[THE IDENTIC] heartbreaker and heartmaker

THE IDENTIC  [SERIES-TWO/ JINA  AND…..EUNHYUK?]

Heartbreaker and heartmaker

 

Naaaaah~~ this is Jina’s turn! 😀

Summary: Eunhyuk suka Jina? Jinjja? Really?

 

**

“HAHAHAHA… APA? KAU MENYUKAINYA? HAHAHAHA!!”

Eunhyuk langsung melemparkan bantal ke arah Kyuhyun yang  masih tertawa tidak henti-hentinya, sedangkan yang lain juga masih terkikik geli. Eteuk ikut mengeluarkan suara tawanya yang khas itu, sungguh! Dorm super junior ramai sekali, gara-gara Eunhyuk.

Ya. gara-gara Eunhyuk!

“apa salahnya sih aku menyukai Jina! Dia kan cantik dan kau tau….dia model!”

“aku tahu itu hyuk, tapi…HAHAHAHA…kau tahu tidak seberapa nakalnya Jina itu? HAHAHA” kyuhyun masih terus tertawa, bahkan sampai Rolling on the floor laughing, sambil memegangi perutnya. Berlebihan.

“ne! Aku tahu. Tapi mau bagaimana lagi, aku benar-benar menyukainya.” Seru eunhyuk.

“HAHAHAHA”

“aish Kyuhyun berhentilah tertawa, setan!”

“HAHAHAHA”

“yak, kenapa kau terus tertawa!”

“tunggu sebentar… sebenarnya apa yang lucu? Eunhyuk menyukai Jina kenapa kalian semua tertawa?” tanya Ryeowook dengan luar biasa polos. Yesung mengangguk setuju.

“molla. Kyuhyun saja yang tidak waras sampai menertawaku begitu!”

“yak! Kau saja yang aneh hyung! Aku kira type gadis yang kau sukai seperti GNA yang seksi dan sensual itu, atau IU yang kalem dan cute dan ini malah….Jina? aigoo, serius kau hyung? Jina itu tidak waras!”

“dia memang tidak waras, kemarin saja Jina mencuri kkoming dan menyembunyikannya di apartemen. Aku kelabakan mencarinya, sungguh! Lalu tiba-tiba Jangmi menelfonku dan mengatakan Kkoming sedang tidur satu ranjang dengan Jina!” seru Yesung, Kyuhyun langsung tertawa lagi tanpa henti.

“BWAHAHAHA”

“untung saja kembaran Jina itu waras! Aku tidak bisa membayangkan kalau Jangmi sama gilanya dengan Jina. Haaah.” Sahut Eteuk disetujui anggukan oleh yang lainnya. Eunhyuk menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa hyungnya tega membully gadis yang ia sukai? Hiks! Tapi mau se abnormal apapun Jina itu, Eunhyuk tetap menyukainya.

“tapi kalau boleh jujur…” siwon datang dengan secangkit moccacino ditangannya, menyesapnya sedikit kemudian duduk disebelah Donghae. “kalau boleh aku berkata jujur, Jina memang lebih pantas denganmu daripada orang lain.”

Eunhyuk langsung mencondongkan tubuhnya kearah siwon dengan antusias. “ah, jinjja?”

Siwon mengagguk.

“dengarkan perkataan orang yang beragama!” seru Eunhyuk sambil menepuk bahu Siwon.

“yak, kau pikir kami semua tidak beragama hyuk?”  protes Donghae, member lain mengangguk mendengarnya.

“tapi setidaknya siwon yang paling tahu tentang agama disini. Jadi percayai kata-katanya, aku memang cocok dengan Jina!”

“memang cocok, siapa yang bilang tidak? Kau dan Jina kan sama saja abnormal!” Kyuhyun kembali tertawa atas perkataannya sendiri. “ihs, kau menduakanku hyuk!” protes Donghae memukul bahu Eunhyuk pelan.

“mianne, Donghae-ah!” ujar Eunhyuk dengan nada sedih yang tertera sangat dibuat-buat. Kemudian mereka berdua berpelukan.

“haaah, seperti sedang menonton drama secara langsung!” sahut Sungmin.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya kemudian mengambil PSP yang ia letakkan diatas meja, belum sempat Kyuhyun menyalakan PSPnya tiba-tiba LG Optimusnya bergetar.

From: JJANGmyun.

Di dorm?

To: JJANGmyun.

Ne. Jika kau rindu pada cho kyuhyun, datang saja cho kyuhyun akan selalu ada untukmu.

From: JJANGmyun.

Kau cheesy dan menjijikan disaat yang bersamaan.

To: JJANGmyun.

Tapi kau menyukainya?

From: JJANGmyun

Tidak.

To: Jjangmyun.

Yasudah kalau begitu. Cepat datang ke dorm ku sekarang.

From: JJANGmyun.

Yes sir,

 

Penasaran kenapa bisa kontak Jangmi, Kyuhyun beri nama JJANGmyun?

Oke, ternyata dibalik sayur-sayuran yang Jangmi makan untuk rutinitas hariannya, dia juga menyukai mie hitam yang pasti kalian semua tahu Cho Kyuhyun sangat menyukainya. Jjangmyun.

Suatu kebanggaan bagi Kyuhyun –menurutnya- karena akhirnya mereka berdua memiliki kesamaan! Hello all readers here, kalian pasti tahu kan kalau Jangmi dan Kyuhyun bak Hujan dan Panas, atau kertas dan besi atau bahkan bak langit dan cacing tanah. Kenapa? Karena perbedaan mereka benar-benar kontras.

Tapi sebenarnya kalau ditelisik lebih jauh, Kyuhyun dan Jina sama-sama memiliki otak ‘cucu einstein’

Kyuhyun pernah menjadi juara dalam olimpiade matematika saat SMA, oh sungguh! Olimpiade matematika! Bahkan olimpiade astronomi jauh lebih baik dari pada olimpiade matematika. Dan Kyuhyun menjadi juaranya, itu luar biasa.

Lalu… Jangmi? Well, tidak perlu dijelaskan secara panjang lebar bagaimana kinerja otak ‘gadis sains’ itu kan?

Mungkin jika mereka berdua menikah, anak mereka akan menjadi penerus Albert Einsten atau Thomas Alfa Edison. Oke, itu cukup berlebihan.

Kembali pada cerita.

Tidak butuh waktu lama, Jangmi datang. Membuka pintu dorm super junior dengan sedikit kasar , membuat semua member super junior melihatnya terkejut. Tapi Jangmi mengacuhkan semuanya dan berjalan ke dapur lalu duduk diatas konter dapur dan mengambil cola dari dalam kulkas.

Semua mata langsung menuju ke arah Jangmi dan semua member super junior melongo bersama-sama saat Jangmi membuka cola tersebut dan meminumnya.

What the…

Jangmi minum cola?!

“mwoya?!” seru Kyuhyun. Dia langsung berdiri dan meletakkan colanya diatas meja lalu berjalan menghampiri jangmi.

Jangmi masih menggenggam cola milik Siwon itu sambil menunduk, melihat Kyuhyundatang, jangmi mendongakkan kepalanya.  “wae?” tanya Kyuhyun, melihat wajah Jangmi yang terlihat sedih Kyuhyun menjadi tiba-tiba khawatir.

Jangmi hanya diam lalu tiba-tiba tangannya terulur kedepan dan memeluk Kyuhyun.

“OMO!” seru Ryeowook yang biasanya kalem itu kini berseru karena Jangmi memeluk Kyuhyun. Sesuatu yang bisa dibilang langka karena selama ini selalu Kyuhyun yang memeluk Jangmi duluan. Juga Jangmi tidak terlalu menyukai skinship.

