[10th] Telepathy: The Salvation

[10th] Telepathy: The Salvation

AUTHOR               : IFALOYSHEE

MAIN CAST         : Krsytal Jung, Choi Minho, Lee Donghae, Cho Hara (OC), Kim Myungsoo, Kang Jihyun/Soyu, Choi Sulli. [CHECK THEIR PROFILES HERE]

GENRE                  : Fantasy, Romance, Supranatural, Sci-Fi

DISC                       : All of this story  from now on, are pure from my Imagination. Dont like the pairing, better you dont read. The casts are belong to their fans. Except Cho Hara, she is an Original CHaracter. Just belong to me. Dont ever copy my idea, or copy this story. If you want to reblog this, or copy this, just ask me first and credit me

Note: IMPORTANT PART! Anti-klimaks disini semua intinya.

***

 

 

Dia hanyalah korban dari semua tragedi memilukan ini, mungkin menakutkan lebih tepatnya. Tidak tahu apa-apa dan harus menerima bahkan menyelesaikan rangkaian masalah yang membuat sakit kepala. Adakah yang lebih tragis dari statement “kau akan mati jika mencintai kekasihmu”. Kalau mati karena alasan akan dibunuh, mungkin bisa melakukan perlawanan. Atau kalau mati karena disandera, masih ada kemungkinan untuk melarikan diri.

Kalau mati dengan sendirinya? Tanpa seorang pun menyentuhnya? Mati karena tubuhnya sendiri?

Mau melarikan diri pun tidak bisa, mau melawan juga tidak akan bisa. Jadi bagaimana seharusnya? Apakah diam dan menunggu keajaiban, berpikir bahwa ini-sudah-takdirku-kenapa-aku-harus-mengelak.

Tidak. Tidak bisa seperti itu. Tuhan memberikan waktu untuk dipergunakan sebaik mungkin, disetiap detik waktu ada kesempatan. Satu menit, enampuluh detik, enam puluh kesempatan. Satu jam, tiga ribu enam ratus detik, tiga ribu enam ratus kesempatan. Jadi untuk apa menyerah selagi ada BANYAK kesempatan?

***

Cho Hara’s bedroom. Lee Donghae’s Apartement, Seoul South Korea.

“apakah masa depan yang kau baca selalu benar terjadi nantinya?”

Donghae hampir menutup matanya ketika tiba-tiba Hara membuka suara, membuat Donghae kembali membuka kedua matanya. Suara Hara terdengar seperti sayup-sayup lantunan lagu pengantar tidur. Kenapa? Karena Donghae sangat mengantuk.

“pasti. Wae?” gumam Donghae tidak jelas.

Hara masih memandang kedepan, seolah menerawang. Ia bahkan berbicara tanpa menoleh kearah Donghae sekalipun. “kalau begitu, masa depan Klee yang kau baca itu akan benar adanya?” ucap hara masih memandang kedepan, seolah TV Plasma didepannya begitu menarik perhatian padahal tidak dihidupkan.

“mungkin.”

“mungkin? Kau bilang masa depan yang kau baca akan benar-benar terjadi!”

“oh. Ne. Benar-benar terjadi.”

“Yak! Lee Donghae! Serius!”

“oke, aku serius. Benar-benar terjadi menurut pendapatku sejauh ini, untuk beberapa orang yang aku baca masa depannya, mereka mengalami kejadian yang sama dengan apa yang aku perkirakan. Hmm….walaupun tidak benar-benar sama persis.”

Mendengar itu, hara mengangguk-anggukan kepalanya. “jadi Klee tidak akan mati selama Minho masih hidup kan?”

Semula Donghae tampak mengacuhkan pertanyaan Hara dan menjawabnya dengan nada malas, namun mendengar sederet kalimat yang barusan Hara ucapkan,entah kenapa rasa kantuk Donghae langsung hilang. Ia menegakkan badannya, menggantinya dari posisi tidur menjadi duduk kemudian wajahnya menoleh kearah Hara. Menebak bahwa pembicaraan kali ini serius.

“aku tidak pernah berpikir sampai situ. Dan—“

“dan kau selalu memendam semuanya sendirian. Aku tahu kalau kau berusaha menghindari topik ini dariku kan? Kau tidak ingin aku ikut pusing dengan masalah Klee dan kau membiarkan dirimu sendiri yang mencari jalan keluar. Lalu untuk apa peranku disampingmu? Aku peduli denganmu walaupun kenyataannya…”

Kau tidak peduli denganku. Lanjut Hara dalam hati.

“walaupun kenyataannya?” tanya Donghae penasaran.

“kau tidak menyadari hal itu.” ucap hara. Berbohong, tentu saja.

Donghae merasa tertohok. Perasaannya selalu dipersulit karena Hara, tapi ada benarnya juga kalau seharusnya ia tidak selalu menutup diri, dan berusaha berbagi dengan dongsaeng nya sendiri. Jadi Donghae menyimpulkan kalau perkataan hara memang benar.

“Lalu kau punya pendapat apa?” Tanya Donghae to-the-point.

“Minho yang akan menyelamatkan Klee nantinya, jadi…uhm….begini, Minho masih bisa hidup walaupun Klee tidak ada, karena posisi dia dalam hal ini sebagai penyelamat. Dan posisi Klee adalah orang yang diselamatkan, jadi dia membutuhkan penyelamat agar bisa terselamatkan. Kesimpulannya Klee tidak bisa hidup tanpa penyelamatnya, Minho. Logika nya seperti itukan? Jadi selama Minho masih hidup, Klee juga masih memiliki kesempatan untuk hidup. Kau membuka kunci itu Hae, ‘Minho yang akan menyelamatkan Klee’ itulah intinya.”

Tidak butuh waktu lama bagi Donghae untuk memncerna pernyataan Hara barusan, ia memang tidak bodoh. Pintar malah, tapi sungguh tidak terpikir oleh Donghae. Dan ia diam-diam mulai beranggapan bahwa manusia lebih pintar dari makhluk supranatural sepertinya.

“jadi intinya Klee masih bisa hidup dengan Minho tanpa harus menyerahkan diri pada Myungsoo. Dan justru Klee akan mati kalau Myungsoo membunuh Minho.”

“geurae. Tapi aku pikir Myungsoo tidak berpikir sejauh itu, jadi dia bisa membunuh Minho supaya Klee kembali padanya. Ah, jadi Minho juga dalam bahaya?”

Donghae terkekeh melihat ekspresi panik Hara, kemudian membuka suara. “kau melupakan satu hal…”

“apa?”

“Myungsoo bukanlah demon, jadi dia tidak bisa membunuh manusia. Minho masih ada digaris aman, dongsaeng-ah.”

Kemudian hara menepuk dahinya sendiri, baru ingat dengan hal tersebut. “ah, aku lupa akan hal itu.  okay, Minho akan tetap hidup jadi…klee tidak mungkin mati juga walaupun daya tahan tubuhnya setiap hari menurun. Jadi pasti ada cara untuk menghilangkan sanksi tersebut!”

Donghae menyandarkan tubuhnya, kemudian terdiam tampak sedang berpikir keras. “jadi….” gumamnya, pikirannya masih mengacak-acak berusaha menyusun kesimpulan. “jadi sanksi tersebut bisa dihilangkan oleh pembuatnya.”

Sebuah statement yang membuka pikiran hara. “kau benar, Hae. Demon memang memiliki tanda-tak-terlihat dipunggungnya yang berupa sanksi mutlak untuknya, dan jalan kedua untuk menghilangkan tanda tersebut selain menuruti apa yang dilarang adalah…dihilangkan oleh pembuat sanksi tersebut. Jadi siapa pencetusnya?”

Sebelum Donghae berbicara, Hara sudah berseru terlebih dahulu. “Kau! Kau bisa menghilangkannya, Donghae. Kau kan pernah berkata kalau sanksi tersebut dibuat oleh kau dan tiga sahabatmu itu.”

