[11th] Telepathy: Death Sanctioner

AUTHOR               : IFALOYSHEE

MAIN CAST         : Krsytal Jung, Choi Minho, Lee Donghae, Cho Hara (OC), Kim Myungsoo, Kang Jihyun/Soyu, Choi Sulli. [CHECK THEIR PROFILES HERE]

GENRE                  : Fantasy, Romance, Supranatural, Sci-Fi

DISC                       : All of this story  from now on, are pure from my Imagination. Dont like the pairing, better you dont read. The casts are belong to their fans. Except Cho Hara, she is an Original CHaracter. Just belong to me. Dont ever copy my idea, or copy this story. If you want to reblog this, or copy this, just ask me first and credit me

Very recomended song: If You’re not the one- daniel Bedingfield, Like the way You lie – Rihanna feat Eminem, i hate this song – Secondhand serenade, Ego- Bigbang, the Chaser- Infinite

Important point from prev. Part:

“Minho yang akan menyelamatkan Klee nantinya, jadi…uhm….begini, Minho masih bisa hidup walaupun Klee tidak ada, karena posisi dia dalam hal ini sebagai penyelamat. Dan posisi Klee adalah orang yang diselamatkan, jadi dia membutuhkan penyelamat agar bisa terselamatkan. Kesimpulannya Klee tidak bisa hidup tanpa penyelamatnya, Minho. Logika nya seperti itukan? Jadi selama Minho masih hidup, Klee juga masih memiliki kesempatan untuk hidup. Kau membuka kunci itu Hae, ‘Minho yang akan menyelamatkan Klee’ itulah intinya.”

“kau benar, Hae. Demon memang memiliki tanda-tak-terlihat dipunggungnya yang berupa sanksi mutlak untuknya, dan jalan kedua untuk menghilangkan tanda tersebut selain menuruti apa yang dilarang adalah…dihilangkan oleh pembuat sanksi tersebut.”

 

[11th] Telepathy:  Death Sanctioner

 

***

I dont wanna runaway but i cant take it i dont understand, if im not made for you then why does my heart tell me that iam. Is there anyway that i can stay in your arms?

Dengan tergesa-gesa Hara membuka pintu apartemen dari luar, mendapati Donghae yang duduk sambil mengganti-ganti channel televisi dengan tidak beraturan. Hara hanya meilirik sebentar, tidak tertarik untuk menyapa Donghae seperti biasanya. Dia berjalan cepat menuju kamarnya kemudian masuk kedalam dan mengambil kopernya.

Baru saat itulah Donghae menyadari kalau Hara baru saja pulang, Donghae tidak tahu apa-apa tentang Hara yang ditikam Soyu siang tadi. Atau bahkan nyawa Hara yang hampir melayang –kalau tidak ada pistol air itu.

Donghae masuk kedalam kamar Hara tepat disaat Hara menarik kopernya dan mendorong Donghae yang tanpa sengaja menghalangi pintu.

“eodiga?” tanya Donghae bingung melihat Hara yang menarik kopernya menuju pintu, bahkan tidak menatap Donghae sedari tadi. “dongsaeng-ah, kau mau kemana?” Donghae menarik tangan Hara yang reflek langsung ditepis oleh Hara.

“jangan pernah panggil aku dongsaeng lagi.”

“mwo?”

“aku katakan jangan pernah panggil aku dongsaeng lagi.”

“dan jangan pernah muncul didepan wajahku lagi.” Lanjut Hara tanpa perasaan. Donghae masih melongo bingung dengan sikap Hara yang tiba-tiba seperti ini.

“kau marah padaku? Kenapa?” donghae membalikkan tubuh Hara untuk menghadap kearahnya.

“aku tidak marah padamu. Aku hanya tidak mau berhubungan dengan seorang pembunuh. Apalagi pembunuh ayahku sendiri.”

Donghae langsung memucat. Kata ‘pembunuh’ entah kenapa langsung menusuk dalam-dalam hatinya, apalagi Hara yang mengucapkan. Memang, Donghae memang pernah menjadi seorang pembunuh walaupun tidak sepenuhnya bisa disebut pembunuh juga.

“jadi kau sudah mengetahuinya?”

“iya, kenapa?” Hara berbalik tanya dengan ekspresi sinis. Walaupun begitu masih terlihat matanya yang sembap dan bekas-bekas air mata dipipinya karena ia menangis disepanjang jalan menuju apartemen tadi.

Donghae menyadari hal itu, tentu saja. Tapi dia hanya berusaha tenang, ingin mendengarkan apa yang akan Hara paparkan terlebih dahulu. Walaupun Donghae ingin memeluk Hara dan membiarkan gadis itu menangis dipelukannya.

“kenapa saat kecelakaan itu kau meninggalkan Appa terbaring sekarat ditengah jalan sedangkan kau sendiri dalam keadaan sehat. Aku tahu kalau saat itu kau tidak pingsan. Kenapa kau sengaja?”

“Aku memang sengaja tidak menyelamatkan Appamu. Kenapa? Karena aku sangat membencinya tidak peduli dia ayahmu atau bukan. Dia sudah meninggalkanmu dan ibumu dengan membawa semua saham perusahaan milik keluarga, dia pergi bersama wanita lain yang tidak ada apa-apanya dibanding ibumu dan bahkan sempat tidak mengakuimu sebagai anaknya. Itulah kenapa aku menyamar sebagai salah satu klien dan sengaja memata-matainya tapi aku benar-benar tidak tahu kalau saat itu mobil yang aku tumpangi dengan ayahmu mengalami kecelakaan. Saat ayahmu sekarat dilokasi kejadian memang seharusnya aku menolongnya tapi aku pergi begitu saja, sengaja karena sudah muak pada pria brengsek itu. aku pikir hukuman itu setimpal untuknya.”

“tapi….tapi bagaimanapun dia juga appaku walaupun umma setengah mati membencinya, tapi aku masih menyayanginya. Sangat. Bagaimanapun Appa memperlakukanku. Dan kau…” Hara kehilangan kata-katanya. Satu kata, kecewa. Dia sungguh kecewa dengan Donghae yang tidak jujur sedari dulu. walaupun ini bukan murni kesalahan Donghae tapi tetap saja Hara tidak bisa menutupi kekesalannya.

Donghae menghela nafas keras, kemudian mengulurkan tangannya untuk menyeka air mata Hara tapi segera ditepis oleh Hara. “aku hanya tidak mau ada seorangpun pria yang menyakitimu.” Ucap Donghae pelan.

“Cho Hara, aku mohon.. jangan pergi. Aku mohon.”

“DIAM.” Teriak Hara emosi. Hara merasa dadanya begitu sesak, rasanya sakit sekali. Hara memang sudah sering disakiti oleh pria dihadapannya ini, walaupun ia terbiasatapi rasanya sekarang Hara sudah tidak bisa tahan lagi. Dia jengah dengan semuanya. Dengan Lee Donghae yang perasaannya tidak jelas.

“aku minta maaf oke? Aku minta maaf. Tapi tolong jangan menangisi pria yang sama sekali tidak menyayangimu, dia tidak seharusnya menjadi ayahmu. Dia pria brengsek.”

“dan kau lebih brengsek lagi!”

“aku tahu! Terserah, kau mau mengatai aku brengsek sebanyak apapun tidak apa-apa. Aku bisa terima. Tapi aku mohon….aku mohon jangan menangis. kau tahu bahwa aku paling tidak bisa melihatmu menangis.” ucap Donghae tegas. Donghae mengambil  alih koper Hara dari tangan Hara. sebelum Donghae sempat menariknya, Hara sudah lebih dulu menarik kopernya lagi.

“aku bukan boneka. Aku tidak selamanya menurut denganmu, dengan segala egomu. Dan aku manusia, aku punya batas kesabaran.jadi..biarkan aku pergi.”

Donghae merebut koper Hara lagi. “tidak. Kau tidak akan boleh pergi sampai—“

“sampai kapan? Sampai kau memilih salah satu wanita dari pacar-pacarmu untuk kau nikahi dan kau akan membiarkanku tinggal satu rumah dengan kalian? Begitu?” teriak Hara dengan jarinya meremas ujung t-shirt.

“aku tidak akan setega itu. tidak akan pernah!”

“kenapa? Apakah tindakanmu sejauh ini masih bisa dikatakan tidak-tega? Apa kau perlu mengurungku selamanya dalam kemauanmu dan masih menyebut hal itu tidak tega juga?”