KLIK!

Entah mendapat kamera darimana tiba-tiba Eunhyuk memotret pose Jangmi dan Kyuhyun yang sedang berpelukan. Lalu tersenyum puas saat melihat hasilnya.

“hyuk!” seru Donghae sedikit kesal dan menjitak kepala Eunhyuk.

Setelah cukup lama Jangmi diam sambil terus memeluk Kyuhyun, ia melepaskannya. Sedangkan Kyuhyun masih freezen dan mengusap punggung Jangmi perlahan.

Kyuhyun sedikit menunduk untuk melihat wajah Jangmi dengan jelas, ada sedikit air mata yang mengalir dari matanya. Kyuhyun langsung memegang dagu Jangmi dan mendongakkannya. “kau kenapa?”

Jangmi menghela nafasnya pelan. “jina…”

“Jina?”

“dia tidak mau makan seharian ini, hanya mengurung diri dikamarnya seperti orang bodoh saja. Aku sudah memaksanya untuk makan walaupun sedikit saja tapi dia tidak mau.”

“memang…ada apa dengannya?”

“emm…”

Jangmi mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun lalu mulai menjelaskan. “dia menyukai sunbaenya di Kampus. Jina sangat menyukainya, kau tahu? Dia selalu menceritakan tentang sunbaenya itu sampai aku bosan mendengarnya kemudian tadi pagi tiba-tiba Jina diberitahu kalau sunbae nya yang ia sukai itu menikah dengan gadis lain.”

“aku bisa merasakan bagaimana sakitnya Jina…” tambah Jangmi sambil menepuk pelan dadanya.

Kyuhyun mengangguk. Lalu ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “lalu kau ingin aku berbuat apa?”

“tidak perlu berbuat apa-apa. Aku hanya butuh seseorang untuk memelukku saat ini.” Jawab Jangmi jujur.

Kyuhyun tertawa geli, tidak menyangka jika Jangmi bisa sejujur ini. Juga.. dia berbicara banyak hari ini, tidak seperti biasanya yang memilih untuk diam saja. Kyuhyun memeluk Jangmi lagi, hanya sebentar lalu melepasnya.

Jangmi turun dari konter yang tadi ia duduki kemudian berjalan ke ruang tengah dimana member-member super junior berkumpul.

Semua memandang Jangmi dengan pandangan bertanya.

“hem….” Jangmi memandang satu persatu member super junior dengan sedikit misterius, dari mulai yang duduk paling kanan. Siwon, Donghae, Eunhyuk, Eteuk, Ryeowook, Sungmin, Yesung, Shindong lalu kembali dari Shindong  dan seterusnya.

“Eunhyuk-ah.”

“hm? Mwo?” seru eunhyuk dengan dahi mengernyit bingung.

“temui Jina.”

“hah?!”

“ppaliwa!”

“tapi…untuk apa?”

“bagaimanapun caranya kau harus membuat Jina berhenti mengurung diri dan membujuknya agar mau makan! Arrachi?”

“yak!”

***

Dengan ragu Eunhyuk mengetuk pintu kamar Jina pelan-pelan.

Tok.

Tidak ada jawaban.

Tok tok.

Tetap tidak ada jawaban.

Toktoktok.

Masih tidak ada jawaban.

“Yak!” kini Eunhyuk berseru dengan kesal lalu mengetuk pintu nya lebih keras.

TOKTOKTOKTOK

Blam!

“huaaaah!” Eunhyuk menjerit saat pintu tiba-tiba dibuka dengan kasar lalu muncul gadis dengan mata sembab, lingkar mata hitam yang sangat tertera, rambut acak-acakan dan bibir yang pucat pasi.

Yang tak lain dan tak bukan adalah Jina.

“MWO?!” bentak Jina pada Eunhyuk yang masih mengerjapkan matanya sambil mengelus dadanya perlahan karena masih kaget dengan penampilan Jina tadi.

“a…aku pikir kau hantu!”

Mendengar itu, Jina dengan entengnya menampar pipi Eunhyuk.

Plak!

“kau datang menggangguku, mengetuk pintu kamarku dengan keras hanya untuk mengatakan aku mirip hantu? Hah? Beraninya kau Lee Hyuk Jae! Aish,  pulang saja ke dormmu sanah!” omel Jina lalu mendorong Eunhyuk menuju ke pintu apartemen, tidak peduli pada Eunhyuk yang kini meringis kesakitan sambil mengelus pipinya.

Eunhyuk menahan tangan Jina lalu menatapnya, dengan image cassanova yang menempel pada Eunhyuk jangan ditanya lagi kalau Eunhyuk bisa meluluhkan gadis dengan mudahnya bahkan hanya dengan menatapnya saja.

Jina terdiam dan tidak berkedip saat Eunhyuk menatapnya dengan pandangan teduh. Lalu Eunhyuk tersenyum membuat Jina menaikkan kedua alisnya lalu…

Plak!

“jangan coba menggodaku!”

“haaah, jinjja. Pipiku aigoo sakit sekali!”

“cepat pulang!” lagi-lagi Jina mendorong Eunhyuk untuk keluar dari apartemennya tapi Eunhyuk tetap diam dan tidak bergerak sedikitpun, dorongan Jina sih tidak ada apa-apanya jika mendorong Eunhyuk yang kini (sudah) berotot itu.

Eunhyuk menghela nafasnya pelan lalu menyandarkan tubuhnya ditembok. “kau habis menangis?”

Jina terdiam dan menunduk lalu tiba-tiba mengacak rambutnya dengan kasar membuat  Eunhyuk berjingkat kaget “Ya….Ya apa yang kau lakukan heh?”

Jina terduduk dilantai lalu mengerang kesal. “sunbae tidak seharusnya memilih yeoja itu! dia bahkan tidak lebih cantik dariku dan wajahnya absurd sekali, gadis itu sunbae ku juga saat SMA dan dia terkenal dengan image siswa yang sering melanggar aturan sekolah, dia menyebalkan kenapa sunbae mau dengannya hah?! Kenapa kalian harus menikah!! Kenapa sunbae tidak sadar juga kalau aku disini menangis karena pernikahan kalian. Hiks!”

Eunhyuk menelan ludahnya, bingung harus berbua apa. Kaget iya. Terkejut iya. Bingung iya juga.

“haah kau saja yang bodoh. Kau seharusnya membuat pengakuan pada sunbae mu itu sejak awal, dia mana tahu tentang perasaanmu jika kau tidak mengatakan langsung padanya!” seru Eunhyuk setelah beberapa detik diam untuk mencari kata-kata

Jina bergeming lalu mendongak ke arah Eunhyuk dan tiba-tiba berdiri. “DIMANA-MANA SEORANG PRIA DULU YANG MENGUNGKAPKAN PERASAAN PADA GADIS YANG IA SUKAI BUKAN KEBALIKANNYA!”

“Siapa bilang begitu? Memang ada sanksinya jika gadis dulu yang mengungkapkan—“

“jelas ada. Sanksinya adalah penurunan harga diri!”

“bwahahaha. Mana ada sanksi seperti itu!”

“JELAS ADA! KAU TIDAK MERASAKANNYA KARENA KAU BUKAN WANITA!”

“Nah. Oke, Jina… berbicaralah dengan tenang dan baik-baik, ara?”

Jina mengangguk lalu menatap Eunhyuk dengan matanya yang sembap.

“aigoo kau pucat sekali, Jina-ah..”

