THE DIARY OF SOOYOUNG [ONESHOT]

 

THE DIARY OF SOOYOUNG

CAST: CHOI SIWON, CHOI SOOYOUNG.

Note: HELLOOOO ALLL~~~ akhirnya saya bikin ff lagi niiih~ ohyaaa, ini pertama kalinya saya bikin ff tentang soowon looh ayoo bagi para Guardians read my ff, okee? dan buat yg bukan soowon shipper tetep baca dan komen yaaah hehehehe. DONT FORGET TO COMMENT OKAY? saya masih termasuk failed writer jadi masih butuh sara2 dan kritik dari readers semuaa.

SUMMARY: Sooyoung adalah gadis biasa yang mengagumi seorang Choi Siwon. Siapakah choi Siwon? Bagaimana Sooyoung mengaguminya? Lets read on!

I always waited for a love that resembles the sky to be given to me

On the day where the stars twinkle, I walk to the melody of the birds

***

Dengan langkah seribu Sooyoung menyusuri lorong-lorong Yeom-Kwang Highschool, sambil sesekali berhenti untuk membetulkan tali sepatu sneakersnya. Ia melirik ke arah jam tangan Chanelnya untuk kesekian kalinya, “Aigoo!” seru Sooyoung sambil terus berlari. Rambut panjang hitamnya mengibar kemana-mana karena gerakan larinya yang cepat itu.

Suasana special class yang berisi murid-murid berotak einstein itu mulai tenang ketika seorang guru masuk kedalam ruangan dengan aura wibawanya, semua murid membungkuk lalu guru iyu meletakkan setumpuk bukunya diatas meja.

“Annyeonghaseyo!”

“Annyeonghaseyo Fei seonsaengnim!”

Laoshi tersebut mulai mengeluarkan buku absennya dan memanggil murid satu persatu.

“Kim kibum..”

“Ne” murid yang dikenal pendiam dan cerdas itu mengacungkan tangannya sebentar saat Laoshi fei memanggilnya, lalu Kibum kembali membaca buku nya.

“Cho Kyuhyun.”

“Ne”

“Choi Siwon..”

“Ne”

“Choi Jinri”

“Ne”

“Song Victoria”

“Ne”

“Choi Sooyoung”

“…..”

Fei menurunkan bukunya dan mengencangkan kacamatanya, melihat ke seluruh penjuru kelas lalu pandangannya tertumpu pada kursi kosong yang seharusnya Sooyoung  duduki itu.

Changmin yang kebetulan duduk dibelakang bangku Sooyoung menoleh kearah Kyuhyun, “kemana si shik shin itu? telat lagi?” tanya Changmin setengah berbisik. Kyuhyun hanya mengedikkan bahunya menanggapi Changmin.

“Choi Soo—“

“HADIR!!”

Sooyoung berdiri diambang pintu dengan nafas naik-turun, sebelah tangannya memegang dadanya yang sesak karena berlari sangat kencang tadi.

Semua murid di kelas menatap Sooyoung kemudian tertawa disaat yang bersamaan, Choi Sooyoung memang selalju seperti ini. Senang berangkat telat dans elalu muncul di kelas dengan wajah yang menggelikan.

“mi…mian..hhh…mianhamnida, laoshi…aku terlambat.”

Fei menggelengkan kepalanya lalu menyuruh Sooyoung masuk.

“Kamsahamnida!” Sooyoung membungkuk berkali-kali lalu masuk kedalam kelas dan melangkah dengan gontai menuju bangkunya yang terletak didepan Changmin dan disebelah kanan Kyuhyun.

“Xueshengmen, ni hao ma?” Fei memulai pelajaran dengan menyalakan laptopnya lalu menyambungkannya ke proyektor.

Changmin mencolek pundak Sooyoung yang sedang mengambil buku dari dalam tas nya, “Sooyoungie…”

“mwo?” respon  Sooyoung cuek tanpa menoleh ke arah Changmin.

“kenapa telat lagi?”

Sooyoung meletakkan buku mandarinnya di atas meja dan menoleh kearah Changmin. “aku—“

“terlalu banyak makan tadi malam akhirnya terpaksa mengerjakan tugas dipagi hari dam karena itu aku terlambat” Kyuhyun memotong kata-kata Sooyoung, lalu tertawa bersama Changmin.

“kami sudah tau kebiasaanmu, soo!”

Sooyoung memutar bola matanya jengah. “kalau sudah tau kenapa bertanya hah?!”

“hanya iseng saja…bwahahahaha” Ledek Changmin lalu kembali tertawa bersama Kyuhyun. Dasar double-evil tingkahnya sama saja!

“ihsss!” Sooyoung kembali berbalik menghadap kedepan, memperhatikan sederet hanze yang sedang laoshi Fei munculkan lewat LCD nya. Ia mengambil pulpen hitamnya dan membuka buku tulis putih dengan sampul bergambar polkadotnya itu dan menyalin semua hanze nya dengan cepat. Sooyoung memang mahir dalam pelajaran bahasa, entah Korea, Japan ataupun mandarin.

