[2nd] A Sweet Affair

[2nd]  A Sweet Affair

CAST      : Lee Donghae, Cho Hara, Min Sunye, Super Junior’s member and others.

 

Percayalah…tidak ada cinta segitiga dalam cerita ini.

***

perlahan pintu dorm milik Super Junior ini terbuka, memperlihatkan sosok pria dengan tubuh tegapnya yang tidak terlalu tinggi itu. hanya dengan kaus hitam dan celana jeans panjangnya itu, pria itu….Lee Donghae terlihat begitu tampan entah dari sudut manapun ia dilihat.

Ia terdiam sebentar diambang pintu begitu melihat Cho Hara yang sedang sibuk dimeja makan, memainkan topping cokelat keatas cheese-cake. Kegiatan yang sudah menjadi rutinitas gadis itu, Donghae tentu sudah menghapalnya.

Donghae merasa bersalah. Takut. Bagaimana ia harus memulainya? Atau bahkan mengatakan pada Hara?

“cepat masuk Hae, mau sampai kapan berdiri disini?” Leeteuk mendorong punggung Donghae pelan agar Donghae masuk kedalam karena sedari tadi Leeteuk harus berdiri berlama-lama dibalik pintu dan tidak bisa masuk karena terhalang oleh tubuh Donghae.

Apakah ada suatu hal yang rasanya begitu sulit diucapkan sekalipun kau memiliki mulut? Sekalipun kau seorang penyanyi yang terbiasa mengucapkan lirik manis maupun pahit. Sekalipun kau pernah menjadi MC yang bisa begitu pintarnya merangkai kalimat persuasi.

Ada. Dan Lee Donghae lah pelakunya.

Aku tidak boleh menjadi pengecut. Aku tidak boleh menjadi pengecut. Donghae terus mengulang kalimat itu didalam hati sambil berjalan pelan menghampiri meja makan, ia mengatur segala emosinya agar terlihat biasa saja. Donghae juga seorang aktor. Dia lihai dalam hal berakting kali ini.

“kau pasti bisa. Percaya padaku.” Leeteuk menepuk bahu Donghae pelan, kemudian ia berjalan mengambil jaketnya dan kembali melangkah menuju pintu untuk schedule lain yang sudah menunggunya.

“hati-hati hyung…” Donghae melambaikan tangannya kemudian tersenyum.

Hara yang sedari tadi tidak menyadari kehadiran Donghae langsung mendongakkan kepalanya begitu mendengar suara Donghae. Ia langsung tersenyum lebar, “Yak Donghae, darimana saja kau? Tidak tahu kalau aku sudah menunggumu lama disini!” gerutu Hara.

Donghae ikut tersenyum lebar kemudian berjalan cepat menghampiri Hara dan langsung mengacak rambut Hara seenaknya sampai benar-benar berantakan.

“aku hanya ada sedikit urusan dengan Eteuk hyung, Aigoo…kau membuat apa Hara? Cheese-cake lagi?” Donghae memperhatikan roti kecil-kecil yang bertaburan keju diatasnya, dan dengan topping cokelat yang melapisi bagian pinggir kue tersebut.

“kau harus mencobanya!”

“a-apa? Aku?” Donghae menunjuk dirinya sendiri dengan tampang bingung kemudian tersenyum dipaksakan. “okay.”

Donghae mengambil sepotong cheese-cake tersebut kemudian memandanganya dengan ragu. Dimakan atau tidak, dimakan atau tidak. Donghae bingung. Sebenarnya Hara sudah sering membuat cheese-cake namun……..

Donghae buru-buru memasukkan cheese-cake tersebut kedalam ulutnya begitu mendapat tatapan tajam dari Hara seolah matanya berkata ‘makan sekarang atau kau mati!’ dan senyum puas langsung Hara tunjukkan tepat untuk kekasihnya itu.

Selama beberapa detik Donghae masih mengunyah kue buatan Hara itu. satu detik….dua detik….tiga detik….Donghae mulai mengecap rasa aneh dalam mulutnya, membuat alis Donghae mengkerut secara tiba-tiba dan lama kelamaan rasa kue tersebut menjadi lebih parah, pahit dan hambar.

“Wae? Bagaimana rasanya?”

Donghae buru-buru menelannya kemudian tersenyum kearah Hara. Sangat dipaksakan.

“enak…sangat enak. Jeongmal.”

“ah, jinjja?! Kalau begitu besok aku akan membuatkan lagi untukmu.”

Lagi-lagi Donghae hanya tersenyum berusaha menyenangkan Hara saja, kalau biasanya sih Donghae pasti berkata jujur tentang rasa cheese-cake buatan Hara itu. tapi untuk kali ini Donghae membiarkan dirinya sendiri berbohong untuk kebaikan Hara.

Sebelum Hara meninggalkannya dan Donghae belum sempat memuji tentang makanan yang susah payah Hara buat itu.

Hara mengambil sepotong cake buatannya sendiri itu, kemudian memasukkannya kedalam mulutnya.

“hoek!!”

Buru-buru Hara mengambil segelas air putih kemudian meneguknya sampai habis, “Aigoo! Ini sungguh tidak enak, Donghae! Kenapa kau berbohong padaku!”

Donghae nyengir. “Yah aku sudah bosan mengatai cake buatanmu itu tidak enak jadi untuk sekali ini aku berbohong, err…. Mianhae.”

