THE WEDDING DRESS [ORIGINAL VERSION]

poster credit goes to : http://chocolatespears.wordpress.com/gallery-art/

List dan deskripsi karakter:

  • Lee Donghae, an artist. member of super junior.
  • Cho Soorin (Original Character)
  • Nana After School sebagai malaikat baik yang bertugas untuk mengatur hidup dan mati Soorin, tapi Nana sepertinya lebih tertarik dengan kisah cinta soorin dan donghae XD

Genre   : romance, fantasy.

 “haaaai readers! *wave* ini ff sebenernya stok lama bangeet request-an dari dea onnie, dan mau dipublish lupa muluuu. nih akhirnya aku publish juga hahaha, tapi aku bikin dua versi. yg satunya lagi versi…err… a bit angst dan castnya donghae-hara sedangkan ini donghae-soorin tapi saya post dua2 nya deh ya soalnya beda endingnya. pokoknya baca aja deh dan jangan lupa komen okeee =)”

If i have some times to keep this love for you, i’ll use it as good as possible. If not, i will find it soon! Whatever the way is.

The wedding dress

Lee donghae. Mustahil jika kau tidak mengenal nama itu. Lee donghae member dari salah satu boyband paling popular dengan tingkat eksistensi yang tinggi yaitu Super Junior. Kaya, tampan, berbakat, disukai banyak orang, mungkin itulah yang kalian pikirkan tentangku bukan?

Segalanya tentangku terdengar terlampau sempurna dan minim kekurangan. Bukankah itu yang kalian pikirkan?

Hidupku sempurna.aish, coret kalimat itu! Aku tidak merasakan sempurna di kehidupanku bahkan aku merasa jengah dengan semuanya, dengan kehidupanku yang disibukkan oleh berbagai hal yang membuat waktuku terasa sangat sempit.

Apakah kalian pikir hidupku hanya akan kuhabiskan untuk dunia entertainmentku saja?

Dimana dunia pribadiku?

aku juga ingin merasakan menikamti dunia pribadiku sendiri, berpacaran lalu menikah dan punya anak.

Mungkin aku memang terlahir menjadi anak yang beruntung atau mungkin Tuhan terlalu baik padaku? Sehingga dia mengabulkan apa yang aku minta, yang aku angankan.

Aku tidak perlu mengeluh lagi atas semua kekangan dunia entertainment yang aku rasa membebaniku. Sejak gadis itu datang.

**

“donghae, bisa temui aku nanti malam?” tanya gadis itu diseberang telepon. Aku mengambil secangkir moccachino kemudian menyesapnya sedikit.

“emm, itu.. aku ada jadwal nanti malam. Bagaimana?” aku letakkan moccachino tersebut kembali diatas meja kemudian gelisah menunggu jawaban dari seberang telepon.

“oh, yasudah. Selamat bekerja” hanya kalimat itu yang dia ucapkan, mendengar dari nada bicaranya yang sudah berbeda seperti ini pasti dia marah. Sudah pasti.

“hey, kau tidak a-“

Tut tut.

Sambungan telepon dimatikan.

“aish!”

Sebenarnya sama saja, kalaupun tuhan telah memberikanku gadis itu tapi jika kami sulit bertemu bukankah itu sama saja dengan kehidupaku yang sebelumnya?

Aku tahu dia pasti marah, kesal karena aku selalu seperti itu. Mengutamakan pekerjaanku diatas segalanya, bahkan diatas kekasihku sendiri.

Sebenarnya aku tidak begitu peduli dengan pekerjaan, aku melakukan ini semata – mata untuk super junior dan ELF[1]. Maaf, super junior dan ELF memang lebih penting dibandingkan dengan apapun. Baiklah, mungkin aku bisa menemuinya besok dengan memberinya sedikit kejutan seperti membawakannya satu buket mawar? Ide bagus

“hyung, besok siang schedule kita kosong kan?”

Manager hyung yang sedang mengunyah makanannya itu mengambil minum dan menoleh ke arahku “siapa bilang? Besok kita masih ada recording.”

Aku mengacak rambutku dengan gusar, haaah jadi besok aku juga tidak bisa menemuinya? Aish, jinjja![2]

**

Cho soorin’s POV

Dengan penuh harap aku memandang seseorang dihadapanku. sebentar, seseorang? Tidak…. dia bukanlah manusia jadi aku tidak bisa menyebutnya seseorang bukan? Dia menyebut dirinya sendiri malaikat tapi ia lebih mirip barbie atau bidadari malah. Baiklah, malaikat –yang menyerupai barbie- ini sedang berdiri dihadapanku dengan kedua sayap putihnya yang tergerai sempurna.

