[13th] Telepathy: End of the War (session 1)

[13th] Telepathy: End of the War (session 1)

AUTHOR               : IFALOYSHEE

MAIN CAST         : Krsytal Jung/Jung Soojung/ Klee-nickname, Choi Minho, Lee Donghae, Cho Hara (OC), Kim Myungsoo, Kang Jihyun/Soyu, Choi Sulli. [CHECK THEIR PROFILES HERE]

GENRE                  : Fantasy, Romance, Supranatural, Sci-Fi

DISC                       : All of this story  from now on, are pure from my Imagination. Dont like the pairing, better you dont read. The casts are belong to their fans. Except Cho Hara, she is an Original CHaracter. Just belong to me. Dont ever copy my idea, or copy this story. If you want to reblog this, or copy this, just ask me first and credit me.

Summary: Kemampuan membaca pikiran orang lain sekaligus dapat membuat seseorang yang kau benci, mati tanpa meninggalkan jejak tidak selamanya menjadi hal yang membahagiaakan.

Krystal Jung tidak pernah menyangka bahwa hidupnya berubah drastis setelah kemampuan sixthsense tiba-tiba terdapat pada dirinya tepat di hari ulang tahunnya. Suatu kemampuan  diluarnalar manusia yang merupakan bawaan dari saudaranya, Lee Donghae. Krystal tipikal gadis yang cuek dan bebas, tetapi karena hal ini ia terkekang dengan aturan-aturan yang berhubungan langsung dengan nyawanya.

Sedangkan Lee Donghae, ingin bahwa saudarinya tidak pernah mengenal dunia’nya’. Ia hanya ingin Krystal menjadi manusia biasa karena ia ingin kedua wanita yang paling penting dihidupnya terlindungi. Karena hal itulah, Donghae menekan dalam-dalam perasaannya pada seorang gadis yang ia cintai.

Krystal sendiri amat membenci sixthsense-nya, dan demi hal menghilangkannya ia akhirnya dipertemukan oleh seorang pria karier yang tanpa disadari keduanya saling mencintai. Namun, ada sebuah konsekuensi dan banyak halangan yang menghadang keinginan terbesar Donghae dan Krystal.

Bagaimana mereka melewatinya?

***

24 hours. 24/7. 2 gone 4 eternity. (twenty four hours. 24 July. TO gone FOR eternity)

Meaning:

  1. 1.       Tanggal 24 Juli adalah waktu terakhir untuk Krystal menyelamatkan nyawanya sendiri, dalam kurun waktu 24 jam. Jika minho tidak bisa menyelamatkan Krystal pada tanggal 24 Juli maka Krystal akan pergi selama-lamanya. Termasuk Hara juga akan pergi selama-lamanya (2 gone)
  2. 2.       Jika di tanggal 24 Juli itu Minho bisa menyelamatkan Krystal, dan Donghae bisa menyelamatkan Hara (dalam hal ini jika Krystal/ Hara mati maka keduanya akan mati) maka ada 4 nyawa yang sudah pasti terselamatkan.

TELEPATHY: THE END OF THE WAR, FINAL PRESENT  BY IFALOYSHEE©

***

SESSION 1: DONGHAE-HARA

If  she has some reasons to let it flow….

Jika memang ia mempunyainya, Soyu pasti rela membayarnya dengan semua kotak berliannya atau mungkin satu lemari penuh koleksi dress nya. Tapi sayangnya Soyu tidak memiliki alasan apapun. Dia jahat, ia tahu itu. tapi siapa yang tahu alasan dibalik hal itu?

“Soyu-ah, apakah ada hal didunia ini yang sangat kau inginkan? Meskipun itu mustahil?”

Soyu hanya tersenyum mendengar pertanyaan yang diajukan oleh CL. Ia sibuk dengan Gochujang-nya sementara CL terduduk dikursi makan menunggu  hasil eksperimen masakan Soyu untuk yang entah keberapa kalinya.

Gadis itu memang pandai memasak, sejak dulu dan bukan sekedar bakat biasa. Ibunya mewariskan hal tersebut sejak dulu. dan Soyu-pun resmi diklaim menjadi koki resmi oleh ketiga temannya –read: CL, Donghae, Myungsoo—

“uhm…seorang ayah, atau kakak laki-laki.” Jawabnya sambil berjalan menuju kulkas kemudian mengambil  kaleng Pepsi dari dalam. “oh…well, actually i must be know that from start.” Respon CL.

“You have to. But still asked.”

“aku hanya memastikan…” ucap CL sambil mengangkat kedua bahunya. Ia mengalihkan pandangannya kearah ttokboki yang masih meletup-letup diatas kompor, tidak sabar menunggu makanan tersebut matang.

“ngomong-ngomong aku rindu sekali pada masakan Korea.”

“ah, jinjja? Aku kira kau lebih suka dengan masakan-masakan Amerika.” Sindir Soyu halus, ia meneguk Pepsi ditangannya dan menyisakannya setengah kaleng.

“Well, i admit that. Tapi tidak memakan masakan Korea selama kurang lebih lima bulan itu menyiksaku, kau tahu.”

“dan sekarang aku mengerti kenapa kau merengek sejak pagi padaku untuk membuatkanmu semangkuk ddokboki.”

“hahahha mianhae, sebenarnya tidak hanya aku saja.”

“maksudmu… Myungsoo dan Donghae juga kembali ke Korea hari ini?!” seru Soyu dengan mimik serius. Raut wajahnya terlihat lebih bersinar lebih dari sebelumnya.  Mengetahi bahwa dua pria yang begitu Soyu rindukan itu kembali setelah sekitar lima bulan mereka melakukan ‘trip rutin’ ke Canada.

CL mengangguk sebelum bangkit dari kursi kemudian mematikan kompor. Ia menghirup bau lezat ttokboki buatan Soyu lalu buru-buru mengambil mangkuk.  CL baru saja meletakkan mangkuk berisi ttokboki diatas meja makan sambil memainkan sumpitnya ketika tiba-tiba mangkuk bulat itu terangkat dengan sendirinya kemudian menghilang dari hadapan CL.

CL mengerang, kemudian menepuk meja makan dengan cukup keras. “Lee Donghae!!”

Mendengar  teriakan CL barusan, Soyu langsung membalikkan tubuhnya lalu raut wajahnya langsung berubah menjadi cerah secerah cuaca siang ini. Donghae berdiri tidak jauh dari mereka berdua, sambil melahap ttokboki milik CL yang direbutnya secara sengaja. Dan disebelahnya berdiri Myungsoo yang melambaikan tangannya kearah Soyu.

“Vancouver  such a boring place so i come back here.” Ucap Myungsoo dengan nada sok sambil menaruh kedua tangannya dipinggang. “how lucky, since i haven’t eat anything…” lanjutnya sambil melemparkan pandangan buas kearah ttokboki buatan Soyu.

“eat it all, boys!”

“bitch say what?” seru CL tidak terima. Mengingat bagiannya diambil secara ‘tidak terhormat’ oleh Donghae. “andwaeyo!! Semuanya bagianku!” Umpat CL diatas kursi makannya.

Myungsoo langsung cepat-cepat mengambil mangkuk dan menaruh semua ddokboki yang tersisa kedalamnya. “no more Lee Chaerin…” ucapnya sambil tersenyum penuh kemenangan.

“YAK!!!”

Soyu hanya tertawa melihat ketiga sahabatnya itu. entah kenapa, tapi rasanya sangat senang ketika masakan buatannya bisa dihargai dan malah diperebutkan seperti ini.

Kang jihyun, terlahir sebagai satu-satunya anak perempuan dalam keluarga Kang. Ibunya seorang pimpinan dari salah satu rumah sakit terbesar di Korea Selatan, yang dulunya adalah seorang dokter yang dikenal cerdas tetapi berkepribadian dingin. Sampai suatu saat ia memutuskan untuk memiliki hubungan terlarang dengan pria yang sudah memiliki istri dan sampai pada kehamilannya untuk yang pertama kali. Soyu terlahir tanpa ayahnya disisinya, ia tidak pernah mendapatkan sedikitpun kasih sayang dari ayahnya. Bahkan ayahnya tidak memperbolehkan Soyu meng-claim marganya.

Disaat umur Soyu menginjak dewasa, ibunya melepaskannya dengan meninggalkan sebagian harta besarnya. Termasuk rumah sakit ibunya. Soyu dibiarkan melakukan apapun yang Soyu mau sementara ibunya pergi entah kemana.

Apalah arti hidup kalau tidak ada orang yang memperdulikanmu?

Sampai akhirnya Soyu bertemu dengan ketiga orang penting dihidupnya, Lee Chaerin, Lee Donghae, Kim Myungsoo dimana ibu Soyu yang memperkenalkan ketiga manusia itu dan menyuruh Soyu untuk hidup bersama mereka. Dan disitulah Soyu mendapatkan’hidup’ nya untuk yang pertama kali, dimana ada pria yang mau memberinya perhatian untuk yang pertama kali sejak Soyu kecil dan sosok CL yang seolah menggantikan peran ibunya.

Soyu mewarisi gen dari ibunya, termasuk sixthsense yang dimilikinya. Itulah kenapa Soyu diberi akses untuk bergaul hanya dengan manusia yang setara dengannya.

Sebenarnya tidak ada dikriminasi dalam hal ini –manusia dan makhluk supranatural—namun semejak ibu Soyu dicampakkan oleh ayah Soyu sendiri karena alasan makhluk seperti mereka aneh dan mengerikan maka sampailah anggapan Soyu kalau manusia biasa menjadi musuhnya.

Atau bisa diibaratkan seberapa besar ia membenci ayahnya –yang seorang manusia biasa tentunya-sampai  kebencian itu memunculkan opini seperti itu.

Sampai di suatu waktu ‘hidup’nya kembali hilang. Ketika CL, dan Donghae memberi perhatian lebih pada satu hal yang amat dibencinya……manusia. tapi jauh sebelum hal itu terjadi, mereka berempat membuat kesepakatan berupa sanksi, karena semuanya menyayangi Soyu dan memberikan respect padanya secara berlebihan sampai kebencian pada manusia tidak hanya ada pada diri Soyu, tapi juga CL, Donghae dan Myungsoo.

Dan siapa yang sangka kalau mereka menjilat ludah mereka sendiri?

Kecuali Soyu tentunya.

“jadi benar kalau Donghae sedang menyukai seseorang?” Tanya Myungsoo dengan setengah berbisik pada gadis yang duduk disebelahnya sekarang. Tatapan Myungsoo teralihkan ke gadis disebelahnya karena tidak kunjung menjawab pertanyaannya.

Soyu menatap lurus dengan tatapan kosong. “dia penghianat.”

