Mafia’s Princess [part 8] nc-16

Mafia’s Princess part 8

Cast       : Cho Kyuhyun, (oc) Cho Hara, Park Jungsoo.

Rate       : NC-16.

disc        : This Fanfict is mine, Leeteuk is mine also all of the story is mine except kyuhyun, other cast are belong to themseves. Don’t take my ff without my permission. TYPO EVERYWHERE!

Engga jadi protect. Part ini gajadi aku bikin nc17, jadinya nc 16 aja. Masa bodo deh nc 16 itu ada ato ngga hahaha.

Author  inget dosa jadi ga berani bikin yang yadong-yadongan *sok suci*

Jangan jadi silent reader yaa chingudeul! Nanti yang komen aku doain bisa nonton ss4 + ketemu biasnya, amin.

***

Under the high sky, tiny marks for my love are in my song
But still you’re not here next to me, But I’m still glad
Only thinking this on my own, I can’t be complete
Your smiles are in my heart (deeply inside) you fully completed me

France, 5 years later

Udara dingin menyebar ke seluruh penjuru kota Paris, butir-butir salju mulai turun dan membekas dijalanan.
Kyuhyun berjalan sambil menarik kopernya, ia baru saja sampai di Charles de Gaulle Airport Paris.

ia melepas kacamata hitamnya dan memandang jauh sekitar kota Paris.
sudut bibirnya mengembang.
“Sebentar lagi, aku akan menemukanmu.”

“Aloysia! mau berangkat bersamaku?”

Cho Hara keluar dari kamarnya dan berlari menuruni tangga, sesekali ia melirik ke arah jam tangannya.
Dilihatnya Jungsoo yang sedang duduk dimeja makan.  Lalu Hara kembali masuk ke kamarnya, sepertinya handphonenya tertinggal disana -,-

mungkin memang benar apa yang orang katakan, segala sesuatu yang dipaksakan tidak akan berlangsung dengan baik. Seperti Hara dan Jungsoo. Apa yang kalian pikirkan tentang mereka? menikah secara paksa lalu pada akhirnya saling mencintai?

ooo tidak bisa.

Jungsoo memang masih berharap, tapi Hara? dia toh cuek saja. Yang dilihat Hara hanya Kyuhyun, tidak ada Jungsoo sama sekali dimatanya.
kalaupun mereka berdua sudah hidup selama tiga tahun, nyatanya tidak ada yang berubah dengan perasaan Hara. Ia masih mencintai Kyuhyun seperti dulu, sekarang dan waktu selanjutnya.
***

Jungsoo duduk diruang makan sambil sesekali melirik jam tangnnya. Ia hanya diam menatap makanan yang ada didepannya, ia belum mau makan kalau gadis itu belum duduk disebelahnya.
“aish, kenapa Hara lama sekali?”

Disisi lain, Hara sibuk sendiri mencari ponselnya. tadi ia meletakkan diatas meja rias tapi kenapa tiba-tiba hilang?
Hara menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Ia hampir telat kerja!
“kemana handphoneku?” gumamnya.
“Apa yang sedang kau lakukan hah?” Tanya Jungsoo yang sudah berdiri diambang pintu kamar Hara.

“handphoneku!!! Kau tahu dimana?”

“aigoo kau selalu saja seperti itu, bukannya kau tadi malam meletakan di counter dapur!”

“hah? benarkah seperti itu? aku meletakannya di atas meja rias! kenapa bisa ada di counter dapur?” sahut Hara bingung.

Jungsoo mengangkat bahunya.
“entahlah. Tapi aku tadi melihatnya disitu. Haaa! Hara bilang saja kau ingin handphone baru! iya kan?”

Hara langsung memanyunkan bibirnya.

“tidak kok!”

“Jika kau memang ingin, bilang saja padaku maîtresse Aloysia! Aku pasti akan membelikannya untukmu. Semahal apapun.”

