THE WAY TO BREAK UP

 —THE WAY TO BREAK UP—

Author: ifaloyshee ifasheitte.wordpress.com

Tags       : cho kyuhyun, super junior

BGM: Taeyeon – If, Lee sun Hee – fox rain (ost my girlfriend is a gumiho), SJ – angela, Kyuhyun – the way to break up, trax – Let you go

***

I’ll have to get used to the days without you

and tomorrow I will feel slightly better

It will slowly fade and be forgotten

and if suddenly I think of something

It will only leave beutiful memories

헤어져야하는 방법….

***

Aku tidak pernah berpikir sebelumnya kalau segalanya haus ditakdirkan seperti ini, Tuhan memang begitu baik. Sangat baik dan aku tidak pernah menyesali semua takdirku. Mungkin.

Kau tahu siapa aku? Han Jangmi, istri sah dari Cho Kyuhyun. Maaf, mungkin aku terkesan sombong karena memperkenalkan diriku dengan cara seperti itu. tapi, hmmm aku menyukainya. Maksudku aku menyukai bagaimana namaku dan Kyuhyun disejajarkan apalagi dengan embel-embel ‘istri’. Cho kyuhyun, semua orang pasti mengenalnya. Ya, cho kyuhyun super junior. Sebelum ini aku bukanlah fansnya, ishh memangnya aku mau menjadi fans dari manusia evil seperti kyuhyun hah? Tidak sudi.

Aku bukan fansnya, melainkan Everlasting-Friend nya, ah tidak… aku ini Evelasting-wife nya. Tidak, aku hanya bercanda.. hahaha.

Hmmm mau tidak mau aku tidak boleh mengikrarkan hal itu.

Ya, tidak boleh.

++

“Kyuhyunnie!”

Kyuhyun menoleh dari balik pintu lokernya, mendapati seorang gadis berperawakan kurus, tinggi, putih dengan rambut setengah di blonde, yang hanya dengan dandanan simplenya, jeans dan t-shirt serta sepasang sepatu Dr. Materns. “wae?” tanya Kyuhyun pada gadis itu, ia kembali menoleh kearah lokernya, memasukkan handuk kecil dan pakaian olahraga ke dalam ranselnya.

“hari ini kita diberi tugas oleh dosen killer itu, dan sialnya aku satu kelompok denganmu, hih menyebalkan.”

Kyuhyun menoleh kearah gadis itu, “yak, tugas apa? Kau saja yang mengerjakan. Aku ada kelas musik hari ini, dan juga… aaah, beberapa pemotretan untuk majalah vogue.”

Gadis itu mendengus “tidak boleh! Kenapa selalu aku yang mengerjakan semua tugasmu hah??”

“ini tugas kelompok kan? Bukan hanya tugasku, Jangmi!” seru Kyuhyun, Jangmi memutar kedua bola matanya lalu menatap Kyuhyun sebal.

“mau berbicara apalagi? Aku ada kelas musik sekarang.”

“kalau mau pergi, pergi saja!”

“haaah, kau ingin bicara apa lagi  jangmi? Aku akan mendengarkannya. Dan jika kau sudah selesai bicara aku baru akan pergi.” Kyuhyun melipatkan kedua tangannya dan menyandakan tubunya di loker, menatap jangmi.

“ah, begini saja. Nanti jika kau selesai dengan kelas musikmu, kau datang ke apartementku saja!”

Kyuhyun tidak menjawab apapun, tatapannya terlalu fokus pada jangmi dan Kyuhyun malah tersenyum sendiri, jangmi pikir mungkin temannya yang satu ini ada gangguan syaraf.

“benar-benar bocah aneh…” gumam Jangmi, lalu mengibaskan kedua tangannya didepan wajah Kyuhyun “hey, kau bahkan tidak berkedip sekalipun. Wae? Jangan diam seperti itu! kau mengerikan seperti orang tidak waras saja!”

Kyuhyun malah tertawa lalu mengacak rambut Jangmi

“hmm kalau begitu, pergi sanah bocah aneh. Kau bilang ada kelas musik sekarang kan?” jangmi mendorong tubuh Kyuhyun, sambil memukulnya pelan. “aku tidak mau pergi. Bagaimana ya?”

“maksudmu?” seru Jangmi bingung.

“kau ikut pergi ke kelas musik bersamaku, dan kau harus mau.”

“mwoya? Tidak mau! Aku kan tidak bisa bemain  musik!”

“tapi jika kau terus disini, aku juga akan terus disini…”

“kenapa? Kau hanya tinggal pergi saja apa susahnya sih kenapa harus membawaku juga?”

Kyuhyun menegakkan badannya kemudian mengaitkan siku-nya ke leher jangmi sambil menyeretnya, “aku ti-uhuk tidak bisa bernaf…as uhuk, Kyuhyun lepaskan tanganmu!”

Kyuhyun malah semakin mengeratkan tangannya dileher Jangmi sambil –tentu saja- terus menyeretnya, dan tertawa keras.

“Han Jangmi, Kau harus menjadi kekasihku!”

***

Tidak tahu persis bagaimana rasanya waktu itu, bahwa akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulutmu kyuhyun. Aku saat itu bahagia, tentu saja! Akhirnya kita bisa mempunyai sebuah hubungan juga. Walaupun pada awalnya aku berpikir ini hanya permainanmu sebagai seorang namja, maksudku… aku selalu berpikir bahwa pria itu tidak bisa serius dalam mencintai seorang gadis.

Aku selalu berpikir semua pria itu sama saja, seperti itu. mudah mengucapkan hal-hal yang manis tapi kemudian menghempaskannya begitu sudah bosan.

Aku juga bepikir tentangmu seperti itu, pada awalnya…

Tapi lama-kelamaan aku malah menaruh begitu banyak kepecayaamu padamu, Kyuhyunnie. Tidak tahu kenapa.

Dan sepertinya aku memang harus memegang kepercayaan itu penuh, ketika hubungan kita sudah berjalan lebih dari dua tahun. Ya, walaupun aku akui menjadi kekasihmu itu sangat menyulitkanku! Aku harus siap di wawancari oleh banyak wartawan bahkan saat aku hanya pergi ke minimarket, siap menerima kritikan dari para netizen tentang hubunganku denganmu

But, its okay.

++
“bocah itu, apa maunya hah? Kenapa bisa mengajakku bertemu ditengah malam dan dengan cuaca ekstra dingin seperti ini? Mau berniat membuatku mati kedinginan hah? ASSSSH!!”

Jangmi berjalan dengan menghentakkan suede  bootsnya kesal, sepanjang jalan dia hanya merutuki Kyuhyun dan jangmi sudah berjanji jika nanti Kyuhyun muncul dihadapannya, Jangmi akan memukul kepalanya.

“aish jinjja!! Kenapa handphonenya juga dimatikan hah? Seriously is he kidding me now?”

Jangmi bingung, dia harus menemui Kyuhyun dimana sekarang? Sementara kyuhyun saja tidak bisa dihubungi. Ia merasa amarahnya sudah mencapai ubun-ubun, jangmi bejongkok sambil menundukkan kepalanya lalu mengerang keras, dan ia masih merutukki Kyuhyun.

“dan… disini juga gelap sekali. Seingatku taman ini punya banyak lampu.”

Jangmi pun bangkit berdiri lalu menghela nafasnya keras, “JANGMI!”

Jangmi berjingkat kaget, ada seseorang yang memanggil namanya dengan keras. Dan itu suara Kyuhyun, jangmi mengedarkan pandangannya ke sekitar taman yang cukup luas ini tapi ia tidak bisa menemukan siapapun, tidak bisa melihat lebih tepatnya karena tamannya terlalu gelap,

“kyuhyunnie, keluar kau bocah sial! “

Tiba-tiba cahaya lampu senter menyorot wajah Jangmi secara langsung, membuat jangmi mengerjapkan matanya dan mengibaskan tangannya untuk menghindari sinar senter –yang entah- milik siapa itu

“apa-apan sih!”

“aku disini jangmiku yang bodoh, apakah kau sakit mata sampai tidak melihatku disini?”

Jangmi megerjapkan matanya dan menemukan Kyuhyun duduk diatas bagasi mobilnya sambil memegang senter “yak, kenapa kau tidak bilang kau disini sejak tadi hah? Aku mencarimu kemana-mana!”

“kau saja yang tidak melihatku!”

“disini terlalu gelap dan aku sulit untuk melihat apapun!”

“oh ya? Gelap ? siapa bilang!”

Sedetik kemudian muncul cahaya terang berwarna biru sapphire , beberapa saat kemudian muncul juga cahaya lampu berwarna putih, dan kini Jangmi bisa melihat Kyuhyun dengan sangat jelas.

“tidak gelap lagi kan?”

Jangmi hanya mengangguk sambil melongo menatap lampu-lampu yang berpendar “sejak kapan taman ini memiliki lampu bagus dan mahal?”

“sejak aku yang memintanya.”

Jangmi melongo, kali ini lebih lebar. Membuat Kyuhyun tertawa. “tapi untuk apa? Ini pemborosan, Kyuhyunnie!”

“cho kyuhyun memiliki banyak uaaaaaaaaaaaaaaang!!!!” teriak Kyuhyun dengan berlebihan.

Kyuhyun turun dari bagasi mobilnya kemudian berjalan mendekati Jangmi sambil mengusap kedua tangannya, bukan karena kedinginan tapi ia gugup. Keringat dingin menjalar keseluruh  tubuhnya “aku tidak pernah merasa segugup ini, sungguh”

“gugup. Kenapa?”

“ehm..ehemmm.”

“tenggorokanmu sakit?”

“ahahaha, ahni!”

“ah, jangmi bisa tolong rapikan rambutku?”

Jangmi mengernyit bingung namun tetap saja melakukan apa yang kyuhyun suruh, tangan Jangmi terulur dan menyentuh rambut Kyuhyun untuk merapikannya “eh..”

“kenapa bisa ada cincin di rambutmu, Kyu?”

Kyuhyun menarik nafasnya lalu mengeluakannya dengan pelan, setelah itu ia tersenyum

“Han jangmi, would you marry me? With this heart of mine would you accept me?”