Mendengar hal itu, Myungsoo mengangkat sebelah alisnya. “kau yakin dia benar-benar menyukai seorang manusia?” tanyanya masih berbisik karena takut Donghae akan mendengarnya.

“namanya Cho Hara. Gadis tidak penting yang tinggal di Daegu dengan ibunya karena orang tuanya bercerai. Donghae berencana mengadopsi gadis itu sebagai dongsaeng-nya karena ibu Cho Hara akan melanjutkan pekerjaannya di Osaka.” Ujar Soyu masih dengan tatapan kosong dan raut wajah kecewa, ia masih tidak percaya kalau Donghae melanggar janjinya—janji mereka—sendiri.

Myungsoo tertawa miris dan menggelengkan kepalanya. “tidak bisa dipercaya.” Responnya simpatik.

“dia akan mendapatkan konsekuensinya. Tenang saja.”

“bagaimana kalau Donghae bersikap tidak peduli dengan merelakan sixth-sense nya demi gadis itu?”

Soyu menggelengkan kepalanya berusaha menyangkal kemungkinan tersebut. “tidak akan dan tidak boleh. Aku rasa satu-satunya cara ialah menjauhkan gadis itu dari Donghae atau kalau perlu bunuh saja dia.”

“kau serius?!” seru CL yang sedari tadi diam sepanjang percakapan mereka berlangsung. Begitu mendengar kalimat Soyu barusan, ia langsung membuka suara saking terkejutnya.

“kenapa tidak?” sahut Myungsoo.

“kau akhirnya bicara juga.” Ujar Soyu sinis sambil melirik handphone CL yang sedari tadi CL genggam itu, entah kenapa beberapa bulan terakhir ini CL selalu memegang handphonenya. Bahkan jika diletakkan disembarang tempat pun ia membuat kode kunci untuk handphonenya.

“kau benar-benar serius akan membunuh gadis itu? uhm…tidakkah itu terlalu kejam?” ujar CL dengan tangannya yang memasukkan handphonenya kedalam saku. Jari-jarinya bergerak gelisah sambil meremas ujung kaus CL.

“seorang penghianat harus dihukum setimpal.” Ucap Myungsoo dengan entengnya.

Tap Tap

Terdengar bunyi langkah seseorang yang berjalan kearah mereka bertiga, dan berhenti tepat didepan mereka bertiga dengan sebuah meja kaca yang membatasi jarak.

Lee Donghae tidak sengaja mendengar percakapan mereka bertiga ketika ia sedang memegang  segelas cola dingin yang diambilnya dari dalam lemari es. CL langsung menegakkan posisi duduknya dan terlihat gelagapan, tapi tidak dengan Myungsoo dan Soyu yang malah tersenyum sinis.

Donghae menatap ketiga sahabatnya dengan tatapan marah. Sangat marah. Bahkan selama bertahun-tahun mereka hidup bersama, Donghae tidak pernah sekalipun membuat tatapan sekeji ini.

“teman macam apa kalian?” ucap Donghae sinis. Pegangan digelasnya semakin mengerat, dan berakhir dengan gelas tersebut yang Donghae lempar ke dinding dibelakangnya. Membuat suara pecahan yang sungguh keras dan melengking.

PRANG.

Bahkan CL sempat berteriak saking kagetnya.

“jangan berani menyentuhnya. Atau…membunuhnya? langkahi dulu mayatku sebelum kalian bisa membunuh Hara.” Donghae menarik jaketnya yang tersampir diatas sofa kemudian melangkah pergi.

CL menutup mulutnya tidak percaya, seumur-umur ia tidak pernah melihat Donghae semarah ini. ia bangkit berdiri dan berlari menghampiri Donghae dan menarik lengannya. “aku mohon…Donghae.” ucapnya pelan.

Donghae berbalik perlahan dan melepaskan genggaman CL dilengannya. Ia menatap CL dengan tulus, tatapan tulus kepada seorang sahabat terbaiknya. “Jaga kekasihmu baik-baik. Jangan biarkan dua orang itu mengetahuinya. Aku pergi….”

Dan saat itulah Soyu kehilangan seorang Lee donghae, sosok yang begitu hangat bagaikan kakak laki-laki yang tidak pernah sedikitpun luput perhatiannya terhadap Soyu. Dan tidak jauh setelah kejadian itu, kejadian yang seribu kali lebih memilukan terjadi.

CL meninggal dialtar, ketika ia sedang mengucapkan janji pernikahannya pada seorang MANUSIA yang ternyata kekasih CL. Dan sialnya, CL dengan entah seberapa hebat tingkat kecerdasannya itu bisa menyembunyikan hal ini dari Soyu dan Myungsoo selama hampir dua tahun.

Donghae mengetahui hal ini sejak dulu, jadi ia tidak kaget ketika Soyu memberitahunya kalau CL sudah meninggal. Donghae sudah mengetahuinya sejak waktu yang lama.

Kemudian sejak saat itu, Donghae pergi meninggalkan mereka berdua. Tinggal bersama Hara dan berusaha menjaga gadis itu dari kecaman Myungsoo dan Soyu yang akan terjadi nantinya.

Sekarang kau pasti mengerti, kenapa Donghae tidak merestui hubungan antara Krystal dan Myungsoo.

***

Meadow, In the middle of forest

“aku akhirnya tau kalau kau hanya seorang gadis yang butuh belas kasihan.”

Ucap Hara dengan wajah tanpa dosa sambil menatap tangan kanannya yang terulur didepannya, dengan tangan Soyu yang  menggenggamnya. Terlihat jelas jari-jari Soyu dengan kuteks mengkilapnya yang kapan saja bisa menggores permukaan kulit Hara tanpa ampun.

“tidak. Aku hanya ingin menarik kembali sesuatu yang sebelumnya aku miliki.”

“bagaimana rasanya setelah mencurahkan semua isi hatimu dengan menceritakan masa lalumu itu padaku? Aku rasa perasaanmu menjadi lebih enak kan? Uhm..aku pendengar yang baik, kau tau?”

“jangan bercanda. Kau pikir aku temanmu apa.”

“memangnya aku mau menjadi temanmu?”

Soyu sebenarnya ingin tertawa karena Hara selalu saja membuat suasana menjadi mencair disaat-saat yang terlalu serius seperti sekarang ini. bukannya menjadi lunak, tapi malah membuat lelucon yang sebenarnya tidak sengaja.

“Soyu-ssi. Aku membuat sebuah pernyataan baru.”

Dengan raut wajah bingung Soyu memiringkan kepalanya, mengantisipasi ucapan Hara. “apa?”

“aku tadi mengatakan kalau aku menyerahkan nyawaku, tetapi jika….jika tiba-tiba Donghae datang maka aku menarik kalimatku.”

“bagaimana bisa kau masih memikirkan pria itu sementara apa pedulinya ia terhadapmu sekarang? Jelas-jelas Donghae melepasmu. Dan membiarkan kau jatuh ditanganku.”

Hara menggigit bibir bawahnya, menahan perasaan sakit karena statement Soyu barusan. ‘aku juga menanyakan hal itu dalam hatiku. Aku juga kecewa kenapa dia melepasku begitu saja.’ Ucap Hara dalam hatinya.

Tapi kemudian Hara hanya tersenyum sinis. “aku hanya mengantisipasi saja.”

“kau…sama seperti pacar-pacar Donghae yang lain. Hanya sementara.” Soyu memberi jeda kemudian melanjutkan. “dia hanya memanfaatkanmu dengan wajah manismu….badanmu yang  hampir setara dengan model Runway dan sifatmu yang hangat, apalagi kau mencintainya, dia pasti lebih dan lebih lagi memanfaatkanmu. Kemudian setelah kau memutuskan untuk pergi, dia melepasmu begitu saja. Tidak peduli kau mati, hidup, sakit, atau menangis? dia tetap hidup tenang dengan pacar-pacarnya yang lain.”

Hara mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan rasa marah dan sakit disaat yang bersamaan. Seperti ada ratusan pisau yang menusuk hatinya dan merobek-robeknya tanpa perasaan. Perkataan Soyu patut diacungi jempol, karena…mematikan.

Bukan untuk hal fisik, tapi perasaan.

“lihat dirimu… kau bahkan sakit Cho Hara. terlalu Berharap, eh? Kau demam kan, aku tahu itu.”

“ayahmu meninggalkanmu. Ibumu membiarkanmu hidup terbuang dengan pria yang memanfaatkanmu. Dan sekarang, Donghae melepasmu. Kau…tidak lebih dari gadis sampah.” Lanjut Soyu dengan penekanan disetiap ucapannya.

Plak.

Tanpa dikontrol, Hara melayangkan tangannya menampar wajah Soyu dengan keras. walaupun refleks tapi Hara tidak menyesali perbuatannya barusan. Siapapun juga pasti akan marah jika dikatakan seperti itu kan?

Pipi Soyu lebam, dalam tingkat yang cukup parah.  Tapi ia hanya meringis dan kembali menatap Hara sinis, seakan peringatan tadi bukanlah apa-apa. “kau pikir ibumu mencintaimu? Donghae? CL? Atau yang lebih sial lagi, ayahmu?” kali ini Hara yang balik menikam Soyu dengan ucapannya.

“You were throwed out by your mother. Kau tidak lebih dari sekedar infus rumah sakit yang  ditinggal ibumu beserta rumah sakit ibumu. Kau bahkan dipandang rendah oleh ayahmu sendiri. Kau hanya gadis yang butuh belas kasihan!!”

“dan dengan alasan bodoh kau menyalahkanku atas hidupmu yang rusak? Dan mengincarku? MEMBUNUHKU? Atas dasar karena aku seorang manusia dan aku menjadi alasan Donghae pergi dari kau dan sahabat-sahabatmu. Satu hal simpel yang perlu kau ketahui, DONGHAE TIDAK MENCINTAIKU.” Ucap Hara dengan semua emosinya yang meluap-luap.

“aku benci untuk mengatakan ini…tapi kenyataannya…Dia mencintaimu. kau bodoh.”

“ahni. Aku tidak percaya sampai Donghae sendiri yang mengatakannya padaku. Lihat? Kenapa kau masih bernafsu membunuhku juga? Bukannya aku merasa takut karena diteror olehmu Soyu-ssi. Tapi aku benci ketika seseorang memperlakukanku dengan tidak adil dan aku benci ketika seseorang menyalahkanku padahal aku tidak melakukan kesalahan.”

“kenapa harus aku? Hanya karena aku manusia, kalau begitu kenapa kau tidak membunuh semua manusia biasa yang hidup didunia?!” lanjut Hara.

Mata Soyu berkilat marah, kali ini benar-benar…perkataan Hara tidak bisa diajak kompromi lagi. “TUTUP MULUTMU!!”

