THE WEDDING DRESS [RE-MAKE VERSION]

 

  • Lee Donghae, An artist. super junior’s member
  • Cho Hara (Original Character)
  • Nana After School sebagai malaikat baik yang bertugas untuk mengatur hidup dan mati Hara, tapi Nana sepertinya lebih tertarik dengan kisah cinta Hara dan donghae xD

Genre   : fantasy, romance, fluff, angst

 “ini sebenernya stock ff lama looh, tapi lupa mau dipublish ._____. okeee seperti yg saya bilang sebelumnya, ini versi re-make nya.. lebih panjang dan…angst? angst ato ngga hayooo gatau deh baca aja sendiri xp. jangan lupa komeen”


If i have some times to keep this love for you, i’ll use it as good as possible. If its  not, i will find it soon! Whatever the way is.

-The wedding dress-

Lee donghae. Mustahil jika kau tidak mengenal nama itu. Lee donghae member dari salah satu boyband paling popular dengan tingkat eksistensi yang tinggi yaitu Super Junior. Kaya, tampan, berbakat, disukai banyak orang, mungkin itulah yang kalian pikirkan tentangku bukan?

Segalanya tentangku terdengar terlampau sempurna dan minim kekurangan. Bukankah itu yang kalian pikirkan?

Hidupku sempurna.aish, coret kalimat itu! Aku tidak merasakan sempurna di kehidupanku bahkan aku merasa jengah dengan semuanya, dengan kehidupanku yang disibukkan oleh berbagai hal yang membuat waktuku terasa sangat sempit.

Apakah kalian pikir hidupku hanya akan kuhabiskan untuk dunia entertainmentku saja?

Dimana dunia pribadiku?

aku juga ingin merasakan menikamti dunia pribadiku sendiri, berpacaran lalu menikah dan punya anak.

Mungkin aku memang terlahir menjadi anak yang beruntung atau mungkin Tuhan terlalu baik padaku? Sehingga dia mengabulkan apa yang aku minta, yang aku angankan.

Aku tidak perlu mengeluh lagi atas semua kekangan dunia entertainment yang aku rasa membebaniku. Sejak gadis itu datang.

**

“donghae, bisa temui aku nanti malam?” tanya gadis itu diseberang telepon. Aku mengambil secangkir moccachino kemudian menyesapnya sedikit.

“emm, itu.. aku ada jadwal nanti malam. Bagaimana?” aku letakkan moccachino tersebut kembali diatas meja kemudian gelisah menunggu jawaban dari seberang telepon.

“oh, yasudah. Selamat bekerja” hanya kalimat itu yang dia ucapkan, mendengar dari nada bicaranya yang sudah berbeda seperti ini pasti dia marah. Sudah pasti.

“hey, kau tidak a-“

Tut tut.

Sambungan telepon dimatikan.

“aish!”

Sebenarnya sama saja, kalaupun tuhan telah memberikanku gadis itu tapi jika kami sulit bertemu bukankah itu sama saja dengan kehidupaku yang sebelumnya?

Aku tahu dia pasti marah, kesal karena aku selalu seperti itu. Mengutamakan pekerjaanku diatas segalanya, bahkan diatas kekasihku sendiri.

Sebenarnya aku tidak begitu peduli dengan pekerjaan, aku melakukan ini semata – mata untuk super junior dan ELF[1]. Maaf, super junior dan ELF memang lebih penting dibandingkan dengan apapun. Baiklah, mungkin aku bisa menemuinya besok dengan memberinya sedikit kejutan seperti membawakannya satu buket mawar? Ide bagus

“hyung, besok siang schedule kita kosong kan?”

Manager hyung yang sedang mengunyah makanannya itu mengambil minum dan menoleh ke arahku “siapa bilang? Besok kita masih ada recording.”

Aku mengacak rambutku dengan gusar, haaah jadi besok aku juga tidak bisa menemuinya? Aish, jinjja![2]

**

Cho Hara’s POV

Dengan penuh harap aku memandang seseorang dihadapanku. sebentar, seseorang? Tidak…. dia bukanlah manusia jadi aku tidak bisa menyebutnya seseorang bukan? Dia menyebut dirinya sendiri malaikat tapi ia lebih mirip barbie atau bidadari malah. Baiklah, malaikat –yang menyerupai barbie- ini sedang berdiri dihadapanku dengan kedua sayap putihnya yang tergerai sempurna.

Ia sedang sibuk mengamati kuku di jarinya yang begitu lentik.

“jadi, bagaimana Hara? Apakah kekasihmu itu bisa menemuimu nanti malam?” tanyanya menatapku dengan mata indahnya. Astaga kenapa bisa ia secantik ini?

“tidak. Ia sibuk.”

Nana –nama malaikat cantik ini- melongo kecil lalu mengibaskan rambutnya, ia sedikit menunduk untuk menatapku lekat – lekat. “tidak bisakah dia menemui sebentar saja hanyaa untuk mengatakan bahwa dia mencintaimu dan mau untuk menikahimu. Hanya itu, setelah itu kau bisa menunda kematianmu sayang…”

Aku menggigit bibir bawahku lalu memutar bola mataku “kau tahu tidak dia itu salah satu member dari super junior, tidak bisa dipungkiri bahwa hidupnya pasti akan sangat sibuk dan dia tidak punya waktu meski hanya untuk menemuiku dan mengatakan hal itu.”

“super junior? Apakah itu semacam taman bermain anak – anak?” tanyanya polos.

Aku tertawa mendengarnya, apakah didunia nya tidak ada televisi ataupun internet? Bahkan super junior pun Nana tidak tahu!

