[12th] Telepathy: Intervention

[12th] Telepathy: Intervention

AUTHOR               : IFALOYSHEE

MAIN CAST         : Krsytal Jung/Jung Soojung/ Klee-nickname, Choi Minho, Lee Donghae, Cho Hara (OC), Kim Myungsoo, Kang Jihyun/Soyu, Choi Sulli. [CHECK THEIR PROFILES HERE]

GENRE                  : Fantasy, Romance, Supranatural, Sci-Fi

DISC                       : All of this story  from now on, are pure from my Imagination. Dont like the pairing, better you dont read. The casts are belong to their fans. Except Cho Hara, she is an Original CHaracter. Just belong to me. Dont ever copy my idea, or copy this story. If you want to reblog this, or copy this, just ask me first and credit me

***

Important from prev part:

Konjungsi.

Konjungsi adalah salah satu bentuk dari logika matematika yang berarti “dan”. Atau bahasa matematika dari “dan” adalah konjungsi.

Jadi yang bisa aku simpulkan menurut pendapatku, ‘aku DAN myungsoo yang bisa menghilangkan sanksi kematian Krystal bukan aku ATAU myungsoo.’ Jadi intinya ada campur tangan keduanya untuk menghilangkan sanksi kematian.

Dan pertanyaan yang kedua, bagaimana CARA menghilangkannya?

This is a long journey……

***

Somewhere street, near Han river.

Sulli berbalik perlahan dan menemukan Myungsoo berdiri dibelakanya dengan tangannya yang masih memegang pinggang Sulli. Berkali-kali Sulli mengerjapkan matanya untuk memastikan bahwa pria didepannya ini benar-benar Myungsoo.

“kau bodoh ya!”

Sulli langsung mendelik mendengar ucapan Myungsoo barusan. “b..bodoh? kenapa?” tanyanya dengan dahi mengernyit.

“bodoh tentu saja, kenapa kau mencoba bunuh diri?”

Lagi-lagi Sulli mengernyitkan dahinya bingung. Ada apa dengan Myungsoo, pikirnya. “bunuh diri? Siapa yang bunuh diri, Myungsoo-ya. aku sama sekali tidak ada niat untuk bunuh diri.” Jelas Sulli. Myungsoo menatapnya bingung.

“tapi tadi kau mencondongkan tubuhmu kan. Lalu apa yang kau lakukan tadi kalau bukan bunuh diri?”

“aku sedang mengambil MP4 ku yang hampir saja terjatuh ke sungai tapi aku kehilangan keseimbangan sehingga tubuhku juga hampir masuk ke sungai dan untungnya kau menarikku.”

“o-oh. Aku kira kau mau bunuh diri…” ucap Myungsoo awkward.

Beberapa orang yang berlalu disekitar mereka menoleh, sesekali ada yang terkekeh melihat Sulli dan Myungsoo. Dan sungguh Myungsoo baru sadar kalau tangannya sedari tadi masih berada dipinggang Sulli. “Oh, maaf.” Myungsoo buru-buru melepaskan tangannya dari pinggang Sulli dan tersenyum canggung.

“kenapa kau bisa ada disini?” tanya Sulli berusaha mengalihkan topik agar suasananya tidak canggung lagi.

“aku hanya sedang mencari udara segar dan tidak sengaja melihatmu disini.” Sulli mengangkat sebelah alisnya dengan sangsi seolah ia tidak percaya dengan kalimat Myungsoo barusan.

“kenapa memandangku seperti itu? apa yang kau pikirkan tentangku sekarang?”

Sulli melipat kedua tangannya didepan perutnya. “kau tidak tahu apa yang kupikirkan sekarang? Bukankah kau memiliki kemampuan membaca pikiran, seharusnya kau tau apa yang kupikirkan.” Myungsoo terlihat gelagapan dengan pertanya Sulli barusan. “uhm…kau pasti berpikir bahwa aku mengikutimu kan?”

Sulli menggelengkan kepalanya. “aku tidak berpikir seperti itu. aku hanya berpikir mungkin saja kau sengaja mencariku untuk menanyakan dimana Soojung sekarang.”

“maksudku ya seperti itu.” ucap Myungsoo membela dirinya.

Melihat Myungsoo bertingkah sedikit aneh hari ini, Sulli menatapnya penuh selidik. Ia berpikir siapa tahu Myungsoo sengaja mencarinya kemudian menculik Sulli dan mengancam akan membunuh Sulli jika Krystal tidak mau kembali pada Myungsoo.

“bukankah kau membolos kuliah karena pergi ke Busan? Kenapa kau ada disini sekarang? Tanya Myungsoo penuh selidik.

“oh itu…a-aku..” Sulli gelagapan mencari jawaban yang pas, ia menunduk tidak tahu bagaimana cara menutupi kebohongannya.

“kau berbohong?”

Pelan-pelan Sulli menganggukan kepalanya. “hey, kenapa menunduk seperti itu? tidak apa-apa kalau kau berbohong.” Sulli hanya menghela nafasnya.

“apa kau sedang ada masalah?”

Sulli masih terdiam.

“kau bisa menceritakannya padaku, kalau kau mau sih.” Myungsoo menyandarkan tubuhnya dipembatas jembatan, menunggu Sulli membuka suara walaupun gadis itu masih saja menunduk.

Sulli pelan-pelan mendongakkan kepalanya kemudian ikut menyandarkan tubuhnya disebelah Myungsoo. Ia menolehkan wajahnya melihat wajah Myungsoo sebentar kemudian kembali memandang kedepan. Sulli memang sedang membutuhkan seseorang yang bisa mendengarkan ceritanya, ia bukan tipikal gadis yang senang memendam masalahnya sendirian.

Dan sebuah kebetulan yang baik karena ada seseorang yang dengan senang hati menawarkan dirinya untuk mendengarkan Sulli.

“Halmeoni sakit. Dan aku harus kembali ke Busan, Umma dan Appa menungguku disana tapi aku belum bisa kembali ke Busan karena aku ingin membelikan halmeoni obat yang mahal, agar beliau bisa cepat pulih.”

Sulli menghela nafasnya kemudian melanjutkan.

“semenjak perusahaan Appa mengalami penurunan, kehidupan ekonomi keluargaku tidak begitu baik. Aku harus bekerja sendiri untuk membiayai kuliahku. Dan jujur aku lelah, karena disaat teman-temanku beristirahat dirumah sepulang kuliah, aku langsung pergi ke cafe dan bekerja sampai larut malam. Ketika teman-temanku pergi shopping, aku pergi ke perpustakaan untuk belajar karena aku tidak sempat belajar dirumah. Aku hanya berpikir…. rasanya dunia sangat tidak adil karena hanya aku yang terlihat bekerja keras untuk melanjutkan hidupku.”

“semua orang pasti memiliki masalah, Sulli-ah. Namun tidak dalam konteks yang sama, jadi bukan hanya kau yang terlihat begitu berjuang saat ini. untuk contoh terdekat saja, Krystal. Dia bahkan diambang kematian sekarang, hanya tinggal menunggu waktu saja kapan tubuhnya sudah tidak bisa bertahan lagi.”

Sulli terdiam mendengar kalimat Myungsoo barusan, ia merenungkannya. Memang benar apa yang Myungsoo katakan. Seharusnya Sulli bersyukur karena nasibnya tidak setragis itu, setidaknya ia lebih baik.

“tapi aku bisa memahami perasaanmu. Kau jauh dari keluargamu dan kau disini hanya mengandalkan sahabat terdekatmu, sebenarnya kau…merasa sedih tidak seutuhnya karena keadaan keluargamu, tapi juga karena kau…sendirian.”

Myungsoo menoleh kearah Sulli kemudian menepuk punggungnya pelan dan membiarkan tangannya merengkuh bahu Sulli. “apa yang kau pikirkan sekarang?”

Selama beberapa detik Sulli tetap diam sampai akhirnya ia mendongakkan wajahnya dan menghapus bekas-bekas air mata diwajahnya. “aku hanya sedang berpikir kalau perkataanmu benar adanya.” Ucap Sulli dengan suara serak.

Sulli menoleh kearah Myungsoo yang sedang menganggukkan kepalanya. “oh..” seperti teringat akan suatu hal, Myungsoo merogoh saku jeans nya dan mengambil dua bungkus permen cokelat.

Sulli menatapnya bingung ketika Myungsoo menyodorkan dua buah permen cokelat tersebut. “untukmu. Siapa tahu bisa membantu.”

Dengan ragu Sulli menerimanya, kemudian menarik sudut bibirnya membentuk seulas senyuman.

“Gomawo. Kau selalu membawa cokelat kemanapun ya?”

“uhm…tidak. hanya kebetulan saja.”

“kau tersenyum juga akhirnya, aku katakan juga apa…Cokelat itu membantumu.” Ucap Myungsoo lagi. Sulli hanya tertawa kecil mendengarnya.