“Aku sudah melakukannya sejak tadi. Tapi kau mengibarkan bendera perang lebih dulu, padahal aku sudah memberi akses padamu untuk membunuhku.”

“Geurae. Aku akan membunuhmu sekarang.” Sahut Soyu kejam. Kali ini ia tidak mau mengulur-ulur waktu lagi, Soyu kini tau kalau ia mengajak Hara beradu mulut pasti tidak akan ada ujungnya. Walaupun perkataannya pada Hara tadi seolah meruntuhkan semua Harapan Hara, nyatanya Soyu gelisah juga.

Ia yakin lebih dari lima puluh persen kemungkinan, Donghae mengetahui hal ini. dan Soyu juga memikirkan tentang kemungkinan yang akan terjadi nantinya ketika Donghae mengetahui Hara mati ditangannya.

Soyu menggelengkan kepalanya perlahan, berusaha mengenyahkan pikiran-pikiran—yang menurutnya—negatif tersebut. Ia melangkahkan kakinya mendekati Hara dan berhenti tepat didepan wajah Hara, mengingat tinggi keduanya sama jadi Soyu tidak perlu repot-repot mendongak ataupun menunduk untuk menatap Hara.

Soyu mendekatkan wajahnya lalu berbisik ditelinga Hara. “kau tau….aku tidak bisa membunuhmu…”

“dengan telepatiku. Karena…aku bukanlah demon.” Ujarnya pelan, sengaja intonasinya ia lambatkan agar nada suaranya terdengar mencekam. Soyu mengulurkan tangannya meraih lengan sebelah kiri Hara, ia menempatkan kuku panjangnya yang dihiasi kuteks berwarna merah gelap itu, menekannya dengan keras dipermukaan kulit tangan Hara, persis dibawah lipatan siku.

“tapi aku mempelajari hal ini sejak lama. Kau tau apa?”

Hara hanya menghela nafasnya, mengeluarkan kepulan asap putih dari dalam mulutnya karena udara dingin. Kemudian ia menggigit bibir bawahnya, menahan sakit ditangannya.

Death Signer. Aku akan membuat sebuah tanda disini, sampai letak nadimu. Tanda tersebut adalah racun dan juga mantra yang membuat telepatiku terhadapmu menjadi sepuluh kali lebih sakit dan berpotensi besar membuatmu meninggal.”

Soyu menarik kuku jari telunjuknya semakin kebawah dengan kuat-kuat sehingga membuat kulit Hara robek, menghasilkan sebuah luka membujur dari permukaan kulit dibagian bawah lipatan siku, memanjang kebawah mendekati nadi.

Awalnya Hara hanya meringis, kemudian memejamkan matanya, tapi semakin lama lukanya semakin memanjang dan Hara tidak bisa mengontrol teriakannya lagi. sedetik kemudian teriakan kerasnya menggema ke segala penjuru arah.

Teriakan panjang yang menggambarkan betapa sakitnya luka yang dibuat oleh Soyu. Kuku tajam Soyu mendekati nadi Hara, dan hanya tinggal beberapa milimeter lagi hingga akhirnya sampai tepat dipermukaan nadi Hara yang berdenyut cepat itu. Soyu menekannya dengan begitu kuatnya sampai memuncratkan darah dari balik kulit Hara.

Soyu mengelap percikan darah Hara yang memuncrat ke lengannya.

Reflek Hara menarik tangannya dari cengkeraman Soyu, ia menunduk melihat tangannya yang dilumuri oleh darah walaupun tidak sepenuhnya penuh dengan bercak merah. Hara mengernyitkan dahinya terkejut melihat sederet tulisan dengan bahasa ibrani muncul satu persatu sipermukaan kulitnya. Mengingat Hara bisa membaca bahasa ibrani, ia segera mengartikan kalimat tersebut.

Your death keep unpeacefully in my eyes’

Ia tahu. Hara tau kalau kematian sedang datang menjemputnya.

Sebentar lagi.

“kau lihat itu? Your death keep unpeacefully in my eyes. Aku mempelajari hal ini dari CL, kau tau kan dia seorang demon. Dan demon memiliki kecerdasan yang sangat bagus, saat itu ia mengajariku Death Signer dengan tujuan agar aku melakukan hal ini terhadap ayahku. Tapi aku rasa aku tidak perlu melakukannya pada ayahku karena dihadapanku juga…layak mendapatkannya.”

Hara mengacuhkan perkataan Soyu, ia sibuk memeluk lengan sebelah kirinya berusaha mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan. Tubuhnya melemas kemudian jatuh dengan posisi terduduk, kedua lutut Hara menumpu pada rerumputan hijau yang perlahan dihujani oleh percikan darah.

Tengkuk Hara tertunduk lemas, wajahnya pucat pasi. Daya tahan tubuh Hara memang sedang tidak baik akhir-akhir ini, dan seperti yang Soyu katakan tadi, Hara sedang demam. ‘bunuh aku sekarang. Aku benar-benar tidak sanggup kalau harus menahan rasa sakit lagi dengan telepatimu yang kali ini sepuluh kali lebih sakit dari sebelumnya. Bunuh aku sekarang, perempuan jalang.’ Bahkan lidah Hara terasa kaku untuk berbicara.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang sangat Hara kenal. Mendekat kearahnya, Hara perlahan mendongakkan kepalanya dan menoleh.

Lee Donghae datang dengan Krystal disebelahnya……

Dan…sebuah revolver ditangannya.

Soyu terkesiap. Sedikit lagi! pikirnya. Ia hanya perlu menelepati Hara selama—mungkin—tidak butuh satu menit maka nyawa gadis itu akan pergi untuk selama-lamanya. Tinggal sedikit lagi.

Memanfaatkan reaksi Soyu yang sedang membeku itu, Hara berusaha menepis semua rasa sakitnya dan mengumpulkan sisa-sisa tenaganya sekuat mungkin….kemudian ia berdiri lalu berbalik dan berlari secepat mungkin memasuki hutan dibelakangnya.

Soyu membelalakkan matanya kaget, tanpa pikir panjang ia ikut berlari menyusul Hara yang sosoknya sudah menghilang dibalik rerumpun pepohonan tinggi. “shit!!” umpatnya kesal lalu mempercepat larinya.

Donghae dan Krystal ikut berlari menyusul Soyu dan Hara. dengan seluruh tenaga yang Donghae miliki, ia terus berlari sedangkan Krystal tertinggal jauh dibelakangnya.

***

Lee Donghae’s POV

Apakah benar begini takdirku?

Apakah mencintai seseorang yang juga mencintaiku adalah suatu hal yang Haram? Setelah aku mempertaruhkan hampir seluruh hidupku, aku akhirnya harus menanggung kenyataan bahwa dia meninggal ditangan…err… bagaimana aku meyebutnya? Sahabat? Mati ditangan sahabatku sendiri.

Demi Tuhan dan seluruh umatnya, aku tidak akan pernah rela.

Jika aku tidak mengejarnya, maka aku tidak akan mendapatkannya. Dan mengesampingkan semua kemungkinan buruk yang akan terjadi nanti, aku terus berlari memecah heningnya suasana. Sampai aku hampir memasuki pepohonan lebat dihadapanku, tiba-tiba teriakan Krystal terdengar membuatku menghentikan langkah.

“Donghae…o-oppa….”

Aku langsung berbalik dan menemukannya berdiri lemas dengan darah yang mengalir dari balik kedua lubang hidung Krystal dan tangan Krystal  berusaha menghapusnya. Tanpa pikir panjang, aku langsung berjalan cepat kearahnya dan mengelap darahnya dengan jari-jari tanganku.

Pertanyaan terlogis yang ingin aku utarakan sekarang juga…

Tuhan kenapa kau biarkan wanita-wanita yang kusayang menderita?

“ah, aku…ahaha ….aku tidak apa-apa.” ucap Krystal lengkap dengan senyuman mirisnya. “kita harus mengejar Hara sekarang, sebelum semuanya terlambat.”

Dan mereka…selalu bohong soal perasaannya.

semuanya sudah terlanjur terlambat, klee.’

Aku hanya diam dan mengelus rambut hitamnya. Yang Krystal rasakan pasti tidak akan main-main, sungguh sakit sekali. Well, walaupun aku belum pernah merasakannya tapi mendengar cerita dari CL pun aku sudah bisa memprediksikannya.

“belum…semuanya belum terlambat, kau hanya perlu mengejar Hara dan membawa gadis itu kembali.” Aku menatap Krystal teduh, “kemudian meninggalkanmu sendirian?”

Krystal memaksakan seulas senyuman kemudian menggeleng. “gwenchana.”

Aku mengusap pundaknya dengan pelan, Berharap bisa mengurangi rasa sakit yang dirasakan Krystal. Beberapa kali Krystal merintih sambil menekan-nekan perutnya. Aku mengelus pundaknya lagi, kali ini menepuknya dengan pelan sampai tidak sengaja aku melihat tato dalam bentuk tulisan angka.

24 hours. 24/7. 2 gone 4 eternity

Mataku melebar saking shocknya, bersamaan dengan telapak tanganku yang basah karena keringat dingin. Masih memandangi tulisan tersebut dengan intens, aku berusaha membuka suara walaupun lidahku rasanya kelu.

“hari ini….tanggal 24 Juli…”

Tiba-tiba aku teringat kejadian beberapa tahun lalu, ketika aku menemukan tanda yang sama dibahu CL. Tandanya sama hanya saja tanggalnya yang berbeda dan saat itu yang tertera dibahu CL bertuliskan. “1 gone, 1 alive

“Donghae oppa….wae?” Krystal melihatku dengan tatapan bingung sambil tangannya melepaskan tanganku yang memegang pundaknya.  “kau terlihat khawatir.” Ucapnya menatapku tepat dimanik mata.

“Klee..”

“Ne?”

“Apa kau pernah tau apa maksud angka yang tertera dibalik bahumu?”

Krystal menggelengkan kepalanya innocent. “Minho sedang berusaha mencari tahu maksudnya, dan entah ia sudah menemukannya atau belum.”

“tanda ini sama seperti milik CL? Benarkah?”

Aku masih diam menanggapi pertanyaannya. Tanda itu memang sama, dan artinya juga. Dan kau tidak berhak untuk mengetahuinya.

“Wae?!”

Ah, shit dia bisa membaca pikiranku. Aku baru ingat  akan hal itu. “gwenchana…” Jawabku berusaha tenang. “dimana Minho?”