Ia sedang sibuk mengamati kuku di jarinya yang begitu lentik.

“jadi, bagaimana soorin? Apakah kekasihmu itu bisa menemuimu nanti malam?” tanyanya menatapku dengan mata indahnya. Astaga kenapa bisa ia secantik ini?

“tidak. Ia sibuk.”

Nana –nama malaikat cantik ini- melongo kecil lalu mengibaskan rambutnya, ia sedikit menunduk untuk menatapku lekat – lekat. “tidak bisakah dia menemui sebentar saja hanyaa untuk mengatakan bahwa dia mencintaimu dan mau untuk menikahimu. Hanya itu, setelah itu kau bisa menunda kematianmu sayang…”

Aku menggigit bibir bawahku lalu memutar bola mataku “kau tahu tidak dia itu salah satu member dari super junior, tidak bisa dipungkiri bahwa hidupnya pasti akan sangat sibuk dan dia tidak punya waktu meski hanya untuk menemuiku dan mengatakan hal itu.”

“super junior? Apakah itu semacam taman bermain anak – anak?” tanyanya polos.

Aku tertawa mendengarnya, apakah didunia nya tidak ada televisi ataupun internet? Bahkan super junior pun Nana tidak tahu!

“super junior itu boyband yang terkenal bahkan sampai tingkat dunia. Kalau kau mau tahu sih.”

“aku tidak mengerti”

“yasudahlah! Intinya donghae itu seorang artis dan kau tahu kan bagaimana kehidupan seorang artis?”

Nana duduk disebelahku dan mengangguk “baiklah, intinya kekasihmu itu sibuk. Kenapa kau mau berpacaran dengannya hah? Jelas – jelas ia tidak punya waktu untuk bertemu denganmu!”

“kau tidak tahu bagaimana cinta itu ya? Aku mau menjadi kekasihnya karena aku mencintainya.”

“cinta? Aku tidak tahu seperti apa cinta itu. Mungkin kau bisa menunjukkannya padaku?” tanya Nana dengan sorot mata penuh harap. Oke, aku bisa mengatakan kalau Nana memang sangat cantik tapi….dia cukup bodoh juga ya? bahkan tidak tahu apa itu cinta. Atau memang selama hidupnya ia terus meneror orang-orang dengan kematian? Hahaha.

“kau akan melihatnya jika melihatku sedang bersama donghae nanti”

“arasseo[3]. Ngomong – ngomong, waktumu hanya tiga hari. Jika dalam waktu tiga hari ini donghae tidak menemuimu dan mengatakan cintanya maka kau harus pergi, meninggalkan semua dunia manusiamu.”

Aku menelan ludahku dengan susah payah, aku baru bertemu dengan Nana kemarin. Kemarin tiba – tiba saja ia masuk ke kamarku saat aku sedang berkutat dengan kertas serta pensil mendesain pakaian. Ah ya, aku ini seorang desainer. Saat itu aku kaget, aku kira dia model yang tersesat! tapi ternyata ia cantik sekali dan menurutku mustahil kalau dia itu manusia! Dan ternyata dia memang bukan manusia, Nana memperkenalkan dirinya lalu mengatakan secara langsung bahwa aku akan meninggal tiga hari lagi. Itu gila. Aku bahkan pingsan saat dia mengatakan itu lalu saat aku bangun Nana sudah dipinggir ranjangku dengan sepasang sayap putihnya yang indah.aku mengerjapkan mataku berkali – kali mengira bahwa ini mimpi. Tapi lama kelamaan aku percaya bahwa Nana memang makhluk fantasy, -dia sih mengaku sebagai malaikat yang mengatur nyawaku-

Perkataannya memang benar, aku meninggal tiga hari lagi. Tapi ada syarat agar aku bisa menunda kematianku untuk berpuluh – puluh tahun kedepan. Syaratnya yaitu kekasihku –donghae- harus menemuiku dan mengatakan bahwa dia mencintaiku dan mau menikahiku. Tapi aku tidak boleh memberitahu donghae bahwa kematianku bisa terjadi tiga hari lagi.