Hara terdiam sebentar, Jungsoo memang sangat baik padanya. Jungsoo selalu berkata ‘iya’ pada Hara, emmm terkecuali jika Hara meminta Jungsoo untuk melepaskannya. Tentu saja Jungsoo berkata ‘tidak’.
Jungsoo juga menuruti permintaan Hara untuk menunda pernikahan mereka.
***

“Jadi mereka sudah tinggal satu rumah? Shit!” Kyuhyun melempar boklet kertas yang tadi ia genggam.

Dia bersender di Sofa kamar hotelnya dan memejamkan matanya, berusaha mencari ide untuk menarik gadisnya kembali.

Kyuhyun’s pov.

Akhirnya usahaku selama lebih dari dua tahun untuk mencarinya tidak berbuah sia-sia.
Aku masih ingat terakhir kali aku bertemu dengannya, malam itu aku hampir gila melihat Hara dibantai oleh Jungsoo. Keesokan paginya aku memutuskan untuk menemui Hara, memastikan bahwa lukanya tidak parah tapi aku tidak menemukan dia diapartemennya. Aku pikir dia hanya pergi sebentar tapi satu hari..

dua hari…
satu minggu…
dan… Aku mulai khawatir, Hara tidak muncul selama berminggu-minggu!
Aku menanyakan pada Nichkhun tapi dia juga tidak tahu, Aku menanyakan pada Junho dan akhirnya disitulah aku mengetahui realiti *halah*
Junho memberitahu semuanya, hingga sampai disinilah aku sekarang. Paris.
Entah berapa kali aku bolak-balik paris-korea untuk mencari Hara. Jungsoo benar-benar menyembunyikan identitas mereka dariku dengan sangat rapi. Tapi dia masih sangat bodoh ternyata! buktinya sekarang aku dimana mereka berdua tinggal. Bahkan aku tahu apa pekerjaan Hara, pekerjaan Jungsoo dan ternyata Jungsoo mengganti namanya menjadi Dennis Park. Dia juga mengganti nama Hara menjadi Aloysia Cho.
Hara sekarang menjadi desainer wedding dress di Paris. Nama perusahaanya “Malory” sedangkan Jungsoo pemilik sebuah Event Organizer.
Jangan sebut aku Cho Kyuhyun jika aku tidak bisa mendapatkannya.
Aku mengambil handphoneku lalu menekan beberapa tombol.
“Halo?”
****

Cho Hara’s pov.

Aku meletakkan paper bag diatas meja kerja lalu membereskan beberapa berkas yang berserakan di rak lemari.

beeep beeep…

“Halo?” ucapku mengangkat iphone-ku.

“Halo? emm..”

aish, kenapa orang ini diam saja? apa dia gagap?

“English please?”

“oh, okay.” aku rasa orang yang sedang meneleponku sekarang tidak bisa bahasa Prancis.

“Sorry, Can i talk with the owner of malory company?”

“oh here iam. Who’s there?”

“i’m cho kyu- emm, i mean Marcus. I’m Marcus Cho.”

Marcus cho? apakah aku mengenalnya? sepertinya tidak.
“okay mr marcus. What’s the matter?”

“I need a dress for my girlfriend, can you show me some of yours miss?”

Sebentar, suara ini…Kenapa sepertinya aku mengenalnya.
Aish, memangnya dia siapa?

“okay, you can see in my office. eumm, have you know where’s my office?”

“Not yet. Maybe… you can bring it to my house? oh sorry, i stay in hotel right now. so… can you?”

aku berpikir sebentar, sepertinya aku ada waktu kosong hari ini. baiklah.

“Okay, give me your address. wait me 15 minutes again mister.”

“okay. Thanks dear..”

Aku sampai di depan hotel ….. tadi pria yang bernama marcus itu menyuruhku mengantar gaun pengantin ke hotel tempat ia menginap. Aku masuk kedalam lalu berhenti tepat didepan pintu kamar hotel nomor 632 yang tertutup. Kuketuk pintunya pelan.