“tadi ia sempat menelponku beberapa kali tapi aku terus mengabaikannya karena—OH! Hara! Kajja, kita harus mengejarnya sekarang, Yak Oppa apa yang telah—aish! Kenapa kita malah berdiri diam disini?” Krystal menggenggam tanganku kemudian menariknya, ia berjalan mendahuluiku sedangkan aku masih terdiam.

Krystal meninggal hari ini. Demi Tuhan, apa yang harus aku lakukan?

Tubuh Krystal berjengit sesaat dan ia menghentikan langkahnya. Sama seperti tanganku yang basah karena keringat dingin, tangan Krystal juga mengalami hal yang sama. Aku bisa merasakannya karena aku sedang menggandengnya sekarang.

Krystal berbalik dan menatapku penuh tuntutan.

“aku…meninggal hari ini?”

Bodoh. Bodoh, dia membaca pikiranku! Aku langsung gelagapan, bagaimana aku akan mengelak lagi kali ini kalau jelas-jelas aku sudah tertangkap basah?

“jadi maksudmu…tandaku itu memberi arti kalau aku mati…hari ini?”

“klee, aku mohon—aku…aku yakin semuanya akan baik-baik saja.”aku berusaha menenangkannya tapi sepertinya gagal seratus persen karena Krystal sudah mulai terisak sekarang, ia menutup mulutnya dengan tangannya dengan air mata yang terus mengaliri wajahnya. Hampir saja tubuhnya ambruk kalau aku tidak cepat-cepat menangkapnya.

“apakah Minho mengatakan sesuatu padamu?”

“dia…hendak mengatakan tapi aku mematikan telponnya.”

Aku memeluknya dengan sangat erat lalu membuka suara lagi. “Oke, kita temui Minho sekarang. Hanya dia yang bisa mencegah kematianmu hari ini. dan…dia mampu.” Krystal menganggukkan kepalanya dalam diam.

“AAAAAAAAAAAA……”

Aku membeku. Teriakan Hara. aku sangat mengenal suaranya. Dan teriakan yang berasal dari dalam hutan tadi… seratus persen itu suara milik Hara. Krystal mendorong tubuhku perlahan, “kau harus menyelamatkannya.” Ucap Krystal mengacungkan tangannya kearah hutan.

ARRGH! Aku sungguh tidak bisa berpikir jernih sekarang ini, Krystal dan Hara sama-sama diambang kematian bagaimana seharusnya aku? Demi Tuhan, Hara….aku penuh dengan kekhawatiran saat ini. “tapi kau Klee, bagaimana denganmu?”

“Minho bisa menyelamatkanku tapi….Hara, tidak ada seorangpun yang bisa menyelamatkannya sekarang kecuali kau.”

Aku menatap Krystal diam selama beberapa detik kemudian berbalik.

Ya, Seperti ini hidupku. Aku yang menentukan jalan hidupku sendiri, dan semuanya tergantung pada Hara. jika dia bisa aku selamatkan, maka hidupku akan baik-baik saja. Jika tidak….aku belum memikirkan secara spesifik tentang hal yang akan terjadi nanti padaku jika Hara tidak bisa terselamatkan.

***

Cho Hara’s POV

Aku menghentikan langkahku dan mengatur nafas yang naik-turun tidak terkendali. Mungkin aku salah memilih untuk berlari tadi? Karena sekarang bahkan aku tidak tau aku berdiri dimana, dan disini memang benar-benar hutan lebat. Tidak ada pemandangan lain selain pepohonan yang menjulang tinggi, akar-akar pohon yang menjalar ketanah, beberapa benalu dan serangga.

Aish, memangnya apa yang kau Harapkan untuk dilihat didalam hutan seperti ini?

Rasanya sangat lelah. Tapi…aku pikir aku benar-benar gila karena saat berlari aku sempat tersenyum beberapa kali. Entah…rasanya senang sekali bisa melihat Donghae lagi walaupun hanya beberapa detik.

Pria yang selalu terlambat. Yah, begitulah Lee Donghae.

Aku menyandarkan tubuhku disebuah batang pohon dibelakangku. Aku rasa disini cukup aman, mungkin menghabiskan beberapa menit untuk beristirahat tidak apa-apa. lagipula sejak memasukki hutan aku tidak menemukan sosok Soyu lagi. apakah dia tersesat sama sepertiku?

Atau…ia terjatuh karena heels-nya tersangkut akar pohon?Well, kuharap begitu.

Melihat darah yang melumuri lengan kananku, aku merasa mual. Well, aku memang sedikit alergi dengan darah dan biasanya perutku akan merasa tidak enak jika mencium bau darah walaupun darahku sendiri.

“ugh…”

Jangan sampai aku muntah. Ditambah kepalaku rasanya pusing, aish! Mungkin jalan satu-satunya menghapus darah yang ada dilenganku ini, tapi dengan apa……ah!

Aku melepas cardiganku, menyisakan tanktop berwarna hitam yang sejujurnya…Well, terlalu terbuka dan sebuah pilihan yang—sejujurnya—bodoh karena cuaca sedang dingin. Tapi hal ini lebih baik daripada kepalaku bertambah pusing karena bau anyir darah.

Sambil menelisik keadaan sekitar, aku mengelap darah dilenganku dengan cardiganku membuat warna dark brown pada kain tersebut sedikit demi sedikit tertutup oleh cairan merah kental. Tidak sengaja tanganku sendiri menekan luka tersebut dnegan keras sampai aku reflek menjerit.

“AAAAAAAA……..”

Bodoh! Kenapa aku menjerit keras sekali?! Soyu pasti mendengarnya. Walaupun aku Berharap tidak tapi…bagaimana kalau dia mendengarnya?! Ah, babo. Lagipula ini juga salahnya kenapa membuat luka sedalam ini padahal hanya menggunakan kukunya. Kukunya benar-benar setajam pisau.

Setelah aku rasa darahku sudah bersih walaupun tidak sepenuhnya bersih, aku membuang cardiganku begitu saja dan…

Kres..kres..

Seketika aku langsung membeku mendengar derap langkah seseorang  menginjak dedaunan kering yang berceceran ditanah. Suaranya sangat ketara ditelingaku karena hutan ini sepi, hanya terdengar bunyi serangga-serangga atau hewan pengerat yang aku tidak tau apa. apakah mereka sedang membuat melodi kematian untukku?

Suaranya semakin terdengar jelas dan tubuhku mulai bereaksi mengeluarkan keringat dingin terutama dari pelipis. Aku mengedarkan pandanganku dan…Demi Tuhan.

Demi Tuhan aku melihat Soyu tidak jauh dihadapanku sedang berjalan sambil menengokkan kepalanya ke arah kiri sedangkan aku berada disebelah kanannya. Dia berjalan dengan posisi menyamping sehingga tidak menemukanku. Aku terkesiap,tapi dengan segera aku menutup mulutku menghindari suara apapun yang keluar dari mulutku.

Aku sudah berjanji untuk tetap hidup. Jadi aku mohon….Tuhan aku mohon. Tuhan, aku tau bahwa Kau tidak akan menguji hambamu diluar kemampuannya.

Sebelum Soyu menolehkan wajahnya, aku berjalan dengan sangat hati-hati kesamping kiriku  dan bersembunyi dibalik batang pohon.

“Cho Hara?”

Oh, Demi cinta yang begitu besar yang diberikan Tuhan untukku, Soyu memergokiku. Oke, aku rasa ini akan menjadi hal yang menyenangkan. Dan entah kapan aku bisa mendapat pengalaman semenegangkan ini lagi, jadi…Yah, Nikmati saja Cho Hara.

Aku menengokkan wajahku kearahnya kemudian mengedipkan sebelah mataku satu kali sebelum akhirnya melangkahkan kakiku untuk berlari. Berlari dan terus berlari sambil menghindari benda apapun yang menghalangi jalan.

Well, sebut saja jalan walaupun kenyataannya tidak ada aspal disini.

Aku menengok kebelakang dan menemukan Soyu berlari tepat dibelakangku dengan samar-samar aku bisa melihat bola matanya yang sudah berganti warna menajdi merah pekat. Sedikit saja dia menelepatiku pasti nyawaku akan hilang karena dia sudah membuat death signer itu.

Aku mempercepat lariku untuk menghindari pandangannya. Karena jika Soyu melihatku maka ia masih bisa menelepatiku walaupun dalam keadaan berlari. Dan dengan sengaja aku membelok-belok dengan tidak beraturan agar konsentrasinya terpecahkan.

Aku tidak tahu sejak kapan aku bisa berlari cepat dan dengan gesit menghindari batang-batang pohon dihadapanku padahal setauku aku tidak pernah mahir dalam pelajaran olah raga saat sekolah dulu.

“Arrrghhh!”

Lagi-lagi aku menengok kebelakang dan kali ini aku mendapati Soyu terduduk diatas tanah dengan tangannya mengusap-usap lututnya. Aku kira dia tersandung heels nya sendiri? Mungkin. Jika memang benar, aku sangat bersyukur akan hal itu.

Memanfaatkan situasi ini aku berhenti sebentar untuk mengatur nafas membelok kearah kiri dan berari lagi. Dan beberapa menit setelahnya aku sudah tidak melihat Soyu lagi dibelakangku. Dia pasti tertinggal jauh dibelakangku. Dan….ah, aku sungguh lelah.

Aku kali ini berjalan dengan tertatih-tatih dan memutuskan untuk duduk bersandar pada batang pohon. Nafasku naik turun tidak beraturan, dan kedua kaki ku terasa sangat pegal. Aku sangat lelah karena tadi berlari dengan mengeluarkan semua sisa tenaga yang aku miliki.

Kres…kres…

Belum ada dua menit aku duduk terdengar  suara derap langkah seseorang lagi. dan suaranya kerap terdengar semakin jelas.

Tuhan, apakah ini takdirku?

Tubuhku rasanya tidak mampu untuk diajak kompromi lagi, terlalu lemah untuk berlari walaupun aku tidak mau seperti itu. aku yakin itu derap langkah Soyu, mungkin sebentar lagi dia akan muncul dihadapanku dan membunuhku dengan tidak memakan waktu lebih dari satu menit.

Dan kini aku bisa merasakan dia berada tepat dibelakangku.

“aku…hhh….membawa pistol, jangan…mendekat kang Soyu.”

“tapi aku tidak phobia dengan pistol.”

Aku langsung mendongakkan kepalaku. Sejak…sejak kapan Soyu memiliki husky  voice? Sejak kapan suaranya berubah menjadi berat seperti laki-laki.

Aku langsung menengok kebelakang dan….Bukan Soyu yang berdiri disana. Tapi Lee Donghae. Aku memejamkan mataku selama beberapa detik kemudian membukanya lagi siapa tau aku hanya berhalusinasi, dan…dia benar-benar Lee Donghae.