“seharusnya kau jujur saja, aku tidak akan menggigitmu kok kalau kau berkata jujur! Aish, Donghae-ah kenapa aku selalu gagal dalam membuat cake?”

lainkali carilah resep yang terpercaya! Atau kalau bisa sekalian saja tidak usah memasak, aku tidak memaksamu untuk membuat cake juga , kan!” umpat Donghae.

“aku hanya ingin belajar saja, jadi nanti jika kita menikah aku bisa membuatkan bermacam-macam cake untuk anak kita. Kau seharusnya mendukungku, jangan seperti itu!”

Donghae menggigit bibir bawahnya begitu mendnegar kata ‘menikah’ apalagi kalimat yang Hara ucapkan tadi benar-benar menusuk hatinya dalam-dalam, walaupun Hara sendiri tidak menyadarinya dan juga seharusnya tidak terdengar menyakitkan ditelinga Donghae.

“memangnya kau mau menikah denganku?” tanya Donghae pelan, berHarap jawaban yang keluar dari mulut Hara bukanlah jawaban positif.

“memangnya kau pikir aku tidak mau?”

Donghae paling tidak suka saat ketika ia meminta jawaban malah balik diberi pertanyaan, “jawab saja. Ya atau tidak.” Ucap Donghae. Hara mengikat rambut hitam panjangnya yang selalu tampak berantakan itu sambil menatap Donghae jenaka.

“apakah kau begitu penasaran dengan jawabanku?”

“ah, sial kau.” Donghae mengehela nafasnya kemudian maju beberapa langkah mendekati Hara. “Ya, aku sangat penasaran. Kenapa?” ucap Donghae sambil menatap Hara tajam, seolah mengancam gadis itu.

“kemarikan tanganmu.”

Donghae mengernyit bingung.

“ppali.”

Dengan ragu Donghae mengulurkan tangan kanannya masih dengan ekspresi bingung. Hara tersenyum kemudian mengambil topping cokelat yang terletak diatas meja makan, Hara menulis huruf diatas lengan Donghae dnegan topping tersebut.

“Yahh!!! Cho Hara apa yang kau lakukan? Hey, stop! Yak!”

“diam jangan bergerak bodoh!”

Hara tetap melanjutkan aksinya, mencoreti lengan Donghae dengan tiga buah kalimat.

“nah, selesai.”

Terpampang tulisan ‘Yes I Do’ dengan sedikit tidak jelas karena ditulis dengan topping. Donghae tersenyum lebar melihatnya. Oke, memang dilihat dari segi manapun ini samasekali tidak romantis. Tapi Donghae memang cheesy boy yang bahkan sangat terharu hanya karena tulisan cokelat ditangannya ini.

Hara berkacak pinggang, kemudian tertawa sendiri melihat tulisannya. Sejujurnya ia malu jika harus mengakui lewat ucapannya, jadi lebih baik Hara menuliskannya saja. “sekarang jilat cokelat itu sampai habis!”

Donghae mendongak dengan shock, “Mwo?! Shireo! Jorok sekali aku menjilati tanganku sendiri, kalau tanganmu sih tidak apa-apa. Hehehe.”

“Heh!!”

Donghae tertawa  keras melihat Hara yang kini melotot marah. “err….cepat bersihkan Hara, atau kalau kau mau, aku bisa membiarkan tulisan ini tetap ada selamanya. Aku tidak akan menghapusnya.

“oh, kalau begitu jangan hapus tulisan itu SELAMANYA.”

Donghae tersenyum innocent seperti anak kecil, kemudian memandang romantis tangannya sendiri. “Geurae. Aku tidak akan menghapusnya…”

“pfftt…..HAHAHAHA, Hih kau menjijikan sekali sih! Memangnya kau mau tidak mandi selamanya begitu? Dasar pria amis. Makannya jangan terlalu banyak melihat drama romantis, efeknya buruk untukmu, untukku juga.”

“Cho Hara, jahat sekali kau. Lebih baik ambilkan aku tisu sekarang.”

***

Min Sunye’s house, Gangnam. South Korea.

“Sunye-ah aku didepan pintu rumahmu.”

“JINJJA?! Kau jadi tinggal dirumahmu?, ah aku kira tidak jadi. Dan bagaimana kau bisa tahu letak rumah baruku? Kau—“

Hara menghela nafasnya, dari dulu ia memang mengenal Sunye sebagai gadis yang sangat cerewet. “lebih baik buka dulu pintunya. Setidaknya kau harus memastikan sahabatmu tidak salah alamat.”

Sunye langsung berlari menuju pintu rumah barunya dan membukanya secara terburu-buru. Tampak Hara yang tersenyum senang begitu pintu didepannya terbuka, masih dangan handphone-nya yang menempel ditelinga.

“So, Welcome!”

Sunye berseru girang menyambut sahabat lamanya itu. “jadi…bolehkah aku masuk?” tanya Hara. Sunye mengangguk kemudian menggandeng tangan Hara, membawanya masuk kedalam.

Hara melihat sekilas desain rumah baru Sunye ini, tidak terlalu luas namun sangat elegan. Rumah dikawasan Gangnam memang tidak ada yang benar-benar sederhana, mungkin bisa diibaratkan Beverly Hills versiKorea adalah di sini, Gangnam.