***

Kau tahu? Saat Kyuhyun melamarku saat itu aku rasanya ingin menangis. Aku terlalu bahagia, dan aku bahkan tidak bisa menahan air mataku sampai-sampai aku menangis dihadapan Kyuhyun. Jelas Kyuhyun bingung, bukannya memeluk Kyuhyun atau apa aku malah menangis, Haha bodoh sekali.

Aku berpikir, siapa aku? Aku bahkan tidak apa-apanya dibanding artis-artis teman Kyuhyun itu, aku bukan siapa-siapa. Aku bukan yeoja impian para namja seperti YoonA ataupun memiliki badan bagus sepeti Lee Hyori. Aku biasa saja, dan saat itu aku benar-benar tidak tahu kenapa Kyuhyun memilih untuk melamarku

Dan saat itu aku bertanya pada Kyuhyun “untuk alasan apa?”

“Molla. Aku …. aku hanya ingin melihatmu setiap hari, setiap detik aku merasa ingin betemu denganmu Jangmi-ah, aku sering memikirkan tentang masa depan dan entah kenapa hanya kau yang tiba-tiba terpikir olehku. Aku kadang tertawa jika mengingatmu, sampai hyungdeul mengira aku sedikit gila. Ya, aku memang gila karena menyukaimu, terlalu menyukaimu. Jadi aku memutuskan untuk menikahimu saja, jadi aku tidak perlu terjaga sepanjang malam hanya karena ingin melihatmu.”

Ah jika mengingat itu aku jadi menangis lagi, dan terus menangis padahal aku bukanlah tipikal gadis yang mudah tersentuh, aku bukan tipe gadis yang melankolis dan lemah lembut.

Dan tanpa bisa dikontrolpun sekarang –dan seterusnya aku harus mempecayai Kyuhyun.

Sampai akhirnya aku dan Kyuhyun benar-benar menikah, kau tahu? Saat itu Leeteuk sunbae sempat kesal pada kami selama beberapa hari karena merasa tidak terima maknae-suju-nya itu menikah duluan. Hahaha.

Kami tinggal di sebuah apartement yang dibeli oleh SM, masih di sharp city apartement hanya saja kami tinggal beda lantai dengan dorm super junior.

Sehari-harinya aku dan Kyuhyun selalu saja bertingkah seperti anak kecil satu sama lain, kadang sepulang dari schedule nya yang padat Kyuhyun malah mengajakku bermain game. Benar-benar bocah aneh.

++

Dengan setengah berlari jangmi menghambur ke depan pintu apartemen “stop!” teriaknya saat kyuhyun baru saja akan menutup pintunya. Jangmi mengatur nafasnya yang tidak beraturan lalu menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan seperti biasanya, Kyuhyun hanya tertawa melihatnya

“ini…. ketinggalan..”

“hah?”

Jangmi menyerahkan dua kotak makan yang berisi buah dan dessert yang dibuatnya sendiri. “kau bilang ingin membawa bekal kan? Ini aku sudah membuatkannya…”

Kyuhyun tertawa “hey aku hanya bercanda saja! Kau pikir aku anak sd yang minta dibuatkan bekal jika ingin berangkat sekolah hah?”

“tapi aku sudah membuatkannya dengan susah payah tadi malam!” rengek Jangmi

“tapi… tidak apa-apa sih, aku akan membawanya dan memakannya nanti…”

“jangan lupa membaginya pada Oppadeul ya!”

“andwae!”

“yak, wae?”

“nanti mereka pasti akan memakan semuanya”

“memangnya kenapa? Mereka kan Hyung-mu Kyuhyunnie, ah dasar kau ini!”

“aku hanya akan membaginya pada sungmin sajaaaaaaa…”

“ahhsss, terserah kau saja lah! Ohya, kau akan tampil di music bank kan nanti? Jangan lupa mintakan tanda tangan kwangmin untukku ya!”

“kwangmin? Sadar umur Jangmi-ah, dia itu bertahun-tahun lebih muda darimu, ara?”

“memangnya kenapa  ? aku kan hanya ingin tanda tangannya! Dia imut sekaliiiiii”

“haaaaaaah” Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya  menanggapi tingkah istinya itu. “sudah sanah berangkat, jangan lupa-“

“apa? Tanda tangan? Jika kau merengek terus aku malah tidak mau meminta tanda tangannya!”

“yak, jangan sepeti itu!!”

“hmmm oke. Annyeong…” Kyuhyun membalikkan badannya dan mulai berjalan dengan cool tapi kemudian Jangmi memanggilnya lagi “Kyuhyunnie!”

“apa lagi hah?”

“fighting!!!”

++

“aku pulang.” Seru Kyuhyun sambil melepas jas hitamnya dan dasinya lalu membuka dua kancing kemeja bagian atas, “jangmi-a?”

Mendengar teriakan Kyuhyun jangmi segera bangkit dari kasur empuknya, meng-close cywoldnya kemudian berlari kearah ruang utama. “kau tadi berkata akan pulang larut malam…”

Kyuhyun hanya mengedikkan bahunya dan duduk diatas sofa lalu menyalakan televisi. “seperti biasa, Eeteuk Hyung sakit lagi dan schedule terakhir dibatalkan karena eteuk hyung tidak bisa hadir.

Jangmi ikut duduk diatas sofa, disamping Kyuhyun “dia sakit lagi?”

“hm. Sepeti biasa.kalau saja aku punya cukup keberanian untuk menegur pihak agensi untuk mengurangi pekerjaannya aku pasti akan melakukannya. Tapi aku benar-benar bodoh, aku tidak bisa melakukannya. aku dongsaeng yang tidak berguna. Bukankah begitu?”

“ahni. Kau tidak seperti itu. siapa bilang hah? Bukankah uri cho kyuhyun selalu membuat hyung-hyungnya tertawa karena tingkahnya yang lucu dan menyebalkan kan? Itu cukup untuk menghilangkan rasa lelah member super junior lainnya!”

Kyuhyun tersenyum lalu mencubit bagian belakang leher Jangmi.

“aku kadang-kadang merasa… aku merasa bebanku terlalu berat, apalagi aku yang paling muda. Emosiku masih labil dan belum dewasa tidak seperti hyungdeul. Kadang aku merasa seperti itu. ottokhe jangmi-ah?”

Jangmi hanya membalasnya dengan senyuman, lalu menjitak kepala Kyuhyun. “kau bukanlah cho kyuhyun jika bertingkah seperti sekarang ini. Kenapa terlalu dipikirkan? Biasanya juga kau melupakannya dan memilih untuk bermain game kan?”

Jangmi mengusap rambut Kyuhyun kemudian memeluk bahunya. Kyuhyun menyenderkan kepalanya di bahu kecil Jangmi, menyamankan suasana hatinya sendiri. “jangmi, can i ask you something?”

“hmm?”

“tetaplah disini. Jangan berlari kemanapun dan jangan sekalipun berpikir untuk meninggalkanku, kau benar-benar pendingin disaat-saat sulitku seperti ini.”

***

Aku tidak menyangka bahwa kebahagiaan bisa semudah ini, hanya dengan menyadari Kyuhyun masih ada disekitarku masih membutuhkanku, aku rasa inilah dunia terbesarku. Kebahagiaanku yang paling besar.

Aku selalu menunggunya setiap malam, sampai dia pulang dan memperlihatkan wajahnya baru aku memutuskan untuk tidur. Walaupun seringnya dia pulang diatas pukul 12 malam tapi aku tetap menunggunya, dan aku akan bangun pagi sekali untuk memasakkannya makanan.

Dia sering terlihat begitu lelah sampai selera bermain game nya hilang, dan apa yang bisa aku lakukan selain meledeknya berusaha agar Kyuhyun melupakan bebannya itu. setelah itu pasti dia tertawa.

Tuhan memang bisa sangat baik tapi tidak selamanya baik juga, ada saat dimana kita dihadapkan pada masa-masa sulit.

Ya. Masa-masa yang sulit.

++

 

Gadis itu berdiri didepan cermin, memandagi dirinya sendiri dengan penampilan yang terlampau berantakan. Dia diam selama beberapa saat, tetap memandang tubuhnya yang kurus dan matanya yang sembap.

Air matanya keluar, untuk yang kesekian kalinya. Semakin dia memandangi pantulan dirinya dicermin, semakin deras juga air matanya mengalir.

Tenggorokannya terasa tercekat dan lidahnya kelu, tangannya meremas sebuah kertas hasil scan. Lalu tangannya ia tumpukan diatas meja riasnya, Jangmi menangis lagi.

++

“Kyuhyunnie, ireona! Saatnya sarapan!” Jangmi menarik tangan Kyuhyun dari atas ranjang empuknya menariknya paksa “heh dasar tukang tidur, cepat bangun!!!!”

“ahni. Lima menit lagi…” jawab Kyuhyun serak sambil masih tetap memejamkan matanya

“aku sudah memasakkanmu jajangmyeon, samgyupsal dan beberap—“

“jinjja?!” kyuhyun langsung bangkit dan berlari ke arah ruang makan, sedangkan Jangmi hanya menggelengkan kepalanya. Berusaha memaklumi tingkah abnorm suaminya itu

“yeobo, kau memasak semuanya sendiri? Kapan? “

“tentu saja tadi pagi saat kau masih enak tidur diatas ranjang empukmu itu, “

“anyway, dalam rangka apa?”

Jangmi mengedikkan bahunya. “molla. Aku hanya ingin berlatih menjadi istri yang baik.” Jawab Jangmi dengan nada sok dibangga-banggakan.

“kau tetap saja menjadi istri yang childish dan menyebalkan.”

“Yak! Cho kyuhyun!”  seru jangmi kesal.

jangmi menyumpal mulut Kyuhyun dengan sayuran, “yak –uhuk, kau mau membuatku tersedak hah?”

Jangmi mengangguk dengan santainya dan mengambil lebih banyak sayur lalu menyumpalkannya lagi ke mulut kyuhyun. “stop. Kau mau masuk penjara karena tudingan meracuni suamimu dengan sayuran hah?”

“t-i-d-a-k LUCU!!!”

“memang!”

