mafia’s princess [part 7]

Mafia’s Princess (Part 7)

 

 

author                           :ifaaaa
Genre                           :Romance,Action,friendship
Cast                             :

Cho kyuhyun

(oc) Cho hara

Nichkhun Horvejkul

Song Victoria

Lee Junho

Park Jungsoo

 

 

Length              : Part 7-?

Diclaimer                      : This Fanfict is mine, Leeteuk is mine also all of the story is mine except kyuhyun,khuntoria and other cast are belong to them self. Don’t take my ff without my permission.

 

WARNING ! THIS IS RATED FANFICTION! NC-17!

ADA ADEGAN KEKERASAN!

 

KOMEN SEDIKIT, FF GA LANJUT! *authornya ngambek* wkwkw

 

I endure another hard day (Another day)
When I fall asleep after getting drunk, I dream
(A dream that my love returns)
Let’s bear with it just for today
Let’s endure it just for today
I live while missing you
Come back

 

 

 

“KYUHYUN!!”

**

Cho Kyuhyun’s pov.

Aku merintih kecil dan terkejut saat aku menoleh ke arah bahu sebelah kananku.
darah?
Apa ada seseorang yang menembakku?
tapi kenapa aku tidak menyadarinya?
“Astaga!”
Hara begitu histeris melihat darah bercucuran dari bahuku dan tiba – tiba saja ia menarikku.
Aku berjalan dibelakangnya sedangkan Hara didepanku sambil menarik lenganku. Dia menggerutu kesal dan raut wajahnya cemas, dia kenapa sih?
Tiba-tiba dia mengehentikan langkahnya dan berbalik menghadapku.
“Kau bawa bawa senjata?” Tanyanya.
“Ne. Wae?”
“Keluarkan!”
“untuk?”
Dia memutar bola matanya dan menatapku gusar.
“Perang! Babo!!!” teriaknya.
Aku menurut lalu mengeluarkan pistol dari balik jaketku.
Sepertinya memang ada yang sedang mengincarku sekarang? apa Jungsoo lagi?
hmmm aku jadi kembali mengingat terakhir kali aku melawannya. Ya, beberapa hari yang lalu… Aku, Junho dan Nichkhun berperang habis -habisan. oke, kuakui kalau Jungsoo itu hebat. Senjatanya ‘hebat’ ,skill-nya juga Hebat!
Dan dia telah memberi luka di lengan kiriku dan juga dipunggung ku. Oke, kali ini aku tidak boleh kalah! Cho Kyuhyun will be the winner!
Langit sudah gelap ternyata, hmmmm.
“Kyuhyun!”
Aku menoleh ke arah Hara dan dia menganggukan kepalanya. Ia sudah menggenggam Tommy Gun-nya. Pistol andalan milik Hara.

Sekumpulan bandit – bandit jelek itu sudah berdiri dengan jarak beberapa meter dari aku dan Hara.
hmmm, kemana si Jungsoo itu? apa dia berdiri dibelakang layar? cih! dasar pengecut!
Dengan cepat aku meluncurkan sebuah peluru ke rah mereka.
Aku mengeluarkan evil smirkku dan mereka mulai berpencar, Hara membisikkan sesuatu di telingaku lalu aku mengangguk. Hara berlari ke arah utara untuk menyerang sedangkan aku ke arah selatan.
Aku berlari terus hingga sampai ke lorong – lorong gang. Mataku melirik ke sekitar, hmmm kalo kalian mau tahu, kelebihan skill ku ini ada pada penglihatan dan gerak refleks.
Dan…
set!
aku mengangkat tangan kananku, menangkap sebuah peluru yang hampir menerobos kepalaku.
Sudah ku bilang, Refleksku itu baik!