Tidak ada yang menjawab.
aigoo, jangan-jangan aku salah kamar! tapi sepertinya tidak kok :c
Kuketuk pintunya sekali lagi, Masih tidak ada yang membuka pintu. Aish, bagaimana ini?

beeeep beeep

One message from Marcus.
you may to open the door. it doesn’t lock.

menuruti apa yang Marcus katakan, aku pun membuka pintu kamar hotelnya.
dan….

Gelap?

ige mwoya? apa si tuan Marcus ini mau mempermainkanku?

Aku menutup pintunya lalu berjalan diruangan gelap ini, apakah hotel ini tidak mampu bayar listrik ya?

“Excuse me. Mister? Marcus? where are you?” tanyaku.
Ruangan ini gelap sekali! aku tidak bisa melihat apapun!

“Marcus can i- kyaaaaa!”

Seseorang memelukku dari belakang! aku berusaha memberontak tapi orang itu semakin mengeratkan pelukannya, aigoo bagaimana ini?

“engh~ lepaskan!”

Orang itu tetap memelukku, semakin erat malah. Dan tiba-tiba aku merasakan sesuatu menyentuh leherku. Sepertinya… Astaga! orang ini mencium leherku. Gila! siapa sih orang ini? apa dia si Marcus itu?

“Apa yang kau lakukan hah? psycho! michyesso! lepaskan aku bodoh!”

“Aku tidak akan melepaskanmu.” Jawabnya.
eh? dia berbicara dalam bahasa korea! sebenarnya dia ini siapa sih?

Aku benar-benar mati kutu, sama sekali tidak bergerak. Orang aneh ini mendekapku dengan sangat erat. Omma! Tolong anakmu yang malang ini!

“Hey kau! siapa kau?” tanyaku semakin kesal.

“Aku marcus cho. puas kau?”

Hah?

“yak! Marcus lepaskan a–”
Ucapanku terhenti saat ia mencium leherku, menghisapnya dengan kuat. Aku diam dan menggigit bibir bawahku, menahan suara desahan yang hampir aku keluarkan.
Tapi kenapa pelukannya terasa hangat? kenapa aku malah menginginkan ‘lebih’ ? Aish, Hara! jernihkan pikiranmu!

Dengan bodohnya aku malah menyandarkan tubuhku ditubuhnya, tidak berusaha memberontak dan dia semakin menjadi-jadi. Bibirnya menyusuri leherku semakin kedepan, mencium daguku.
Sedetik kemudian dia mendorongku ke tembok, menghimpit tubuhku. Tangannya menggapai tengkukku dan bibirnya menciumku dengan sedikit kasar. Dan lagi-lagi aku tidak menolak perlakuan kotor si Marcus ini.

Aku berusaha untuk tetap berpikir jernih, tidak! ini salah! ini pelecehan namanya!
dengan pelan aku mendorong kepalanya menjauh dariku, ia melepaskan ciumannya dan menatapku. Walaupun gelap tapi aku tahu kalau dia sedang menatapku. Wajnya hanya berjarak 3 cm dari wajahku.
kenapa jantungku berdetak tidak karuan seperti ini? dan…Aroma tubuhnya. Hembusan nafasnya yang mengenai wajahku, sepertinya sudah familier. Pertanyaannya sekarang, dia ini siapa?

“Cho Hara.”

Sebentar, suara ini?

“Cho Shik Shin?”

Aku menahan napas selama beberapa detik. Aku tahu siapa namja yang ada dihadapanku ini. Aku tahu!

