Mafia’s Princess [part 5]

Helloo I’m back !

Mafia’s Princess (Part 5)


author                  :ifaaaa
Genre                   :Romance,Action,friendship
Cast                      :

ü Cho kyuhyun

ü (oc) Cho hara

ü Nichkhun Horvejkul

ü Song Victoria

ü Lee Junho

ü Park Jungsoo

ü (oc) Park Jaeyeon.

Length                  : Part 5-?

Diclaimer              : This Fanfict is mine, Leeteuk is mine also all of the story is mine except kyuhyun,khuntoria and other cast are belong to them self. Don’t take my ff without my permission.

“waegurae Hara? Ini adil bukan? setidaknya Kyuhyun sudah mendapatkan hatimu dan aku mendapatkan ragamu. Itu adil.”

**

Takdir?


Mulai detik ini aku tidak akan mempercayai takdir.

 

 

-Part 5-

Author pov.

“Perlu kujemput nanti?”
Victoria menggeleng lalu keluar dari mobil.
“biasanya tanpa aku tawaripun kau meminta tumpangan mobil kepadaku.” Ucap Nichkhun membuka kaca mobilnya.

Victoria berdiri disamping mobil Nichkhun.
“Nanti aku akan mampir kerumah hoobaeku, Jin-Ri meminta les tambahan kalkulus padaku.”
“ooh. Yasudah. Jika kau memintaku untuk menjemputmu kau tinggal telfon saja.okay?”
Victoria mengangguk dan mengacungkan jempolnya.
“Aku pergi dulu ya…” Victoria berbalik dan berjalan menuju

gerbang kampus.
––

Victoria’s pov.

aku berjalan ke arah gerbang kampusku dan…sebentar, ponselku mana ya?
Aku merogoh tas slempangku, tapi…tidak ada?
Ketinggalan!

Ponselku ketinggalan dimobil Nichkhun!
aku berbalik dan ah…ternyata Nichkhun masih disitu bersama Mercedes-nya.
Nichkhun melihatku dengan tatapan bingung lalu aku melambaikan tanganku kearahnya.
“Nichkhun-ah, handphoneku!”
****
Nichkhun’s pov.

“Nichkhun-ah, Handphoneku!” teriak Victoria ke arahku.
Aku melirik ke arah kursi penumpang, dan mengambilnya.
Saat aku akan turun dari mobil, aku mendengar bisikkan-bisikkan aneh.
aku menajamkan pendengaranku, dan sepertinya…
Sial!
Aku melirik ke samping kiriku lalu mencengkeram pintu mobil dengan kuat.
Tidak!
Jangan dia!
BRAAAAK
aku keluar dari mobil dan membanting pintunya dengan keras.
“Victoria!” pekikku yang langsung berlari ke arahnya dan menariknya, Menarik kedalam dekapanku untuk melindunginya.
Aku menggerutu kesal lalu mendorong Victoria masuk kedalam mobilku, disusul denganku yang ikut masuk ke dalam mobil juga.
“pasang sabuk pengamanmu!” perintahku pada Victoria lalu aku langsung melaju dengan cepat.
“Nichkhun-ah? kenapa? hey… pelan-pelan jalankan mobilnya.”
Victoria terus menggerutu dan aku mengabaikannya.
“Nichkhun! Jawab!”
“kau tidak lihat tadi saat kau dikampus, ada sebuah peluru melesat ke arahmu! bagaimana kalau tadi aku tidak menarikmu hah? kau..kau bisa…Aaaaargh!”
Aku mengerang kesal. Aigo aku tidak bisa membayangkan bagaimana Victoria terkapar dengan peluru yang menancap di perut nya. Membayangkannya saja sudah hampir membuatku gila!
“Peluru? aku tidak melihat ada peluru! seharusnya jika tadi ada peluru yang mengarah padaku, orang-orang pasti sudah berteriak histeris. Tapi orang-orang dikampus sama sekali tidak berteriak ataupun apa. Kau salah lihat Nichkhun-ah!”
Salah lihat dia bilang? Mau meremehkan aku ya?
aish! aku lupa, peluru tadi itu kasat mata. And you-know lah, hanya orang-orang seperti ‘aku’ yang bisa melihatnya.
“Diam saja kau. Hari ini kau tidak usah berangkat ke kampus. Emm mungkin besok – besok juga jangan ke kampus dulu.”