“super junior itu boyband yang terkenal bahkan sampai tingkat dunia. Kalau kau mau tahu sih.”

“aku tidak mengerti”

“yasudahlah! Intinya donghae itu seorang artis dan kau tahu kan bagaimana kehidupan seorang artis?”

Nana duduk disebelahku dan mengangguk “baiklah, intinya kekasihmu itu sibuk. Kenapa kau mau berpacaran dengannya hah? Jelas – jelas ia tidak punya waktu untuk bertemu denganmu!”

“kau tidak tahu bagaimana cinta itu ya? Aku mau menjadi kekasihnya karena aku mencintainya.”

“cinta? Aku tidak tahu seperti apa cinta itu. Mungkin kau bisa menunjukkannya padaku?” tanya Nana dengan sorot mata penuh harap. Oke, aku bisa mengatakan kalau Nana memang sangat cantik tapi….dia cukup bodoh juga ya? bahkan tidak tahu apa itu cinta. Atau memang selama hidupnya ia terus meneror orang-orang dengan kematian? Hahaha.

“kau akan melihatnya jika melihatku sedang bersama donghae nanti”

“arasseo[3]. Ngomong – ngomong, waktumu hanya tiga hari. Jika dalam waktu tiga hari ini donghae tidak menemuimu dan mengatakan cintanya maka kau harus pergi, meninggalkan semua dunia manusiamu.”

Aku menelan ludahku dengan susah payah, aku baru bertemu dengan Nana kemarin. Kemarin tiba – tiba saja ia masuk ke kamarku saat aku sedang berkutat dengan kertas serta pensil mendesain pakaian. Ah ya, aku ini seorang desainer. Saat itu aku kaget, aku kira dia model yang tersesat! tapi ternyata ia cantik sekali dan menurutku mustahil kalau dia itu manusia! Dan ternyata dia memang bukan manusia, Nana memperkenalkan dirinya lalu mengatakan secara langsung bahwa aku akan meninggal tiga hari lagi. Itu gila. Aku bahkan pingsan saat dia mengatakan itu lalu saat aku bangun Nana sudah dipinggir ranjangku dengan sepasang sayap putihnya yang indah.aku mengerjapkan mataku berkali – kali mengira bahwa ini mimpi. Tapi lama kelamaan aku percaya bahwa Nana memang makhluk fantasy, -dia sih mengaku sebagai malaikat yang mengatur nyawaku-

Perkataannya memang benar, aku meninggal tiga hari lagi. Tapi ada syarat agar aku bisa menunda kematianku untuk berpuluh – puluh tahun kedepan. Syaratnya yaitu kekasihku –donghae- harus menemuiku dan mengatakan bahwa dia mencintaiku dan mau menikahiku. Tapi aku tidak boleh memberitahu donghae bahwa kematianku bisa terjadi tiga hari lagi.

Syarat yang aneh menurutku, tapi toh entah bagaimanapun aku tidak mau mati secepat itu!

Donghae yang memang terkenal sebagai gombalisme sejati itu sih sering mengucapkan saranghae[4] padaku, tapi masalahnya dia sulit untuk bertemu denganku! Mengingat bahwa kesibukan super junior memang tidak mengenal batas.

Lalu bagaimana denganku? Hidup dan matiku ada ditangan donghae sekarang!

“baiklah selamat tinggal, aku akan menemuimu lagi besok!” ucap Nana lalu ia mengepakan sayapnya satu kali setelah itu hilang.

Masih ada waktu dua hari.

**

Donghae’s pov

One new message from Hara

Kau harus menemuiku! Tidak  ada alasan untuk menolak.

aku mengehela nafasku berat, haaah bagaimana aku bisa menemuinya? Dari pagi hingga malam aku padat jadwal. Kemarin manager hyung bilang sendiri padaku.

To Hara

Aku tidak bisa, jadwalku padat hari ini sayang…

From Hara

Aku bilang tidak ada alasan untuk menolak. Jadi kau harus menemuiku hari ini!

Aku mengacak rambutku gusar, lalu menoleh ke arah leeteuk hyung yang sedang berkutat dengan ipadnya.

“hyung, bolehkah aku izin hari ini?”

Leeteuk hyung menoleh ke arahku lalu mengerutkan keningnya “hari ini jadwal sangat padat donghae-ah. Kenapa memangnya? Kau mau menemui Hara? dua hari lagi kita ada waktu kosong, kau bisa menemuinya dan menemaninya seharian penuh tapi untuk hari ini tidak bisa”

“hyung… jebal[5]….”

“tidak bisa, donghae!”

Beep beep

Smarthphone ku bergetar diatas tanganku, menandakan ada panggilan dan…

‘Hara calling’

Aish, dengan terpaksa aku menekan reject lalu menon-aktifkan smartphoneku setelah itu. Kali ini aku merasa sangat bersalah, lusa aku akan mennemuimu Hara-ah. Bersabarlah sampai hari itu.

**

Author’s pov.

Jam menunjukan pukul satu pagi lewat tiga puluh menit. Donghae masih mondar – mandir diruang tamu dorm, mengkhawatirkan Hara. Donghae yakin pasti Hara sangat kesal padanya, donghae benar – benar tidak ada waktu tadi bahkan ia baru saja selesai jadwal pukul 12 malam tadi.

Apalagi ia harus pergi ke berbagai negara untuk promosi Skip beat  bersama dengan Siwon. mau istirahatpun rasanya tidak ada waktu, apalagi untuk menemui Hara.