Jelas saja. Rumah ini dibelikan langsung oleh CEO JYPent jadi sudah pasti mewah. Sebenarnya Hara sedikit sangsi, kalau rumah seperti ini hanya untuk Sunye saja tanpa member Wonder Girls lain terdengar sedikit berlebihan. Maksudnya, terlalu mewah untuk ukuran satu orang.

Sunye berkacak pinggang lalu melihat penampilan Hara dari bawah sampai atas, “Hmm kau masih tetap sama seperti dulu.short pants  dengan long t-shirt atau kemeja. Kalau aku memberi syarat padamu untuk memakai dress pastel setiap hari sebagai bayaran kau tinggal disini, apakah kau mau?”

“Yasudah, kalau seperti itu sih lebih baik aku pulang saja.”

Sunye tertawa dan mencubit pipi Hara. “aku bercanda, hahahaha. Silahkan gunakan apapun yang kau mau Cho Hara, Hahahaha. Ah, tapi dirumah ini tidak hanya kita berdua yang tinggal. Masih ada seorang lagi, bagaimana?”

“apa kau baru saja membuat rumah ini menjadi motel?” ujar Hara bermaksud melucu. Sunye tertawa sekilas lalu memukul bahu Hara pelan. “tentu saja tidak. Aku akan tinggal dengan suamiku, hah!! Ternyata rumah ini diberikan sengaja untuk tempat tinggalku dan suamiku nanti. Memang pernikahan masih esok hari, tapi Presiden JiYoung menyuruh kami berdua tinggal bersama.”

Hening.

Hara diam dengan mulutnya yang terbuka shock, bahkan tidak berkedip. Menunjukan ekspresi wajah yang cukup menggelikan.

“Yak! Cho Hara kenapa diam?”

“kau….”

“Ya?”

“KAU MENIKAH BESOK? DEMI TUHAN! KAU TIDAK MEMBERITAHUKU!”

***

“jadi….” Sunye menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia bingung bagaimana seharusnya ia mengatakan hal ini pada Hara. “jadi… calon suamiku juga akan tinggal disini.” Ucapnya akhirnya.

Hara yang semula perhatiannya sedang terpusat pada handphone-nya langsung menoleh secara spontan kearah Sunye. “jinjja? Kenapa kau tidak bilang padaku! Dan setelah kalian berdua menikah, dia juga akan tinggal disini?”

Sunye mengangguk. “Gwenchana. Justru kalau aku hanya tinggal berdua bersamanya, pasti kami merasa tidak enak satu sama lain. Karena selama ini aku dan dia hanya berteman saja dan pasti akan menjadi sangat canggung kan kalau tiba-tiba aku dan dia tinggal satu rumah dalam ikatan pernikahan.”

“err….aku pikir juga begitu. Tapi aku juga merasa tidak enak Sunye-ah. Kalian kan pengantin baru jadi tidak seharusnya aku mengganggu kalian kan? Hahaha.”

“Aniyo! Kau bisa berteman juga dengannya. Dia ramah dan baik kok.”

Entah kenapa kata ‘ramah dan baik’ mengingatkan Hara pada seseorang. Tapi siapa? Pikirnya. Kalaupun pria yang Sunye maksud itu orang yang sudah ia kenal, seharusnya Hara bersyukur jadi dia tidak akan sungkan-sungkan lagi.

“Sunye-ah, sebenarnya siapa calon suamimu itu?”

“nanti kau akan mengetahuinya. Sebentar lagi dia akan datang, tenang saja. Dan kau pasti tahu siapa dia tapi aku rasa kau belum mengenalnya.

Hara mengangguk kemudian terdiam. Ia sedang menerka-nerka saiap sebenarnya calon suami Sunye yang dijodohkan dengan Sunye. Mungkin satu manajemen? Atau malah berbeda manajemen? Hara baru saja akan bertanya lagi ketika suara ketukan pintu menginterupsi.

“Dia datang secepat itu?” ucap Sunye entah pada siapa. Buru-buru Sunye bangkit berdiri kemudian disusul Hara yang berjalan membuntutinya.

Entah kenapa Hara merasa begitu penasaran dan ingin Sunye secepatnya membuka pintu kemudian Hara bisa melihat siapa pria itu sebenarnya.

Pintu perlahan terbuka . sunye tersenyum menyambut pria tampan yang berdiri didepannya. Pria itu juga tersenyum manis begitu melihat Sunye, belum sempat pria itu mengucapkan kata ‘Annyeong’ dan tidak sengaja arah pandangannya tertuju pada seseorang dibelakang Sunye yang kini berdiri kaku ditempatnya layaknya patung.

“Donghae?”

Pria itu….Lee Donghae menatap shock Hara. Tidak menyangkan bahwa gadis itu ada didepannya sekarang. Dibelakang calon isterinya. Ya, kekasih Donghae berada tepat dibelakang calon isteri Donghae.

Donghae barusaja berencana untuk berkata jujur pada Hara malam ini, setelah ia meletakkan kopernya ia berniat akan pergi menemui Hara tapi ternyata ia sudah lebih dulu kepergok disini.

“kau tahu?” Seru Sunye.

“A-aku? Tentu saja tau. Dia kan salah satu dari member Super Junior. Mustahil jika aku tidak mengetahuinya kan?” ucap Hara sambil memaksakan seulas senyuman.