Victoria membelalakan matanya, mungkin ia kaget karena baru pertama kalinya aku membentaknya seperti ini,

“mwo? Tapi aku harus kuliah! Dan… hari ini aku ada jadwal mengajar dikampus, kau tau kan profesiku ini? Aku harus bekerja Nichkhun-ah!”

“hey! Tidakkah kau sadar? Keselamatan nyawamu itu jauh lebih berharga dibandingkan dengan kuliahmu.”

“tapi.. AAAAAAAAA”

Aku membanting setir kearah kanan, sial! Apa – apaan sih orang itu mengikuti mobilku? Dan tentu saja Victoria menjerit histeris.

“KEMUDIKAN MOBILMU DENGAN BENAR!!”

PRAAANG!

Sebuah peluru masuk menembus kaca mobilku dan ..

BRAAAAK!

****

Cho Hara’s pov.

Aku masuk ke sebuah café tempat dimana aku akan bertemu dangan Jaeyeon. Tadi pagi ia menelfonku dan menyuruhku untuk datang ke café ini, apa sih yang mau ia bicarakan denganku?

“hara!” Jaeyeon melambai ke arahku dan aku menghampirinya lalu duduk di kursi didepannya.

“mau apa kau memanggilku kesini hah?”

“aku sudah tau semuanya Hara-ya.”

“tau? Tau tentang apa?”

“Jungsoo oppa yang ingin membunuh Kyuhyun, jadi kaku kah Cho Hara yang selama ini digilai oleh oppaku?”

Aku terdiam.

Maksudnya?

“baiklah, kita langsung to the point saja yaa, emm kau.. kau tau kenapa.. Oppaku ingin membunuh kyuhyun?”

“Jungsoo maksudmu?”

“Ne.”

“molla. Dia tidak mau memberitahu alas an mengapa ia ingin membunuh Kyuhyun. Apa kau tahu?” Ucapku sambil menopang daguku dengan tanganku. Aku menatapnya penuh sangsi, berharap Jaeyeon mau memberitahu alasannya.

Dia terdiam sebentar, sepertinya sedang menimbang – nimbang apakah ia harus mengatakannya atau tidak.

“cepat katakan!”

“Jungsoo oppa menyukaimu. Ia sudah tahu tentang hubunganmu dengan Kyuhyun yang kau sembunyikan. Dia… menginginkanmu Hara-ssi, karenanya jungsoo oppa ingin… menyingkirkan Kyuhyun.” Jaeyeon berbicara dalam satu tarikan nafas.

“a…apa?” aku menyenderkan tubuhku kebelakang lalu mengerang keras. Astaga!

You Are My Everything My Love


Naegen neomani boyeo


Jaggu niga saenggakna


Eonjena naneun useulsu isseo

Aku mengeluarkan ponselku dari dalam tasku.

“yobosseyo? Ya? Mwo…? Kau jangan bercanda! Ne… ne aku akan segera kesana.”

“ada apa? Kenapa kau terlihat panik?”

Aku masih duduk mematung. Sulit rasanya berkonsentrasi dengan keadaan sekitarku setelah aku menerima kabar buruk dari telefon tadi.

Victoria onnie?

sedetik kemudian aku menitikan air mataku. Kenapa banyak sekali masalah yang menimpaku sih?

****

International Seoul Hospital.

Aku berlari – lari di koridor rumah sakit dengan air mata yang masih membasahi pipiku, beberapa orang memandangku dengan tatapan cemas tapi aku tidak memperdulikannya!

Aku benar – benar panik!

Victoria onnie tertembak? Dan… koma?

“Hara!”Kyuhyun berdiri di depan pintu ruang ICU sambil meneriaki namaku.

Aku langsung memeluknya dan… menangis. Tentu saja.

Aku masih terus diam di dalam dekapannya, begitu hangat.

“jadi kau sudah datang?” Nichkhun tiba – tiba datang dan berdiri disebelahku sambil menatapku tajam.

Demi apapun, dia pasti marah padaku!

Dia pasti marah.