“dengar, aku dengan CL, Soyu, dan Myungsoo memang membuat sanksi. Tapi itu adalah sanksi sebelum ditambahkan. Jadi sanksi pertama yang kami buat adalah, ‘hilangnya kekuatan supranatural masing-masing jika jatuh cinta pada manusia.’ Sanksi tersebut hanya bisa dihilangkan olehku dan CL. Lalu setelah aku memutuskan untuk meninggalkan mereka bertiga dan memilih tinggal denganmu, manusia. Mereka bertiga sangat marah dan membuat sanksi lagi, ‘mati perlahan jika mencintai serta dicintai manusia.’ Dan hanya bisa dihilangkan oleh CL dan Myungsoo.”

“saat itu CL jatuh cinta pada manusia, dia berusaha menghindar tapi tidak bisa. Kenyataannya makhluk seperti kami tidak pernah merasakan cinta sebelumnya, jadi untuk pertama kalinya jatuh cinta kami berpikir itu akan bertahan selamanya. Dan ternyata sugesti mendatangkan kenyataan. CL benar-benar jatuh cinta pada manusia lalu dia secara diam-diam menghilangkan sanksi kedua, agar dirinya tidak mati. Dan ia berhasil menghilangkannya—“

“lalu kenapa CL tetap meninggal?” Hara menginterupsi.

“demon adalah pengecualian. Sudah kukatakan berapa kali kalau demon berbeda dengan supranatural sepertiku. makhluk seperti kami bisa mengendalikan telepati kecuali demon. Kami bisa menetralkan pikiran orang lain –yang semula jahat menjadi baik- kecuali demon. Dan yang terakhir….sanksi kematian pada kami bisa hilang kecuali demon. Jadi itulah kenapa CL tetap meninggal karena mencintai manusia.”

Hening.

Wajah Hara memucat seketika, memikirkan tentang Krystal. Krystal juga seorang demon, berarti dia juga pengecualian? pikir Hara.

“kalau begitu…sanksi kematian pada Klee juga tidak bisa dihilangkan?”

Donghae sudah mengira kalau hara pasti akan beranggapan seperti itu. tapi hambatan ini, bukanlah akhir dari segalanya…

“kau membuka pikiranku tentang ‘teori’ mu tadi, yang kau ucapkan diawal pembicaraan. Kau memang pintar Hara, tapi kau seringkali melupakan beberapa  hal penting,”

“maksudmu?”

“Choi Minho juga sebuah pengecualian. Dan berdasarkan paparanmu tentang masa depan Klee yang aku baca, ‘Minho yang akan menyelamatkan Klee nantinya’. Kau dengarkan baik-baik, demon itu identik dengan kata ‘pengecualian’ jadi bagaimana kalau aku katakan makhluk supranatural tidak bisa menghilangkan sanksi kematian demon KECUALI manusia.”

Hara menoleh kearah Donghae dengan pandangan takjub sekaligus tidak percaya. Tidak percaya kalau ternyata Donghae bisa membuat kesimpulan sejauh itu. “kau benar!” seru Hara heboh. Tidak biasanya gadis cuek seperti hara bisa heboh.

“tapi Hae, bukankah seharusnya sanksi tersebut dihilangkan oleh pembuatnya? Posisi Minho disini kan bukan itu.” hara menghela nafasnya. Rasanya begitu lelah memikirkan masalah ini seperti misteri yang berbentuk puzzle yang berantakan.

“kedua hal itu mungkin bisa berkaitan. Tapi itu menjadi bagian Minho, kita tidak akan pernah tau Hara. Hanya campurtangan antara Minho dan Myungsoo yang bisa menghilangkan sanksi kematian Klee.”

“Ne. Berhubung CL sudah tidak ada, jadi hanya Myungsoo yang masih memiliki kesempatan untuk menghilangkan sanksi kematian Klee. Dan Minho yang akan merealisasikannya.”

“You got it, Hara!”

Donghae menatap hara kemudian tersenyum tulus. Kalau tidak ada hara, mungkin pemikiran Donghae akan stuck sampai situ saja. Tanpa ada perkembangan. Dan Hara membuka jalan pikiran Donghae, membuat segalanya lebih mudah dan sampai akhirnya ditemukan jalan keluar dari permasalahan Klee.

“bahkan ini sudah larut malam..” hara melirik jam weker yang terletak diatas meja kecil disamping tempat tidurnya. “dan kau biasanya pergi ke club lalu pulang dua jam setelahnya, tapi bahkan kau tidak mengungkin pacar-pacarmu selama pembicaraan panjang kita. Dan yang lebih mengejutkan , kau tidak pergi ke club dan memilih untuk duduk disini. Daebak.”

Donghae tertawa mendengarnya, ia sendiri juga tidak menyangka. Dan rasanya lega sekali, benar-benar lega. Pembicaraan tadi seperti menguras tenaganya saja, Donghae menguap, kembali merasakan kantuk yang tadi sempat hilang.

Tidak sengaja keduanya sama-sama membaringkan tubuh diatas kasur,  dengan arah yang berhadapan.

Hening selama beberapa saat. Donghae menatap hara dengan gugup, begitupun sebaliknya. Lalu didetik berikutnya keduanya sama-sama membuang muka. Merasa malu sendiri dengan insiden barusan. Hara lebih dulu bangkit dari posisi tidurnya, kemudian duduk diatas ranjang dan sesekali melirik kearah Donghae.

Detak jantung hara berdegup tidak beraturan. Bahkan Hara takut kalau sampai bunyinya terdengar Donghae, bisa malu sekali Hara kalau seperti itu.

“Donghae! Ini kamarku, tidur dikamarmu sendiri sanah!” seru Hara kesal sambil menendangi Donghae anarkis. “cepat turun!”

Donghae tetap tidak bergerak dari posisinya padahal Hara sudah menendengnya begitu keras sampai tubuh Donghae hampir jatuh dari ranjang.

Mata Donghae terpejam, tadinya Hara kira Donghae berpura-pura tidur. Kemudian Hara mengibaskan tangannya didepan wajah Donghae. Tetap tidak terbuka juga. Hara menepuk wajah Donghae pelan, namun tetap tidak ada reaksi. Hanya terdengar dengkuran halus saja.

Donghae benar-benar tertidur.

“LEE DONGHAE!”

***

Lobby High-Cut Office, Seoul South Korea.

Pria dengan kemeja putih yang dua kancing atasnya terbuka dan celana panjang hitamnya itu duduk dengan tenang di Sofa Lobby kantor milik Minho. Ditangannya memegang minuman kaleng yang tersisa setengahnya saja.

Beberapa pegawai wanita menoleh kagum kearahnya, namun pria itu tetap memasang tampang cool-nya. Walaupun jiwa playboynya sudah menyala-nyala sejak tadi. Playboy…siapa lagi kalau bukan Lee Donghae?

“Hyung!”

Donghae meletakkan minuman kalengnya begitu mendengar seseorang berteriak kearahnya. Donghae mengarahkan pandangannya kedepan, dan menemukan Minho berjalan kearahnya. Minho dengan kaus  putihnya dilapisi leather berwarna abu-abu lalu celana jeans hitam panjangnya.

Donghae langsung berdiri kemudian tersenyum menyambut Minho,kemudian  mereka melakukan high-five. kini lebih banyak gadis –gadis yang yang sedang berjalan secara reflek menoleh kearah mereka berdua, tidak bisa dipungkiri kalau keduanya memang terlihat keren.

“tumben Hyung, ada apa? Biasanya kau juga kencan kan di jam-jam makan siang.” Sindir Minho. Donghae hanya menarik sudut bibirnya. “darimana kau tau?”

“semenjak dongsaengmu bekerja disini, aku menjadi tempat curhat-nya. Kalau kau mau tahu sih, Hyung.”

“jadi dia sering mengeluh padamu tentangku?”

“tidak mengeluh juga sih. Gadis seperti Hara mana bisa mengeluh. Dia hanya mengumpat saja, tidak peduli aku menanggapi ucapanna atau tidak dia tetap mengumpat tentangmu. Lucu sekali Cho hara itu.”

Donghae terkekeh. “biarkan saja. Dia memang kadang-kadang suka mengumpat sendiri jika sedang kesal. Jadi, Minho….apa kau punya waktu untuk makan siang denganku? Ada beberapa hal yang aku ingin bicarakan.”