“kalau begitu aku pergi dulu. Annyeong.” Myungsoo mengusap rambut Sulli asal-asalan lalu tersenyum singkat sebelum akhirnya hilang dibalik pintu Mercedez-nya. Sulli melambaikan tangannya tepat saat mobil Myungsoo melaju, entah Myungsoo melihatnya atau tidak.

Sulli tersenyum melihat dua buah cokelat ditelapak tangannya. Ia merasa lega, sangat lega malah. Dan ia sungguh berterima kasih pada Myungsoo yang memberikan pertemuan singkat yang mampu mengubah mood jeleknya.

“kira-kira apa yang sedang dia pikirkan…” gumam Myungsoo sambil mengendalikan setir mobilnya. entah pada siapa.

***

Lee Donghae’s Apartement. Seoul, South Korea.

“sedikit saja? Tidak bisa?”

Entah untuk keberapa kalinya Krystal menggeleng, ia mengalihkan pandangannya dari sebuah pigura yang berada didinding ruang tamu. Sedari tadi Krystal berusaha membaca masa depan Hara melalui foto tapi tetap tidak berhasil.

Donghae kesal sendiri, ia tidak bisa menemukan Hara dimanapun. Padahal Donghae sudah kelewat khawatir takut terjadi hal yang tidak-tidak pada Hara setelah kemarin ia tidak sengaja membaca masa depan Soyu, entah kenapa Donghae terlalu yakin kalau gadis yang Soyu sandra nantinya adalah Hara. Sangat yakin.

“aku akan mencoba sekali lagi, kau terlihat sangat khawatir..” ucap Krystal.

“cukup Klee, aku—“

Perkataan Donghae terputus ketika dering handphonenya menginterupsi. Donghae mengangkat telepon dengan kesal. “wae? Kencan? Apakah aku pernah berkata kita kencan? Ah aku lupa….oke, uhm…kita putus.” Tidak ada waktu satu menit telepon sudah Donghae tutup.

Krystal memandang Donghae tidak percaya. “kau putus dengan kekasihmu?”

“Yep.”

“Yang mana?”

“uhm…aku lupa namanya, seingatku Sunhwa. Tapi hari ini aku sudah memutuskan semua kekasihku.” Donghae tampak berpikir sebentar kemudian melanjutkan. “sudah semua. Totalnya ada delapan wanita.”

Krystal melongo mendengarnya, ia memandang Donghae dengan sebal seolah berkata kau-pria-yang-paling-menjijikan. “dan kenapa kau putus dengan mereka semua tanpa sisa? Apa kau berniat mencari delapan wanita lainnya? Demi Tuhan!”

Donghae terkekeh. “aku tidak mau mencari kekasih lagi. satupun.”

Krystal mengernyitkan dahinya bingung. Donghae bangkit dari sofa kemudian berjalan menghampiri Krystal dengan kedua tangannya yang ia masukkan kedalam saku, Donghae berhenti tepat disebelah Krystal dan mendongakkan kepalanya untuk melihat pigura didepannya.

“karena aku sudah memutuskan untuk menikahi seorang gadis.” Ucap Donghae masih memandang foto dihadapannya. “bagaimanapun caranya.”

Krystal mengikuti arah pandang Donghae. “maksudmu gadis dalam foto itu?” tanya Krystal penasaran. Apakah akhirnya Donghae mau mengalah dengan ego nya sendiri dan membuat keputusan barunya?

Tidak menjawab apa-apa, Donghae hanya tersenyum.

‘aku baru merasakan kehilangan begitu dia pergi dari apartemen dan rasanya ada sesuatu hal yang sangat kurang bahwa tidak ada lagi dia disini, yang biasa mengalungi Nikon nya dan mengacak-acak dapur karena berusaha memasak. Dan sekarang aku baru saja sadar, kalau aku ingin menikahi gadis itu.’

Krystal tersenyum ketika membaca pikiran Donghae barusan. “aku tahu, Donghae oppa. Jadi..sekarang apa yang harus aku perbuat sekarang untuk membantumu menemukan calon isterimu? Well, selain membaca masa depan Hara tentunya.”

“aku hanya butuh itu.”

“tapi aku tidak bisa Donghae oppa, aku—“

“kau masih bisa. Dengarkan aku, Klee…uhm…tapi sebelumnya aku minta maaf, karena ini sedikit menyebalkan.”

Krystal menaikkan sebelah alisnya bingung, “kau lupakan Minho untuk sementara dan…ingat masa lalumu bersama Myungsoo…” Krystal membelalak kaget, tidak percaya dengan perkataan Minho barusan.

“W-wae—“

“kau turuti saja, okay? Semakin kau mengingat Minho, maka kekuatanmu semakin hilang. Ara?”

Krystal terlihat meninmbang-nimbang untuk beberapa saat, ia melirik Donghae kemudian mengangguk kecil membuat Donghae tersenyum lega. Donghae memegang bahu Krystal kemudian berbisik. “Lupakan Choi Minho. Hanya ada Kim Myungsoo, seseorang yang sudah kau sukai sejak kau duduk di Sekolah Menengah. Ingat bagaimana Myungsoo memperlakukanmu dengan sangat baik, dia memberimu banyak barang-barang yang manis. Dan dia selalu tersenyum untukmu.”

Pikiran Krystal langsung teracak seperti putaran roll film, bayangan Minho tiba-tiba datang kemudian semakin memudar dan hilang tergantikan oleh Myungsoo yang seolah tersenyum padanya sambil mengulurkan tangan.

“kau bisa melihatnya? Kim Myungsoo yang ada dipikiranmu kan?”

Krystal mengangguk menanggapi pertanyaan Donghae.

Kini pikiran Krystal sepenuhnya terisi oleh Myungsoo dan segala kenangan mereka dimasa lalu, yang sebenarnya benci untuk Krystal ingat. Tapi entah kenapa ia ingin mengingatnya saat ini, dimana Myungsoo mengajaknya pergi ke sebuah restoran mahal. Dimana Myungsoo mencium kening Krystal setiap mereka bertemu.

Donghae mencengkeram bahu Krystal kemudian berbisik lagi ditelinganya. “dan tutup matamu sekarang, lalu buka setelah lima detik setelahnya. Dan lihat seseorang yang ada didalam foto dihadapanmu.”

Krystal menurut, ia memejamkan matanya kemudian membukanya kembali setelah lima detik berlalu. Sesuai dengan kemauan Donghae.

Pandangan Krystal langsung terarah ke sebuah pigura dihadapannya yang memperlihatkan seorang gadis sedang tersenyum manis disana. Cho Hara.

Tiba-tiba pandangannya semakin mengabur, pigura yang sedang Krystal lihat itu perlahan bergerak kekanan bersamaan dengan dinding tempat pigura tersebut ditempel, sama-sama bergerak kekanan dan berputar mengitari Krystal. Semakin lama semakin cepat sampai tidak bisa ditangkap oleh pandangan Krystal.

Kini semua benda yang tertangkap oleh mata Krystal ikut berputar dengan cepat dan semakin cepat seiring dengan berjalannya waktu. Dan anehnya Krystal tidak merasa pusing melihatnya, ia tetap berdiri diam pada posisi sama seperti sebelumnya.

Sampai semuanya menjadi memudar kemudian hilang tak tersisa. Tergantikan oleh pemandangan rerumputan yang luas dan langit sore yang tampak sedikit mendung. Krystal agak terkejut memandang keadaan disekitarnya yang tiba-tiba berubah dengan drastis.

Tiba-tiba muncul seorang gadis yang berdiri ditengah padang rumput luas ini, gadis itu melipat kedua tangannya didepan dada dengan angkuhnya. Dan muncul gadis lain yang berjalan kearah gadis angkuh itu. rambut cokelat kemerahan dan wajah cueknya, Krystal tahu sekali siapa dia.

Gadis itu berhenti tidak jauh dari tempat gadis angkuh berdiri. Rambut panjangnya berkibar tidak beraturan karena tertiup angin.

Cho Hara dan Kang Soyu.

Soyu berjalan mendekati Hara dan belum sampai ia berhenti, Hara sudah terjatuh dengan sendirinya. Soyu ikut berjongkok didepan Hara kemudian entah melakukan apa –Krystal tidak bisa melihatnya dengan jelas– dan hanya terdengar teriakan panjang dari mulut Hara.

Kejadian tadi berlangsung cepat lalu hilang bersamaan dengan padang rumput yang juga hilang dan kembali seperti semula, Apartemen Donghae dengan dinding yang terdapat pigura menempel disana.

Krystal mengerjapkan matanya beberapa kali kemudian menutup mulutnya shock. Ia kaget dengan masa depan Hara yang dibacanya barusan, dan diam-diam Krystal berdoa dalam hatinya kalau hal itu tidak akan menajadi kenyataan.

Perlahan Krystal berbalik, melihat Donghae yang berdiri dengan ekspresi sama shocknya seperti Krystal.

“Hara….”

***

High-Cut Office , Minho’s room.

