadi abaikan saja omongan saya —
    yuko!!! makin keliatan keren-nya 😀 love this OC. ❤
    hwaiting!!

  27. Hadeuh eonnie,, imaginasiku jadi liar, kabur kemana2 gara2 ff ini. Aku jdi inget film the hunger games n blade. Ugh gatau napa jdi inget tuh film. Tpi bener loh eon, ada salah satu scene yg pernah aku liat d film hunger games 🙂
    keren ff nya, high-tech banget!! Mungkin aku yg pemula bisa ngikutin jejaknya eonnie. Dri bahasa n feelnya 😀
    u r my motivator, eon.. Great author! 😉
    n aku jga dpt pengetahuan baru dri ff ini. Daebakk!!!

    Keep writing

    1. Aku juga nonton hunger games. Wah scene apa yg mirip? Aku malah ga kepikiran hunger games sama sekali pas nulis ini hahaha
      Makasih ya but I’m not that good to be your motivator. Kalo bahasa dan feelnya itu tergantung penulisnya… Kamu bisa bikin gayamu sendiri (trust me better be yourself,) 🙂

  28. oke aku bisa nebak kalo disini ada triangle love antara kris kai sama yuko, right? suka sih kris sama yuko cuman kasian sama kai yg selalu jadi pemeran pembantuㅠㅠ mending kai sama aku deh sini/? wkwk

    disini udh 2020 ya? kenapa banyak ff yg sekarang pada maju ya tahunnya/? keren sih tapi rada janggal gt/? but its oke lah. still cool

    jjang lah. penasaran bgt w sama ffnya oiya btw izin baca ffnya dari part ini sampe part yg terakhir di update yaa. xx

  29. Daebak. Cinta segitiga kah? Aku malah ngerasa kai yg jadi main cast pria nya. Author cewenya cuman 2, ga adil buat yg lain hehe.

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s