Donghae diam kehilangan kata-kata. Bukan, bukan seperti itu maksudnya. Hara tidak pernah tahu kalau Donghae begitu mencintainya? Hanya saja pria itu terlalu bodoh untuk mengekspresikan perasaannya. Sangat bodoh.

Donghae ingin mengatakannya sekarang. Mengakui perasaannya terhadap Hara didepan gadis itu secara terang-terangan, tapi perasaan bersalah sudah menutupi segalanya. Donghae merasa malu jika harus mengucapkan sekarang, pasti Hara akan berpikir ‘kenapa tidak sejak dulu saja?’ ‘kenapa sewaktu itu Donghae menolak Hara?’

“jadi kau setuju dengan keputusanku? Baiklah, aku pergi Lee Donghae.”  Donghae langsung membelalak kaget melihat Hara yang sudah memutar kenop pintu, segera Donghae menarik tangan Hara dengan keras sampai Hara merintih kesakitan.

“kau mau tinggal dimana hah selain di apartemen kita? Umma ada di jepang, kau mau menyusulnya? Kau pikir aku mengijinkanmu?”

“dan kau pikir aku butuh izinmu? Aku tidak bodoh. Aku bisa membeli apartemen baru atau apa, jadi jangan tahan aku.” Ujar Hara penuh penekanan. Lagi-lagi ia menepis tangan Donghae, membiarkan tangan hangat yang biasanya memeluknya itu terkulai hampa ke udara.

Bersamaan dengan itu, Hara membuka pintu dan buru-buru keluar sambil menarik kopernya.

Meninggalkan Donghae yang berdiri dengan wajahnya yang terlihat lelah.

Begitu pintu tertutup, Donghae menggumam pelan. Hampir terdengar seperti bisikan.

“gajima….”

“Argh!” erang Donghae frustasi. Ia sengaja menyambarkan tangannya kearah vas bunga didekatnya. Membuat suara pecahan memenuhi ruangan, bersamaan dengan darah yang megucur dari tangan Donghae.

Donghae tidak peduli. Rasanya sama sekali tidak sakit sekarang. Tidak apa-apanya dibanding rasa sakit dihatinya.

Donghae menyandarkan punggungnya di tembok berwarna krem ini, mengusap rambut hitam cepaknya kebelakang. Berusaha untuk menerima kenyataan kalau kali ini Hara serius meninggalkannya.

Dan rasanya masih seperti mimpi bagi Donghae. Hara yang biasanya hanya tersenyum memaafkan untuk kesalahan apapun yang Donghae perbuat, kini tidak ada lagi. Atau maksimalnya melempar Donghae dengan sepatu, kini sudah tidak ada lagi.

Gadis itu benar-benar sangat marah. Dan pergi.

If I don’t need you then why am I crying on my bed? If I don’t need you then why does your name resound in my head? If you’re not for me then why does this distance maim my life? If you’re not for me then why do I dream of you as my wife?

***

Wanita dengan penampilan rapi dan make-up cukup tebal diwajahnya itu  menatap gadis dihadapannya dengan  khawatir. Terlihat gadis dihadapannya dengan rambut berantakan, mata sembap dan hidungnya sedikit kemerahan.

“satu kamar untuk satu orang. Please.”

Wanita itu hanya mengangguk saja, tidak berani berbicara banyak.

Setelah mendapatkan kunci kamar di salah satu hotel mewah di Seoul, Hara langsung masuk kedalam kamarnya dan melemparkan kopernya asal-asalan. Ia langsung berjalan lesu menuju kamar mandi dan berdiri didepan cermin besar dengan wastafel dibawahnya.

Ia mendelik begitu melihat penampilannya sendiri didepan kaca, tampak berantakan sekali seperti habis bangun tidur. Lebih parah malah. Pantas saja sepanjang ia berjalan di basement tadibeberapa orang melihatnya dengan pandangan kasihan.

Hara menggelengkan kepalanya kemudian membuka keran air, mengambil setangkup air dan menyapukan kewajahnya. Mungkin ia harus buru-buru menghubungi ibunya kalau dia sudah tidak ingin tinggal bersama Donghae lagi.

Dan Hara tau pasti ibunya akan menentang keputusannya.

Hara mengambil handphonenya dari dalam tas kemudian  menekan speed dial nomer satu. “hello?”

Beberapa saat kemduain telfon diangkat, terdengar dehaman sesaat. “Hara-chan? Sutekina! Ogenki desuka? Umma Son’nani nogasu!”

[Hara? Lovely! How are you? Mom miss you so much]

Hara tersenyum mendengar suara lembut namun riang diseberang teleponnya, sepertinya baru tiga hari ibunya menghubunginya tapi hari ini Hara sudah begitu merindukannya. “Watashi wa genkidesu. Anata mo migi no bakkindesu ka?”

[im fine. You’re fine too right?]

Sepeninggal ibu Hara ke Osaka, Hara kadang-kadang pergi kesana sendirian atau bersama Donghae untuk mengunjungi ibunya. Jadi Hara memang sengaja mempelajari bahasa jepang agar lebih mudah berkomunikasi ketika ia disana.

Disamping itu, Hara juga senang dengan bahasa asing. Dan ia cukup mahir dalam bidang ini dibanding subjek pelajaran lainnya.

Tapi bagaimanapun Korea adalah hometown Hara juga ibunya, jadi tetap pada akhirnya mereka berdua berbicara dalam bahasa Korea. Bukan jepang lagi.

“Ne. dimana Hae-chan? Biasanya dia berteriak-teriak dibelakangmu ketika menelpon Umma.”

Hara merengut sambil memutar bola matanya jengah. Entah kenapa sekarang ia menjadi sensitif jika ada yang menyebut nama Donghae. “Donghae? Mati ditelan hiu.”

“MWO?”

Hara menjauhkan iOs nya karena seruan Ummanya yang kelewat keras itu. “mwoya? Jangan bercanda, Hara-chan!”

“memang aku bercanda. Siapa suruh Umma percaya.”

“kau ini!”

“aku sedang bertengkar dengan Donghae untuk sementara…err…mungkin  selamanya. Jadi umma, bisakah kau membelikanku apartemen di Seoul? Tenang saja, nanti aku akan membayarnya dengan uang gajiku.”

Hening selama beberapa saat.

“umma?”

“Kau dan Donghae putus?!”

“memangnya kami pernah berpacaran?!”

“tidak, kau dan Donghae tidak boleh putus.”

“siapa yang mengatakan putus?!”

“kau bertengkar dengan Donghae kan? Kau pasti sehabis menangis, sayang. Bagaimanapun keadaan kalian, jangan sampai kalian berdua tinggal terpisah. Oke? Kalau kau meminta umma membelikanmu apartemen, semahal apapun pasti umma berikan asalkan kau tinggal bersama Donghae. Tidak baik untukmu tinggal sendiri, apalagi kau ceroboh. Kembali ke apartemen bersama Hae-chan sekarang.”

Dalam hati Hara merutuki Ummanya tidak peduli itu dosa atau tidak. Untuk saat ini Hara tidak akan mau kembali lagi ke apartemen, mungkin untuk waktu-waktu selanjutnya juga. Tidak mau. Tapi satu kelemahan yang Hara punya, yang bisa mengalahkan ego nya sekalipun…

Ibunya.

Hara sangat menyayangi ibunya. Dan menuruti apapun yang beliau mau, tapi sepertinya untuk saat ini ada sebuah pengecualian. mungkin Hara janji untuk saat ini saja. Kalaupun Hara menceritakan hal yang sebenarnya tentang kematian Ayah-nya, sekalipun Donghae termasuk dalam tersangka-tidak-langsung tapi ibunya pasti tidak akan marah.

Mungkin malah terlonjak senang karena ibunya sama saja dengan Donghae. Membenci ayah Hara setengah mati.

“Umma, biarkan Hara menenangkan diri dulu di Hotel ya. jangan katakan pada Donghae dimana Hara tinggal. Umma janji?”

“untuk kali ini, baiklah. Tapi ingat, tidak boleh melebih satu bulan kau harus sudah kembali pada Donghae. Donghae satu-satunya pria yang Umma percaya untuk menjagamu. Kau dengar? Satu-satunya.”

“Arrasseo….”