***

Author’s POV

Donghae menghela nafasnya selega mungkin mendapati gadis yang sedari tadi ia cari akhirnya bisa ia temukan dengan keadaan selamat. Walaupun dari jarak yang tidak begitu dekatpun ia bisa melihat darah yang mengecap di celana  jeans Hara.

Donghae tidak membiarkan dirinya berlari dan mendekap Hara, ia hanya berdiri disitu dan hening. Ia takut semua ini hanyalah sebuah ilusi belaka, Donghae takut kalau  sebegitu inginnya ia menemukan Hara sampai menghalusinasikan hal ini.

Walaupun jelas tadi adalah suara Hara yang ia dengar dan bahkan Donghae menyahutinya.

Tapi kemudian…. ada suatu hal yang membuatnya sadar kalau Hara yang ada didepannya saat ini bukanlah suatu ilusi, imajinasi ataupun halusinasi Donghae.

Hara menengokkan kepalanya kebelakang dan mata cokelatnya bertemu dengan mata Donghae. Satu hal ini memang bukanlah suatu hal yang tidak bisa disebut tidak nyata karena memang… tatapan itulah yang membuat Donghae percaya kalau Hara memang benar-benar berada dihadapannya sekarang.

Tatapan Hara beralih kedepan lagi.

“aku sudah menunggumu seratus tahun, rasanya seperti itu. dan kali ini entah aku harus bersyukur atau tidak, aku tidak tau kau terlambat atau tidak.”

Donghae melangkahkan kakinya kembali kemudian berhenti tepat disebelah kanan tubuh Hara yang duduk bersandar di pohon Maple dengan daun-daun maple yang mengering dimakan oleh waktu.

“aku bahkan tidak tau maksudmu datang untuk menolongku atau tidak, atau bahkan aku sempat berfikir kalau kau akan membiarkanku mati ditangan singa wanita itu.”

Hara menekan-nekan kecil daun-daun yang berserakan didekatnya, “aku hampir menyerah. Sampai aku membuat perjanjian dengan Soyu jika kau datang maka aku tidak jadi menyerahkan nyawaku. Namun sepertinya pilihanku salah, karena aku merasa kesal sekarang. Aku merasa semuanya sia-sia.”

“aku…aku tidak akan mencintaimu lagi, Lee Donghae.”

Donghae menolehkan wajahnya memandang Hara yang tampak berantakan, bukan dalam hal penampilan—well hal itu termasuk juga sebenarnya—namun raut wajahnya yang tampak putus asa.

“aku tidak menerima pernyataanmu.” Ucap Donghae singkat dan tegas. Donghae duduk dengan menekuk lututnya lalu mengulurkan tangannya memegang wajah Hara kemudian menengokkannya kearah Donghae. “kau lihat mataku dan coba katakan hal tadi sekali lagi.”

Menatap Donghae secara langsung melumerkan rasa benci dan kesal Hara. sejujurnya hal ini membuatnya sebal karena Hara entah kenapa menganggap bahwa hanya dengan sebuah tatapan bisa menjadikan suatu kekurangan didalam dirinya yang begitu dominan.

“aku…” Hara menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan “aku tidak mencinta….”

“tapi aku sangat mencint—ah, aku masih membutuhkan kekuatanku untuk melindungimu dari Soyu. Apakah kau mengerti?”

Hara masih tanpa reaksi, ia jelas mengetahui kalimat apa yang sempat terputus oleh Donghae tapi bukan hal itu yang membuatnya menjawab  ‘Aku mengerti.’ Hara sedang mencari kejujuran disana. dimata Donghae.

“aku bersungguh-sungguh. Bahkan sebelum kau mengenalku, akulah yang lebih dulu mencint—melakukannya. Aku memperhatikanmu dari kejauhan, memandangmu sebagai seseorang yang paling spesial walaupun kau saat itu seharusnya menjadi makhluk yang aku benci. Aku meninggalkan semuanya dan datang keduniamu, walaupun—ya, kau tau aku hanyalah pria brengsek yang hanya bisa membuatmu menangis. aku mencium wanita lain, berkencan dengan wanita lain, tapi…Hara…Cho Hara, kau harus tau kalau asumsimu selama ini salah tentangku. Bahwa kau salah paham dengan perasaanku.”

“aku harap kau bisa mengerti maksud dari apa yang aku katakan, tidak perlu aku harus mengucapkan satu kalimat yang menyiratkan segalanya yang aku ucapkan tadi.” Lanjut Donghae.

Hara masih tidak bereaksi, kali ini bukan untuk mencari kejujuran tapi karena ia terlalu shock. Dan Berharap kata-kata tadi bukanlah sebuah mimpi ditidur panjangnya. Ini bukan mimpi, jangan mimpi, bangun Cho Hara ayo bangun!

Tangan Hara menyentuh jari Donghae secara sengaja, hanya untuk memastikan sekali lagi…ini bukan mimpi.

Dan ini memang bukan mimpi, jadi Hara tidak perlu bangun, ia hanya perlu bereaksi dan tidak terus-terusan diam dengan ekspresi kosong seperti keledai bodoh.

“Arrasseo.” Ucap Hara dengan suara sangat pelan, tiba-tiba ia berdiri kemudian tersenyum-senyum seperti orang tidak waras. Dan memang ia hampir tidak waras saat ini, ia….terlalu bahagia. Donghae ikut berdiri dan mereka berdua  akhirnya berhadap-hadapan, kurang dari sedetik Donghae sudah meraih pinggang Hara kemudian menariknya kedalam pelukan.

There’s a moment when you’re too happy even cant express it with words.

Donghae memejamkan matanya dan memeluk Hara semakin erat, sangat erat tidak peduli gadis itu kehabisan nafas atau tidak. Donghae hanya ingin meluapkan emosinya, yang selama entah berapa lamanya ia pendam dengan sangat rapi itu.

Hara sengaja berjinjit agar ia bisa memeluk leher Donghae. Hara memundurkan tubuhnya lalu Donghae langsung menciumnya.

Entah untuk keberapa kalinya Hara shock. Ia bersumpah bahwa hari ini akan sangat bersejarah untuknya dan entah peduli apa ia hanya bisa mengikuti perlakuan Donghae saat ini. bibir tipis Donghae mengecup Hara berkali-kali, kepalanya bergerak tidak beraturan, Donghae memang pria brengsek dan sudah seribu kali ia mengakui hal itu.

Dan begitupula dengan saat ini, akal sehatnya hilang ditengah remuknya daun-daun maple yang kering. Ia tidak peduli apapun lagi selain gadis yang sibuk menyentuhkan jari-jari lentiknya dileher Donghae dengan bibirnya yang masih menciumnya.

Donghae dan Hara bersumpah kalau ini first kiss mereka berdua—dalam konteks mereka berdua. mengesampingkan semua wanita yang pernah Donghae cium dan satu mantan kekasih Hara—tapi seolah Donghae dan Hara sudah sering melakukan hal ini.

And you know, that Donghae such a bad guy. He plays hard.

Dan rasa strawberry dari lipstick yang Hara gunakan dalam kesehariannya itu mengecap dengan jelas dimulut Donghae. Donghae bisa merasakan sensasi manisnya. Ia berusaha berhenti, mungkin Hara masih kesakitan karena luka ditangannya tapi nyatanya Hara masih membalas perlakuan Donghae, malah semakin menjadi-jadi.

Dan tanpa sengaja Donghae mendorong tubuh Hara membentur pohon, tapi ia masih terus menciumnya tanpa stop layaknya Donghae sedang kecanduan ekstasi. Sampai akhirnya Hara mendorong dada Donghae perlahan dan otomatis adegan mereka terhenti.

Donghae memandang Hara dengan tatapan teduhnya selama beberapa detik sebelum dahinya mengernyit dan ekspresi wajahnya berubah seketika, tangan Donghae yang memegang pinggang Hara itu bergerak perlahan menuju sakunya dan mengambil sebuah revolver disana.

Hanya terdengar suara gemericik dedaunan dan melodi dari hewan-hewan pengerat namun Donghae terlihat amat waspada seolah ada mata-mata yang sedang mengincarnya. Dan, Hara seperti mengerti akan situasi ini. ia hanya diam dibawah hembusan nafas Donghae yang terasa hangat diwajahnya, dan dengan susah payah Hara berusaha mengontrol detak jantungnya.

Dan secepat kilat Donghae tiba-tiba mengacungkan revolver ke balik punggungnya dan melepaskan peluru begitu saja. Peluru tanpa peredam yang langsung memekakkan telinga.

DOR!!

“Aaarghh….”

Hara membelalakkan matanya kaget, “kau membunuh—mppfftt…”

Donghae membekap mulut Hara dengan tangannya kemudian berbisik. “aku tidak membunuh Soyu hanya peluru tadi menyenggol lengannya sedikit. Dan kita gunakan kesempatan ini untuk…” donghae menatap Hara dengan kedua mata teduhnya, kemudian mendekatkan wajahnya. Sangat dekat.

“kau genggam tanganku, arasseo?”

Hara masih terdiam, tapi ia mengerti. Ia membisu selama beberapa detik kemudian membuka suara. “kau tidak mau melawannya?”

Donghae menatapnya dalam. “aku bisa saja. Tapi aku memikirkanmu..maksudku…aku tidak mau sesuatu terjadi padamu ketika kita berhadapan dengannya.” Ucap Donghae, tangannya masih menggenggam Hara.

Tiba-tiba saja Hara melepaskan genggaman tangan Donghae kemudian tatapannya menjadi sangsi. “kau berbohong.”

“mwo?”

[NOTE: backsound: A thousand years-Christina Perri]

“aku memang tidak bisa membaca pikiran tapi aku bisa membaca ekspresimu. Dan tolong….aku muak dengan segala hal yang kau tutupi selama ini dan kau bermaksud untuk melindungi Soyu kan? Kau tidak mau membunuhnya dengan tanganmu sendiri.” Hara seakan tidak sadar dengan ucapannya, tangannya menunjuk-nunjuk kearah Donghae. Ini berani. Ini sungguh statement yang berani. Tapi bahkan Hara tidak tau kemana Donghae memihak sekarang…..

Donghae memandangnya shock, ia mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Hara namun segera ditepis oleh gadis itu.

“Hara… jadi kau tidak percaya? Aku sudah jujur padamu tapi kau masih tidak percaya. Sebenarnya seberapa brengsek aku dimatamu hah?!”

“apakah kau akan seterusnya seperti ini. tidak pernah percaya dengan perasaanku. Kau seharusnya membuka matamu dan lihat aku yang berdiri dihadapanmu sekarang ini!” lanjut Donghae. Hara mundur perlahan dengan tatapan kecewanya terhadap Donghae. Sebenarnya Hara percaya tapi entah kenapa…dia seperti hilang arah. Tidak bisa berpikir jernih saat ini.