Saat murid-murid lain masih sibuk menulis, Sooyoung meletakkan pulpennya tanda ia sudah selesai, ia menopang dagunya dengan tangannya lalu memperhatikan hanze yang tadi ia tulis lalu mengangguk mengerti.

Sooyoung merapikan rambut hitamnya yang sedikit berantakan lalu mengambil permen karet dari dalam sakunya, membuka bungkusnya dibawah meja kemudian memakannya tanpa mengeluarkan suara. Hey, jangan tanya. Shik shin yang satu ini memang sudah ahli memakan tanpa suara disaat-saat gentings seperti ini.

Mata Sooyoung menengok kekanan, ke bangku ke dua dari depan dimana laki-laki tampan dan tinggi itu duduk. Siapa lagi? Kalian pikir siapa?

Siapa lagi kalau bukan Siwon.

Siwon dengan tampang cool-nya masih sibuk dengan pulpen dan bolpoinnya, Sooyoung tersenyum penuh arti, lalu membenarkan posisi duduknya agar bisa melihat Siwon dengan lebih nyaman.

***

Sooyoung’s diary side one.

Disaat semua murid tertawa dan semuanya bereaksi atas tingkahku yang selalu berangkat sekolah terlambat dan memasang wajah menggelikan –yang tidak aku sadari- dan lagi-lagi membuat semua murid tertawa, laki-laki itu malah diam saja, hanya menarik senyumnya sedikit dan kembali berkutat dengan bukunya.

Tapi tidak dengan kejadian tadi!

Astaga!

Kau tahu?

Tadi aku terlambat lagi, dan dia mendongak begitu aku sampai di ambang pintu kelas, lalu……lalu…..

Dia tersenyum, lebar dan manis sekali!

Aku memang memasang tampang biasa saja tapi dalam hati rasanya meledak-ledak, choi Siwon memang selalu membuatku seperti itu.

Biar aku ceritakan sedikit tentang choi Siwon. Bagaimana?

Choi Siwon termasuk dalam kategori murid penting di Yeom-Kwang Highschool, dengan prestasi akademik yang bagus. Dia juga pemain basket sekolah yang sellau mendapat predikat striker yang bagus. Tapi meskipun begitu, dia tidak pernah sombong ataupun membangga-banggakan dirinya. Dia bersikap rendah hati dan ramah terhadap semua orang.

Hal terakhir itulah yang aku sukai darinya.

Meskipun segala hal tentangnya, semuanya aku menyukainya.

Tapi aku tidak memiliki cukup keberanian untuk mengatakan rasa kagumku, atau….rasa cintaku?

Ah itu terdengar sedikit cheesy.

Dan sejujurnya aku tidak suka dengan hal-hal yang berbau romantis ataupun tiu, karena aku terkenal sedikit boyish tapi aku juga gadis normal yang bisa mencintai ataupun mengagumi pria kan?

Tapi sayangnya choi Siwon saja yang bisa aku sukai, aku merasa buta akan segala hal cinta karena definisi cinta untukku hanyalah choi Siwon.

Oke, itu terdengar cheesy lagi.

Aaah, aku memang seperti ini jika menyangkut Siwon!

Dan aku selalu menjadi bahan ledekan tiga teman terbaikku, Changmin, Kyuhyun, dan Victoria. Tapi karena cerita ini tentang aku dan Siwon, jadi author, bisakah kau tendang ketiga tokoh tadi?

Oh, author pecinta ikan mokpo itu memang sedikit menyebalkan. Jadi tereserah bagaimana dia akan menggambarkan cerita ini. Tidak tau lah, yang penting aku dan Siwon harus banyak mendapatkan peran disini! Tentu saja, karena kami berdua tokoh utamanya.

(author: Soo~ please dont be out of topic!)

Aku mungkin terlihat bahagia, terlihat baik-baik saja, memandang Siwon dari kejauhan dengan senyum lebar dan  menuliskan segala hal tentangnya dengan penuh rasa bahagia.

Tapi dibalik semua itu, mencintai dengan satu sisi saja ternyata cukup menyakitkan, eh?

***

Sooyoung keluar dari dance-room dengan peluh yang menetes dari dahinya, ia mengelapnya dengan sapu tangan yang diberikan oleh Victoria tadi. Sudah lebih dari tiga jam Sooyoung berlatih poppin dan shufflin bersama ketiga teman baiknya tentunya, kebetulan mereka semua sama-sama hobi dan memiliki skill dance.

Pandangan Sooyoung tiba-tiba tertuju pada sekumpulan murid-murid yang sedang bermain basket, ia sedikit berjinjit untuk melihat lebih jauh siapa saja yang masih bermain basket di sore hari seperti ini.

Ah, itu dia.