Geeeezzz.
peluru tersebut melukai telapak tanganku.
Aku membuka telapak tanganku dan mengamati peluru yang barusan aku tangkap itu.
Jenis peluru ini…
Assault Rifle.
wow, keren juga! Dari dulu aku ingin pistol itu!
Aku mencoba mengingat – ingat, peluru ini milik… Park Jungsoo.
Aku meringis, perih juga ternyata. Peluru tadi benar-benar merobek telapak tanganku! yaaa setidaknya itu lebih baik daripada menerobos kepalaku.
Aku membuang peluru itu dan mengusap – usap telapak tanganku ke kemejaku. aish! kemeja penuh dengan darah sekarang.
Aku berbalik dan kaget melihat Jungsoo yang sudah ada dihadapanku.
Akhirnya pengecut ini muncul juga!
BUUUUGHH
tanpa aba – aba aku menonjok pipinya!
Mampus!
Dia terjatuh lalu bangkit mengelap darah disudut bibirnya.
Aku menatapnya tajam lalu menyeringai setan.
“Mati kau!” gumamku.
Dia mencengkeram kemejaku lalu meninju wajahku.
Aku mengarahkan pistolku ke wajahnya lalu dia menampiknya dengan keras.
“Jangan pakai senjata api!” perintahnya.
“Wae? kau takut?” Tanyaku meremehkan.

dia mencengkeram kerah kemejaku semakin kuat.
“Pistolku jauh lebih canggih darimu! jadi… akan terlalu mudah untuk membunuhmu jika aku menggunakan senjata api.” Jawabnya.
Cih! dasar sombong!
“Oke. baiklah.”
Aku mengangguk lalu mengeluarkan pisau lipat dari saku jeansku.
“bagaimana dengan ini?” tanyaku sambil menunjukan pisau lipat di hadapannya.
“Kebetulan sekali. Aku juga membawanya.” Dia juga menunjukkan pisau lipatnya.
Aku mendorong tubuhnya sampai terjatuh lalu duduk diatas tubuhnya dan menorehkan luka  dibagian lehernya.
Jungsoo mencekik leherku lalu bangkit, menusukkan pisaunya ke lenganku. shit!
aku melepas pisaunya yang menancap di lenganku dan…
geeeezzz, darah mengucur deras dari lenganku. Sialan!
Aku mencoba menekan tombol merah di ‘jam tanganku’ tiba-tiba Jungsoo menarik paksa Jam ku dan melemparnya ke sembarang tempat, lenganku berdarah lagi karena goresan jam tanganku.
“yak! apa yang kau lakukan hah?”
“satu lawan satu. Kau tidak boleh memanggil teman-temanmu babo!” Jawabnya dingin.
sreeeet!
Aku ‘mengoleskan’ pisau-ku kesekujur lengannya. Jungsoo merintih. Mampus!
Jungsoo menarikku berdiri lalu meninju dadaku, hmm dia kuat juga ternyata!
Aish! dadaku sakit sekali! Aku menendang kakinya hingga ia tesungkur.
“STOP!!!” teriak seorang gadis memekik kearah kami.

Author’s pov.

“STOP!!!” teriak Hara dan berlari ke arah dua namja yang sedang berkelahi dihadapannya.
Hara berdiri mematung.
Hening.
Dia kaget melihat ‘pemandangan’ didepannya. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
“Hara-yaa!” Kyuhyun berlari kearahnya dan mendorong Hara kebelakang untuk menjauh.
Hara phobia darah.
Dan apa yang Hara lihat sekarang bukanlah pemandangan yang bagus. Bercak – bercak darah bertebaran dimana-mana, ditubuh Kyuhyun, Jungsoo dan di lantai sekitarnya.
“a..apa yang k..kau lakukan kyuhyun?” Tanya Hara.
“Kau pulang saja!” tegas Kyuhyun.
“Tapi kau? astaga! kau terluka! Apa Jungsoo yang melukaimu?”
Hara menekan perutnya sendiri, bau anyir darah benar-benar membuatnya mual.
Kyuhyun tidak menjawabnya. Tanpa menjawabpun seharusnya Hara tahu siapa yang telah melukai Kyuhyun.

“Neo!!!” geram Hara kesal, ia menghampiri Jungsoo dan meninju wajahnya.

BUUGHHH

Jungsoo mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya. Jungsoo kesal!

“apa? Kenapa memangnya kalau aku melukai Kyuhyun hah?”

geram Jungsoo kemudian ia menjambak rambut Hara.

“aaarrggh! Kau sudah berjanji padaku kan untuk tidak melukai Kyuhyun!!” Jawab hara.