“aku.. aku tidak tahu apa – apa. Sungguh. Bagaimana keadaan Victoria onnie?”

“Tidak usah sok peduli. Kau pikir Victoria terluka seperti karena siapa hah? SIAPA?” Nichkhun mencengkeram lenganku keras.

Untuk pertama kalinya Nichkhun, sahabatku membentakku seperti ini.

“Bilang pada appamu yang brengsek itu! Jangan ganggu kehidupanku! Apakah dia benar – benar akan membunuh satu per satu orang yang aku cintai?”

Aku masih tetap diam. Dan.. lenganku sakit, sungguh! Nichkhun mencengkeram kenganku dengan sangat keras.

“dia sudah membunuh appaku! Sekarang apakah dia berniat untuk membunuh Victoria hah? Kalau sampai Victoria… tidak ada, aku tidak akan segan – segan membunuh Cho Kang Woo! Tidak peduli apapun alasanmu untuk melindunginya! Dengar itu! Camkan baik – baik Hara!” umpat Nichkhun kesal. Ia mencengkeram lenganku semakin kuat.

“aaarggh..” rintihku. Sepertinya tulang lenganku patah sekarang!

“Nichkhun-ah ! dia tidak tahu apa – apa! Jangan menyalahkannya!” kyuhyun mendorong tubuh Nichkhun sehingga cengkeramannya dari tanganku terlepas.

“apa? Kau mau membela kekasihmu?  Bela saja! Bukankah kau sudah tidak peduli denganku kyuhyun-ah? Kau sama dengannya!” sergah Nichkhun sambil menunjuk – nunjuk ke arahku.

Aku merinding.

“kau sama dengan hara! Tidak bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah!” tambah Nichkhun.

“bukan! Maksudku bukan seperti itu.. aish! Nickhun-ah aku ini sahabatmu! Aku tentu saja peduli padamu!” ucap kyuhyun.

“peduli? Telan saja bualanmu itu!” Nichkhun mendorong tubuh kyuhyun keras dan hampir saja membuat kyuhyun terjatuh. Nickhun berlalu begitu saja meninggalkan kami berdua.

Kyuhyun terdiam. Ia menunduk dan masih terus terdiam.

Mereka berdua bertengkar? Apa aku tidak salah melihat?

Mereka tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Aku melihat kedepan dan… Junho. Ia berdiri tidak jauh dari kami. Matanya menatap aku dan kyuhyun dengan sayu, dia terdiam disana. Sepertinya junho shock melihat pertengakaran kami dengan Nichkhun tadi.

“lebih baik kita pulang saja.” Ucapku lalu menari lengan kyuhyun dan tiba – tiba saja kyuhyun merintih kesakitan.

Hey dia kenapa?

Aku melihat kearah lengannya dan terkejut dengan apa yang aku lihat. Aigoo ada apa dengan lengannya? Kenapa ada bekas luka yang cukup dalam di lengan kyuhyun? Terakhir aku bertemu dengannya tidak ada luka seperti ini!

“kau?… ada apa dengan lenganmu?” tanyaku sangsi.

Dia menarik tangannya cepat.

“aku… makksudku, lenganku hanya terluka sedikit. Kemarin aku terjatuh.”

Sedikit katanya? Jelas – jelas luka itu terlihat lebar dan dalam. Itu luka parah!

“sedikit apanya! Biar kulihat, kemarikan tanganmu!” perintahku namun kyuhyun tidak menuruti ucapanku.

Kenapa sih dia?

“ahniyo. Hanya luka kecil. Tidak usah berlebihan seperti itu hara!”

Tiba –tiba seseorang menarikku, Junho?

“aku perlu bicara dengannya sebentar. Kau pulang duluan saja kyuhyun!”

“hey Junho! tapi aku sedang berbicara dengan kyuhyun!”

“ikut aku dulu!” tegas Junho dan menarikku keluar dari Rumah Sakit.

****

 

Angin senja menerpa wajahku, aku menghirupnya…sedikit meringankan beban masalahku ternyata. aku duduk bersama Junho di bangku taman rumah sakit.

”Jadi Jungsoo dan anak buahnya sudah menyerang Kyuhyun?” tanyaku balik setelah Junho memberitahuku tentang hal itu.