Sooyoung tersenyum saat Siwon terlihat sedang memasukkan bola ke dalam ring, lalu mengelap keringat dengan punggung tangannya. Sooyoung jadi gatal ingin menggunakan sapu tangannya untuk mengelap keringat Siwon.  Tapi toh ia hanya tersenyum tulus. Melihat Siwon saja rasanya sudah cukup membuat hatinya melonjak senang.

Sooyoung melirik jam tangannya, ini belum  terlalu sore, ia masih bisa memandangi Siwon dengan puas disini.

Beberapa saat kemudian Siwon berhenti bermain dan duduk di kursi di pinggir lapangan lalu meneguk sebotol air mineral yang Siwon ambil dari dalam tas nya. Satu botol air mineral itu Siwon habiskan, Siwon memandang botol kosong itu dengan sedikit merengut kemudian melemparnya begitu saja kedalam tong sampah. Siwon kembali membuka tas nya untuk mencari sebotol air lagi, tapi tidak ada. Ia baru ingat kalau hanya membawa sebotol air mineral saja.

Sooyoung mengangkat tangan kanannya yang menggenggam botol minuman isotonik, memandangnya sebentar. Sooyoung ingin sekali memberikannya pada Siwon, walaupun isi botol itu hanya tinggal setengah saja.

Tapi Sooyoung ingin memberikannya.

Sooyoung menggigit bibir bawahnya, ragu dengan keputusannya. Apakah ia harus memberikannya pada Siwon? Atau membiarkannya saja?

Oke, Sooyoung pemberani! Bagaimanapun dia akan berusaha meluapkan perasaannya sedikit demi sedikit!

Sooyoung menarik nafas dan mengeluarkannya dengan perlahan, ia hampir saja melangkah tapi langsung terhenti ketika…

Ketika seorang gadis cantik dengan masih menggenakan seragam dan bando pita dirambutnya menghampiri Siwon, memberikan sebotol air yang langsung disambut senang oleh Siwon.

Sooyoung tertegun lalu kembail menggigit bibirnya, ia menyipitkan matanya melihat gadis tadi. Dengan dandanan super feminim, sepatu flat pink yang bagi Sooyoung terlihat sangat mencolok.

Saking mencoloknya sampai Sooyoung sebal melihatnya.

Semenit kemudian Sooyoung menutup matanya ketika Siwon dan gadis-feminim tadi berbincang-bincang akrab, bukan maksud apa-apa sih, hanya saja….kalian mungkin bisa menyebut Sooyoung semacam…cemburu?

Ya seperti itu lah.

Sooyoung mendengus kesal dan berbalik lalu berjengit kaget ketiga Changmin, Victoria dan Kyuhyun menatap Sooyoung sambil menaikkan alisnya.

Sooyoung gelagapan, merasa salah tingkah. “m..mwo?”

“tidak usah mengelak lagi…” ujar Changmin

Victoria dengan angelic smile-nya menepuk bahu Sooyoung. Lalu Kyuhyun tersenyum mencoba menghibur Sooyoung.

***

Sooyoung’s diary side two

she wears short skirts, I wear T-shirts

She’s Cheer Captain and I’m on the bleachers

Dreaming about the day when you wake up and find

That what you’re looking for has been here the whole time

Gadis itu…. dia adalah kapten cheers sekolah, terkenal se-antero sekolah. Semuanya mengenalnya sebagai gadis tercantik di sekolah, Hwang Tiffany.

Dia selalu memakai bando –yang menurut murid-murid menggemaskan- dengan berbagai motif dan selalu berbentuk pita. Sepatu yang dia kenakan selalu bermodel flat dengan warna pink atau putih.

Jika Tiffany tersenyum, matanya ikut menyipit seolah-olah tersenyum juga dan itu menjadi ciri khas yang paling mencolok dari dirinya. Membuatnya terlihat imut walaupun aku sendiri tidak tahu dimana sisi imutnya.

Hmmm. Bukan berarti aku merasa lebih cantik darinya, bukan begitu! Aku hanya tidak bisa memahami gadis-gadis yang terlalu feminim. Tidak tahu kenapa, hahaha.

Choi Siwon, kau menyukai gadis itu kan? Tiffany? Benarkan?

Bahkan tadi saat aku akan menawarkan minuman isotonikku, kau tau apa yang membuatku mundur? Aku melihat penampilannya dan membandingkan dengan penampilanku sendiri.

Aku hanya menggunakan t-shirt Apples and Oranges yang –mungkin- basah karena keringatku sehabis berlatih dance tadi, dan dengan denim short lalu sepatu kets putih.

Karena hal itu lah aku mundur, membiarkan gadis feminim itu saja yang maju.

Bukankah…aku tidak ada apa-apanya dibanding gadis itu kan?

Ah, tapi hanya karena hal sepele seperti ini aku tidak akan menyerah!

Tidak ada kata menyerah dalam kamus choi Sooyoung!

Choi Siwon, aku mencintaimu!

***

Kling~~

Bel istirahat berbunyi nyaring, Sooyoung segera bangkit dari kursinya dan duduk disebelah Siwon sebelum Siwon beranjak berdiri.