Choi Minho’s POV

Setelah sejak pagi tadi aku sengaja mempercepat pekerjaanku akhirnya aku bisa duduk tenang diatas kursi kerjaku, dan semua pekerjaanku sudah selesai. aku melirik handphone-ku sebentar, dan kembali memandang meja dihadapanku dengan tatapan kosong.

Kenapa aku sengaja bekerja terburu-buru hari ini? karena  hari ini juga aku berniat untuk memecahkan misteri tanda-tak-terlihat itu. dan…ah, aku bingung harus memulainya dari mana. Pertama, karena aku tidak tahu bagaimana mengartikan bahasa ibrani. Dua, kalau aku tidak tahu maka aku juga tidak akan pernah tau apa maksud tattoo tersebut.

Aku mengeluarkan setumpuk foto dari dalam laciku dan meletakkannya diatas meja. Ada sekitar lima lembar foto dengan objek yang sama, bahu Krystal.

Membujuk Krystal untuk mengenakan pakaian dengan bahu yang terekspos memang sulit, aku benar-benar memaksanya sampai dia mau. Lagipula aku hanya butuh memotret tato yang berada dibahunya saja, tidak ada…maksud lain selain itu.

Mungkin.

Lima lembar foto tersebut sudah diurutkan, hanya tinggal diterjemahkan saja. Sungguh aku benar-benar tidak tahu bahasa ibrani.

Aku masih sibuk dengan kebingunganku saat tiba-tiba pintu terbuka perlahan, membuatku mendongak untuk melihat siapa yang akan mengganggu ‘acara penting’ ku ini.

“Hara?”

Gadis bernama Cho Hara itu membuatku kaget saja, tiba-tiba dia masuk kedalam ruanganku tanpa memberitahu terlebih dahulu. Padahal sudah hampir satu minggu dia tidak masuk bekerja, Well tentu saja hal ini berkaitan erat dengan Donghae hyung.

Hara tersenyum canggung kemudian menutup pintu dan berjalan kearahku, dia langsung duduk dihadapanku tanpa permisi. Kalau saja dia bukan Hara pasti sudah lama aku menendangnya keluar dari kantor mengingat dia selalu menemuiku dengan cara yang terlalu non-formal.

“apa yang membawamu kembali bekerja, Hara?”

Ia menghela nafas kemudian megalihkan pandangannya kearahku sambil menyilangkan kakinya. “menurutmu?”

“kau sudah berdamai dengan Donghae hyung…err?”

Hara menggelengkan kepalanya. “aku tidak mau berdamai dengannya.”

Aku hanya mengangguk, tidak mau menanyainya lebih jauh lagi karena hal itu pasti membuat perasaannya semakin sakit.

“aku bisa mengerti. Ngomong-ngomong…kau tampak sedikit berantakan.”

Hara menaikan sebelah alisnya bingung, “berantakan?”

“kau tidak seperti biasanya. Kau pucat, tampak seperti sedang sakit dan matamu juga sembap.” Ucapku jujur. Hara menyentuh keningnya dan mengangguk kecil. “aku memang sedang sakit, hanya demam biasa saja tapi sudah sembuh walaupun kepalaku masih terasa pusing kadang-kadang.”

“lalu siapa yang merawatmu ketika sakit?”

“tidak ada.”

“kau tinggal dimana sekarang?”

“hotel.”

“apa tidak lebih baik kalau kau pergi ke Osaka saja menyusul ibumu?”

Hara menggeleng. “dia pasti akan mengusirku balik ke Seoul dan menelfon Donghae lalu menyuruhnya tinggal bersamaku lagi. aku sudah tau itu.”

“Oh..”

“apa yang sedang kau lakukan Minho-ya? duduk sendiri disini?”

“Seperti yang bisa kau lihat dihadapanku sekarang.” Hara melirik meja dan mengernyit bingung ketika melihat deretan foto diatasnya.

“ibrani?”

“Kau tahu?!” seruku tidak menyangka kalau Hara juga mengetahui bahasa ibrani, walaupun entah dia bisa mengartikannya atau tidak.

Hara mengambil foto di paling ujung kanan yang merupakan foto pertama. Ia mengamatinya selama beberapa menit lalu meletakkannya diatas meja lagi. aku menyodorkan sebuah bolpoindan diterima olehnya.

Hara mengambil selembar kertas kemudian menuliskan sesuatu diatasnya. Ia menerjemahkannya kedalam bahasa inggris, kemudian Hara mengambil foto yang lain dan melakukan hal yang sama.

Aku menatapnya dengan takjub sekaligus bersyukur, aku tidak perlu lagi sakit kepala karena bahasa ibrani ini karena sudah ada penerjemah yang menolongku tanpa aku minta. Dan entah bagaimana Hara bisa menerjemahkan bahasa ibrani setauku dia hanya mahir dalam hal memotret.

Sekitar sepuluh menit berlalu, Hara mengambil foto terakhir kemudian menuliskan artinya dikertas yang sama. Lalu ia meletakkannya kembali diatas meja.

“oke, selesai.” ucap Hara kemudian mendorong kertas tersebut kehadapan Minho.

Unlock the sanction starting with bite. Both blood must be united. Tasks are divided fairly . Sign-maker no need to touch while the other one whisper the words that you’ve found. No hesitating.

Hara membaca sekilas kemudian tertawa miris, “kalau ini…aku benar-benar tidak tahu maksudnya apa. Ini bagianmu, aku hanya menerjemahkan saja.”

Aku masih terdiam berusaha mencerna kalimat hasil terjemahan itu. pasti sengaja dibuat putus-putus agar menjadi teka-teki.

“unlock the sanction starting with bite…” gumamku menyandarkan tubuhku sambil mengetukkan jari-jariku keatas meja. Hara menginterupsi. “geurae, buka kunci sanksi kematian diawali dengan…gigitan? apakah itu sebuah lelucon?” ucap Hara sambil memutar bola matanya.

Aku mengabaikan kalimat pertama dahulu dan melihat kalimat kedua. Both blood must be united? Pertanyaannya, darah siapa? Dan untuk kalimat pertama juga, siapa yang harus menggigit dan digigit? Apakah ini semacam permainan subjek?

Mungkin.

Lalu, tasks are divided fairly? Tugas harus terbagi dengan adil. Kalau ini aku bisa menangkap maksudnya, berarti campur tangan antara aku dan Myungsoo harus terbagi secara adil bukan? Aku dan Myungsoo memiliki tugas yang berbeda. Jadi benar atas pernyataan ‘konjungs’ bukan aku atau Myungsoo yang bisa menghilangkan, tapi campur tangan antara aku dan Myungsoo.

Dan sekarang pertanyaannya, yang mana menjadi bagianku dan yang mana yang menjadi bagian Myungsoo?

Selanjutnya, sign-maker no need to touch. Jelas ini untuk Myungsoo karena dia yang membuat tanda tersebut, jadi Myungsoo tidak perlu menyentuh Krystal.

“aku rasa kau yang mengigit karena Myungsoo tidak perlu menyentuh Krystal.” Ucap Hara secara tiba-tiba. Aku langsung mendapat pencerahan atas kalimatnya barusan.

“kau benar.”

Dan kalimat setelahnya, While the other  whisper  the words that you’ve found. Kata-kata yang kau temukan, dalam hal ini aku yang menemukan kalimat ini jadi aku yang harus mengucapkannya. Dan..No hesitation berarti tanpa keraguan.

Ah, aku menemukan intinya. Jadi, tanda-tak-terlihat itu dihilangkan dengan cara aku menggigit bahu Krystal –karena Myungsoo tidak perlu menyentuh Krystal jadi ini bagianku- lalu membiarkan darah Krystal keluar. Setelah itu bagian Myungsoo adalah menyerahkan sedikit darahnya untuk disatukan dengan darah Krystal seperti yang tersirat dalam kalimat ‘Both blood must be united’. Dan step terakhir, aku harus membisikkan kalimat ini pada Krystal tanpa keraguan.

“i got it!” seruku lalu mendongakkan kepalaku untuk melihat kearah Hara.

Hara langsung tersenyum setelah melihat ekspresiku, pasti dia tau kalau aku sudah menemukan titik terang.

“sudah kuduga, kau memang cerdas Minho-ya!” ujarnya sambil menepuk pundakku.

“kau juga.” Pujiku balik. Hara hanya memutar bola matanya.

Aku bangkit berdiri dan menghembuskan nafasku dengan keras, rasanya sangat lega bahwa aku hanya tinggal menjalankan apa yang sudah ditunjukkan dan tidak usah pusing-pusing lagi memikirkan bagaimana cara menghilangkan sanksi kematian Krystal.

aku mengambil handphoneku kemudian mengetik sebuah pesan untuk Myungsoo. Bagian dari rencana pertamaku.

To: Kim Myungsoo.

Temui aku kalau kau memang tidak mau kalah dariku.

***

Selesai mengetik pesan, Minho langsung memasukkan handphonenya kedalam saku lalu tersenyum kearah Hara. “aku harus pergi sekarang, maaf meninggalkanmu sendirian Hara. kau bisa kembali bekerja atau kembali ke hotel saja jika kau mau.”