Jina menyentuh keningnya yang kini terasa pening, “aku tidak makan dua hari.”

“mwoh?!”

“baiklah, kau duduk disitu. Aku akan mengambil makanan didapur. Kau duduk saja disitu…”

Jina mengangguk tapi malah berjalan dengan lemas kebalkon apartemen, tidak tahu maksudnya apa. Bukannya duduk diatas sofa dia malah duduk dilantai di balkon apartemennya.

Stelah beberapa menit Eunhyuk muncul dari dapur dengan segelas susu dan pancake di tangannya, ia berjalan kearah ruang tamu dan langsung kelabakan begitu melihat Jina tidak ada disana. “ahss, kemana bocah satu itu!”

“WAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

Mendengar jeritan Jina yang begitu keras itu Eunhyuk langsung berlari ke arah balkon menyadari asal suara itu darisana. Eunhyuk meletakkan pancake dan susunya dilantai lalu membekap mulut Jina dengan tangannya.

“apa yang kau lakukaaaan! Kenapa berteriak-teriak begitu bodoooh!”

Jina menghentakkan tangan eunhyuk dan melepaskannya dari mulutnya. “berteriak itu bisa menghilangkan stress, begitulah kata Jangmi jadi aku sedang mempraktekannya sekarang!”

Eunhyuk menepuk dahinya. Stress sendiri melihat Jina seperti ini. “tapi kau lihat situasi dan kondisi juga, bodoh! Kau tidak lihat ini BALKON APARTEMEN semua orang bisa mendengar suaramu nanti dikiranya aku sedang memperkosamu atau apa!”

“ah, aku lupa akan hal itu. KAU JUGA KENAPA TIDAK MEMPERINGATKANKU!”’

“aishhh, kenapa aku yang disalahkan sih jelas-jelas aku tidak tahu sebelumnya kau disini.” Sangkal eunhyuk. Kemudian ia mengambil piring kecil yang berisi pancake lalu menyendoknya sedikit dan menyuapkannya pada Jina. “ayo makan…”

Jina menggeleng.

“jina…ayo makan.”

Jina menggeleng lagi.

Eunhyuk menghela nafas lagi, entah untuk yang keberapa kalinya. Ia harus sabar! Ekstra sabar menghadapi gadis yang disukainya ini.

“baiklah, aku makan saja sendiri.” Ucap eunhyuk lalu menyuapkan sesendok pancake itu kedalam mulutnya sendiri. Eunhyuk mengambil susu yang tadinya untuk Jina tapi Eunhyuk meminumnya sendiri.

Melihat itu Jina menelan ludahnya, enak…pasti enak sekali! Pikir Jina. Apalagi sudah dua hari ia tidak makan.

Jina melongo melihat Eunhyuk yang enak sendiri memakan pancake –yang seharusnya- untuk Jina itu. perutnya berbunyi sedari tadi, bohong besar jika Jina berkata tidak lapar sekarang!
eunhyuk hendak memasukkan sesendok pancake kedalam mulutnya tapi Jina segera mengambil alih sendoknya dan memasukkannya kedalam mulutnya sendiri.

“jinjja, mashitaa!” seru Jina kemudian mengambil pancake yang Eunhyuk pegang lalu menghabiskan semuanya bahkan tidak memakan waktu lebih dari tiga menit.

Kemudian mengambil susu yang tergeletak dilantai dan meneguknya sampai habis.

Eunhyuk tersenyum lega saat melihat semua makanan yang ia bawakan untuk jina sudah habis. Ia mengelap sudut bibir Jina dengan jari-jarinya.

“Gomawo!” seru Jina senang lalu memeluk lengan eunhyuk dan menyandarkan kepalanya di bahu Eunhyuk.

Glek.

Eunhyuk gugup. Benar-benar gugup tapi juga merasa senang disaat yang bersamaan.

Seulas senyum muncul di wajah Eunhyuk, beberapa detik kemudian ia tersenyum lebar lalu mengelus rambut Jina dengan pelan.

###

Mungkin ini hanya sepenggal kisah manis antara Jina dan Eunhyuk, yang merupakan awal dari hubungan mereka berdua. Tidak perlu diceritakan lebih lanjut kalian pasti tahu Eunhyuk dan Jina PASTI menjadi sepasang kekasih setelah kejadian ini.

###

Haaah~ seleseeee hahaha. Gimana? Saya bingung mau nerusin adegan eunhyuk jina nya gimana lagi… mau bikin jadi sweet tapi…gagal ya? maaf kalo belum ngena!

Okeee jangan lupa dikomen , okeh? Saya butuh saran nih dari readers adegan apa yang bakal saya buat untuk couple kyu-jangmi ataupun hyuk-jina. KASIH TAU YAA~~
trus tanggapan kalian tentang ff ini gimanaaa. Oke?

Saya kasih cerita, readers kasih komen. Thats so easy 😀

 

 

 

 

THE IDENTIC  [SERIES-TWO/ JINA  AND…..EUNHYUK?]

Heartbreaker and heartmaker

 

Naaaaah~~ this is Jina’s turn! 😀

Summary: Eunhyuk suka Jina? Jinjja? Really?

 

**

“HAHAHAHA… APA? KAU MENYUKAINYA? HAHAHAHA!!”

Eunhyuk langsung melemparkan bantal ke arah Kyuhyun yang  masih tertawa tidak henti-hentinya, sedangkan yang lain juga masih terkikik geli. Eteuk ikut mengeluarkan suara tawanya yang khas itu, sungguh! Dorm super junior ramai sekali, gara-gara Eunhyuk.

Ya. gara-gara Eunhyuk!

“apa salahnya sih aku menyukai Jina! Dia kan cantik dan kau tau….dia model!”

“aku tahu itu hyuk, tapi…HAHAHAHA…kau tahu tidak seberapa nakalnya Jina itu? HAHAHA” kyuhyun masih terus tertawa, bahkan sampai Rolling on the floor laughing, sambil memegangi perutnya. Berlebihan.

“ne! Aku tahu. Tapi mau bagaimana lagi, aku benar-benar menyukainya.” Seru eunhyuk.

“HAHAHAHA”

“aish Kyuhyun berhentilah tertawa, setan!”

“HAHAHAHA”

“yak, kenapa kau terus tertawa!”

“tunggu sebentar… sebenarnya apa yang lucu? Eunhyuk menyukai Jina kenapa kalian semua tertawa?” tanya Ryeowook dengan luar biasa polos. Yesung mengangguk setuju.

“molla. Kyuhyun saja yang tidak waras sampai menertawaku begitu!”

“yak! Kau saja yang aneh hyung! Aku kira type gadis yang kau sukai seperti GNA yang seksi dan sensual itu, atau IU yang kalem dan cute dan ini malah….Jina? aigoo, serius kau hyung? Jina itu tidak waras!”

“dia memang tidak waras, kemarin saja Jina mencuri kkoming dan menyembunyikannya di apartemen. Aku kelabakan mencarinya, sungguh! Lalu tiba-tiba Jangmi menelfonku dan mengatakan Kkoming sedang tidur satu ranjang dengan Jina!” seru Yesung, Kyuhyun langsung tertawa lagi tanpa henti.

“BWAHAHAHA”

“untung saja kembaran Jina itu waras! Aku tidak bisa membayangkan kalau Jangmi sama gilanya dengan Jina. Haaah.” Sahut Eteuk disetujui anggukan oleh yang lainnya. Eunhyuk menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa hyungnya tega membully gadis yang ia sukai? Hiks! Tapi mau se abnormal apapun Jina itu, Eunhyuk tetap menyukainya.