“halo Siwon!” sapa Sooyoung ramah sambil tersenyum.

Siwon membalasnya dengan senyuman, lalu tertawa ketika melihat berbagai snack dan permen yang ada didalam saku rompi Sooyoung, terlalu banyak sampai hampir tumpah. Karena hal itu Siwon tertawa.

“keren sekali, bahkan bel istirahat baru berbunyi dan kau sudah mengantungi berbagai macam snack, hahahaha”

Sooyoung tertawa kecil lalu mengeluarkan semua snacknya dari balik saku rompinya. “kau mau?” tanya Sooyoung , ia memilih-milih sebentar lalu mengambil sebuah kaleng cola. Sooyoung menyodorkan cola tersebut pada Siwon.

“bagaimana kau tau aku menyukai cola?”

‘karena aku menyukaimu bodooooh!’ rutuk Sooyoung dalam hatinya.

“karena…ah, jadi kau menyukai cola? Aku baru tahu! Padahal tadi aku mengambil cola asal-asalan. Bagus kalau kau menyukaiku! Eh….me..menyukai cola itu maksudnya…” Sooyoung tertawa cangung, bodoh kenapa bisa keceplosan tadi?!

“Ne…gomawo. lain kali bawakan aku cola lagi ya!”

“tentu saja!”

Sooyoung baru saja akan membuka mulutnya untuk memulai pembicaraan dengan Siwon tiba-tiba handphone nya berbunyi.

From: Gyu~

Soo, Hangeng hyung menunggu kita di ruang latihan. Kita akan berlatih seharian ini. Cepat kesini, lomba diadakan besok!

Sooyoung menghela nafasnya membaca pesan tadi. Dia menoleh ke arah Siwon dengan tatapan sedih.

“Wae?”

“aku harus latihan dance sekarang. Mianne, Siwon-ah. Besok kita bisa mengobrol lagi kan!? Tentu saja! Besok kita mengobrol lagi sehabis lomba selesai.”

Siwon mengangguk. “tentu saja! Emm…kau ikut club dance?”

“ahhahaha ne. Memang club dance tidak cukup populer di sekolah kita mengingat grup dari sekolah kita selalu mengalami kekalahan, tapi Hangeng seonsaengnim percaya pada grup dance ku kalau besok pasti menang. Doakan aku Siwon-ah!”

“Ne. Semoga berhasil!”

Sooyoung mengangguk sambil tersenyum lebar kemudian mengemasi barang-barangnya juga snack dan permennya yang berantakan di meja Siwon, Siwon membantunya membereskan snack-snack Sooyoung kedalam tas.

“Annyeong!” Sooyoung berdiri dan membungkuk lalu melambaikan tangannya pada Siwon.

“emm… Siwon-ah?”

“Ne?”

“kalau kau berkenan…bisa lihat pertunjukanku besok?”

***

“ajja ajja fighting!” Hangeng menepuk tangannya beberapa kali untuk memberi semangat pada grup dance Sooyoung yang akan menampilkan pentas perdana nya besok.

Donghae selaku salah satu guru dance mereka memberi nama grup itu ‘A-line’.

“ya! Changmin, kau kurang geser sedikit!” Seru Eunhyuk, pelatih dance yang setingkat lebih tinggi dari Hangeng. Changmin bergeser ke kanan sedikit, lalu melakukan poppin bergantian dengan Kyuhyun.

Sedangkan Victoria maju kedepan lalu menunjukkan high-kick nya dan melakukkan spinning berkali-kali, Sooyoung maju kedepan dan menyusul Victoria untuk sama-sama melakukkan spinning lalu keduanya mengakhiri dengan split.

Changmin dan Kyuhyun menarik topi dari balik saku celananya lalu memakainya, suara musik hip hop milik Justin Timberlake memenuhi ruangan, Changmin dan Kyuhyun melakukan dance hip hop dengan tingkat kecepatan tinggi lalu diakhiri dengan Kyuhyun berdiri terbalik dengan menumpu pada tangannya.

plok plok plok.

Hangeng, Eunhyuk, dan Donghae bertepuk tangan begitu musik selesai dan grup A-line tersebut membungkukkan badannya ke arah sunbaenimnya itu.

“kalian sudah bagus! Aku yakin kalian akan menang besok!” ucap Donghae masih bertepuk tangan dengan senyuman lebar di bibirnya.

***

Ciiiiit.

Hyundai NF Sonata milik Kyuhyun berhenti di parkiran Yeom-Kwang Highschool, Changmin yang pertama kali turun, disusul Sooyoung, Victoria dan terakhir Kyuhyun. Mereka semua berjalan sedikit tergesa menuju ruang latihan dance yang terletak di lantai dua itu.

“ini akan menjadi pertunjukan pertama kita! Kita harus bisa menang, apalagi sekolah kita menjadi tuan rumah dilaksanakannya lomba ini, bukan begitu kan!?” seru Victoria senang.