Tanpa aba-aba, Marcus melahap bibirku lagi. tangannya memeluk pinggangku dan aku melingkarkan tanganku dilehernya, membiarkan semua ini semua ini semakin menjadi-jadi. Dia menyusupkan lidahnya kemulutku dan menggigit bibir bawahku. aish! sepertinya bibirku sedikit lecet.
Tiba-tiba tangannya menyusup masuk kedalam cardiganku dan mengelus perutku, sedikit memijatnya.
Aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih sekarang! Aku bahkan sempat membayangkan… Aaaaah! lupakan!
Ini lebih parah daripada menonton film American Pie o.o
Dia semakin memperdalam ciumannya, tangannya juga mulai mengusap-usap pahaku.

Hingga kami berdua tidak sadar tubuh kami sudah merosot kelantai. Ia melepas ciumannya dan kami sama-sama mengatur nafas yang terengah-engah karena kiss scene tadi.
Dia mengecup keningku lalu berdiri dan…
Ting!
Lampu menyala. Kini aku bisa melihat dengan jelas wajah namja yang bernama Marcus itu.

Dia berdiri didekat saklar lampu sedangkan aku masih terduduk seperti posisi awal.
Kami saling berpandangan dalam diam.

Hening.

Sangat hening.

Aku harus berbicara apa? Apakah aku harus berkata reality seperti ‘aku hampir gila karena tidakarena tidak melihatmu selama tiga tahun’ itu tidak keren!

Aku tidak tahu harus berkata apa.

Dia masih tetap memandangku, bahkan tidak berkedip. Pandangannya sedikit sarat emosi.
Dan…
Dia menitikkan air mata.
Demi apa? ini kali pertamanya aku melihatnya menangis!

“Hai Hara. Bagaimana kabarmu?” tanyanya dengan suara bergetar.

Aku bangkit dan memeluknya.
“Kabarku tidak baik. Aku tidak baik karena aku tidak melihatmu. Aku merindukanmu. Karena aku tetap menjadi aku. Aku yang mencintaimu.”

“Kau masih mencintaiku? Kau tidak beralih kepada bandit jelek itu kan?”

bandit jelek?

“Jungsoo maksudku.” ucap kyuhyun seperti menjawab pikiranku.

“Tidak. Jungsoo itu tidak menggoda.” *tampar hara*

Aku bersender didinding tembok dan memijat kecil kepalaku, semuanya terasa tidak nyata. Aku bertemu dengan Kyuhyun. Akhirnya.

“Kapan kau menikah dengannya?”

aish, aku sudah mengira Kyuhyun pasti akan menanyakan hal ini padaku. Bagaimana aku harus menjawabnya? Aaah masa iya aku menjawab ‘aku menikah dengan Jungsoo satu minggu lagi’ bisa jantungan Kyuhyun! Tapi itu memang realitanya jadi yaaa aku harus mengatakannya.

“heh, tuli!”

“iya. Aku mendengarmu kok.”

“yasudah cepat jawab.”

“aku menikah minggu depan.”

raut wajah Kyuhyun langsung berubah drastis, ia mengatupkan kedua mulutnya dengan tegang.

“arghhh!” Kyuhyun mengerang kesal lalu meninju dinding tembok dengan keras. Aku bisa pastikan kalo tangannya lebam sekarang.

“maafkan aku.”

mungkin hanya itu yang bisa aku katakan.

Ngomong – ngomong tadi Kyuhyun menyuruhku datang kesini untuk membawakan beberapa gaun pengantin kan? Eh, memangnya siapa yang akan menikah?

“gaun pengantin yang kau pesan, itu untuk siapa?”

“untuk calon istriku.”

apa?

Calon istri?

Sekarang giliran aku yang kesal, siapa yang ia maksud calon istrinya hah?

“ngomong – ngomong, gadis – gadis di Perancis cantik cantik juga ya.” ucap Kyuhyun tiba – tiba.

oke, aku menarik kesimpulan. Dia sudah menemukan gadis lain. Begitukan?

“oh. Ya. Mereka memang cantik – cantik.” jawabku malas.

Kyuhyun hanya mengangguk lalu berjalan mengambil tas berisi gaun pengantin yang aku bawa, ia mengamati baju itu dengan teliti.