Jangmi mendengus kesal dan baru saja akan meminum orange jus-nya tapi tiba-tiba ia merasakan mual yang teramat sangat diperutnya “ho—hoek “

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari jajangmyeon-nya dan menoleh ke arah Jangmi “gwenchaha???” jangmi hanya mengangguk lalu berlari masuk kedalam kamar mandi.

Satu yang terlintas dipikiran jangmi adalah, dia hamil.

“ige… mwoya?”

Tapi kemudian itu salah… salah besar karena tanda-tanda hamil tidak mungkin muntah mengeluarkan darah.

Ya, darah

Jangmi terhenyak kaget, perutnya terus terasa mual dan yang ia muntahkan hanya darah. Darah dan terus darah. Jangmi menutup mulutnya sendiri dan mulai dihinggapi ketakutan yang amat besar. Perutnya terus mual dan rasanya ingin memuntahkanya lagi tapi jangmi menahannya, kalau tidak darahnya akan keluar lagi. Jangmi mulai menangis. Ingin berteriak meminta bantuan pada Kyuhyun tapi…. ia tidak mau, Kyuhyun tidak boleh tahu tentang ini.

Ia tidak bisa menahan rasa mualnya sendiri, darah itu keluar begitu saja dari mulutnya dalam jumlah yang banyak. Jangmi segera mengambil shower dan menyiramkannya keseluruh lantai dan wastafel kamar mandi yang penuh akan bercak darahnya.

Satu yang ia pikirkan saat ini, Kyuhyun tidak boleh tahu.

Ia membuka keran wastafel dan meminum sebanyak-banyaknya air yang mengucur dari wastafel, mencegah darahnya sendiri agar tidak keluar lagi. Kalaupun rasanya memang terlampau sakit. Kepalanya mulai pening apalagi ditambah dengan meminum air dingin, rasanya perutnya malah sepuluh kali lebih mual tapi ternyata ini cukup menghambat darahnya untuk tidak keluar lagi

Jangmi mengeluarkan air matanya dengan deras lalu tubuhnya merosot ke lantai, jangmi menangis dalam diam. Agar kyuhyun tidak bisa mendengarnya.

Ia ingat kejadian beberapa hari yang lalu saat Jangmi merasa sakit pada seluruh tubuhnya dan ia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.

Dokter Jeong mem-vonisnya terkena penyakit semacam hemofili.

Tapi kali ini hemofili dalam jenis yang berbeda, tapi intinya masih sama. Intinya tidak berfungsinya sel trombosit sehingga tidak ada proses pembekuan darah. Yang artinya jika Jangmi mengeluarkan darah, maka akan terus keluar dan tidak bisa berhenti.

Dalam beberapa minggu ini jangmi juga tidak mengalami menstruasi, awalnya jangmi mengira dirinya hamil apalagi saat perutnya terasa mual tadi.

Dan Jangmi ingat kata-kata dokter Jeong lagi, jangmi tidak akan bisa menstruasi lagi. Karena artinya jika dia masih mengalami siklus menstruasi darahnya akan terus keluar dan tidak bisa berhenti. Jadi secara alami Jangmi tidak bisa menstruasi lagi.

Yang itu juga berarti Jangmi tidak bisa mempunyai keturunan

***

Aku pikir ini hanyalah sebuah lelucon, saat dokter Kim mengatakannya padaku, aku masih biasa saja. Walaupun aku sempat menangis dengan keras sewaktu itu, tapi kemudian aku befikir lagi kalau seorang dokter juga manusia kan? Mereka bisa saja membuat kesalahan.

Tapi tidak setelah kejadian ‘mual-mual’ ku itu. aku menyadari kalau aku memang benar-benar mengidap penyakit serius.

Aku harus mulai melakukan semuanya dengan hati-hati, tidak boleh sampai teriris pisau saat memotong makanan ataupun sekedar jatuh lalu lecet sedikit. Semenjak kejadian itu aku menjadi sedikit phobia dengan darah.

Aku lalu mulai memikirkan semuanya, merubah semua rencana hidupku karena hemofili ini.

Yang pertama, Kyuhyun dan aku tidak bisa memiliki anak. Padahal kyuhyun sangat menginginkannya.

Kedua, kyuhyun  butuh seseorang yang ada untuknya setiap saat, memasakkan makanan yang enak setiap harinya karena dia bahkan terlalu lelah untuk membeli makanan diluar. Seperti yang kalian tahu, schedulenya sangat padat.

Dan aku terlalu lemah untuk melakukan itu semua

Aku memutuskan…

Ini sangat berat, tapi bagaimanapun aku harus melakukannya. Walaupun rasanya memikirkan hal itu pun aku tidak mau.

Aku tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya, memutuskan untuk mengambil tindakan yang menurutku ini yang paling baik.

Walaupun kenyataannya aku tidak mau dan aku tidak pernah mau. Tapi bagaimanapun ini juga demi Kyuhyun,karena aku… tidak perlu dijelaskan lagi kan? Aku sangat mencintainya.

Dan aku harus bercerai dengan Kyuhyun.

+++

Jangmi duduk didepan TV-LED nya sambil sesekali melirik ke arah jam dinding, menunggu Kyuhyun pulang dan Jangmi akan memulai semuanya, semua sandiwaranya mulai dari malam ini.

Pikirannya penuh dengan hal apa yang akan ia sandiwara-kan nanti, aktingnya harus bagus. Ia harus bisa mengacuhkan kyuhyun dan bertingkah terbalik dari perilakunya sebelumnya, apapun yang membuat kyuhyun membencinya.

‘krek’

“annyeong!” seru Kyuhyun lalu memeluk jangmi dari belakang begitu melihat Jangmi-nya sedang duduk “kau belum tidur? Ini sudah malam, aaa kau pasti menungguku pulang kan?”

Jangmi diam selama beberapa detik, dia harus memulainya sekarang. Walaupun rasanya sangat sulit untuk mengacuhkan Kyuhyun.

Jangmi menghela nafasnya lalu melepas pelukan kyuhyun dengan kasar, dia berdiri dan berbalik menatap kyuhyun dengan tatapan terjijik yang pernah jangmi berikan pada kyuhyun.

“mwoya? Kau tidak tahu sekarang jam berapa hah? Kenapa kau selalu seperti ini setiap hari. Membiarkanku terus menunggumu sendirian seperti orang bodoh hanya untuk menunggu suamiku pulang, padahal aku juga….aku juga tidak tahu apa yang kau lakukan diluar sana kan! Bisa saja kau berselingkuh dengan artis-artis SM yang cantik-cantik itu. dengan seohyun mungkin, dia kan jauh lebih cantik daripada aku!”

Kyuhyun memiringkan kepalanya, heran, terkejut, tidak menyangka bahwa Jangmi berbicara sekasar ini dan ini untuk pertama kalinya Jangmi marah.

“apa maksudmu hah? Kenapa kau bisa menudingku sekeji ini? Kau berbicara seenaknya tanpa aku jelaskan apapun yang sebenarnya, kau membuat hipotesamu seenakmu sendiri! Berbicaralah dengan baik-baik, kenapa kau bisa seperti ini hah?”

Jangmi mati-matian menahan air matanya. Aktingnya harus berhasil, kalau sekarang Jangmi menangis pasti Kyuhyun tidak jadi marah padanya.

“pikirkan saja sendiri! Yang jelas…aku….aku tidak suka dengan tingkahmu yang seperti ini!” Jangmi berjalan cepat lalu masuk ke kamarnya dan menutup pintunya kasar. “aku harap kau bisa merenungkannya dan untuk malam ini biarkan aku tidur sendiri! Bahkan kau berani berbicara kasar padaku tadi!”

Kyuhyun masih terdiam, bingung. Lalu dia berjalan mendekati pintu kamar mereka berdua, mengetuknya.

“Jangmi-ah! Mianhae, aku benar-benar minta maaf. Jangmi buka pintunya!”

Jangmi menutup kedua telinganya dengan tangannya lalu meringkuk diatas ranjangnya “jangan meminta maaf padaku Kyuhyunnie, aku tidak mau mendengar apapun. Tidak mau. Dengan begitu rasa bersalahku padamu juga tidak akan bertambah… jangan meminta maaf padaku. Aku tidak mau mendengar apapun” lirih Jangmi dengan suara sepelan mungkin

“jangmi. Sungguh, apa yang terjadi padamu? Oke. Maafkan aku.”

Jangmi semakin menundukkan kepalanya, “jangan meminta maaf padaku! Andwaeyo…” lirihnya lagi.

++

“jangmi-a, kau tidak memasak apapun hari ini?”

Kyuhyun menatap kecewa meja makan yang bersih tidak ada apapun, padahal biasanya Jangmi memasak lebih dari satu jenis makanan dan menyediakannya khusus untuk Kyuhyun tapi kali ini tidak ada makanan apapun. “Jangmi-a!”

Kyuhyun berjalan kearah dapur dan tersentak kaget, dapurnya berantakan dan masih tetap tidak ada makanan disana. Tidak biasanya juga Jangmi seperti ini, Kyuhyun mengacak rambutnya sendiri bingung. Sebegitukah marahnya Jangmi sampai mengabaikan kewajibannya sebagai seorang istri?

Tiba-tiba saja Jangmi keluar dari kamarnya lengkap dengan dress putih selutut dan higheels, “ini masih pagi yeobo, kau mau pergi kemana?” selidik Kyuhyun

“aku ada  janji dengan Chansung-ssi. Maaf kyu, aku terburu-buru”

Kyuhyun menghampiri Jangmi dan menarik legannya keras “yak, kenapa menarik lenganku keras begitu hah? Appo…”

“Jangmi, kau tidak pernah memakai dress sebelumnya bahkan jika aku mengajakmu ke tempat-tempat elite pun kau tidak pernah mengenakan dress! Tapi kenapa sekarang giliran pergi dengan chansung kau malah berdandan feminim seperti ini hah!”

“apa pedulimu? Aku ada urusan sekarang. Kau urusi saja pekerjaanmu!”

**

Jangmi meletakkan selembar kertas diatas meja tepat dihadapan Kyuhyun, “kau hanya perlu menandatanganinya. Aku rasa hubungan kita memang sudah tidak bisa seperti dulu lagi, kita terus bertengkar selama lebih dari satu minggu and… i just enough. enough with all of this.”