Syarat yang aneh menurutku, tapi toh entah bagaimanapun aku tidak mau mati secepat itu!

Donghae yang memang terkenal sebagai gombalisme sejati itu sih sering mengucapkan saranghae[4] padaku, tapi masalahnya dia sulit untuk bertemu denganku! Mengingat bahwa kesibukan super junior memang tidak mengenal batas.

Lalu bagaimana denganku? Hidup dan matiku ada ditangan donghae sekarang!

“baiklah selamat tinggal, aku akan menemuimu lagi besok!” ucap Nana lalu ia mengepakan sayapnya satu kali setelah itu hilang.

Masih ada waktu dua hari.

**

One new message from soorin

Kau harus menemuiku! Tidak  ada alasan untuk menolak.

Donghae’s pov

One message from soorin J

Donghae, kau harus menemuiku besok! tidak

To soorin

Aku tidak bisa, jadwalku padat hari ini sayang…

                                                                                                                                 aku mengehela nafasku berat, haaah bagaimana aku bisa menemuinya? Dari pagi hingga malam aku padat jadwal. Kemarin manager hyung bilang sendiri padaku.

From soorin

Aku bilang tidak ada alasan untuk menolak. Jadi kau harus menemuiku hari ini!

Aku mengacak rambutku gusar, lalu menoleh ke arah leeteuk hyung yang sedang berkutat dengan ipadnya.

“hyung, bolehkah aku izin hari ini?”

Leeteuk hyung menoleh ke arahku lalu mengerutkan keningnya “hari ini jadwal sangat padat donghae-ah. Kenapa memangnya? Kau mau menemui soorin? dua hari lagi kita ada waktu kosong, kau bisa menemuinya dan menemaninya seharian penuh tapi untuk hari ini tidak bisa”

“hyung… jebal[5]….”

“tidak bisa, donghae!”

Beep beep

Smarthphone ku bergetar diatas tanganku, menandakan ada panggilan dan…

‘Soorin calling’

Aish, dengan terpaksa aku menekan reject lalu menon-aktifkan smartphoneku setelah itu. Kali ini aku merasa sangat bersalah, lusa aku akan mennemuimu soorin-ah. Bersabarlah sampai hari itu.

**

Author’s pov.

Jam menunjukan pukul satu pagi lewat tiga puluh menit. Donghae masih mondar – mandir diruang tamu dorm, mengkhawatirkan soorin. Donghae yakin pasti soorin sangat kesal padanya, donghae benar – benar tidak ada waktu tadi bahkan ia baru saja selesai jadwal pukul 12 malam tadi.

Apalagi ia harus pergi ke berbagai negara untuk promosi Skip beat  bersama dengan Siwon. mau istirahatpun rasanya tidak ada waktu, apalagi untuk menemui Soorin.

Setelah cukup lama mondar – mandir di ruang tamu dorm dengan menggenggam kunci porsche[6]nya , donghae memutuskan untuk menemui soorin. Tidak peduli bahwa waktu sudah menunjukkan dini hari, ia sungguh hanya ingin bertemu dengan soorin. Meminta maaf.

Donghae mengendap-endap keluar dari dorm. Semua member memang sudah tertidur pulas kecuali Kyuhyun yang masih sibuk dengan laptopnya dikamar. Tapi toh Kyuhyun tidak akan mengetahui kalau Donghae kabur dari dorm di dini hari seperti ini, bocah itu…benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan keadaan sekitarnya jika sedang bermain game.

Tak butuh waktu lama donghae sampai ke apartemen Soorin, jalanan sudah sangat sepi dan donghae bisa mengemudikan mobilnya secepat yang ia mau.

Donghae memasukkan password apartemen soorin yang sudah ia hapal diluar kepala lalu masuk kedalam, ruangannya masih terang. Soorin memang tidak menyukai gelap sehingga ia selalu memboroskan listriknya hanya untuk menyalakan lampu setiap saat.

Saat donghae masuk ke kamar soorin yang dilihatnya gadis itu malah sudah tertidur pulas, jelas saja! Ini pukul 2 pagi memangnya apa yang akan soorin lakukan selain tidur?