“ne. Krystal sama-sama menjadi bagian yang penting dalam hidup kita berdua, dan nyawanya ada ditanganmu saat ini. aku percaya bahwa Tuhan pasti akan lebih berbaik hati padamu ketimbang Myungsoo.”

Hara bangkit berdiri dan menatap Minho dengan mata berkaca-kaca, entah kenapa ia merasa sedih saat ini. keduanya sama-sama berjuang akan nyawa masing-masing, Minho akan bertemu dengan Myungsoo dan siapa yang tahu jikalau Myungsoo membuat keputusan besar untuk mengakhiri Minho ditangannya.

Maka Krystal juga akan berakhir.

Dan siapa yang tahu juga kalau Soyu memanfaatkan situasi ini untuk mengakhiri hidup Hara?

Jujur, Hara takut dengan kemungkinan yang akan terjadi nanti. Dan ia juga merasakan ada firasat yang buruk, walaupun ia bukanlah makhluk supranatural yang bisa membaca masa depan tapi Hara selalu benar akan firasatnya.

Minho mengulurkan tangan kanannya untuk meraih tangan kiri Hara kemudian menggenggamnya. “cepat atau lambat kau pasti akan mengetahui bahwa ada seseorang yang mencintaimu sejak dulu, hanya saja orang itu terlalu bodoh untuk tidak mengekspresikan perasaannya.” Ucap Minho. Hara hanya mengernyit bingung mendengarnya.

“entahlah…Minho-ya, jaga dirimu.”

“kenapa kau berkata seperti itu? seolah kau akan pergi jauh saja, hahahaha.”

“aniyo. Aku hanya…”

Minho memotong ucapan Hara dengan memeluknya secara tiba-tiba, mengusap punggung Hara dengan pelan. “aku pasti akan baik-baik saja, kau, Krystal dan…Donghae hyung. Semua pasti akan baik-baik saja.”

Dan tanpa sengaja air mata Hara turun begitu saja, ia semakin takut. Takut dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nantinya, akankah ia kehilangan pelukan seorang Choi Minho, seseorang yang bersedia mendengarkannya walaupun tidak bis amemberikan Hara solusi yang baik. Choi Minho yang sudah ia anggap sahabatnya ini.

Dan Krystal Jung juga? Seseorang yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri walaupun umur mereka berdua tidak terpaut jauh. Krystal yang selalu membelanya dibanding Donghae, saudara kandung Krystal sendiri. Krystal yang selalu menceramahinya itu.

Dan…apakah Hara juga akan kehilangan Lee Donghae? Seseorang yang….tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata.

Memikirkan hal itu Hara menangis lagi.

“yah! Uljima~ kau membasahi pakaianku dengan air matamu.” Sudah melontarkan protes seperti itu, Minho malah semakin mengeratkan pelukannya.

“aku…aku sangat merindukan Lee Donghae.” Gumam Hara pelan, sebenarnya ia malu untuk mengakuinya.

“Arasseo. Anggap saja aku Donghae dan Donghae hyung sedang memelukmu saat ini.” ujar Minho membuat Hara terkekeh mendengarnya.

Minho melepas pelukannya, “Donghae hyung bisa menelepatiku habis-habisan kalau dia tau aku memelukmu sangat erat tadi.”

“Yak! Jangan bicarakan dia lagi.”

“Wae? Bukankah kau merindukannya?”

Hara memukul lengan Minho dengan keras.

“Ne, arasseo. Aku harus pergi sekarang, Annyeong!” Minho tersenyum sebelum akhirnya ia berbalik dan berjalan keluar dari ruangannya meninggalkan Hara sendiri didalam.

Belum lama Minho keluar, handphone Hara berdering membuat gadis itu langsung menunduk untuk melihat caller id yang tertera. Hara mengernyit bingung melihat unknown number yang tertera di screen handphonenya tapi ia tetap mengangkat telepon tersebut.

“Halo?”

“Cho Hara..”

Rahang Hara mengeras mendengar suara diseberang sana, suara yang familiar ditelingannya. “mwo?” sahut Hara sinis.

“Donghae menyerahkan dirinya padaku sekarang. Dia bilang ingin mati karena terlalu terbebani dengan masalahnya dan dia kehilanganmu. Donghae mengatakan kalau dia rela mati asal aku tidak menganggumu dan Krystal lagi. kau ingin menyelamatkannya atau membiarkannya berkorban untukmu?”

Selama beberapa detik Hara terdiam. Shock.

“k-kau jangan mempermainkanku.”

“kenapa aku harus mempermainkanmu sementara apa untungnya bagiku? Aku tidak mau lama-lama berkrompomi denganmu Hara jadi—“

“beritahu dimana kau dan Donghae sekarang. Kirim alamatnya lewat pesan.”

Tut.

Hara memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Perlahan tangan dimana ia menggenggam handphonennya melemas, dan berakhir dengan jatuhnya iPhone Hara ke lantai.

“jangan lakukan hal bodoh, Lee Donghae.”

***

Apgujong-dong street, Seoul.

Mobil Ferrari hitam milik Minho mengerem tepat didepan Ferrari merah milik Myungsoo. Myungsoo sendiri sudah duduk diatas kap mobilnya sambil melempar kunci dan menangkapnya lagi. begitu melihat Minho turun dari dalam mobil, Myungsoo langsung menghentikan aktifitasnya dan tersenyum sinis menyambut Minho.

Minho mengambil sapu tangan dengan bahan tipis kedalam saku jeans nya. Kemudian berjalan kearah Myungsoo dan berhenti tepat didepan Myungsoo.

“jadi kau mau bertaruh sekarang?” ucap  Myungsoo sinis. Minho membalasnya dengan seringaian kemudian memukul wajah Myungsoo secara tiba-tiba.

Bugh!

Myungsoo mengelap darah diujung bibirnya dan menatap Minho penuh emosi. “ige mwoya?!” serunya keras.

“aku hanya ingin mengajakmu bertarung dengan cara alami. Tidak ada telepati ataupun hal-hal seperti itu yang lain.”

“kau menantang?” ucap Myungsoo meremehkan, ia tertawa sinis dan melemparkan pukulan kewajah Minho tapi langsung ditepis dengan sigap oleh Minho.

“tidak secepat itu, Kim Myungsoo….”

Minho mencengkeram tangan Myungsoo dengan erat kemudian memelintirnya dengan kuat, membuat Myungsoo meringis menahan rasa sakit. Minho mendorng Myungsoo dengan kuat sampai jatuh membentur aspal.

Myungsoo jatuh terduduk diatas aspal, ia melakukan salto kebelakang kemudian mengangkat kaki kanannya tingi-tinggi untuk menendang Minho tapi Minho menepisnya. Ia memiringkan badannya menghindari tendangan Myungsoo.

Kecewa dengan tendangannya yang meleset, Myungsoo mendengus kesal. Ia buru-buru menarik kaus hitam Minho dan meninju wajah Minho dengan keras sampai hampir terpental. Minho hanya tersenyum sinis sambil mengelap darah yang mengalir dari hidungnya.

Myungsoo hampir menarik kaus Minho lagi tapi lebih dulu Minho mendorongnya dan menendang dada Myungsoo.

“Argggh.” Myungsoo memegang dadanya yang terasa perih sekaligus sakit. Ia memejamkan matanya selama beberapa detik kemudian membukanya lagi lalu hendak menarik Minho lagi, tapi gerakannya kurang cepat dibanding Minho. Minho melompat keatas kap mobil Myungsoo dan naik keatas lagi.

Myungsoo ikut melompat keatas kap mobil, mengejar Minho tapi Minho melompat lagi kali ini ke atas mobilnya sendiri. Minho hendak melompat kebawah ketika Myungsoo menyusulnya, tapi tangan Myungsoo dengan sigap menarik lengan Minho dan membantingnya dengan keras membuat tubuh Minho jatuh ke aspal.

Myungsoo melompat kebawah. Mengusap-usap bahunya kemudian tersenyum sinis. Senyum khasnya. “apa maksudmu menyerangku tiba-tiba hah, Choi Minho?”

Minho mengatur nafasnya yang terengah-engah. Peluh menetes dari dahinya. Diam-diam ia mengambil sebuah silet dari balik sakunya, lalu menggenggamnya mencegah Myungsoo agar tidak melihat.

Minho mengambil nafasnya dalam-dalam kemudian bangkit berdiri.

Myungsoo mengangkat tangannya hendak memukul Minho tapi Minho segera menangkapnya dan memutar tangan Myungsoo kebelakang, sebelah tangan Minho ia kaitikan ke leher Myungsoo. Mencengkeramnya dengan kuat.

Myungsoo berusaha melepaskan diri, ia sibuk memberontak tapi Minho tidak memberinya ruang sedikitpun. Minho mencengkeramnya sangat kuat hingga otot-ototnya terlihat jelas dari balik kulit putihnya.

Secara perlahan Minho mengeluarkan siletnya kemudian menggoreskannya dengan cepat ke permukaan tangan Myungsoo.