“Hey brengsek! Jangan lukai Hara! Aku lawanmu! Bukan Hara!” Kyuhyun mengampiri Jungsoo, ia hendak memukul wajahnya tapi kemudian ada yang menari Kyuhyun ke belakang.

“ughh…”

Jungsoo tersenyum sinis melihat dua anak buahnya yang sedang memegangi Kyuhyun. Membuat Kyuhyun mati kutu.

“apa – apaan ini hah? Kau bilang satu lawan satu!” protes Kyuhyun.

“kapan aku bicara seperti itu?” elak Jungsoo.

Jungsoo kembali menjambak rambut Hara, kali ini ia melempar tubuh Hara ke tembok.

“Kyaaaaa!” jerit Hara.

“Hara-ya!” Kyuhyun berusaha memberontak namun sayang, dua orang yang sedang mencengkeramnya menahan lengannya dengan kuat.

“Michyeosso! Arrgghh!”

Jungsoo berjongkok didepan Hara dan tersenyum licik.

“Aku hanya main – main sebentar dengan Kyuhyun-mu, Hara…” ucap Jungsoo. Nada suaranya lirih namun terkesan dingin dan menyeramkan (?)

“main – main katamu? Gila! Aku tidak akan mau menikah dengan namja gila sepertimu!”

Jungsoo langsung melenyapkan senyum liciknya dan menatap hara kesal.

“apa? Coba katakan sekali lagi!”

“aku. Tidak. Mau. Menikah. Denganmu.” lirih Hara, memastikan bahwa Kyuhyun tidak mendengarnya.

“kau!! kau sudah berjanji padaku kan!” Jungsoo mencengkeram bahu Hara kuat.

“katakan kalau kau mau menikah denganku, katakan ‘ya’!!” Jungsoo menorehkan luka membujur di lengan Hara menggunakan pisaunya.

“aaaaaaargggghh!!”

“Jungsoo ya! Beraninya kau menyakiti Hara! Hentikan!” teriak Kyuhyun cemas.

“CEPAT KATAKAN ‘YA’!!”  Jungsoo menampar pipi Hara.

“ahniyo!” jawab Hara tegas.

“oh, atau kau ingin kyuhyun-mu tahu bahwa besok kau akan pergi ke Perancis? Begitu?” ancam Jungsoo berbisik ditelinga Hara.

“aku tidak akan pergi ke Perancis. aku akan tetpa di Seoul dan aku tidak akan menikah denganmu.” jawab Hara.

PLAAAK

Jungsoo menampar pipi Hara sekali lagi

“aarrghh.”

Plak!

hara balik menampar Jungsoo.

Jungsoo semakin kesal, ia menggapai tangan Hara lalu memelintirnya. Hara menjerit sekuat tenaga, sepertinya tulang lengannya patah.

“TARIK KATA-KATAMU HARA! CEPAT KATAKAN ‘YA’!!!” ancam Jungsoo sekali lagi.

Hara tetap bersikeras teguh dengan pertahanannya, ia menggeleng.

duuugg!

Jungsoo menendang perut Hara keras.

“STOP! Hara turuti saja kata – katanya! cepat katakan ‘ya’ !! walaupun aku juga tidak tahu apa maksudnya.” perintah Kyuhyun, ia sungguh tida bisa melihat Hara terus disakiti seperti itu.

Jungsoo berdiri dan mendekati Kyuhyun, ia mengangkat lengan kiri Kyuhyun dan menariknya dengan keras.

”aaaarrrggh!”

”lihat ini Hara, apa kau ingin dia mati ditanganku sekarang juga?” ancam Jungsoo dengan seringaian setannya. Jungsoo mengarahkan pisau lipatnya tepat didepan nadi Kyuhyun.

”jangan lakukan itu. Aku mohon.” pinta Hara.

Jungsoo menusukkan sedikit ujung pisaunya ke pergelangan tangan Kyuhyun.

Darah Kyuhyun menetes.

”Jungsoo!!”

”apa yang kau lakukan hah?” protes Kyuhyun sambil menahan rasa sakitnya.

”Katakan. Ayo Hara cepat katakan!” perintah Jungsoo.

Hara bingung, ia sungguh tidak mau mengatakannya. Ia mencintai Kyuhyun. Ia harus bagaimana?