Rasanya Donghae ingin sekali berlari menarik Hara kemudian berteriak didepannya kalau ini sama sekali bukan kemauan Donghae sendiri. Donghae ingin sekali menjelaskan pada Hara tanpa Hara minta sekalipun. Tapi dia rasa bukan saat ini, bukan didepan Sunye.

Dan yang membuat Donghae heran, Hara masih bisa memaksakan seulas senyuman. Bahkan tetap berusaha tenang, walaupun Donghae tahu pasti kalau Hara merasakan hatinya begitu sakit. Sempat terpikir oleh Donghae, kalau Hara akan berlari kearahnya kemudian menamparnya.

“kenapa…err…kalian berdua terlihat sedikit aneh ya? oh, mungkin kalian canggung? Geurae, Hara kenalkan ini Donghae oppa. Dia yang akan menjadi suamiku besok. Dan Donghae oppa, ini Cho Hara. Sahabat lamaku yang aku katakan akan tinggal disini.”

Keduanya masih diam. Tidak Donghae tidak juga Hara, keduanya tidak bergerak dari posisinya masing-masing.

Sunye mengernyit bingung. Ia menarik tngan Donghae untuk masuk kedalam kemudian menyeretnyya untuk berdiri lebih dekat dengan Hara.

Donghae benar-benar sedang diuji emosinya, ia berada dijarak sekitar setengah meter didepan Hara. Ia ingin segera menarik gadis itu, mengatakan bahwa semuanya tidak seperti yang Hara pikirkan saat ini.

Hara kemudian mendongakkan kepalanya lalu  mengulurkan tangannya sambil tersenyum seolah ia memang benar-benar tidak mengenal Donghae. “Cho Hara imnida. Senang bisa bertemu dengan mu Donghae-ssi.”

Donghae menatap Hara dengan pandangan bertanya. Tapi melihat tangan Hara yang masih terulur kearahnya, Donghae ikut bersandiwara juga. Ia menyambut uluran tangan Hara dan menggenggamnya cukup lama.

“Lee Donghae imnida.”

Hara terdiam menatap Donghae dengan tajam dan begitu menusuk. “kau….pria kurang ajar! Pria brengsek!” geram Hara masih menatap tajam Donghae. Bibir Donghae bergetar, tubuhnya merinding karena tatapan Hara.

Ia perlahan berjalan mundur ketika Hara melangkahkan kakinya maju mendekati Donghae. “kau tidak menyayangiku lagi? Kau menikah dengan sahabatku?!!!!”

Donghae semakin merinding ketakutan, gadis dihadapannya saat ini sudah seperti manusia yang akan bertranformasi menjadi monster. Dan bahkan monster pun sepertinya tidak semenakutkan Hara.

“GYAAAAA!!!” teriakan Donghae menggema keseluruh ruangan begitu Hara mengeluarkan pisau daging  dari balik punggungnya. pisau tersebut mengkilap, sangat menyilaukan , menunjukkan betapa  tajamnya pisau tersebut. Gampang saja untuk mencincang tubuh Donghae sampai habis.

Donghae memegangi dadanya yang naik turun. Donghae sebentar lagi pasti jantungan, kemudian mati, dikubur, The end. Tapi belum sempat Donghae jantungan tiba-tiba muncul Sunye dari balik Hara dengan tali tambang ditangannya.

Sunye menyeringai dan menarik-narik tali tambang ditangannya menakuti Donghae. “kau berani membohongiku, Donghae oppa…..” ujar Sunye kejam. Sunye berjalan mengitari Donghae kemudian mengikat kedua tangan Donghae dengan tali tambangnya.

“giliranmu Cho Hara….”

Hara menyeringai evil, melebihi evilnya Kyuhyun. Hara mengacungkan pisaunya dan berjalan mendekati Donghae.

“a-andwae, Cho Hara! Andwaeyo! Aku tidak mau mati! Aku belum sempat menonton video yadong yang diberikan Eunhyuk dan juga belum sempat mempraktekannya! Aku tidak mau mati dalam keadaan perjaka, andwaeyo! Jangan..JANGAAAAAN!”

“Donghae oppa, gwenchanayo?”

Sunye mengibaskan tangannya didepan wajah Donghae yang tidak berkedip sama sekali.

Imajinasi berbahaya yang terus berputar-putar diotak Donghae langsung buyar begitu saja. Donghae menggelengkan kepalanya dan mengerjapkan mata beberapa kali mencoba menjernihkan pikirannya.

Donghae menghela nafasnya lega begitu melihat Hara yang memandang Donghae bingung. Dan yang membuatnya lega adalah….Hara tidak memegang apapun. Tidak pisau tidak juga bazoka.

Begitu hal nya dengan Sunye, dia juga tidak memegang apapun. Tidak tali tambang ataupun tali pocong.

Jadi semuanya akan baik-baik saja kan? Pikir Donghae.

“calon suamimu memang hobi melamun ya?” ucap Hara dengan nada mengejek. Sunye mengedikkan bahunya, “Mollayo. Mungkin Donghae oppa terlalu lelah. Begitu kan?”

Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “err….mungkin.”