Kyuhyun menoleh ke arah Jangmi bingung lalu mengambil kertas itu. “perceraian?” seru Kyuhyun kaget, dia langsung berdiri dan menatap Jangmi serius. “jangmi, jebal, jangan berbuat aneh-aneh lagi. Kita tidak boleh bercerai dan tidak akan pernah bercerai!”

“tapi kita harus!”

“harus ? wae? Kau bisa katakan padaku secara baik-baik bukan? Oke, beritahu apa salahku. Marhaebwa!”

Jangmi menggelengkan kepalanya cepat “no explain for this”

“but, why?”

“think it by your ownself!”

“Jangmi, baiklah kau jelaskan padaku sekarang apa yang sudah aku perbuat sampai kau marah seperti ini dan terserah kau mau menjelaskan dengan cara apapun, berteriak, marah ataupun apa…” ucap Kyuhyun selembut mungkin. Jangmi mengehela nafasnya kemudian mulai membuka mulutnya.

“begini, aku tidak suka dengan pekerjaanmu karena kau selalu lebih mementingkan dunia entertain mu jauh daripada aku, istrimu sendiri. Kau kira aku bisa tahan dengan semua itu? kau kira aku sanggup terus menunggumu sepanjang malam karena kau belum pulang dari schedulemu! Kau terus seperti itu. dan kau selalu dikaitkan dengan gossip artis-artis SM, kau kira aku ini bukan manusia? Kau kira kau tidak bisa cemburu hah?!”

“tapi—“

“dengarkan aku dulu! Aku tidak bisa tahan dengan semua ini kyuhyunnie!”

“tapi kau sudah pernah berjanji kan? Kau akan menerima semua konsekuensinya jika kita menikah. Kau ingat saat aku melamarmu ditaman sewaktu itu, aku mengajukan syarat padamu! Dan kau menerimanya, kau menerima segala konsukuensinya!”

Jangmi terdiam, ia ingat. Tentu saja ingat.

Ia lagi-lagi harus menahan tangisnya, jauh lebih keras dibanding sebelumnya. Jangmi tidak boleh menangis didepan Kyuhyun, karena jangmi tahu kyuhyun tipikal seseorang yang tidak bisa melihat seorang gadis menangis. Apalagi istrinya.

“dengan maka itu, aku sudah tidak bisa menerima konsekuensinya sekarang! Jadi aku meminta perceraian.”

Kyuhyun mengusap wajahnya frustasi, lalu menendang meja dengan keras. membuat suara decitan yang membuat Jangmi terperanjat kaget.

“aku memberimu waktu satu minggu untuk menandatangani surat cerai nya, dan selama satu minggu itu aku tidak tinggal bersamamu. Aku butuh tempat untuk menenangkan diriku sendiri.”

“ahsss jinjja. Jeongmal wae ireoni?” seru Kyuhyun frustasi “kita menikah bahkan belum genap dua tahun.”

“tapi kita sudah berpacaran dua tahun kan?!”

“arasseo. Tapi bahkan kita juga belum memiliki anak!”

“aku tidak bisa memberimu an— aniya…“

Kyuhyun mengernyitkan dahinya, “tidak bisa memberi apa?”

Setetes air mata jatuh mengalir ke wajah jangmi “aku tidak bisa memberimu kebahagiaan. Aku tidak bisa”

“kenapa tidak bisa hah? Cukup kau tetap disini tetap bertahan dengnku tanpa melakukan apapun bahkan kau sudah membuatku bahagia!” kali ini Kyuhyun berteriak, keras dan tegas. Percaya atau tidak, kali ini Kyuhyunlah yang menangis.

Jangmi menyeka air matanya sendiri dengan lengannya, lalu menunduk. Ia tidak berani menatap mata Kyuhyun. “argh!” jeritnya frustasi

“chungbun! Jigeum galgeyo!” seru Jangmi, ia bergegas menyeret kopernya.

++

Saat itu aku adalah moment yang tidak pernah ingin aku ingat, ketika mata Kyuhyun mengeluarkan air mata dan itu untuk pertama kalinya aku melihatnya menangis karena aku. Tuhan boleh menghukumku dengan cara apapun karena membuat Kyuhyun seperti ini.

aku benar-benar tidak tahu diri dan sangat keji, selama satu minggu ke depan aku membiarkan Kyuhyun mengurus segalanya sendiri, bisa apa dia jika aku tidak ada dirumah? Dia akan memakan apa? Siapa yang akan membereskan pakaian dan menyambutnya ketika dia pulang?

Aku ingin, sangat ingin…. melakukan hal seperti apa yang biasa aku lakukan.

Tapi memangnya aku se egois itu?

***

Jangmi memandang samgyetang dihadapannya dengan tidak selera, ia hanya melamun dan mengetukkan sumpitnya ke atas mangkok. Perutnya berbunyi tanda lapar tapi fikirannya terlalu kalut, ia tidak sedang ingin melakukan apapun bahkan hanya untuk memasukkan makanan kedalam mulutnya.

Jangmi menghela nafasnya, uap tebal keluar dari mulutnya karena cuacanya sangat dingin. Tapi Jangmi bahkan tidak mengenakan jaket ataupun sweater. Ia membiarkan kaos couple-T yang kyuhyun juga memilikinya. Ia membiarkan kaos tipis itu yang menempel di tubuhnya.

Sudah lima hari Jangmi meninggalkan ‘rumahnya’ , dia akan kembali dua hari lagi. Ada rasa senang sekaligus sedih yang Jangmi rasakan, senang karena saat kembali nanti ia akan melihat Kyuhyun lagi tapi sedih karena dihari itulah mereka sama-sama memutuskan ikatan mereka berdua.

Memikirkan hal itu, air matanya menetes lagi.

++

Jangmi berdiri didepan pintu apartemen Kyuhyun, ehm apartemen mereka berdua maksudnya. Dia diam selama beberapa saat didepan pintu lalu menggerakan tangannya untuk meng-input kode keamanan apartemen.

Dengan pelan Jangmi membuka pintunya,

Sepi.

‘ah tentu saja tidak ada Kyuhyun, di jam-jam seperti ini dia pasti masih ada schedule’ pikirnya. Jangmi pun berjalan menuju dapur, segalanya terlihat rapi. Ini menandakan Kyuhyun baik-baik saja tanpanya pikir jangmi

Dia berbalik dan meloncat kaget saat melihat Kyuhyun menyenderkan tubuhnya di tembok dengan memegang psp-nya.

“aku…aku kira kau tidak ada dirumah.”

Kyuhyun diam saja, dia hanya melirik kearah Jangmi sebentar lalu kembali memandang psp-nya. “kau mau mencari surat perceraian itu? ada dimeja depan. Sudah lengkap dengan tanda tanganku.” Ucap Kyuhyun dingin.

Jangmi hanya mengangguk lalu meletakkan paper bag diatas meja makan “kau sudah makan? Aku pikir belum jadi aku sempat membuatkanmu jajangmyeon tadi untuk dibawa kesini.”

Tidak ada respon dari Kyuhyun.

“ara. Aku akan pulang dan membawa surat itu ke kantor pengadilan. Anyway, apakah berita ini sudah menyebar ke media?”

“belum.”

“oh, kapan kau akan mengadakan konferensi pers?”

“sebelum aku mengumumkannya pada media, kau harus pergi dahulu. Sejauh mungkin. Untuk menghindari amukan fansku.”

Jangmi tertawa miris. Sebelum aku terkena amukan fansnmu mungkin aku sudah mati duluan,ucap Jangmi dalam hati

Jangmi berjalan menuju ruang tamu lalu mengambil surat perceraian yang sudah tertera tanda tangan Kyuhyun disitu. Ia memandangnya sekilas lalu memasukkannya kedalam tas nya.

“apakah semudah itu untukmu?”

“mudah? Apanya?”

Kyuhyun menghela nafasnya, “melepaskanku. Apakah begitu mudah bagimu?”

“itu…itu…cukup…su—mudah.”

Sangat sulit. Lanjut Jangmi dalam hati.

“oh ya, kita akan mengurus perceraian besok karena hari ini katanya tidak bisa. Besok kita harus sudah ada dikantor pengadilan Seoul pukul 7 pagi.”

Kyuhyun menoleh kaget lalu berusaha menetralkan emosinya “ara… ne arasseo.” Ucap Kyuhyun lagi, masih dengan nada dinginnya.

“jadi… mulai besok kau sudah tidak tinggal bersamaku lagi?”

“Molla. Mungkin saja.”

“lalu kau akan tinggal dimana?” tanya Kyuhyun, ia sudah bersiap untuk membelikan Jangmi sebuah rumah ataupun apartement secepatnya, walaupun kenyataannya kyuhyun sama sekali tidak ingin Jangmi tinggal dimanapun kecuali bersamanya, Kyuhyun rasanya ingin mengikat Jangmi agar gadis itu tidak pergi kemanapun.

“aku… mungkin akan pulang ke Gwangju.”

Kyuhyun hanya mengangguk. Suasana menjadi canggung sekarang, mungkin karena semua persoalan yang melibatkan kata ‘cerai’ membuat mereka berdua merasa tidak nyaman satu sama lain. Tiba – tiba Kyuhyun menjatuhkan psp-nya dengan keras, membuat Jangmi menoleh kearahnya terkejut “yak, wae?”

Kyuhyun menarik tangan Jangmi dan membawanya keluar dari apartemen mereka, Jangmi memberontak namun Kyuhyun memegangnya semakin kuat dan terus berjalan entah membawa Jangmi kemana.

Sampai didepan lift, Kyuhyun langsung merangsek masuk saat pintu liftnya terbuka dan menekan tombol lantai dasar. Mereka kini berdiri hanya berdua saja, Jangmi melirik Kyuhyun meminta penjelasan tapi Kyuhyun tidak merespon apapun. Wajahnya masih kaku dan dingin, tidak berubah sedikitpun daritadi.

Jangmi baru akan membuka mulutnya untuk protes tapi tangan Kyuhyun semakin erat menggeggam tangannya seolah menyuruh Jangmi untuk diam. Jangmi pun kembali diam dan melirik ke arah Kyuhyun lagi yang masih diam seperti tadi, tidak merubah posisinya sedikitpun.