“Aaarghh.” Rintih Myungsoo. Minho segera menjatuhkan siletnya kemudian menginjaknya sampai hancur sebelum Myungso memergoki aksinya.

Darah Myungsoo mengalir deras dari tangan kanannya yang Minho cengkeram. Ia meringis menahan sakit dan perih karena luka goresan tadi yang cukup dalam.

“sial kau Choi Minho! Lepaskan aku, bajingan!”

Minho menghiraukannya. Ia mengambil sapu tangan dari balik saku dan mengelapkan sapu tangan tersebut kepermukaan luka Myungsoo, membuat sapu tangan yang semula berwarna putih itu langsung menjadi merah pekat karena penuh akan darah.

Minho tersenyum puas kemudian mendorong Myungsoo kuat-kuat. Membuat cengkeramannya lepas.

“Yak! Kau!”

Myugsoo melontarkan protes ketika Minho berbalik dan berjalan memasuki mobil, menghiraukan Myungsoo yang masih belum puas dengan pertarungan mereka. Ia tidak tahu saja kalau Minho memiliki tujuang khusus dibalik pertarungan ini.

Dengan senyuman puas, Minho masuk kedalam mobil dan menutup pintunya. “aku mendapatkan darahmu, Kim Myungsoo.”

***

Meadow, in the middle of forest

Suasana yang cukup mendung di sore hari tidak mengurungkan niat Hara untuk menuruti kata-kata Soyu, menyuruhnya untuk pergi kesebuah padang rumput yang terletak ditengah hutan. Ia cukup ragu pada awalnya, tapi entah kenapa keinginan untuk bertemu dengan Donghae menghapus semua keraguannya. Dan hatinya begitu yakin kalau ia akan bertemu Donghae disana.

Tidak pernah sebelumnya Hara pergi ketempat seperti ini, dimana sekelilingnya dipenuhi dengan pohon-pohon yang menjulang angkuh dan tinggi. Dengan daun-daun yang lebat sehingga menutupi cahaya matahari, membuat suasana sore hari menjadi lebih terlihat seperti malam hari.

Dan kumpulan bunga dandelion yang berjereran cukup membuat perasaannya membaik, walaupun tidak sepenuhnya. Hingga sampai di tengah hutan yang terdapat sebuah padang rumput yang tidak begitu luas, tidak seberapa dengan lebar hutan ini.

Disini cahaya matahari menelusup dengan baik sehingga tidak terasa gelap seperti saat didalam hutan tadi. Hara baru akan melangkahkan kakinya tapi terhenti secara tiba-tiba ketika siluet seorang gadis muncul dari seberang, berjalan dengan angkuh memasuki padang rumput dengan tatapan yang tidak lepas dari Hara.

Hara mengatupkan bibirnya rapat-rapat, kedua tangannya mengepal.

Hara menajamkan pandangannya ketika Soyu sudah berdiri ditengah padang rumput, memiringkan kepalanya kemudian menyeringai seolah menantang Hara. nyali Hara tidak ciut begitu saja, malah meluap-luap. Rasanya ingin berlari kearah Soyu kemudian melemparnya keatas pohon.

Dengan langkah pasti Hara melajukan langkahnya mendekati Soyu, ia berhenti dijarak yang tidak begitu dekat dengan Soyu untuk mencegah tangan Hara yang bisa menjabak rambut Soyu secara tiba-tiba.

“Dong—“

“dia tidak ada disini.”

Hara menaikkan kedua alisnya menanggapi perkataan Soyu barusan. “mwo?”

“aku selalu tahu kalau kau sudah dibawah pengaruhku begitu saja kalau sudah menyangkut Lee Donghae.” Ucap Soyu dengan nada yang menyebalkan. Ia memandang Hara dengan tatapan jenaka, puas dengan tipuannya yang berhasil.

Dalam hati Hara lebih ke perasaan menyesal tidak membawa pistol ketimbang menyesal karena menuruti Soyu. Ternyata firasat buruknya memang benar-benar terjadi. Setidaknya Hara ingin melihat Donghae sebelum kematiannya.

Walaupun dia sendiri sangat tidak rela mati ditangan Soyu.

Kemudian bayangan Donghae yang mengabaikannya, membunuh ayahnya, berkencan dengan gadis-gadis lain dan hal buruk lainnya seketika membuat Hara merubah pikirannya. Mungkin ia akan menyerah? Membiarkan dirinya pergi dengan tenang untuk selama-lamanya dan membawa semua rasa sakitnya jauh. Dan juga ancaman Soyu yang tidak pernah absen, selalu membuatnya paranoid walaupun kenyataannya ia tidak ingin terlihat takut.

“kau takut, Cho Hara?”

Hara tidak menanggapi perkataan Soyu, ia hanya diam masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

Entah apa yang Hara pikirkan, sangat bodoh sampai tiba-tiba ia mengulurkan tangan kanannya dengan ragu-ragu, membuat Soyu mengernyit bingung.

Ia membalikkan tangannya, seolah memamerkan kulit putih mulusnya yang membuat otot-otot disekitar nadinya terlihat jelas.

“bunuh aku….”

***

“oppa, tunggu aku!”

Setelah Donghae mengambil sebuah revolver dari dalam lemari besar miliknya, kemudian memasukkannya kedalam saku, Donghae meraih kunci Bugatti Veyronnya -yang sempat menjadi kelinci percobaan Hara- kemudian berjalan cepat menuju pintu.

Krystal merasakan pusing yang teramat sangat, ia ingin ikut berlari juga menyusul Donghae tapi tubuhnya tidak mau berkompromi. Krystal menghentikan langkahnya dan memijat kepalanya secara spontanitas, berHarap rasa sakitnya hilang –walaupun kenyataannya tidak-.

Dengan langkah tertatih Krystal berlari menyusul Donghae dan lagi-lagi menghentikan langkahnya tepat beberapa centi didekat pintu karena handphonennya berdering.

“Yobosseyo?”

“Krystal, eodiga?”

Krystal melirik Donghae yang sudah membuka pintu mobil kemudian membuka suara. “aku sedang ada urusan penting Minho-ya, Hara dalam bahaya saat ini. ada apa?”

“kau harus bertemu denganku sekarang. Sebelum hari berganti, aku harus sudah bisa menyembuhkanmu.”

“kau berbicara apa? Aku…aku sedang tidak bisa berpikir jernih saat ini. jadi bisa temui aku nanti malam saja? Atau besok? Aku benar-benar dalam posisi terburu-buru.” Ucap Krystal sesekali melihat kearah Donghae yang menunggunya dengan tidak sabar.

“aniyo. Dimana kau sekarang? Aku akan menyusulmu, okay?”

Krystal merasa bingung, mana yang harus ia utamakan saat ini? bertemu dengan Minho atau membantu Donghae untuk menyelamatkan Hara. sungguh dalam posisi seperti ini Krystal tidak bisa berpikir jernih.

“Klee!”

Donghae berseru membuat Krystal menghela nafasnya keras. “nanti aku akan menelfonmu.”

Tut.

Selesai menutup sambungan telepon secara sepihak, Krystal berlari kearah Donghae kemudian masuk kedalam kursi penumpang.

***

Minho mengerang kesal dan hampir saja membanting hadnphonenya, ia kesal kenapa Krystal masih sempat memikirkan nyawa orang lain sementara nyawa Krystal sendiri diambang batas. Minho mengambil selembar foto yang merupakan foto ke-enam dengan satu-satunya yang tidak menggunakan bahasa ibrani.

Masih dengan objek yang sama, dalam bentuk tato yang berada dibahu Krystal. Hanya saja kali ini bertuliskan..

24 hours. 24/7. 2 gone 4 eternity

Satu teka-teki yang barus saja Minho pecahkan karena tadi ia sempat meninggalkan selembar foto ini didalam laci mejanya. Minho melirik jam dindingnya kemudian menggeleng frustrasi.

TBC

Well-done readers!!! Makasih yang udah setia nunggu ff ini hampir sebulan dan akhirnya publish juga. Writer’s block mengganggu banget nih jadi aku nulis ini gak selese2 juga padahal ide udah meluap-luap.