Donghae duduk dipinggir ranjang soorin lalu mengelus rambut panjang-hitamnya, ia tidak tega membangunkan soorin yang bahkan kini mirip putri tidur karena terlalu terlelap dengan dunia mimpinya

Cho Soorin hanya tinggal sendiri di apartemennya, kedua orang tuanya tinggal di Gangnam dan dia terpaksa pindah ke Seoul sendirian karena tuntutan pekerjaannya sebagai seorang desainer. Mungkin satu-satunya orang yang bisa ia andalkan di Seoul hanyalah aku, kekasihnya. Tapi bahkan untuk bertemu dengannya saja sulit sekali.

Dia pasti kecewa denganku, itu pasti.

“Mianhae. Aku hanya bisa menjadi seseorang yang selalu membuatmu marah kan? Aku bahkan mengatakan kepada seluruh fansku kalau aku masih single, tidak mengakuimu dihadapan mereka. Kalau aku menjadi kau, Soorin, aku tidak tahu seberapa sakitnya perasaanmu.”

Aku menepuk kepala Soorin sepelan mungkin agar ia tidak terbangun.

“terimakasih untuk mencintai Lee Donghae yang hanya bisa membuatmu menangis ini…”

**

Nana’s pov.

Aku masih mengamati benda – benda yang ada dikamar soorin, malam ini aku menginap di apartemen soorin dan aku tidak tidur. Seorang malaikat sepertiku tidak perlu tidur, hahaha.

Tiba – tiba seseorang masuk ke kamar soorin membuatku kaget, aku kira dia pencuri atau semacamnya lalu beberapa menit setelah itu aku baru menyadari kalau laki – laki itu lee donghae. Kenapa aku bisa tahu? Soorin memajang foto donghae di mana – mana sehingga aku bisa cepat mengenali wajah donghae.

Donghae duduk dipinggir ranjang dan mengelus rambut soorin, tatapan matanya itu…err… entah tapi sebelumnya tidak ada yang menatap soorin dengan begitu dalam seperti lee donghae ini.

Jadi inikah yang soorin sebut cinta?

Donghae tersenyum sangat manis saat soorin membenamkan kepalanya dibantalnya, soorin memang selalu tidur seperti itu. Aku semakin tertarik dengan apa yang akan donghae lakukan setelah ini, akupun berdiri disebelah donghae lalu melihatnya dari dekat. Donghae tidak bisa merasakan kehadiranku apalagi melihatku! Aku hanya bisa dilihat oleh soorin.

“cho soorin, mianhamnida.[7]” ucap lee donghae dengan sangat pelan dan lembut.

Astaga, sekarang aku tahu kenapa soorin begitu menyukainya… lee donghae yang sangat tampan dan romantis seperti ini.

Dia mengucapkan banyak kata-kata pada Soorin, permintaan maaf dan yang lain-lain. Dia juga mengumbar-umbar tentang kesibukannya, padahal jelas-jelas Soorin sedang tertidur pulas. Lee Donghae ini bodoh atau bagaimana?

Oke, melihat Donghae yang memperlakukan soorin dengan begitu romantis siapa sih yang tidak terharu melihatnya?

Kalau aku manusia, pasti saat ini aku sudah menangis meraung-raung karena iri. Tapi sayang aku ini mahkluk fantasy yang bahkan tidak pernah merasakan jatuh cinta. Jadi mau seromantis apapun Donghae terhadap Soorin saat ini, aku biasa saja.

“Saranghae.”

Aku tersenyum senang saat donghae mengucapkannya, ayo donghae! Kau hanya kurang mengatakan satu kata lagi! Aku yakin dari tatapanmu pada soorin bahwa kau pasti bersedia untuk menikahi soorin

Donghae membetulkan letak selimut soorin lalu bangkit, dia kemudian pergi.

Aigoo[8]! Kurang satu kalimat lagi donghae!!!!

**

Soorin’s pov

“jadi tadi malam donghae menemuiku?!!!” seruku histeris.

Nana mengangguk semangat “kau tahu? Dia romantis sekali! Donghae mengelus rambutmu dan menatapmu dalam lalu-“

“apakah dia mengatkan bahwa dia mencintaiku?” potongku.

“tentu saja da-“

“AAAAA AKU HIDUP! AKU TIDAK AKAN MATI BESOK!!”

Nana menepukkan tangannya sekali didepan wajahku, “tunggu dulu! Dia belum mengatakan bersedia untuk menikahimu! Jadi kau… masih bisa dipastikan meninggal besok” ucapnya enteng.

Yak? Apa-apaan ini? Nana kau benar-benar……

“tapi kan….haaaah” aku menggelengkan kepalaku frustasi, aigoo kenapa bisa seperti ini sih?