Ting!

Pintu lift terbuka, Kyuhyun menarik tangan Jangmi lagi dan kali ini dia berlari yang mau tidak mau Jangmi juga ikut berlari

Kyuhyun masuk kedalam mobilnya disusul Jangmi.

“urineun eodilo ganeun geojyo?” tanya Jangmi.

Kyuhyun mulai menjalankan mobil Hyundai NF Sonata –nya dengan kecepatan sedang, kali ini raut wajahnya sudah kembali seperti biasanya. Kyuhyun terlihat sedikit lebih baik. “untuk hari ini saja, kita berpura-pura tidak ada masalah apapun yang terjadi dan berpura-pura seolah besok bukan hari perceraian kita, seolah-olah besok kita masih seperti biasanya, seperti saat kau belum mengajukan perceraian. Kau membangunkanku dan sudah menyiapkanku sarapan. Lalu saat aku akan pergi untuk perfomance, kau mengucapkan selamat tinggal dipintu apartemen sambil memaksaku untuk memintakan tanda tangan kwangmin, minwoo atau sandeul. Lalu kau menungguku dirumah bahkan sampai dini hari untuk menungguku pulang, lalu kita bertanding game setelah itu kita sama-sama ketiduran didepan laptop. Jangmi, tolong untuk hari ini saja jangan pikirkan tentang masalah apapun, jangan menyebut perceraian sekalipun. Hari ini untuk yang terakhir…”

Jangmi mengangguk.

“kau janji?”

“Ne!”

“dan cho kyuhyun… untuk hari ini saja, jadilah anak nakal. Tidak usah melihat jadwal perform dan tidak usah perdulikan telfon dari hyung-hyungmu itu, biarkan untuk hari ini aku menjadi manusia biasa. Bersama Cho jangmi.” Ucap Kyuhyun terhadap dirinya sendiri, Jangmi langsung tertawa keras sambil meninju kecil bahu Kyuhyun.

Kyuhyun mau tidak mau ikut tertawa “kau senang kan jika aku menjadi dongsaeng yang durhaka pada hyung-hyung ku?”

Jangmi mengangguk sambil mengacungkan dua jempolnya bersemangat.

++

Suara gelombang terdengar jelas dan gemerisik yang dihasilkan oleh pergesekkan antara air laut dengan pasir putih juga terdengar. Suasananya sangat sepi, tidak ada satu orangpun kecuali dua orang yang baru saja turun dari mobil Hyundai berwarna hitam ini.

“whoaaa, pantai? Daebak!” seru Jangmi sambil melompat-lompat girang.

Kyuhyun tersenyum lalu berjalan mendahului Jangmi, angin pantai mengenai Kyuhyun membuat rambutnya sedikit berantakan dan Jangmi mau tidak mau tersenyum, menyadari bahwa Kyuhyun sangat tampan.

Kyuhyun berbalik ke arah jangmi yang ada beberapa meter dihadapannya, lalu tiba-tiba melakukan dance mr. Simple, dilanjutkan dance ‘washing hands’ alias sorry sorry. Jangmi bertepuk tangan heboh lalu berlari mendekati Kyuhyun dan mendorong Kyuhyun sampai terjatuh “yak!”

Jangmi hanya tersenyum evil menirukan gaya Kyuhyun lalu mengambil segenggam pasir dan menaburkannya ke dada Kyuhyun, mengambil lagi lalu menaburkannya lagi.

Merasa tidak terima, Kyuhyun tiba-tiba bangun dan menarik kedua tangan Jangmi, Kyuhyun menariknya (lagi) dan membawanya semakin dekat ke mulut pantai. Lalu bertingkah seolah-olah Kyuhyun akan melemparkan jangmi ke laut.

“anni!!” seru Jangmi, kakinya bergerak menendang-nendang kaki Kyuhyun anarkis.

Kyuhyun mendorong Jangmi terjatuh diatas air laut, lalu tertawa puas dan mengangkat kedua tangannya keatas layaknya dia baru saja memenangkan sebuah lomba. “jinjja! Kyuhyunnie kau membuat pakaianku basah semua!” protes Jangmi kesal dan menarik kaki kanan Kyuhyun sehingga Kyuhyun juga ikut terjatuh.

Kini t-shirt dan celana jeans Kyuhyun juga sama basahnya dengan Jangmi, dia mendesah kesal dan menatap Jangmi garang sedangkan jangmi hanya tertawa lalu menjulurkan lidahnya.

“jinjja!” ucap Kyuhyun menirukan nada bicara Jangmi.

Jangmi memukul bahu Kyuhyun kesal, tapi kemudian dia malah tidur diatas pangkuan Kyuhyun. Kyuhyun mengacak rambut Jangmi lalu memeluk Jangmi yang sekarang masih tidur diatas kedua paha Kyuhyun (authornya susah nih njelasin posisinya=.=)

“tidak dingin?”

Jangmi menggelengkan kepalanya.

“jangmi…”

“hm?”

“kau lebih menyukai sunrise atau sunset?”

“aku—“

“sebentar! Kita ucapkan bersama-sama!hana…dul…set”

“sunrise!”   “sunset!”

Jawab Kyuhyun dan Jangmi berbarengan, tapi sayangnya jawaban mereka tidak sama. “yak, kenapa kau lebih menyukai sunrise hah?” protes Kyuhyun

“kan kau tadi meminta pendapatku! Aku hanya berkata jujur!”

“tapi aku berharap jawaban kita sama!”

“itu karena kau saja yang bodoh, kenapa kau lebih menyukai sunset hah? Jelas-jelas sunrise itu lebih bagus!”

“ahni kau tahu? Jika sunset itu suasananya lebih romantis. Ada sinar-sinar pergantian antara sore menjadi malam sehingga langitnya akan berwarna jingga, dan itu lebih bagus daripada sunrise!”

“ahniya! Sunset itu gelap, berbeda dengan sunrise! Sunrise itu dipagi hari dan udaranya sejuk, lagipula itu bagus untuk kesehatan!”

“hahahaha, teori darimana hah? Aku masih lebih pintar darimu jadi jangan sok tau, jangmi!”

“pintar apanya hah? Pintar menjahili hyung-hyungmu dan pintar meledek istrimu? Bukankah itu yang kau maksud kan, dan kau bangga? Ahsss jinjja!”

“jinjja~” untuk sekali lagi Kyuhyun menirukan nada suara Jangmi.

“yaaaak!”

Jangmi bangun dari pangkuan Kyuhyun sambil merengut, “lapar…” erangnya dengan tapang memelas.

“nado.”

Jangmi menepuk-nepuk perutnya lalu tiba-tiba ia teringat sesuatu, tadi Jangmi ternyata masih menggenggam paper bag berisi jjangmyeon saat Kyuhyun menariknya dengan paksa tadi. “aku ingat, sebentar. Kau tunggu disini!”

Jangmi berlari kearah mobil Kyuhyun dan membuka pintu penumpang, mengambil paper bag lalu berlari ke arah Kyuhyun lagi sambil sesekali melihat kebawah takut ada kerang ataupun batu yang bisa melukai kakinya.

“jajangmyeon?!” seru Kyuhyun langsung berdiri dan merebut paper bag itu dari tangan Jangmi. Kyuhyun mengambil kotak makan dan membuang paper bag nya entah kemana, dia langsung membukanya dan menoleh ke arah Jangmi.

“wae?”

“kita makan bersama-sama!”

“anni. Itu untukmu saja, kau belum sarapan sejak pagi kan?” ucap Jangmi sambil mengambil sumpit yang terletak didalam kotak makannya dan menggulung jjangmyeonnya lalu menyodorkannya ke arah Kyuhyun.

“hanya aku yang makan?”

Jangmi mengangguk.

Kyuhyun membuka mulutnya dan melahap jajangmyeon yang disodorkan Jangmi, kemudian ekspresinya seketika berubah. Kyuhyun melirik jangmi yang sekarang sedang menatapnya lalu kyuhyun tersenyum dan menelan makanannya.

“apakah disini ada penjual air minum?”

“sepertinya tidak ada, aaaah aku membawa beberapa botol air didalam mobil. Kemarin donghae hyung yang membawanya tapi ia malah meninggalkannya dimobilku. Kau ambil saja, jangmi…”

Jangmi mengangguk kemudian berbalik ke arah mobil Kyuhyun lagi.

Setelah mengambil tiga botol air dari jok belakang, Jangmi iseng mengaca didepan kaca spion mobil tapi tiba-tiba ia baru menyadari darah mengalir dari hidungnya. Jangmi tersentak kaget lalu segera mencari tissue di dashboard mobil, setelah menemukannya ia langsung mengambilnya dan mengelap darah yang mengalir dari hidungnya. Sesekali ia menengok ke belakang, memastikan Kyuhyun tidak tiba-tiba datang menghampirinya.

“aku mohon… berhenti mengalir…” gumam Jangmi sambil terus mengelap darahnya.

“jebal.”

Dia membuang tissunya dan mengambil beberapa lembar lagi, sambil tangan satunya merogoh saku pantsnya mengambil obat pereda yang sebenarnya Jangmi sendiri tidak tahu fungsinya untuk apa, ia hanya tahu obat itu harus bisa menghentikan darahnya.

Jangmi menelan tiga butir obatnya dan membuka tutup botol air lalu meminumnya. Ia baru ingat, dokter Jeong menyuruhnya untuk tidak berada ditempat-tempat terbuka apalagi dengan cuaca dingin. Sungguh, Jangmi baru ingat hal itu sekarang.

“aku mohon, berhenti…” Jangmi menejamkan matanya dan berdoa, dia sungguh berharap darahnya berhenti mengalir sekarang juga. Atau hanya untuk hari ini saja.

Jangmi diam selama beberapa menit lalu membuka matanya perlahan, kembali melihat pantulan wajahnya didepan kaca spion. And…. gotcha! Hidungnya sudah bersih dari darah, ternyata obatnya memang untuk menghentikan laju darah yang mengalir keluar. Jangmi tersenyum dan mengelapkan tissu ke hidungnya sekali lagi, untuk memastikan tidak ada bekas darah yang tersisa disitu.