“kau suka yang mana?” tanyaku berusaha tetap stabil. Tahan emosimu hara.

“entah, aku tidak tahu bagaimana selera seorang wanita. Menurutmu yang mana?”

“yang warna biru safir. Pasti lebih bagus.”

“ah ya kau benar Hara! Calon istriku pasti akan menyukainya.”

oke, baiklah. Bunuh aku sekarang Cho kyuhyun!

Siapa calon istrimu itu hah? Pasti dia seksi, mulus dan tidak banyak makan ya? Berkebalikan denganku. Kalau kau akan menikah dengan gadis lain, lalu apa maksudmu dengan perlakuan tadi hah? Making out denganku dan sekarang kau malah akan menikah dengan gadis lain. Bumi, telan aku!!!!

tapi seharusnya aku bisa memakluminya bukan? Aku akan menikah dengan namja lain tapi aku tidak memperbolehkan Kyuhyun menikah dengan gadis lain. Hmmm itu namanya egois. Aaah tapi aku akan menjadi egois jika menyangkut segala hal tentang Kyuhyun!

Amarahku benar – benar memuncak sekarang. Tanpa sadar aku melempar iphone ku kelantai dengan keras.

Prak.

Iphoneku sudah tidak bisa disebut iphone lagi(?) sudah hancur dan tidak berbentuk.

“Hara apa yang kau lakukan hah?”

“menikah saja sanah dengan gadis perancis yang kau bilang CANTIK – CANTIK itu!”

“apa? Aku tidak mengerti.”

shit. Don’t pretend that you don’t know what’s goin on kyuhyun.

***

Jungsoo memasukki ruang kerja Hara dengan menggenggam paper bag berisi bulggogi, tadi pagi Hara bilang ia rindu dengan masakkan Korea, jadi dengan susah payah Jungsoo mencari penjual makanan korea di Paris ini.

“Park Hara…”panggilnya.

Akhir – akhir ini Jungsoo senang memanggil Hara dengan marga ‘Park’ yaa, itu karena pernikahan mereka berlangsung satu pekan lagi.

“Hara? Oi? Aloysia kau dimana?”

Jungsoo tidak menemukkan Hara diruangannya. Ia berjalan mengitari ruangan dengan nuansa warna biru ini namun matanya tidak menangkap sosok gadis itu.

“aish, dia ini. Kemana sih?”

Jungsoo menghela napasnya berat, ia duduk di meja kerja Hara sambil melihat beberapa design baju pengantin yang Hara gambar dikertas. Sudut bibirnya mengembang membentuk senyuman, ia benar – benar mengagumi sosok gadis itu. Jungsoo berjanji akan membuatnya bahagia.

Dengan hati – hati, Jungsoo meletakkan kembali kertas – kertas itu dan turun dari meja serta menaruh dua bungkus bulgoggi diatas meja. Ia mengambil blackberry-nya dan menelfon Hara.

……..

……..

“yaa! Kenapa Hara tidak mengangkat telefonku hah?”

Jungsoo mencoba sekali lagi.

………

……..

Masih tidak diangkat.

Ia mencoba untuk yang ketiga kalinya, dan sekarang hanay terdengar bunyi ’nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif’

Jungsoo menggerutu lalu termangu sebentar, memikirkan seberapa besar usaha yang ia kerahkan untuk merebut hati Hara namun sampai sekarang tidak kunjung membuahkan hasil. Perasaan Hara masih sama seperti ketika merka pertama kali bertemu. Lebih buruk malah.

Semenjak Hara tinggal di Paris bersama Jungsoo, Hara seakan tidak ‘hidup’ . kosong. Jungsoo hanya bias bersabar saja, ia bingung harus meyakinkan Hara dengan cara apa lagi!

—–

@ hotel …..

Cho Hara’s pov.