“tapi kalau boleh jujur…” siwon datang dengan secangkit moccacino ditangannya, menyesapnya sedikit kemudian duduk disebelah Donghae. “kalau boleh aku berkata jujur, Jina memang lebih pantas denganmu daripada orang lain.”

Eunhyuk langsung mencondongkan tubuhnya kearah siwon dengan antusias. “ah, jinjja?”

Siwon mengagguk.

“dengarkan perkataan orang yang beragama!” seru Eunhyuk sambil menepuk bahu Siwon.

“yak, kau pikir kami semua tidak beragama hyuk?”  protes Donghae, member lain mengangguk mendengarnya.

“tapi setidaknya siwon yang paling tahu tentang agama disini. Jadi percayai kata-katanya, aku memang cocok dengan Jina!”

“memang cocok, siapa yang bilang tidak? Kau dan Jina kan sama saja abnormal!” Kyuhyun kembali tertawa atas perkataannya sendiri. “ihs, kau menduakanku hyuk!” protes Donghae memukul bahu Eunhyuk pelan.

“mianne, Donghae-ah!” ujar Eunhyuk dengan nada sedih yang tertera sangat dibuat-buat. Kemudian mereka berdua berpelukan.

“haaah, seperti sedang menonton drama secara langsung!” sahut Sungmin.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya kemudian mengambil PSP yang ia letakkan diatas meja, belum sempat Kyuhyun menyalakan PSPnya tiba-tiba LG Optimusnya bergetar.

From: JJANGmyun.

Di dorm?

To: JJANGmyun.

Ne. Jika kau rindu pada cho kyuhyun, datang saja cho kyuhyun akan selalu ada untukmu.

From: JJANGmyun.

Kau cheesy dan menjijikan disaat yang bersamaan.

To: JJANGmyun.

Tapi kau menyukainya?

From: JJANGmyun

Tidak.

To: Jjangmyun.

Yasudah kalau begitu. Cepat datang ke dorm ku sekarang.

From: JJANGmyun.

Yes sir,

 

Penasaran kenapa bisa kontak Jangmi, Kyuhyun beri nama JJANGmyun?

Oke, ternyata dibalik sayur-sayuran yang Jangmi makan untuk rutinitas hariannya, dia juga menyukai mie hitam yang pasti kalian semua tahu Cho Kyuhyun sangat menyukainya. Jjangmyun.

Suatu kebanggaan bagi Kyuhyun –menurutnya- karena akhirnya mereka berdua memiliki kesamaan! Hello all readers here, kalian pasti tahu kan kalau Jangmi dan Kyuhyun bak Hujan dan Panas, atau kertas dan besi atau bahkan bak langit dan cacing tanah. Kenapa? Karena perbedaan mereka benar-benar kontras.

Tapi sebenarnya kalau ditelisik lebih jauh, Kyuhyun dan Jina sama-sama memiliki otak ‘cucu einstein’

Kyuhyun pernah menjadi juara dalam olimpiade matematika saat SMA, oh sungguh! Olimpiade matematika! Bahkan olimpiade astronomi jauh lebih baik dari pada olimpiade matematika. Dan Kyuhyun menjadi juaranya, itu luar biasa.

Lalu… Jangmi? Well, tidak perlu dijelaskan secara panjang lebar bagaimana kinerja otak ‘gadis sains’ itu kan?

Mungkin jika mereka berdua menikah, anak mereka akan menjadi penerus Albert Einsten atau Thomas Alfa Edison. Oke, itu cukup berlebihan.

Kembali pada cerita.

Tidak butuh waktu lama, Jangmi datang. Membuka pintu dorm super junior dengan sedikit kasar , membuat semua member super junior melihatnya terkejut. Tapi Jangmi mengacuhkan semuanya dan berjalan ke dapur lalu duduk diatas konter dapur dan mengambil cola dari dalam kulkas.

Semua mata langsung menuju ke arah Jangmi dan semua member super junior melongo bersama-sama saat Jangmi membuka cola tersebut dan meminumnya.

What the…

Jangmi minum cola?!

“mwoya?!” seru Kyuhyun. Dia langsung berdiri dan meletakkan colanya diatas meja lalu berjalan menghampiri jangmi.

Jangmi masih menggenggam cola milik Siwon itu sambil menunduk, melihat Kyuhyundatang, jangmi mendongakkan kepalanya.  “wae?” tanya Kyuhyun, melihat wajah Jangmi yang terlihat sedih Kyuhyun menjadi tiba-tiba khawatir.

Jangmi hanya diam lalu tiba-tiba tangannya terulur kedepan dan memeluk Kyuhyun.

“OMO!” seru Ryeowook yang biasanya kalem itu kini berseru karena Jangmi memeluk Kyuhyun. Sesuatu yang bisa dibilang langka karena selama ini selalu Kyuhyun yang memeluk Jangmi duluan. Juga Jangmi tidak terlalu menyukai skinship.

KLIK!

Entah mendapat kamera darimana tiba-tiba Eunhyuk memotret pose Jangmi dan Kyuhyun yang sedang berpelukan. Lalu tersenyum puas saat melihat hasilnya.

“hyuk!” seru Donghae sedikit kesal dan menjitak kepala Eunhyuk.

Setelah cukup lama Jangmi diam sambil terus memeluk Kyuhyun, ia melepaskannya. Sedangkan Kyuhyun masih freezen dan mengusap punggung Jangmi perlahan.

Kyuhyun sedikit menunduk untuk melihat wajah Jangmi dengan jelas, ada sedikit air mata yang mengalir dari matanya. Kyuhyun langsung memegang dagu Jangmi dan mendongakkannya. “kau kenapa?”

Jangmi menghela nafasnya pelan. “jina…”

“Jina?”

“dia tidak mau makan seharian ini, hanya mengurung diri dikamarnya seperti orang bodoh saja. Aku sudah memaksanya untuk makan walaupun sedikit saja tapi dia tidak mau.”

“memang…ada apa dengannya?”

“emm…”

Jangmi mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun lalu mulai menjelaskan. “dia menyukai sunbaenya di Kampus. Jina sangat menyukainya, kau tahu? Dia selalu menceritakan tentang sunbaenya itu sampai aku bosan mendengarnya kemudian tadi pagi tiba-tiba Jina diberitahu kalau sunbae nya yang ia sukai itu menikah dengan gadis lain.”

“aku bisa merasakan bagaimana sakitnya Jina…” tambah Jangmi sambil menepuk pelan dadanya.

Kyuhyun mengangguk. Lalu ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “lalu kau ingin aku berbuat apa?”

“tidak perlu berbuat apa-apa. Aku hanya butuh seseorang untuk memelukku saat ini.” Jawab Jangmi jujur.

Kyuhyun tertawa geli, tidak menyangka jika Jangmi bisa sejujur ini. Juga.. dia berbicara banyak hari ini, tidak seperti biasanya yang memilih untuk diam saja. Kyuhyun memeluk Jangmi lagi, hanya sebentar lalu melepasnya.

Jangmi turun dari konter yang tadi ia duduki kemudian berjalan ke ruang tengah dimana member-member super junior berkumpul.

Semua memandang Jangmi dengan pandangan bertanya.

“hem….” Jangmi memandang satu persatu member super junior dengan sedikit misterius, dari mulai yang duduk paling kanan. Siwon, Donghae, Eunhyuk, Eteuk, Ryeowook, Sungmin, Yesung, Shindong lalu kembali dari Shindong  dan seterusnya.

“Eunhyuk-ah.”

“hm? Mwo?” seru eunhyuk dengan dahi mengernyit bingung.

