Caffeine

yfguyjf

Caffeine

–Cause you’re like a caffeine, I cant fall asleep all night

Chararcter(s): Lee Donghae, Cho Hara

Sudah sekitar lima hari belakangan ini Hara tidak bisa tidur dengan lelap, matanya terus terjaga walaupun fisiknya lelah. Tidak hanya fisiknya, mental dan perasaannya juga sama lelahnya. Semuanya melelahkan, membuat kalut pikirannya dan ia tidak bisa tenang barang satu menit saja.

Ia mengaduk teh hijau dihadapannya dengan sangat lambat, kedua matanya menatap lurus kearah cangkir berwarna krem mengkilat yang ia letakkan diatas counter dapur itu. Tapi pandangannya kosong, pikirannya tidak sinkron dengan tubuhnya yang sedang melakukan aktifitas kesehariannya, membuat secangkir teh hijau di pagi hari.

Garis hitam dibawah kedua matanya tampak kentara sekali, sebagai bukti bahwa belakangan ini ia tidak tidur. Ia tidak bisa tidur sebelum Lee Donghae pulang, seperti sebuah ultimatum jadi jika Donghae belum pulang, maka Hara juga belum pergi tidur.

Bisakah ditarik kesimpulannya?

Ya. Lee Donghae belum pulang sejak lima hari yang lalu, jadi teh hijau didepannya ini hanya dibiarkan sampai dingin tanpa diminum oleh siapapun—karena biasanya Donghae yang akan meminumnya. Dan ini sudah menjadi cangkir ke lima yang akan tergeletak sia – sia sampe malam nanti; sampai Hara membuang isinya dan mencuci cangkir itu.

Karena ia yakin, Donghae akan pulang in no time jadi ia akan menyediakan teh.

Dasar gadis bodoh! Sudah tau mencintai pria itu hanya berujung pada kesia-siaan, tapi tetap saja melakukannya. Setidaknya ia seharusnya tidak usah sebegitu bodohnya sampai tidak tidur segala, padahal setiap siang ia tetap bekerja sebagai photographer majalah High-Cut.

Bahkan ia hampir tumbang kemarin, tubuhnya terhuyung sebelum tangan Minho menangkapnya; kalau tidak, hara akan terjatuh dan mungkin pingsan.

Krystal hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia sudah berkali – kali memperingati tapi Hara seperti menulikan telinganya sendiri. Gadis itu memang keras kepala.

Donghae mengatakan, ia hanya pergi selama dua hari. Kenapa malah sampai lima hari? Bahkan Donghae tidak memberitahu kemana ia pergi, dengan siapa, atas keperluan apa. Lantas kenapa hara membiarkannya?

Jujur, hara juga menyesal kenapa ia membiarkan Donghae pergi begitu saja. Padahal alasannya tidak jelas, tapi satu kalimat yang Hara pegang sampai saat ini ketika Donghae pergi.

“aku tidak akan lama…”

Mungkin lima hari tidak lama, tapi… kenapa rasanya…

Hara tidak mengerti. Ia belum pernah ditinggal Donghae bahkan lebih dari tiga hari saja belum pernah. jadi—

“Cho Hara! Ini baru hari kelima, stop menyiksa dirimu lebih jauh lagi atau aku akan menyeretmu dari apartemenmu!”

Hara sedikit tersentak dari lamunan panjangnya, ia baru sadar… sudah berapa lama tangannya mengaduk teh hijau ini? Bahkan sampai air teh nya memuncrat kemana – mana. Hara pikir, dirinya pasti sudah gila.

“kau memang sinting..” hardik suara itu lagi, suara milik Krystal Jung yang kini berdiri disamping Hara dan merebut teh hijau itu lalu meminumnya. Hara hampir protes, namun teh itu sudah kosong isinya setelah Krystal meletakannya kembali ditempat semula.

“itu.. teh untuk Donghae…” Hara menatap redup cangkir kosong itu.

“yah! Kemarikan wajahmu!” Krystal mengamati wajah hara dan menemukan garis hitam dibawah kelopak mata Hara, ia mendengus. “berapa hari kau tidak tidur?”

Hara mengedikkan bahunya malas. “entah.. aku bahkan lupa sekarang sudah hari keberapa, maksudku… hari apa, ah sekarang hari apa?”