“eung….” Minho melirik jam tangannya kemudian mengangguk kecil. “aku meeting nanti malam. Oke, kajja.”

***

In The Morning, Cheonha University. Seoul, South Korea.

Krystal’s POV

Kelas dipagi hari. Tidak ada yang lebih menyebalkan dari kelas elektro dipagi hari, mengganggu jam santaiku seenaknya. Seharusnya pagi ini aku masih malas-malasan diatas ranjang atau olahraga pagi sambil mendengarkan musik.

Tapi sekali lagi, kelas-di-pagi-hari menghancurkan aktivitasku yang seharusnya. Aish, cukup menyebalkan. Ahni…ahni….sangat menyebalkan. Dan untuk pagi ini, bahkan jarum jam belum menunjukkan pukul delapan pagi. Aku sudah mimisan dua kali.

Hebat.

Tapi untung saja kepalaku  belum pusing seperti hari-hari sebelumnya. Yang membuatku sulit adalah…entah aku harus menyalahkan siapa atas sakit-sakit yang aku derita. Aku hanya menerimanya saja tanpa melakukan upaya untuk mencegahnya.

Aku memang bodoh. Memang. Oh, jadi mungkin aku harusnya menyalahkan diriku sendiri karena tidak bisa mencegah sakitku ini.

Oh ayolah, aku ini Demon yang termakan oleh sanksi yang dibuat oleh sesama Demon. Terdengar lucu sekaligus kasihan. Aku baru saja akan mencari cara untuk menghilangkan tanda-tak-terlihat itu sebelum tadi malam hara menelponku dan berbicara panjang lebar, menyuruhku untuk diam dan tidak usah melakukan upaya apapun karena mereka yang akan membereskannya.

Mereka? Siapa mereka? Saat kutanya pada Hara, dengan enaknya dia menjawab ‘kau akan tahu nanti.’

Sama sekali bukan jawaban yang kuinginkan. Jadi aku memutuskan untuk menunggu progress nya dulu, dan tentu saja aku tidak tinggal diam dan pasrah begitu saja. Kalau memang Hara dan Donghae membantuku menghilangkan tanda laknat ini, aku akan balik membantu mereka.

Membantu hubungan mereka yang salah tempat.

Aku masih berjalan di koridor kampus. Sendirian. Tanpa Sulli. Dia menghilang entah kemana hari ini, padahal masalah kami sudah selesai dan kemarin kami juga sudah seperti biasanya. Tapi hari ini dia tidak ada dirumahnya, tidak ada dikampus juga.

Apa mungkin dia ada shift pagi di Cafe tempat ia bekerja? Entahlah.

Sekilas aku melihat Uee tadi tapi aku mencoba sekeras mungkin menghindarinya walauoun dai sempat melempar senyum sinis kearahku, jangan sampai kejadian sepeti waktu itu terulang lagi. Walaupun dia rival besarku tapi aku tidak setega itu sampai membunuhnya dengan telepatiku sendiri.

Sesampainya didepan kelasku aku segera masuk dan langsung terlonjak kaget karena tiba-tiba Minho ada didalam dan duduk dibangku ku. Dan dia benar-benar disini! Aku bahkan berkali kali mengejapkan mataku untuk memastikan bahwa pria yang sedang duduk itu Minho.

Ia belum menyadari kehadiranku ternyata karena kepalanya masih menunduk memainkan tab miliknya. Aku berjalan kearahnya kemudian berdiri diam menunggu Minho sendiri sadar akan kehadiranku.

“oh, kau sudah datang..”

Minho hanya tesenyum sambil menyapaku. Tidak menyadari kebingunganku yang sudah meletup-letup. Tidak ada hal lain yang aku pikirkan kecuali untuk-apa-minho-masuk-ke-kelasku?

“jadi….”

Belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, Minho malah berdiri dari kursi kemudian menyeret kursi lain tepat disebelahnya. Ia menepuk kursi tersebut mengisyaratkanku untuk duduk.

Dan aku yang masih bingung sendiri akhirnya menurut saja, ikut duduk disebelah Minho sambil memperhatikannya. Minho hanya mengenakan pakaian biasa seperti ketika ia menjemputku pulang kuliah.

Postur tubuhnya begitu tinggi, saat dia duduk saja sudah kentara kalau perawakannya tinggi. Dan aku pikir, selain menjadi produse high-Cut dia juga berpeluang besar untuk menjadi model. Ditambah wajahnya yang memang tampan, aku akui itu.

Aku reflek langsung menoleh kedepan begitu Minho mengalihkan pandangannya dari tab nya keaarahku. “kau tidak bertanya kenapa aku bisa ada disini?”

Aku menoleh lagi padanya. “ jadi, Choi Minho. Untuk apa kau datang kesini?”

“menurutmu?”

Hal yang menurutku menyebalkan, ketika bertanya malah ditanya balik. Aku memutar bola mata “kau sedang tidak ada kerjaan.” Ucapku, mengatakan sebuah pernyataan bukan pertanyaan lebih tepatnya.

“hanya ingin melindungimu saja.”

“dari?”

“bahaya.”

Lagi-lagi aku memutar bola mataku dan menghela nafas dengan jengah, “aku juga tahu. Tapi memangnya siapa yang akan melukaiku.” Ucapku retoris. Minho hanya tersenyum simpul sambil mengetukkan jarinya kemeja.

Suara mahasiswa lain yang tadi sempat riuh kini mendadak menjadi hening. Aktifitas mereka terhenti begitu saja ketika Mrs. Nam masuk kedalam ruangan dengan kaca mata make-up nya yang berlebihan lengkap dengan rambutnya yang digelung keatas.

Dosen cukup killer yang hampi tidak pernah masuk kelas, hanya senang menyiksa mahasiswanya dengan setumpuk tugas mendadak. Kalau ia masuk, berarti sedang ada hal penting yang perlu ia sampaikan.

Biasanya juga pemberitahuan tentang administrasi yang sama sekali bukan urusannya itu, atau sekedar menagih tugas yang sudah jatuh pada deadline nya. Dan mengesampingkan kedua hal tersebut, ia membawa seorang pria masuk kedalam kelas.

Tenggorokanku tercekat begitu saja ketika melihat siapa yang baru saja masuk kedalam kelas bersamaan dengan Mrs. Nam. Aku bahkan menjatuhkan bolpoin yang sedang aku pegang. Demi Tuhan, apakah penglihatanku masih normal? Kenapa aku melihat Myungsoo berdiri didepan?

Aku mengerjapkan mataku beberapa kali, memastikan bahwa pria itu benar-benar Kim Myungsoo.

Apakah aku masih bermimpi? Kenapa tiba-tiba hari ini menjadi aneh sekali, yang pertama aku sudah dikagetkan dengan kehadiran Minho secara tiba-tiba ke kelasku padahal dia bukan mahasiswa di Universitas Cheonha. Dan lagipula ini kelas teknik elektro, bagaimana bisa  seorang produser High-Cut tersesat sampai sini?

Dan ini lagi, Myungsoo. Tiba-tiba berdiri sambil menebar senyuman didepan kelas. Digandeng Mrs. Nam pula.

Jangan bilang kalau….

“Kim Myungsoo. Dia mahasiswa baru kelas elektro, mulai hari ini dia akan belajar bersama kalian diruangan ini.”

Ini benar-benar nightmare. Kalimat Mrs. Nam tadi benar-benar terdengar horror ditelingaku. Myungsoo? Akan satu jurusan satu kelas juga denganku? Satu ruangan? Demi Tuhan aku tidak mau!

Aku menggelengkan kepala pelan kemudianmenunduk, tiba-tiba saja telapak tangan sebelah kananku terasa hangat. Aku kembali mendongak dan mendapati Minho menggenggam tanganku erat dibawah meja. Dia tidak mengucapkan apapun, hanya memandang kedepan dengan pandangan biasa saja seolah sudah mengantisipasi sebelumnya kalau Myungsoo akan datang.

Biasanya kan Minho menjadi sangat emosional jika bertemu dengan Myungsoo.