Tidak ada jalan lain. Disini hanya ada dua pilihan, Hara yang berkorban atau kyuhyun yang berkorban, itu semua tergantung keputusan yang keluar dari mulut Hara.

“Ya.”

Hara yang berkorban.

 

****

Junho’s pov.
Seperti yang Hara minta kemarin, aku disuruh menemani keberangkatan dia ke Perancis. Aigoo, secepat itukah Hara akan pergi? dan sekarang aku berjalan sambil menengok ke kanan-kiri, mencari sosok sahabatku itu. Aku berada di bandara Incheon, menyambut keberangkatannya.
“JUNHO-YA! LEE JUNHO!”
Suara berat milik gadis itu. Siapa lagi pemiliknya kalau bukan Cho hara. Aku menoleh kedepan dan terlihat Hara sedang meloncat – locat kecil sambil melambaikan tangan kanannnya. Sebentar, tangan kirinya diperban? sekarang aku percaya dengan apa yang Kyuhyun katakan kemarin. Jungsoo melukai Hara. Ckckck awas ya kau!

Aku lalu menghampirinya dan memuknya singkat. Tubuh seorang gadis yang ada dihadapanku ini sebentar lagi akan meninggalkanku. Aigoo aku belum siap ditinggal oleh sahabt terbaikku ini!
Pluk.
Hara menampar pipiku pelan.
“Hey, Jangan melamun!” Ucapnya.
“eh? emm kau ke bandara bersama siapa?”
“siapa lagi kalau bukan bersama fans fanatikku itu, dia kan mau menculikku ke Perancis.” Jawab Hara sambil mengedikkan kepalanya ke arah namja yang sedang menyandarkan tubuhnya ditiang tembok dibelakangnya.
“Oh…Jungsoo.” gumamku.
Hara hanya tersenyum kecut.
“Ngomong-ngomong, tanganmu kenapa?” tanyaku sok basa – basi. Padahal aku tahu jelas kenapa tangan Hara diperban.
“Gwenchana. Hanya luka sedikit.”
Bohong.
Dia menggaruk alisnya sebentar lalu menghela napas berat.
“Lee Junho, Gomawo.” Ucapnya mengalihkan topik pembicaraan.
“Gomawo?” tanyaku balik.
“Gomawo untuk semuanya. Semua yang telah kita lalui. Gomawo karena kau sudah menjadi sahabtku yang selalu mendengar ocehanku yang tidak penting. Gomawo karena kau secara tidak sengaja telah menjadi saudara laki-lakiku. Kau dan Nichkhun, kalian benar-benar berhasil menjadi dua orang kakak yang baik untukku. Well, walaupun kau hanyan lebih tua satu bulan dariku tapi aku tetap beranggapan bahwa kau telah menjadi sosok ‘oppa’ bagiku.”
Aku tersenyum.
“Aku juga berterima kasih padamu. Terlalu banyak hal yang telah kau beri dan perlukah aku menyebutkannya satu persatu?”
“Hahaha. tidak usah.” Ucapnya lalu ia tertawa.
Aigoo Hara masih bisa tertawa dalam keadaan seperti ini? kenapa ia bisa setegar ini?
“Junho…”
“Ya?”
“Setelah aku menaiki pesawat nanti, aku benar-benar pergi dan tidak tahu apakah aku masih bisa bertemu dengan kalian lagi. Jungsoo bilang aku tidak akan kembali ke Seoul. Bagaiman dengan Kyuhyun? aku belum sempat mengobati lukanya karena insiden semalam. Kyuhyun pasti sudah menceritakan padamu tentang kejadian tadi malam kan?”
Aku mengangguk.