Setelah cukup lama mondar – mandir di ruang tamu dorm dengan menggenggam kunci porsche[6]nya , donghae memutuskan untuk menemui Hara. Tidak peduli bahwa waktu sudah menunjukkan dini hari, ia sungguh hanya ingin bertemu dengan Hara. Meminta maaf.

Donghae mengendap-endap keluar dari dorm. Semua member memang sudah tertidur pulas kecuali Kyuhyun yang masih sibuk dengan laptopnya dikamar. Tapi toh Kyuhyun tidak akan mengetahui kalau Donghae kabur dari dorm di dini hari seperti ini, bocah itu…benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan keadaan sekitarnya jika sedang bermain game.

Tak butuh waktu lama donghae sampai ke apartemen Hara, jalanan sudah sangat sepi dan donghae bisa mengemudikan mobilnya secepat yang ia mau.

Donghae memasukkan password apartemen Hara yang sudah ia hapal diluar kepala lalu masuk kedalam, ruangannya masih terang. Hara memang tidak menyukai gelap sehingga ia selalu memboroskan listriknya hanya untuk menyalakan lampu setiap saat.

Saat donghae masuk ke kamar Hara yang dilihatnya gadis itu malah sudah tertidur pulas, jelas saja! Ini pukul 2 pagi memangnya apa yang akan Hara lakukan selain tidur?

Donghae duduk dipinggir ranjang Hara lalu mengelus rambut panjang-hitamnya, ia tidak tega membangunkan Hara yang bahkan kini mirip putri tidur karena terlalu terlelap dengan dunia mimpinya

Cho Hara hanya tinggal sendiri di apartemennya, kedua orang tuanya tinggal di Gangnam dan dia terpaksa pindah ke Seoul sendirian karena tuntutan pekerjaannya sebagai seorang desainer. Mungkin satu-satunya orang yang bisa ia andalkan di Seoul hanyalah aku, kekasihnya. Tapi bahkan untuk bertemu dengannya saja sulit sekali.

Dia pasti kecewa denganku, itu pasti.

“Mianhae. Aku hanya bisa menjadi seseorang yang selalu membuatmu marah kan? Aku bahkan mengatakan kepada seluruh fansku kalau aku masih single, tidak mengakuimu dihadapan mereka. Kalau aku menjadi kau, Hara, aku tidak tahu seberapa sakitnya perasaanmu.”

Aku menepuk kepala Hara sepelan mungkin agar ia tidak terbangun.

“terimakasih untuk mencintai Lee Donghae yang hanya bisa membuatmu menangis ini…”

**

Nana’s pov.

Aku masih mengamati benda – benda yang ada dikamar Hara, malam ini aku menginap di apartemen Hara dan aku tidak tidur. Seorang malaikat sepertiku tidak perlu tidur, hahaha.

Tiba – tiba seseorang masuk ke kamar Hara membuatku kaget, aku kira dia pencuri atau semacamnya lalu beberapa menit setelah itu aku baru menyadari kalau laki – laki itu lee donghae. Kenapa aku bisa tahu? Hara memajang foto donghae di mana – mana sehingga aku bisa cepat mengenali wajah donghae.

Donghae duduk dipinggir ranjang dan mengelus rambut Hara, tatapan matanya itu…err… entah tapi sebelumnya tidak ada yang menatap Hara dengan begitu dalam seperti lee donghae ini.

Jadi inikah yang Hara sebut cinta?

Donghae tersenyum sangat manis saat Hara membenamkan kepalanya dibantalnya, Hara memang selalu tidur seperti itu. Aku semakin tertarik dengan apa yang akan donghae lakukan setelah ini, akupun berdiri disebelah donghae lalu melihatnya dari dekat. Donghae tidak bisa merasakan kehadiranku apalagi melihatku! Aku hanya bisa dilihat oleh Hara.

“cho Hara, mianhamnida.[7]” ucap lee donghae dengan sangat pelan dan lembut.

Astaga, sekarang aku tahu kenapa Hara begitu menyukainya… lee donghae yang sangat tampan dan romantis seperti ini.

Dia mengucapkan banyak kata-kata pada Hara, permintaan maaf dan yang lain-lain. Dia juga mengumbar-umbar tentang kesibukannya, padahal jelas-jelas Hara sedang tertidur pulas. Lee Donghae ini bodoh atau bagaimana?

Oke, melihat Donghae yang memperlakukan Hara dengan begitu romantis siapa sih yang tidak terharu melihatnya?

Kalau aku manusia, pasti saat ini aku sudah menangis meraung-raung karena iri. Tapi sayang aku ini mahkluk fantasy yang bahkan tidak pernah merasakan jatuh cinta. Jadi mau seromantis apapun Donghae terhadap Hara saat ini, aku biasa saja.

“Saranghae.”

Aku tersenyum senang saat donghae mengucapkannya, ayo donghae! Kau hanya kurang mengatakan satu kata lagi! Aku yakin dari tatapanmu pada Hara bahwa kau pasti bersedia untuk menikahi Hara

Donghae membetulkan letak selimut Hara lalu bangkit, dia kemudian pergi.

Aigoo[8]! Kurang satu kalimat lagi donghae!!!!

**

Hara’s pov

“jadi tadi malam donghae menemuiku?!!!” seruku histeris.

Nana mengangguk semangat “kau tahu? Dia romantis sekali! Donghae mengelus rambutmu dan menatapmu dalam lalu-“

“apakah dia mengatkan bahwa dia mencintaiku?” potongku.

“tentu saja da-“

“AAAAA AKU HIDUP! AKU TIDAK AKAN MATI BESOK!!”