Krystal hanya menggelengkan kepalanya. “kau tidak mau Donghae memergokimu mati konyol karena kurang tidur saat dia pulang nanti kan?!”

Hara mengangguk kecil, samar sekali.

Krystal menghela nafasnya, benar – benar tidak tau dengan jalan pikiran gadis ini. “dengarkan aku ya, Donghae hanya pergi sebentar saja karena ada urusan pekerjaan. Dan dia pasti pulang cepat, dia bukan bagian dari tentara nasional yang sedang bertugas di Palestina! Jadi jangan bertingkah seperti ini. Arasseo?” ucapnya sok tau. Krystal memegang pundak hara dan menepuknya pelan.

***

It’s late, I need to sleep and I already counted all the sheep in my head In order to fall asleep somehow, I showered again. I keep drawing your face out on the ceiling and when I close my eyes, a book with the story of our ended love opens.

“Aku pulang..”

Hara langsung menegakkan tubuhnya begitu mendengar pintu apartemen berderit terbuka diikuti oleh suara yang sudah lima hari ini tidak ia dengar. Ia meletakkan kamera polaroidnya diatas ranjangnya kemudian melangkah keluar dari kamar.

Disana, akhirnya tampak Lee Donghae setelah lima hari ia menghilang entah kemana. Dengan wajahnya yang berseri—wajah yang selalu ia tunjukkan setiap kali pulang kerja—seolah Donghae tidak sadar sudah seberapa lama ia pergi.

Dan seberapa frustasinya Cho hara dibuat khawatir olehnya.

Hara akhirnya bernafas lega, senyumnya langsung merekah melihat Lee Donghae disana. Angin yang berasal dari balcony apartemen berhembus, membuat tirai berwarna putih tulang yang terpasang disana berhembus pelan bersamaan dengan helai-helai rambut hara yang bergerak tidak keruan ditiup angin.

Namun senyumnya masih belum surut juga, bahkan ketika Donghae sudah mengalihkan pandangannya.

Donghae masih berdiri diambang pintu, dan hara hampir saja menghambur kearahnya untuk memeluk Donghae tapi tidak jadi ketika Donghae menarik tangan seseorang dari balik pintu dengan lembut.

Hara mengerutkan alisnya ketika Donghae menoleh kebelakang dan tampak sedang berbisik.. tapi pada siapa?

Senyum Donghae kini tampak lebar dan sangat menggoda ketika ia masuk kedalam apartemen dengan menggandeng seorang gadis berperawakan proporsional, mengenakan dress merah sepaha dengan rambut berwarna hitam mengkilap digelung keatas.

Senyum Hara kini hilang sudah dimakan oleh terpaan angin.

Tampak jelas tangan Donghae yang kini beralih merengkuh pinggang gadis itu, pandangannya masih belum lepas dari wajah gadis itu. Donghae tertawa bersama gadis itu, seolah  tidak ada yang salah disini.

Sebelah tangan hara beralih meremas kausnya sendiri, bahunya lemas. Bibirnya terkatup rapat dan bergetar. Ia ingin mengucapkan sumpah serapah, ingin menampar Donghae, ingin menangis, ingin gadis berbalut dress merah itu lenyap saat ini juga!

Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa..

Karena ia bukan siapa –siapa. Ia hanya adik tiri Lee Donghae. Ia berhak apa?

Lihat gadis itu, cantik sekali. Perfectly sexy. Wajar kalau Donghae kini mau bermesraan dengan gadis itu.. berada di dunianya sendiri tanpa menyadari Cho Hara ingin sekali mati saat itu juga.

Even after you left, you torture me like this?

Hara baru saja akan berbalik dan kembali ke kamarnya sebelum Donghae akhirnya ‘menyadari’ kehadirannya, “dongsaeng!” panggilnya satu kali kemudian tersenyum hangat yang saat itu juga membuat leleh lagi hati Hara yang semenit lalu sudah beku dan membatu.

Kurang ajar. Sungguh kurang ajar. Masih bisa Donghae tersenyum seperti-biasanya seolah ia tidak baru saja menghilang selama lima hari? Seolah ia sedang tidak menggandeng gadis jalang ditangannya?