******

Choi Minho’s Pov

Aku duduk sambil memutar kursiku didepan iMac Silver ku yang bertengger manis diatas meja. Kemudian aku melirik jam dinding yang sudah menunjukkan hampir pukul dua pagi. Sekiranya aku sudah terjaga dikamarku selama kurang lebih empat jam setelah mampir ke kedai jajangmyung untuk makan malam.

Kalian pikir apa yang sedang aku lakukan?

Tidak ada yang membuatku niat terjaga semalaman selain ikut campur dalam dunia yang dimiliki oleh kekasihku. siapa? Park Jiyeon? Nope. Gadis itu sudah aku putus-kan sebelum dia sempat siuman.

Krystal Jung. Kekasihku, dan kalian pasti bertanya-tanya kapan aku mengucapkan ‘saranghae’ pada Krystal sehingga kami berdua berpacaran. Sekarang aku bertanya padamu, apakah perasaan cinta harus dibuktikan dengan kata?

Sedari tadi aku hanya sibuk duduk didepan Macintosh-ku. Bermain dengan logika juga browsing tentang segala hal yang berbau telepati. Mungkin aku mirip dengan Bella Swan ketika ia mencari asal-usul Quileutte demi seorang Edward Cullen. Namun perbedaannya tentu saja pada gender.

Hanya satu tujuan pencarianku. Menghilangkan sanksi kematian Krystal.

Donghae hyung mengatakan padaku kalau sanksi Krystal hanya bisa hilang ditangan pembuatnya dan penyelamatnya. Dalam hal ini, Myungsoo ada diposisi pembuat dan aku ada diposisi penyelamat.

Awalnya aku dibuat bingung karena hal siapa yang seharusnya menghilangkan sanksi kematian itu. apakah aku atau myungsoo? Namun sejurus kemudian aku kembali menemukan informasi tentang Telepathy di salah satu situs yang sulit dicari. Bahkan aku harus menerjemahkan kalimat panjang tersebut dari bahasa Yunani.

Untung aku menyukai filosofi Yunani sehingga meskipun tidak sepenuhnya benar tapi aku bisa menangkap maksud dari artikel penting itu.

Dan kesimpulan yang aku dapatkan yaitu, yang pertama Demon adalah pengecualian. yang kedua, sedikit dari telepathy berkaitan dengan matematika, terutama logika. Dan yang terakhir, seperti yang dijelaskan dalam informasi tersebut kalau untuk menghilangkan sanksi kematian ada satu kata kunci.

Konjungsi.

Konjungsi adalah salah satu bentuk dari logika matematika yang berarti “dan”. Atau bahasa matematika dari “dan” adalah konjungsi.

Jadi yang bisa aku simpulkan menurut pendapatku, ‘aku DAN myungsoo yang bisa menghilangkan sanksi kematian Krystal bukan aku ATAU myungsoo.’ Jadi intinya ada campur tangan keduanya untuk menghilangkan sanksi kematian.

Dan pertanyaan yang kedua, bagaimana CARA menghilangkannya?

Dalam artikel Yunani tersebut dijelaskan terdapat dua step. Yang pertama memunculkan kode dari tanda-tak-terlihat yang terdapat di bahu demon dengan cara menyentuhkan jari dari takdir demon tersebut kesepanjang bahu demon tanpa ditutupi sehelai kainpun.

Dan step kedua akan terlihat dari kode tersebut.

Oke. Aku akan mendapatkan hasilnya. Kau bersiap saja kalah denganku, Kim Myungsoo.

***

Everywhere Im lookin now

Im surrounded by your embrace

Baby I can see your Halo

You know youre my saving grace

Youre everything I need and more

Its written all over your face

Suara sepatu kets yang terdengar teratur dilantai Universitas Cheonha initerdengar  bising  karena Krystal berlari dengan cepat menuju kamar mandi. Rambut hitam panjangnya bergerak tidak beraturan seiring dengan langkahnya. “Ughh….” Krystal membekap mulutnya, berusaha menahan mual yang semakin menjadi-jadi diperutnya.

Sesampainya didepan kamar mandi ia langsung merangsek masuk dan berdiri didepan wastafel dengan kedua tangannya yang menahan. Ia bercermin sebentar, memperhatikan wambutnya yang tampak berantakan.

“uhuk!”

Krystal terbatuk dan mengeluarkan cairan merah kental dari dalam mulutnya. Kemudian tangan kanannya menekan perutnya yang terasa perih, ia terbatuk untuk yang kedua kalinya. Masih sama seperti tadi, mengeluarkan darah segar dari dalam mulutnya.

Buru-buru Krystal membuka kran air, membiarkan air jernih menghanyutkan darahnya. Krystal juga membersihkan telapak tangannya yang terdapat bercak-bercak darah yang berasal dari mulutnya dengan air.  Ia mengambil hand-sanitizer dari dalam tas nya dan menuangkannya sedikit keatas telepak tangan lalu menggosoknya.

Setelah itu Krystal mengambil tissu dari dalam tas dan mengelapkannya ke sekitar mulutnya, siapa tahu ada bekas darah yang terdapat dibibirnya dan akan berbahaya jika mahasiswa lain melihatnya.

Krystal membuang tissu tersebut kedalam tong sampah kemudian menyandarkan tubuhnya kedinding, Krystal menunduk sambil memejamkan matanya menahan rasa perih bertubi-tubi yang menghantam bagian dalam tubuhnya.

Krystal berpikir….sampai kapan ia harus menahan rasa sakit ini? dan kapan berakhirnya? Dan apakah berakhir dengan kematiannya?

Tiba-tiba pintu kamar mandi menjeblak terbuka, membuat Krystal membuka matanya dan mendapati Minho berdiri tidak jauh dari pintu dengan raut wajah khawatir.

“Klee?”

Tepat disaat Minho hendak menghampiri Krystal, rasa mual malah kembali menyerang Krystal membuat gadis itu buru-buru memuntahkan darahnya diwastafel. Krystal kembali terbatuk dan didetik selanjutnya ia memuntahkan darah lagi.

Minho hanya bisa melihat Krystal dengan miris, dalam hati ia sungguh kasihan pada Krystal dan ingin memeluk bahunya saat ini. tapi mengingat Krystal akan semakin parah jika Minho dekati, Minho memilih diam ditempatnya. Menunggu Krystal berbalik kearahnya.

Tapi Minho tidak ingin menjadi pengecut, ia yang akan menyembuhkan Krystal. Dan itu pasti.

Minho berjalan mendekati Krystal kemudian mengusap punggungnya pelan. Bibirnya membentuk sebuah senyuman miris. Dan lagi-lagi Krystal terbatuk membuat Minho tambah tidak tega melihatnya. Minho mengulurkan tangannya untuk mengelap darah disekitar bibir Krystal kemudian memeluknya.

Krystal tahu, semakin dirinya mempererat hubungannya dengan Minho, semakin kecil kemungkinannya untuk bertahan hidup. Tapi sungguh segalanya terasa halal saja bagi Krystal saat Minho memeluknya sehangat ini.

Minho is her ectasy. Menyakiti fisiknya tapi juga membuatnya kecanduan.

“aku lelah….” ucap Krystal pelan. Minho melepaskan pelukannya dan menatap Krystal dengan pandangan bertanya. “itu wajar.”

Krystal menatap dalam-dalam Minho dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.  “kau dan aku, bahkan kita dua jenis yang berbeda bukan? Jadi seharusnya kita tidak bisa menjadi sepasang kekasih? Atau bahkan sepasang suami istri? Entahlah.” Entah pikiran apa yang merasku Krystal sampai mengatakan hal seperti itu, ia juga tidak tahu.

Minho membelalakan matanya mendengar kalimat Krystal barusan. Apa? Apa yang barusan Krystal bilang? “jangan katakan kau menyerah dengan semua ini. kita tidak boleh menyerah pada dua iblis itu. kau mau menyerah begitu saja!”

Krystal menggigit bibirnya. “tadinya aku mau bertahan saja, tapi aku benar-benar tidak tahan dengan rasa sakit ditubuhku. Aku memuntahkan darah hampir setiap hari, atau batuk darah. Aku sesak nafas setiap merasa lelah sedikit. Tidak ada waktu dua minggu aku pasti sudah mati.”

Minho diam, kalau boleh jujur ia kecewa dengan Krystal. Minho jelas tahu bagaimana sakit yang Krystal rasakan tapi Minho kira Krystal bukanlah tipikal gadis lemah yang mau menyerah begitu saja.