Dia berbalik dan segera berlari kearah Kyuhyun tapi bocah itu tidak ada ditempatnya, hanya ada kotak makannya saja yang tersisa jajangmyeon sedikit.

Jangmi mengedarkan pandangannya dan menemukan Kyuhyun sedang duduk diam ditepi pantai. Jangmi baru saja akan melangkah menyusul Kyuhyun tapi perutnya berbunyi, ia lapar dan bodohnya tadi Jangmi menyuruhnya untuk mengahabiskan semua jajangmyeonnya padahal jangmi sendiri juga merasa lapar.

Jangmi mengambil kotak makan yang masih tersisa sedikit jajangmyeon itu lalu memakannya, “puh!” tiba-tiba perutnya mual saat jajangmyeon itu masuk kedalam mulutnya. Rasanya… aneh?

Jangmi mengunyahnya lagi untuk memeriksa jajangmyeon buatannya, dan rasanya benar-benar aneh. Terlalu manis, dan sangat pedas. Jangmi menepuk dahinya cukup keras, “aigoo!” ia baru sadar kalau jangmi salah memasukkan bumbu. Seharusnya ia memasukkan garam tapi malah… gula. Pantas saja rasanya tidak karuan seperti ini!

Satu yang membuatnya heran, Kyuhyun memakannya sampai hampir habis?

Jangmi menelan ludahnya sendiri lalu membuka tutup botol dan minum lagi. Dia segera berjalan cepat kearah Kyuhyun dan duduk disebelah Kyuhyun. “ini minumnya…”

“ah, gomawo.” Ucap Kyuhyun.

Jangmi sudah siap dimaki oleh Kyuhyun karena masakannya tapi nyatanya kyuhyun tidak memprotes apapun, dengan santainya Kyuhyun tetap duduk menghadap kedepan sambil meneguk sebotol air putih.

“kau…kau tidak protes apapun soal makananku?”

Kyuhyun hanya tersenyumkecil lalu menggeleng, “rasanya enak..”

“kau gila! Aku makan satu suap saja rasanya mau muntah!”

“jika orang lain yang memasakannya mungkin aku akan muntah sampai masuk rumah sakit. Tapi jika kau sih, tidak apa-apa. Setidaknya lebih baik makan masakanmu yang hancur itu daripada mati kelaparan.”

“tenang saja… kan sudah kubilang, hari ini tidak boleh ada masalah.” lanjut Kyuhyun.

“ara.” Jangmi tersenyum. “kyuhyun-ah, anyway, can you speak or even understand about english conversation?”

“mwo?”

Jangmi menghadap kedepan sambil memercikkan air laut “i’ve never met someone like you before, Perhaps, the reason I only look at you, like a fool even i dont care about my self. I fear with death, but after met you I feel my fear of losing you is much greater than the death itself. Yes, it was you that brought me out. Who held tightly to my hands in my pockets. My heart is also missing you. My heart felt much better and urged me to return before the problems comes out. Really love you with all of my mind and my heart.”

“i cant say anything to respon, but you just to know that i love you more than what you said just now.”

Jangmi tersenyum “arasseo.”

Langit-langit sore mulai terlihat, berwarna jingga dan biru. Cuacanya juga semakin dingin, Jangmi duduk memeluk lututnya sendiri, kedinginan. Ia memiringkan kepalanya menghadap Kyuhyun yang juga melakukan hal yang sama. Mata mereka berdua bertemu.

Untuk beberapa saat mereka saling tersenyum, kyuhyun maupun Jangmi.

Tapi sedetik kemudian Kyuhyun melotot kaget, seperti baru saja melihat sesuatu yang aneh dari Jangmi. Kemudian kyuhyun merubah posisinya dan mendekati Jangmi dengan khawatir, jarinya menyentuh bagian bawah hidung Jangmi “kau… berdarah?”

Jangmi langsung kaget, ia menyentuh hidungnya sendiri dan memang ada cairan merah disana, darah yang baru saja keluar dari hidungnya. Jangmi panik. “itu…itu tidak apa-apa, aku hanya kedinginan”

“tidak apa-apa bagaimana hah? Kau pucat!” seru Kyuhyun menyentuh wajah Jangmi cemas, “kita pulang!” Kyuhyun berdiri dan mengulurkan tangannya. Jangmi mengangguk dan berdiri, seluruh badannya dingin dan mukanya putih pucat pasi.

Kyuhyun menyobek ujung t-shirtnya lalu menyerahkannya pada Jangmi. “tapi… itu spao kan?” tanya Jangmi ragu tapi tetap saja menerima kain sobekan kaos kyuhyun lalu mengusapnya pada bagian bawah hidung Jangmi.

“memangnya kenapa kalau itu spao? Aku bisa minta lagi t-shirt yang sama persis dengan ini”

Kyuhyun berjalan didepan, mendahului Jangmi sedangkan jangmi berjalan tidak cukup jauh dibelakang sambil mengelap darahnya, “aku mohon berhenti…” gumam Jangmi selirih mungkin. “obat itu masih bekerja, pasti darahnya akan berhenti.” Gumamnya lagi, dan benar saja darahnya berhenti mengalir dari hidungnya.

Jangmi berlari menyusul Kyuhyun dan ingin cepat-cepat masuk ke dalam mobil agar ia tidak terus kedinginan dan…tentunya tidak terus mengeluarkan darah. Tiba-tiba langkahnya terhenti, jangmi berpikir… kalau ia dan Kyuhyun pulang berarti besok mereka tidak akan bersenang-senang dipantai lagi, bermain pasir, tidak bisa seperti itu lagi.

Jangmi meneteskan air matanya, hanya beberapa tetes saja.

Kemudian ia kembali berjalan dibelakang Kyuhyun tapi langkahnya kembali terhenti saat Kyuhyun tiba-tiba berbalik kebelakang  dan berjalan mendekat ke arahnya. Kyuhyun berhenti tepat didepan wajah Jangmi, “we’ll be apart tomorrow.”ucap jangmi

Kyuhyun tersenyum miris, “aku kira perasaanmu berubah setelah kejadian hari ini, aku kira kita akan pulang dan kau akan membuang surat cerai itu lalu kita kembali seperti saat-saat sebelumnya.”

“tapi kau menghancurkan semua harapanku karena kalimatmu barusan…” lanjut Kyuhyun.

“aku ingin tetap cerai.” Ucap Jangmi berat.

Kyuhyun memeluk bahu Jangmi dan mencium bibirnya, mendorong kepalanya sendiri dan mencium Jangmi lebih dalam. Tangan Jangmi terulur memeluk Kyuhyun dan mengusap dada bidang Kyuhyun, bibirnya membalas ciuman Kyuhyun.

Kyuhyun melepaskan ciumannya, sekedar mengambil nafas lalu kembali mencium Jangmi jauh lebih dalam dari sebelumnya, tangan kanannya terangkat memegang tengkuk Jangmi dan lidahnya merangsek masuk kedalam mulut Jangmi.

Jangmi semakin mengeratkan pelukannya, sampai lama kelamaan tubuh Jangmi terangkat oleh Kyuhyun dan tangan Jangmi memegang kedua pipi Kyuhyun, mereka masih berciuman satu sama lain. Jangmi mendorong tubuh Kyuhyun perlahan untuk melepaskan bibir mereka berdua. Nafasnya tersengal-sengal.

“turunkan aku…”

Kyuhyun menurunkan tubuh Jangmi dan mencium puncak kepalanya.

“kalau saja kau tidak menceraikanku, aku pasti nekat menidurimu sekarang juga…” ucap Kyuhyun diiringi dengan kekehannya.

“mwoya..”

“aku ingin memaksamu dengan cara apapun agar kau tidak meminta percerain atau apapun itu, tapi sepertinya aku mengerti, ya, aku mengerti kalau berada disisiku memang sangat membebanimu. Aku seharusnya tidak pulang terlalu larut setiap malamnya, aku benar-benar suami yang bodoh. Tapi aku melakukan itu karena super junior dan ELFs. Aku tidak akan meninggalkan pekerjaanku untuk saat ini karena mereka, walaupun kenyataannya aku bisa menderita setiap hari karena tidak ada kau.”

“aku mungkin akan kurus dan sering jatuh sakit saat kita benar-benar bercerai nanti.” Lanjut kyuhyun lagi.

Jangmi menggeleng cepat, “aku tidak bermaksud membuatmu berpisah dari super junior ataupun fansmu. Hey , aku ini juga ELFs dan aku…sparkyu! ini keputusanku dan tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaanmu—“

“tapi kau berkata kemarin alasanmu meminta cerai karena aku terlalu sibuk dengan  pekerjaanku!”

“itu…”

‘itu hanya alasanku saja. Kan tidak mungkin jika aku terang-terangan berkata kalau akau mengidap hemofili’ lanjut jangmi dalam hatinya.

“oke, apapun alasanmu aku terima. Jika bercerai memang satu-satunya hal yang membuatmu bahagia.”

Jangmi mengangguk dan tersenyum. Demi apapun Jangmi sangat bersyukur pernah memiliki seorang cho kyuhyun. Evil yang berhati malaikat.

“tapi tetap berteman denganku setelah kita bercerai nanti, ara?” Kyuhyun mengangkat telapak tangannya untuk melakukan high-five dengan Jangmi.

Jangmi mengangkat tangannya dan menepuk tangan Kyuhyun. “arasseo!”

Mereka berdua tersenyum, kyuhyun menangkap tangan Jangmi dan menggandengnya kembali berjalan menuju mobil.

Mereka berjalanan beriringan tapi Jangmi tidak sadar ada batu cukup besar didepannya sehingga Jangmi tersandung.

“arhh..” rintih Jangmi, kakinya tersandung batu dan tubuhnya merosot. Genggamannya terlepas dari tangan Kyuhyun. “arhh….” rintihnya lagi, ia menyentuh kakinya yang terasa nyeri dan melihat bagian betisnya.