“temui Jina.”

“hah?!”

“ppaliwa!”

“tapi…untuk apa?”

“bagaimanapun caranya kau harus membuat Jina berhenti mengurung diri dan membujuknya agar mau makan! Arrachi?”

“yak!”

***

Dengan ragu Eunhyuk mengetuk pintu kamar Jina pelan-pelan.

Tok.

Tidak ada jawaban.

Tok tok.

Tetap tidak ada jawaban.

Toktoktok.

Masih tidak ada jawaban.

“Yak!” kini Eunhyuk berseru dengan kesal lalu mengetuk pintu nya lebih keras.

TOKTOKTOKTOK

Blam!

“huaaaah!” Eunhyuk menjerit saat pintu tiba-tiba dibuka dengan kasar lalu muncul gadis dengan mata sembab, lingkar mata hitam yang sangat tertera, rambut acak-acakan dan bibir yang pucat pasi.

Yang tak lain dan tak bukan adalah Jina.

“MWO?!” bentak Jina pada Eunhyuk yang masih mengerjapkan matanya sambil mengelus dadanya perlahan karena masih kaget dengan penampilan Jina tadi.

“a…aku pikir kau hantu!”

Mendengar itu, Jina dengan entengnya menampar pipi Eunhyuk.

Plak!

“kau datang menggangguku, mengetuk pintu kamarku dengan keras hanya untuk mengatakan aku mirip hantu? Hah? Beraninya kau Lee Hyuk Jae! Aish,  pulang saja ke dormmu sanah!” omel Jina lalu mendorong Eunhyuk menuju ke pintu apartemen, tidak peduli pada Eunhyuk yang kini meringis kesakitan sambil mengelus pipinya.

Eunhyuk menahan tangan Jina lalu menatapnya, dengan image cassanova yang menempel pada Eunhyuk jangan ditanya lagi kalau Eunhyuk bisa meluluhkan gadis dengan mudahnya bahkan hanya dengan menatapnya saja.

Jina terdiam dan tidak berkedip saat Eunhyuk menatapnya dengan pandangan teduh. Lalu Eunhyuk tersenyum membuat Jina menaikkan kedua alisnya lalu…

Plak!

“jangan coba menggodaku!”

“haaah, jinjja. Pipiku aigoo sakit sekali!”

“cepat pulang!” lagi-lagi Jina mendorong Eunhyuk untuk keluar dari apartemennya tapi Eunhyuk tetap diam dan tidak bergerak sedikitpun, dorongan Jina sih tidak ada apa-apanya jika mendorong Eunhyuk yang kini (sudah) berotot itu.

Eunhyuk menghela nafasnya pelan lalu menyandarkan tubuhnya ditembok. “kau habis menangis?”

Jina terdiam dan menunduk lalu tiba-tiba mengacak rambutnya dengan kasar membuat  Eunhyuk berjingkat kaget “Ya….Ya apa yang kau lakukan heh?”

Jina terduduk dilantai lalu mengerang kesal. “sunbae tidak seharusnya memilih yeoja itu! dia bahkan tidak lebih cantik dariku dan wajahnya absurd sekali, gadis itu sunbae ku juga saat SMA dan dia terkenal dengan image siswa yang sering melanggar aturan sekolah, dia menyebalkan kenapa sunbae mau dengannya hah?! Kenapa kalian harus menikah!! Kenapa sunbae tidak sadar juga kalau aku disini menangis karena pernikahan kalian. Hiks!”

Eunhyuk menelan ludahnya, bingung harus berbua apa. Kaget iya. Terkejut iya. Bingung iya juga.

“haah kau saja yang bodoh. Kau seharusnya membuat pengakuan pada sunbae mu itu sejak awal, dia mana tahu tentang perasaanmu jika kau tidak mengatakan langsung padanya!” seru Eunhyuk setelah beberapa detik diam untuk mencari kata-kata

Jina bergeming lalu mendongak ke arah Eunhyuk dan tiba-tiba berdiri. “DIMANA-MANA SEORANG PRIA DULU YANG MENGUNGKAPKAN PERASAAN PADA GADIS YANG IA SUKAI BUKAN KEBALIKANNYA!”

“Siapa bilang begitu? Memang ada sanksinya jika gadis dulu yang mengungkapkan—“

“jelas ada. Sanksinya adalah penurunan harga diri!”

“bwahahaha. Mana ada sanksi seperti itu!”

“JELAS ADA! KAU TIDAK MERASAKANNYA KARENA KAU BUKAN WANITA!”

“Nah. Oke, Jina… berbicaralah dengan tenang dan baik-baik, ara?”

Jina mengangguk lalu menatap Eunhyuk dengan matanya yang sembap.

“aigoo kau pucat sekali, Jina-ah..”

Jina menyentuh keningnya yang kini terasa pening, “aku tidak makan dua hari.”

“mwoh?!”

“baiklah, kau duduk disitu. Aku akan mengambil makanan didapur. Kau duduk saja disitu…”

Jina mengangguk tapi malah berjalan dengan lemas kebalkon apartemen, tidak tahu maksudnya apa. Bukannya duduk diatas sofa dia malah duduk dilantai di balkon apartemennya.

Stelah beberapa menit Eunhyuk muncul dari dapur dengan segelas susu dan pancake di tangannya, ia berjalan kearah ruang tamu dan langsung kelabakan begitu melihat Jina tidak ada disana. “ahss, kemana bocah satu itu!”

“WAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

Mendengar jeritan Jina yang begitu keras itu Eunhyuk langsung berlari ke arah balkon menyadari asal suara itu darisana. Eunhyuk meletakkan pancake dan susunya dilantai lalu membekap mulut Jina dengan tangannya.

“apa yang kau lakukaaaan! Kenapa berteriak-teriak begitu bodoooh!”

Jina menghentakkan tangan eunhyuk dan melepaskannya dari mulutnya. “berteriak itu bisa menghilangkan stress, begitulah kata Jangmi jadi aku sedang mempraktekannya sekarang!”

Eunhyuk menepuk dahinya. Stress sendiri melihat Jina seperti ini. “tapi kau lihat situasi dan kondisi juga, bodoh! Kau tidak lihat ini BALKON APARTEMEN semua orang bisa mendengar suaramu nanti dikiranya aku sedang memperkosamu atau apa!”

“ah, aku lupa akan hal itu. KAU JUGA KENAPA TIDAK MEMPERINGATKANKU!”’

“aishhh, kenapa aku yang disalahkan sih jelas-jelas aku tidak tahu sebelumnya kau disini.” Sangkal eunhyuk. Kemudian ia mengambil piring kecil yang berisi pancake lalu menyendoknya sedikit dan menyuapkannya pada Jina. “ayo makan…”

Jina menggeleng.

“jina…ayo makan.”

Jina menggeleng lagi.

Eunhyuk menghela nafas lagi, entah untuk yang keberapa kalinya. Ia harus sabar! Ekstra sabar menghadapi gadis yang disukainya ini.

“baiklah, aku makan saja sendiri.” Ucap eunhyuk lalu menyuapkan sesendok pancake itu kedalam mulutnya sendiri. Eunhyuk mengambil susu yang tadinya untuk Jina tapi Eunhyuk meminumnya sendiri.

Melihat itu Jina menelan ludahnya, enak…pasti enak sekali! Pikir Jina. Apalagi sudah dua hari ia tidak makan.