“uhm…Sunye-ah kita berdua sudah makan kan? Dan sepertinya Donghae-ssi belum makan, bagaimana kalau aku membuat ramyun untukmu Donghae-ssi? Anggap saja ini sebagai bagian dari perkenalan kita.” Ujar Hara sambil tersenyum lebar.

Donghae membelalak kaget, ia ingin sekali berteriak jangan. Dan tidak mau. Ia tahu bagaimana ramyun buatan Hara. Tidak enak. Sangat. Dan sekarang Hara akan membuatkan makanan-laknat-buatannya itu untuk Donghae?

“a-aku sudah makan…di…err…dorm…”

“Ayolah Donghae oppa, kau seharusnya tidak boleh menolak begitu. Hara kan sudah berbaik hati padamu. Dengan seperti ini, kalian berdua akan cepat akrab satu sama lain kan? Sehingga tidak canggung lagi.” Usul Sunye.

Mati. Cho Hara pasti sengaja. Pasti. Ucap Donghae dalam hati, ia melirik Hara yang cengar-cengir tidak jelas.

“eotte, Donghae-ssi? Kau mau kan? Pasti. Kau pasti mau…”

“A—“

“geurae! Aku akan menyiapkan bahan-bahannya didapur dan kau yang memasak, Hara. Kajja!!” Sunye berbalik kemudian berjalan dengan riang menuju dapur disusul Hara dibelakangnya.

“Hara, aku bisa jelaskan—“

“Ne? Donghae-ssi?” Hara berbalik dan menatap Donghae sinis membuat Donghae mati kutu dibuatnya. “kau harus menjelaskannya padaku setelah memakan ramen buatanku.”

***

Sesuai dengan janji Hara tadi, ia akan membuatkan ramen khusus untuk Donghae. Entah khusus dalam maksud apa, kau bisa lihat nanti dari reaksi Donghae ketika melahapnya. Dan Sunye sendiri duduk dikursi makan tepat didepan Donghae.

“oppa, Kau melihat peform Wonder Girls di Inkigayo kemarin?” tanya Sunye sambil memakan saladnya.

Donghae yang sedari tadi melirik Hara langsung mengalihkan pandangannya kearah Sunye. “Hm? Oh aku tidak melihatnya. Memangnya kenapa?”

“aku sempat terjatuh saat perform Like This.”

“ah, jinjja?”

“Ne! Tapi staff langsung buru-buru menolongku dan membawaku ke backstage padahal aku tidak apa-apa, mereka terlalu berlebihan ya? dan karena itu peform kami sempat terhambat. Aku menjadi merasa bersalah dengan member lain.”

“tapi apakah kaki mu benar-benar baik-baik saja? Kau sudah pergi ke dokter?”

Sunye mengangguk. “sudah. Manager langsung menyuruhku pergi ke dokter, dan memang tidak terlalu parah sih hanya kadang-kadang aku masih merasakan sakit dibagian tumit.”

“lain kali kau harus berhati-hati, Sunye-ah. Kalau sedang comeback memang kadang-kadang kita menjadi terlalu bersemangat. Mungkin karena kau terlalu bersemangat menari, sampai kau terjatuh.”  Jawab Donghae asal. Dan memang tidak nyambung. Ia hanya bingung harus bersikap bagaimana pada Sunye sementara kekasihnya sedang memasak didapur.

Donghae ingin cuek saja sebenarnya terhadap Sunye, tapi memang sifat dasar Donghae perhatian tehadap siapapun. Termasuk pada Sunye.

“Ne. Arasseo.” Respon Sunye singkat.

Hara masih sibuk dengan semangkuk ramen dihadapannya, masih panas, terlihat dari asap yang mengepul dari permukaan ramen tersebut. Sebenarnya, Donghae pasti sudah tahu siasat Hara melalu ramen ini. rencana jahatnya lebih tepatnya.

“kau mungkin patut mendapatkan ini….” Hara mengambil seboto bubuk cabe dari dalam lemari dapur yang berada diatasnya. Hara menaburkan sedikit bubuk cabe tersebut kedalam semangku ramen yang ditujukan KHUSUS untuk Donghae.

“mianhae Donghae-ah, kau memang tidak menyukai makanan pedas. Jadi maafkan aku memberi bubuk cabe ini…” Gumam Hara sambil mengaduk ramen kuah buatannya dengan sumpit. “tapi aku sangat kesal padamu jadi…” Hara terdiam sebentar kemudian menumpahkan semua isi botol bubuk cabai tersebut kedalam ramen. “jadi…selamat menikmati, pria sialan.”

Dengan seringaian evil, Hara mengangkat mangkuk tersebut kemudian berjalan kearah meja makan. “Lee Donghae-ssi ramennya sudah jadi. Kau pasti akan menyukainya.” Hara duduk tepat disebelah Donghae kemudian tersenyum tanpa dosa. Ia menggeser mangkuk ramennya kehadapan Donghae.”

Donghae memandang mangkuk dihadapannya dengan melongo, sedangkan Hara mengulum tawanya. Ia suka ekspresi Donghae yang seperti anak kecil sekarang ini.

Sunye maupun Hara tersenyum kearahnya, mengisyaratkan Donghae untuk segera memakan ramen buatan Hara. Donghae mengambil sumpit kemudian mulai menyuapkan ramn tersebut kedalam mulutnya.