Kyuhyun mengangguk “kau benar, Qiannie. Aku tidak mau tahu kalau kita kalah Changmin harus menari bubble pop di tengah lapangan!”

“yak, kenapa aku?” protes Changmin.

“baiklah, kalau kita menang Kyuhyun yang akan menari ditengah lapangan!” seru Sooyoung lalu mereka semua tertawa.

“Anni!” protes Kyuhyun.

Mereka semua berjalan menaiki tangga bersama-sama, tapi langkah Sooyoung terhenti saat ia melihat dua orang yang sedang berhadapan didepan kelas.

“Siwon?”

Ketiganya langsung ikut menghentikan langkahnya dan mengikuti pandangan Sooyoung.

“ada apa?” tanya Kyuhyun.

“ssst!” Sooyoung meletakkan jarinya didepan bibirnya menyuruh mereka untuk diam.

Tampak Siwon sedang memberikan sebuah kotak berbungkus warna pink kepada gadis dihadapannya. Hwang tiffany.

“tiffany, maukah kau menjadi kekasihku?”

Tiffany mengangguk kemudian memeluk Siwon. Pemandangan yang bisa dibilang manis tapi tidak bagi…

Bagi Sooyoung.

Changmin, Kyuhyun, dan Victoria melongo, lalu ketiganya menatap Sooyoung dengan hati-hati. Takut tiba-tiba gadis itu mengamuk atau bisa saja berlari dan menangis dihadapan Siwon.

Tapi tidak ada reaksi apapun dari Sooyoung. Dia tetap diam memandang ke arah Siwon dan Tiffany yang masih berpelukan. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara sedikitpun.

“Soo…Sooyoungie..” ucap Victoria dengan ragu, ia hendak memegang bahu Sooyoung tapi Changmin menahannya.

Sooyoung menunduk dan terdiam cukup lama, nafasnya terdengar naik turun.

Kyuhyun menggenggam tangan Sooyoung lalu menariknya perlahan. “kajja! Kita akan lomba hari ini, kau harus bersemangat!”

“Ne! Kita semua harus bersemangat!” ujar Changmin lalu menepuk bahu Sooyoung.

“uri Sooyoung bukankah selalu menunjukkan wajah cerianya. Bukan begitu?” ujar Victoria lalu mengelus rambut Sooyoung dan mendongakkan kepalanya perlahan.

Tampak wajah Sooyoung yang sangat berbeda dengan raut wajahnya sebelum Siwon ehm mengatakan rasa sukanya pada Tiffany. Sooyoung memandang ketiga teman baiknya yang tersenyum seolah-olah mengatakan pada Sooyoung bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Apanya yang baik-baik saja!

Orang bodoh pun tahu kalau perasaan Sooyoung saat ini sakit sekali! Seperti ditusuk-tusuk pisau!

Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Sooyoung, lalu dia berlari menuruni tangga dengan perasaan tidak menentu. Sulit untuk menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini.

“Sooyoungie!” ketiganya ikut berlari mengejar Sooyoung.

Sooyoung berlari ke tengah lapangan entah dalam maksud apa, dia mengambil bola basket yang terletak dibawah ring basket kemudian melemparkannya ke ring, mengambilnya kemudian melemparkannya lagi, begitulah seterusnya. Mungkin melakukan kegiatan seperti itu bisa meringakan sedikit perasaannya.

Mungkin.

Tapi kemudian bayangan Siwon sedang bermain basket berputar di otaknya, Sooyoung menangis lagi. Lalu melemparkan bola basket yang ia pegang ke tanah dengan kesal.

Dan sialnya.

SIALNYA.

Siwon datang menghampiri Sooyoung yang masih mendribbel bola basket dengan kesal, melihat Sooyoung sedari tadi memaikan bola basket Siwon pikir Sooyoung ssedang ‘bermain’main’ saja jadi dia menghampirinya, sedangkan Tifany pulang duluan dengan alasan ada jadwal shopping dengan temannya.

“Sooyoung?”

Sooyoung mendongak dan kaget saat melihat Siwon dihadapannya.

“kau sedang bermain—eh kau menangis?”

Sooyoung menatap Siwon dengan dingin lalu…

Plak!

“hoaah?!” Changmin dan Kyuhyun lagi-lagi melongo saat Sooyoung dengan telak menampar Siwon yang tidak tau apa-apa itu. Victoria menutup mulutnya dengan telapak tangannya tidak kalah kagetnya.

Siwon menyentuh pipinya yang lebam karena tamparan keras Sooyoung, dia menatap Sooyoung dengan bingung dan sedikit marah. “ke..kenapa menamparku?”

“Kau…” Sooyoung mengeluarkan isi tas nya dan melemparkannya satu persatu kearah Siwon. Mulai dari buku, tempat pensil, snack-snacknya dan terakhir melemparkan tasnya yang kosong itu ke arah Siwon.

“yak! Yak!”