Sebuah karang yang cukup tajam menancap di bagian bawah betis Jangmi, membentuk luka goresan yang cukup panjang dan mengeluarkan darah. “m..mwo?” Jangmi membeku saat melihat goresan luka yang panjang dan dalam itu di kakinya, ia menyentuhnya. Darahnya kini mengucur deras. Perasaan jangmi berkecamuk, takut sekali. Ia tahu kalau penyakitnya mengacu pada trombosit atau sel pembekuan darah, jelas luka nya tidak bisa tertutup alias darahnya tidak bisa terhenti.

“KYUHYUN-AH!!!” jangmi menjerit, Kyuhyun mengernyit bingung kemudian berbalik.

“darahnya…” ucap jangmi lagi, semakin takut

Kyuhyun berjongkok dan melotot terkejut. “kenapa bisa seperti ini jangmi-a?” kyuhyun mencabut kerang dari kaki Jangmi dengan sangat pelan, “darahnya…” jangmi menangis, air matanya turun sangat deras.

“kenapa darahnya bisa sebanyak ini? Aku akan mengambil kotak obat dimobil sebentar untuk memperban lukanya.” Ucap Kyuhyun tapi Jangmi menahannya. “diperbanpun darahnya tidak bisa berhenti…” ucap jangmi sambil mengelap air mata disudut matanya.

“hey kau bicara apa hah?! Tentu saja bisa, kita hanya perlu membalutnya dengan perban lalu pergi ke rumah sakit untuk menjahit lukanya lalu kau sembuh, jangan terlalu panik jagi…”

“apakah disekitar sini ada rumah sakit?”

Kyuhyun menggeleng “ini pantai yang cukup terpencil. Yang paling dekat Seoul Hospital, kita hanya perlu menempuh 30 menit perjalanan. Dengan maka itu aku balut lukamu dulu supaya darahmu berhenti…”

“30 menit??” jangmi memeluk bahu Kyuhyun dan menangis sekeras mungkin, “kau pikir darahku bisa bertahan sampai 30 menit?? Jikapun darahku berhenti keluar berarti aku mati!!!!”

Kyuhyun semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan Jangmi, “apa maksudmu, tolong lepaskan dulu aku akan mengambil perban.”

“anni!” jangmi memeluk bahu Kyuhyun semakin erat, “aku hemofili kyuhyun-ah, hemofili…”

“hemofili?”

Kyuhyun menutup mulutnya tidak percaya, baru mengerti sekarang. “katakan ini bercanda, kau tidak mengidap penyakit apapun!”

“aku… terkena hemofili kyuhyun-ah…aku tidak bercanda..”

“anni!”

“kyuhyun-ah… sakit…” tubuh Jangmi melemas, darah dikakinya semakin banyak keluar “aku tidak mau melihat darahku. Aku terlalu takut…”

Kyuhyun mengelap air mata disudut matanya lalu menggendong tubuh Jangmi, berlari menuju mobilnya “kita akan tiba di seoul hospital secepat mungkin, dokter akan menjahit lukamu dan  kau akan sembuh! Percaya padaku.”

“aku mengeluarkan banyak darah hari ini. Aku tidak mungkin sekuat itu..”

Kyuhyun mendudukan jangmi di kursi penumpang, kyuhyun sendiri  menyusul masuk kedalam mobil dan mulai menekan gasnya dengan kuat, membuat bunyi decitan ban yang cukup keras.

Wajah Jangmi pucat pasi, pandanganya mulai berkunang-kunang dan tidak jelas. Seperti segalanya lambat laun berubah menjadi hitam dan gelap

“jangan tutup matamu! Aku mohon, bertahanlah Jangmi. Buka matamu!” teriak Kyuhyun.

Ia terus menambah kecepatannya diatas rata-rata, air matanya terus keluar dan sesekali matanya melirik ke arah jangmi. Kyuhyun mengalihkan pandangannya lagi saat melihat kaki jangmi yang terus mengeluarkan darah.

“jangmi, aku mohon bertahanlah. Buka matamu. Jangan terpejam. Jangan!”

Jangmi ditengah sisa-sisa kesadarannya membuka matanya, berusaha sekuat tenaga untuk tetap membuka matanya. Demi nyawanya, demi kyuhyun-nya.

“kyu…kyuhyun… aku…rasanya…ti…tidak kuat lagi…”

Kyuhyun semakin deras mengeluarkan airmata, ia tetap menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. “Kita akan sampai tidak kurang dari lima menit!”

**

Aku tidak bisa mendeskripsikan rasanya waktu itu, yang jelas sangat sakit. Rasanya ingin mati saja daripada menahan rasa sakitnya. Aku benar-benar rela mati waktu itu, tapi Kyuhyun terus memaksaku untuk membuka mataku dan aku menurut.

Ingin rasanya aku berteriak pada Kyuhyun dan mengatakan bagaimana rasa sakitnya, seluruh tubuhku kaku dan tidak bisa bergerak. Tubuhku dingin dan menggigil. Aku benar-benar tidak kuat.

Tapi aku kembali melirik Kyuhyun, dia menangis dan terlihat sangat khawatir. Lalu aku berusaha untuk tetap bertahan, demi Kyuhyun. Demi cho kyuhyun.

Lebih dari sepuluh menit aku bertahan menahan semua rasa sakit yang membuatku gila akhirnya kami sampai didepan rumah sakit Seoul Hospital. Kyuhyun turun dari mobil, membuka pintu dan menggendongku. Aku rasanya benar-benar tidak kuat, benar-benar sudah tidak kuat.

Dan aku meminta izin pada Kyuhyun untuk ‘tidur’ tapi Kyuhyun tetap menggeleng dan menyuruhku untuk tetap bertahan.

Kyuhyun sendiri sedang berlari di koridor rumah sakit dengan kencang, tapi kemudian langkahnya berhenti. Aku menengok dan melihat segerombol wartawan sedang berjalan mengerubunginya.

“pergi kalian semua! Aku terburu-buru dan ini gawat! Aku mohon kalian menyingkir…” teriak Kyuhyun membuat wartawan-wartawan itu menyingkir, tapi masih ada beberapa yang dengan kurang ajarnya mengambil foto kami. Aku bisa merasakan detak jantung Kyuhyun yang berdetak sangat cepat dan tangannya yang bergetar menahan marah.

Beberapa suster dan hendak memindahkanku entah kemana karena pandanganku sudah kabur, aku sudah tidak bisa melihat apa-apa lagi walaupun sekuat tenaga aku berusaha membuka mataku. Tapi tidak bisa.

Mataku tidak bisa terbuka.

Hal yang terakhir aku lihat, wajah Kyuhyun yang mengeluarkan banyak air mata dan bercak-bercak darah di kaosnya. Dan hal terakhir yang aku dengar, Kyuhyun menggumamkan namaku

Setelah itu aku tidak tahu apa-apa lagi. Tidak merasakan apa-apa lagi.

Sayup-sayup suara yang aku dengar benar-benar untuk yang terakhir kalinya, “Jangmi, jeongmal saranghamnida…”

***

Cinta seperti milik kita ini, akankah ada lagi?

Bahkan jika rasanya ingin bertemu,

kita tak bisa melakukannya

Betapapun sakitnya, harus bisa menahannya

 

Walaupun rasanya sakit, bersikaplah seolah tak apa-apa

Walaupun rasanya ingin menangis, ada cara untuk menahannya

(karena akulah yang kan selalu memperhatikanmu)

Walaupun hati ini terluka, ada cara untuk tetap tersenyum

 

saat semua ini memang harus dilupakan

 

hanya akulah yang mengangis mengingatmu

karena terlalu banyak hal yang mengingatkan pada cinta kita

bagiku, cinta adalah sesuatu yang menyakitkan

tapi walaupun sakit, harus bisa menahannya

dan begitulah, lupakan semua ini

Kyuhyun- the way to break up

***

Hujan rintik turun dan menghujam kota Seol, Kyuhyun duduk dipinggir jendela sambil memandang keluar. Jari-jarinya membentuk beberapa tulisan hangul di kaca jendelanya dengan uap air.

‘Cho jangmi’

Lalu Kyuhyun menunduk, teringat lagi akan gadis yang seumur hidup akan terus dia cintai itu. “jadi ini kenapa kau meminta perceraian? Karena penyakitmu? Kenapa kau tidak berbicara yang sebenarnya jangmi… wae?!” seru Kyuhyun berteriak frustasi,

“Kyuhyun-ah…”

Sungmin muncul dari balik pintu kamar Kyuhyun, tersenyum kearahnya. Beberapa saat kemudian muncul juga Eunhyuk, lalu  member lainnya. Dan seseorang dengan perawakan yang cukup besar ikut masuk kedalam, kangin.

Disusul kibum.

Dan yang terakhir hangeng dan heechul yang melangkah hati-hati mendekati magnae SuJu itu, hangeng mengelus punggung Kyuhyun. “dia tidak akan senang melihatmu seperti ini, kyuhyunnie.” Ucapnya dengan aksen korea yang cukup aneh. Mau tidak mau member lain terkekeh mendengarnya.

“kami disini, Kyuhyun-ah. Kami semua keluargamu.” Ucap Heechul.

“kau tahu, beberapa jam sebelum dia pergi, istrimu mengirimi kami semua pesan, isinya sama yaitu meminta kami hyungmu untuk menjagamu dan jangan membiarkanmu menangis karenanya. Kami semua bertanggung jawab atas amanatnya, Kyu. Jadi aku mohon kau harus kembali seperti Kyuhyun yang dulu.” Ucap Leeteuk.

“kali ini Super Junior kembali ada 13 member, 15 dengan henry dan zhoumi. Bukankah ini yang kau inginkan kan? Kajja, kita bisa menjadi keluarga lengkap lagi…” tambah donghae.

“setidaknya itulah yang istrimu inginkan kan?”

“aku yakin dia menginginkan kau hidup dengan baik, dia ELF dan kau seharusnya kau tahu ELF mana yang tidak sedih jika melihat super junior sedih?”

Kyuhyun menoleh ke kiri, melihat semua hyungnya yang sedang tersenyum ke arahnya. Beberapa dari mereka menangis, terutama donghae dan eunhyuk.

Kyuhyun tersenyum, menatap kesemua member-member super junior dan air matanya menetes lagi. Ia melihat ke arah sungmin yang mengangguk dan tersenyum ke arahnya.