Aku ingin tahu sebenarnya apa yang Myungsoo pikirkan sampai ia datang kesini, tapi aku tidak bis a membaca pikirannya. Aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya Minho pikirkan ketika melihat Myungsoo tadi tapi aku juga tidak bisa membaca pikiran Minho.

Menyedihkan memang hidupku.

Aku langsung mendesah malas ketika Myungsoo memutuskan untuk duduk disebelah kiriku. Aku meliriknya sinis, namun dia balas melirikku dengan pandangan aku-tidak-mengenalmu. Pandangan sinisnya yang dulu sempat menghipnotisku itu kini tidak berarti apa-apa sekarang.

Mrs. Nam mulai berbicara tidaki jelas dan hanya terdengar dengungan ditelingaku, pikiranku disibukkan oleh tangan Minho yang kini memeluk pinggangku secara tiba-tiba. Entah sedang kenapa dia tiba-tiba seperti ini.

Aku bisa mengetahui kalau Myungsoo beberapa kali melirik kearahku dan Minho, aku sempat menangkap matanya yang sibuk memerhatikan tangan Minho dipinggangku.

Aku merasa suasananya menjadi…awkward?

Tangan Minho yang memeluk pinggangku terasa seperti biasanya tapi lama-kelamaan aku merasa ia memelukku semakin erat. Tangannya seperti menggeram, aku melirik kearah Minho yang kini sedang menggigit bibir bawahnya sendiri.

Aku mengernyit bingung, kenapa dengannya? Dia terlihat seperti sedang menahan kesakitan.

Pandanganku kualihkan kearah Myungsoo. Makhluk satu itu hanya diam dibangkunya dengan mengetukkan bolpoin diatas meja. Bibirnya membentuk seringaian kecil yang langsung aku tangkap apa maksudnya.

Sial.

Kim Myungsoo, makhluk sialan. Dia memang tidak main-main dengan kata-katanya tadi malam. Ia benar soal pernyataannya sebagai ‘pria jahat’. Tapi tidak secepat ini juga Kim Myungsoo, sialan kau.

Aku ingin membalas perlakuannya tapi……

Demi Tuhan, aku ini seorang demon. Dan aku tidak bisa mengendalikan telepatiku. Bagaimana kalau tiba-tiba Myungsoo mati ditanganku dan diluar kesadaranku? Aku memang sangat membencinya tapi bukan berarti aku harus membunuhnya.

Tangan Minho terlepas dari pinggangku. Kini ia mengepalkan tangannya dibawah meja. Aku yakin dia pasti sedang menahan rasa sakit yang cukup besar. Melihat dari rahangnya yang mengeras, tapi ia sedang berusaha terlihat biasa saja. Mungkin dia tidak mau terlihat seperti pria lemah dihadapanku.

Tapi tetap saja. Dia tidak bisa berbohong melalui ekspresinya.

“Gwenchana?” bisikku sepelan mungkin.

Minho hanya memaksakan seulas senyuman kemudian membuka suara. “aku baik-baik saj—“ tiba-tiba Minho menutup mulut dengan tangannya. Oke, ini benar-benar tidak bisa dimaafkan Kim Myungsoo.

Minho memposisikan tangannya kembali diatas meja, “shit!” umpatnya lalu berdiri dan berjalan cepat keluar kelas. Berhubung Mrs. Nam sudah keluar sekita ebberapa menit yang lalu jadi tidak ada yang memprotes kepergiannya kecuali aku.

Aku bisa mendengar tawa sinis Myungsoo kemudian ia melirikku, aku balik memandangany dengan sinis. Dan sekilas aku melihat perubahan pupiil matanya yang merah pekat menjadi hitam kembali.

“menarik bukan? Jung Soo Jung?”

Sial. Benar-benar sialan.

Bagaimana dengan Minho sekarang? Ini untuk pertama kalinya ia merasakan telepati, walaupun mungkin dia sudha memprediksikan hal ini sebelumnya tapi aku yakin dia tidak mengira rasanya bakal sesakit ini.

Aku memutuskan untuk menyusulnya saja. Meninggalkan pria sialan bernama Kim Myungsoo itu didalam kelas.

***

Somewhere Street, South Korea.

 

Bugatti Veyron berwarna hitam-merah itu melaju kencang disepanjang jalan raya Seoul, memecah keramaian kota dengan kecepatan diatas rata-rata. Gampang saja untuk jenis mobil Bugatti Veyron yang merupakan salah satu mobil tercepat dengan top speed 267 mph.

Sampai diruas jalan yang tidak ramai, sangat sepi dan hanya dikelilingi oleh hutan –hutan dan jurang curam yang langsung terarah ke batuan besar dengan ombak air laut yang pecah karena terbentur batu-batu tersebut.

Gadis yang berada didalam mobil tersebut masih sibuk memainkan setir mobilnya sambil sesekali melihat kearah spion, mengecek keberadaan Lamborghini yang berada tidak jauh dibelakangnya.

“coba saja Donghae ada diposisiku sekarang, pasti dia sudah sukses menceburkan mobil barunya ini kedalam jurang. Soyu memang gila, apa dia pernah menjadi pembalap hah?!”

Cho hara masih mengumpat sendiri, adrenalinnya benar-benar terpacu saat ini. Soyu tidak pernah memberinya ampun, gadis itu masih bernafsu menghabisi Hara bagaimanapun caranya. Dan seperti saat ini, mereka berdua seperti sedang balapan mobil.

Beruntung Hara membawa mobil Donghae, yang kecepatannya diatas mobil Soyu. Coba saja Hara membawa aston martin-nya, pasti Soyu sudah memblocking jalannya sedari tadi.

Ya walaupun hara beberapa kali mengejek Donghae ketika Donghae baru saja membeli Bugatti. Hara selalu mencemooh kemampuan menyetir Donghae yang belum lulus standar dan dengan pedenya Donghae berani membeli mobil dengan harga selangit ini.

Hara pikir, pasti Donghae sengaja membeli agar terlihat keren didepan pacarnya. Entah pacar yang mana juga Hara tidak mau tau.

Kemampuan menyetir hara memang tidak begitu bagus, tapi jika dibandingkan dengan Donghae setidaknya hara masih berada jauh diatasnya. Walaupun sempat beberapa kali Hara kehilangan kendali dengan setirnya.

Hara melirik sebelah kanan dan kirinya kemudian bergidik ngeri.

“mungkin Donghae akan membunuhku saat ia tahu aku berani kabur sampai sini, dan…haruskah aku menuliskan pesan terakhirku sekarang? Sebelum aku jatuh ke jurang atau menabrak pohon. Oke, sebenarnya pesan terkahirku hanya satu sih. Aku ingin Donghae perjaka seumur hidup untuk membayar semua rasa sakit hatiku selama ini. Pfffttt…..”

Hara tertawa geli sendiri atas ucapannya barusan. Dia lagi-lagi melirik spionnya. “Gadis itu sudah semakin dekat saja. Apa sebegitu cintanya dia terhadapku sampai mau mengahabiskan bensinnya untuk mengejarku sampai sejauh ini.”

Bunyi ban Bugatti tersebut terdengar decitannya begitu melengkin setelah Hara menekan rem dalam-dalam. Hampir sata kepalanya membentur setir mobil karena tiba-tiba saja Soyu sudah menghentikkan mobilnya dengan posisi menyamping persis didepan mobil Hara.

Hara masih diam didalam, matanya menelisik keaarah Lamborghini Soyu.

“sial!” umpat hara kesal kemudian membuka pintu mobil dengan keras, lalu menutup pintunya dengan sebuah tendangan keras juga. Hara hanya mengenakan kaus tanpa lengan se-paha dengan short jeans dan jaket jeans sebatas tulang rusuknya.

Rambut cokelat kemerahannya bergerak tidak beraturan karena terpaan angin. Suasana ditempat ini memang cukup dingin –karena jauh dari keramaian kota- juga cukup berangin. Hara berjalan cepat menuju lamborghini Soyu kemudian hendak menggedor pintu tetapi Soyu sudah lebih dulu membuka pintunya.