Yang scene terakhir itu teka-teki ya, gampang banget kok ditebak. Kebetulan banget sekarang tanggal 24 dan pas banget deh sama maksud aku. Oke kalo bingung yaudah nunggu part selanjutnya aja, PART 13 IS ENDING ;;)

Silent readers, muncullah kepermukaan. Dua part terakhir loh, sejauh ini part ini yang paling ribet menurutku. Apalagi nentuin alurnya T_T Okedeh, aku lagi galau gara2 Donghae. Dan lagi jatuh cinta sama lee joon.

sekali lagi makasih buat readers yang udah mau ngikutin ff ini sampe part sejauh ini, huhuhu maaf kalo terlalu mengada-ada ffnya XD

Bye! See U at next chapter :):D

PS: think POSITIVE ok

Advertisements

123 thoughts on “[12th] Telepathy: Intervention”

  1. akhirnya terpecahkan juga gmn cara nolongin krystal dr maut(?)
    untung aja minho pinter ya, walaupun sempet bingung diawal tp dia cepat tanggap(?)

    huhu no haera moment, hara masih ngambek ._.
    akhirnya2 donghae sadar juga kl dia harus memilih hara drpd telepatinya
    tapi kan hara lagi terancam tuh, awas aja kl hara mati ntar aku bakar blognya ._.

    kirain minho ngajak L ketemuan buat rundingin masalah klee taunya cma ngambil darahnya doang toh
    ah no clue nih sama tebak2annya -.-
    kayanya ga blh lebih dr 24jam deh hrs tgl 24 juli

    1. wah wah gakjadi matiin hara deh ntar blog ku dibakar /nelpon pemadam sebelom kebakaran/
      hohoho iyadong betapa pinternya uri minho, mengalahkan pinternya einstein hoahahahaha
      ya tebak aja eon apa itu clue nya dan semoga masih inget sampe part 13 dipublish nanti /wink
      makasih /kecupbasah :*

    1. Aduh abang hae makin pinter deh sekarang
      Kanapa gak dari dulu aja bang sadarnya
      Ntu soyu mau ngapain lagi sama hara
      Pake boong boong segala lagi kalo ada donghae, boong tuh dosa mbaa. Nanti puasanya batal loh
      Bang mino juga sabar aja bang. Entar puasanya ikutan batal loh kayak soyu ????

      Klee aku terharuuuu. Ternyata lebih mentingin si hara dibanding nyawamu sendiri. Keren banget deh
      Si minho kocak banget sih tiba tiba dateng mukulin myungsoo
      Trus maksudnya gigit klee tuh apa. Kok kayak maen vampir vampiran sih pake gigit gigitan

      Yaaaaa ahjumma galau yaaaa.
      Lee joon mah emang cakep dah. Tapi ternyata aku baru sadar ternyata kalo ada polling suju terganteng, terbaik, terkeren, terkocak, ter ter yang lain. Pilihanku kebanyakan adalah LEE DONGHAEEE. Wakakakaka
      Tapi kenapa biasku CHO KYUHYUN. Huweeeeee
      Apa yang telah kau lakukan padaku chokyu hingga membuatku menjadi seperti iniiiii

      1. hyesa lucu deh, soyu mana bisa puasa kan dia non-muslim. minho juga -___- hyesa kali yg gak puasa, kan gak kuat sama pesonanya kyu
        cinta itu pengecualian hyes, aku kan sukanya cowok tinggi, cool, gak bikin cemburuan, dan muka2 garang nah si donghae? pendek ganjen imut-_- jauh banget sama tipeku, buktinya dia bias utamaku itu juga gimana bisa coba? ;;)

      2. Oiya lupaa
        Si mino makin gede makin pinter dah
        Mau nyaingin shinichi kudo yaaa. Hehehe

        Tapi dari cluenya aku cuma tau pokoknya ada tgl 24 juli dan 24 pertama mungkin itu berarti 24 jam
        Trus yg 2 itu mungkin bakal ada yang mati *moga aja soyu dah. Kalo gak mati aku yang cekek aja* trus yang 4 itu apaan? Ada hubungannya sama Donghae, klee, L, sama mino gak
        Au daah puyeeeeng

  2. HOYHOYYY ga terlalu telat kan guweeehh;;) wks-,- hufffffet gila lo kak kayak gini kalo msh ada yg blg mengada-ngada mah ke laut aje ini bikinnye mikirnye pasti ribet deh tau gue kak:”) demi apapun gue berhasil mecahin teka-tekinya sebelum Minho yaay!!! Berarti gue lbh pinter dari Minhoo~~~~ donghae apasih ah awasa aja sm hara mati gue gantung donghae deh bnrrr ih kesel sm nih boncell satu. Gemeeeyysss demi deh tambah kepo sm lanjutannya. Udah myungsoo sm ssul aja udah……..kriks. Kalo gue jd hara sih mending minta soyu bunuhin biar si donghae nyesel……….. Oke sekian comment gue yg spamming bgt ini. Byebye kisskiss:*:*:*

    1. Gue baru sadar kalo kalimat2 gue rada susah dimengerti dan ga beraturan serta full of typo oke efek udh merem2 matanya kaliya. Itutuh kalimatnya ada yg mau gue berin nih biar ga salah arti(?)
      donghae apasih ah awas aja kalo samp hara mati gue gantung donghae deh bnrrr ih kesel sm nih boncell satu

    2. gak kok elo sangat tepat waktu dist wkwkwk
      iya mikir, tapi gak mikir2 juga sih dibawa sante orang gue ngetiknya sambil puasa kalo mikir ya ntar gue kelaperan #daninigaknyambung
      coba kasih tau gue, elo mecahin teka tekinya gimana dist! kalo bener ntar dikasih reward /gayalu
      CIYE merelakan myung-ssul /tebar confetti wuakakakak jahat banget sih sama donghae, dia kan lagi keasyikan dapet kiss scene tuh HAH HA /gantung diri di pohon cabe
      makasih adist sayangs

  3. Haaii, I give u my comment. Hehe..

    Di chapter ini, Hara-Donghae, galau mellow gmn gtu. Dan akhirnya, Bang Donghae mutusin ke-8 pacarnya dn mulai kepikiran bwt nikahin Hara! Daebak!! Coba aja dari awal ya, Bang Donghae bgni.. Kaga kelayapan melulu, kaya Don Juan. -___-”

    Hara! Jangan nyerahin hdp bgtu aja dong sm Soyu! ( Ifa, aku ga slh lg kok nyebutnya. Not Sora again, Lol.) Seberat apapun yg km hadapin, km hrus ttp berjuang bwt hdp km. Mgkn kamu ga tau bhw hdp km bgtu berharga bwt 1 org yg sgt sayang sm km.^^ *curcol*

    Haa, kayanya L itu jodohnya Sulli deh. Soalnya dy gbz bc pkiran Sulli. Iya kan, Fa? Ya? Ya? Ya? *tarik” Ifa*

    Kenapa Minho ga baek” aja sih mnta darahnya L, ga usah maen silet, Bang! Emosi nih aye! Hahaha..

    Itu teka-teki terakhir.. 24 hours. 24/7, 2 gone and 4 eternity. Let me think, 24 jam, tanggal 24 bulan 7, 2 kepergian dan 4 keabadian. Ehm, apa maksudnya darah Klee+L harus dicampur dlm wkt 1 hari(24 jam) di tangga 24 bln 7, akan ada 2 kepergian dan ada 4 keabadian? Apa mgkn 2 kepergian itu maksudnya Soyu sm Cl? Keabadian? Apa Minho akan jadi vampire? Hahaha.. Stress-stress..

    Fa, saya nunggu baca ff last part saja.. Otakku mumet mikirin teka-tekinya. Hahaha…

    1. waaaah kakak you’re finally here xixixixi senang sekali XD
      hehehe thats soyu-sora thing still make me laughing /slapped thousand times/
      aku juga sepemikiran sama kamu loh, harusnya hara berjuang aja~ dia gaknyadar kalo ada ibunya yg masih sayang sama dia? u__u /padahal authornya aku/
      ADUH ITU BENER…tebakanmu ada yg bener, tapi gak aku kasih tau yg mana soalnya itu masih rahasia buat part 13. AHHH senengnya nebaknya bener XD XD
      dont be stress sist, i’ll be sad hehehehe
      thanks for comment /hugkiss

  4. minho emang bner2 jenius ya#cpt jg mechn teka-teki.a
    tnggal ngelaksanain ritual.a aja#tarik Krystal bw k minho

    hara knp jd kya org frustasi gt, mrelakan diri.a untk d bunuh soyu# T.T
    mg hae cpt dtg

    curiga ni sm myungsoo, knp dia g bs bc pkrn.a sulli, apa sulli itu sm kedudkan.a kyak minho dan hara?#bhasa gw ribet#bingun sndr

  5. Yup. I need to open dictionarry before comment, coz my head have trouble. Hahaha…

    Sora-Soyu things make me laughing too. I think coz sometime I hear Sistar songs.-___-”

    Wah, iya dong, kan saya adiknya Bang Siwon yg alim dan religius. Hahaha.. *piss for fans of Siwon, I just kidding*

    Wah, bener nih, ada yg bener? Asik”. Sebenernya di ff ini, ada clue bwt teka-teki terakhir. Haha.. Tp ga yakin sih soal tgl, dan empat keabadian. Apa hubungannya abadi sm vampire coba? Hahaha..

    You’re welcome sist, hugkiss too. Hahaha..