“Nana.. aku mohon” rengekku sambil menarik – narik gaun putihnya

“tidak bisa, soorinku sayang..” nana  menggeleng lalu mengusap – usap rambutku. Aku hanya mendesah kesal, hanya tinggal satu kalimat. Kenapa begitu susah sih?!

“coba kau minta untuk menemuinya sekarang!”

**

Ini sudah tissu ke lima yang aku lemparkan ke sisi ranjang, donghae bilang ia bisa menemuiku lusa dan tidak bisa menemuiku sekarang. Seperti biasa, dia menon-aktifkan handphonenya setelah itu. Aku benar – benar  tidak bisa menghubunginya sekarang.

Apa aku pergi ke dormnya saja?  Itu tidak mungkin karena sekarang donghae ada di China, masa iya aku harus menyusulnya ke China?

Aku kali ini menangis lebih keras, aku? Mati? BESOK?

Ini gila.

Sungguh gila!

“oh, soorin…” Nana mengelus – elus punggungku berusaha menenangkanku, tapi percuma. Bagaimana bisa aku tenang sekarang?

Aku masih sangat muda untuk meninggal besok, aku masih punya banyak mimpi dan angan – angan yang belum sempat aku wujudkan. Aku belum merasakan menikah dan punya anak.

“tidak adakah jalan lain untuk menunda kematianku selain lee donghae?”

Nana menatapku sayu lalu menggeleng, kemudian dia menitikkan air matanya saat aku menutup wajahku dengan tanganku menangis lagi.

“aku bodoh, aku tidak bisa melakukan apapun untuk membantumu sekarang..” keluh Nana.

Donghae… bisakah kau datang sekarang? Mengatakan bahwa kau bersedia menikah denganku lalu membutku hidup jauh lebih lama lagi, setidaknya aku juga hidup untuk menikah dan menghabiskan waktu denganmu…

Tidak ada yang bisa aku lakukan selain menunggu kematianku sendiri besok.

**

THE DAY

Jalanan Seoul begitu ramai hari ini, aku dan member – member super junior sedang ada didalam van yang membawa kami ke dorm. Kami baru saja pulang dari China, member yang lainnya tertidur pulas selama perjalanan. Jelas saja karena beberapa hari ini kami memang tidak ada waktu untuk istirahat, tidak dipungkiri kalau kami semua memang sangat kelelahan.

Sedangkan aku masih terjaga, tidak tidur dari awal perjalanan. Aku memikirkan Soorin, baiklah besok aku akan menemuinya dan menghabiskan satu hari penuh dengannya untuk menebus kesalahanku karena mengabaikannya akhir – akhir ini,

neomu yeppeo![9]

Teriakkan heechul hyung membuatku menoleh ke arahnya, ternyata dia juga tidak tidur?

“ada apa hyung?”

“kau lihat gaun pengantin di toko itu hae, cantik sekali. Pasti akan lebih cantik jika aku yang memakainya!” ucap Heechul hyung semangat.

Akupun menoleh ke arah toko yang ditunjukkan  oleh heechul hyung, sebuah gaun pengantin yang sangat cantik terlihat dari dalam van kami. Dinding toko itu dari kaca sehingga gaun pengantin itu bisa terlihat dari dalam van.

Aku menatap takjub gaun itu, membayangkan pasti akan sangat cantik jika soorin yang memakainya.

Dan akan lebih sempurna lagi kalau aku memakai tuxedo dan berdiri disebelahnya.

“tolong berhenti sebentar! Aku mau membeli gaun itu!”

Soorin’s pov.

Hari ke-3.

Aku mati hari ini?

Tapi ini sudah menunjukkan pukul sebelas pagi, aku masih bernafas. Jantungku mash berdetak dan aku masih hidup. Lalu kapan aku akan meninggal?

Apakah tuhan kasihan padaku dan memutuskan untuk memberiku umur lebih lama?

Mungkin saja.

Mungkin Nana hanyalah sebuah lelucon atau dia hanya hidup di khayalanku saja? Lagipula jika dia malaikat kematian seharusnya wajahnya tidak seramah dan secantik itu kan?

“Nana….” panggilku pada barbie satu itu, aish kemana dia? Aku terakhir melihatnya di kamarku dan dia sedang melihat-lihat kertas hasil desain yang aku buat. Akhir-akhir ini dia sedang tertarik dengan hal itu. yah, aku baru tahu kalau seseorang makhluk seperti dia bisa memiliki selera fashion juga ya?