“jadi kau akan kembali pada Myungsoo?” tanya Minho. Krystal menggelengkan kepalanya gamang. “molla. Jeongmal mollayo.” Jawab Krystal frustasi.

“kau yang mengejarku, mengemis cintaku seperti gelandangan saja. Dan disaat aku melepaskan Jiyeon. Disaat aku memutuskan untuk mengenalmu lebih lama, mencintaimu. dan disaat itu juga kau memutar balik keputusanku karena kalimatmu barusan.” Minho mengepalkan tangannya menahan emosinya yang meletup-letup.

Krystal langsung mendongak. “a..aku…”

“jangan katakan kalau kau masih mencintai Myungsoo. Atau memang iya? Aku bersusah payah untuk menghilangkan sanksi kematianmu dan kalau kau masih memikirka pria itu, aku benar-benar kecewa.”

Krystal menggelengkan kepalanya kuat-kuat. “tidak pernah. Myungsoo hanyalah masa laluku dan aku tidak mencintainya lagi. tidak pernah. Aku hanya ingin menyelamatkanmu dan juga diriku sendiri, Minho-ya. kau jangan berpikir buruk seperti itu! aku tidak akan sejahat itu, dan aku menghargai semua usahamu tapi aku hanya takut kalau kau akan menyesal nantinya.  Terserah padamu mau meninggalkanku atau tetap berdiri disampingku. Itu keputusanmu. Aku sudah cukup jahat karena merebutmu dari Jiyeon. Awalnya memang aku berniat jatuh cinta padamu untuk sementara saja hanya untuk menghilangkan sixth sense ku tapi ternyata….aku benar-benar jatuh cinta padamu dan itu semua diluar kontrolku. Aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya.”

Krystal memalingkan wajahnya yang mulai dipenuhi air mata. Minho terdiam mencerna kalimat Krystal barusan.

“mianhae. Jeongmal mianhae. Aku…terbawa emosi tadi, kau tahu terkadang aku merasa kau hanya memperalatku sementara kau masih mencintai Myungsoo. Tapi aku benar-benar salah, dan seharusnya aku percaya.” Minho menyentuh wajah Krystal dan menyeka air matanya. Kemudian memeluk Krystal lagi.

Minho memeluk Krystal dengan hangat, mengusap-usap punggung Krystal. Kemudian pandangannya tidak sengaja tertuju pada bahu Krystal yang terbuka sedikit. Minho mengulurkan tangan kanannya perlahan dan membiarkan jarinya menyentuh bahu Krystal.

Ia menyentuh sepanjang bahu Krystal dari bahu sebelah kanan sampai kiri. Dan pada saat itu juga muncul tulisan dengan warna hitam gelap disepanjang kulit Krystal yang Minho sentuh. Minho membelalakan matanya kaget, tulisan tersebut seperti tato namun dengan warna yang lebih kental lagi.

Minho melongo melihatnya, tulisan tersebut ditulis dalam bahasa ibrani. Yang membuat Minho terbelalak kaget adalah….ternyata informasi yang tadi malam dia dapatkan benar adanya.

Benar-benar ada.

***

Soyu mengambil segelas red wine dari atas meja kemudian meneguknya. Ia melihat wine yang tersisa sepertiga gelas itu dengan tatapan datar, kemudian menggerak-gerakan gelasnya tanpa maksud.

“seharusnya aku melakukan hal ini sejak awal. Tentu saja kelemahan Hara itu Donghae, lihat saja dia langsung meninggalkan Donghae begitu aku memberitahu kebenaran tentang kematian ayahnya.”

Myungsoo masih memainkan pedangnya dengan gerakan sangat cepat. Salah satu hobi Myungsoo memang bermain pedang, tapi dia tidak pernah merealisasikan hobinya itu dalam bentuk pertarungan yang sesungguhnya. Mungkin kekuatan telepati sudah cukup baginya.

“aku sudah pernah mengatakan padamu, kau saja yang sangat bernafsu membunuhnya.”

“lagipula dia sudah tahu kan kalau kau phobia dengan pistol?” lanjut Myungsoo. Ia meletakkan pedangnya kemudian duduk dihadapan Soyu, mengambil botol wine dan meminum langsung dari botolnya.

“yak! Itu milikku!” Myungsoo tidak memperdulikan protes Soyu dan tetap meminum wine tersebut sampai habis.“tapi aku curiga dengan Choi Minho.”

Soyu mengangkat sebelah alisnya mendengar hal itu, ia menatap Myungsoo dengan serius. “kenapa?”

“aku pikir dia cukup cerdas dan aku memiliki firasat dia akan menghilangkan sanksi kematian Krystal.” Ujar Myungsoo. Dia meletakkan botol wine tersebut diatas meja kemudian duduk menyender pada  sofa.

“hmm, kita lihat saja nanti. Aku akan membantumu begitu urusanku selesai. Dan ….Donghae dengan Hara sebentar lagi hanya tinggal kenangan saja. Cepat atau lambat gadis itu pasti akan….”

Soyu sengaja menggantungkan kalimatnya kemudian menyeringai, membuat Myungsoo mengernyit bingung melihatnya. “akan apa?” Soyu bangkit dari sofa dan berjalan menuju cermin, menyisir rambut blonde nya dengan jari-jarinya.

“kau lihat saja nanti, L….”

***

Lee Donghae’s Apartement, Seoul South Korea

“aku pulang….”

Tidak ada yang menyahut suara Donghae, Apartemen masih sepi dan menyisakan Donghae sendiri sejak beberapa hari yang lalu. Donghae tersenyum kecut kemudian mengehela nafasnya. Kenapa rasanya hampa sekali?

Biasanya ada suara seorang gadis yang menyambutnya ketika ia pulang . bahkan membuatkannya segelas cokelat panas walaupun kadang-kadang takaran gulanya tidak pas dengan yang Donghae inginkan.

Tapi sekarang tidak ada lagi. meja makan kosong, tidak ada gelas berisi cokelat panas.

Tidak ada suara yang menyambut Donghae juga.

Donghae melepas jaketnya kemudian melemparnya sembarangan, ia masuk kedalam kamar dengan lampu remang-remang dan dominasi warna cokelat didalam ruangan tersebut. Donghae merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Menatap langit-langit kamar dalam diam.

Donghae membalikkan tubuhnya, menghirup dalam-dalam bantal yang ia gunakan. Sengaja mencari aroma perfume Hara yang selalu mengecap diranjang Hara. perfume nya yang sudah menjadi aroma khasnya itu.

Pandangan Donghae tertuju pada setumpuk foto yang tergeletak berantakan diatas meja lampu, masih dalam posisi tengkurap Donghae mengulurkan tangannya mengambil tumpukan foto tersebut lalu membalikan tubuhnya untuk melihatnya.

Hanya foto-foto tidak penting sebenarnya, dan Donghae sudah mengenal kebiasaan Hara memotret hal-hal penting maupun tidak penting. Kemudian dilembar foto ke lima, terdapat foto Hara dan Donghae dimana posisi Hara sedang membakar barbeque dan Donghae memeluk pinggangnya dari belakang, membuat Hara menunjukkan ekspresi kagetnya.

Donghae ingat, foto ini diambil ketika pesta barbeque sekitar setahun yang lalu.  Krystal yang memotretnya secara diam-diam dan Donghae baru tahu kalau foto ini dicetak juga oleh Hara. memang sih dalam foto ini terlihat pure.  Ekspresi Donghae maupun Hara tidak dibuat-buat.

Donghae mengambil lembar foto keenam dan melihatnya. Foto dua orang gadis yang berada di kantor High-Cut. Mungkin rekan kerja Hara, pikir Donghae. Donghae hendak mengambil foto ketujuh tapi kemudian terhenti ketika ia melihat siluet gadis yang tidak asing didalam foto tersebut.

Yang ternyata siluet Soyu yang tidak terlalu terlihat. Soyu sedang berdiri sambil membawa berkas-berkas pekerjaan. Mungkin Hara tidak menyadari ada Soyu dalam foto ini karena memang terlihat sedikit blur.

Soyu berdiri dipadang rumput yang cukup luas, namun ia masih saja menggunakan high-heels nya dengan dress ketat berwarna gelap diatas lutut. Cuacanya tidak cukup mendung. Soyu melipat tangannya didepan dada dan menyeringai pada gadis didepannya.