Kalo boleh jujur sebenarnya Hara cukup iri dengan postur tubuh Soyu yang tinggi dan…seksi. tubuhnya begitu proporsional dan hara sendiri memang memiliki tinggi yang sama dengan Soyu tapi Hara lebih kurus.

Mungkin karena Lee Donghae sibuk dengan pacar-pacarnya sampai lupa memberi makan untuk adiknya.

Oke lupakan hal itu.

“kau pikir aku takut, nona muka masam?”

Soyu melebarkan matanya mendengar ucapan Hara. Seumur-umur belum ada yang pernah menyebutnya “nona muka masam” selain Cho Hara.

“apa kau bilang?!” serunya tidak terima.

“omo!! Aku takut sekali melihatmu marah. Aigoo, AKU TAKUT SEKALI.” Ledek Hara tapi dengan ekspresi datar. Kalau suasana saat ini tidak serius pasti Soyu akan tertawa melihatnya.

“diam kau manusia sialan! Kau tidak sadar kalau sebentar lagi kau akan mati? Terimakasih sudah membawaku ketempat ini, Well kau sudah memiliki firasat sebelumnya ya kalau kau akan mati ditanganku? Silahkan pilih saja, Cho Hara. Jurang atau hutan? Atau…. laut?” soyu tersenyum sinis sambil melipat kedua tangannya didepan perut.

“justru aku yang akan mendorongmu dan mobilmu jelekmu kedalam jurang.” Ucap Hara dengan santainya, lalu kembali membuka suara. “sebelum kau berupaya membunuhku sekarang, aku ingin tahu satu hal…..apakah kau….menyukai Donghae?”

Soyu menarik sebelah alisnya kemudian terkekeh. “aku? Tidak pernah aku menyukai Donghae atau siapapun.”

“oh, maaf. Aku baru mengetahui kau lesbian. Maaf mungkin pertanyaanku tadi tidak seharusnya aku ucapkan.” Hara masih saja terlihat motionless.

“YAK!!!”

Soyu berseru kesal, matanya berkilat marah. Memang sepertinya Hara terlalu kurang ajar untuknya. Sudah membuatnya marah, meledeknya, mengatai Soyu lesbian juga.

“Cho hara! Mati saja kau cepat-cepat, dan tidak usah berbasa-basi.”

“lalu kenapa kau tidak rela Donghae bersama denganku? Apakah aku terlihat begitu buruk dimatamu sampai kau bernafsu membunuhku?” tanya Hara, mengesampingkan fakta bahwa Soyu sedang begitu kesal padanya saat ini.

“sudah aku katakan berapa kali kan, aku tidak menyukai manusia. Dan aku tidak rela sahabatku meninggalkanku hanya demi gadis sepertimu yang entah apa yang harus Donghae banggakan.”

“kalau begitu, kenapa kau tidak bersikap baik saja padaku? Donghae pasti mau menjadi sahabatmu lagi kalau kau tidak menentang keputusannya. Bukankah  seharusnya kau senang melihat sahabatmu sendiri senang?”

“a-aku….” Soyu kehilangan kata-katanya. Dia juga tidak mengerti kenapa dirinya begitu bernafsu membunuh gadis yang dicintai oleh sahabatnya sendiri. Mungkin jika Soyu menyukai Donghae, sah-sah saja kalau dia ingin membunuh Hara. Tapi dalam hal ini, Soyu tidak pernah menganggap Donghae lebih dari seorang sahabat.

“bagaimana kalau kita berdamai? Agar aku bisa cepat-cepat pulang.”

“kaupikir semudah itu?” Soyu menarik tangan Hara kemudian mendorongnya dengan kasar ke kap mobil. “kau akan menyesal pernah mencari masalah denganku, Cho hara!” bisik Soyu tepat ditelinga Hara seiring dengan bola matanya yang berubah warna.

Hara hendak bangkit namun pergelangan tangan Hara ditarik lagi oleh Soyu sama kerasnya dengan tadi. Membuat Hara merintih kesakitan. Soyu masih menggenggam pergelangan tangan Hara kemudian menggerakan jari telunjuknya ke sepanjang tulang dipergelangan tangan. Dan berhenti tepat di nadi.

Hara berusaha bergerak dan lepas dari cengkeraman Soyu namun tidak bisa. Soyu terlalu kuat sampai bisa membuat tubuh Hara tidak bisa berkutik. Hara reflek menjerit ketika kuku tajam Soyu menekan nadi Hara dalam-dalam.

Ia memang kesakitan. Luar biasa kesakitan. Tapi Hara tau, kalau dia terus diam maka tidak berefek apapun dengan kurangnya rasa sakit telepati Soyu. Hara sadar kalau seharusnya ia tidak membiarkan rasa sakit ini menjalar keseluruh tubuhnya. Kalau hara yakin, pasti ia bisa melawannya.

Jadi sekarang Hara berusaha menepis jauh rasa sakit ini. dan kalimat Donghae tadi pagi teringat olehnhya.

‘semakin kau terlihat lemah, semakin gencar telepati Soyu merambat keseluruh tubuhmu. Jadi bertingkahlah seolah kau tidak merasakan apapun.’

Hara kemudian tersenyum dan mendongakkan kepalanya perlahan, menyeringai lebar ditengah rasa sakitnya.

“kau….” soyu memiringkan kepalanya.

“bunuh aku kalau kau bisa.” Ucap Hara sinis. Memang benar, rasa sakit itu jika sengaja dirasakan dan dimanjakan maka akan bertambah sakit. Dan hara mengakui kebenaran statement tersebut.

“ERGH!!” Dengan keras Hara melepaskan tangannya dari cengkeraman Soyu sampai-sampai Soyu hampir terjatuh. Hara langsung berjalan cepat menuju pintu mobilnya kemudian mengambil benda berwarna hitam dari kaca mobil yang terbuka.

Soyu hampir saja mendorong Hara sebelum hara tiba-tiba mengacungkan pistol kearah Soyu dengan tangan kanannya yang berlumur darah karena cengkeraman Soyu tadi. Soyu langsung shock, ekspresinya seperti sedang melihat hantu saja dan dia benar-benar diam bagai patung.

“Aku tau kau memang bukan manusia, tapi hal itu tidak menutup kemungkinan kau akan mati jika aku luncurka peluru dari revolver ini. jadi jangan mengira bahwa kau selalu diatasku, Kang Soyu!”

Soyu mati kutu. Sebenarnya bisa saja ia melakukan telepati agar pistol yang hara pegang terjatuh dari genggaman hara. Tapi entah kenapa nyali Soyu  menjadi sangat ciut melihat pistol didepannya. Apalagi ia juga tahu kalau Hara bukan tipikal gadis yang mau berbaik hati terhadap nyawa Soyu.

“Donghae mengajariku cara menembak dengan jitu dan aku mendapat nilai sepuluh. Kalau kau mau tau sih.”

“okay Cho Hara! turunkan pistolmu dan aku akan pergi.” Ujar Soyu pasrah kali ini. ia membalikan badannya lalu berjalan menuju mobilnya. Belum sempat Soyu membuka pintu mobil tiba-tiba ia menengok lagi kearah Hara.

“sebelum aku pergi, aku akan memberitahumu satu rahasia penting  bahwa ….Ayahmu meninggal ditangan pria yang kau cintai.”

Hara tertegun tapi masih tetap mengacungkan pistol. “DIAM KAU!” hardiknya. Soyu hanya menyeringai kemudian masuk kedalam mobil lalu meninggalkan Hara begitu saja.

“Soyu benar-benar kelewatan. Walaupun ia ingin menyingkirkanku, seharusnya tidak sampai memfitnah sahabatnya sendiri seperti itu.” ujar Hara sambil menatap Lamborghini Soyu yang mulai hilang dari pandangannya.

“dan Donghae memang benar akan hal satu ini……Soyu phobia dengan pistol. Bahkan…” Hara menekan pelatuk pistol tersebut, lalu keluar cairan bening tanpa ada satupun peluru yang keluar dari dalam pistol. “bahkan dia tidak tahu kalau aku mengancamnya dengan pistol air. Huahahahahaha.”