Nana menepukkan tangannya sekali didepan wajahku, “tunggu dulu! Dia belum mengatakan bersedia untuk menikahimu! Jadi kau… masih bisa dipastikan meninggal besok” ucapnya enteng.

Yak? Apa-apaan ini? Nana kau benar-benar……

“tapi kan….haaaah” aku menggelengkan kepalaku frustasi, aigoo kenapa bisa seperti ini sih?

“Nana.. aku mohon” rengekku sambil menarik – narik gaun putihnya

“tidak bisa, Haraku sayang..” nana  menggeleng lalu mengusap – usap rambutku. Aku hanya mendesah kesal, hanya tinggal satu kalimat. Kenapa begitu susah sih?!

“coba kau minta untuk menemuinya sekarang!”

**

Ini sudah tissu ke lima yang aku lemparkan ke sisi ranjang, donghae bilang ia bisa menemuiku lusa dan tidak bisa menemuiku sekarang. Seperti biasa, dia menon-aktifkan handphonenya setelah itu. Aku benar – benar  tidak bisa menghubunginya sekarang.

Apa aku pergi ke dormnya saja?  Itu tidak mungkin karena sekarang donghae ada di China, masa iya aku harus menyusulnya ke China?

Aku kali ini menangis lebih keras, aku? Mati? BESOK?

Ini gila.

Sungguh gila!

“oh, Hara…” Nana mengelus – elus punggungku berusaha menenangkanku, tapi percuma. Bagaimana bisa aku tenang sekarang?

Aku masih sangat muda untuk meninggal besok, aku masih punya banyak mimpi dan angan – angan yang belum sempat aku wujudkan. Aku belum merasakan menikah dan punya anak.

“tidak adakah jalan lain untuk menunda kematianku selain lee donghae?”

Nana menatapku sayu lalu menggeleng, kemudian dia menitikkan air matanya saat aku menutup wajahku dengan tanganku menangis lagi.

“aku bodoh, aku tidak bisa melakukan apapun untuk membantumu sekarang..” keluh Nana.

Donghae… bisakah kau datang sekarang? Mengatakan bahwa kau bersedia menikah denganku lalu membutku hidup jauh lebih lama lagi, setidaknya aku juga hidup untuk menikah dan menghabiskan waktu denganmu…

Tidak ada yang bisa aku lakukan selain menunggu kematianku sendiri besok.

**

THE DAY

Jalanan Seoul begitu ramai hari ini, aku dan member – member super junior sedang ada didalam van yang membawa kami ke dorm. Kami baru saja pulang dari China, member yang lainnya tertidur pulas selama perjalanan. Jelas saja karena beberapa hari ini kami memang tidak ada waktu untuk istirahat, tidak dipungkiri kalau kami semua memang sangat kelelahan.

Sedangkan aku masih terjaga, tidak tidur dari awal perjalanan. Aku memikirkan Hara, baiklah besok aku akan menemuinya dan menghabiskan satu hari penuh dengannya untuk menebus kesalahanku karena mengabaikannya akhir – akhir ini,

neomu yeppeo![9]

Teriakkan heechul hyung membuatku menoleh ke arahnya, ternyata dia juga tidak tidur?

“ada apa hyung?”

“kau lihat gaun pengantin di toko itu hae, cantik sekali. Pasti akan lebih cantik jika aku yang memakainya!” ucap Heechul hyung semangat.

Akupun menoleh ke arah toko yang ditunjukkan  oleh heechul hyung, sebuah gaun pengantin yang sangat cantik terlihat dari dalam van kami. Dinding toko itu dari kaca sehingga gaun pengantin itu bisa terlihat dari dalam van.

Aku menatap takjub gaun itu, membayangkan pasti akan sangat cantik jika Hara yang memakainya.

Dan akan lebih sempurna lagi kalau aku memakai tuxedo dan berdiri disebelahnya.

“tolong berhenti sebentar! Aku mau membeli gaun itu!”

Hara’s pov.

Hari ke-3.

Aku mati hari ini?

Tapi ini sudah menunjukkan pukul sebelas pagi, aku masih bernafas. Jantungku mash berdetak dan aku masih hidup. Lalu kapan aku akan meninggal?

Apakah tuhan kasihan padaku dan memutuskan untuk memberiku umur lebih lama?

Mungkin saja.

Mungkin Nana hanyalah sebuah lelucon atau dia hanya hidup di khayalanku saja? Lagipula jika dia malaikat kematian seharusnya wajahnya tidak seramah dan secantik itu kan?

“Nana….” panggilku pada barbie satu itu, aish kemana dia? Aku terakhir melihatnya di kamarku dan dia sedang melihat-lihat kertas hasil desain yang aku buat. Akhir-akhir ini dia sedang tertarik dengan hal itu. yah, aku baru tahu kalau seseorang makhluk seperti dia bisa memiliki selera fashion juga ya?

Haha, entahlah.

“Nana?” panggilku lagi, ternyata dia ada di balkon apartemen, sedang berdiri disana. Diam dan tidak atraktif seperti biasanya. Aku berjalan mengahmpirinya dengan penasaran, lalu menepuk bahunya. “ada apa?”

Nana masih diam memandang kedepan, mengabaikan pertanyaanku.

Kemudian Nana menarik nafasnya dan menghembuskannya pelan, lalu ia memejamkan matanya.

Ada apa sih dengannya?

Tiba-tiba terdengan suara decitan ban mobil yang cukup keras, membuatku tersentak kaget saat itu juga. Aku langsung menoleh kearah bawah, dimana jalanan besar sedang cukup ramai saat ini.