Haha, entahlah.

“Nana?” panggilku lagi, ternyata dia ada di balkon apartemen, sedang berdiri disana. Diam dan tidak atraktif seperti biasanya. Aku berjalan mengahmpirinya dengan penasaran, lalu menepuk bahunya. “ada apa?”

Nana masih diam memandang kedepan, mengabaikan pertanyaanku.

Kemudian Nana menarik nafasnya dan menghembuskannya pelan, lalu ia memejamkan matanya.

Ada apa sih dengannya?

Tiba-tiba terdengan suara decitan ban mobil yang cukup keras, membuatku tersentak kaget saat itu juga. Aku langsung menoleh kearah bawah, dimana jalanan besar sedang cukup ramai saat ini.

Aku langsung menjerit tertahan dan melebarkan mataku begitu melihat sebuah mobil yang menabrak seorang gadis kecil yang sedang menyebrang jalan itu. “m..mwo?”

“ada kecelakaan dibawah! Aku harus menolong anak kecil itu…” seruku panik, tanganku menggenggam erat pagar pembatas balkon ini. Lalu tangan lembut Nana menyentuh lenganku, membuatku menoleh ke arahnya. “dia sudah mati, percuma kau menolongnya.”

“kenapa kau bicara seperti itu! bisa saja anak kecil itu hanya terluka saja kan? Dan—“

Aku melihat kebawah dimana jalanan sudah dipenuhi dengan orang-orang yang menatap iba anak malang itu, lalu seorang wanita paruh baya yang memeluk anak kecil itu dengan menangis keras. “bodoh, kenapa malah menangis bukannya membawanya kerumah sakit!” seruku kesal sendiri.

Nana mendesah kemudian tersenyum miris. “karena anak itu sudah meninggal.” Jawabnya pelan membuatku langsung menoleh lagi kearahnya, “kenapa kau bisa tahu?”

“hari ini ada dua orang yang meninggal di tempat yang sama. Dan…  gadis kecil itu mendahuluimu.”

“mwo?”

Nana menunduk dan menitikan air matanya.

Jadi aku benar-benar akan mati hari ini? Tolong katakan ini bercanda. Ini sungguh bercanda kan, ini benar-benar lelucon yang tidak lucu!

Demi Tuhan. Ini benar-benar…….

Aku akan mati dengan cara apa? Tertabrak mobil seperti anak kecil tadi? Begitu?

Dengan sedikit takut aku kembali menunduk melihat tempat terjadinya kecelakaan tadi, tempatnya masih dikerumuni banyak orang dan sudah diberi garis police line. Gadis kecil tadi juga sedang diangkut kedalam ambulance.

Aku bergidik ngeri melihat darah yang berceceran dijalan karena insiden tadi, lalu pikiranku melayang jauh membayangkan aku yang ada diposisi gadis kecil tadi. Membayangkan bahwa aku yang tertabrak dan…mati disitu.

Tenggorokanku tercekat, ingin berteriak saat ini tapi segalanya membuatku begitu shock saat ini. Bahkan untuk berteriak pun rasanya tidak mampu.

“jangan bertanya padaku dengan kejadian apa kau mati nanti, karena….karena aku juga tidak sanggup untuk mengatakannnya.” Ucap Nana, mengepakkan sayapnya satu kali lalu menghilang tepat saat tanganku hendak menyentuhnya.

“Nana……”

Aku bisa gila kalau seperti ini.

Tanpa sadar air mataku terus menetes sedari tadi, entah sejak kapan. Aku berjalan ke arah dapur untuk mengambil segelas air dingin, untuk sekedar menenangkan pikiranku saja.

Aku meneguk segelas air dari dalam kulkas kemudian meletakkan gelasnya diatas meja makan. Tapi mau meminum air dingin sebanyak apapun tetap saja aku gelisah, dan mau gila rasanya.

Bayangkan saja, aku mengetahui kapan kematianku sendiri dan itu akan terjadi hari ini! Entah di menit atau bahkan detik keberapa.

***

Donghae berlari menuju apartemen Soorin, tadi ia kabur sehabis membeli gaun pengantin yang ia tujukan untuk Soorin itu. ia sungguh ingin bertemu dengan Soorin sekarang, sekarang juga dan tidak bisa ditawar lagi.