Matanya terhenti pada sosok hangeng yang berdiri tepat disamping heechul, kyuhyun berpikir, sudah sangat lama ia tidak melihat sosok hyungnya yang satu itu. Kyuhyun bangkit dan memeluk hangeng,

“kita semua ada disini. Aku yakin jangmi akan bahagia jika melihatmu juga bahagia dengan kami…” ucap hangeng sambil mengusap punggung Kyuhyun.

“Ne. Aku percaya hyung.”

Harus terbiasa hidup tanpamu

esok akan menjadi lebih baik

perlahan akan menghilang dan terlupakan

dan jika tiba-tiba teringat sesuatu

hanya kengangan manislah yang akan diingat

END—

Ffnya galau banget ya? Hehehe tolong maklumi saya sebagai pecinta angst {}

Dan ini untuk pertama kalinya saya bikin ff oneshot panjangnya minta ampun, semoga readers ga pada bosen bacanya ya J

Tau ga, saya pas mbayangin ff ini –sebelum saya ketik- saya udah nangis duluan, hebat bngt deh sampe nangis segala tapi kalo ff nya feelnya ga dapet dan ga bikin readers nangis ya maafin saya yaa hihihi…

Commentnya ditunggu J

Advertisements

58 thoughts on “THE WAY TO BREAK UP”

  1. huaa sumpah ya aku nangis bacanya
    Entah prsaan aku lg mellow ap gmn
    Ngena bgt
    Aaaaa jangminya meninggal
    Sedih bgt pas dia udh gk kuat buka matanya.
    Pas kyuhyun blg saranghamnida
    Huaaaa keren bgtlah

  2. feel…ny dpt kok…
    Mataku dah merah wkt tw jangmi mntah darah.
    Bener2 angs bgt…
    Btw anyeong readr bru tw blog ni dr blog spesialshin…
    Namaku indah 24 yo… Ketuaan ya??

    1. hehe…. makasiiih ~ ^^

      oke annyeong, waaah dapet onnie lagi. aku masih 15 hahaha kemudaan yah, jarak umurnya jauh sama onnie ^^
      onnie seumuran sama Kyu ya? enak dooong ada kemungkinan nikah sama kyuhyun(?) /abaikan

      sering2 mampir yaaa eon 😀

  3. Annyeong ^^
    aku reader baru, Rayi imnida ^^

    feelnya dapet banget
    diawal sih biasa.. lah pas akhir ? ketularan Kyu, nangis T_T
    sedih, Kyu jadi duda #Jiiiaaah

    1. annyeong juga! ^^
      mannaso bangap Rayi, line berapa nih? aku ifa 96line heheh.

      hahaha, Kyu duda sih tetep banyak yg ngantri jadi istinya termasuk aku… kkk~
      oke, thanks uda komen 🙂

  4. IFAAAA -__-
    tanggung jawab kau ini mataku bengkak ni garagara baca ni FF 😥 astaga galau banget ye cin~ itu entah gila ato begimana, pas ngebaca bagian jangmi kegores dikakinya betisku jadi ikut merinding ya(?)
    hahaha nice FF faa, itu panjang banget FFnya, karna ide ceritanya bagus jadi gak bikin bosen huehehe :3

    1. hwahahaha kasiaaan eon cupcup jangan nangiiis dungsss entar ga disayang yesung lhoo
      mungkin eon terlalu meresapi (?) ffnya sampe ngerasain apa yg jangmi rasain /apadeh
      iyaa nih eon tumbenan kan aku bikin ff sepanjang ini :p aku kira malah bakalan ngebosenin loh Dx makasih eon uda mampir 😀

    1. annyeong jugaaa xD waah selamat baca2 ff saya yaaa jangan lupa tinggalin komen…onnie, aku panggil onnie aja gpp kan? soalnya aku 96liner.

      makasih komennya 😀

  5. annyeong…. salam kenal ea…
    ceritanya keren banget.. feelnya dapet kog… nie air mata udah mrembes-mrembes gitu… keren-keren..

    tapi aku masih nggak nyambung sm penyakitnya? semacam hemofili ya?
    setau aku, hemofili itu penyakit keturunan. jadi sedari kecil udah tau penyakitnya, kecuali dia nggak pernah luka sedikitpun. nah, setahu aku juga nie…
    cewek itu kalau kena hemofili, sifatnya lethal. alias dia dri bayi aja nggak bisa bertahan hidup. apalagi kan cewek, punya siklus tetap buat menstruasi… jadi gimana-gimana penyakit ini lethal banget dari awal… aku juga dulunya mikir cewek cowok bisa aja kena hemofili. emank bisa, tapi yang punya harapan hidup tinggi tentu aja cowok. cewek kan ada siklus mens itu tadi….

    keren kog ceritanya.. cuma penyakitnya aja yang agak miss gitu.. keseluruhan keren banget.. DAEBAk…. di tunggu ea, karya-karya selanjutnya.. ^^.

    1. annyeong…selamat datang di blog saya yang masih acak adul gini haha

      naah~ itu maaf, murni kesalahan saya kok. kan saya tulis diff “Tapi kali ini hemofili dalam jenis yang berbeda, tapi intinya masih sama.” jujur saya cuman tau sedikit tentang penyakit hemofili, jd saya bikin ini-penyakit-yang-beda-jenisnya-tapi-intinya-masih-sama hahaha, salahin imajinasi saya yg terlalu liar ini wkwwk
      harusnya saya deskripsiin lebih tentang hemofili-yang-diidap-jangmi disini… hehe, MAKASIH BANGET YAA SARANNYA 😀
      saya tunggu2 loh komen yg mau bahas tentang penyakit hemofili dan sejauh ini baru kamu yg komen yg kaya gini, hehe makasih banget sarannya~~

      1. ok..ok… kamu sebenrnya nggak salah juga.. kan namanya juga fan fiction. tapi kalau mau yang lebih real, ya…hindari miss** kayag gitu.. 🙂
        banyak kog penyakit keren-keren, kayag anemia sel sabit, thalasemia, coba aja di seacrh aja hematologi… 🙂

  6. 🙂
    hu.umb.. tapi baru semester 1 kog.. kebetulan aja dulu pas di SMA pernah di bahas, ntrus kemaren dapet blok patologi penyakit genetik, dan ada hemofili itu… jadi tau deh.. 🙂

      1. asiiykk..assiiyykk aja siy…
        tapi saranku nie.. kalau mau ke kedokteran beneran di pikir mateng”..
        alasannya di perkuat kenapa milih kedokteran..*pengalamanPribadi
        apalagi masuk kedokteran itu sama dengan membuang masa muda.. dan itu bener-bener harus rela.. temen” kamu yg lain bisa pada nongkrong, kamu nongkrong di perpus… ngartin jurnal yang nggak jelas.. gitu-gitu lah…..
        apalagi buat buka praktek sendiri kamu butuh waktu 8 tahun paling cepet…
        jadi bener-bener di matengin dah alasannya.. ^^

      2. whoaaah? aku sempet kepikiran buat nerima tawaran ortu masuk kedokteran tapi…. berhung liat darah aja aku geli~~ sesibuk itu ya? hehe haduuh kayaknya aku gakuat deh kalo kaya gitu. Onnie hwaiting yaa!
        dan buat nunggu slama 8 taun itu-lama-banget-iya-ga-sih? 🙂

    1. annyeong jugaa…..
      waah reader baru, salam kenl jugaa hehe sering2 mampir yaa
      uljima~ aku udah sewa kyu kok buat ngelapin air matanya readers2 yg baca ff ini xD

  7. Annyeong aku reader baru dsini
    oppie imnida 🙂
    ffnya bikin air mata ngucur trus, apalg pas jangminya uda gak kuat lg hiks, tp tetep keren kok ffnya
    oh ya aku ubek2 nih blog yaa hehe

  8. bayangin aja coba, aku lg dengerin lagu dont don tp nangis gara2 bc ff ini,
    Yg paling sedih pas kyu nulis nama jangmi lalu ke 15 org keluarga nya dtg,, aku pgn suju lengkap lg,, 😥

  9. aaaa,sampe nangis bacanya.. Malang bgt yah si jangmi T.T trus pas donghae bilang super junior akan kembali ber13 lagi + zhoury.. Tpi gabisa yg bener2 nangis gitu soalnya puasanya takut makruh..

  10. Serius thor.. Aku nangis bacanya.. T-T

    Aku ngga ngerasa bosen sama sekali. Yang ada nyesek bacanya. Hiks. Kasian mereka berdua (˘̩̩̩.˘̩̩̩ƪ)

    Daebak thor. Ff ini sukses membuatku sedih .___.V

  11. aku juga pecinta angst kok thor. ini bener2 dapet banget feelnya. mana lagunya sedih + ff nya sedih jadi nangis deh. author harus tanggung jawab membelikan readers tissu lohh.
    ini sangat2 daebak deh d(‘.’)b

  12. Thor, serius deh. Begitu aku baca FF ini dan akhirnya nulis comment, Keyboard ku basah gara2 tanganku keringat dingin. Ini FF… Don’t know what to say. Perfect. Tidak ada Typo(s), kalimat gampang di mengerti, feel dapet, alur seru, dll. Ini #2 FF Angst yang pernah aku baca sejauh ini. Daebak, Thor! Keep Writing ^^

  13. Huaaaa aku readers baru disini, mian baget baru bisa coment…. Beneran aku nangis bacanya, aq elf dan sparkyu…. Aku takut ngebayangin nie FF beneran…. Semoga aj kyu dapet seseorang yang benar mencintainya dengan waktu yang lama,

  14. Aku udah sedia tissu tp gak tau mau di apain ._. Aku gak nangis ._. Lol
    tp ff kmu tetep bgus, angstnya tetap kerasa.

  15. Annyeong, ifa onnie!~~~ (aku panggil onnie nih ya, aku 00 liner sih). Aku reader baru nih. Aku sukaaaaa banget sama ini ff. Feel nya dapet D: aku kyuhyun biased pula. Keren deh. Keep writing ya onnie!

  16. I just want to mention I am newbie to blogging and site-building and truly savored you’re blog site. Likely I’m want to bookmark your site . You certainly have really good writings. Thank you for sharing with us your website.

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s