Aku langsung menjerit tertahan dan melebarkan mataku begitu melihat sebuah mobil yang menabrak seorang gadis kecil yang sedang menyebrang jalan itu. “m..mwo?”

“ada kecelakaan dibawah! Aku harus menolong anak kecil itu…” seruku panik, tanganku menggenggam erat pagar pembatas balkon ini. Lalu tangan lembut Nana menyentuh lenganku, membuatku menoleh ke arahnya. “dia sudah mati, percuma kau menolongnya.”

“kenapa kau bicara seperti itu! bisa saja anak kecil itu hanya terluka saja kan? Dan—“

Aku melihat kebawah dimana jalanan sudah dipenuhi dengan orang-orang yang menatap iba anak malang itu, lalu seorang wanita paruh baya yang memeluk anak kecil itu dengan menangis keras. “bodoh, kenapa malah menangis bukannya membawanya kerumah sakit!” seruku kesal sendiri.

Nana mendesah kemudian tersenyum miris. “karena anak itu sudah meninggal.” Jawabnya pelan membuatku langsung menoleh lagi kearahnya, “kenapa kau bisa tahu?”

“hari ini ada dua orang yang meninggal di tempat yang sama. Dan…  gadis kecil itu mendahuluimu.”

“mwo?”

Nana menunduk dan menitikan air matanya.

Jadi aku benar-benar akan mati hari ini? Tolong katakan ini bercanda. Ini sungguh bercanda kan, ini benar-benar lelucon yang tidak lucu!

Demi Tuhan. Ini benar-benar…….

Aku akan mati dengan cara apa? Tertabrak mobil seperti anak kecil tadi? Begitu?

Dengan sedikit takut aku kembali menunduk melihat tempat terjadinya kecelakaan tadi, tempatnya masih dikerumuni banyak orang dan sudah diberi garis police line. Gadis kecil tadi juga sedang diangkut kedalam ambulance.

Aku bergidik ngeri melihat darah yang berceceran dijalan karena insiden tadi, lalu pikiranku melayang jauh membayangkan aku yang ada diposisi gadis kecil tadi. Membayangkan bahwa aku yang tertabrak dan…mati disitu.

Tenggorokanku tercekat, ingin berteriak saat ini tapi segalanya membuatku begitu shock saat ini. Bahkan untuk berteriak pun rasanya tidak mampu.

“jangan bertanya padaku dengan kejadian apa kau mati nanti, karena….karena aku juga tidak sanggup untuk mengatakannnya.” Ucap Nana, mengepakkan sayapnya satu kali lalu menghilang tepat saat tanganku hendak menyentuhnya.

“Nana……”

Aku bisa gila kalau seperti ini.

Tanpa sadar air mataku terus menetes sedari tadi, entah sejak kapan. Aku berjalan ke arah dapur untuk mengambil segelas air dingin, untuk sekedar menenangkan pikiranku saja.

Aku meneguk segelas air dari dalam kulkas kemudian meletakkan gelasnya diatas meja makan. Tapi mau meminum air dingin sebanyak apapun tetap saja aku gelisah, dan mau gila rasanya.

Bayangkan saja, aku mengetahui kapan kematianku sendiri dan itu akan terjadi hari ini! Entah di menit atau bahkan detik keberapa.

***

Donghae berlari menuju apartemen Hara, tadi ia kabur sehabis membeli gaun pengantin yang ia tujukan untuk Hara itu. ia sungguh ingin bertemu dengan Hara sekarang, sekarang juga dan tidak bisa ditawar lagi.

Tadi Donghae sempat berhenti sebentar saat melihat insiden kecelakaan didepan, namun ia langsung masuk ke gedung apartemen begitu melihat beberapa orang mulai menyadari kehadirannya meskipun Donghae sudah mengenakan topi untuk menutupi sebagian wajahnya.

Donghae langsung masuk saja kedalam apartemen Hara karena pintunya tidak ditutup.

“Hara?” Panggil Donghae dengan pelan, tapi tidak ada jawaban.  Tidak ada hara juga.  Donghae mengernyitkan dahinya bingung, jika pintunya dibuka seharusnya Hara ada didalam kan? Pikir Donghae.

Samar-samar Donghae bisa mendengar suara isakan tangis seseorang, Donghae membelalakkan matanya kaget, ia kenal benar itu suara milik Hara. Donghae mencari arah suara tersebut dan menemukan gadis itu sedang duduk di pintu yang mengarah di balkon, dengan sebuah bingkai foto yang digenggamnya.

Donghae hendak berjalan mendekatinya tapi langkahnya terhenti saat Hara menggumam.

“seumur hidupku, hanya ada satu pria yang benar-benar aku cintai sampai mati. Bahkan di detik – detik menjelang kematianku,  hanya dia satu-satunya yang aku pikirkan. Tidak ada hal yang lebih menarik lagi selain melihatnya tersenyum dan mengulurkan tangannya kearahku , meraihku kedalam pelukannya seakan tidak mau melepaskannya. Bahkan satu hal yang amat sangat aku sesali sekarang….”

Air mata Hara menetes.

“menikah. Bagaimanapun kau mengacuhkanku gara-gara pekerjaanmu, ataupun sesakit apapun perasaan yang aku tahan karena gosip-gosip di luar tentangmu dan banyak artis perempuan yang lebih daripada aku itu…aku bisa menahannya. Tapi sepertinya untuk menemuiku saja kau tidak mau?”