Gadis itu terjatuh dengan sendirinya dalam posisi duduk, wajahnya menunduk dan dadanya naik turun karena nafasnya tersengal-sengal. Soyu tertawa licik dan ikut berjongkok didepan gadis itu. ia mengulurkan tangannya untuk memegang tangan gadis itu yang dingin dan lemah.

Soyu menggoreskan kuku jari telunjuknya pada permukaan kulit gadis itu dan memunculkan tulisan hitam dengan bentuk yang tidak jelas. Soyu kembali menyentuh kulit gadis itu dengan kukunya namun kini berhenti disatu titik, kemudian Soyu menekannya dengan keras.

“majimag insa…”

Sedetik kemudian terdengar teriakan panjang dan melengking dari mulut gadis itu setelah Soyu menekan kulit gadis itu dengan kukunya.

“AAAAAAAAAAAAAAAA….”

Donghae mengerjapkan matanya satu kali, dan terdiam selama beberapa detik. Ia baru saja membaca masa depan Soyu  tanpa sengaja lewat foto tadi. Donghae langsung memucat, ia langsung terpikir bahwa ‘gadsi itu’ adalah Hara. entah kenapa.

Walaupun Donghae berharap hal itu tidak benar.

Donghae langsung bangkit dari posisi tidurnya dan duduk dengan perasaan khawatir. “Hara? tidak….gadis itu tidak boleh Hara. itu sangat mengerikan, Demi Tuhan.” Gumam Donghae entah pada siapa.

“oppa? Gwenchanayo?”

Lamunan Donghae langsung buyar begitu saja mendengar  suara yang menginterupsinya. Krystal berdiri diambang pintu menatap Donghae dengan bingung. “Klee?”

“apa kau baik-baik saja? Kau terlihat khawatir Donghae oppa.” Donghae berdiri kemudian berjalan kearah Krystal dan memeluk dongsaengnya itu singkat. “Kau darimana?”

“jawab dulu pertanyaanku.” Paksa Krystal.

“Well, aku bohong kalau aku mengatakan baik-baik saja. Aku hanya merasa ada firasat buruk. Ahni…sangat buruk..” ucap Donghae sambil menatap kosong lantai dibawahnya.

“Hara?” tanya Krystal memastikan.

“klee, kau tahu dimana Hara tinggal sekarang? Dan tolong baca masa depannya, apa yang akan terjadi padanya beberapa hari kemudian.”

“sayangnya…” Krystal menghela nafasnya. “sixth sense ku sudah hampir hilang seluruhnya, aku sudah tidak bisa membaca masa depan orang lain lagi walaupun aku masih bisa melakukan telepati. Dan aku juga tidak tahu dimana Hara tinggal sekarang.”

“dia tidak memberitahumu?”

Krystal menggeleng.

“seharusnya Hara pulang saja ke apartemen, dia tidak tahu kalau Soyu masih terus mengincarnya? Aish! Gadis itu memang tidak pikir panjang, seenaknya meninggalkan apartemen. Dan bahkan aku tidak tahu dimana dia sekarang.”

“kau juga yang salah! kau membunuh ayahnya! Demi Tuhan dia pasti setengah mati membencimu!!! Kau tidak tahu bagaimana dia mencintaimu selama ini kan? Hah? Dan kenapa kau tidak sadar bahwa satu-satunya wanita yang tidak bisa kau telepati hanyalah dia.  Itu karena perasaanmu sendiri! Itu karena kau mencintainya!” ujar Krystal marah, walaupun Donghae  saudara kandungnya tapi Krystal seringkali tidak sependapat dengan Donghae. Krystal pikir, Donghae selalu melakukan hal bodoh untuk melindungi gadis yang Donghae cintai.

“arasseo!  Aku juga tau ini salahku, aku tau kalau dia mencintaiku tapi hal ini….errghh….aku pusing memikirkannya. Kalau kau berniat datang kesini hanya untuk memakiku lebih baik kau pulang saja, klee. Emosiku sedang tidak terkendali akhir-akhir ini.”

Krystal langsung bungkam begitu Donghae memarahinya. Jarang sekali Donghae berbicara keras padanya seperti ini, dan seharusnya Krystal juga mengerti situasi. Krystal sadar kalau dia salah, dia seharusnya membantu Donghae bukan malah memojokkannya.

“Donghae oppa, aku akan membantumu…”

***

Choi Sulli’s Pov

Aku menghentikan langkahku tepat ditepi sungai Han,  kemudian merapatkan hoodieku mencegah udara dingin masuk kedalam tubuhku. Dan bodohnya, sudah tau cuaca hari ini dingin aku tetap saja keluar rumah entah untuk maksud apa.

Sudah beberapa hari ini aku tidak berangkat kuliah karena aku mengambil shift pagi, siang, dan malam sekaligus di cafe tempatku bekerja. Halmeoni berada di Busan dan sekarang ia sedang sakit, dan aku diminta oleh Umma dan Appa kembali ke Busan.

Sebenarnya aku ingin cepat-cepat pulang ke Busan dan menilik keadaan Halmeoni, berhubung aku cucu kesayangannya dan aku juga sangat menyayangi Halmeoni. Tapi rasanya aku tidak berguna jika kembali kesana dengan tangan kosong jadi aku memutskan untuk membeli obat-obatan mahal dengan uangku sendiri untuk aku bawa ke Busan.

Dan kalau aku mendapatkan gaji lebih, aku akan membawa Halmeoni ke Seoul dan memasukkannya kerumah sakit  dengan kualitas lebih bagus disini. Itulah kenapa aku membolos kuliah dan memilih untuk mengambil tiga shift sekaligus dicafe.

Berkali-kali Krystal menghubungiku dan menyuruhku untuk masuk kuliah tapi aku beralasan kalau aku sudah pulang ke Busan. Kalau memberitahu alasan yang sebenarnya pasti Krystal akan khawatir padaku dan aku tidak mau merepotkannya. Dia sudah cukup pusing dengan urusannya.

Juga aku jadi dapat melupakan Minho secara pelan-pelan kan?

Entah sudah berapa lama aku tidak bertemu dengannya, dan sepertinya dia juga sedang sibuk dengan urusannya.

Entahlah.

Dan aku hanya sendiri saja. Di tempat ini juga sendiri, hanya terdengar suara kendaraan yang berlalu-lalang dibelakangku. Aku dipinggir jembatan memandang sungai Han dalam diam. Berusaha mencari ketenangan seperti tenangnya air dalam sungai Han didepanku ini.

Aku menopangkan tanganku diatas pembatas jembatan sambil menggumamkan lagu K.Will yang akhir-akhir ini sering kuputar di MP4 playerku. Aku memutuskan untuk mengambil MP4 ku dari dalam tas dengan earphone sekalian, tetapi tanganku licin karena embun disepanjang perjalananku tadi dan membuat MP4 ku terlepas dari genggamanku dan meluncur menuju sungai.

Dengan sigap aku mencondongkan tubuhku dan menggapai MP4 ku sebelum jatuh bebas kedalam air. Tapi tiba-tiba aku kehilangan keseimbangan dan sebentar lagi…

Sebentar lagi aku pasti akan…..

“omo!!!”

Jatuh sebelum sepasang tangan seseorang menarik pinggangku kebelakang, membawa kakiku kembali memijak daratan. Syukurlah aku tidak jadi jatuh ke sungai!! Aku sangat lega, tapi…siapa yang menolongku?

“Sulli-ah, gwenchanayo?”

Suara dingin itu……..

TBC

Hi~ readers? How have you been?  Setelah sepuluh hari akhirnya selesai juga part 11nya.  Sebenarnya mau dipublish tadi pagi sekitar subuh gitu tapi aku ketiduran jadi kulanjutin tadi deh. Sorry sorry..

Dan…yeah, i have something a bit important. And i need your vote or maybe suggest.

Jadi saya berencana bikin Book Version dari FF Telepathy. Apa itu book version? Jelas maksudnya ff ini akan saya jadikan buku. Dan book versionnya masih sama ceritanya dengan versi ff nya hanya saja akan saya revisi ulang, jadi akan ada pengeditan dalam tata bahasa, scene, juga tambahan adegan (mungkin scene kehidupan CL bakal saya masukin).

Detilnya aku umumin ntar yang penting aku mau tanya dulu nih. Apakah ada yang berminat?? Raise you hand ya kalau ada yg berminat._. *krik* karena rencananya selain menggunakan sistim Online, ada juga Offline dan g Offline bagiannya Choco Evrisca hehehe.