Jina melongo melihat Eunhyuk yang enak sendiri memakan pancake –yang seharusnya- untuk Jina itu. perutnya berbunyi sedari tadi, bohong besar jika Jina berkata tidak lapar sekarang!
eunhyuk hendak memasukkan sesendok pancake kedalam mulutnya tapi Jina segera mengambil alih sendoknya dan memasukkannya kedalam mulutnya sendiri.

“jinjja, mashitaa!” seru Jina kemudian mengambil pancake yang Eunhyuk pegang lalu menghabiskan semuanya bahkan tidak memakan waktu lebih dari tiga menit.

Kemudian mengambil susu yang tergeletak dilantai dan meneguknya sampai habis.

Eunhyuk tersenyum lega saat melihat semua makanan yang ia bawakan untuk jina sudah habis. Ia mengelap sudut bibir Jina dengan jari-jarinya.

“Gomawo!” seru Jina senang lalu memeluk lengan eunhyuk dan menyandarkan kepalanya di bahu Eunhyuk.

Glek.

Eunhyuk gugup. Benar-benar gugup tapi juga merasa senang disaat yang bersamaan.

Seulas senyum muncul di wajah Eunhyuk, beberapa detik kemudian ia tersenyum lebar lalu mengelus rambut Jina dengan pelan.

###

Mungkin ini hanya sepenggal kisah manis antara Jina dan Eunhyuk, yang merupakan awal dari hubungan mereka berdua. Tidak perlu diceritakan lebih lanjut kalian pasti tahu Eunhyuk dan Jina PASTI menjadi sepasang kekasih setelah kejadian ini.

###

Haaah~ seleseeee hahaha. Gimana? Saya bingung mau nerusin adegan eunhyuk jina nya gimana lagi… mau bikin jadi sweet tapi…gagal ya? maaf kalo belum ngena!

Okeee jangan lupa dikomen , okeh? Saya butuh saran nih dari readers adegan apa yang bakal saya buat untuk couple kyu-jangmi ataupun hyuk-jina. KASIH TAU YAA~~
trus tanggapan kalian tentang ff ini gimanaaa. Oke?

Saya kasih cerita, readers kasih komen. Thats so easy 😀

 

 

 

 

THE IDENTIC  [SERIES-TWO/ JINA  AND…..EUNHYUK?]

Heartbreaker and heartmaker

 

Naaaaah~~ this is Jina’s turn! 😀

Summary: Eunhyuk suka Jina? Jinjja? Really?

 

**

“HAHAHAHA… APA? KAU MENYUKAINYA? HAHAHAHA!!”

Eunhyuk langsung melemparkan bantal ke arah Kyuhyun yang  masih tertawa tidak henti-hentinya, sedangkan yang lain juga masih terkikik geli. Eteuk ikut mengeluarkan suara tawanya yang khas itu, sungguh! Dorm super junior ramai sekali, gara-gara Eunhyuk.

Ya. gara-gara Eunhyuk!

“apa salahnya sih aku menyukai Jina! Dia kan cantik dan kau tau….dia model!”

“aku tahu itu hyuk, tapi…HAHAHAHA…kau tahu tidak seberapa nakalnya Jina itu? HAHAHA” kyuhyun masih terus tertawa, bahkan sampai Rolling on the floor laughing, sambil memegangi perutnya. Berlebihan.

“ne! Aku tahu. Tapi mau bagaimana lagi, aku benar-benar menyukainya.” Seru eunhyuk.

“HAHAHAHA”

“aish Kyuhyun berhentilah tertawa, setan!”

“HAHAHAHA”

“yak, kenapa kau terus tertawa!”

“tunggu sebentar… sebenarnya apa yang lucu? Eunhyuk menyukai Jina kenapa kalian semua tertawa?” tanya Ryeowook dengan luar biasa polos. Yesung mengangguk setuju.

“molla. Kyuhyun saja yang tidak waras sampai menertawaku begitu!”

“yak! Kau saja yang aneh hyung! Aku kira type gadis yang kau sukai seperti GNA yang seksi dan sensual itu, atau IU yang kalem dan cute dan ini malah….Jina? aigoo, serius kau hyung? Jina itu tidak waras!”

“dia memang tidak waras, kemarin saja Jina mencuri kkoming dan menyembunyikannya di apartemen. Aku kelabakan mencarinya, sungguh! Lalu tiba-tiba Jangmi menelfonku dan mengatakan Kkoming sedang tidur satu ranjang dengan Jina!” seru Yesung, Kyuhyun langsung tertawa lagi tanpa henti.

“BWAHAHAHA”

“untung saja kembaran Jina itu waras! Aku tidak bisa membayangkan kalau Jangmi sama gilanya dengan Jina. Haaah.” Sahut Eteuk disetujui anggukan oleh yang lainnya. Eunhyuk menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa hyungnya tega membully gadis yang ia sukai? Hiks! Tapi mau se abnormal apapun Jina itu, Eunhyuk tetap menyukainya.

“tapi kalau boleh jujur…” siwon datang dengan secangkit moccacino ditangannya, menyesapnya sedikit kemudian duduk disebelah Donghae. “kalau boleh aku berkata jujur, Jina memang lebih pantas denganmu daripada orang lain.”

Eunhyuk langsung mencondongkan tubuhnya kearah siwon dengan antusias. “ah, jinjja?”

Siwon mengagguk.

“dengarkan perkataan orang yang beragama!” seru Eunhyuk sambil menepuk bahu Siwon.

“yak, kau pikir kami semua tidak beragama hyuk?”  protes Donghae, member lain mengangguk mendengarnya.

“tapi setidaknya siwon yang paling tahu tentang agama disini. Jadi percayai kata-katanya, aku memang cocok dengan Jina!”

“memang cocok, siapa yang bilang tidak? Kau dan Jina kan sama saja abnormal!” Kyuhyun kembali tertawa atas perkataannya sendiri. “ihs, kau menduakanku hyuk!” protes Donghae memukul bahu Eunhyuk pelan.

“mianne, Donghae-ah!” ujar Eunhyuk dengan nada sedih yang tertera sangat dibuat-buat. Kemudian mereka berdua berpelukan.

“haaah, seperti sedang menonton drama secara langsung!” sahut Sungmin.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya kemudian mengambil PSP yang ia letakkan diatas meja, belum sempat Kyuhyun menyalakan PSPnya tiba-tiba LG Optimusnya bergetar.

From: JJANGmyun.

Di dorm?

To: JJANGmyun.

Ne. Jika kau rindu pada cho kyuhyun, datang saja cho kyuhyun akan selalu ada untukmu.

From: JJANGmyun.

Kau cheesy dan menjijikan disaat yang bersamaan.

To: JJANGmyun.

Tapi kau menyukainya?

From: JJANGmyun

Tidak.

To: Jjangmyun.

Yasudah kalau begitu. Cepat datang ke dorm ku sekarang.

From: JJANGmyun.

Yes sir,

 

Penasaran kenapa bisa kontak Jangmi, Kyuhyun beri nama JJANGmyun?

Oke, ternyata dibalik sayur-sayuran yang Jangmi makan untuk rutinitas hariannya, dia juga menyukai mie hitam yang pasti kalian semua tahu Cho Kyuhyun sangat menyukainya. Jjangmyun.

Suatu kebanggaan bagi Kyuhyun –menurutnya- karena akhirnya mereka berdua memiliki kesamaan! Hello all readers here, kalian pasti tahu kan kalau Jangmi dan Kyuhyun bak Hujan dan Panas, atau kertas dan besi atau bahkan bak langit dan cacing tanah. Kenapa? Karena perbedaan mereka benar-benar kontras.