“kenapa Lee Donghae? Kenapa? Padahal aku menaruh banyak harapan padamu…”

Donghae melongo bingung, ia kasihan melihat Hara tapi bingung juga disaat yang bersamaan. Donghae hanya menunda pertemuan mereka tapi kenapa reaksi Hara terlalu berlebihan seperti ini? Entahlah.

Ia masih berdiri diam ditempat semula, tanpa hara sedari kalau Donghae masih memperhatikannya sedari tadi.

Hara menunduk dalam-dalam dan menangis lagi tanpa suara, ia memang selalu seperti itu jika menangis. Hanya bahunya saja yang bergetar dan dadanya terasa sesak.

Entah kapan kematian akan menjemputnya, hara tidak tahu. Dia hanya tinggal menunggunya saja, dan entah dengan cara apa juga Hara akan mati.

Ia butuh Donghae. Tempatnya menyandarkan kepalanya hanya dibahu Donghae, yang bisa menghentikan tangisannya hanya Donghae.

Tapi bahkan saat ini Hara sangsi kalau Donghae masih mengingatnya atau tidak. Disaat detik-detik terakhir kematiannya.

Kalaupun batas hidupnya sampai saat ini saja –seperti yang Nana katakan- Hara masih ingin menyangkal fakta itu, ia akan terus di apartemen melindungi dirinya, dan tidak mau pergi kemanapun. Ia menjaga dirinya sendiri seaman mungkin menghindari kemungkinan sekecil apapun untuk menghindari kematiannya.

Sungguh Demi tuhan, Hara tidak mau mati hari ini.

Sedangkan Donghae masih menatap hara penuh rasa bersalah, ia hendak melangkahkan kakinya untuk menghampiri Hara yang kini berdiri dibalkon dengan tangan memegang pagar balkon.

Donghae baru melangkahkan kakinya saat tiba-tiba terdengar bunyi decitan melengking dari pagar balkon tersebut, yang berlanjut pada pagar besi itu yang patah ke depan, membuat tubuh Hara tercondong kedepan dan…

“HARA!!!!”

Donghae membelalakan matanya kaget lalu berlari kearah Hara secepat mungkin, ia langsung mengulurkan tangannya menangkap tangan kanan Hara yang terulur keatas.

Donghae berjongkok ditepi balkon dengan satu lutut menumpu pada lantai, tangan kanannya terulur kebawah menarik tangan hara. “Do…Donghae?” Hara menatatp donghae sendu, tubuhnya sedikit bergoyang-goyang diketinggian lantai 11 gedung apartemen ini. Hanya tangan Donghae yang menumpunya saat ini.

Hara melirik kebawah kemudian memejamkan matanya, ia paling takut dengan ketinggian dan posisinya sekarang ini….bisa kalian bayangkan? Terombang-ambing di ketinggian sebelas lantai dengan sembilan puluh persen diudara dan hanya tangan Donghae dan tangannya saat ini yang menentukan hidup mati hara.

“hara…lihat aku. Kau akan baik-baik saja, genggam tanganku dengan erat. Aku akan menarikmu…errh…kea…tas…” urat-urat tangan Donghae terlihat jelas, karena ia menahan beban tubuh hara yang ada digenggamannya sekarang. Kaki Donghae sedikit meleset kedepan karena kehilangan keseimbangan.

Hara membuka matanya kemudian menatap Donghae, ia menatap wajahnya dari mulai mata Donghae, hidungnya dan bibirnya kemudian menjatuhkan air matanya.

kenapa Tuhan tega membuatku mati didepan orang yang aku cintai? Ucap hara dalam hati.

Mata Hara melebar saat tubuh Donghae ikut terdorong kedepan tapi dengan cepat Donghae menahannya dengan kakinya, menstabilkan posisinya.

“donghae…lepaskan aku…”

“mwo?”

“aku sudah ditakdirkan mati hari ini…”

“apa maksudmu hah?! Siapa yang berani mengatakan itu padamu?! Aku sedang berusaha menarikmu!” Donghae mengangkat tangannya lagi namun yang ada tubuhnya kembali terdorong kedepan, membuat Hara lagi-lagi tersentak.

“Aku bilang lepaskan saja tanganku!”

“Anni!”

“kalau terus dalam posisi seperti ini, kau akan ikut terjatuh denganku, bodoh! Jadi lepaskan saja!”

Donghae menggelengkan kepalanya dengan setetes air mata yang jatuh dari pelupuk matanya.

“aku bilang lepaskan Lee Donghae…aku…” tenggorokan Hara tercekat, ketakutan dan rasa sedih masih terus menguasai pikirannya. “aku…mencintaimu Donghae…” Hara tidak kuasa menahan tangisnya, ia mengalihkan pandangannya  kemudian melihat Donghae lagi.

“aku akan menikahimu, Cho Hara. Jadi tetaplah hidup untuk menjadi istriku…” donghae menarik tangannya lagi, tapi tetap tubuh Hara tidak bisa terangkat keatas.

“seharusnya kau melamarku sejak kemarin, sehingga mungkin aku tidak akan mati hari ini…”

“maksudmu?”

“lupakan. Aku bilang lepaskan tanganku Donghae! Kau tidak lihat ujung sepatumu sudah diudara…bagaimana kalau kau jatuh hah?!”

“setidaknya lebih baik aku mati untuk berusaha menyelamatkanmu daripada terang-terangan membuatmu mati sendiri didepan mataku.”

“jangan gila kau Lee Donghae! Aku bilang…lepaskan…” hara berusaha melepaskan jari-jarinya yang mengait ditelapak tangan Donghae tapi Donghae menggenggamnya semakin erat, bahkan tidak membiarkan jari-jari hara bergerak sedikitpun.