Please kasih saya saran ato apa tentang book version ini :”)

PS: part 12 atau 13 ENDING.

Gomawo! Dont forget to comment :>

 

Advertisements

115 thoughts on “[11th] Telepathy: Death Sanctioner”

  1. hai~ hai~ hai~
    majimag insa mantra apaan? jangan2 Soyu mau bikin Hara jd demon? emang bisa?
    Myungsoo nya dikit,, endingnya pasti minstal tp masih pengin part Myungsoo banyak, biar jahat sejahat2nya juga gakpa2..
    Yg sama Sulli Minho kah?

    1. majimag insa itu bahasa koreanya selamat tinggal gitu hehehe
      enggak jd demon kok sumpah ! XD
      myung emang bukan main cast jd bagian dia sedikit :))
      ini yg biasa komen di smtown fanfic kan? wehehe thanks ud mampir kesinii

  2. Akhirnya publish juga..
    Udah ditungguin banget dri kmren..
    Mpe ngitung kalender..
    Hahahahaha..
    Eh kok Minho tiba2 jadian aza ma Kristal, gak ada penjelasan sebelumnya kan..
    Tadi sdikit kaget sih, soalnya cerita putusnya ma Jiyeong jga g ad..
    Cuma dijelasin dikit di part ini..
    Kok rasanya kurang gimana gitu..
    Maaf ya Fa, bukannya mw ngerikitik..
    Hanya sekedar menyampaikan pendapat sih..
    Aku mau donk bukunya kalau mank ada..
    Infonya segera dibagi2 ya..
    Hehehe..
    Wah, bentar lg ending y..
    Penasaran..
    Hemz kayanya yang jadi dewa penyelamat Sulli itu si eL deh..
    Horeeeee..
    eL ma Sulli aza..
    Kan kasian juga tu anak gak dapat yanh dia mau..
    Truz si Soyu lempar aza ke laut biar dimakan hiu..
    #reader g tau diri..
    Next partnya ditunggu Fa..
    Hwaiting..

    1. ah iyanih soal jadiannya minstal maksudku udah ku gambarin lewat kissing scene pas yg dirumah sakit itu loh~ tapi minho nya belom bilang saranghae sih. maaf ya eon hehe
      wah mau nih buku nya? asikasik~ ntar ada infonya lagi kok makasii

  3. ya ampun hara marah sama hae
    ih hae ini ga tegas bgt sih cwok
    harusnya hara lgsg ditarik kekamar trs dikurung biar dia ga kabur hahaha
    aaaah aku suka sama eommanya hara nih
    dia kayanya setuju bgt sama hubungan haera ya
    hara cpt balik ke hae dong, kamu terancam
    jiyeon kasian bgt ya msh koma uda ditinggalin minho haha
    tuh kan minho udah tau gmn cara nolong klee
    soyu msh aja ya ngincer hara -.-
    ah masa part 12/13 end sih
    kirain msh lama endnya
    serius deh fa suka bgt ff ini

    kl masalah buku sih aku trserah aja tp dijualnya jgn skrg ya
    duit seret gara2 6jib nih *curcol

    1. iyatuh hae kurang tegas~ tapi liat nanti ending dia bakal jadi superhero huahahaha
      heheh abisnya ff ini udah kepanjangaan U,U
      wah kalo bukunya gak dijual sekarang kok kak, paling ntar juli-an hehe
      makasih kak epeh {}

  4. Akhirnya keluar juga,,,aq udah nungguin loh dr kmrn2..!hehehe,,

    wah,,hara marah sma hae oppa???tp kok hara lgsng tau dn prcya ya klw donghae yg bunuh ayahnya?bkn’ny di part sblm’ny hara gk prcya ya eonni pas soyu blng klw hae yg bunuh ayhnya..??
    Krystal sm minho akhrny jadian jg,,tp kasian sm klee yg hrs muntah drh trs:-(

    crtanya smkn menarik,next part d’tunggu scptny ya eonni?:-)
    oya soal bku,,,aq mau eonni,,!tp jualnya jgn skrng2 ini ya eonni?hehehe coz lg persiapn bwt bli 6jib nh:-)

    1. nah iyatuh salah aku…….. hehehe harusnya ada scene Hara yang dijelasin sama soyu lebih jauh tentang kematian ayahnya. hah njeongmal babo~ya ifa >.<
      sip~ bukunya ntar kok masih agak lamaan, tunggu ajaa say makasih ya 🙂

  5. Waaa makin seru!!! Banyak teka-teki baru yg belum terungkap. Bikin tegang pas baca.
    Kisah cintanya jg makin complicated.
    Woah! Beneran ga sabar buat next part. Tp, 1 ato 2 part lg bakal end? Ga rela… 😦

  6. HOYYHOYYYY gue udah bela-belain ke warnet nih wkwk. eh gue suka deh part ini soalnya banyak konflik HaeRa nya hehehehehehhehe. speechless egek bacanya. deg-degan part selanjutnya hhhhh

    1. ngahahaha adist cantik deh sampe bela2 in ke warnet muaah *emot cium*
      yaampun elo bisa speechless juga dist? cengo deh gue….
      ok tungguin aja, thankyou!

      1. Haha iyadong buat elo apasih yg enggak<3 BISALAH walau cuman setahun sekaliXD demiape part12/13 udah ending? Dohhhh gue jadi makin penasaran kan nanti Myungsoo jadi sama gue atau enggak duhh galau://

      2. -_________- halah elo liat foto donghae aja speechless kan? berarti gak setaun sekali.
        Cukup okeh, myungsoo sudah bahagia bersama ifa. BD

  7. Haaaaah
    Akhirnya bisa baca juga lanjutannya

    Itu haeranya kasian banget sih
    Trus eommanya hara kocak aja sih pas ngomong apa hara sama donghae putus. Ih pengen tau aja sih
    Itu soyu maunya apa sih
    Tendang juga nih. Gak ada puas puasnya nyiksa hara ih
    Hae juga nih bukannya nyariin malah diem aja

    Itu minho udah mulai bisa ngilangin sanksinya klee yah
    Trus yang nolongin sulli itu L kan?
    Gemes banget sih sama abang hae. Cepet kek selamatin hara. Keburu mati tuh

    Btw gimana nih ahjumma rapotnya. Bagus kan? Bagus dong
    Masuk jurusan apa? IPA atau IPS nih

  8. donghae menggalau d tinggal Hara#
    itu soyu msh ja mw bunuh Hara? obsesi amat#ckckck

    brntg.a minho pnter jd cpt tggap situasi, smg ja dia cpt dpt cara untk mtahn mantra itu…

  9. wuah udah keluar… !!!
    disini Krystal sama Minho udah jadian ya, emangnya udah putus sama Jiyeon eonni? bukannya Jiyeon masih koma…?!?

    jadi bener toh yang bunuh ayahnya Hara itu Donghae. satu kata buat Hara “SALUT” masih tetep cinta sama Donghae walupun dah sering disakiti. di part ini banyak kejutannya… wait for next part

    oh iya soal buku, kalo boleh aku jga mau Eonni, soalnya penasaran banget nih ><

    1. udah putus semenjak minstal ciuman. kan jiyeonnya koma jadi minho belum bisa bilang sama dia u,u
      haha iya coba semua cewek setia kaya Hara :”) /apaansih
      sip~ ntar ada info lanjut kok tentang bukunya. makasih!!

  10. astaga,,,,, im so lucky !! hahahaha. tadinya mau langsung tidur, ck ternyata takdir berkata lain. untung buka internet dulu. hahhhahaa. daebak banget banget bangetttt ……. daebak tingkat dewa tertinggi deh. hahahha. Hara !!! good job !!! kali-kali itu si ikan mokpo emang harus digituin, beneran deh gregetan ama donghae-hara. hahaha. aigooo, kasian krystal … harus muntah” darah gitu pdhl cuma mencintai minho doang, lama lama bisa kekurangan darah tuh. hahhaa. semoga donghae-hara happy ending. hahhaha. itu si wanita jahat mau ngapain hara yaa ??? aduhhh kepo tingkat dewa niiiihhhh …. hehehhe. oiya, buat bukunya … aku setuju banget banget kog !!! i raise my hand !! hehehhe. oke, semangat buat FF slanjutnya ya chinguuu …. ditunggu bener bener dehhhh… heheheh hwaiting !!!