    1. hahaha theres google translate kenapa buka kamus kak? n__n
      wah sistar’s fan juga ya? ntar sama kaya akuuuu 😀

      wah wah apa cluenya? aku penasarannn *padahal aku sendiri yang bikin teka-teki*
      well kak genre on this ff supranatural and sci fi loh, im not including vampire 😛

  6. Nah itu dia, ga kepikiran sm aku krn tb” lupa di hape ada google translate. Maklum suka korslet pikirannya.

    Tapi kalo ada kejadian Minho jd vampire itu kan asik sepertinya. Hahaha.. *efek ngomongin keluarga cullen di twit*

  7. Nah itu dia, ga kepikiran sm aku krn tb” lupa di hape ada google translate. Maklum suka korslet pikirannya.

    Tapi kalo ada kejadian Minho jd vampire itu kan asik sepertinya. Hahaha.. *efek ngomongin keluarga cullen di twit*

    Maafkan komen geje ni ya, Fa. Haha..

  8. Aaaaaa.. Jinjja gara2 ff ini aku jd suka pair Minstal XD

    Msh pnsran sbnernya Soyu ke Donghae itu pure temen atau… Soalnya dia napsu bgt buat ngebunuh Hara -_-
    okeh akhirnya Donghae sadar jg kalo sebenernya Hara lah yg terbaik untuknya #eyyakk

    eh sumpah.. Keren pas adegan Minho diem2 ngambil darah Myungsoo hahaha

  9. Telat baca karena signal error..
    Huft..
    Aku puas banget Fa baca part ini..
    Keren..
    4 jempol deh..
    Ternyata feelingku near yg nolong Sulli tuh si Myungsoo.m
    Mereka jadian aza.m
    Cocok kok..
    Bener deh..
    Hahahaha..
    Minho cerdas banget sih..
    Gak nyangka deh..
    Ok Fa, ditunggu next partnya..
    Yang aku ykin jauh lebih ok dri pda yg sbelumnya..
    Amin..

  10. akhirnya update juga..
    seru banget…
    what the helll???????
    hara kenapa kamu nyerahin diri ma soyu!!!!!!!!!!!
    aku harap minho bisa nyelametin krystal
    dan donghae harus nyelametin hara

    cepat update ya unnie..

  11. Uwooo!!! Trnyata udah muncul part 12-nya!
    Part ini, cukup menegangkan! Tp part depan pasti makin seru! *can’t wait*
    Hwaiting ifa! 🙂

  12. Huahhh akhirnya lnjtn nih FF keluar juga,,aq udah hampir lumutan loh eonni nungguin’nya,?hehehehe

    wahhh akhrnya donghae oppa sadar juga kalau emang hara yg terbaik bwt dia,,,:-)
    wihh hae oppa keren jga ya pnya pcr smpe 8 kyk gtu??dn skrng diputusin semua pula,,untng aja tuh mntn2ny gk ada yg ngamuk ps diputusin semua gtu,:-)

    ahhh suka bgt pas adgn minho ngmbl drh’ny myungsoo diem2,,
    itu Soyu perasaan gk ada capek2ny dh gangguin hara mulu,,jgn2 dia ska x sm donghae smpe pgn bgt dah ng’buang hara jauh2 dr hdpny hae oppa,,!

    Myungsoo dan sulli??ada sesuatu kh?koq myungsoo gk bsa bca pkrn sulli ya?,,hehehe

    eonni d’tunggu scptnya part 13’nya??gk terasa trnyta crta ini dah mau ending aja,:-)

  13. Akhirnya keluar juga nih ff hahahaha! kak, itu L ngga bisa baca pikiran sulli?
    minho keren amat pas ngambil darah diem diem, pinter ya minho ngahaha. padahal yang nolongin hara hae aja, klee gausah ikut T_T

    part 13 nya asap, kak 😛

  14. Oenni… Udah lama nunggunya nih..
    Wah.. Sulli ujungnya ama myungsoo yah? Kan myungsoo ga bisa baca pikiran sulli..
    Hara ga bakal kenapa kenapa kan oen? Kan kalo hara kenapa2 nti ga ada wedding-scene dong? Ayo oen! Semangat nulisnya.. Next part masih ditunggu tunggu.. ^^

    1. sama myungsoo gak ya…… hehehe emang gada wedding scene kok, kan gapenting itu scene /plakk tapi ada yg lebih daripada itu /senyum misterius/
      oke thankss

  15. ‎​(~‾▿‾)~ wah makin seru nih ~
    Ga sabar banget mw baca part selanjutnya …
    Hahaha ….
    Jngan lama” ya eonnie :p

  16. wahhh itu codenya itu minho brati harus cepet nyelesain dongg! wahhh! ayoo fighting! hahaha aku tunggu kelanjutannyaa 😀

  17. Hehe……. Akhirnya yang ditunggu keluar juga^^ emm……. Totaly ini keren banget dan kenapa harus dipotong di saat yang ga tepat bikin geregetan banget T^T ayo thor lanjuttan nya di tunggu !!! Hwaiting!!! ^^

  18. astagaaaa, akhirnya kluar juga iniiii FF … tiap hari nyantronin ini blog cuma buat nunggu FF ini. aigoo, saeng …. 😥 Hara-nya diapain ituuuuu …. akh dasar wanita jahat itu mah. ah i got it !!! jangan” nanti si myungsoo fall in love sama sulli lagi ? aaaahhh, iyaa dong iyaaa …. biar gag ksian” amat sulli sama myungsoo-nya . dan buat soyu, lets go to the hell girl !!!

    wkkkwkwkwk, aduhhh bener bener deh ini FF … cerita dan alurnya bagus banget. publish yang k 13 jangan lama-lama dong yaaaaa …. pelisssssss ….. 🙂 wkwkwkwk, pasti ditunggu tunggu bangettt …. biar nanti gag kepo neh …. wkwkkwkwk. donghae-hara, krystal-minho, sulli-myungsoo, soyu-lee soman (?), hahahhaha …. eh trus apa kabarnya si jiyeon ??? diem diem ajje dia ? wah makan gaji buta tuh, masuk FF cumang tidur”an aja di kasur. wkwkwkkw. okee, semangat yaa buat FF selanjutnya. hwaiting !!1

    si myungsoo sam

    1. ah sampe di santronin tiap hari :’) hara nya mau dibunuh eon wuehehehe
      myungsoo sih gak fall in love sama sulli, cuman………………
      sayangnya part13nya publishnya lama 😛 jiyeon? wah jiyeon lagi di blacklist gara2 kasusnya t-ara #loh?
      hayooo komennya keputus hahaha makasih unnie 😀

  19. kyaa eonnie~ aku uda buka tapi gakuat bacanya,, mata uda gabisa diajak kompromi
    jadi aku save duluu ya?? ini cuma sekedar meninggalkanjejak.. huehehehe^^

  20. annyeong
    minho keren dah bisa mecahin teka-tekinya
    L nanti sama sulli kaaan?
    klee jgn mati please please
    TT,TT
    hae lu kemana aja dah? kenapa baru mikir buat nikahin hara ck
    hara baikan ya ama hae yaaaa
    ff yang ceritanya bagus thor
    tapi sepertinya ada beberapa typo ya? tapi typonya ketutup sama jalan cerita yg bagus

    DAEBAK!

  21. Sukaaaaaa.
    I Like banget.D.A.E.B.A.K.
    Huwa aku ikut tegang sama nasib hara ditangan soyu.
    Ayo donghae oppa cepatan keburu hara mati.
    Semangattttt.

  22. Teka tekinya keren loh, kok bisa sih mikir sampe segitunya? Ckck XD
    aku suka bangeettt, daebak! waah tp ga kerasa udah mau ending nih T.T jangan kelamaan yaa next part~

  23. wuah aku terlambat….!!!
    eonnie, itu kenapa si Myungsoo gak bisa baca pkirannya Sulli, atau jangan-jangan…???? #seribu tanya dikepala aku
    pasti ada sesuatu yang nyebabin Hara ngerelain diri ke Soyu…

  24. Sedikit bingung di beberapa bagian tapi ngerti kok kalo keseluruhannya. Eonni, Donghae-Hara nya, tolong di…… um…. ya begitulah eonni pasti ngerti deh 😉

  25. Eh , jadi Minho harus gigit Krysie gitu ? And ngucapin kata2 apa ? Itu kalimat terakhir buat pusing O.o
    udah , L ama Sulli ajaaaaa . Hara jangan dibuat mati ya , jebal~ ^-^

  26. whoa trnyta oh trnyta bang L gg bsa bca fkiran sulli yea!!
    L kn dah lma tuh knal ma sulli, brarti dia udh lma jg donk tau lau sulli jdoh’a,,,
    udh lah bang L ma sulli jha deh,,
    gg nyngka bang mnho scerdas ithu,,kereen gge,,cool abiez deh pas ngmbil drah’a L,,
    syapa dlu donk author’aaaaaaa,,
    Kk Ifaaaaaaa,,
    yea kn kk,,
    ^-^
    iiii ntar klee’a mau d gi2t,,
    hmm jdi kbyank twilight,,
    tuh bg ikan bru nydar wktu hara dah prgi,,
    rasain lu!!
    nyia2in hara sieh,,
    #tosbrenghara
    tuh soyu bneran deh,,
    jhat’a gg ktulungan,.
    pa sieh alsan tuh orank???
    jgn2 bner gge lau dia mank ska ma hae,,
    ampe napsu gtu ngilangin hara dri dunia ne,.ckckck
    hmmmm pnsaran ma tka tki’a,,
    kk ifa bneran TE O PE BE GE TE deh!!
    next part’a jgn lma2 yea kk!!
    fighting!!
    hmmm btw bku’a dah jdhie blom kk ???