Iya! Aku memang senang hari ini karena bertemu lagi dengan Kyuhyun tapi aku juga kesal karena mengetahui Kyuhyun akan menikah!

”apa maksudmu Kyuhyun-ah? Jadi kau sudah menemukan gadis lain di paris hah? Aish, jinjja! Lalu untuk apa kau menemuiku hah? Jika kau memintaku untuk mendesainkan sebuah gaun untuk calon istrimu aku tidak akan pernah mau!  Kau tahu tidak kalau aku…aku…”

Aku menggantungkan ucapanku, aku hendak mengatakan ’aku mencintaimu cho kyuhyun’ tapi tidak jadi. Kyuhyun saja tidak mencintaiku lagi, jadi untuk apa aku mengatakan padanya kalau aku masih mencintainya?

”aku apa? dasar tukang protes. Kau tahu tidak siapa gadis yang akan aku nikahi?”

Ngek, bukannya meminta maaf dia malah mengataiku seperti itu aaah kyuhyun sialan!

Tiba – tiba dia menengok kearahku, melihatku dengan tatapan dinginnya. Sial, Kyuhyun memang tampan sekali! Aku masih saja terpesona dengan wajahnya walaupun aku saat ini sedang kesal.

Nawa gyeolhanhaejurae? Cho Hara…”

Mwo? Dia mengatakan apa?

”a…apa?”

”Nawa gyeolhanhaejurae Hara?”

Aku mimisan sepertinya. Kyuhyun melamarku? Apakah aku bermimpi? Kalaupun aku sedang bermimpi aku tidak mau bangun dari mimpiku.

”ta..tapi, kau kan mau menikah dengan gadis perancis kan? Kenapa malah melamarku?”

Kyuhyun tertawa, seakan – akan aku baru saja mengatakan hal yang bodoh.

”kau pikir siapa gadis itu?”

Aku hanya menggelengkan kepalaku.

”tentu saja itu kau! Memangnya siapa lagi?”

Yak! Jadi yang tadi itu… arggghhh sial, padahal aku sudah sampai membanting iphoneku dengan kesal karena mengira Kyuhyun akan menikah dengan gadis lain! Eh ternyata –
_-

”Kyuhyun, aku akan menikah dengan Jungsoo satu minggu lagi.”

”lalu?”

”you know what i mean?”

Kyuhyun menggapai telapak tanganku, menggenggamnya dengan hangat.

””Nawa gyeolhanhaejurae Hara?”

Dia mengucapkannya lagi, aku tentu saja akan menjawab ’iya’ tapi bagaimana dengan Jungsoo? Eh, tapi memangnya kenapa dengan Jungsoo? Aish aku tidak peduli dengan namja tukang  paksa itu!

”i do.”

***

Seharian ini Jungsoo mencari Hara namun ia tidak kunjung menemukannya, dan sekarang Jungsoo sudah pulang kerumah, ia duduk di sofa putih ruang televisi, mengetukan jari – jarinya kedagunya.

”dimana kau, Aloysia Park?” gumam Jungsoo.

Blam.

Seorang gadis dengan raut wajah berbinar – binar membuka pintu dan langsung berlari menaiki tangga.

Jungsoo menengok dan terlonjak senang, gadisnya sudah kembali.

”Hara! Hey, darimana saja kau?”

Hara berhenti di tengah – tengah tangga dan menengok sebentar lalu kembali berjalan menuju kamarnya.

”Cho Hara! Aish, jawab! Kau darimana saja?”

Jungsoo berlari menghampiri Hara membalikkan tubuh Hara untuk menghadap ke arahnya.

”aku dari rumah temanku.” jawab Hara singkat.

terdengar seperti ada sesuatu yang disembunyikan dari ucapan Hara tadi, Jungsoo mengangkat kedua alisnya, seakan meminta penjelasan lebih.

”apa lagi?’ tanya Hara.