“apa sih yang bisa kau lakukan selain membuatku sakit hati hah?” jerit Sooyoung, ia memukul bahu Siwon dengan keras lalu dia berbalik dan berjalan cepat menghampiri ketiga temannya. “ayo!” Sooyoung menyeret lengan Victoria untuk berjalan menjauhi lapangan.

“ta..tapi, bagaimana dengan Siwon?” tanya Victoria yang diacuhkan begitu saja oleh Sooyoung.

**

Dengan langkah gontai Sooyoung berjalan di back-stage,  yah terdengar elit memang, terkesan Sooyoung terlihat seperti seorang artis. Tapi memang iya, wannabe, karena ini merupakan pentas pertama Grup dance Sooyoung beserta Kyuhyun, Changmin dan Victoria.

Saat perjalanan menuju sekolah, dia sangat bersemangat. Menanti hari yang paling ditunggunya, dan mood nya sangat baik bahkan senyum-pun tidak pernah luput dari wajah Sooyoung.

Tapi… choi Siwon telah menghancurkan segalanya. Mood baiknya, semangatnya, dan melihat panggung pun rasanya Sooyoung menjadi malas.

Oh, benar-benar kau Choi Siwon!

Melihat Sooyoung yang berjalan seolah tanpa nyawa itu, Victoria memutuskan untuk menghampirinya. Ia menepuk bahu Sooyoung pelan, dan Sooyoung-pun menoleh.

“kau tetap bertahan dengan wajah sendumu ini saat kita pentas nanti?”

Sooyoung hanya menunduk, tidak tahu harus menjawab apa. Memang sepertinya ia akan terus bertahan dengan mimik sendunya saat pentas nanti.beberapa detik kemudian Sooyoung menggeleng pelan, tidak tahu maksudnya apa.

“hm?” Victoria mengernyitkan dahinya bingung.

“sebaiknya kalian bertiga saja yang pentas. Aku tidak usah ikut.”

“MWOYA?!” Victoria melototkan matanya kaget, membuat bunny-eyes nya terlihat semakin besar.

“kau tahu betapa buruknya perasaanku saat ini kan?!”

“tapi..tidak dengan cara seperti ini Sooyoungie, kau harus tetap pentas bagaimanapun keadaannya! Hey, kau memegang peranan penting disini dan tidak bisa seenaknya keluar!”

“aku merasa tidak ada sedikitpun nafsu untuk melakukan apapun termasuk dance.” Sooyoung masih bersikeras dengan keputusan bodohnya itu, masih menunduk dan tidak berani menatap Victoria, ia akan merasa semakin bersalah jika menatapnya nanti.

Victoria menghela nafasnya dan menatap Sooyoung iba, dia mengangkat dagu Sooyoung dengan jarinya menyuruh Sooyoung untuk menatapnya. “dengarkan aku, kau mungkin sangat terpukul dengan perkataan Siwon pada Tiffany tadi atau apalah itu, kau bisa saja merasa down dan moodless. Tapi apakah kau pernah emikirkan tentang karma?”

“karma?”

Victoria tersenyum manis dan mengangguk. “kau kesal kan pada Siwon? Marah dan apapun itu. taoi bukan begini caranya kau menunjukkan kekesalanmu. Sooyoungie, kau punya bakat dance yang sangat bagus yang bisa membuat siapapun terpesona denganmu, kau bisa melakukan hal yang gadis lain tidak bisa lakukan termasuk Tiffany. Dengan maka itu, kau tunjukkan pada Siwon kalau kau ini lebih baik dari gadis manapun yang Siwon sukai!”

Raut wajah Sooyoung menjadi antusias, banyak hal berkecimuk dipikarannya sekarang dan saat inilah ia harus pintar-pintar mengambil keputusan.

“Otteyo?” tanya Victoria.

“aku harus….”

“ya?”

“aku…. harus….membuat Siwon menyesal!!!”

“Yeah, daebak Sooyoungie!” Victoria tersenum lebar dan memeluk Sooyoung dengan senang.

***

Gemuruh tepukan tangan menggema keseluruh ruangan, hampir semua penonton berdiri sambil menyatakan kekagumannya atas penampilan A-line yang baru saja selesai, Kyuhyun, Changmin, Sooyoung, dan Victoria menundukkan kepalanya sambil tersenyum puas.

Victoria terlihat sangat manis dengan t-shirt adidas se-paha yang bertuliskan angka 61 dengan warna soft-red dan legging bergambar abstrak dengan warna yang dominan biru muda itu, ditambah jam tangan playwatch berwarna ungu. Rambung panjangnya dibiarkan tergerai lengkap dengan poni depan yang tidak pernah luput dari penampilannya itu.

Sedangkan Sooyoung terkesan lebih boyish dengan tanktop fifth avenue dan ditutupi sebagian oleh jaket stine goya serta leging hitam yang membuat kaki jenjangnya terekspos dengan bagus. Rambut pendeknya dibiarkan tergerai.