“Mppftt—“

Belum sempat Donghae menelannya, rasa panas dan pedas sudah menjalar dilidahnya. Sangat pedas. Bahkan sampai ramennya jadi terasa pahit saking banyaknya bubuk cabe yang dimasukkan. Donghae menoleh kearah Hara dengan death glare-nya tapi Hara hanya mengangkat alisnya dengan menunjukkan wajah tanpa dosa.

Hara hanya tersenyum licik seolah menyiratkan rasakan-pembalasanku-lee-Donghae. Sebelum Donghae melontarkan protes, Hara menginjak kaki Donghae agar pria itu menutup mulutnya dan tetap makan.

Dengan terpaksa Donghae menelan ramen tak berperasaan itu, “bisa..erh…k-kau…hhh..ambilkan minum untukku?” ucap Donghae sambil mengibaskan tangannya.

“Donghae oppa, gwenchanayo?” tanya Sunye yang mulai mengkhawatirkan ekspresi Donghae.

Hara bangkit kemudian mengambil segelas air putih dan memberikannya pada Donghae. “maaf Donghae-ssi, ramennya masih panas. Seharusnya kau meniupnya dulu sebelum memakannya.”

‘bukan masalah itu bodoh, tapi ramen ini pedas sekali cho Hara sialan.’ Rutuk Donghae dalam hatinya. Namun Donghae hanya membuang muka kemudian meneguk air putih dengan cepat.

“apa kalian berdua masih betah disini? Aku mengantuk sekali…” Sunye menguap lebar-lebar, terlihat matanya yang sudah menyipit menandakan kalau ia benar-benar mengantuk.

“ne. Aku akan mencuci piring dulu, kalau kau mengantuk tidur saja dulu. Donghae-ssi juga akan menghabiskan ramennya dulu.” ujar Hara. Donghae hanya mengangguk dan tetap melahap ramen dengan wajah tertekan.

Kasihan.

“geurae. Aku akan tidur duluan. Oh iya, Donghae oppa kamarmu ada diatas disebelah kamar Hara. aku tidur dibawah. Baiklah kalau begitu, Jaljayo~ jangan tidur terlalu larut Hara-ya.” sunye berjalan menuju kamarnya sambil mematikan lampu ruang tengah sedangkan lampu didapur masih terang.

“GAAAH!!!” Donghae mengerang dan menjauhkan mangkuk laknat itu dari hadapannya setelah Sunye pergi. Keringatnya sudah megucur deras dari puncak kepala Donghae, berkali-kali Donghae menarik nafas kemudian mengeluarkannya.

“jadi kita putus?” ucap Hara to-the-point. Donghae menggeleng dan ingin membuka suara tapi mulutnya masih terasa panas dan pedas sampai Donghae tidak sanggup berbicara.

Hara membuang muka sambil menopang dagu dengan tangannya diatas meja. “kau besok menikah dengan Sunye. Jadi kita sudah pasti putus.” Ucapnya motionless. Ia terlihat seperti berbicara sendiri tanpa mengHarapkan jawaban dari Donghae.

“a—ani..hhhh…yo…” ucap Donghae terputus-putus.

Hara menunduk kemudian mengetukkan jarinya diatas meja. “kau jahat sekali padaku Donghae….”

Donghae melompat dari kursi kemudian mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas dan meneguknya sampai habis. Donghae langsung menghela nafasnya lega begitu rasa pedas di mulutnya sudah luntur karena air yang ia barusan minum.

Donghae kembali duduk disebelah Hara kemudian memutar sembilan puluh derajat tubuh Hara agar menghadap kearahnya. “kau mau mendengarku tidak?” tawarnya dengan suara lembut.

“MWOYA?” sahut Hara sewot. Donghae langsung membekap mulut Hara.

“jangan berteriak. Kau mau Sunye terbangun dan memergoki kita?”

Hara menggeleng lemah kemudian melepaskan tangan Donghae yang membekap mulutnya. “Donghae-ah aku sampai tidak tahu harus berbicara apa. Harus marah dengan cara apa. Aku terlalu kaget, shock dan bahkan sempat mengira ini hanyalah mimpi. Aku….” Hara menggigit bibir bawahnya, ia hampir menangis. Dan moment ini jarang sekal terjadi, tapi sekuat tenaga Hara berusaha menahan air matanya.

“kau harus dengarkan aku Cho Hara, dengarkan aku….” Donghae memegang dagu Hara kemudian mengusapnya pelan. “aku sudah pernah berkata padamu kan? Tolong percaya padaku bagaimanapun keadaannya.” Ucap Donghae menatap Hara tulus.

“tapi kenapa kau….”

“hey, ini perjodohan dari agensiku dan agensi Sunye. Kami menikah tanpa ada keinginan satu sama lain.”

“lalu kenapa kau mau? Bukankah jelas-jelas kau masih menganggapku kan? Atau memang kau sudah tidak menganggapku lagi? Kalau begitu seharusnya kau mengatakan ini sejak dulu.”

“aku tidak mau. Aku tidak pernah mau dinikahkan dengan siapapun kecuali kau tentu saja, tapi ini…..errr….biar kujelaskan—“

Hara menepis tangan Donghae secara tiba-tiba, kemudian bangkit dari duduknya. “aku benar-benar marah. Dan aku serius.” Ucap Hara ketus. Donghae merasa sangat bersalah lebih dari sebelumnya, apalagi tatapan Hara kini terlihat dingin dan kecewa. Se evil apapun Hara dia tidak pernah menatap Donghae sekecewa ini.