    1. *ikutan toss* rasain donghae, siapa suruh baru nyadar sekarang!
      engga kok, soyu gak suka sama donghae….ntar ceritanya makin kompleks dong hahahaha
      sipsip makasiih~
      bukunya baru berapa persen nih, belom jadi huhuhu doain ya biar cepet kelar ^__^

  27. Huwaaa…
    Ntah kenapa aku tegang banget baca part ini…
    Walaupun sempet ketawa pas hae mutusin pacarnya itu.. Pake lupa namanya lg…
    Next ditunggu..

  28. Hwaa makin seru aja ceritanya.
    Ternyata Myungsoo itu orangnya baik ya.
    Hadeeh kenapa krystal gak mau dengerin penjelasan Minho dlu, padahal Minho udah segitunya untuk nyelametin dia. Tp justru itu sih serunya. Tapi aku malah penasaran sama part selanjutnya. hwaaa
    Ditunggi next part nya yaa

  29. tuhkan bener yg nolongin sully itu myungsoo.. Tegang bgt dah baca part ini tpi tadi sempat ktawa pas hae mutusin semua pacarnya pake lupa namanya lgi.. Gregetan tau sma krys yg gamau dengerin minho dulu padahal udah susah2 nyari biar bisa nyelamatin dia.. Part selanjutnya di tnggu 🙂

  30. tuhkan bener yg nolongin sully itu myungsoo.. Tegang bgt dah baca part ini tpi tadi sempat ktawa pas hae mutusin semua pacarnya pake lupa namanya lgi.. Gregetan tau sma krys yg gamau dengerin minho dulu padahal udah susah2 nyari biar bisa nyelamatin dia.. Part 13 udah end ya.. Masih garela ff ini selesai :$

  31. myungsoo g’ bisa baca pikirannya sulli, berarti sulli jodohnya myungsoo dong, tp g’ tw deh baca part 13.a aja nanti…
    akhirnya, donghae sadar juga, syukurlah..
    btw saking banyaknya pacar, hae sampe lupa nama pacar2nya..
    minho pinter banget deh, bisa memikirkan hal2 serumit itu….

    pokoknya daebak deh buat part ni, sampe tegang bacanya…
    gak sabar baca part 13 nya…

  32. .keren ..
    .dag dig dug ..
    .kasian Klee .. !
    .Donghae “wow” ..
    .Hara jenius ..
    .Minho errrrrrr ..
    .Soyu , SiaL ..
    .Myungsoo , tumben kaLah n egk bxk omong ..
    .d tunggu Lanjut’an x ..

  33. kyaaaa, aku telat baca, mian eon, aku gk bca inbox dari eonni..
    *ganti suasana* gerangan dngan myungsoo? Knapa oh knapa dia gk bsa bca pikiran sulli? Itukan hrusnya adil pas nyalamatin krystal, emang bsa klo cma pke darahx L tpi dia gk ikut? Itukan gk adil..

    1. hayooo ketauan ga baca smsku *nodong*
      kan yg dimaksud adil itu pekerjaan mereka berdua, jadi myungsoo bagian yg darah dan minho bagian yg gigit. jadi dua2 nya dapet bagian ^__6

  34. Part ini bkin menegangkan deh…
    Ayo nih pnasaran nasib hae-hara….bahaya nih hara bisa abis”an ma soyu…
    Bingung ma myungsoo gak bisa baca pikirannya sulli..
    Rada kesel ma krystal nih yg mengabaikan minho….
    Next part ditunggu loh

  35. L ga bisa baca pikiran sulli ya?? Wah jangan.. Jangan… ;;)

    teka teki nya keren!!!! Aku juga sempet muter otak(?)

    tsk! Minho itu kenapa keren ya>////< *scream*
    ohiya, gmn kabar jiyeon? ._.

    Aaaaaaa hara…. Donghae cepet dateng :O !
    Next part aku tunggu ya chingu, fighting!! ^^

  36. aku telat banget astaga komennya -_- *maklum udah banyak tugas sih *bow #malah curcol *
    itu sulli berarti jodohnya myungsoo yaaah? soalnya myungsoo ga bisa baca pikirannya sulli..

    donghae! cepatlah datang anaaaaak! *ala guru bhs indo pas kls 10* #abaikan
    hara jangan mati yah? kasian,
    soyu aja yg mati deh *eh
    last chap ditunggu ASAP ^^

  37. Telat sekali-_-aish ini cerita makin kece deh!
    Eonni kenapa tbc pas lagi seru-serunya DX
    next chap ditunggu^^

  38. Gila penasaran..

    Ehm, ak curiganya myungsoo sama sulli..
    Krystal,..
    Disaat genting, antra 2 pilhn, hara atau dirinya..

    Trus teka-teki,
    Mungkin gk bleh lbh dr 24 jam?
    Tp 24 jam apanya juga ya..

    Intinya., updatenya cepetan ya unnie.. Hho
    Nice ff..

  39. Unni, mianhae baru RCL T.T
    Geregetan ama kematian yang melingkari (?) Krystal dan Hara, sampe-sampe Minho dan Donghae kewalahan juga><
    Myungsoo bego-__- #plak! Kayanya dia mulai ada sesuatu nih dengan si Sulli…
    Soyu… masa iya dia tega bunuh Hara? Palingan kaga u_u
    Ada typo tadi, unn… but don't worry be happy 'cause i love the plot!!
    Update soon^^!~~

    1. hohoho gwenchanayo~ yupyup bakal ada sesuatu nih sama sulli :p

      soyu sih tega2 aja bunuh hara selama authornya ingin /plak lihat saja nanti huahahaha
      ah iya typo-_- sorry ya, aku selalu identik dengan typo wkwkwk thankyou thankyouu

  40. Plesse jangan buat hara mati!
    Donghae telat amat sih nyadarnya!!
    Myungsoo sama sulli dong,kasian amat sulli sendiri.
    Walaupun alur part yang ini ribet,gue tetep ngerti kok bacanya

  41. aaaaaaaa itu hara ngapain?! Kenapa malah minta dibunuh?! Ya ampun! Si krystal mah mw ampe bela2in gtu…. Dy malah milih mati… Hadoh jgn dongs mw dikawinin donghae tuuuh…
    Aaaaaa penasaran ama endingnyaaaa

    Ini part paling bkin deg2an masalahnya penasaran bgt ini….
    Ditunggu kelanjutannyaaa

  42. Hi.. Aku readr baru disini, salam kenal 🙂 keren keren ini ceritanya ditunggu part 13nya^^ semangat buat nulisnyaaa hihi

  43. oennie kau memang author yg berbakat, FF mu DAEBAK!! banyak banget teka-teki, apalagi kalo yang baca orang bodoh seperti aku, mungkin sampai akhir zaman bakalan ga ngerti juga apa maksudnya hahaha 😀

  44. Akhirnya waktu ngunjungin blog ini ketemu lagi sama ff ini^^ keren banget ff nya^^ tapi….. TBC nya gantung banget thor…. Lanjutan ditunggu banget^^ Hwaiting!!!!

  45. Aaaaarrrrggghhhh.. Kenapa TBC disaat yg tidak tepat.. Kasian minhonyaa.. Tapi salut juga, minho berani ngelawan myungsoo. Aku kira minho bakal minta tolong sama myungsoo buat bantu krystal dengan cara baik2, ga taunya malah pada berantem.. Tapi keren abis minhonya hehe..
    Lanjut thor, gw sabat pingin baca endingnya.. Thanks^^

  46. bingung fa, galau fa?? ak gak tau jwban teka-tekinya. huhuhuhu.
    minho jahat amat sihhh myungsoo digitu’in, kan kasiann fa?? *mellow*
    udahh ak setuju aja sma Min-ssul cuople. hahaha
    duhhh si Hara kok nyerah gitu aja. si ikan mokpo udah nyadarrr kok. jdi jngan mati yaaaa??

  47. haha… keliatan bgt kala L suka Sulli krn dia tdk bisa membaca pikirannya…
    aihh Hae benar2 playboy ikan amis.., mwo delapan kekasih??
    ahh Minho pintar…aku udh curiga waktu Minho mengajak bertarung pake ngeluarin sapu tangan segala..

  48. Tegang bgt bacanya x_x kyanya sulli takdirnya myungsoo yah ?keren sma perjuangannya minho buat krisytal buat envy aja deh wkwkw

  49. Myungsoo ga bisa baca pikiran Sulli~ Nah loh, Myung, jangan” Sulli jodohmu XP
    Hara bnr” ga berpikir banyak, bukan, lebih tepatnya ga berpikir dahulu, dengan hal” yg menyangkut Hae -_-

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s