Kyuhyun dan Changmin juga berpenampilan tidak kalah menarik, karena tema yang dipakai A-line ini lebih ke semi-hiphop maka keduanya juga berpenampilan hip hop dengan topi miring yang dipakai oleh Kyuhyun.

Pentas mereka berjalan sangat sukses, Sooyoung tidak jadi mengurungkan niatnya untuk tidak ikut show-on diatas panggung, berterimakasihlah pada Victoria yang mengembalikan semangat dance Sooyoung!

“daebak!!” donghae dan Eunhyuk mengacungkan kedua jempolnya dari bawah panggung, diurutan duduk paling depan sedangkan Hangeng menatap A-line dengan bangga, bhwa untuk kurun waktu beberapa tahun terakhir ini Yeom-kwang high-school selalu mengalami ketidakberhasilan dalam dance competition.

Tapi tidak untuk sekarang ini. A-line mengubah persepsi itu.

Setealh beebrapa kali membungkuk, ke-empatnya turun dari panggung dan sama-sama saling memeluk satu sama lain.

“aku tidak menyangka kita disambut dengan tepuk tangan sebanyak tadi!” seru Sooyoung senang sambil memeluk bahu Victoria. Kyuhyun melakukan high-five dengan Changmin, sahabat kerennya itu.

Mereka semua bertepuk tangan untuk keberhasilan grup mereka sendiri dan tertawa senang, merasa latihan kerasnya selama ini terbayar dengan lunas.

Pria itu diam di atas tempat duduknya dan tersenyum, menunjukkan kedua lesung pipinya itu. ia melirik sebuah notebook berwarna cokelat muda yang dilapisi daun maple itu lalu kembali melihat kedepan, menunggu sampai gadis dengan blazer hitam itu menghilang dibalik panggung.

Pria itu kembali menunduk dan membuka notebook yang sedari tadi digenggamnya, dibacanya lagi kalimat-kalimat yang tertuju untuknya itu dengan segurat senyuman yang terukir di wajahnya.

Namun kegiatannya terhenti saat gadis dengan bando pink dan dress putih selutut itu tiba-tiba dudukd idekatnya dan memeluk bahunya. “maaf membuatmu menunggu lama, Siwon”

Siwon  hanya tersenyum datar dan mengacak rambut gadis itu pelan, “kau imut sekali hari ini.” Puji Siwon. gadis yang duduk disebelahnya yang tak lain Tiffany Hwang itu hanay tersenyum dan menunjukkan eye-smilenya.

“dan karena kau terlihat imut… karena itu…”

“hm?” tiffany mengernyit bingung melihat Siwon yang seperti ingin mengucapkan sesuatu tapi tertahan.

“aku tidak cocok jika berdiri denganmu. Kau tahu? Hubungan kita selama ini memang dekat dan….lebih terlihat seperti kakak-adik. Bukankah begitu?”

Tiffany merasa ada yang salah dengan keadaan sekarang ini. Dia menegakkan badannya dan menatap Siwon serius. “what do you mean? We’ve been close since some years ago and you said that we must run this into a relationship!” serunya dengan aksen amerika yang kental. Ya, Tiffany hwang memang keturunan Amerika.

“i understand. But it was my big fault to say ‘bout love yesterday. Sorry.”

Raut wajah Tiffany berbuah kecewa, sangat kecewa, “so you mean that we’ve to break up?”

Siwon mengangguk, dengan rasa bersalah yang terlihat diwajahnya.

“baru tadi siang Oppa menyatakan perasaan padaku tapi secepat ini kita memutuskan hubungan?!”

Siwon baru akan membalas perkataan Tiffany tapi seruan dari panggung mengalihkan perhatiannya, ia langsung melihat kedepan dimana first winner baru akan diumumkan.

“A-line!!!” seru MC yang bernama Jokwon itu. Park Jaebum, Lee Junho dan Park Gahee selaku juri langsung berjalan keatas panggung dan menunggu Grup A-line yang sedang naik ke atas panggung dengan sorakan meriah.

Tepuk tangan riuh memenuhi studio besar milik Yeom-kwang highschool ini, Changmin yang sampai duluan diatas panggung dan menerima trophy yang diberikan langsung oleh Park Gahee.

Kini Victoria, Changmin, Kyuhyun dan Sooyoung saling menungkapkan rasa termakasihnya diatas panggung. Mata Siwon tidak pernah luput dari Sooyoung, dia menatapnya lama dan semakin Siwon melihatnya perasaannya terasa semakin tidak menentu.

Kini Sooyoung sudah mengganti wadrobenya menjadi black-dress yang terbalut indah ditubuh kurusnya.

Siwon tidak tahan dengan semua ini! Dia menyukai Sooyoung!

Kenapa?

Kenapa bisa?

Biarkan Siwon yang menjelaskan pada Sooyoung nanti!

Siwon tiba-tiba berdiri dari kursinya dan berjalan kedepan, melewati tangga-tangga yang berisi kursi-kursi penonton itu. Tiffany dibuat melongo karenanya, tidak tahu kenapa tiba-tiba Siwon pergi meninggalkannya begitu saja.