Junho mengangguk.

”perlu aku menjelaskan semuanya?” Tawar Junho padaku.

”Harus. Kau harus menjelaskan semuanya.”

“sebentar! jam tanganmu? kau sudah melepasnya kan?”

“sudah. Tenang saja, Kyuhyun tidak akan mengetahui apapun yang akan kita bicarakan  sekarang.”
aku mengangguk mengerti.
“kemarin malam tepatnya, Jungsoo sendiri yang menyerang Kyuhyun. Dan kau tahu apa jenis senjatanya? Assault Rifle! pistol yang sangat canggih.”
Aku menelan ludahku dengan susah payah mendengar kata-kata Junho.
tapi itu hanya senjata saja Hara!
berpikirlah positif! positif! ayo Cho Hara kau harus berpikir positif!
“itu hanya senjatanya. Bagaimana dengan kemampuannya?”

tanyaku sambil menyunggingkan senyum meremehkan.
“kemampuannya? hhhh kau lihat tidak luka dilengan kyuhyun?”
“Aku lihat. Memangnya kenapa?”
Junho menghela napasnya lagi.
“luka itu karena Kyuhyun tertembak.”
Deg!
kyuhyun tertembak?
coba ulangi sekali lagi, Kyuhyun tertembak?
“tertembak? apa? Kyuhyun bilang luka itu karena ia terjatuh!”
“Dia berbohong Hara! dia sengaja berbohong agar tidak membuatmu khawatir.”
apa?
“siapa yang menembaknya?”
“Jungsoo. Memangnya siapa lagi?”

apa?

jungsoo… berani – beraninya dia!
Dasar  brengsek!
*etdaaah faa, suami sendiri dikatain brengsek!*
“Lalu? Kyuhyun kalah begitu saja? tidak mungkin! Aku yakin Mafia seperti Jungsoo hanya seperti umpan kecil bagi kyuhyun!” umpatku setengah berteriak.
bagus Hara! teruslah berpikir positif.
“apa kau sedang mencoba untuk berpikir positif Hara?”
“Ne! kau yang bilang sendiri padaku kan agar aku berpikir positif kan?”
“Tapi untuk Hal ini…”
Junho menyenderkan badannya ke Kursi dan menatap langit yang sudah hampir gelap.
“untuk hal ini… Aku tidak sependapat dengamu. Mianhae, bukannya aku mau menakut – nakutimu atau  meluruhkan harapanmu. Tapi sungguh, untuk kali ini… Aku berpendapat sebaliknya denganmu.” Ucap Junho dengan lirih.
“Apa? apa maksudmu? Kau menganggap Jungsoo hebat? begitu?” Aku menatap tajam ke arah Junho.

Apa maksudnya berbicara seperti itu?
“kau tidak melihat bagaimana kejadiannya Hara! Kemarin malam kami bertarung habis-habisan! Disamping Assault rifle, Jungsoo juga mempunyai Damagune Fire, Arstol Gun dan–”
“persetan dengan semua senjata itu!” Ucapku memotong kata-katanya.
Memangnya aku peduli dengan  semua senjatanya!
Paling juga pistol mainan yang jika ditekan mengeluarkan cipratan air *gubrak*
“Punggung Kyuhyun juga terluka.”
“mwo?”
“Tangan kiriku juga ter…aish! seharusnya aku tidak mengatakan itu semua. Ah aku pasti membuatmu khawatir.”
Jleb!
aku khawatir.
Sangat.
Aku melirik ke arah lengan kiri Junho, perban melilit hampir ke sikunya.

kenapa aku tidak menyadarinya sedari tadi?
Ini bukan pertanda baik!
Jungsoo! apa sih maumu?
****

@ Hara’s apartemen.