“Yah! Cho Hara…” Donghae langsung berdiri ketika Hara berjalan menuju pintu rumah, membiarkan Donghae dibelakangnya.

 

TBC

***

Hi~ readers! Kebiasaan nih, imaginasi lancar kalo dipagi2 buta jadi aku nyelesein ff ini sekalian deh. Dan sebenernya ini ff galau gak sih? Hadudu pasti pada ngambek nih readers, hae-ra aku buat marahan. Ntar baikan kok tenang ajaaa *menghindari amukan*

Tapi keknya ff ini bakal jadi comedy deh. Hehehehe. Stay tune aja buat part2 selanjutnya ok?

Dont forget to comment ! 😀

note: maaf posternya gagal total banget, maklum bikin sendiri. nae unnie (read: choco evrisca) lagi sibuk daftar univ jd gak sempet buatin poster Hehehe><v

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

50 thoughts on “[2nd] A Sweet Affair”

  1. Mantap Fa..
    Kemaren Thelepathy sekarang A Sweet Affair..
    Moga idenya terus lanca bermunculan jadi setiap hari selalu muncul tulisan baru..
    Amin..
    Heran deh. HaeHara Moment ujung2nya pasti aza bertengkar..
    Walaupun ada galau2nya juga sih..
    Hehehe..
    Ok deh, ffnya daebak Fa..
    Ditunggu next partnya y..
    Hwaiting..

    1. astajim masa setiap hari eon, ya jari tanganku sixpack deh ngetik mulu hahaha.
      iyatuh haera kan couple gaje, bertengkar iya sih tapi konyol-,-
      thanks eon 😀

  2. Yah hara jgn putus dng sm donghae??
    Hmmm marahnya hara lcu,lg skt hati tp msh aja sempet2ny ngerjain donghae:-)

    sprtnya crta ini memang jd sdkt comedy eonni,,hehehe tp ttg bagus kok^^
    Lanjutkan eonni,,,next part ditunggu secepatnya:-)

  3. aduh hara udah tau ga bisa masak msh aja ttp maksain masak wkwk
    kasian donghae yg sllu jdi kelinci percobaannya
    donghae knp ga mau ngejelasin sih yg sebenernya dr awal jdi hara kan ga prlu salah paham
    astaga itu hayalan si ikan parah bgt apalagi kata2 blm ntn video yadong n blm mempraktekannya wkwk parah -.-
    yah hara ngambek kan jdi marahan kan
    lanjutannya jgn lama2 fa
    penasaran gmn ceritanya kl mrka bertiga tgl brg

    1. iyatuh Hara ngeple abis bisa masak juga enggak eh kasian abang ikanku sayang /cuh
      hayoo hayoo hara ngambek gimana tuh susah bikin dia jinak lagi -..-
      wkwkwk
      okeee sip

  4. whahahhaa, kasian si donghae oppa …. ampe kepedesan gitu. bisa bisanya lagi si hara malah ngerjain oppa kayak gituuu …
    ah, aigooo knp kamar mereka di lantai yg sama sementara sunye di bawah, hahahha, semakin memberikan akses bebas aja tuh ….
    donghae-hara emg bener bener keren dehh, hwaiting buat ff selanjutnya ….

    1. gara-gara aku #loh?
      itu buat nutupin scandal mereka berdua jadi mereka dijodohin hehe. aih, masa seneng sih liat nae yeobo menderita 😦 *pundung di pelukan baekki* #eh

      1. halah kyu aja deh kamuu, baeknya buang ke aku aja *O*
        enggak exotics juga sih, fandom aku cuman ELF wkwkw. aku aja gak hapal muka EXO-M *krik krik*

  5. Kayaknya rada bingung pas back ffnya walaupun lumayan dapet intinya

    Tapi ternyata aku belom baca part 1 nya
    Wakakakak
    Ya udah dah baca dulu

    Tapi ini si sunye suka gak sama hae??
    Trus kalo besok hae sama sunye nikah, hara gimana dong?
    Trus donghae hayalannya tingkat dewa banget sih. Heheheh

  6. wkwkwkwk ngakak waktu baca imajenasinya donghae..
    trus tu si hara ada2 aja kalau ngerjain donghae..
    haera gag bakal pisah kan? berharap kagak..
    msh blum kliatan galaunya..
    tp ffnya keren plus menghibur..

  7. Aish.. Khayalan hae bener2 klewatan.. Haha
    Aaaa.. Ifa-ya.. Aku gregetan sama ikanmu itu.. Knp tindakannya ga jelas gtu…?
    Next ya..