    1. nah bacanya pasti diatas kasur nih *pernyataan gak penting*
      iyakan~ Donghae emang harus dijatuhin dulu biar sadar tuh. kalo kenyataan sih harusnya krystal udah mati kehabisan darah XD
      ah jinjja? sip tunggu info selanjutnya ya!! 😀 makasiii

      1. bener tuh, harusnya dia udah mati keabisan darah. udah muntah darah, blom lagi takdir dia sbg seorang wanita yang pasti ‘kedatangan tamu’ tiap bulannya, itu udah cukup ngebuat darah krystal kering di tubuhnya. hahahhaa. ngaco dehh inii …. ah iyaa aku punya saran buat buku’a … gmn kl di buku itu di kasih cerita tambahan kayak after story-nya, tp di blog sini gag di publishin. cuma ada dibukunya, pasti jd banyak yg beli deh. hahahhaha … #otakjualananakjurusanekonomi

        yuppp !!! semangat yaaa buat FF dan sekolahnya … hahhaa, jurusan IPS kah ? aku jg alumni IPS, hahhaha. aduh jd curcol. oke, hwaiting !!!

      2. iyatuh harusnya darahnya udah abis-_- wakakak gapapa deh kan ini hanya fiksi belaka 😀

        Yup ada beberapa scene tambahan tentunya buat book versionnya, pngn banget aku kasih after storynya tapi kayaknya ga bisa terlalu panjang soalnya takut halamannya kebanyakan XD aku lg ngeusahain harga yg terjangkau nih
        makasih sarannya kak! 🙂
        Yesseu, aku ips hehe. wah sunbaenim sama2 ips hahaha.

  11. akhirnya datang juga *apaandah
    hwa bagian krys nya dikit T,T
    kasian banget Krystal harus kaya gitu sama keilangan sixth sense nya gara2 dia suka sama Minho. Ditunggu next chapter yoo

  12. aaaaaa yang ditunggu tunggu dateng juga #plakk
    wah ga nyesel nih nungguin lanjutannya, selalu keren kok 😀
    mm o iya soal buku, kalo boleh aku juga mauuu, soalnya penasaran banget niiiii ><

  13. akhirnya part 11 keluar juga, kereen d^.^b
    ada pelajaran matematika semester 2 bab logika nih ._. authornya pasti cinta matematika yah? *sok tau* itu siapa yg meganging sulli? minho yaa? next part ditunggu 😀

  14. wah itu scene haera di awal pake backsound if you’re not the one-nya daniel yah??
    *benergasih? 😀
    wah ujungnya yang nolong sulli pasti cowok.. siapa oen?? bikin penasaran aja..
    soal buku itu maksudnya mau di terbitin atau di post di blog lagi oen?

    1. Yup. berhubung aku suka banget lagu itu dan liriknya pas dengan scene nya hehe XD

      bukunya dijual, dongsaeng. pake sistim Online gitu hehe. berminat?
      thanks ya komennya!!

  15. Sayaaaaa mauuu faaaa 😀
    kyaaaaa sukaaaa sukaaa bgt itu HaeRa nya dapet bgt feelnya
    wkwkwk bawa2 logika sama konjungsi itu kan pelajaran aku semester 1 😛

  16. Wahh boleh nih thorr dijadiin buku! Ntar langsung kubeli hihihi^^ btw jd penasaran sama kehidupan CL dulu dan ga kerasa bentar lg ffnya udh tamat..

  17. Yippee akhirnya bentar lagi selesai. Kalo boleh jujur ya author ifa, aku ga begitu suka ff yg terlalu panjang yg ampe pt. 20an gitu hehe *ok ignore it*
    hwaiting!

      1. Ngga begitu panjang kok. eh ya ada yg bikin aku penasaran nih, nanti si mino tau ga kalo krystal yg telepati Jiyeon?

  18. Aduh…gimana nih brarti dlm bahaya donk sihara….
    Apa ga kecepetan minho jadian ma krystal tnp babibu…
    Trus sulli tuh ktemu siapa?myungsookah?
    Ah..bntar lg ending…ga sabar tau endingny

    1. Yup, hara dalam bahaya.
      iyasih kecepetan jadiannya si minstal soalnya part dpn uda ending jd sengaja ku cepetin gitu hehe.
      thanks komennya 🙂

  19. eeeh itu yg nylametin sulli myungsoo yaa??
    udah deh sulli sma myungsoo aja haha..
    asiiiik banyak haera momentnya ^^
    donghaeee knapa gag teges bgt siih jd cowok, gemes deh bacanya..
    hara cepet balik kasian si donghae merana..
    jiyeon kasian bgt siih blum sadar udah dputusin aja ma minho *poorjiyeon*
    yeeay klee sma minho akhirnya jadian jga^^

    yaah udah mau end aja. padahal ak suka bgt sama ff-nya..

  20. Halo thor^^#lambailambai

    Ehm…..saya ga bgt bs comment soalnya ff nya bgs bgt !!! Jadi ga sanar buat nunggu part selanjut nya^^ hwaiting thor!!

  21. Aaa.. Ifaa.. Sbelumnya mianhaeyo baru komen hari ini padahal udah baca dari hari kamis.. ><
    Ngenes bgt nasib si jiyeon.. Belum sadar udah diputusin.. Heeu..
    Whaa.. Itu siapa yang disiksa soyu.. Jgn bilang itu hara..
    Next ditunggu ya..

  22. aaaa bru smpet coment,,
    ><
    whoa!!
    Bnyk haera nya,,
    sukaa sukaaaa,,
    😀
    hara cpetan blik gih,,
    ksian hae'a galau tuh,,
    wkwkwk
    😀
    bg mnho udh cakep pnter gge,,
    ^^
    cpetan bg slmatin klee,,
    s soyu bner2 deh,,
    mau dbnuh readers pha??
    nyblin'a mnta ampuun,,
    sbner'a napa sieh tu orank mpe bnci bgeud ma hara,,
    #prohara
    heraaan deh,,
    yg nylamtin sulli L yea kk??
    wuih mkien mnrik n pnsaran tntunya nieh ff,,
    pie syank ntar gge mau end,,
    hiks hiks,,
    gg sbr neh nngguan part slnjut'a,,
    sweet affair kpn publish lnjtan'a kk ??
    mmm mslah bku bleh jg tuh kk,,
    mwu donk,,
    ^^

    1. hahaha kasian soyu di terror mulu sama readers XD
      iyatuh soyu kan udah gatel bngt pengen bunuh hara dari dulu …
      a sweet affair ntar yaa lagi nungguin poster 😀
      SIPSIP makasiih 🙂

  23. arghh aku telat bacanya
    waduh hara kok ninggalin haeppa? Hara kmbalilah!
    Soyu tuh gk bosen2nya nyiksa hara! Kebawa emosi,.
    Klee kasian bngett sih 😦

  24. Oh jadi majimag insa itu bahasa korea ya? Aku kira matra, bahasa apa gitu mungkin Kkk~ X)

    walaupun si L cuma sedikit tp aura nya ngena bgt! Hahaha

    jujur aja aku gak terlalu suka minstal couple, karna dulu sempet cemburu ._.v tapi di sini aku malah suka sama mereka ^^

    itu masa dpn nya hara kah? Aigoo apa dia jg mau dibuat tanda-tak-terlihat itu??

    Yg diakhir itu, L ya yg nolong sulli? ._.
    Waaaa penasaran. Next part12 nya ditunggu^^

    kalo masalah buku, aku gak masalah . Karna aku jg org nya suka baca2 dan suka yg berbaur fantasy jg . Tp kalo bisa jgn skrng2 ya , lg banyak pengeluaran . Apalagi 6jib ._.V

    1. yup majimag insa itu kaya ucapan selamat tinggal hehehe pada bnyk yg ngira itu mantra >.<
      wah minho biased ya? ini hanya fanfic kok semoga kamu ga cemburu lagi wkwkwk
      gak sekarang kok bukunya~ masih dalam tahap pengetikan hehehe makasih ^^

  25. Yah eon, beneran bertengkar Hae-ra nya 😦 Cepetan baikan dong eon, aku penggemar berat Hae-ra soalnya kekeke 😀
    oh iya itu yg sama Sulli diakhir kok aku ngerasanya Myungsoo ya (?) gatau juga sih haha ._.