Karena Donghae tidak tau. Karena Donghae tidak menyadari bahwa Cho hara sedang sangat hancur sekarang. Karena.. Cho Hara membalas senyumnya dengan sama hangatnya, dan begitu bagus aktingnya sampai tidak ada sedikitpun garis kesedihan dimatanya—atau Donghae yang tidak peka?

“kau baik – baik saja kan? Aku bawakan pancake, tapi tertinggal di mobil. Kau bisa mengambilnya nanti.”

Setelah itu Donghae kembali menatap gadis disebelahnya.

Hanya itu Lee Donghae?

Peduli apa tentang pancake disaat seperti ini. Hara hanya mengangguk kemudia berbalik, dan tepat saat itu juga pandangannya tampak blur oleh air mata yang membasahi pelupuk matanya.

“keparat kau Lee Donghae..”

You bad to me, so bad to me, oh boy you’re like a caffeine.

END

–Sidestory dari Telepathy 1; cerita ketika Donghae masih menjadi womanizer.

 

PS: nanti ada kelanjutannya dari sudut pandangnya Donghae, berjudul “I’m Sorry”

PS lagi: silahkan pukuli donghae sesuka anda :’D

Advertisements

25 thoughts on “Caffeine”

  1. sudah nebak kl ini pasti ada hubungannya sama telepathy soalnya ada minstal
    baca ini lebih nyesek dibanding baca yg di telepathy ya
    donghae emang brengsek bgt
    harus ada sekuel stlh hara hamil dong fa
    kan penasaran kehidupan mka stlh tau hara hamil
    gimana reaksi ibunya hara??

    1. Woiya, ini satu fanfic gada bahagianya sama sekali. Wkwk. Ah sequel telepathy? Buat aja skenarionya di imajinasi unnie sendiri, kalo aku bikin ntar jadi ga asik Lol xD a sweet affair bakal lanjut kok, jd after story nya telepathy 1 aku stop yaa

  2. Pas baca emang berasa ini masih ada hubungannya sm cerita yg kmren, ternyata beneran toh. Aku penasaran baca yg versi Donghae, kurang ajar banget tuh anak. Kkk~

  3. Donghae really jerk here..
    Ga peka banget sih >.< Kasian tu hara
    Sakit hati dah klo jadi hara, nyesek..
    Ditunggu kelanjutan dri sdut pandangnya donghae ~

  4. baru baca ini masa’-‘)
    ih kl aku jadi hara udh pergi ke kamar sambil banting pintu deh/?. mana itu si hara udh nggak tidur hampir seminggu duh aku nggak bayangin deh itu mukanya jadi kaya apa-_-. tapi overall bagus thor. greget/? johajohaaa

  5. Wah wah Donghae oppa minta ditimpuk tuh,aishh jahat banget sama Hara…
    Nyesek bgt itu pasti perasaan Hara…
    Ditunggu kelanjutn yg dr sudut pandang Donghae thor…:-)

  6. Wah…ini berhubungan dgn telephaty edisi minstal ya.
    Hae msh brengsek nih yah disini, bela”in Hara nahan gak tidur malah disakitin…nyesek woy #nabokhae
    Pas aku bgt aku baca ini lg dengerin lagu chocolat – Black tinkerbel, liriknya cocok bgt buat menggambarkan Hara pada Hae.
    Ditunggu ya ff-mu 😉

    1. iyaa benar, ini pas Donghae masih jadi bad boy xD wah aku malah belum dengerin lagu itu (ga terlalu ngeh sama chocolat) ntar deh coba donlot. makasih yaa!

  7. telephaty 1? baru tau ada telephaty 1-_- oke nanti baca dulu jd baru tau jalan cerita yg sebenernya.
    bang ikan, setega itukah kau? *nangis kejer*

  8. kampret lu kedondonghae (?) ga kesian apa sama Hara? dia nunggu lo 5 jari.. kaya bang toyib aja –gebukin–

    keren kak ^^

  9. Egila jahat aja kirain ini sidestory pas dohghae udh bertarung memperjuangkan hara… btw cepetan ya lanjutannya ^^

  10. Sumpah jengkelin banget donghaenya…udah ditungguin sampe kaya zombie eh pulang2nya bawa cewek lain..

  11. Udah lah Hara tinggalin noh si Ikan amis_- minta di gantung tuh orang_-
    Oya, hehe ceritanya nge-feel banget Eon, kata-katanya juga pas gimana gt hehe pokoknya top deh ^^

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s