Tadi Donghae sempat berhenti sebentar saat melihat insiden kecelakaan didepan, namun ia langsung masuk ke gedung apartemen begitu melihat beberapa orang mulai menyadari kehadirannya meskipun Donghae sudah mengenakan topi untuk menutupi sebagian wajahnya.

Donghae langsung masuk saja kedalam apartemen Soorin karena pintunya tidak ditutup.

“soorin?”

“ya?” Nana muncul dari balik kamarku dengan beberapa lembar gambar desain gaun yang aku buat.

“jadi… kenapa aku masih hisup sampai sekarang?”

Nana menatapku kembali dengan pandangan sayu “emm… se..sebentar lagi.”

Cklek.

“soorin?”

Aku menjatuhkan gelas yang aku pegang sampai pecah saat melihat donghae masuk ke dalam apartemenku.

Tidak. Donghae tidak boleh datang! Dia tidak boleh melihat kematianku!

Nana malah tersenyum bahagia saat donghae datang, aish jahatnya…

Donghae membawa paperbag lalu mengampiriku dan memelukku singkat “kau marah padaku? Ah pasti iya..”

Aku hanya diam memandangnya lalu memeluknya erat sekali.

“mianhae, jeongmal mianhae… aku benar – benar sibuk dan tidak bisa menemuimu. Aku bahkan tadi kabur saat sedang membeli gaun pengantin, naik taksi dan datang ke apartemenmu.”

“gaun pengantin?” tanya Nana heran.

Aku sama – sama mengernyit heran.

“aku memikirkanmu sepanjang perjalanan dari china ke seoul, memikirkan apakah kita akan seperti ini seterusnya? Lalu ide tercemerlang yang aku dapatkan adalah… menikahimu. Agar kita bisa tinggal bersama dan tidak perlu seperti kemarin-kemarin lagi. Aku sudah membelikanmu gaun pengantin dan… maukah kau menikah denganku?”

“tapi…”

Tiba – tiba Nana mengampiriku dan menatapku dengan mata berkaca – kaca, ia terlihat akan menangis tapi… menangis karena bahagia.

“masih ada waktu lima menit!” ucap Nana bersemangat.

Hah? BENARKAH?

“aku bersedia menikah denganmu lee donghae!”

Lalu aku memeluk donghae dengan air mata yang benar – benar mengalir dengan begitu deras. Aku… aku hidup kan? Aku tidak mati hari ini kan?

Nana melirik ke arah hiasan yang melilit indah ditangannya lalu menatapku dengan air mata bahagia yang berlinang “Chukhae[10]!!! Kau bisa hidup lebih lama lagi!”

END


[1] Everlasting Friend. Fans super junior

[2] Aish, yang benar saja!

[3][3][3] Mengerti

[4] Aku mencintaimu

[5] Tolong.

[6] Merk mobil

[7] Maaf.

[8] yaampun

[9] Sangat cantik!

[10] Selamat!

 

Advertisements

12 thoughts on “THE WEDDING DRESS [ORIGINAL VERSION]”

  1. Aaaaa
    Originalnya udah baca nih
    Tinggal baca yang remake
    Kira kira seruan yang mana yaaaa?

    Tapi disini hae nya kurang gereget gimana gitu

  2. annyeong q reader bru nich,,
    kasian ma sorin di cuekin truz ma donghe, maklum namanya jg bntang gthu tp akhrnya happy end

  3. Uwaaa aku baca yang ori *jingkrak2*
    Tp belom baca yg remake 😦
    Oh ya, salam kenal chingu 🙂
    Cerita2mu bagus2 sekali *meluk donghae* *digeplak author*

  4. Haaaa…. Bnr2 menegNgkan…
    jd pengen nangis juga masa….
    Aiiihh… Kisah ini juga kyk ad pesannya, jgn prnh sia2kan wktu brsama org2 yg kamu sayangi *plakk!
    Ahhh, chukae thor… Cereitanya bnr2 seru ^^

  5. abis baca sad ending trus baca ini jdi senyum senyum sendiri ..
    ahhh pasti donghae cinta banget sma soorin ya .. instingnya kuat bget ..
    terima kasih tuh buat heechul .. gegara dia donghae jdi kepikiran buat nikahin soorin ..

  6. annyeong thor..
    jd penasaran bnyuknya nana kayak apa???
    gmana jg y rasanya klo kt tau hr kematin kta..

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s