Jungsoo memicingkan matanya, melihat ada bekas merah dileher Hara. Dia semakin merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

”apa itu?” tanya Jungsoo mengedikkan kepalanya ke arah bekas merah di leher hara.

”hah?” Hara menutupi lehernya dengan tangannya, bekas merah itu….

”itu seperti kissmark.” ucap Jungsoo lagi.

Hara membeku, astaga kenapa ia bisa lupa dengan kissmark ini? Harusnya ia menutupinya dengan syal atau kain.

”aku..aku…”

”kau. Apa yang kau lakukan saat kau pergi tadi hah? Siapa yang memberi bekas menjijikan ini dilehermu?”

–Tbc—

Di komen yaa buat perbaikan ni ff. Thanks J

Advertisements

15 thoughts on “Mafia’s Princess [part 8] nc-16”

  1. I’m here !!!!! Haha ..
    Pokok.a Hara ama ahjussi,kasian tuh ahjussi,onnie ga tega *ifa:tumben onn punya hati?* #pletak

    My baby kyu,nepsong bgt ya ama Hara -___-
    Onnie bilangin ahjussi lho fa ..
    Hahaha,nih onn dah koment panjang bgt,wkwkwk *ifa:koment ga bermutu kyak gtu onn!*

    1. yeeee onnie uda komen di ffa, komen disini juga -___-” aku jg bingung eon, di mafia’s princess hara sama siapa ya? kyu ato ahjussi? *bingung* *bertapa dulu di dorm suju(?)*

      apa? ‘my baby kyu?’ aish, onnie selingkuh! *brb ngadu ke donghae*

      On Fri Jun 17th, 2011 1:38 AM EDT

  2. yah… yah… Jung Soo ngamuk dah…
    Hara selamatkan dirimuuuuuuuuuu!!!
    semoga Kyu balik lagi ma Hara..
    Jung Soo oppa!! ma aku aja*di tendang Kyu*
    tapi aku mau tanya donk…
    ini part 9??
    yakin??
    bukannya seharusnya part 8 ya??

    1. maaf author salah nulis part *nyengir* iyaaa harusnya part 8, malah nulis part 9 *dudul* Makasih yaa uda diingetin :)))

      On Fri Jun 17th, 2011 8:27 AM EDT

  3. aq tngu next part ny. Jngan smpe perang lg 2 org in, ngeri membyangkan 2suami qu hrz perang merebutkan aq. Haha…

  4. hohoho
    teuki cari cewe lain aja kan masi banyak tuh
    biar kyuhyun ama hara aja

    oiya jangan tembak tembakan lagi kek
    kalo boleh usul saya aja yang tembak teuki wakakakakak *dijitak bini teuki*

    1. ehehehe kamu mau ditembak teuki? aku sebagai bininya sih ngijinin asal ditembaknya pake pistol bukan pake cinta :p (?)

      On Thu Jun 23rd, 2011 4:51 AM EDT

  5. annyeong ifa,,,betewe, aq harusnya manggil saeng apa eonni nih? #ga penting deh kayaknya…
    kalo hara ma kyu, kesian om teuki nya…tidak, jangan, hara sama om teuki aja,,,hahhaha..
    maaf kalo komennya kedaluarsa, baru bisa ol sekarang..#gapenting banget

    1. annyeooong 🙂 aku 96line kalo kamu lebih tua, panggil aku ifaa aja. tp kalo lebih muda panggil onnie jg gapapa! aku panggil kamu siapa nih? ayu? rite?

      Hehe, gapap kok. gomawo ya uda baca

      On Mon Jun 27th, 2011 7:34 AM EDT

  6. wooooaaa…. :O
    nice FF.. 🙂

    napa seh pke ketauan segala ? (?)
    harusnya tadi sklian kabur aja ama Kyu..
    ngapain juga msti balik kerumah Jungsoo ?

    gyaaa… sebel de 😦

    kekeke~
    mian bru comment skrg, 🙂

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s