Mungkin ia trauma, atau lebuh buruknya lagi frustasi? Entah….

Perlahan Hara menyentuh keningnya dengan ujung-ujung jarinya merasakan pusing. Yang datang secara tiba-tiba. “aku hanya lelah….” ia menghela nafasnya. “rasanya seperti…sangat dan sangat lama menunggumu. Dan entah kenapa saat kau mengulurkan tanganmu, aku malah menjadi jengah.”

“jadi…aku rasa kau bisa lepaskan aku. Dan kau kembali pada kehidupanmu sebelumnya.” Lanjut Hara dengan intonasinya yang terdengar lambat.

Mungkin kau mengira Donghae seperti seorang boneka yang menuruti perkataan orang lain tanpa mementingkan ego-nya. Atau dia seperti seekor tikus yang terlalu takut untuk mengambil resiko. Tapi untuk saat ini… dia bukanlah pria pengecut lagi.

Tidak lagi.

He will be brave, he will not let anything take away whats standing in front of him. Every breath, every hour has come to this.

“tapi kau tidak bisa. Aku meninggalkan semuanya untuk datang padamu dan selama bertahun-tahun aku hanya bersembunyi, dan untuk kali ini aku tidak akan membiarkan apapun menarikmu jauh dariku. Meskipun kau sendiri yang menginginkan hal itu, kau tetap tidak bisa.” Donghae Berharap kali ini kata-katanya bisa mempersuasi Hara, meskipun ia tau benar bagaimana perasaan gadis itu.

Donghae tersenyum ketika melihat senyuman Hara yang terukir walaupun samar dan berlangsung tidak lebih dari dua detik.

Namun kebahagiaan singkat itu lenyap seketika ketika Donghae melihat siluet seseorang yang lainnya dibalik tubuh Hara, dengan jarak yang tidak jauh gadis itu berdiri angkuh dan lengan sebelah kanannya dilumuri darah.

Entah sejak kapan Soyu berdiri disitu, Donghae sendiri tidak menyadarinya. Apalagi Hara, bahkan saat ini Hara mirip seperti mayat hidup yang dipaksa untuk berdiri diantara pria yang dicintainya dan gadis yang siap membunuhnya.

Sampai terdengar bunyi retakkan tulang yang menyadarkan Hara. Kang Soyu cepat sekali dalam bertindak, bahkan belum ada satu menit ia berdiri dibelakang Hara tapi sudah sukses meretakkan sedikit tulang kaki Hara walaupun hanya retak yang sangat ringan. Dan disaat itulah Hara merasa ada yang tidak beres dengannya, dengan cepat ia berbalik dan matanya langsung bertemu dengan bola mata merah milik Soyu.

Baru saja Hara berniat untuk berteriak tapi tubuhnya sudah tertarik kebelakang dengan cepat dan berada dipelukkan Donghae. Dan sungguh Donghae baru menyadari terdapat death signer disepanjang lengan Hara, sedari tadi tanda itu seperti tidak tertangkap oleh matanya. Dalam hati Donghae sungguh menyesal baru menyadarinya.

“jangan pernah menatapnya apalagi menyentuhnya….” tegas Donghae dan sedetik kemudian tubuh Soyu tertarik dengan sendirinya kebelakang dan membentur batang pohon maple dengan cukup keras.

“Arrh..” Soyu hanya merintih tapi kemudian berdiri lagi dan langsung menatap mata Hara yang tidak sengaja sedang memandangnya.

“dia hanya butuh..penjelasanmu..” ucap Hara dengan nafas terputus-putus.

“apa…?”

“aku katakan…dia hanya—Arrh…ARRGGHHH!!!” Hara menggenggam dengan erat lengan Donghae yang melingkar dipinggangnya untuk mengekspresikan rasa sakit disekujur tubuhnya yang….rasanya dua kali lipat dari telepati Soyu yang pernah Hara rasakan sebelumnya.

Kemudian naik menjadi tiga kali lebih sakit…empat kali…lima kali…dan mendekati sepuluh kali dalam waktu dua detik.  Sederet tulisan ibrani yang mengecap ditangan Hara menebal seperti efek bold dan menarik permukaan kulit Hara sampai otot-otot tangannya terlihat sangat jelas.

Hara berteriak melengking, terdengar seperti melodi mengerikan yang mengundang kematian datang kepadanya. Ia bahkan tidak bisa merasakan apapun lagi selain tubuhnya yang terasa terbakar dan disayat-sayat secara bersamaan. Jantungnya yang memompa darahnya itu serasa ditekan kuat-kuat.

Donghae masih memeluk Hara dari belakang, kedua tangannya masih melingkar dipinggang Hara tetapi kedua matanya berkilat marah. Bola matanya merah pekat seperti gumpalan darah,dan tertuju kearah Soyu yang  kini tubuhnya terangkat tingi-tinggi dan mengambang diudara tanpa sayap maupun seutas tali.

Kemudian terdengar bunyi dentuman yang cukup keras. tubuh Soyu terbanting ketanah dengan hanya disebabkan oleh tatapan Donghae. Tubuhnya meronta-ronta dan sepertinya tulang punggungnya patah, namun Soyu bersikeras untuk bangkit sebelum akhirnya usahanya sia-sia karena Donghae menahan tubuh Soyu tetap ditanah dengan telepatinya.

Pandangan Hara yang semua berputar-putar secara vertikal dengan kecepatan diluar batas kenalaran manusia itu perlahan melambat pusarannya. Dan bersamaan dengan rasa sakit ditubuhnya yang perlahan menghilang. Kemudian Hara bisa merasakan kembali tangan Donghae yang memeluknya.

Tapi kemudian pandangannya berganti menjadi blur, dan kedua tangan Donghae melepas pinggangnya. Hara bisa merasakan tubuh Donghae tidak lagi didekatnya karena bau perfume Donghae menghilang.

Kemudian semuanya menjadi hitam. Dan Hara jatuh tidak sadarkan diri.

Donghae meninggalkan tubuh Hara yang pingsan. Ia berjalan melewatinya dan menghampiri Soyu kemudian berdiri disamping kepala Soyu.

“kali ini aku tidak peduli lagi statusmu yang pernah menjadi satu dari wanita yang aku sayangi, aku Harap Tuhan mengampuni dosamu.” Donghae menatap mata Soyu dalam-dalam. Pandangannya lurus tepat ke manik mata. Sampai kemudian muncul kerutan didahinya dan rahang Donghae yang terlihat mengeras.

Soyu seperti tersedak sesuatu, sekujur tubuhnya mulai mengeluarkan keringat dingin. Kedua kakinya bergerak-gerak gelisah berusaha mengenyahkan ras asakit luar biasa yang melanda seluruh fungsi tubuhnya, kedua tangannya menggenggam akar pohon yang menjalar disampingnya, menggenggamnya sangat kuat sampai kukunya memutih, memudarkan kuteks merah gelapnya.

Ia mendongakkan kepalanya menatap Donghae Berharap—mantan—sahabatnya itu mau berbelas kasih terhadapnya. Tapi…. Soyu tidak menemukan tatapan Donghae seperti dulu lagi, hanya ada sorot mata kecewa disana.

Tidak ada tatapan teduh Lee Donghae lagi.

Soyu tidak bisa menahan dirinya untuk tidak beteriak. Kerongkongannya terasa terbakar dan tenggorokannya seperti tersumbat oleh sesuatu yang panas.  Kini tubuhnya  bergerak tidak beraturan dengan nafasnya yang terdengar hampa dan terputus-putus.

Donghae bisa melihat dengan jelas, ada setetes air mata yang keluar dari balik mata kecil Soyu. Air mata yang berasal dari mata bagian kiri, menandakan kesedihan.

Donghae tau ia tidak bisa membunuhnya jadi mau sesakit apapun telepati yang ia berikan pada Soyu, gadis itu masih akan tetap hidup. Ia juga tidak pernah mempelajari bagaimana membuat Death Signer.

Ini belum berakhir……belum….

Maksudnya, Donghae ingin Soyu berhenti meneror Hara. dan akhir dari masalah ini adalah hal itu. jadi ia belum bisa menyimpulkan kalau meskipun Donghae berhasil menelepati Soyu tetap teror masih berkemungkinan untuk berlanjut lagi.

Donghae masih diam mencoba berpikir, mengabaikan semua teriakan Soyu yang sudah tidak keruan. Dan ia tiba-tiba ingat…

“dia hanya butuh..penjelasanmu..”

Mungkin Donghae patut mencoba saran Hara tadi. Soyu butuh penjelasan. Entah hal itu akan berguna nantinya atau tidak, tapi setidaknya Donghae ingin mencobanya terlebih dahulu. Dan ia yakin pasti ada jalan keluar bagi masalah ini.

Donghae melepaskan sihirnya yang menahan tubuh Soyu ditanah, tapi ia belum melepaskan telepatinya sehingga Soyu masih merintih kesakitan. Dengan tergopoh-gopoh Soyu bangkit duduk. Ia menatap Donghae sebal, sebelah tangannya memegangi dadanya yang sesak.

Donghae menyandarkan tubuhnya di batang pohon, semilir angin twilight menerpa rambut cepaknya yang hitam dan berantakan. Kemeja Donghae sudah terlihat buluk dan dihiasi oleh bercak darah, namun tidak mengubah apapun tentang kadar ketampanan diwajahnya.

‘apa mau pria pengecut ini hah?! Aku ingin memakinya tapi aku tidak memiliki banyak tenaga saat ini.’

Mendengar isi pikiran Soyu, Donghae hanya mengangguk kecil sambil melipat kedua tangannya.

“jadi sekarang aku mengerti, kau tidak terima kenapa aku rela membunuh si Cho brengsek itu demi Hara tapi aku tidak pernah sekalipun menyakiti appamu?”

kau baru menyadarinya sekarang Donghae?!’

sungguh aku tidak menyadari hal itu sebelumnya, aku kira kau akan membalas dendammu sendiri jadi aku membiarkan appamu hidup. Aku minta maaf soal hal itu. lalu, kau menganggap bahwa Hara merebut semua perhatianku terhadapmu?”

“aku selalu berpikir seperti itu.” Rasa sakit yang dirasakan Soyu perlahan berangsur menghilang karena konsentrasi Donghae sudah buyar dan pikirannya melambung entah kemana. Jadi kini Soyu mampu mengeluarkan suaranya.