Wajahnya menyiratkan kesedihan yang begitu terjal.
Kyuhyun, Hara, apakah cinta kalian akan berakhir dengan cara seperti ini?
“Sampaikan maafku juga padanya.” imbuh Hara.
Aku mengangguk lagi.
“Hara…terkadang kita harus mengorbankan sesuatu yang berharga demi orang yang kita sayangi. Tapi setelah pengorbanan itu, ada kebahagiaan yang sudah dijanjikan untuk datang kepadamu.” Ucapku lalu memegang bahunya.
Mungkin setelah ini, aku tidak akan melihatnya lagi. Tapi suara beratnya -yang mirip laki-laki- senyum manisnya akan kupastikan tetap terpatri di memori ingatanku.
Kalau saja kalian tahu…
Sahabat itu sulit dicari tetapi sulit juga untuk dilepaskan.
“Hara! pesawatnya akan berangkat sebentar lagi!” teriak Jungsoo.
Hara menoleh kearah Jungsoo dan kembali menoleh kearahku.
“Keep healthy!” seruku.
Dia mengangguk dan matanya berkaca-kaca.
Tiba-tiba jungsoo menarik lengan Hara menjauh dariku.
“Jangan kasar terhadapnya hey!” perintahku pada Jungsoo tegas.
“Mau tidak mau Hara harus jatuh ditangan orang menyebalkan sepertimu. Awas saja jika kau tidak membahagiakannya!” imbuhku lagi.
“Aku sudah berusaha mati-matian untuk mendapatkan Hara! tidak mungkin jika aku tidak membahagiakannya!” Jawab Jungsoo.
Lalu mereka berdua berjalan menuju pintu keberangkatan.
“Annyeong!” seru Hara.
Mereka berlalu dan… Cho Hara.
selamat tinggal.
“Kita pasti akan bertemu lagi. Berpeganglah pada suatu hari.” gumamku.

——TBC—-

 

Haha lagi – lagi authornya ngaret publishnya, maaf banget reader, author lagi sibuk ngurusin pendaftaran SMA >.<v

Daaaan…. mungkin part selanjutnya bakal ada NC lagi, tapi bukan kekerasan *yadong kumat*

Engga ding! Cuman agak nyerempet NC aja hehehe.

As ussual, I NEED YOUR COMMENT! GOMAWO *BOW*

 

 

 

Advertisements

10 thoughts on “mafia’s princess [part 7]”

  1. Yeeee !!!!!!!!!!
    I’m first…,

    Fa, jgn ngambek ya..nti onnie ga tau kelanjutanya donk T.T

    Park Jungsoo sialan !!!!! Main kasar aja, lembut dikit kek..*cekek leeteuk pake tali tambang* #plak

    Ah..tbc.a bkin penasaran aja, lanjutin ya fa ^^

    1. iyanih, silent reader bikin aku ngambek! *nangis*

      aish, jungsoo sih aslinya engga jahat kok, beneran! *tampang serius* aduuh bener2 deh, aku nanti bisa dimarahin ahjussi abis2 an gara2 karakternya aku bikin jelek terus di mafia’s princess -.-”

      On Thu Jun 9th, 2011 12:48 AM EDT

  2. Yak! Park Jung Soo!!!
    kasar sekali dikau ini!!
    ck!..
    beraninya main keroyokan!!
    aigoo~..
    lanjutannya aku tunggu n jangan lama2 ya..
    Gomawo~

    1. iyaa tuh, jungsoo beraninya main keroyokan *dijitak ahjussi*

      Ternyata masih ada yg ngikutin ff ini hahaha, Gomawo 😀

      On Thu Jun 9th, 2011 1:14 AM EDT

  3. aigoo~
    kereeeen …. 🙂

    annyeong… akku NR, slam knal.. #telat
    tdi udah bca dri awal…
    tp cumha ngasih comment disini… itung2 biar gak ribet.. #plakk
    kekekeke~ mian yaaa…
    aku juga baru tau dari blog sebelah…

    oi iy… pnasaran nih sma lnjutannya…
    jgan ngambek, lanjutin yaa..
    ntig aku ajak orang skampung buat ksih comment kok…
    nanggung loo, critanya seru bget… 🙂

    1. haiiii annyeong 🙂 kamu reader baru? salam kenal yaa.

      gapapa kok telat komen yang penting ujung2nya komen *ribet dah bhs gw*

      Gomawo uda read+comment

      On Sun Jun 12th, 2011 6:07 PM EDT

  4. ahahah..
    kok jungsoo tega amet sih
    sebel sebel sebel
    kyuppa sabar aja
    hara pasti balik lagi *soteng bet dah*
    ya udah ah mau baca part selanjutnya dulu
    annyeong

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s