Tapi sebenarnya kalau ditelisik lebih jauh, Kyuhyun dan Jina sama-sama memiliki otak ‘cucu einstein’

Kyuhyun pernah menjadi juara dalam olimpiade matematika saat SMA, oh sungguh! Olimpiade matematika! Bahkan olimpiade astronomi jauh lebih baik dari pada olimpiade matematika. Dan Kyuhyun menjadi juaranya, itu luar biasa.

Lalu… Jangmi? Well, tidak perlu dijelaskan secara panjang lebar bagaimana kinerja otak ‘gadis sains’ itu kan?

Mungkin jika mereka berdua menikah, anak mereka akan menjadi penerus Albert Einsten atau Thomas Alfa Edison. Oke, itu cukup berlebihan.

Kembali pada cerita.

Tidak butuh waktu lama, Jangmi datang. Membuka pintu dorm super junior dengan sedikit kasar , membuat semua member super junior melihatnya terkejut. Tapi Jangmi mengacuhkan semuanya dan berjalan ke dapur lalu duduk diatas konter dapur dan mengambil cola dari dalam kulkas.

Semua mata langsung menuju ke arah Jangmi dan semua member super junior melongo bersama-sama saat Jangmi membuka cola tersebut dan meminumnya.

What the…

Jangmi minum cola?!

“mwoya?!” seru Kyuhyun. Dia langsung berdiri dan meletakkan colanya diatas meja lalu berjalan menghampiri jangmi.

Jangmi masih menggenggam cola milik Siwon itu sambil menunduk, melihat Kyuhyundatang, jangmi mendongakkan kepalanya.  “wae?” tanya Kyuhyun, melihat wajah Jangmi yang terlihat sedih Kyuhyun menjadi tiba-tiba khawatir.

Jangmi hanya diam lalu tiba-tiba tangannya terulur kedepan dan memeluk Kyuhyun.

“OMO!” seru Ryeowook yang biasanya kalem itu kini berseru karena Jangmi memeluk Kyuhyun. Sesuatu yang bisa dibilang langka karena selama ini selalu Kyuhyun yang memeluk Jangmi duluan. Juga Jangmi tidak terlalu menyukai skinship.

KLIK!

Entah mendapat kamera darimana tiba-tiba Eunhyuk memotret pose Jangmi dan Kyuhyun yang sedang berpelukan. Lalu tersenyum puas saat melihat hasilnya.

“hyuk!” seru Donghae sedikit kesal dan menjitak kepala Eunhyuk.

Setelah cukup lama Jangmi diam sambil terus memeluk Kyuhyun, ia melepaskannya. Sedangkan Kyuhyun masih freezen dan mengusap punggung Jangmi perlahan.

Kyuhyun sedikit menunduk untuk melihat wajah Jangmi dengan jelas, ada sedikit air mata yang mengalir dari matanya. Kyuhyun langsung memegang dagu Jangmi dan mendongakkannya. “kau kenapa?”

Jangmi menghela nafasnya pelan. “jina…”

“Jina?”

“dia tidak mau makan seharian ini, hanya mengurung diri dikamarnya seperti orang bodoh saja. Aku sudah memaksanya untuk makan walaupun sedikit saja tapi dia tidak mau.”

“memang…ada apa dengannya?”

“emm…”

Jangmi mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun lalu mulai menjelaskan. “dia menyukai sunbaenya di Kampus. Jina sangat menyukainya, kau tahu? Dia selalu menceritakan tentang sunbaenya itu sampai aku bosan mendengarnya kemudian tadi pagi tiba-tiba Jina diberitahu kalau sunbae nya yang ia sukai itu menikah dengan gadis lain.”

“aku bisa merasakan bagaimana sakitnya Jina…” tambah Jangmi sambil menepuk pelan dadanya.

Kyuhyun mengangguk. Lalu ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “lalu kau ingin aku berbuat apa?”

“tidak perlu berbuat apa-apa. Aku hanya butuh seseorang untuk memelukku saat ini.” Jawab Jangmi jujur.

Kyuhyun tertawa geli, tidak menyangka jika Jangmi bisa sejujur ini. Juga.. dia berbicara banyak hari ini, tidak seperti biasanya yang memilih untuk diam saja. Kyuhyun memeluk Jangmi lagi, hanya sebentar lalu melepasnya.

Jangmi turun dari konter yang tadi ia duduki kemudian berjalan ke ruang tengah dimana member-member super junior berkumpul.

Semua memandang Jangmi dengan pandangan bertanya.

“hem….” Jangmi memandang satu persatu member super junior dengan sedikit misterius, dari mulai yang duduk paling kanan. Siwon, Donghae, Eunhyuk, Eteuk, Ryeowook, Sungmin, Yesung, Shindong lalu kembali dari Shindong  dan seterusnya.

“Eunhyuk-ah.”

“hm? Mwo?” seru eunhyuk dengan dahi mengernyit bingung.

“temui Jina.”

“hah?!”

“ppaliwa!”

“tapi…untuk apa?”

“bagaimanapun caranya kau harus membuat Jina berhenti mengurung diri dan membujuknya agar mau makan! Arrachi?”

“yak!”

***

Dengan ragu Eunhyuk mengetuk pintu kamar Jina pelan-pelan.

Tok.

Tidak ada jawaban.

Tok tok.

Tetap tidak ada jawaban.

Toktoktok.

Masih tidak ada jawaban.

“Yak!” kini Eunhyuk berseru dengan kesal lalu mengetuk pintu nya lebih keras.

TOKTOKTOKTOK

Blam!

“huaaaah!” Eunhyuk menjerit saat pintu tiba-tiba dibuka dengan kasar lalu muncul gadis dengan mata sembab, lingkar mata hitam yang sangat tertera, rambut acak-acakan dan bibir yang pucat pasi.

Yang tak lain dan tak bukan adalah Jina.

“MWO?!” bentak Jina pada Eunhyuk yang masih mengerjapkan matanya sambil mengelus dadanya perlahan karena masih kaget dengan penampilan Jina tadi.

“a…aku pikir kau hantu!”

Mendengar itu, Jina dengan entengnya menampar pipi Eunhyuk.

Plak!

“kau datang menggangguku, mengetuk pintu kamarku dengan keras hanya untuk mengatakan aku mirip hantu? Hah? Beraninya kau Lee Hyuk Jae! Aish,  pulang saja ke dormmu sanah!” omel Jina lalu mendorong Eunhyuk menuju ke pintu apartemen, tidak peduli pada Eunhyuk yang kini meringis kesakitan sambil mengelus pipinya.

Eunhyuk menahan tangan Jina lalu menatapnya, dengan image cassanova yang menempel pada Eunhyuk jangan ditanya lagi kalau Eunhyuk bisa meluluhkan gadis dengan mudahnya bahkan hanya dengan menatapnya saja.

Jina terdiam dan tidak berkedip saat Eunhyuk menatapnya dengan pandangan teduh. Lalu Eunhyuk tersenyum membuat Jina menaikkan kedua alisnya lalu…

Plak!

“jangan coba menggodaku!”

“haaah, jinjja. Pipiku aigoo sakit sekali!”

“cepat pulang!” lagi-lagi Jina mendorong Eunhyuk untuk keluar dari apartemennya tapi Eunhyuk tetap diam dan tidak bergerak sedikitpun, dorongan Jina sih tidak ada apa-apanya jika mendorong Eunhyuk yang kini (sudah) berotot itu.

Eunhyuk menghela nafasnya pelan lalu menyandarkan tubuhnya ditembok. “kau habis menangis?”