“kau menyalahartikan hal ini. aku mengerti  bahwa kau memiliki suatu dendam terhadap manusia, dan selagi manusia itu berhasil membagi kasih sayangku menjadi dua. Dan manusia itu adalah Hara. seharusnya kau mengerti aku menyayangi Hara dan aku menyayangimu itu memiliki arti yang berbeda. Faktanya kau tidak mencintaiku kan? Kau menganggapku sebagai saudara laki-lakimu. Begitu aku terhadapmu, aku juga sudah menganggapmu saudara perempuanku sendiri.”

“aku memang tidak akan pernah mencintaimu Donghae. Tapi  kau telah melupakanku, aku merasa bahwa… semua pria yang mengenalku akan melupakanku seiring berjalannya waktu. Kau tidak tau bagaimana rasanya….” Soyu menaikkan oktaf suaranya. Sepertinya memang suatu keputusan yang salah untuk mengeluarkan semua unek-uneknya terhadap Hara selama ini, yang seharusnya ia katakan pada Donghae.

“kau tidak pernah mengatakannya padaku! Sejak dulu kau senang menyimpan masalahmu sendirian dan tiba-tiba kau sudah muncul menjadi seorang gadis yang jahat. Karena sewaktu itu kau diam, maka aku berasumsi bahwa kau baik-baik saja. Dan memangnya… siapa kau? Kau bahkan bukan saudara kandungku. Kau berhak apa atas kasih sayangku padahal Krystal saja senang dengan kehadiran Hara. aku tidak tau jalan pikiranmu yang sesungguhnya…”

Soyu hanya menundukkan kepalanya mendengar penjelasan Donghae.

“akan jauh lebih baik bersama manusia  keras kepala seperti Hara ketimbang dengan makhluk supranatural yang jahat sepertimu. Benar apa yang appamu katakan, kau aneh dan mengerikan.”

Donghae bear-benar tidak sadar dengan apa yang ia katakan barusan. Ego mengalahkan perasaan. Emosi menutup semua belas kasihan. Dan benar-benar kata-kata yang membuat hati Soyu sangat sakit. Yang bahkan lebih sakit dari telepati Donghae terhadapnya tadi.

“kalau kau bisa menghargai gadis yang aku cintai maka aku juga akan meghargai persahabatan kita.”

“itulah mengapa CL menyembunyikan kisahnya, karena dia tau…kau, sahabatnya, adalah gadis yang jahat. Tapi walaupun begitu, aku dan CL masih meghargaimu yang hanya bisa memaki seberapa bodohnya manusia padahal aku dan dia mencintai manusia. Kau tau mengapa Myungsoo dipihakmu? Itu semata-mata karena dia kasihan terhadapmu.” Lanjut donghae.

Kini Soyu benar-benar membisu. Mungkin benar yang Hara katakan kalau diriya hanyalah gadis yang butuh belas kasihan.  Apakah Soyu memang berlebihan? Perlahan hati kerasnya melumer, mungkin.

“as your bestfriend, i just wanna say what is right and what is wrong….”

Donghae berjalan meninggalkan Soyu begitu saja dan setengah berlari menghampiri Hara yang pingsan. Donghae menumpukan kedua lututnya keatas tanah lalu menyentuh wajah Hara perlahan. Kemudian sentuhannya beralih ketangan Hara.

Mencari detak kehidupan disana….

TBC

Hai readers. Hai hai hai sudah berapa lama ff ini ga muncul :’’’) sekalinya muncul malah masih ada TBC. Okey jadi intinya part 13 dibagi menjadi dua sesi, yg ini adalah sesi pertama dan bakal ada sesi kedua+endingnya. Jelas kalo sesi kedua dominan minstal dan dibagian akhir part keungkap final ceritanya.

Bersabar yaa,  session two wont appear more than one month kok, karena awal oktober saya uts jadi session 2 bakal muncul sebelum bulan oktober. Dan untuk book version ntar nunggu saya selese uts ya karena sekolah udah jadi harga mati yang gabisa diganggu gugat T_T

Sorry for typo, saya bener2 males kalo suruh ngecek ulang. Berhubung i dont have any editor ya hiks hiks. Maaf banget kalo part ini jelek, aku kepengin part ending semaksimal mungkin dan well i’ve worked hard for it tapi kalo masih belom memuaskan maaf sekaliiii padahal kalian udah nunggu lama 😥

Sekiaaaaan. Kalo yg mau ngobrol #eaaa~ contact twitter @aloyshee ajaa ya, kalo yg udah follow @ifaaroo diunfollow aja gapapa 😉

KOMEN GUYS AYO DIKOMEEN, bikinya ditengah kegalauan nih wuekekekek.

Advertisements

104 thoughts on “[13th] Telepathy: End of the War (session 1)”

  1. Part ini bnr”… DAEBAK!! Jujur aja unni seneng bgt krn ini part special pake telornya Hae-Hara.^^ Soalnya mreka kn jrg bgt ada scene” yg unyu”. Hehe..

    Mnrt unn, pemilihan kata” bwt ngejelasin adegan per adegan&emosi hae-hara-soyu uda pas bgt. Dan unni smp berdecak kagum krn hae-hara lg ada romancenya bs kamu kejutkan dgn adegan actionnya. Feelnya uda kerasa klo mnrt unni. Tpi.. Typonya berkeliaran di part ini. Smga di part selanjutnya bs berkurang ya. Semangat sllu ifa.^^

  2. FIRSTkah??
    eonnie-ya… mianhae.. aku lupa yg part kmren uda komen ato blum, soalnya bacanya pake hape…

    ahh ga banyak cingcong eon.. feelmu selalu dapet.. padahal ditengah kegalauan yahh??
    aku sampe kangen ama minstal gegara ni ff tak kunjung di post…
    ahh ya review ku..
    ada ‘sedikit’ typo, kayanya cuma 1 atau 2 huruf ajah..
    *bingung.. speechless*
    ahh yaa… aku bingung.. jadi ayahnya hara itu ‘juga’ ayahnya soyu gitu?
    aku sdikit kurang ngeh di bagian itu, pdhal uda diulang ulang loh..

  3. Wahh! Akhirnya keluar jugaaa!! Bener2 kerenn! Aku sudah menunggu bertaun-taun lho thorr #lebayy hahahahahaha
    Mantabb dahh pokoknyyya~ aku tunggu Minho – Krystal nya yaa? 😀 gomawo authorr {}

  4. Ifa, demi apa ini keren banget..
    Tapi nunggu publishnya lama bener yak..
    Mpe karatan plus ubanan tau..
    Huft..
    Tapi semua terbayar pas ngeliat hasilnya..
    Daebak..
    Awalnya aku pkir sesion-nya bakal panjang, kaya sinetron indo yg itu tuh mpe ad sesion ramadhan segala..
    Huahahahaha..
    Ok sesion 2 dan info bukunya ditunggu ya..
    Ok..
    Hwaiting..

    1. iyani eon, lama banget ya-___- maaf banget soalnya tiba2 mood nulis suka ilang gitu
      WAWAWA masa kaya cinta fitri session nya, engga dehntar dikiranya aku fans sinet indo lagi -_-
      sipsip makasiii 🙂

  5. part ini penuh dengan emosi, emosi soyu, hara, Donghae, dan aku puas banget bacanya..agak serem juga pas bagian hara yang tangannya berdarah#huhu
    moga aja soyu sadar dan mau terima hara…

  6. wohahaha daebak oenni, konflik-nya antara soyu-donghae-hara bener-bener bagus, alur panjang seperti ini aku bener-bener suka, yayaya part selanjutnya cepet ya oenni 😀

  7. langsung buka blog ini abis dikasih tau maya kekeke,
    kirain ini last chap, eh ternyata engga 😀
    hara diawal antara percaya ga percaya sama donghae yaa, mau komen apa lg yah? tiba2 lupa ._.
    oke deh part selanjutnya ditunggu dengan sabar

  8. dr awal baca mpe akhir tegang…hara kuat jg ud dsiksa ms bisa lari kenceng
    jd akar dr rasa benci mreka sm manusia tu dr soyu?? cm gr2 ayahnya?? hoo..ga nyangka..
    kasian CL yg udah jd korban
    hara ud selamat kan?? *kayakny
    brati tggl klee.. taejoon-ah…#ehsalah minho-ya cepatlah dtg tolongin krys
    seru..seruu… _^^

  9. DAEBAK ^^d
    Part ini keren banget ceritanya. Tp sebenernya yang paling aku tunggu2 itu tentang Krystal. T,T
    Semangat ya thor ujiannya. Hwaitting

  10. setelah penantian yang panjang akhirnya di publish juga
    konflik hae-hara-soyu bener2 seru, aku jadi bisa bayangin gimana adegan2nya…
    aku suka banget part ini…
    session selanjutnya jangan lama2 y….

  11. hwaaa.. Menegangkan sangatt..
    Di balik kekejaman soyu ternyata ada kisah menyedihkan..
    Hara n Klee harus selamat..
    Next ditunggu..
    Hwaiting!!

  12. Akhirnya dipublish jg dr sekian lama *nari gangnam style*
    Sbg fans hae-hara couple,aku suka part yg dominan ttg mereka…
    Menegangkan skaligus bkin tercengang…tp disini hae makin” keren pas nemuin hara…
    Miris ma soyu tp dia jahat…adegan dia mencekam bgt…

  13. aaaaaaaaaaa… ceritanya keren :3 keren sebanget-bangetnya >_<
    aku ngeri pas bagian hara-soyu deh.. tp, jadi tahu kenapa soyu jado jahat gitu..
    kasian juga sih sebenernya..
    tapi.. mau gimana lagi..
    ohya, session duanya setelah bulan oktober? #shock.. #pingsan..
    kenapa lama sekali unni T.T yaudah deh.. aku tunggu yaaw :3

      1. kak ifaaaa, ini udh bulan desember lho.. session 2nya manaaaah? T.T aku nunggu banget sungguh T.T ayooook, udh keluar blm? janjinya kan bln oktober 😉 hehe.. #kicked..
        apapun itu, aku doakan kak ifa sehat selalu supaya bisa meneruskan fic keren ini XD

      2. haloooo ;-; iya sayang ini udah telat banget, aku kena writer’s block nih huhuhu insyaallah besok dipublish kok . sip, makasih ya doanya.. will work hard for final chapter! ♡♥

  14. ifaaaaa……duh ga nyesel sih nunggu lama tp hasilnya gini
    ah…..feelnya dpt bgt deh apalagi pas scene telepathynya itu
    kaya beneran(?)
    ah……haera napsu bgt ya lagi keadaan genting kissnya lama bgt dan onnie malah jdi keinget scene drama hae *nangis kejer*
    jdi soyu tu benci hara karna dia manusia ya
    pdhl cma gara2 appanya doang tu ya dia jdi benci semua manusia
    kayanya soyu emg haus kasih sayang nih
    eh itu nasibnya klee gmn fa?
    minho bakal nyusul apa gmn tu
    lanjutannya jgn lama2 ya fa
    oh iya….mksdnya bakal ada session 2+ending itu brrti msh ada 2 ff lg kan yg bakal dipublish atau cma 1