“arhh…tanganku….”

Sepatu Donghae  terseret semakin dekat dengan ujung lantai yang sudah tidak berpagar ini, saat menarik tubuh Hara bukannya tubuh Hara yang terangkat malah badannya sendiri yang semakin maju kedepan.

Kini posisi Donghae bisa dikatakan sangat rawan, mungkin sedikit saja Hara menarik tangan kanannya maka mereka berdua akan sama-sama terjatuh kebawah. Donghae mulai kehilangan keseimbangannya, tubuhnya sudah bergerak-gerak tidak beraturan dan hanya tinggal jatuhnya saja sampai….

Sampai sebuah tangan menarik dengan keras tubuh Donghae kebelakang, menyelamatkannya dari nyawa Donghae yang sudah diujung tanduk itu tapi karena reaksi kaget Donghae, ia tidak sengaja melepaskan kaitan jari-jarinya dengan Hara.

Tenggorokan Donghae tercekat.

Kemudian tubuh Hara naik secara perlahan, ditarik oleh kedua tangan kekar dari pria dengan pakaian bertuliskan SAR TEAM itu, membawa tubuh Hara kembali menapak diatas lantai.

Donghae diam sesaat melihat Hara kemudian menariknya kedalam pelukannya.

Gadis itu….Ya, Cho Hara. Dia hidup. Dia ada dipelukan Donghae sekarang dan masih hidup.

Hara menangis diatas  bahu Donghae, sukses membasahi kemeja putih Donghae. Ia mendongak melihat Eunhyuk yang berdiri dihadapannya, -yang tadi menarik tubuh Donghae kebelakang- dan pandangannya teralih pada tim SAR yang masih sibuk mengecek pagar balkon yang patah tersebut.

Tiba-tiba muncul Leeteuk, Kyuhyuhyun serta Sungmin  yang berlari kearah hara juga Donghae dengan tergesa-gesa. “kalian tidak apa-apa?”

Donghae masih diam memeluk hara , mengacuhkan member super junior yang lainnya. Pikirannya masih kalut akan kejadian tadi.

Muncul gadis berambut pirang panjang dengan sayap putih dipunggung gadis itu secara tiba-tiba dipintu balkon, tersenyum manis kearah Hara. “kau hidup…” ucapnya lembut.

Hanya hara yang bisa melihat gadis itu…Nana pastinya.

Hara tersenyum kearah Nana dengan tetesan air mata bahagia yang mengalir dari balik mata cokelatnya.

Seharusnya Hara sadar, kalau batas matinya hari ini maka batas hidupnya juga hari ini. Jadi bisa dikatakan ia sangat beruntung karena masih diberi kesempatan beberapa menit untuk membiarkan Donghae ‘menunda’ kematiannya walaupun nyawanya sudah diujung tanduk tadi.

Untung saja Donghae langsung melamarnya saat berusaha menyelamatkan Hara tadi.

Dan beruntung karena mereka berdua masih diberi kesempatan untuk menikah dan melanjutkan hidup bersama-sama.

END


[1] Everlasting Friend. Fans super junior

[2] Aish, yang benar saja!

[3][3][3] Mengerti

[4] Aku mencintaimu

[5] Tolong.

[6] Merk mobil

[7] Maaf.

[8] yaampun

[9] Sangat cantik!

 

Advertisements

43 thoughts on “THE WEDDING DRESS [RE-MAKE VERSION]”

  1. haaaah, bagus bangeeeeeeeeeeeeet ifaa *teriak di atas menara*

    akhirnya hara selamat, fiuuuh *elus dada*

    ayo bikin ff yg couple nya ini lagiii, aku suka donghae-hara :3

    sukasukasuka

    1. yaaa kan mereka dapet panggilan alam *plaak* kan si unyuk liat Hara nggantung dari bawah apartemen, gitu.

      okeee afstor akan dibuat setelah ratw nya selese yaa 😀

  2. Aku lebih suka yang remake
    Lebih keren
    Lebih sedih
    Lebih gereget
    Lebih tegang
    Dan lebih lebih lainnya

    Pokoknya yang ini lebih seru soalnya ada adegan action bergelayutan di lantai 11. Hehehe
    Aduh hae tangan mu pegel gek
    Kalo pegel ayo kerumahku, aku pijitin sini
    Kan hara berat. Wakakakaka

      1. Wakakakaka
        Ahjumma tau aja kalo aku pengen ngapa ngapain hae >.<
        *emang pengen ngapain??*

        Sesuju deh
        Lebih angst
        Emang deh ahjumma jagonya bikin gini ginian
        Ff pertama yang aku baca (buatan ahjumma ya) udah sadis banget
        Apalagi yang kesini kesininya

        Udah dah jadi ratu sadis
        Tapi kayaknya donghae gak cocok yah sama ahjumma

        Kan hae itu romantis, manis, gampang tersentuh, lembut
        Lah ahjumma?
        Preet
        Hehehe 😀

        Pisss
        *ngumpet dibalik badan kyu*
        Hehehe 😀

      2. @ hyesa wah hyesa awaaas ya ntar kyu aku apa-apain nih *hayo diapain?*

        wakakaka aku emang suka angst, soalnya lebih ngena dan puas aja rasanya kalo readers pada nangis ato ngga marah2 in tokoh yg aku buat huahahaha –> keracunan jiwa iblisnya kyu

        HARUS COCOK. DONGHAE HARUS COCOK SAMA AHJUMMA. yang sadis kan hara tuh~ kalo aku sih baik hati o:) iyakan hae? *donghae manggut2* gausah ngumpet kamuuuu~ awas ntar kyu beneran aku apa-apain loh XD