Jina terdiam dan menunduk lalu tiba-tiba mengacak rambutnya dengan kasar membuat  Eunhyuk berjingkat kaget “Ya….Ya apa yang kau lakukan heh?”

Jina terduduk dilantai lalu mengerang kesal. “sunbae tidak seharusnya memilih yeoja itu! dia bahkan tidak lebih cantik dariku dan wajahnya absurd sekali, gadis itu sunbae ku juga saat SMA dan dia terkenal dengan image siswa yang sering melanggar aturan sekolah, dia menyebalkan kenapa sunbae mau dengannya hah?! Kenapa kalian harus menikah!! Kenapa sunbae tidak sadar juga kalau aku disini menangis karena pernikahan kalian. Hiks!”

Eunhyuk menelan ludahnya, bingung harus berbua apa. Kaget iya. Terkejut iya. Bingung iya juga.

“haah kau saja yang bodoh. Kau seharusnya membuat pengakuan pada sunbae mu itu sejak awal, dia mana tahu tentang perasaanmu jika kau tidak mengatakan langsung padanya!” seru Eunhyuk setelah beberapa detik diam untuk mencari kata-kata

Jina bergeming lalu mendongak ke arah Eunhyuk dan tiba-tiba berdiri. “DIMANA-MANA SEORANG PRIA DULU YANG MENGUNGKAPKAN PERASAAN PADA GADIS YANG IA SUKAI BUKAN KEBALIKANNYA!”

“Siapa bilang begitu? Memang ada sanksinya jika gadis dulu yang mengungkapkan—“

“jelas ada. Sanksinya adalah penurunan harga diri!”

“bwahahaha. Mana ada sanksi seperti itu!”

“JELAS ADA! KAU TIDAK MERASAKANNYA KARENA KAU BUKAN WANITA!”

“Nah. Oke, Jina… berbicaralah dengan tenang dan baik-baik, ara?”

Jina mengangguk lalu menatap Eunhyuk dengan matanya yang sembap.

“aigoo kau pucat sekali, Jina-ah..”

Jina menyentuh keningnya yang kini terasa pening, “aku tidak makan dua hari.”

“mwoh?!”

“baiklah, kau duduk disitu. Aku akan mengambil makanan didapur. Kau duduk saja disitu…”

Jina mengangguk tapi malah berjalan dengan lemas kebalkon apartemen, tidak tahu maksudnya apa. Bukannya duduk diatas sofa dia malah duduk dilantai di balkon apartemennya.

Stelah beberapa menit Eunhyuk muncul dari dapur dengan segelas susu dan pancake di tangannya, ia berjalan kearah ruang tamu dan langsung kelabakan begitu melihat Jina tidak ada disana. “ahss, kemana bocah satu itu!”

“WAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

Mendengar jeritan Jina yang begitu keras itu Eunhyuk langsung berlari ke arah balkon menyadari asal suara itu darisana. Eunhyuk meletakkan pancake dan susunya dilantai lalu membekap mulut Jina dengan tangannya.

“apa yang kau lakukaaaan! Kenapa berteriak-teriak begitu bodoooh!”

Jina menghentakkan tangan eunhyuk dan melepaskannya dari mulutnya. “berteriak itu bisa menghilangkan stress, begitulah kata Jangmi jadi aku sedang mempraktekannya sekarang!”

Eunhyuk menepuk dahinya. Stress sendiri melihat Jina seperti ini. “tapi kau lihat situasi dan kondisi juga, bodoh! Kau tidak lihat ini BALKON APARTEMEN semua orang bisa mendengar suaramu nanti dikiranya aku sedang memperkosamu atau apa!”

“ah, aku lupa akan hal itu. KAU JUGA KENAPA TIDAK MEMPERINGATKANKU!”’

“aishhh, kenapa aku yang disalahkan sih jelas-jelas aku tidak tahu sebelumnya kau disini.” Sangkal eunhyuk. Kemudian ia mengambil piring kecil yang berisi pancake lalu menyendoknya sedikit dan menyuapkannya pada Jina. “ayo makan…”

Jina menggeleng.

“jina…ayo makan.”

Jina menggeleng lagi.

Eunhyuk menghela nafas lagi, entah untuk yang keberapa kalinya. Ia harus sabar! Ekstra sabar menghadapi gadis yang disukainya ini.

“baiklah, aku makan saja sendiri.” Ucap eunhyuk lalu menyuapkan sesendok pancake itu kedalam mulutnya sendiri. Eunhyuk mengambil susu yang tadinya untuk Jina tapi Eunhyuk meminumnya sendiri.

Melihat itu Jina menelan ludahnya, enak…pasti enak sekali! Pikir Jina. Apalagi sudah dua hari ia tidak makan.

Jina melongo melihat Eunhyuk yang enak sendiri memakan pancake –yang seharusnya- untuk Jina itu. perutnya berbunyi sedari tadi, bohong besar jika Jina berkata tidak lapar sekarang!
eunhyuk hendak memasukkan sesendok pancake kedalam mulutnya tapi Jina segera mengambil alih sendoknya dan memasukkannya kedalam mulutnya sendiri.

“jinjja, mashitaa!” seru Jina kemudian mengambil pancake yang Eunhyuk pegang lalu menghabiskan semuanya bahkan tidak memakan waktu lebih dari tiga menit.

Kemudian mengambil susu yang tergeletak dilantai dan meneguknya sampai habis.

Eunhyuk tersenyum lega saat melihat semua makanan yang ia bawakan untuk jina sudah habis. Ia mengelap sudut bibir Jina dengan jari-jarinya.

“Gomawo!” seru Jina senang lalu memeluk lengan eunhyuk dan menyandarkan kepalanya di bahu Eunhyuk.

Glek.

Eunhyuk gugup. Benar-benar gugup tapi juga merasa senang disaat yang bersamaan.

Seulas senyum muncul di wajah Eunhyuk, beberapa detik kemudian ia tersenyum lebar lalu mengelus rambut Jina dengan pelan.

###

Mungkin ini hanya sepenggal kisah manis antara Jina dan Eunhyuk, yang merupakan awal dari hubungan mereka berdua. Tidak perlu diceritakan lebih lanjut kalian pasti tahu Eunhyuk dan Jina PASTI menjadi sepasang kekasih setelah kejadian ini.

###

Haaah~ seleseeee hahaha. Gimana? Saya bingung mau nerusin adegan eunhyuk jina nya gimana lagi… mau bikin jadi sweet tapi…gagal ya? maaf kalo belum ngena!

Okeee jangan lupa dikomen , okeh? Saya butuh saran nih dari readers adegan apa yang bakal saya buat untuk couple kyu-jangmi ataupun hyuk-jina. KASIH TAU YAA~~
trus tanggapan kalian tentang ff ini gimanaaa. Oke?

Saya kasih cerita, readers kasih komen. Thats so easy 😀

 

 

 

 

Advertisements

10 thoughts on “[THE IDENTIC] heartbreaker and heartmaker”

  1. Pengennya kyu sama jina taruhan dong, terserah taruhan apa. Mau maen game kek, lomba makan sayur kek (kyu pasti kalah), lomba lari kek, pokoknya terserah
    Kan sama sama abnormal tuh
    Trus yang kalah harus nurutin kemauan yang menang

    Trus kalo enggak kan biasanya kyu tuh yang isengin hyukjina. Sekarang gantian dong isenginnya

  2. Ahahhahhaha, baru baca identik yang ini…
    Aish aturan aku baca yang kyu-jjangmyun dluan ya 😀
    Sumpah ngakak banget, tapi sumpah gokil abis…
    Suka sama karakter jina yang sinting abis :p

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s