Hara membuang pistol air tersebut begitu saja tanpa berterimakasih. Karena benda murahan itu hara bisa menyelamatkan nyawanya kali ini.

Ia kemudian membuka pintu mobil dan hendak masuk kedalam tapi tiba-tiba gerakannya terhenti. “Soal kematian Appa….bukankah ada yang pernah mengatakan kalau….”

***

TBC

***

 

Hi~ readers *tebar cium dari baekki* akhirnya setelah seminggu lebih pada nungguin *emang ada yg nunggu?* ff ini, publish juga dan seperti biasa dipagi-pagi buat publishnya. Hohoho maaf, aku semacam kelelawar versi manusia jadi yaaa begini, tidur pagi bangun siang. Dan sungguh ini udah panjang kan ffnya? Soalnya pada banyak yg protes part sebelumnya itu pendek banget. Maaf ya L

Dan sebenernya mau nambahin satu scene lagi tapi ntar bakalan puanjaaaang banget jadi mari kita kasih tbc disini saja. Itu yg tentang ayahnya Hara kalian bisa baca lagi prolognya, biar inget hehe.

Telepathy udah aku rangkai sedemikian rupa inti ceritanya jadi semua problem bakal terselesaikan kok tenang aja J dan endingnya juga udah aku bikin bagannya di buku *oke ini terlalu niat* dan kalo masih ada yg gak mudeng  sama percakapan Hae-ra pas diawal2 cerita itu kalian bisa tanyain ke aku. Pokoknya yg itu baca baik2 karena termasuk Anti-klimaks yang sangat berpengaruh sama ff ini.

Okedeh, harap dikomen ya. hargain usaha aku yg udah cukup pusing mikirin demon -,-

See U guys! And happy holiday, hope your raport will be as well as your wish (me too) 😀

Advertisements

84 thoughts on “[10th] Telepathy: The Salvation”

  1. Wah, keren2! Percakapan haera di awal itu juga, kesannya intelek banget! Hahaha.
    Soal part kmren yg pendek, stlah aku pikir2 mngkin gara2 adegan haera-nya dikit. :p
    Bener Donghae yg bunuh appa-nya hara? Ntar aku baca prolog-nya deh, lupa!
    Minho disini itu… 2 jempol! Sukaaa!!! 🙂

  2. aduh itu, di samping krystal smw.a tampan#waa envy
    pasti udh d rncnain th sm L, biar 1 kelas, jd biar bs ngawsn krystal, tp minho?#apa hae udh ngsi tw kbnrn.a k minho, tntg pembcraan.a dgn hara…

    soyu lesbi, ada2 aja dh hara#ckckck

    1. iy tuh kalo aku jadi klee udah terkapar mimisan kali ya XD
      sip minho kan bermaksud melindungi klee gitu haha
      soyu lesbi sama aku #horror *ditalak donghae*
      makasih ud komen !

  3. Makin kesini kok L-nya makin sadis sih..
    Aku kan fans-nya L..
    Tp g papa sih, karakter dia cocok..
    Muka L-kan mank muka sadis gitu..
    Hehehe..
    Moment HaeHara-nya daebak..
    Aku nungguin banget part ini..
    Bener2 penasaran..
    Kebiasaan nie Fa, updatenya pagi2 banget..
    Denger sih suara email masuk, tp mw baca ngantuk banget..
    Padahal dah penasaran, mpe sempet2nya kebawa mimpi..
    Reader parah..
    Next part-nya lg2 dtunggu Fa..
    Hwaiting..

    1. iya eon harus disadisin L nya biar tambah seru *plak*
      wah ini haera nya belum seberapa looh masih ada yg lebih ekstrim lagi ntar *jeng jeng jeng*
      dan maaf eon aku kalo publish emang dini harii hahaha hebat ya sampe kebawa mimpinya unnie X’D
      makasiii

  4. Si L pasti udah ngerencanain supaya dia bisa satu kelas sma krystal tpi kasian ya minho kena telephatynya si L.. Si soyu di bilang lesby ckckck ada2 ajah… Emang bener donghae yg bunuh appanya hara *lupa ntar aku baca ulang deh prolognya.. Next partnya di tnggu ya 🙂

  5. Akhirnya…. Author comeback juga^^ ya ampun si soyu masa dia phobia pistol sih???? Dan lagi TBC nya kenapa harus ditempat yang ga tepat thor? Jadi penasaran sama kelanjutan nya u.u anyway, keep writing ya thor ^^ hahahahahahaha

  6. I LOVE CHO HARA!!!!

    percakapan Hara-Donghae jujur aja awalnya aku bingung, sampe harus baca berulang-ulang 😦 tapiiiii…. lama-lama aku ngerti jugaa wkwk
    Cho Hara emang bener2 cerdas, author-nya juga ding dia kan yang bikin ceritanya.
    LEE DONGHAE-SSI! KAPAN KAU AKAN BERTERUS TERANG??

    Minho…. gwaenchana? Jiyeon dimatiin aja deh *PLAK!* kasian koma lama banget.

    sumpah ngakak pas Hara-Soyu cekcok (?) dibilang lesbi, takut pistol, astaga… 😀 kirain aku juga itu pistol beneran, eh ternyata itu pistol air yg biasa ade aku mainin wkwk

    FF2-nya Ifa itu sebenernya konflik2nya kebanyakan berat, tapi entah kenapa Ifa bisa jadiin konflik-konflik nya itu jadi ringan dengan cara penulisannya dan alurnya yang nggak berbelit-belit. jadi reader yg bacanya itu enak… lagian menurut aku ff itu buat sarana hiburan bukan soal ujian matematika yang butuh pemikiran sampe kepala botak (?) ini menurut aku loh ya hahaha~
    aku iri sama kamu *PLAK!* kamu makan apasih? sama nggak makan nasi kayak aku? 😀

    pokoknya mah keep writing saengie~

    1. maaf….tapi Cho hara loves Donghae *plak*

      iyaaa itu percakapan agak njlimet jugaa >< hadudu maafkan aku ya, soalnya bingung juga jelasinnya harus gimana hehehe
      ah iyaa, justru kalo konfliknya dikit aku jadi bosen nulisnya deh dan malah aku lebih suka ff yg mikir *plak* tapi beneran kan ini gak ngebingungin? aku takut masih ada yg gak mudeng sama fantasy nya *gigit kuku di pojokan*
      aku….cuman makan orang, sejenis kanibal gitu. /JEDER
      makasih unnie~

  7. waaah keren2 ^^
    sukaaa sm minho disini..
    enak yee kristal direbutin cowok2 kece..
    hah donghae bener2 bunuh appa-nya hara?? *buru2bukaprolog*

  8. ifa aku baru baca pdhl plg pertama dksh tw hehe

    sempet ga ngerti sama percakapannya haera mgkn karna kesenangan momentnya banyak bgt dikamar pula #eh
    tp aku ngerti kok mksdnya apa stlh ngulang baca -.-

    haduh si ikan ttp aja sok playboy ya pdhl lg dkantor org
    jdi minho kayanya udah dksh tw sama hae nih ttg nasib klee yg ada ditangannya
    kasian minhonya ditelepati sama L T.T

    dan soyu knp kekeuh bgt ya mau bunuh hara
    har gokil ah, nyawa terancam ttp aja sok cool malah ngejek si soyu pula. berani bgt sih
    soyu phobia pistol? pantes nyalinya lgsg ciut hahaha
    appanya hara beneran meninggal karna donghae??
    smga salah paham deh, ntar hara jdi benci dong sama hae
    btw itu pesan terakhirnya hara yg pengen hae perjaka selamanya salah tuh hae udah ga perjaka lagi *senyum2* hahaha

    lanjutan jgn kelamaan ya fa
    semakin penasaran sama nasibnya klee

    1. eh eh iya sih momentnya di kamar tapi kan gak ngapa2 in *pasang muka sepolos mungkin* alhamdulillah deh kalo ngerti, kirain kak mikirin bola terus /plak!

      iyatuh namanya juga Hara, gokil deh hidupnya dia. mau mati aja ngledek dulu -,- hehehe silahkan buka prolog~ Donghae beneran jadi killer gak disitu :p

      eh? iya donghae emang gak perjaka. wah ternyata selama ini dirimu penyebabnya kak? *asah gergaji mesin*
      thankssssssssss

  9. Sorry y gak komen di part kemaren, soalnya kmren ni msh ujian n ksempatan buat baca baru skrg….

    kasian minho ditelepaty ma L….
    Hahahaha, soyu fobia pistol, pdahal cuma pistol air n hara berani banget bisa melawan telepaty.a soyu
    penasaran gmn nasib krystal nnti, lnjutannya jgn lama2 y chingu….