  8. Eh? Jd hara pacarnya donghae toh? Kyknya aku agak lupa sama part 1-nya. Hehehe.
    Soal comedy kyknya iya deh ini lbh comedy dbanding telepathy.
    Hwaiting! 🙂

  9. whoa!!
    t’nyta kk ifa bsa bkin comedy jgha yea,,
    q fkir bsa’a cma yang serem2,,
    hehehe

    kyk’a tuh sunye mank nganggep hae shbat deh,,
    bktinya dia fine2 jha nnggalin clon suami’a brduaan ma hara d dpur,,
    aih!!
    pke kmr’a sbelahan gge,,

    smpah haera couple bner2 bkin aq ngakak mpe guling2,,
    hahahaahahahahaaa,,
    mlai drie hara buat cheese cake,, lmunan’a hae, mpe ramen SUPER DUPER LEZAT ala chef Hara,,,
    hahahahahahahaha,,,
    hara mank bner krang asin bgeud,,
    ksian hae bner2 hrus jdhie klnci prcbaan’a evil hara,,

    next part’a d tnggu yea kk,,
    jgn lma2,,
    kn dh mau lburan nieh,,,
    pztie otak’a gk mampet deh,,
    hehehehe

    1. hahahaha dikiranya aku hantu kali bikin yg serem2 mulu XD
      wah iyatuh sunye kan gaktau kalo Hara pacarnya donghae jadi dia biasa aja walopun hae-ra kamarnya sebelahan XD

      kasian kan hae ya, tapi memang donghae enak banget kalo dikerjain /loh?
      sip~ aku tapi hiatus empat hari soalnya pergi keluar kota hehe
      makasi

  10. ngaka banget itu pas donghae ngehayal yang enggak2 wkwk lucu
    oh ternyata hara sama donghae itu emang udah pacaran,pantas aja kenal u.u soalnya pas part 1 belum dijelasin gitu
    kalau aku jadi hara aduh gak tau deh musti gimana putus tapi masih cinta,gk putus tapi dia mau nikah sama sahabat sendiri ck,gimana pun hara adalah korban disini *eh
    setuju deh kayaknya ni ff bakalan jadi komedi,soalnya gak ada cocok2nya buat sad secara ngelihat cara hara balas dendam ke donghae itu udah naudzubillah pengen ngakak banget pas baca.
    yasudahlah yang pasti aku tungguin part selanjutnya

    1. iya part 1 emang masih bingungin hehe sorry ><V
      wah iya hara korbannya tapi Donghae juga termasuk korban. korban kejailan hara LOL XD
      hahaha bakal ada galaunya kok ff ini tapi gak janji ya~ :p makasii

  11. Hahaha….hara bnr2 dah untung g pingsan tuh krn kpdesan,khayalan hae lebay ah

    Comedi’a dah kliatan chingu,lanjut

  12. momen langka cho hara galau…. saatnya mnunjukkan keevilan… punya marga cho rugi klo gak evil… hehehehe
    hae oppa….. siapkan mental dan fisikmu… kekekeke..

  13. Euuuuhhh….lucu ya pertengkaran hara dan hae tp miris sih…
    Aku harap sunye tau secepatnya…
    Hara dan hae hrs bersatu….
    Part slanjutnya ditunggu bgt ya….

  14. Aduh Donghae oppa koc bs dijodohkan oleh agency mereka dgn Sunye, kasihan Cho Hara nya, padahal ia cinta sekali dgn Donghae oppa. Dan yg lbh kasihan lagi bingo disana mereka ber3 hrs tinggal 1 rumah dimana Sunye sbg temannya Hara dan calon istri nya Donghae oppa, Cho Hara yg notabene nya adalah pacar sebenarnya Donghae oppa dan Donghae oppa sendiri, plus semua kondisi ini tdk diketahui Sunye. Seru banget perang dingin dalam diam nya Hara dan Donghae oppa… Smg Sunye secepatnya tahu dan semua settingan ini dapat segera berakhir, krn sebetulnya Hara dan Donghae oppa msh sangat2 saling mencintai.. Great story author. Thanks

  15. baru nihh…
    perjodohan antar agensi….
    ahh aq psti nangis bgt klo jd hara….
    cpetan lanjoooooooooot!!!!!!!!!

  16. wakakakk suka banget nih gue ff yang ceritanya model begini. campur aduk kak suer. sukaaa bangeettt!!!!!!! gue tungguin part-part elanjutnya. Donghae dicincang aja sekaliandeh kayaknya hemm……

  17. suka yang kayak gini~ terkesan konyol tapi tetep ada keseriusan XD
    sikap hara ngadepin donghae keren!! tetep ngeliatin ‘stay cool’ walaupun didapemnya gak hehehehe
    kelanjutannya ditunggu ^^

  18. yaampun, apaan tuh imajinasinya Donghae? ketularan eunhyuk sih dia-__-
    Chapter ini yang kerasa malah komedi, ngakak pas si Hara ngerjain Donghae kekeke~

  19. Di awal aku kira imajinasi hae itu beneran. Tapi ternyata engga ya. Ga mungkin juga kaya nya hahahaha.
    Eum… Iya sih bener ff nya malah jadi kaya comedy XD

  20. omoo omoo..mempelai prianya ternyata bang hae..
    ckck..hara kejem banget.sadis bener ama ikan mokpo kita ini..

    tapi siapa juga yg ga bakalan kesel+kecewa..masa bang hae nikah sama temennya sendiri..trus harus tinggal barengan lagi.poor hara….

    hwaaaa jadi gimana dong hubungan mereka..

    lanjott lanjott baca

  21. Huah kasian si Hara 😦
    tapi rasa sakit dan nyeseknya Hara kurang dideskripsiin disini, mungkin karna Hara yang biasanya sama Donghae adu mulut mulu sih ya hahahaha

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s