Lelah, aku lelah sekali. Aku membuka pintu apartemen Dan…
siapa itu?
aku melihat seseorang sedang berdiri dan memainkan Laptopku diruang tamu, orang itu duduk membelakangiku.
sebentar?
dia… Maling! dia pasti maling!
aku melepaskan sneakers berwarna biru-ku dan bersiap untuk melemparnya ke arah maling sialan itu.
1…
2…
3…
ctaaak!
Sneakersku mendarat sempurna di kepalanya Hahaha bingo! rasakan kau maling bodoh! berani – beraninya menyelinap ke apartemenku dan memainkan laptop kesayanganku!
“aaaaw!” orang itu merintih memegangi kepalanya dan mendongak .

aku hampir saja tertawa namun setelah namja -yang kuketahui maling itu- mendongakan wajahnya, aku segera mengulum tawaku dan melempar namja itu dengan sneakersku (lagi)
“dasar kau! setan! bodoh! Park Jungsoo bodoh!”
Jungsoo menghindar dari lemparan sneakersku dan menatapku sangsi.
“kenapa kau melemparku dengan sepatu hah?”
aku tidak mengindahkan kata-katanya dan malah menghampirinya lalu memukulnya berkali-kali.
“rasakan ini! dasar menyebalkan! kenapa harus ada orang sejahat dirimu ha?”
aku terus memukulnya.

aku mengeluarkan Tommy Gun-ku dan mengacungkan ke arahnya.
sebentar lagi kau akan mati tertembak ditanganku Park Jungsoo! Mati kau!
Jungsoo menoleh ke arahku dan sama sekali tidak menunjukan ekspresi terkejut saat aku sudah mengacungkan pistolku ke arahnya.
Aku tertegun, tidakkah ia takut aku tembak?
Jungsoo malah berjalan mendekatiku.
dekat…
dekat…
semakin dekat…
dan…
TAAAAK *what sound is it? Strange sound!*/abaikan
Jungsoo menampik pistol tommy gun-ku dengan keras sehingga pistol itu terjatuh.

aku terkesiap kaget.
Jungsoo menatapku dengan… errr seduktif?
hiiii aku bergidik ngeri ditatapnya seperti itu!
Jungsoo mengangkat tangannya dan…
aigoo apa ia mau menamparku?
atau ia ingin mencekikku?
aigoo aku takut!
Tangannya… tangannya tiba-tiba menangkap wajahku dan…
Chu~
dia menciumku? WHAT?
PLAAK!
ku tampar pipinya dengan keras.
Ayo Hara tampar lagi! dasar kurang ajar!
“NAPEUN NAMJA! MICHYEOSSO!”
PLAK!
aku menamparnya lagi.
Aku hendak menamparnya untuk yang ketiga kali tiba-tiba tangannya menahan tanganku.
“aku sudah tahu kalau kau bakal menamparku. Tentu saja. lain hal-nya dengan Kyuhyun kan? Jika kyuhyun yang menciummu pasti kau malah meminta lebih. Cih!” Cibirnya.
“tahu apa kau tentang aku dan Kyuhyun? Dasar mesum!”
Dia tidak menghiraukanku dan malah menyerongkan badannya, menunjuk ke arah Laptopku.
“itu laptopmu atau laptop kyuhyun? Menjijikan sekali, laptopmu dipenuhi oleh foto namja itu!”
“Itu milikku.”
“Siapa yang kau sebut ‘milikmu?”
“Laptopku dan Kyuhyun-ku.
i own both of them.” Ucapku dengan nada ‘dibangga-banggakan’
“Kyuhyun-mu? manis sekali. Sebentar lagi ia tidak menjadi Kyuhyun-mu lagi Hara sayang…”
huek!
apa?
dia tadi memanggilku apa?
Hara sayang?
astagaa aku mau muntah!
“Kyuhyun selamanya akan menjadi milikku. Kenapa? kau iri?”
Rahangnya mengeras dan ia menatapku semakin tajam.
apa benar  yang Jaeyeon katakan? apa benar Jungsoo menyukaiku?

Tidak! Tidak mungkin!
“Aku menyukaimu dan aku akan merebutmu dari Cho Kyuhyun.”
Gosh!
ternyata apa yang dikatakan Jaeyeon benar adanya.
“apa? menyukaiku? hahaha! hei kau tau tidak? aku ini tidak cantik, dan aku juga banyak makan! masa kau menyukai gadis sepertiku sih?” Ucapku mempengaruhinya.