  10. errrr … really hate si TBC. mengganggu ajah deh itu, hahahaha. aigooo …. ini ceritanya makin bagus ajaahh, jd penasaran sama apa yang bakal minho lakuin buat krystal … hahhaa, sumpah si soyu geblek bgt yaakk … dia suka bilang klo manusia itu bodoh ternyata dia lebih bodoh drpd manusia, aigoo gmn mungkin dia gag tau kalo itu cuma pistol maenan … hahhaha … paboya.

    okee, slamat melanjutkannn … smoga endingnya membahagiakan. semangatttt, bener bener ditunggu yaaa …

    1. TBC= tubercolosis #pelawakgagal.
      huayooow penasaran kan minho mau ngapain klee? mau ngapain hayo? *smirk*
      aish, iya tuh soyu unnie ku jeongmal paboya! ~
      sipsip makasih

  11. Eh kembaran alay. Axis bener-bener dendam kesumat sama elo. Dari tadi pagi pas lo kirim sms gue udah buka wp lo tp error connection trss padahal gue buka wp yang lain lancarrr. Akhirnya setelah penasaran sampe nggak makan(?) browser gue berhasil memperdaya axis dan tadaaaaa~ terbalas penasarannya HAHA. /sesi curhat selesai/

    Ini saking terbawa cerita gue jd ngerasa baru aja baca udah tbc aja yaduuu makin penasaran sama part selanjutnya. Btw itu Minho jadi mahasiswa di kampusnya Klee juga? Myungsoo juga? Duh kampusnya klee banjir cogan euyyy pindah kesana juga ah /padahal baru masuk sma-__-/ duileee ampe bikin bagan yee. Eh gue tau nanti akhirnya minho sm krystal trs myungsoo sama adist=P cue gausah sok pinter deh ah ikan mana punya otak. Nih awas aja ya sampe endingnya nggak happy gue telepati elu kak. Part sebelas ngebuuuttt!!! Ditunggu selalu

    1. heyhooo twinalay *maksa* gue juga jadi heran sama axis deh, kayaknya dia sensi banget sama wp gue -.- aih, untung im3 cinta gue (?)

      iya coy coba donghae ikut masuk itu kampus waah udah deh pada pusing mahasiswinya liatin orang ganteng *O*
      HAHAHA lawak nih, ikan emang gak punya otak. tapi dia punya cinta buat gue *gagal deh gombalnya* dan stopstop myungsoo perfectly mine! /tendang adis
      uweh makasssi

  12. Y ampun L mkn sds ja,untung minho bs nhan telepati dr L

    Hahaha hara mang jenius,mpe kpikiran bw pistol air bwt nkt2in soyu

  13. Ish.. Hae daebak! Udah ditendang masih ga bangun.. Ato pura2 ga bangun…??
    Soyu phobia pistol?? Aigoo.. Hahaha..
    Lanjutkan.. Lanjutkan..
    Mianhae komenku pendek..

  14. Akhirnya keluar jg lnjtn’ny,,aq udah nunggu2 loh eonni:-)

    awal bca sempet gak mudeng sm percakapan’ny Hae-Ra,,tp pas dibaca lg dgn cermat akhrny aq ngerti jga!hehehe,,,

    aisshhh itu si soyu gk ada capek2nya apa gangguin dn ng’jhtn hara mulu???
    Sempet ngakak pas bca soyu phobia sm pistol,!ckck orng jht trnyta bsa tkt jg sm pistol:-)

    ditunggu secepatny eonni kelanjutn’ny dn bkn moment Hae-Ra lbh bnyk lg ya?hehe

    1. alhamdulilah deh ngerti percakapan hae-ra huuuft ~
      wkwkw orang jahat pasti punya kelemahan juga kan mereka tetap manusia XD. siipdeh hae-ra part depan bakal dramatis abisss. thnks ya !

  15. Minho berani banget-tapi sosweet- pengen ngelindungin krystal :3

    Donghae hara kapan bersatunya sihhhhhh?
    Wah author hebat ya mikirin demonnya,daebak!lanjutannya jgn lama2 ya

  16. Ifaa aku telaat baca T.T
    haera benar2 cerdas deh, tpii tetep aja gag tega kalo minho di telepatty si L (dua duanya bias gw jdi bingung mw pro yg mana) kekekekke
    si sully kemana if ?

    OMMO# berarti donghae yg bunuh appa nya hara ? ANDWAE !!
    Ah makin kompleks ni, jadi makin penasaran >_<
    ifaa, I'll wait next part

    1. gwenchana~
      hayo pilih minho apa L, aku aja pusing orang cast cowo disini biasku semua *O*
      sulli lagi disembunyiin, ntar jg dia nongol lagi :p
      hehe thnkss

  17. lagi lagi bingung mau ngomong apa *ngek
    jadi aku cuma bisa bilang daebak ifaaa 🙂 dan sesuai yang kamu saranin aku bialng authornya cantik dehh 😀
    okelah next part jangan kelamaan yaa~

  18. Aku baru baca dan komen di ffindo pas chapter 8..
    Ternyata di post disini juga dan udah sampe chapter 10, argh stupid me!
    Kasian Soyu, dia gak disukain siapa-siapa bahkan gak nyukain siapapun 😥
    Complicated! Parah!
    Kepalaku keliyengan baca dialog Hae-Hara, dan ajaibnya tumben aku bisa ngerti 😀
    Ditunggu banget part selanjutnya fa
    Semoga gak ada pertarungan saudara apalagi kalo hara marah sama hae, aku sedih bacanya ._.
    Dan untuk Minho…selamat berjuang nak!

    1. iya kalo di ffi lebih lambat publishnya 😀
      WAH tumben ada yg kasian sama soyu, kasian biasanya dia dicaci maki readers *puk puk*
      hahaha tapi haera ntar bakal….err…..eng…..gitu deh pokoknya (?) tungguin aja part 11 /plak
      makasiih ya

  19. WHOA!!
    telat gge….. telat gge…..
    pdhal udh hmpir tiap hre aq bolak-balik ne wp,,
    pie blom publish2 jg,,
    eeeeeeeeeeehhhh,, bru d tngglin bbrapa hri,,
    udh publish dluan,,
    nasib…. nasib…..

    woah haera couple mank cerdas deh,,
    gg da dua’a,,
    hihihih
    tuh hae kyk’a mank sngja deh pura2 tdur,, biar bsa tdur brenk ma hara gtu,,
    dasar ikan mesum,,,
    hehehe,,
    ^-^ peace kk

    pzti skit bgeud yea bang mnho,,
    iiiiihhh tu L krang ajr bgeud,,
    d dpan mta klee gge,,
    ksian mu bang,,
    Cnta mank btuh pngrbnan,,
    yang sbar jha ya,,
    ntar jg hdup bhgia ma klee,,
    tnggu ajha,,
    tkdir mu udh d tntuin kk ifa,,
    hehehe

    hara keren bgeud pas ngadepin tu soyu,,
    pke bwa2 pstol mainan sgla gge,,
    hahahahaa,,
    tuh soyu bloon jg yea t’nyta,,
    mngkien krna phobia kali yea,,
    udh gmeter dluan pas liat pstol yank d kluarin hara,,
    mpe gg tau lw tu pstol mainan,,
    isss iss iss

    eeeeeeeehhh q blom bca prolog’a,,
    q bca dlu ah,,
    bneran gg yea hae bnuh appa’a hara ???
    mdah2’an gg deh,,
    #berdoabrengsiwon

    ok!!
    next part’a jgn lma2 ea kk,,
    ntar bsa lmutan nnggu’a,,
    keep writing!!
    ^^