Sampai didepan panggung Siwon tampak diam, berpikir sebentar sambil terus menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan. Dia mendongak melihat ke arah Sooyoung yang masih berdiri diantar grup A-line nya tanpa menyadari Siwon ada dibawah panggung sedang memperhatikannya.

Nekat berani atau apapun itu, Siwon naik ke atas panggung lalu berjalan mendekati Sooyoung. Penonton toh hanya bisa melongo saja, tapi tidak separah Tiffany tentunya.

Sampai Siwon berdiri tepat disamping Sooyoung, barulah keempat-nya menyadari kehadiran Siwon. Sooyoung menoleh dan mengerjapkan matanya berkali-kali memastikan bahwa Siwonlah yang benar-benar ada dihadapannya.

Siwon tersenyum canggung dan benar-benar bingung harus memulainya dari mana!

Kyuhyun memberi isyarat kepada Changmin dan Victoria untuk mundur membiarkan Sooyoung dan Siwon yang ada ditengah panggung sekarang.

Siwon tersenyum canggung lalu meraba-raba saku jeansnya, dan ia hanya menemukan sebungkus coklat yang tadi sempat ia beli di minimarket.

Dengan pelan Siwon menyerahkan coklat tadi ke arah Sooyoung, membuat Sooyoung menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti, “mak…sudnya?”

“Sooyoungie, saranghae…”

“M..mwo?!”

“terimakasih sudah melemparku dengan buku-buku mu tadi, sehingga aku bisa membaca semua isi diarymu.” Ucap Siwon sambil menunjukkan notebook berwarna cokelat itu dihadapan Sooyoung.

Sooyoung ternganga, tidak menyangka bahwa diary yang seluruh isinya tentang Siwon itu kini ada ditangan Siwon sendiri. Ia merasa malu iya, merasa senang…juga iya.

Ia menunduk, berusaha menutupi pipinya yang kemerahan.

“psst!” Changmin memberi isyarat kepada Siwon untuk melihat kearahnya, Changmin melemparkan sebuket bunga ke arah Siwon yang langsung ditangkap dengan sigap oleh Siwon.

Siwon menyodorkan buket bunga itu kehadapan Siwon lalu semua penonton yang ada di dalam studio bertepuk tangan meriah melihat bagaimana Siwon mengungkapkan perasaanya pada Sooyoung.

Tidak bisa dipungkiri lagi bagaimana bahagianya Sooyoung, ia ingin berteriak rasanya!

Sooyoung menerima bunga itu dan langsung memeluk Siwon dengan senyum lebar yang tergambar dari wajahnya.

“bagaimana dengan Tiffany?” bisik Sooyoung.

“baru aku putus kan sekitar beberapa menit yang lalu.”

Sooyoung hanya terkikik lalu memeluk Siwon semakin erat, merasa perasaannya diterbangkan setinggi-tingginya.

Bahwa penantiannya berbuah sangat manis seperti ini.

You dont know where love will comes to you but make it sure that God always give the best for you, God will make a pretty surprise. Really.

THE END

Advertisements

12 thoughts on “THE DIARY OF SOOYOUNG [ONESHOT]”

  1. Hello chingu….:)
    FFnya keren ya….nggak nyangka Siwon oppa bisa ketemu diary nya Soo unnie….
    Wahh ternyata Siwon juga suka sama Soo, HURAYYY XD
    Kyu, Changmin ama Vic juga sama2 lucu ya….bener2 sahabat yg bak lohh…

    1. HELOOO ^^
      hahaha iyakaaan ternyata siwon sukaaa, semoga aja suka beneran didunia real *ngarep* xD
      iyadooong mereka kan kyu-line kakak2 ku semuaa hahaha/plak
      makasih yaa komennya 🙂

  2. wooh, ada you belong with me. Tadi aku nyanyi itu loh pas penilaian senbud disekolah #gananya
    *bersyukur gada kyutoria pair disini*
    dan lagi2 bubble pop -_- kayaknya seneng banget sama bubble pop. Suruh changmin goyang gayung ato maboy kek sekali2
    kok minkyu kostumnya ga dijelasin lebih detil beb?
    Endingnya masih kurang ngegigit(?)
    udahan yah, mau tugas ngapelin tugas satu kontainer(?)

    1. wkwk aku expired bngt ya baru bales komenmu zam ~
      ga doooong kan disini ff soowon jd ga aku selipin kyutoria hahahaha bersyukur zaaam
      haha gimana doong aku emang suka bubble pop apalagi pas uh ah uh ah ah nya itu *plaak*
      changmin goyang maboy gaseru cuy, badannya kurang seksi *plaak*
      yah bingung aku kalo deskripsiin baju cowo, haha -_- dan endingnya emang kurang greget efek males nulis –”
      yoooo thankyuuu udah komen eljammie :3333

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s