  26. pas bagian yang sulli itu siapa yang nyelamatin myungsoo ya? Atau minho? Penasaran!!! Dijadiin buku? Boleh tuh

  27. itu Sulli siapa yang nyelametin? jangan-jangan myungsoo.
    Minho kasian banget, tapi dia pasti sayang banget sama Krys.
    kalo masalah minho sama kystal selesai kayaknya masalah donghae sama Hara juga selesai???
    dijadiin buku?? boleh juga tuh!!!! 😀

  28. Minho jahat!
    Apa banget mutusin sepihak gitu ih -_-
    Umma-nya hara agak anarkis gitu ya reaksinya begitu denger hara pisah sama hae ._.
    Ngomong2 buat soyu lama2 aku kesel dia pake dress ketat mulu #teruskenapa #ceritanyasirik
    Aku tunggu part selanjutnya!

    1. iyanih minho jahat! *siapa coba authornya?*
      hahaha maklum aja kan donghae tipe menantu idaman jadi terlalu disayang sama orang tua XD XD
      hoho soyu sah aja kok pake dress ketat kan body dia okee XP
      makasih nindy komennya 🙂

  29. ‘sudah kuputuskan sebelum dia sadar’ ck, jahat sekali dirimu minho. .

    Good job eomeonim!! Jangan mau beliin hara apartemen, buang2 duit aja. .#plakk

    stelah dipikir2. . Donghae bukan demon kan? Berarti bisa dong dia sama hara tanpa resiko mati, peraturannya uda dihapus cl kan??

    Bakal dibuku kan?? Mau~
    XD

    1. bener tuuuh, eommonim mending duitnya buat beliin aku 6jib #ganyambung
      Yup donghae emang bukan demon say, dia gakpunya sanksi kematian.
      oke tunggu info selanjutnya ya makasih :)))

  30. aku bingung mau bilang apa 😮
    kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen aaaah~
    itu myungsoo kah? nggk papalah sulli-myungsoo 😀
    iyaaa, kasian jiyeon diputudin minho gitu aja. *puk puk

    iyaa ka

    1. waah ini yg td baca di ffindo kan? muehehe nyempetin kesini juga ternyata XD XD
      makasih! wkwkwk
      gataw itu myung apa bukan :p
      hahaha oke tunggu ya project book nyaaa

  31. daebak, tapi part ini banyak bikin bingung.
    Hara langsung percaya kalo Donghae ngebunuh ayahnya.
    tapi tetep bagus kok,
    kalo mau dibuat buku setuuujuuu!!
    tapi partnya dibuat lebih panjang trus dijelasin hal-hal yang kelewat ya
    kalo

  32. Hara ninggalin Donghae!
    hahahahaaaSikkkkk akhirnyaaaa bang ikan menderita,.heheheheee (^_^)v
    tp klo Hara jauh2 dri Donghae, malah dalam bahaya.,aigoooo spa yg bakal nolongi Hara?????
    Bang ikan ayoooo sadar,.klo Hara gak cocok jd dongsaeng,.,cocoknya itu di jadiin ISTRI.,.uuuugh greget

  33. yuuhhuuuu eonnie!!!!
    you drive me crazy!!!!
    gila benerr
    COMPLICATED!! RUWET!!
    tapi karna tanda-tak-terlihat nya udah ketemu, jadi tadi sebelum eonnie bilang “PART 12 atau 13 ENDING” aku uda mikir “mendekati akhir” hwehehehe
    tapi jinja aku gapengen ni ending cepet-cepet

    dii part ini? aku kasian ama Klee, feelnya klee dapet bangett..
    yang ada dipikirannya, adl kemungkinan yg dibuat MyungSoo, yang entah benar ato salah
    minho tapi mati, atau Myungsoo tapi selamat
    hweehhh lanjutannya cepetann yya eon~ jinja ga sabarrr

  34. Mau di jadiin buku? Kalau aku sih setuju bgt, jrang fanfic fantasy di jadiin novel. Rata” pasti romance abis dan uggh tebelnya bukan main..
    Dan ku harap harganya sesuai kantong xixixixi
    udah mau ending ya? Whaaaaa kenapa cepat sekali.. Pengen haera *ehhh

    1. Makasih yaaa udah dikomenin semuaa ^________^
      iyanih lagi ngetik ending partnya dulu abis itu baru fokus ke book project. aku usahain sesuai kantong kok^^
      makasih yaa

  35. Annyeong^^ blog walking!!~^^
    Ngeri amat bayangin si Soyu mau ngapa-ngapain Hara. Yang bantuin Sulli siapa tuh? Myungsoo ya?==’
    Krystal kasian u.u
    Wah, kalo dibuat book version aku minat banget… tapi tapi… nama cast-nya diganti, tak? soalnya aku penasaran banget ama scenenya CL itu -.-

    Okelah… fighting chingu^^v

  36. aaaaaaa……
    telat banget aku bacanya…..
    udah mau end aja ya….
    gak sabar pengen baca part slnjutnya, penasaran banget….
    mau dijadiin buku ya, mau dong!!!

  37. chingu , itu yg terakhir manggil sulli Myungsoo yaah ?
    wah , penasaran.. ngebayangin Soyu ngapa ngapain Hara , merinding akh =.=
    Donghae kenapa sih egois sekali ?! katanya cinta mati sm hara , kok gtu sekali -.-
    kenapa saya jadi agak kesel yaa sm Donghae Oppa -.-
    Krystal kasian kenapa harus jadi demon T.T muntah darah terus , itukan sakit sekali >___<

  38. aaaaa,suka bgt dah sama fanfic ini.. Udah skitar sebulan di publish tpi aku baru bisa bca skarang.. Ehm,itu yg nolongin sully myungsoo ya,, penasaran nih.. Haera belum baikan jga 😦

  39. nahkan loh… Siapa tuh yg nolong sulli jgn blg si L ??
    Klo iy gk masalah sih cocok kok wkwkwk

    Waduh hae cari masalah dah kenapa pula pke bunuh bpknya hara ya biar gak langsung sih tp kan gk etis jg… Skrg malah jd masalah kan hara jd pergi kan… Ckckck

    Sumpah makin penasaran sm crita ini… Okeh mw lanjut

  40. kyaaa, oen soyu kenapa kejam bgt? tapi dia kalah kejamnya denganmu. arrasseo, tanpa author yang kejam, suatu FF ga akan seru, yakan? *mulai sotoy, abaikan* haahahaha 😀

  41. halo eon inget saya?’-‘)/ *anda siapa?* mian eon udah ilang. kirain udah ketinggalan banyak ternyata syukur masih belum terlalu. atau jangan jangan udah end ya?

    review story nya aja deh langsung. haraaaaaa kenapa pergi haraaa? hae ga salah kok gasalah *knp situ yg ngotot?* mamanya hara merestui donghae-hara’-‘)9
    wehh minho pinter ya .-. *plak*
    itu soyu kok kejam gitu? tapi like it! sy suka yg kejamkejam! ‘-‘)9

    mau dijadiin buku eon?! mauuuuuuuuu. ada cl hidupnya? mauuu
    buat chaper selanjutnya sy gatau kapan sempet bcnya. tp sy usahain deh lagian udah penasaran. see you eon~

  42. Soyu heuh wanita jal*ng -_- kbawa bete juga duh..ngapain si soyu ngebet pgn ngebunuh hara,ya ampun hara salah apa -_- pengen di jitak ye si soyu ngajak ribut, L aja ga gtu2 amat ya ampun…

    mmm krys yg kuat y~ ga boleh nyerah..sayang kan minong udah brusaha gtu >.< kalo konflik hara..aku blm bisa nebak2 lanjutannya thor..okelah lanjott

  43. setuju nihhh. sekali” kek Donghae dibikin kelimpungan.
    ya ampun si Myungsoo mana?? msak cuma segitu fa?? *maksa*
    makin penasaran. mau bca lanjutannya. A.S.A.P

  44. Baru nemu crita ini..
    Dan ternyata bagus sekali..><
    Tapi g bisa bc yg chaptet 7 sama 8..
    Bisa minta passwordnya..?

  45. Ibunya Hara malah maunya mereka bersama~ =)
    Minho kocak kocak aja! Dia menyatakan secara teesirat kalau Krystal adalah kekasihnya. lel.
    Oh, di sini ada bagian dari prolog yg dimasukin ya, yg percakapa yg di dalamnya ada menyebutkan kalau dia udah melepaskan Jiyeon itu. Aku ngerti sekarang 😀

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s