  3. YA!!
    Fiiuuhh bikin degdegan aja baca’a:O
    nana jdi malaikat kematian?
    O,o emg cocok bgd sma kyu:p
    aq suka Hae-Ra:D
    tp cerita’a msih nanggung tuh thor#cerewet#
    kkkkkk

    1. hahaha ayodonh tarik nafas dulu biar deg deg-an nya ilang xPP
      iya malaikat kematian yang cantik /apadanget

      waah nanggung gimana :O udah selamat kan si hara :p

  4. ifaaaa…..
    maaf baru nongol..
    kekekeke~ akhirnya elu update juga ff yang ini.. :p

    gyaaaa~~~~
    baru ditinggal 2 bulan, uda rame aja XD

    -,-”
    nyaah, apa yang elu pasang dibelakang ntu *speechless*
    jadi seronok yeee , *lol* #plak
    keren banget bg nya XD 😛

    oh ya!! hampir lupaa!
    aaaaaaaaaarrrrrrgggghhh.. << lebay gila!
    sumpah demi apa, gw lebih suka yang versi ini..
    sukaaaa!! sukaaa!!

    ditunggu ya next ff nya :*

    1. woywoyyy
      ciyeee yang udah kelar ujiannya huahahahaha

      yah salah siapa desainer blog ini kan sedang menjalani kewajiban sebage siswi kelas dua belas /apadeh gue
      jadi dengan tidak terpaksa(?) gue pasang deh bg menggiurkan(?) itu hahahaha

      gyahaha elo kan orang pertama yg baca ni ff cho, walopun versi originalnya kekeke

  5. Baca tulisan bahasa Inggris di awal FF bikin aku ngangguk2 sendiri, bikin diem juga, dalemin maknanya ^_^
    Ceritanya beneran ngejawab kata-kata bahasa Inggris di awal.

    Hidup dengan mengetahui tentang kapan tepatnya kematian kita pastinya bikin galau plus ketar-ketir kan? Nah perasaan ntu nyampe lho ke aku di FF ini. Perasaan Hara yang galau dapet saeng di FF nie…

    Galaunya Hae di awal FF karena ketidak-mampuannya merasakan kehidupan normal juga dapet, jadinya readers termasuk aku tuh diajak ngelihat ‘miris’ nya kehidupan nyata idol yang sebenernya gak ‘idol’ kekeke. Dan tau gak? Kalo menurut aku tema kecil kayak gini bikin emosi readers terkuras…

    Well, aku seneng ini happy ending kekeke..
    ^_^

    Good job saeng…

    1. iyaaa makasihhh onnie o:) karna itu lebih baik kematian jadi rahasia tuhan aja, daripada kita tau kapan kita mati dan nasibnya jd paranoid ky Hara kan ngeri juga DX
      hehehe gitu sih yg aku tangkep dari kehidupannya donghae sama member2 suju lain, mereka sibuk bangeeeet –> sok tau seolah2 aku manager mereka aja

      sbnrnya ini fantasy gagal loh eon, dan diksi yg aku pake masih belom bagu DX tapi makasiiiih aku feel blessed banget dipuji author favo aku sendiri mehehehe XD

  6. akhirnya sy mulai bc ff di sini setelah (sok) sibuk beberapa saat #gakpenting
    bagus eon! Untung Hara dikasi kesempatan!
    Btw, ff eonnie banyak yg Donghae Hara ya, mangnya oc bwt Hae itu udah ditetepin Hara ya?

    1. okeee saeng kamu masih kelas 8 keknya sibuk bangeeet mwehehehe sabar yaah

      err…..karena donghae main bias, jadi gaada pairing buat dia. udah tetep sama hara disini Hehehe

  7. Bagus banget chingu *meluk ember*
    Jantung aku sampe disko2 gajelas gini ngebacanya :X
    Ya ampun, ga kebayang kalo akhirnya bgini, aku kira dua duanya mati X(

  8. aaaaaaaaa romantis bgt! Ga nyangka happy ending jg… Tdnya kirain hara bkal mati. Btw ff ini ngeremake ff the wedding dress yg mana? Soalnya aku sering bgt liat ff yg judulnya sama. Keep writing yaaa

  9. aaaa ini kereen ceritanyaaaa
    Jd demen dah ama donghae-hara
    Wkwkwkwk

    Ini seru sumpah, untung hara gk jd mati!
    Happy ending! Yeyy

  10. huwaaaaa,,,,
    FF nya bagus banget thor….
    Ampe tegang semua nieh pas aku baca kematian hara sudah di ujung tanduk..
    Untung saja hara tidak jadi mati,,
    Lega dech….
    #fiuh,,

  11. Oh ya ampunnn…. Remake ver lbh menegangnkan ><
    Kyaaa…. Keren banget! *_*
    Eh,sblmnya perkenalkan, saiia slh satu pencinta RATW. Gilaaa…. Tuh FF actoin romance terkeren yg prnh saiia baca.
    Saluttt utk author2nya ^^
    Dan, izinkan saiia utk mengotak Atik blog ini 😀

  12. Kereeeennn,, so sweet bangettt,,,,
    Huaaaa terharu,, disaat detik” terakhir kematian, tp diselamatkan sm kekasih sndr,,,,
    Daebakkk !!!!!

  13. hueeh kirain hara bkal mati ;—;
    trus itu knapa mendadak muncul tim sar? wehh rada gntunng fa xD wkwk
    ak suka kopel hae ra apalg di telepathy. mreka lawak

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s