    1. hahaha soyu cantik2 tapi dikatain bloon kasian banget deh unnie ku #prayforsoyu XD
      ayo dibaca prolognya duluuu saeng, ada kata kuncinya kok disitu XD hehe
      makasiih yaaa ^^

  20. .akhir.a part 10 keluar juga,, yeyey!! 😀
    .daebak!!
    .lanjut eon…. jangan lama lama ya?? ^.^

  21. Mian baru bisa baca dan komen fa aku lagi sibuk banget baru selesai UAS langsung sibuk latihan buat lomba ekskul dann itu menyita tenaga+waktu *curcol*
    huahhhhhh ituituitu si TBC datengnya lagi gak tepat… Kan lagi penasaran malah nongol dia

  22. kyaaa suka banget sama hara disini ! dan seperti yg aku kira, kalo pistol yg dibawa hara itu bukan pistol beneran haha
    next part jangan lama2 ya author 😀

  23. Percakapan hae sama hara itu keren!!! Chingu keren bgt mendeskripsi kan nya , berasa detektif! Hahahaha

    dan hara, aku suka sifat dia. Ternyata dia jg pinter lawak ya, mungkin kalo aku yg diposisi dia aku udah mati terkapar. Tapi dia bener2 bukan gadis lemah, hebat!!

    Itu krys enak bgt duduk diantara 2 namja tampan -..-
    buat L, walaupun dia disini keliatan sadis tapi menurut ku itu sosok cool nya hahaha makin suka aku!!!

    Donghaeeeeee di part-part sebelum nya pasti greget! Dia itu kemana…..kalo hae gk ada pasti hara lg dalam bahaya ckck

    next part 11 ditunggu chingu, keep hwaiting!! ^^

    1. hahaaha iyatuh hara pelawak gagal ya kaya gitu *ngek ngok*
      weissss banyak banget yg kepincut sama L ya haha aku jugaloh aku jugaa’
      sipsip part 11 udah ada kok silahkan dibaca yaaa 😀
      mkshh

  24. mau ngomong apa lagi yak… kayaknya ceritanya makin kompleks eonni…!!!
    jadi ngiri sama krystal… kira-kira bisa tukeran gak ya aku sma dy direbutin dua cowo kece *ngarep tingkat tinggi* …

    daripada bnyak ngayal mending nunggun next partnya… 🙂

  25. udah chap. 10 ya ternyata? ._.
    Eh, keren eon! Keren banget! Percakapannya HaeRa di awal sy ngerti kok!
    Tp sy lupa sama ayahnya Hara kenapa ya ._.a /pikun kumat/
    lanjut eon!

  26. Jeniussss.. Gila. Konfliknya itu runyam amat .-.
    Keren .. Aku paling kagum sama author beginian
    I hope we’ll be friend.. Sangat berharap 😀
    Dan .. Aku juga paling resah kalo baca FF author beginian
    Karna aku gatau harus komen apa
    Soalnya uda perfect
    Soyu takut pistol ? Wew
    Ditipu ama pistol mainan xD
    Aku salut ama Hara. Dia itu kuat banget
    Bisa nahan rasa sakit itu + pura-pura santai.
    Ajigile
    Pusing mikirin demon? O.o
    Abisnya kakak jenius banget
    Kak Ifa daebak!
    Great FF!
    See you~ *mian kalo nanti komennya pendek*

    1. weeh gak kok aku ga jenius, nile rapot kimia aja 75 /apahubungannya
      sure we can be as friend 😀 aku ramah kok~
      hahaha komen aja “donghae ganteng” gitu juga gakpapa kok -..- makasih yaa, btw siapa nama kamu nih biar enak manggilnya 🙂

  27. scene Hara-Soyu kejar kejaran pke mobil bener2 kereeeeeen,.,
    hehehehee trnyata Soyu phobia dengan pistol, Hara Daebak bsa ngatasin Soyu sndirian two thumbs bwat Hara.,

  28. Jujur aja part ini kurang memuaskan karena scene Hae-ra dikit dan bukan berkisar tentang hubungan mereka *kekeke* tapi bagian terburuknya adalah waktu baca ‘TBC’ -,-
    part selanjutnya jangan lama lama ya eon 😀

  29. aku mau komen apa ya? bingung, pokonya seru deh di part ini. apalagi bagian Hae-ra diskusi. aku kasian sama Minho T,,T
    lanjut baca deh 😀

  30. neujeoseo jwesonghamnida~!
    Hoaaa. . . Bener-bener suka sama sosok Hara disini!! ‘perjaka seumur hidup’ astaga. . XP

    belum terlalu ngerti sama penjelasan donghae-hara diatas, 😦
    Sebaiknya mesti baca next part 🙂

  31. author~ aku bacaanya disini dan tanggal 6, bukan 5 hahahaha
    percakapan Hae-Ra aku ngerti kok intinya,, butuh baca pelan-pelan.. bener-bener percakapan tinggi itu hahaha

    kayanya ada sidiikiiiittt typo, sedikitt bangett… sama sekali ga ngaruh
    jalan ceritanya makin lama makin DAEBAKK..makin rumit, makinn seruu
    AUTHOR JJANG!!!!
    BEST deh, Minho kerenn bangett disinii.. Hara-nya juga kerenn.. mereka bisa nahan ‘telepathy’ dengan ekspresi biasa..
    padahal Myungsoo-soyu selalu bilang ‘manusia bodoh’ but, fact Minho dan Hara sangat pintar mengendalikan dirinya dan berpikir jauh hanya dengan ‘sedikit clue’..

    DABAKK DAEBAKK
    aku langsung ke part 11 eon
    Keep Writing^^

  32. nahkan klo dipikirin brg2 paling ngga ada perubahan pemikiran…
    Klo sendiri pasti susah kan…
    Donghae donghae…

    Oke hara good job bgt lah! Paling ngga bkin soyu takut wkwkwkwk

    Skrg tinggal masalah minho-krystal nih… Ampun dah si L minta dimakan…

  33. oen ffmu ini memasang karakter yang bertolak belakang dengan pendapat dari leeteuk dan ryeowook bahwa member terbodoh adalah hae, kekeke oh demon, kau? *abaikan* satu kata, DAEBAK!!

  34. daebak.. daebak..
    setelah apa yg di omongin donghae sama hara aku jadi makin ngerti sama maksudnya.
    tapi aku penasaran waktu minho sama donghae ketemuan pagi2 itu mrka ngomongin apa, soalnya kok tiba2 si minho lgsg nyamperin klee ke kampus. itu karna suruhannya donghae apa karna sms yg dibaca minho waktu itu??!
    minhonya kasian pas di telepati sama myungsoo-___-
    lanjut next part thor.. thanks^^

  35. bingung juga trnyata Hae pinter juga *plakkk*
    aku belum baca prolognya nihhh, jadi gak tau.
    entah kenapa ak CINTA MYUNGSOO !! dia keren bnget fa. ajigile kerennya,
    tpi minho kasian juga yaa??
    tuhhh kampus klo isinya semua orang” gnteng, aku mau dong dftar ke kampusnya?? hahahaha XD

  36. Aduh thor. Ak mlah lupa komen -_- ya udah ya, di sini jg ga papa kan?
    Intinya ff kmu itu keren. Gak tau tau mau ngomong ap lg

  37. jdi yg bsa ngebebasin kle dri sanksi itu ya dri minho (si pengecualian) dn L (si pembuat tanda tak trlihat) 🙂 ok , tetep gak bsa nebak ending.na . Next–>

  38. Hara sama donghae berasa kaya detektif ya. Hara keren banget juga bisa ngelawan soyu.
    Minho udah kena telepati myungsoo nih. Makin penasaran sama mereka.

  39. ya ampun Hara ini seneng bgt memancing emosi Soyu…ck
    ternyata Soyu pobia pistol??wkwk..good job Hara
    benarkah yg dikatakan Soyu tentang ayah Hara??

  40. Serius itu Soyu phobia sama pistol? Kocak sekali dia~ lel.
    Iya, kayaknya memang harus baca prolognya lagi /menuju TKP/

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s