    1. ini epeh unnie kan? .__.
      weyweywey adegankissing dibahas juga nih, malu ah kalo inget aku nulis itu wkwkw
      nasibnya kle… ada ditangan saya huahahaha
      tinggal satu ff lagi eon hehe
      makasiih

  15. Aih kak, part ini daebak!
    seru banget dehXD
    feelnya kerasa apalagi pas bagian hara-soyu. duh kece deh kak (y)
    kasian ya soyu pantes dia jadi jahat gitu.
    Puas deh sama chapter ini walaupun updatenya lama~
    Jadi gasabar nungguin session 2 sama book versionnya X3
    lanjut~

  16. Yongssskiiii kl nunggu lama tp yg keluar kyk gini sih kayaknya worth it yaaah<3 demi apapun kak gue jd kangen sm lo grgr udh lama ga baca tulisan lo tau nggak=") dasar makhluk alay seduniaaaaaa. Asdfghgjklpoiytewq speechless dehya bacanya nggaklucu soalnya kl sampe gue tereak2 kesakitan gt ngerasain telepati nya kembaran beda emak gue, soyu. Kerenkerenkeren sumpah. Dan lagi, "And you know, that Donghae such a bad guy. He plays hard" <- couldn't agree more deh buktinya kissing scene di drama nya aja legit bangetyah="

    1. ejiyeee adayg kangen gue nih asik asik eh eh apaan soyu kembaran elo, gak bisa dong kan dia udah gue claim jadi unnie gue #terus?
      Muahahaha btw itu kissing scene indah banget ya sampe bikin gue nangis #alay #alaybanget
      thanks dist!

  17. Wah! Finally di post jg lanjutan FF ini. Senangnya karena part ini panjang…tp eh masih ada tbc-nya. 🙂
    Aku suka Donghaenya di sini. Udah pngen ngmg cinta tp ga bisa, mesti ditahan dulu.. Hahaha.
    next, hwaiting ya! ^^

  18. nggak nyesel nungguin lama!

    LDH!!! situ ngegemesin :3 kisseu nya hot… ngebayangin di dramanya Donge asjghhghjjk banget!

    oke, berarti 1 part lagi kan? Minstal i can’t wait! komen apa banget deh yaaa.. -__-

  19. wuah… akhirnya dipost juga, lama loh aku nungguinnya Eonni.
    ckckck Donghae Oppa bisa-bisanya ciuman sama Hara pas Krystal Eonni lagi sekarat gitu…
    aku penasaran banget sama cerita selanjutnya Eon…

  20. Keren banget eonie.. Swear TT.TT
    nungguin banget kelanjutan ff ini.. Kalimat per kalimat beneran dapet banget dan semakin nyesek.. Kadang senyum kadang deg degan kadang kesel kadang gemes kadang terharu kadang speechless.. Keereenn deh..

  21. oenni… akhirnya part 13 keluar juga..
    udah lama nih di tunggu tunggu.. keseluruhan ceritanya keren banget oen! next chap itu part terakhir? di tunggu chap selanjutnya..

  22. Aaaa~ akhirnya dipublish jg dr sekian lama, ampe jamuran nih nunggunya fa T_T haha ga nyesel sih nunggu lama kalo hasilnya gini. ayolaah dilanjut cepett!! *ganyante
    aku penasaran krystal nasibnya gmna sama minho :3 next chap ditunggu lho ^^

  23. aaaaa, akhirnyaaaa nongol jugaaaaa …. 😀 hahahha. ah semoga si soyu sadar keg, ksian si hara ituuuu …. -_-”
    kekurangan bnyak darah, iya kali kalo di PMI ada golongan darahnya. kalo enggak ?? #menyimpang
    hahahha ….
    ditunggu bukunyaaa yaaaaa 😀
    klo bisa sih ada after story utk semua pasangan ,,, hehehhehe
    hwaiting !!!!

  24. Daebaaak!!!
    Chinguuuuu, gue nge fans banget sama ff lo.
    Ceritanya bagus banget dan walaupun genrenya fantasi tapi inti cerita ini bagus ga cuma ff tg bias tapi lo juga masukkin hal yang perlu kita liat dalm pertemanan

  25. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa telaaaaaaaaaaaaaaaaaaat bca’a kk,,,
    whoa,, dag dig dug bgeud kk,,
    smpah pnsran bgeud tuh ma nsib’a hara,,,klee jg!!!!
    kta2’a hae WOW bgeud yea,, aq ajha bca’a cengo gtu,,
    tajem stjem sileeeetttt deh,,, trus session 2’a mslah klee n mnho yea kk??? kpan publish’a kk ???? dah slesei dbuat blom?? adooooohh,, pnsran aq’a!!!!
    trus 1 gge,, L ma sulli dceritain jgha kn ending’a kek gmna kk ???
    bkal ampe session 3 gg kk ????
    hmmmmm,,
    pnsran!!!!!
    next part’a d tnggu yea kk!!
    fighting!!!
    ^-^

    1. kata2 donghae yang mana nih? hahahah
      yg session 2 belom dibuat sama sekali hahaha tapi bakal selese kok walopun ntah kapan *dibakar*
      cuman sampe session 2 kok hehe
      makasiiih

  26. Akhir nya!!!! Ngecheck wp ini tiap hari dan akhir nya publish. Dan mian baru sempet baca karna lg banyak nya tugas -_-v
    kuku nya soyou itu setajam apa ya sampe bisa ngerobek nadi nya Hara ckck
    waktu pas adegan kisseu itu errrrr u.u *makin kepelet donghae(?)*
    yang ngebuat hara pingsan itu hae ya? ._.

    Btw, kangen Minho sama L huehehehehe. Next part lebih condong ke Minstal ya?? Ditungguuuuu. Keep hwaiting chingu 😀

  27. wah jadi kaya breaking dawn sama deathly hallows ya dibikin dua part gini. tapi emang keren jd mau gimana lagi #eaa. janji ya ngga lebih dari sebulan nge-post session 2 nya, aku rajin bgt lho bukain blog kamu buat nungguin part ini

  28. waaw ada yang telat nih *nunjuk diri sendiri*
    ya ampun kenapa ini semua harus terjadi pada hara, kalo soyu sih bodo amat dia mau mati kek mau nyebur laut kek mau dikubur idup-idup juga gak papa
    tapi yang pasti hae kereeeeeen

    ngomong-ngomong mino sama myungsoo mana? kangen nihh

  29. uuwwaahhh,,, jgn da yg mati dunk,,,
    klo bs ending’a mrk semua damai, baik yg makhluk supranatural’a atwpun manusia’a..

  30. sumpah ini tegang bgt dah adegannya tp pas awal hara gk teriak jd kirain oke2 aja
    Pas ditancepin tereak jg ternyata *komen macam apaini*
    Hehe
    Intinya aku menikmati kok ff ini
    Dan ya suka bgt bagian kisseu haera mantep ye
    #plakk
    Lanjuuuut ini makin seru

  31. Itu hara’nya masih hidup kan ???
    Bang ikan, kau pasti bisa menyelamatkan cho hara your sweety bala-bala,,kkkkk
    #session 2 nya ditunggu,,,

  32. hahhh ternyata ada sesuatu di balik kejahatan ny soyu beuh pantesan aja dia sebegitu nafsunya pgn ngebunuh hara..ternyata dia anak yg kelantar bahkan bsa d blg buangan..kasian juga sih tp udh kelanjur gasuka sama si soyu pake main telepati sama hara!! aih mana donghae telat dateng..untung aja hara ga mati fiuh~ sumpeh yaelah tegang thor~~ ;A;

    haaa kakak gue yg tercinta krystal please…minho harus slamatin krystal!! jangan telat ah!!! jangan ampe makhluk yg namanya jiyeon bangkit lagi.. o.o thor thor yg session 2 nya aku tunggu ya~~ btw gue dukung kalo si sulli jadian ama L KKK

    1. huehehe gausah tegang, sante aja XD

      wah apaan nih krystal kakak tercinta? bukannya dia kakakku ya *plak*
      session 2 lg dikerjain kok. thanks bngt udah dikomenin semua ^^

      1. aigoo eon..krys eonni emang jahat gak ngasih tau ke publik kalo dia punya adik lagi u_u jahat nih krys.~~ ._. apa kita saudara yang tertukar eon? O_o hwaa eon…cepetan ya session 2 nya >< udah kebelet eon.. ._.V

  33. akhirnya stelah kesibukan kampus bisa juga baca ff

    akhirnya donghae gag jadi pengecut lagi \(^o^)/
    tapi haera tambah gag percaya *nyesek*
    and finally semua misteri terungkap..

    krystal bagamana nasibmu nak?? jangan mati dulu eo, tunggu minho nak..

    gag sabar pengen baca end-nya, semoga haera krystal selamat ^^

      1. halo kak ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ maaf aku baru bales komen ;-;
        hahaha sip nasib krystal ada ditangan tuhan bukan ditangan minho (?) marilah kita berdoa /eh
        thanks for comment kak!

  34. Setelah baca ff ini sebulan lalu baru ini sempet nulis komen.
    Bagian krystal jadi kurang ditonjolin di part ini, trus apa ya hubungannya si krystal dengan hara??
    Kenapa hara juga mati kalo krystal mati?
    Alurnya panhang tapi bagus kok

  35. astagaaa kerenn !! sumpahh
    udah gak diraguin lagi sihh
    karya kka yg ini ,, aq sukaaa !!!
    aq kagum bangett..
    eh, end.x kapan ?? lama gak ??
    btw, kka ifa masih ingett aq kan ??

  36. Daebak.. Daebak.. Sampe ga bisa berkata apa2. Ceritanya bagus bgt. Akhirnya donghae berani jujur sama hara, walaupun belom ngucapin kalo dia cinta hara. Kasian bgt haranya, trs krytalnya juga tuh, minho bakal nyusul krystal ga ya?
    Lanjut next part.. Thanks^^

  37. Daebak, gak tau lagi mau ngomong apa.
    Keren banget adegan actionnya. Akhir nya si donghae ngomong juga sama Hara kalau dia suka sama Hara. Hara masih hidup kan ya, jangan mati dong. Semoga aja soyu sama myungsoo sadar. Tinggal krystal nih nasibnya gimana.

  38. Sedih Minho ga nongo di sini, sementara Krystal sekarat 😦 Minho oppa eodiya????
    Tinggal 1 chapter lagi ya, wah, rasanya sedih dan senang :’)

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s