Kalau Jungsoo ilfil padaku dan tidak menyukaiku pasti ia juga mengurungkan niatnya untuk membunuh Kyuhyun, iya kan?
“mau mempengaruhiku Cho Hara? Tidak. Tidak ada yang bisa mengubah keputusanku.”
Dasar keras kepala!
“Baiklah, bagaimana kalau aku memberimu dua pilihan?” Ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku, refleks aku mundur beberapa langkah. Jangan sampai si keras kepala ini menciumku lagi. HUEEEEK!
“pilihan apa? aku akan melakukan apapun asalkan kau tidak melukai Kyuhyun dan…oooh kau melukai lengan dan punggung Kyuhyun kan? HHHH MATI KAU!”
aku meneriakinnya dan mencekik lehernya. Dia memberontak namun aku malah mencekik lehernya semakin kuat. Mampus!
“Le..passs!”
“aaaargh!”
Jungsoo melepaskan tanganku dari lehernya,hhh dia kuat juga ternyata!
“Dengarkan aku dulu Cho Hara!”
“Baiklah. Pilihan pertama, Aku membiarkan Kyuhyun tetap hidup asalkan kau tinggal bersamaku di Perancis dan kita menikah. Pilihan kedua, Kau tidak menikah denganku dan aku tetap membunuh Kyuhyun. Choose one princess…” Jungsoo menyeringai setan.
IGE MWOYA?
siapa dia berani mengatur hidupku?
“Aku tidak mau! aku tidak mau menikah denganmu dan aku juga tidak ingin Kyuhyun terluka.” Tegasku.
“Tidak ada pilihan seperti itu.” Jawab Jungsoo datar.
“Aku tidak peduli.”
“Baiklah nona Hara, Sepertinya kau sudah mengikhlaskan Kyuhyun untuk mati ditanganku ya?”
tidak!

“k..kau berjanji jika aku mau menikah denganmu, Kyuhyun tidak akan kau bunuh. Kau janji?”
“Aku tidak pernah ingkar janji.”
Aku menelan ludahku dengan susah payah.
Jadi… inikah yang disebut pengorbanan?
“Tapi…Bisakah kita tetap tinggal di Seoul? Aku tidak mau tinggal di Perancis!” protesku.
“tidak bisa. Kau ingin kyuhyun tetap hidup kan? turuti saja apa kataku!”
Aku hanya menunduk terdiam.
Demi Tuhan aku tidak akan pernah menggantikan posisi kyuhyun dihatiku!
Dan aku… tidak akan menggantikan nyawa Kyuhyun dengan keegoisan cintaku.
“waegurae Hara? Ini adil bukan? setidaknya Kyuhyun sudah mendapatkan hatimu dan aku mendapatkan ragamu. Itu adil.”
adil dia bilang?
“Dan mungkin ini sudah menjadi takdirmu untuk meninggalkan Kyuhyun. Siapa sih yang bisa mengubah takdir?”
Takdir?
Mulai detik ini aku tidak akan mempercayai takdir.

*****
TBC/END ?
kalo yang komen dikit aku end sampe disini. tapi kalo yang komen banyak, aku lanjutin ke part selanjutnya.

Itu nama nama senjatanya aku karang sendiri, tapi yang assault rifle aku ambil dari google hihihi, mianhae kalo part ini ga begitu memuaskan reader… *bow*
nah loh, what do you think my lovely GOOD Reader?

Advertisements

8 thoughts on “Mafia’s Princess [part 5]”

  1. yah..
    jangan end donk..
    setidaknya biar jung soo mati dulu…
    taw semua nya jadi baik lagi kan kereeennn…
    aku tunggu lanjutannya ya…

  2. annyeong onnie readers baru imnida,,
    yah onn jngn end dong, 😦 penasaran sm lanjutan nya,
    kn ceritanya bagus onn tetep di lanjutin ya yaa 🙂
    mian onn aku comentnya baru di part ini *biar sekalian gitu* #apa dah nie reader nawar aja
    itu apa yg bakal trjadi sm kyuhyun kalo smpe hara nikah sm jungsoo??
    Trus victoria gmn??
    Ah onn bikin penasaran
    *guling guling di tanah*

    1. nama kamu ‘readers baru’ ? wkwk *kicked* Lanjutannya? okeh deh!

      Tunggu aja di Part selanjutnya ya! Gomawo 🙂

      On Tue May 24th, 2011 11:50 AM EDT

Leave a Reply :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s